Articles

Found 5 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN OBAT ATORVASTATIN TERHADAP PERBAIKAN KLINIS PASIEN STROKE ISKEMIK DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO Purnamasari, Riska; Manggau, Marianti A.; Amran, Muhammad Yunus
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol 22, No 1 (2018): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v22i1.5689

Abstract

Indonesia menduduki terbanyak di Asia yang menderita stroke. Statin dengan efek pleiotropiknya dapat menjadi neuroprotektan sehingga dapat memperbaiki kondisi klinis dan mencegah terjadinya stroke berulang, Di rumah sakit ataupun di klinik ada pasien yang mendapatkan terapi atorvastatin dan ada pula yang tidak. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas atorvastatin terhadap pasien stroke iskemik dengan menganaisis nilai kolestrol total, HDL, LDL, dan atorvastatin terhadap perbaikan klinis pasien dengan pengukuran nilai gcs dan mRS.Desain penelitian yang digunakan adalah observasional non eksperimen deskriptif-analitik. Pengambilan sampel dengan teknik non-probability sampling dengan cara purposive sampling.Jumlah sampel 30, terdiri dari kelompok atorvastatin (15 pasien) dan kelompok tanpa Atorvastatin (15 pasien). Kolestrol total, HDL, dan LDL, dan mRS diperiksa sebelum dan setelah terapi. Data kolestrol dianalisis secara deskriptif, dan nilai mRS dianalisis dengan menggunakan Uji paried t Test. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan nilai kolestrol total (25 %) dengan nilai rata-rata 194.80  dan setelah terapi 151.40, sedangkan untuk nilai HDL tidak terjadi peningkatan,  sebelum terapi (31.00 setelah terapi menjadi 27.00 , dan untuk LDL tidak terjadi penurunan yang signifikan, sebelum terapi 113.80 mg/dl dan setelah terapi menjadi 93.20, sedangkan untuk perbaikan nilai mRS, memberikan hasil mRS yang meningkat secara  signifikan dari kelompok atorvastatin (p=0.001) dibandingkan pasien yang tidak diterapi dengan atorvastatin (p=0.610). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan dari pemberian Atorvastatin terhadap perbaikan klinis pasien yang diukur dengan mRS (modified rankin scale)
ANALISIS EFEKTIVITAS TERAPI PADA PASIEN ANEMIA GAGAL GINJAL HEMODIALISIS DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR Insani, Nurul; Manggau, Marianti A.; Kasim, Hasyim
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol 22, No 1 (2018): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v22i1.5690

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi anemia penggunaan EPO,PRC pada pasien gagal ginjal hemodialisis berdasarkan outcome terhadap parameter hematologi meliputi kadar RBC,Hgb,Hct,MCV,MCH,MCHC pasien selama rawat inap di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar.Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian prospektif dengan rancangan deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non-probability sampling dengan cara purposive sampling, yang mencapai jumlah 27 orang sampel. Data yang dianalisis secara deskriptif berupa parameter hematologi. Hasil penelitian menunjukkan terapi EPO efektif meningkatkan kadar RBC,Hgb,Hct dan MCV pada pasien anemia hemodialisis. Terapi PRC efektif meningkatkan kadar RBC,Hgb,Hct pada pasien anemia hemodialisis. Interaksi obat potensial bermakna yang terjadi antara EPO dengan obat lain yaitu antihipertensi golongan angiotensin receptor blocker.
ANALISIS EFEKTIVITAS DAN EFEK SAMPING PENGGUNAAN CLOPIDOGREL TUNGGAL DAN KOMBINASI CLOPIDOGREL- ASPILET PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DI RSUP DR.WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR Inayah, Nurul; Manggau, Marianti A.; Amran, Yunus
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol 22, No 3 (2018): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v22i3.5811

