Articles

ANALYSIS OF CRITICAL THINKING SKILLS HIGH SCHOOL STUDENTS IN THE DISTRICT OF SEMARANG MATERIAL ENVIRONMENTAL CHANGE CURRICULUM 2013 Setianingsih, Rizki; Marianti, Aditya; Ngabekti, Sri
Journal of Biology Education Vol 8 No 3 (2019): December 2019
Publisher : FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbe.v8i3.27056

Abstract

Learning science at school is expected to develop critical thinking skills students for the challenges of the 21st century. Ccritical thinking skills are integrated in the curriculum of 2013. The ability of high scientific literacy show high critical thinking skills. This study aimed to analyze the level of critical thinking skills of high school students in the District of Semarang on environmental changes material of curriculum 2013. This study was descriptive quantitative survey method using a questionnaire and observation sheet. The research was conducted in three high schools in Semarang District selected by purposive sampling in SMAN 1 Ungaran, SMAN 1 Bergas and SMA Islam Sudirman Ambarawa. Respondents used is class X IPA as many as 195 students in three schools. The data were analyzed using R software.  Based on the results of research, critical thinking skills of students only in the quite critical category . Kruskal-Wallis test results of chi-square showed a difference in the level of critical thinking skills of students at SMAN 1 Ungaran, SMAN 1 Bergas and SMA Islam Sudirman Ambarawa with significant value 0.000009439. The highest level of high schools students critical thinking skills based on average indicators of critical thinking is SMAN 1 Ungaran with a percentage of 58%. The percentage of students' critical thinking skills in SMAN 1 Bergas and SMA Islam Sudirman Ambarawa is 57% and 55%. Critical thinking skills of students at SMAN 1 Ungaran, SMAN 1 Bergas and SMA Islam Sudirman Ambarawa included in the quite critical category. The proportion of students at the level of critical thinking skills in SMAN 1 Ungaran,  SMAN 1 Bergas and SMA Islam Sudirman Ambarawa is different. The questionnaire results and students' test results showed linkage relationships based on Pearson correlation analysis chi-square obtained 42.199 squared count> squared table with significant value 0.000000168.
KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA PADA PEMBELAJARAN MATERI SEL DENGAN MODEL PROBLEM BASE LEARNING BERBANTUAN TUTOR SEBAYA Tsaniyyah, Dinda; Marianti, Aditya; Isnaeni, Wiwi
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2019.9.1.3229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran dengan model PBL berbantuan tutor sebaya terhadap keterampilan proses sains siswa pada materi sel, dan untuk mengetahui peningkatan KPS siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Salatiga pada semester ganjil tahun ajaran 2018/2019. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonequivalen control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMAN 1 Salatiga, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI MIPA 6 dan XI MIPA 7 yang diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan Mean antara kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu masing-masing 29,44 dan 19,54. Hasil uji t menunjukkan thitung 0,046< 0,05, hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pada kelas eksperimen, rerata peningkatan KPS dasar sebesar 101,57% dan KPS terintegrasi sebesar 130,32%. Sedangkan pada kelas kontrol, rerata peningkatan KPS dasar sebesar 60,46% dan KPS terintegrasi sebesar 89,54%. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran materi sel dengan model PBL berbantuan tutor sebaya berpengaruh positif terhadap KPS siswa, dengan peningkatan KPS meliputi KPS dasar dan KPS terintegrasi.
