Articles

Found 22 Documents
Search

PENGARUH VARIASI PbO TERHADAP SERAPAN OPTIS KACA Er:TZPBN Jauhariyah, Mukhayyarotin Niswati Rodliyatul; Marzuki, Ahmad; Cari, Cari
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaca tellurite banyak diminati peneliti karena kemampuannya sebagai host laser. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat kaca tellurite yang sesuai untuk aplikasi laser infra merah dan menganalisis sifat optis kaca tellurite berupa serapan. Kaca tellurite yang dikembangkan ialah kaca tellurite dengan komposisi Er:TZPBN [55TeO2-35ZnO-(5+x)PbO-2Bi2O3-(2-x)Na2O-Er2O3] dengan x = 0; 0,5; 1; 1,5; dan 2 % mol. Kaca Er:TZPBN dengan komposisi tersebut telah difabrikasi dengan metode melt quenching. Setelah kaca diannealing dan dipolish, dilakukan pengukuran serapan optis kaca tellurite pada suhu ruang menggunakan Shimadzu UV-Vis Spectrophotometer pada rentang panjang gelombang 200-1100 nm. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa serapan optis meningkat dengan penambahan PbO. Serapan optis terbesar pada sampel 5 dengan konsentrasi 2% mol PbO. Dari data serapan optis, nilai energi band gap optis kaca Er:TZPBN juga telah ditentukan. Optical band gap energi menurun seiring dengan penambahan konsentrasi PbO. Kata kunci: serapan optis, kaca Er:TZPBN, energi band gap optis.
KINEMATIKA KRISTALISASI PADA KACA 60TeO2-30ZnO-10Na2O Cahyana, Agus; Marzuki, Ahmad; Cari, Cari
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.902 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik kinematika kaca TZN. Dalam penelitian ini dilakukan fabrikasi kaca tellurite dengan komposisi 60TeO2-30ZnO-10Na2O. Penelitian ini diarahkan untuk mempelajari kinetika kristalisasi kaca, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi waktu dan laju pengkristalan untuk mendapatkan luas bagian kaca yang dikristalkan terhadap sifat thermal yang berkaitan dengan kinetika kristalisasi kaca. Dengan metode non-isotermal menggunakan Differential scanning Calorimetry (DSC) dan isothermal pada suhu 410 oC, 420 oC, 430 oC, 440 oC dan 450 oC diperoleh fraksional dari luas kristalisasi bagian kaca dengan luas seluruhnya. Kesimpulan bahwa untuk membuat kristalisasi kaca tellurite dapat diperoleh dengan variasi suhu dan dengan waktu. Kata kunci : fabrikasi, tellurite, kristal.
EVALUASI PERKIRAAN DAYA DUKUNG TEORITIS TIANG BERDASARKAN DATA SONDIR (CPT) DAN DIAL PRESSURE LOAD (STUDI : PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT BANJARMASIN) Marzuki, Ahmad; Firdaus, Muhammad; ., Ilhami; Sutiasno, Sidik
POROS TEKNIK Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelidikan menggunakan alat sondir (cone penetration test) bertujuan mengetahui per-kiraan kekuatan daya dukung tiang pada lapisan tanah berdasarkan perlawanan pene-trasi conus dan hambatan lekat tanah dengan menggunakan rumus empiris. Banyak me-tode empiris untuk mengetahui daya dukung pondasi tiang, diantaranya metoda lang-sung atau Direct Cone Method (DCM), metoda Schmertmann-Nottingham, dan metoda Schmertmanncombinasi Tumay dan Fakhroo.Berdasarkan asumsi dan pendekatan dari 3 (tiga) tersebut memungkinkan terjadinya da-ya dukung teoritis tiang yang berbeda dalam satu objek penelitian pada Proyek Pem-bangunan RSGM Banjarmasin. Objek penelitian menggunakan tiang pancang square 30 x 30 dengan metode pemancangan sistem Hydroulic Injection Pile dan diharapkan dari hasil pembacaan dial pressure load dapat diketahui deviasi dan akurasi perhitungan da-ya dukung teoritis.Metode dalam mengevaluasi dari 3 (tiga) daya dukung teoritis tiang berdasarkan data sondir  dan pembacaan  Dial Pressure Load untuktingkat akurasi masing-masing metode teoritis terhadap aktual menunjukan bahwa perkiraan daya dukung aktual pada lapisan tanah lempung lunak (sampai dengan 23 m) untuk ke 3 (tiga) metode teoritis mengalami penyimpangan yang cukup besar. Tetapi untuk lapisan tanah pasir dan lempung (> 22 m), metode Schmertmann-Nottingham dan Schmertmann-Nottingham combinasi Tumay dan Fakhroo mempunyai prilaku yang relatif sama dengan tingkat akurasi rata-rata 77,17 % dan 75,44 % dan mendekati nilai daya dukung actual, sedangkan DCM mempunyai tingkat akurasi rata-rata 53,48 %, mengalami penyimpangan yang cukup besar.