Abstract

Aspilet dan Clopidogrel merupakan antiplatelet yang dapat digunakan tunggal maupun kombinasi, beberapa penelitian telah dilakukan dengan membandingkan efektivitas keduanya menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan. Di Indonesia, belum pernah dilakukan penelitian mengenai manfaat dan efek samping penggunaan Clopidogrel tunggal maupun kombinasi Clopidogrel-Aspilet. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas penggunaan Clopidogrel tunggal dan kombinasi Clopidogrel-Aspilet untuk mencapai nilai normal Protrombin Time (PT) dan Activated Partial Thromboplastin Time (APTT) serta perbaikan klinis berdasarkan Barthel Index (BI) dan melihat efek samping penggunaan terapi terhadap gastrointestinal. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional prospektif dan retrospektif. Jumlah sampel 26 pasien, terdiri dari penggunaan Clopidogrel tunggal (kelompok I) dan kombinasi Clopidogrel-Aspilet (kelompok II). Hasil pemeriksaan PT sebelum pemberian terapi, pada kelompok I (9,46+0,518) dan kelompok II (9,65+0,688) dengan nilai p=0,545, nilai APTT pada kelompok I (21,30+0,630) dan kelompok II (21,53+1,198), nilai p=0,920. Setelah memperoleh terapi tampak bahwa perubahan nilai PT terhadap kelompok I (11,38+1,120) dan kelompok II (11,00+0,912) memperlihatkan tidak ada perbedaan bermakna diantara keduanya (p=0,396). Demikian juga nilai APTT terhadap kelompok I (24,46+1,853) dan kelompok II (23,61+2,063), nilai (p=0.186). Outcome klinis berdasarkan BI pada kelompok I dan II memberikan efek yang sama dengan nilai p sebelum pemberian 0,685 dan setelah pemberian p=0,297. Berdasarkan kejadian efek samping pada kelompok I sebanyak 3 pasien (23,1%) dan kelompok II sebanyak 10 pasien (76,9%) mengalami nyeri ulu hati, dengan nilai p=0,006. Dari penelitian yang telah dilakukan disimpulkan bahwa, penggunaan terapi Clopidogrel 75 mg tablet tunggal lebih efektif dibandingkan dikombinasi dengan Aspilet 80 mg chewable
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN PARANG ROMANG (Boehmeria virgata) SECARA SUBKRONIS ORAL TERHADAP PROFIL HEMATOLOGI TIKUS PUTIH (Rattus Novergicus) Magfirah, Magfirah; Manggau, Marianti A.
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol 22, No 1 (2018): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v22i1.5691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian secara subkronis oral ekstrak etanol daun parang romang selama 28 hari pada profil hematologi tikus putih meliputi kadar eritrosit, leukosit, trombosit dan hemaglobin. Tikus dikelompokkan secara acak menjadi 4 kelompok, masing-masing kelompok yaitu kelompok 1 diberikan aquadest, kelompok 2 ekstrak etanol daun parang romang 250 mg/kgBB, kelompok 3  ekstrak etanol daun parang 500 mg/kg BB dan kelompok 4 ekstrak etanol parang romang 1000 mg/kgBB. Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata tikus jantan dan betina masing-masing yaitu profil kadar eritrosit 8,56 ± 0,33, 8,17 ± 0,29, 7,13 ± 0,15, 6,90 ± 0,99 dan 6,70 ± 0,47, 6,80 ± 0,47, 7,60 ± 0,24, 7,40 ± 0,24. Trombosit 1112,00 ± 53,07, 1099,00 ± 58,62, 1129,60 ± 63,18 dan 1229,00 ± 71,27 dan 805,33 ± 2,16, 873,33 ± 2,81, 1112,30 ± 58,32, 1196,00 ± 1,08, Hemoglobin 15,06 ± 0,57, 14,01 ± 0,28,  12,83 ± 0,14, 12,26 ± 1,81 dan 12,56 ± 1,18, 13,23 ± 0,76, 13,9 ± 0,32, 13,53 ± 0,28. Profil kadar eritrosit, trombosit, hemaglobin pada tikus jantan dan betina masih dalam kisaran normal pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Untuk profil kadar leukosit 22,88 ± 3,52, 22,90 ± 1,26, 23,90 ± 0,49, 24,56 ± 4,14 dan 22,76 ± 7,97, 14,46 ± 2,30, 16,79 ± 1,90, 14,58±1,79. Nilai rata-rata leukosit kelompok kontrol dan kelompok perlakuan tikus jantan serta kelompok perlakuan tikus betina tidak berada pada kisaran normal sedangkan untuk kelompok perlakuan tikus betina berada pada kisaran nilai normal. Hasil uji statistik one way anova pemberian ekstrak etanol daun parang romang setelah 28 hari pada profil hematologi tikus jantan dan betina diperoleh Nilai p>0,05 menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun parang romang secara oral selama 28 hari tidak mempengaruhi profil hematologi tikus putih. Dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun parang romang selama 28 hari tidak memiliki efek toksis terhadap profil hematologi tikus putih ( Rattus novergicus).
BIOASSAY-GUIDED FRACTINATION OF ANTIMITOTIC COMPOUND FROM ONGKEA CORTEX (MEZZETTIA PARVIFLORA BECC) TOWARDS SEA URCHIN EGGS Bahar, Muh. Akbar; Alam, Gemini; Manggau, Marianti A.; Mufidah, Mufidah; Suparman, Suparman
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 3 No 1 (2015): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.227 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v3i1.88

Abstract

Ongkea cortex, the wood bark of Mezzettia Parviflora Becc, is a traditional medicine originated from Southeastern Sulawesi (Indonesia). It has been empirically known to have antitumor property. In this study, we examined the antiproliferative activity and obtained the antimitotic compound of ongkea cortex. Antimitotic activity was ultimately determined by the inhibition of cleavage-stage of newly fertilized sea urchin (Lytechinus variegatus) eggs. A bioassay-guided fractination was performed in order to find the bioactive substance of ongkea cortex. The IC50 values of methanolic extract, ethyl acetate-soluble part of metanolic extract and ethil acetat insoluble part of metanolic extract were      1221.68 µg/mL,  2.69 µg/mL, and 15.15 µg/mL, respectively. Ethyl acetate-soluble part of metanolic extract was further investigated. It was partitionated using vacuum liquid column chromatoghraphy with different solvent system by increasing their polarities. There were three different fractions obtained. Fraction III exerted the highest inhibition activity with IC50 value of 1.33 µg/mL.  It was separated subsequently to result four groups of compounds. III-C group presented the most potent inhibition activity with IC50 value of  0.7147 µg/mL. It was then subjected to preparative TLC and yieldedsix groups of subfractions. III-C-3 subfraction was indicated as the most potent compound with IC50 value of 0.3378 µg/mL. It was ten times weaker compared with antimitotic activity of Vincristine with IC50 of 0.0351 µg/mL. As a conclusian, ongkea cortex might have antimitotic property with the highest rate inhibition activity exhibited by III-C-3 compound. Keywords: ongkea cortex, Mezzettia Parviflora Becc, sea urchin eggs, antimitotic compound, antiproliverative activity