Nanik Marfuati
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEK EKSTRAK KULIT MANGGIS TERHADAP EKSPRESI PROTEIN BCL-2 DAN JUMLAH SEL MATI TUBULUS GINJAL TIKUS YANG DIINDUKSI FORMALIN Marfuati, Nanik; Sarjadi, Sarjadi; Winarto, Winarto; Djamitun, Kis
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.02.4

Abstract

Kulit manggis mengandung antioksidan yang melindungi terhadap kerusakan sel. Formalin masih disalahgunakan sebagai pengawet makanan yang merupakan sumber oksidan. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan pengaruh ekstrak kulit manggis (EKM) terhadap ekspresi protein Bcl-2 dan jumlah kematian sel tubulus ginjal tikus akibat formalin. Sebanyak 18 tikus Wistar jantan diberi formalin 200mg/kgBB/hari melalui sonde 2 minggu; dibagi 3 kelompok; K tanpa EKM; P1 dan P2 diberi EKM 200 dan 400mg/kgBB/hari seminggu. Dilakukan penilaian ekspresi protein Bcl-2 dan jumlah kematian sel tubulus ginjal tikus. Data dianalisis dengan One Way ANOVA. Analisis ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan ekspresi protein Bcl-2 (p=0,006) dan kematian sel tubulus ginjal (p=0,005) antara ketiga kelompok. Ekspresi protein Bcl-2 dan kematian sel tubulus ginjal P2 secara signifikan lebih rendah dibanding K. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan EKM 400mg/kgBB/hari selama 1 minggu menurunkan ekspresi protein Bcl-2 dan memperbaiki kerusakan sel tubulus ginjal yang diinduksi formalin.Kata Kunci: Bcl-2, formalin, manggis, kematian sel tubulus ginjal 
Efektifitas Dosis Siprofloksasin terhadap Pertumbuhan Uropatogen Escherichia coli SECARA in vitro Marfuati, Nanik; Rakhmawatie, Maya Dian; Akmalia, Nur Rakhma
Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN
Publisher : Jurnal Kedokteran Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Escherichia coli merupakan penyebab infeksi saluran kemih dengan persentase 70-95%.Tingkat sensitivitas E. coliterhadap siprofloksasin dilaporkan hanya 70,59%. Siprofloksasin bekerja dengan efek interfensi pada DNA gyrase dan topoisomerase IV.Siprofloksasin bekerja tergantung kadar, semakin tinggi kadar C/MIC maka semakin efektif dalam menghambat pertumbuhan danmencegah resistensi pada uropatogen E. coli (UPEC).Metode : Penelitian ini merupakan eksperimental murni dengan rancangan post test control group design. Penentuan Cmax/MICsiprofloksasin didasarkan pada kelipatan MIC bakteri yaitu 10 x MIC, 2 x MIC, 1 x MIC dan x MIC. Penilaian pertumbuhan kolonibakteri E. coli strain sensitif (E. coli I) dan strain resisten (E. coli II) diamati pada jam ke 0, 2, 4, 6, 8, 12, 22 dan 24. Uji MIC menggunakanmetode dilusi cair dan penentuan jumlah koloni bakteri menggunakan metode viable count menggunakan medium Mueller Hinton Agar.Hasil : Uji statistik menunjukkan perbedaan bermakna jumlah log koloni bakteri E. coli I inkubasi 24 jam pada pemberian C/MICsiprofloksasin yang berbeda dengan nilai p-value 0.014. Pada E. coli II inkubasi 24 jam juga menunjukkan perbedaan bermakna jumlah logkoloni bakteri dengan nilai p-value 0.001. Penurunan pertumbuhan bakteri UPEC I dan II signifikan terjadi pada pemberian C/MICsiprofloksasin 10 x MIC dengan nilai regresi E. coli sensitif y = -0.538x + 5.856; r = 0.938 dan nilai regresi E. coli resisten y = -0.61x +3.823; r = 0.563.Simpulan: Nilai rasio C/MIC siprofloksasin ? 10 efektif dalam membunuh uropatogen E. coli baik pada strainsensitif atau strain resisten secara in vitro.Kata Kunci : C max/MIC siprofloksasin, pertumbuhan, uropatogen E.coli