Articles

KAJIAN TEKNOLOGI PRODUKSI ASAP CAIR DARI SABUT KELAPA Mappiratu, Mappiratu
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.066 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model peralatan destilator-pirolisis dan waktu pembakaran sabut kelapa yang menghasilkan asap cair dengan rendemen tinggi, serta mendapatkan keterangan tentang kandungan kimia asap cair yang dihasilkan dari berbagai model  peralatan destilator-pirolisis. Pencapaian tujuan dilakukan dengan menerapkan lima model peralatan destilator-pirolisis dan empat tingkatan waktu pembakaran, serta melakukan analisis kadar  fenol secara spektrofotometri, kadar karbonil secara spektrofotometri, kadar asam asetat secara titrasi dan keasaman asap cair menggunakan pH meter. Hasil yang diperoleh menunjukkan model peralatan destilator-pirolisis dan waktu pembakaran berpengaruh terhadap rendemen asap cair yang dihasilkan. Penggunaan model E dan waktu pembakaran 2,5 jam menghasilkan asap cair dengan rendemen tertinggi, yakni 6,03 %. Model peralatan destilator-pirolisis tidak berpengaruh terhadap kadar fenol, karbonil, asam asetat dan keasaman asap cair yang dihasilkan. Asap cair sabut kelapa mengandung fenol 3,03 %,  karbonil 10,26 % dan asam asetat 9,22 % , serta memiliki keasaman (pH) sebesar 3,16..
SIFAT FISIKOKIMIA DAN SENSORIS SOHUN INSTAN DARI PATI SAGU Rahim, Abdul; Mappiratu, Mappiratu; Noviyanty, Amalia
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 16, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of the research was to determine a method for making instant sohun from sago starch that has physicochemical and sensory properties of good quality. Optimizing instant sohun process was achieved by applying four different ratios of sago starch : hot water suspension (v/v) (1:0.75; 1:1; 1:1.25; and 1:1.5) and three different levels of cooking time (4, 6, and 8 minutes).             A Completely Randomized design was used for observing the physicochemical properties, water content, cooking rate and cooking loss, while a Randomized Block design for the sensory properties. The research results showed that the sago starch:hot water suspension at a ratio 1: 0,75 (v/v) and           4 minutes cooking time was the best processing condition for making sohun instant from sago starch in which water content was 10.95%, cooking rate was 3.29 minute and cooking loss was 2.13%. While cooking time for 4 minutes resulted in better sensory properties than any other cooking time.
RESPON PERTUMBUHAN PADA BERBAGAI KEDALAMAN BIBIT DAN UMUR PANEN RUMPUT LAUT EUCHEUMA COTTONII DI PERAIRAN TELUK PALU Masyahoro, Masyahoro; Mappiratu, Mappiratu
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.274 KB)

