Articles

Found 13 Documents
Search

PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA PADA MASYARAKAT TEPI SUNGAI DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA Hanafi, Aprizal Satria; Sholihah, Qomariyatus; Martina, Martina; Deniati, Ema Novita
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 14, No 4: DESEMBER 2018
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.413 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v14i4.5091

Abstract

Littering was recognized as an important cause of environmental pollution and was related to health problems. Banjarmasin city has been achieved the predicate of Adipura in 2015, but in reality there were still many drainage that clogged because of the pile of garbage, especially in the river. Management and disposal of household waste was an important issue in the city of Banjarmasin. The purpose of this study was to identify socioeconomic and demographic factors related to family members? knowledge, practice, and behavior related to household waste management and produce corrective action plans. This study uses cross-sectional design. The study population is eople in the city of Banjarmasin who live on the edge of the river and meet the sample inclusion and exclusion criteria. Sampling was done using multistage random sampling method. Binary logistic regression was used for data analysis. We found that education level, household income, and sex were independently linked to littering. We also found that communities have unsafe knowledge, practices, and behaviors in relation to waste management. This study concludes that promotion of environmental information and public education on proper waste disposal needs to be done to improve the health and safety of the community environment
IBM PENERAPAN BIOTEKNOLOGI DAN PENGOLAHAN LIMBAH MEDIA TANAM JAMUR MERANG DI KECAMATAN NISAM KABUPATEN ACEH UTARA zuriani, Zuriani; Rosnina, Rosnina; Martina, Martina
DHARMA RAFLESIA Vol 16, No 1 (2018): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.275 KB) | DOI: 10.33369/dr.v16i1.4815

Abstract

The cultivation of mushroom in Nisam Subdistrict is constrained by several factors, such as the limited ability of biotechnology breeding and cultivation, marketing and capital. After harvesting, planting media left without any further processing. Moreover, partner farmers has obstacles in terms of marketing and capital limitations for business development. Mushroom cultivation activity was doing by a farmer group "Jamur Nismara" and a farmer group "Tani Jamur" had to stop since the end of 2014 as a consequence. Activities devotion aims to revive the activities of mushroom cultivation that has been there with the technique of better management. The goal to be achieved is a group of reliable and independent farmers. Therefore, the farmers should have knowledge and skills about biotechnology of mushroom cultivation starting from breeding, making the ideal kumbung, correct the cultivation process and processing of planting media waste into compost fertilizer which have an economic value. Farmers must have the ability to access information, especially related to marketing. The methods used are counselling and direct implementation / practice by involving all group members. The results are farmers have kumbung and cultivation ability, marketing, and processing waste media. In addition, farmers also have knowledge about nursery technology. Keywords: mushroom, biotechnology, cultivation, waste media planting
Factors Affecting the Event of The Mioma Uteri in Aceh Tamiang District Year 2018 Martina, Martina; Santoso, Heru; Resti, Suci Nanda
Proceeding - Sari Mutiara Indonesia International Conference on Health Vol 1 No 1 (2018): Sari Mutiara Indonesia International Conference on Health
Publisher : Sari Mutiara Indonesia University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.796 KB)

Abstract

Myoma is a reproductive disease which contributes to mortality score of women besides of pregnancy problem and childbearing in the reproductive period of women. Prevalence of myoma is 25-50% of mortality score. This disease is in the second level of mortality score after cervical cancer disease. There are many risk factors of myoma disease and we can anticipate it to minimize the death because of myoma disease. This research aims to know the faktors which influence Uterine Myoma disease at RSUD Aceh Tamiang. Kind of this research is descriptive analysis research. In this research, the Researcher used cross sectional design. Moreover, the researcher took the respondent as many as 34 people. The researcer used the questionnaires to collect the data started from 20 until 30 July 2018 at RSUD Aceh Tamiang. The result of the hypothesis showed us the influence of historical age (p=0,012), the parity (p=0,029), and the historical family (p=0,024) toward myoma disease but it did not related to the menarche factors (p=0,308), the body mass index (p=0,283), the diet pattern (p=0,500), the menstrual status (p=0,605), the historical contraception (p=0,313) toward myoma disease at RSUD Aceh Tamiang. The researcher proposes this research to be the information to maximize the services, facilities, and to expand the knowledge in education.
AUDIT OPERASIONAL TERHADAP PROSES PRODUKSI PADA PT WKB WILAYAH PENJUALAN II Martina, Martina; Febriani, Rizki
KOLEGIAL Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : STIE DWI SAKTI BATURAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.139 KB)