PENINGKATAN KADAR TIMBAL DARAH DAN MUNCULNYA PERILAKU ANTISOSIAL PENGRAJIN KUNINGAN Marianti, Aditya; Anies, Anies; Abdurachim, Henna Rya Sunoko
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 1 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JULI 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i1.3730

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh peningkatan kadar timbal (Pb) darah terhadap munculnya perilaku antisosial pada pengrajin kuningan. Disain penelitian  observasional analitik dengan studi cross sectional. Sampel terdiri dari 55 orang pengrajin kuni ngan, dengan kriteria inklusi pria atau wanita, minimal 17 tahun, telah bekerja di industri kuningan minimal 2 tahun, pendidikan minimal pernah SD. Hasil penelitian menunjukkan telah terjadi kontaminasi Pb di lingkungan kerja industri kuningan. Kadar Pb darah pengrajin yang melebihi  nilai ambang batas40µg/dl mencapai 80%. Perilaku antisosial terukur masuk kategori sedang dan rendah. Terdapat hubungan linier antara kadar Pb darah dan perilaku antisosial dengan R2 0,353. Simpulan pajanan kronik Pb di lingku- ngan kerja industri kuningan menyebabkan peningkatan kadar Pb darah pengrajin dan berkontribusi memicu  munculnya perilaku antisosial. This study aimed to examine the effect of increased Blood Lead Levels (BLL) results of the emergence of antisocial behavior in brass craftsmen. The research designs used the analytic observational with cross sectional study. The sample consisted of 55 brass craftsmen, male or female a minimum of 17 years old, has worked in the brass industry at least for 2 years, and at least has a degree in the elementary school level. The results showed that there has been a lead contamination in the environment of brass industry. BLL that exceed the threshold value (40 μg/dl) reached 80%. The antisocial behavior measured was in the category of medium and low. There was a linear relationship between BLL and antisocial behavior with R2 0.353. In conclusion, chronic lead exposure to the brass industry environment led to an increase to blood lead levels BLL  in craftsmen contributed in the appearance of antisocial behavior.
PERANAN MULTIMEDIADALAMMENINGKATKAN PEMAHAMAN MAHASISWAPADA MATA KULIAH BIOLOGI SEL Sumad, Sumad; Christijanti, Wulan; Marianti, Aditya
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 28, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v28i1.5616

Abstract

Cell Biology material that can not be seen with the naked eye and had to use the help tools (microscope) to be one reason for student difficulties in imagining is real. Time of lessons a limited cause not all the material can be given during lectures. Also by means of a simple (OHP) makes the material can not be described in detail. These facts affect the learning results obtained is not optimal, that is only 55% of students who obtained a value ≥ 70. Hence the need for a multimedia tool that is able to present the text, images, graphics, video, sound, and animation, so that students will gain knowledge as well as a concrete experience .The purpose of this study were: to determine the utilization of multimedia in Cell Biology course in improving student understanding. This research was conducted in 2 cycles with each cycle comprising three meetings. The first and second meetings for learning with multimedia and the third meeting was the discussion and evaluation. The main variables are the result of learning by supporting variables, such as student activity during the discussion, the performance of lecture and student responses . As an indicator of student performance is the result of learning gained ≥ 71 ≥ 80% of the whole class. The results showed in the first cycle the average results of student learning has reached 77.33 with the understanding level of 72.97%. The average study result on the second cycle is 81.77 with a level of understanding of 94.59%. To support variable (cycle I and II), ≥ 55% - 100% of students have been conducting activities during the discussion, score 77% - 100% for the performance of lecture and student responses is positive. Conclusion drawn is that the Cell Biology of learning with multimedia can increase students understanding. This is indicated by the average student learning outcomes is 77.33 with a level of understanding by 72, 97% in the first cycle increased on the second cycle was increased to 81.77 with a level of understanding reached 94.59%. Suggestions put forward is that it took a relatively long time in preparing a variety of research instruments and time efficiency in teaching and learning.