Abstract

Penelitian tentang respon pertumbuhan pada berbagai kedalaman bibit dan umur panen  rumput laut bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedalaman bibit dan umur panen terhadap pertumbuhan mutlak, produksi, dan produktivitas. Penelitian menggunakan metode bentangan tali ris apung berbentuk empat persegi panjang (18 x 18 meter) yang didesain dalam rancangan lingkungan acak lengkap pola faktorial dengan dua faktor, yaitu faktor kedalaman bibit  (K1 20 cm dan K2 50 cm) dan faktor umur panen (U1 40 hari, U2 45 hari, dan U3 50 hari) setelah tanam. Dengan demikian terdapat 6 kombinasi perlakuan dalam 3 ulangan tali ris, sehingga diperoleh 18 satuan unit percobaan. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa, kedua faktor tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap  pertumbuhan mutlak dan produksi, tetapi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pruktivitas rumput laut. Namun demikian faktor interaksi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pertumbuhan mutlak dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap produksi rumput laut. Bentuk interaksinya merupakan interaksi positif. Hasil uji BNT menunjukkan bahwa, kombinasi perlakuan K1U1 berbeda dan berinteraksi sangat nyata dengan K1U2 dan K1U3. Demikian halnya pada kombinasi perlakuan K2U1 dengan K2U2 dan K2U3, serta kombinasi perlakuan K2U2 dengan K2U3 terhadap pertumbuhan mutlak dengan nilai interaksi sebesar 34,44 g/hari. Selanjutnya kombinasi perlakuan  K1U1 berbeda dan berinteraksi nyata dengan K1U2 dan K1U3. Demikian halnya pada kombinasi perlakuan K2U3 dengan K2U1 dan K2U2, serta kombinasi perlakuan K2U1 dan K2U2 terhadap produksi dengan nilai interaksi sebesar 944,98 g.  
PEMANFAATAN TOMAT AFKIRAN UNTUK PRODUKSI LIKOPEN Mappiratu, Mappiratu; Nurhaeni, Nurhaeni; Israwaty, Ila
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.465 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi produksi likopen melalui proses perebusan dengan air bebas mineral atau aquades. Pencapaian tujuan telah dilakukan pemisahan likopen dari tomat afkiran menggunakan perlakuan pengaruh rasio air/tomat afkiran, pengaruh waktu, dan pengaruh suhu perebusan terhadap rendemen dan derajat kemurnian produk likopen. Derjat kemurnian likopen ditentukan menggunakan metode spektrofotometri.  Hasil yang diperoleh menunjukkan derajat kemurnian likopen dipengaruhi oleh rasio air/tomat afkiran, waktu dan suhu perebusan, sedangkan rendemen likopen hanya dipengaruhi ole h rasio air/tomat afkiran. Rendemen likopen tertinggi (2,91 %) terdapat pada penggunaan rasio air/tomat afkiran 1,5 : 1 (b/b), waktu perebusan 75 menit dan suhu perebusan 50 oC, sedangkan derajat kemurnian likopen tertinggi (68 %) terdapat pada  rasio  air/tomat afkiran  1,5 : 1 (b/b), waktu perebusan 75 menit dan suhu perebusan 80 oC
STRATEGI RISET RUMPUT LAUT UNTUK PRODUKSI PRODUK SPESIFIK DAERAH SULAWESI TENGAH Mappiratu, Mappiratu
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.372 KB)