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan audit operasional terhadap proses produksi pada PT WKB Wilayah Penjualan II. Penelitian ini dilakukan pada proses produksi di PT WKB adalah data sekunder dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi serta menggunakan analisis data dan teknik analisis kualitatif. Hasil dari pemeriksaan operasional  menyatakan  bahwa  prosedur  proses  produksi  yang  dilaksanakan oleh  PT. WKB yaitu tugas, wewenang dan tanggungjawab telah sesuai dengan peraturan yang ditetapkan berdasarkan job description,  dan pelaksanaan audit operasional telah dilakukan secara memadai di PT. WKB. Pelaksanaan proses produksi telah berjalan secara efektif sesuai dengan standar ISO 9001:2008, di bagian dokumen-dokumen administrasi terdapat kelalaian/kekurangan.
PENERAPAN TEKNOLOGI PERTANIAN PADA USAHATANI PADI SAWAH DI KECAMATAN MUARA BATU KABUPATEN ACEH UTARA Martina, Martina
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol 2, No 1 (2017): April 2017
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh ? Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v2i1.311

Abstract

This study aims to describe the application of agricultural technology on the rice farming in Muara Batu Subdistrict, North Aceh Regency. The method used in thisresearch is survey method by interviewing 30 rice farmers as respondents. Data wereanalyzed by using qualitative descriptive analysis. The results showed that the type oftechnology that has been applied, among others: Patterns Planting row legowo, use of superior seeds, making compost, making of vegetable pesticides, utilization of ricethresher machine, and the use of tractors in rice field hijacking. Agricultural technologyprovides many benefits such as cost-effective, time and labor. The application procedurecan be done easily by farmers because it has been accustomed every season planting.
Path analysis as a tool to identify indicators of fitness traits Martina, Martina; Saepuddin, Asep; Buchori, Damayanti
Jurnal Entomologi Indonesia Vol 4, No 2 (2007): September
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5994/jei.4.2.111

Abstract

Karakter kebugaran, seperti keperidian, lama hidup, dan fertilitas sering digunakan untuk menggambarkan kapasitas reproduksi suatu spesies. Oleh karena itu, kebugaran parasitoid sering digunakan sebagai indikator potensial dari suatu kualitas keberhasilan di lapangan. Karakter tersebut dapat pula menggambarkan persistensi populasi parasitoid di lapangan selama periode tertentu. Dalam pengelolaan hama, kebugaran parasitoid menjadi indikator penting untuk kesuksesan pengendalian hayati. Beberapa faktor yang berkaitan dengan kualitas parasitoid adalah pengaruh nang, lama generasi dan asal-usul parasitoid. Path analysis digunakan untuk menganalisa pola hubungan dan keterkaitan antar variabel kebugaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasikan indikator sukses dari perilaku parasitisasi serta mempelajari mekanisme hubungan sebab akibat (causal meechanism) antar beberapa karakter kebugaran dari (T. armigera) yang menyerang (C. capholonica) dan H. armigera. Hasil analisis menunjukan adanya korelasi yang tinggi dengan lama hidup. Pada inang Cocryra, ditemukan bahwa panjang sayap depan memiliki nilai positif dengan parasitisme, sedangkan ukuran kepala dan laju keberhasilan hidup dapat dikategorikan sebagai indirect indicator melalui jmlah telur yang dihasilkan.
ADVOKASI KEBIJAKAN KARTU IDENTITAS ANAK BAGI ANAK USIA DIBAWAH 17 TAHUN DI KABUPATEN BANYUASIN Nastipawa, Rio; Nengyanti, Nengyanti; Martina, Martina; Saraswati, Erlisa
Jurnal Kependudukan Sriwijaya Vol 3 No 2 (2019): DEJOS Vol 3, No 2, Juli 2019
Publisher : Program Studi Kependudukan, Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana advokasi program Kartu Identitas Anak oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Banyuasin. Desain yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, berdasarkan hasil dokumentasi, observasi dan wawancara mendalam dengan informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam langkah advokasi masih ada empat langkah advokasi yang belum dilakukan secara optimal, yaitu pada langkah strategi sistem penggiringan bola yang tidak dimaksimalkan, terkait kepastian yang jelas dari Kantor Disdukcapil Kabupaten Banyuasin. Pada tahap evaluasi Badan Penanggulangan Bencana Tingkat Kabupaten, Kabupaten Banyuasin belum dapat memenuhi semua kebutuhan sosialisasi Kartu Identitas Anak. Oleh karena itu, Instansi perlu melakukan sosialisasi maksimal dan penambahan Sumber Daya Manusia atau tenaga ahli yang secara khusus menangani kebijakan Kartu Identitas Anak. Selain itu, Kementerian Dalam Negeri dan khususnya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil perlu untuk meninjau kembali Peraturan Pemerintah nomor 2 tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak karena tidak adanya sanksi tertulis dalam kebijakan yang diduga menjadi alasan masyarakat tidak mematuhi kebijakan. Mengenai advokasi kebijakan Kartu Identitas Anak bagi anak usia dibawah 17 tahun di Kabupaten Banyuasin oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyuasin, berdasarkan teori advokasi John Hopkins University langkah-langkah advokasi yang dilaksanakan Disdukcapil Banyuasin masih belum maksimal.
PENGARUH LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 9 TULUNG SELAPAN KABUPATEN OKI Martina, Martina; Khodijah, Nyayu; Syarnubi, Syarnubi
PAI RAFAH Vol 1 No 2 (2019): Jurnal PAI Raden Fatah
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/pairf.v1i2.3235