STIMULASI PUBERTAS PUYUH BETINA DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG BIJI KORO BENGUK (MUCUNA PRURIENS) DALAM PAKAN Christijanti, Wulan; Marianti, Aditya; Kariada, Nana
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 9, No 1 (2011): June 2011
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v9i1.5527

Abstract

Abstrak. Biji koro benguk banyak dipergunakankan untuk tambahan pakan ternak seperti babi dan unggas dengan memberikan hasil berupa meningkatnya berat badan dan performan tubuh yang baik. Tercapainya pubertas pada puyuh dapat diamati dari performan tubuh, munculnya suara, bertelur dan secara morfologi adalah dengan melihat perkembangan folikel ovariumnya. Senyawa bioaktif dalam biji koro benguk yang diduga berefek fertilitas adalah alkaloid dan L-Dopa melalui pengaruhnya pada sekresi hormon gonadotropin dari kelenjar hipofisis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penambahan tepung biji koro benguk untuk stumulasi pubertas puyuh. Sampel penelitian adalah 16 ekor puyuh prapubertas yang terbagi menjadi empat, yaitu kelompok 0 %, 10 %, 20 % dan 40 % tepung biji koro benguk. Tepung yang dicampur pakan diberikan 2 kali sehari selama 30 hari. Data berupa berat ovarium dianalisis dengan anava satu jalan pada taraf uji 5 % dan Beda Nyata Terkecil. Struktur morfologi ovarium dianalisis secara deskriptif dengan mengamati folikelnya. Hasil penelitian menunujukkan bahwa ada pengaruh tepung biji koro benguk pada berat ovarium dengan hasil F hitung 3,60 > dari F tabel 3,49 dan terdapat beda nyata antara kelompok yang mendapatkan 0 % dengan 20 % dan 40 %, namun tidak berbeda antara kelompok 0 dengan 10 % dan 20 % dengan 40 %. Struktur morfologi ovarium menunjukkan bahwa ada kecenderungan bertambahnya folikel yang berkembang dengan semakin banyaknya persentase tepung yang diberikan. Simpulan yang diambil adalah bahwa penambahan tepung biji koro benguk mampu mempercepat pubertas puyuh betina yang ditunjukkan dengan adanya perbedaan rata-rata berat ovarium antara kelompok Kontrol dan perlakuan serta gambaran folikel ovarium kelompok perlakuan yang berkembang lebih baik dibanding Kontrol.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MADU FLORAL TERHADAP PROFIL LIPID DARAH TIKUS PUTIH HIPERLIPIDEMIK Marianti, Aditya; Utami, Nur Rahayu; Christijanti, Wulan
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 11, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v11i1.5559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan efektivitas aktivitas antioksidan antara madu randu (Ceiba petandra) dan madu kelengkeng (Nephelium longanum) dalam memperbaiki profil lipid darah dan MDA serum darah tikus hiperlipidemik. Tiga kelompok perlakuan masing-masing 5 ulangan diperlakukan sebagai berikut kelompok I : kontrol negatif, II: diberi madu randu dan III diberi madu kelengkeng masing-masing dengan dosis 10 ml/kg BB tikus dilarutkan dalam 5 ml air /hari, Madu diberikan selama 15 hari, pada hari ke 16 diukur profil lipid darahnya meliputi kolesterol, trigliserida, LDL, HDL dan MDA. Hasilnya dianalisis dengan anava satu jalan dan bila berbeda signifikan dilanjutkan dengan uji beda Duncan Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan kelompok kontrol dan perlakuan berbeda signifikan. Hasil uji lanjut menunjukkan tidak terdapat perbedaan efektivitas aktivitas antioksidan antara madu randu dan madu kelengkeng dalam memperbaiki profil lipid darah namun madu randu lebih efektif menurunkan MDA dibandingkan madu kelengkeng.Mekanisme antioksidasi pada madu terjadi dengan menghambat proses peroksidasi lipid.