Abstract

Masyarakat Sulawesi Tengah pada dasarnya telah mengenal rumput laut sejak dulu, namun baru dilakukan kegiatan budidaya dalam skala kecil pada tahun 1990.  Perkembangan budidaya rumput laut kearah yang lebih maju, setelah tim peneliti dari Lembaga Penelitian Perikanan Laut (LPPL) berhasil membudidayakan rumput laut jenis Eucheuma cottonii di Kepulauan Samaringga pada tahun 1997 (Fauziah, 2009; Hamja, 2009). Sejak itu, kegiatan budidaya rumput laut oleh masyarakat pesisir Sulawesi Tengah berkembang dari tahun ke tahun sejalan dengan meningkatnya kebutuhan dan nilai ekonomi rumput laut itu sendiri, yang saat ini sebagian besar masyarakat Sulawesi Tengah telah mengenal rumput laut dan telah menjadikan sebagai sumber pendapatan utama. Selain Eucheuma cottonii , berkembang pula budidaya rumput laut jenis Gracilaria sp, terutama di daerah Kabupaten Morowali. Rumput laut Eucheuma cottonii di budidayakan di laut dan merupakan penghasil karaginan, sedangkan Gracilaria sp di budidayakan di Tambak dan merupakan penghasil agar-agar. Pada tahun 2005, produksi rumput laut Eucheuma cottonii dan  Gracilaria sp di Sulawesi Tengah mencapai 244.133 ton basah. Dengan produksi tersebut, Sulawesi Tengah menempati  urutan  ketiga  penghasil  rumput laut terbesar di Indonesia, setelah Sulawesi  Selatan dan Nusa Tenggara Timur. Produksi tersebut sesungguhnya masih sangat rendah, jika dibandingkan dengan  luas  areal  tersedia  sebesar 106.000
KAJIAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN KARAGINAN DARI RUMPUT LAUT EUCHEUMA COTTONII SKALA RUMAH TANGGA Mappiratu, Mappiratu
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 2, No 1 (2009)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.401 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan paket teknologi pengolahan karaginan yang dapat diterapkan di daerah pedesaan melalui penggunaan air sebagai pengekstrak karaginan dan penggunaan pupuk KCl (kalium klorida) sebagai pemisah karaginan dalam ekstrak.  Pencapaian tujuan telah dilakukan penelitian melalui menerapkan perlakuan pengaruh konsentrasi kalium klorida, pengaruh rasio air/rumput laut dan pengaruh waktu reaksi terhadap mutu (khusus penggunaan kalium klorida) dan rendemen karaginan.  Hasil yang diperoleh memberikan keterangan rendemen karaginan dipengaruhi oleh konsentrasi kalium klorida dengan rendemen tertinggi ( 30,18 %) terdapat pada penggunaan konsentrasi kalium klorida 0,4 molar, dan rendemen terendah (21,73  %) terdapat pada penggunaan konsentrasi kalium klorida 0,1 molar. Rendemen karaginan pada penggunaan konsentrasi kalium klorida 0,4 molar tidak berbeda dengan penggunaan konsentrasi kalium klorida 0,3 molar. Mutu karaginan ( kadar air, kadar abu, kadar abu tidak larut asam, kadar sulfat, viskositas dan kekuatan gel)  yang dihasilkan memenuhi standar FAO dan tidak dipengaruhi oleh konsentrasi kalium klorida. Rendemen karaginan dipengaruhi oleh rasio air/rumput laut dengan rendemen tertinggi (33,01 %) terdapat pada penggunaan rasio air/rumput laut 55 : 1, dan rendemen terendah (27,98 %) ditemukan pada penggunaan rasio air/rumput laut 35 : 1 atas dasar v/b. Rendemen karaginan pada rasio air/rumput laut 55 : 1 tidak berbeda dengan rasio 50 : 1 dan rasio 45 : 1 atas dasar v/b. Rendemen karaginan dipengaruhi oleh waktu ekstraksi dengan rendemen tertinggi (33,53 %) ditemukan pada penggunaan waktu ekstraksi 3 jam, dan rendemen terendah 26,17 %) terdapat pada penggunaan waktu ekstraksi 1 jam. Rendemen karaginan pada waktu ekstraksi 3 jam tidak berbeda dengan waktu reaksi 2 dan 2,5 jam.
MUTU KIMIA DAN ORGANOLEPTIK PERMEN JELLY RUMPUT LAUT GELATIN SAPI Novitasari, Maya; Mappiratu, Mappiratu; Sulistiawati, Dwi
Mitra Sains Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.633 KB)

Abstract

Jelly has a supple and elastic texture. Jelly is one kind of product that attracted many people because the texture is different compared to other sweets. One of the factors that affect the quality of jelly is the gel-forming material. This study aims to determine the ratio of seaweed to cow?s gelatin that can produce jelly which has a good chemical and organoleptic quality. The experimental design used in this research is completely randomized design (CRD) with a combination of patterns is a difference ratio of seaweed and cow?s gelatin repeated 3 times so that there are 18 units of the experiment. Chemical parameters were observed consisting of ash and total sugar. Organoleptic parameters were observed consisting of taste and firmness. Jelly that produced in this research had 0.43 to 0.68% ash content and total sugar content 33, -53.67% and it has the organoleptic quality preferred by the panelists. Jelly that produced in this research is still meet the quality standard ISO 3574.2-2008.
PENELITIAN PEMBUATAN METIL ESTER ASAM LEMAK RANTAI SEDANG DAN PANJANG SERTA PEMURNIAN GLISEROL DARI MINYAK KELAPA MURNI Mappiratu, Mappiratu; Ijirana, Ijirana
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2010.28.4.415-426