Abstract

Lingkungan sekolah merupakan lingkungan pendidikan utama yang kedua setelah kelurga. Siswa-siswi, guru administrator, konselor hidup bersama dan melaksanakan pendidikan secara teratur dan terencana dengan baik. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini adalah bagaimana keadaan lingkungan SMP Negeri 9 Tulung Selapan Kabupaten OKI. Bagaimana hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 9 Tulung Selapan Kabupaten OKI. Adakah pengaruh lingkungan sekolah terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 9 Tulung Selapan Kabupaten OKI.Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 9 Tulung Selapan Kabupaten OKI untuk mengetahui seberapa besar pengaruh lingkungan sekolah terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Sampel dalam penelitian ini peneliti mengambil 33 orang siswa dari seluruh siswa yang diantaranya 11 orang siswa dari kelas VII, 11 orang siswa dari kelas VIII dan 11 orang siswa dari kelas IX. Kemudian untuk memperoleh data peneliti menggunakan alat pengumpulan data berupa angket, dokumentasi dan observasi. Untuk menganalisis data penelitian ini, maka peneliti menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan rumus statistik yaitu Mean (rata-rata), Standar Deviasi (SD), TSR, kemudian korelasi product moment dan koefisien determinasi.Berdasarkan hasil Uji hipotesis bahwa terdapat pengaruh lingkungan sekolah terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 9 Tulung Selapan Kabupaten OKI. Hal ini dapat dilihat dari nilai “r” sebesar 0,539 dengan taraf signifikansi sebesar 0,355 (5%) dan 0,456 (1%). Dengan demikian “r” hitung 0,539 lebih besar dari “r” tabel baik pada signifikansi 5 % maupun 1 %. Kemudian perhitungan koefisien determinasi diperoleh R2 0,290 berarti hasil belajar siswa 29% dipengaruhi oleh lingkungan sekolah. Sehingga hipotesis alternatif Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya ada pengaruh yang signifikan antara lingkungan sekolah terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 9 tulung Selapan Kabupaten OKI.
Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Petambak dalam Memilih Pola Budidaya Udang Vannamei di Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen Martina, Martina; Zuri, Zuriani; Putri, Cut Rizki Nanda
Journal of Agribusiness and Community Empowerment Vol 2 No 1 (2019): March
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jace.v2i1.57

Abstract

Kecamatan Peudada merupakan salah satu kawasan penghasil udang vannamei di Kabupaten Bireuen dengan jumlah produksi sebesar 450,46 ton. Proses budidaya udang vannamei menggunakan dua pola yaitu intensif dan pola tradisional. Pola Intensif tergantung memerlukan modal yang lebih banyak untuk membeli peralatan dan pakan dibandingkan pola tradisional. Namun demikian, di lokasi penelitian banyak dijumpai petani yang memiliki banyak modal namun menggunakan pola tradisional dalam proses budidaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam memilih pola budidaya udang vannamei di Kecamatan Peudada. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2017 dengan sampel sebanyak 60 orang petambak yang terdiri dari 26 petambak pola intensif dan 34 pola tradisional. Untuk menganalisis data menggunakan model analisis Logistik (logit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang mempengaruhi petambak dalam memilih pola budidaya di Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen adalah jarak lokasi dengan arus listrik, sedangkan modal tidak mempengaruhi petambak dalam memilih pola budidaya udang vannamei.
IMPLEMENTASI KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 129 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT (STUDI DI INSTALASI FARMASI RSUD dr.H.MOHAMAD RABAIN MUARA ENIM TAHUN 2014) Lestari, Desti; Al Fatih, Andi; Martina, Martina
Jurnal Kependudukan Sriwijaya Vol 3 No 1 (2015): Vol 3, No 1, Juli 2015
Publisher : Program Studi Kependudukan, Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Implementasi Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129 Tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit (Studi di Instalasi Farmasi dr. H. Mohamad Rabain dari Muara Enim). Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif untuk melaporkan hasil. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengolahan data dilakukan dengan menganalisis hasil observasi dan hasil wawancara mendalam dengan informan. Informan yang digunakan adalah Kepala Instalasi Farmasi, Dokter Spesialis, Dokter Umum, Kepala Ruang Instalasi Farmasi, Asisten Apoteker, Kasir Farmasi dan beberapa pasien yang menggunakan layanan obat resep dari Apotek. Fokus dari penelitian ini adalah aspek tingkat kepatuhan, kelancaran fungsi rutin, kinerja dan dampaknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129 Tahun 2008 di Instalasi Farmasi telah berjalan dengan baik. Namun, masih ada beberapa faktor yang menghambat implementasi kebijakan termasuk tidak tersedianya obat-obatan tertentu dan resep yang tidak lengkap. Adapun saran dalam penelitian ini ialah pengadaan obat-obatan di Apotek berjalan dengan baik sehingga persediaan obat-obatan lengkap akan selalu siap ketika dibutuhkan. Dan itu juga menyarankan bahwa resep yang jelas dan lengkap dari dokter disiapkan di masa depan.