Pengaruh Penerapan Desain Pembelajaran Animalia dengan Model Experiential Jelajah Alam Sekitar di SMA Nisa, Aulia Zulfatu; Alimah, Siti; Marianti, Aditya
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 45, No 1 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan desain pembelajaran animalia dengan model Experiential Jelajah Alam Sekitar terhadap hasil belajar dan aktivitas siswa kelas X MIPA SMA Negeri 1 Ungaran. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental design dengan pola posttest only control group design. Sampel yang digunakan adalah kelas X MIPA 6 (kelas eksperimen) dan X MIPA 7 (kelas kontrol), diambil melalui teknik cluster random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah desain pembelajaran dengan model EJAS pada materi animalia, sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar dan aktivitas siswa. Hasil uji t menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, dengan ketuntasan klasikal kelas eksperimen mencapai 92% (KKM ≥75). Berdasarkan hasil analisis aktivitas siswa pada kelas eksperimen menunjukkan bahwa nilai aktivitas siswa paling tinggi berdasarkan aspek yang diamati adalah aktivitas motorik (92,35%), aktivitas menulis (92,12%), aktivitas kerjasama (91,90%), aktivitas analisis (82,40%), dan aktivitas bicara (80,20%). Secara umum guru dan siswa memberi tanggapan positif terhadap pembelajaran yang diterapkan. Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan desain pembelajaran animalia dengan model EJAS berpengaruh positif terhadap hasil belajar dan aktivitas siswa kelas X MIPA di SMA Negeri 1 Ungaran. This research aims to determine the effect of applied animalia learning design with the model of experiential jelajah alam sekitar* on learning outcomes and activities of students class X MIPA in senior high school 1 Ungaran. This research is quasi experimental design and it using posttest only control group design. Sample of this research were class X MIPA 6 (experimental class) and X MIPA 7 (control class), taken by cluster random sampling. Independent variabel in this research is learning design with EJAS model on the topic of animalia, while depends variabel is learning outcomes and students activities. The result of t-test showed that mean posttest value of experimental class is higher than control class, with clasical completeness 92% (KKM ≥ 75). Based on the result the experimental class students activities analysis showed that highest activity is motor activities (92,35%),  writing activities (92,12%), cooperation activities (91,90%), analysis avtivities (82,40%), and oral avtivities (80,20%) . In general, teacher and students gave a positive response to applied learning. Conclusion from this research is  applied animalia learning design with EJAS model positive effect on learning outcomes and students activities.
PENERAPAN STRATEGI BIOEDUTAINMEN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION PADA MATERI EKOLOGI DI SMA Nilasari, Zumala; Peniati, Endah; Marianti, Aditya
Journal of Biology Education Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : FMIPA UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran materi ekologi membutuhkan sumber belajar yang nyata untuk memahaminya. Berdasarkan observasi awal di SMA Negeri 7 Semarang diketahui bahwa nilai ketuntasan klasikal masih rendah yaitu sebesar 67,5%. Perlu adanya inovasi pembelajaran untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Salah satu strategi dan model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk membangkitkan aktivitas dan semangat belajar siswa adalah dengan menggunakan strategi bioedutainmen dengan model pembelajaran group investigation. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan strategi bioedutainmen dengan model pembelajaran group investigation. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 7 Semarang pada Semester Genap Tahun Ajaran 2015/2016. Sampel pada penelitian ini diambil menggunakan cara purposive sampling dan terpilih 2 kelas yaitu X MIA 4 dan X MIA 6. Rancangan penelitian ini adalah pre experiment design dengan one shot case study. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar dari dua kelas mencapai ketuntasan klasikal sebesar 98,6%. Rata-rata aktivitas siswa dari kedua kelas sampel mencapai 90,5%. Hasil penelitian tersebut sudah melampaui kriteria minimum yang ditetapkan yaitu sebesar ≥85%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan strategi bioedutainmen dengan model pembelajaran group investigation berpengaruh positif terhadap hasil belajar dan aktivitas siswa. Learning materials ecology requires real learning resources to understand. Based on early observations in SMA Negeri 7 Semarang is known that the classical completeness is still low at 67.5%. Need for innovation to improve activity and the results of learning students. One of the strategies and learning model that can be applied to generate activity and enthusiasm of student learning is to use a bioedutainmen strategy with model group investigation learning. This study aims to know the activity and the results of learning students after following the learning bioedutainmen strategy with group investigation learning model. This research was conducted in SMA Negeri 7 Semarang in the second Semester in Academic Year 2015/ 2016. Samples were taken using purposive sampling and selected two classes of X MIA 4 and X MIA 6. The research was pre experiment design with one shot case study. The results of research showed that the average learning outcomes of the two classes achieve classical amounted to 98.6%. The average activity of students of second grade sample reached 90,5 %. The results of these studies have exceeded the minimum criteria set forth in the amount of ≥85%. Based on the results of this study concluded that the use of the learning bioedutainmen strategy with group investigation learning model have positive effect on the results of learning and student activity.