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi optimum metanolisis minyak kelapa murni (MKM) dalam reaktor berpengaduk, metode pemurnian gliserol dan metode pemisahan metil ester asam lemak rantai sedang dari rantai panjang. Hasil penelitian menunjukkan MKM yang dihasilkan memenuhi persyaratan sebagai bahan baku metil ester asam lemak, sebab MKM yang dihasilkan mengandung air dan asam lemak bebas (FFA) mengandung asam laurat yang tinggi yaitu di atas 50% (52,86%). Kecepatan pengaduk dan waktu reaksi berpengaruh terhadap produksi 500 rpm dan waktu reaksi 50 menit. Pada kondisi tersebut fraksi massa metil ester asam lemak mencapai 100%. Metode pemurnian gliserol berpengaruh terhadap derajat kemurnian gliserol, dengan derajat kemurnian gliserol tertinggi adalah 98,04% yang diperoleh dari metode pemurnian ekstraksi dan netralisasi. Hasil fraksionasi metil ester asam lemak menghasilkan enam fraksi, tiga fraksi yaitu (fraksi I dan II dan VI) mengandung metil laurat yang lebih rendah dari MKM asalnya, dan tiga fraksi (fraksi III, IV dan fraksi V) mengandung metil laurat di atas MKM asalnya (di atas 70%). Fraksi VI dinyatakan sebagai metal ester asam lemak rantai panjang dengan rendemen 50% dari total metil ester asam lemak.
KAJIAN UMUR SIMPAN EKSTRAK ANTOSIANIN UBI JALAR UNGU (IPOMEA BATATAS L. VAR. AYAMURASAKI) TERCAMPUR MALTODEKSTRIN DALAM KEMASAN KAPSUL Tahandugang, Ulfia Ismail; Mappiratu, Mappiratu; Nurakhirawati, Nurakhirawati
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Number 2 (August 2015)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menentukan masa simpan antosianin ubi jalar ungu (Ipomea batatas L. var ayamurazaki) tercampur maltodekstrin dalam kemasan kapsul pada berbagai suhu. Pencapaian tujuan dilakukan melalui  ekstraksi antosianin dari tepung ubi jalar ungu menggunakan pelarut etanol 96%, dilanjutkan dengan pencampuran ekstrak dengan maltodekstrin  perbandingan 1 : 1 (v/b), pengeringan dan pengemasan campuran antosianin-maltodekstrin dalam kemasan kapsul dan penyimpanan pada suhu 50 dan 60oC. Pengamatan terhadap kandungan antosianin tercampur maltodekstrin dilakukan setiap 24 jam selama 240 jam menggunakan metode spektrofotometri. Data yang diperoleh digunakan untuk menentukan orde reaksi, masa simpan pada suhu 50 oC dan 60 oC. Data masa simpan pada kedua suhu digunakan untuk menentukan nilai Q10 dan masa simpan pada berbagai suhu. Hasil yang diperoleh menunjukkan perubahan antosianin tercampur maltodekstrin dalam kemasan kapsul mengikuti reaksi orde satu. Masa simpan pada suhu 50 dan 60oC masing-masing 74 dan 22 hari, nilai Q10 adalah 3,28 dan masa simpan pada suhu 15, 20, 25, 30, 35, 40 dan 45oC berturut-turut 4.747, 2.621, 1.447, 799, 441, 243 dan 134 hari.
KAJIAN WAKTU SIMPAN KAROTEN KAPANG ONCOM MERAH (NEUROSPORA SP) YANG DIPRODUKSI PADA MEDIA TONGKOL JAGUNG Kenyamu, Mardalena; Mappiratu, Mappiratu; Nurakhirawati, Nurakhirawati
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Number 2 (August 2014)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.098 KB)

Abstract

The investigation about study of the shelf lifeof red oncom mold carotene (Neurosporasp) from corn cob media has been done. This study aimed to determine the shelf life of red oncom mold carotene in capsules packaging at various storage temperatures. It was done by applying two phases of research i.e the production red oncommold and the determination of shelf life at the temperature of 50?C and 60?C. Carotene levels were determined using spectrophotometric method. The resultshowedthat carotene shelf life at a temperature of 50?C and 60?C were 44.31 and 34.05 daysrespectively. The Changed of carotene quality in capsule packaging followedthe zero-order kinetics. The calculation result shoewd Q10 value was 1.3 and the shelf life at variouse temperatures was determined based on the value of Q10. Storage at room temperature caused the shelf life for74.80 days.