EFEKTIVITAS KOMBINASI KOOPERATIF TIME TOKEN DENGAN PICTURE PUZZLE MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH N, Alfiatun; Marianti, Aditya; Christijanti, Wulan
Journal of Biology Education Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of the research is knowing learning cooperative of combination effectivity time token with picture puzzle in material system of blood circulary at Junior High School of 2 Gabus. The population in the research is VIII grade of student Junior High School 2 Gabus, the research samples are VIIIA, VIIIB and VIIIE grade was taken with random sampling technique. The research design wich used is one shot case study. The result of research is showing that 83% student actived in class studying, and the result of 86,56% styudent reached KKM≥75. The other hand, the average of student motivation reached 95,7%. The concluded is effective to apply in the material system of blood circulatory. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kombinasi pembelajaran kooperatif time token dengan picture puzzle pada materi sistem peredaran darah di SMPN 2 Gabus. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 2 Gabus, sampel penelitian yaitu siswa kelas VIIIA, VIIIB dan VIIIE diambil dengan teknik random sampling. Rancangan penelitian yang digunakan adalah One Shot Case Study.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83% siswa aktif dalam pembelajaran dan hasil belajar siswa 86,56% telah melampaui KKM ≥75. Rata-rata motivasi siswa mencapai 95,7%. Berdasar hasil penelitian dapat disimpulkan kombinasi pembelajaran kooperatif tipe time token dengan picture puzzle efektif diterapkan pada materi sistem peredaran darah.
PENERAPAN PENDEKATAN SAVI (SOMATIS, AUDITORI, VISUAL, DAN INTELEKTUAL) PADA MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI DI SMA Wendraningrum, Dhenok; Tri Martuti, Nana Kariada; Marianti, Aditya
Journal of Biology Education Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Journal of Biology Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The using approaches , methods , and models of learning that monotonous can cause less motivated students. The purpose of the research is for analizing the effectivity of the SAVI approach toward activity and result of students of SMA Negeri 1 Sragi on biodiversity material . The experiment held in SMA Negeri 1 Sragi Pekalongan second semester in the academic year of 2012/2013. Population of research is a SMA Negeri 1 Sragi students. The sample in this research was taken by purpose sampling. The research design using pre - experimental design approach that is One-Shot Case Study. Result of the research shown that  activity of students is 90% reached active and very active criteria. Result of completeness of study by student reach ≥ 75. Base on the result of research, we can conclude that SAVI approach is effective if it used in biodiversity material in senior high school.  Penggunaan pendekatan, metode, dan model pembelajaran yang monoton dapat mengakibatkan siswa kurang termotivasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pendekatan SAVI terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa SMA pada materi keanekaragaman hayati. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sragi Pekalongan semester genap tahun ajaran 2012/2013. Populasi penelitian adalah siswa SMA Negeri 1 Sragi. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan purposive sampling. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan pre-experimental design yaitu One-Shot Case Study. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa sebesar 90% mencapai kriteria aktif dan sangat aktif. Hasil ketuntasan belajar siswa mencapai nilai ≥ 75. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendekatan SAVI efektif diterapkan pada materi keanekaragaman hayati di SMA.