PENENTUAN NILAI CBR LAPIS PONDASI AGREGAT KELAS A PADA GRADASI TEPAT BATAS ATAS TERHADAP GRADASI TEPAT BATAS TENGAH Fauzi, Muhammad; Norhadi, Ahmad; Marzuki, Ahmad; Haris, Akhmad Nazar
POROS TEKNIK Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lapis pondasi agregat mempunyai peranan yang sangat penting dalam prasarana tran-sportasi, khususnya pada perkerasan jalan. Salah satu tipe material perkerasan jalan adalah Lapis Pondasi Agregat Kelas A yang mempunyai persyaratan spesifikasi yang harus di penuhi sebelum penghamparan atau pemadatan di lapangan, sebelum mela-kukan penghamparan dilapangan material harus di uji Laboratorium untuk memenuhi persyaratan Lapis Pondasi Agregat Kelas A tersebut.Penentuan nilai kepadatan kering maksimum (γd) dan kadar air optimum (OMC) dilaku-kan pengujian Laboratorium ber-dasarkan SNI 03-1743-1989 dan CBR Laboratorium menggunakan SNI 03-1744-1989. Berdasarkan hasil penelitian sampel Batas Atas (BA) dengan kadar air optimum 6.99% dan kepadatan kering maksimum 2.14 g/cm3 dan sampel Batas Tengah (BT) kadar air optimum 7.27% dan kepadatan kering maksimum 2.19 g/cm3. Sampel BA dengan nilai CBR0,1” = 119% dan nilai CBR0,2” = 113% dan sampel BT dengan nilai CBR0,1” = 93% dan nilai CBR0,2” = 112,3%. Dari hasil tersebut menunjukan bahwa sampel BT lah yang memiliki daya dukung yang tinggi dibandingkan sampel BA.
MODIFIKASI SPESIFIKASI UMUM TIMBUNAN PILIHAN BIDANG JALAN DAN JEMBATAN TAHUN 2010 Marzuki, Ahmad; Fauzi, Muhammad; Norhadi, Ahmad
INTEKNA Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan material alami sebagai subgrade badan jalan sangat tergantung pada kondisi terbatasnya ketersediaan volume material alam setempat yang memenuhi syarat mutu sesuai spesifikasi yang disyaratkan.  Hal ini terjadi karena mutu material yang ada tidak seluruhnya mampu memenuhi syarat properties fisis dan mekanis timbunan pilihan. Ber-dasarkan hasil uji laboratorium Mekanika Tanah dan Transportasi Politeknik Negeri Ban-jarmasin terhadap uji material setempat di Kalimantan Selatan menunjukkan bahwa se-bagian besar Plastis Indeks ( PI ) material aktual lebih besar dari syarat minimum PI < 6% namun syarat kekuatan/ daya dukung material dapat terpenuhi yaitu nilai CBR > 10% (laboratorium geoteknik dan transportasi Poliban 2012 – 2013).Kondisi tersebut menunjukkan adanya ketidakkonsisten syarat mutu material timbunan pilihan sesuai spesifikasi umum pada bidang jalan dan jembatan tahun  2010. Oleh se-bab itu perlu dilakukan modifikasi terhadap spesifikasi timbunan pilihan. Modifikasi terse-but dilakukan dengan melakukan serangkaian pengujian di laboratorium terhadap ke-mungkinan variasi PI alami terhadap nilai CBR yang terjadi.Dalam rangka memenuhi tujuan tersebut, perlu dilakukan penelitian dengan merancang modifikasi Job Mix Formula (JMF) Timbunan Pilihan dengan membuat variasi PI material setempat terhadap nilai CBR. Variasi nilai PI dibuat seperti kondisi PI material alami se-tempat yaitu lebih besar dari nilai PI dalam Spesifikasi Umum Bidang Jalan dan Jemba-tan tahun  2010 (PI max 6 %). Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa ; 1) Nilai PI ma-terial alami tidak selalu menentukan terhadap nilai daya dukung CBR timbunan pilihan. Variasi nilai CBR ini juga dipengaruhi variasi prosentase berat lolos > 40; 2) Nilai PI > 6%  dengan variasi berat lolos 40 ≈ 60% sd. 70% yang bersesuaian dengan berat lolos 40 sampel uji rencana yaitu = 65,21% masih memenuhi syarat spesifikasi CBR yaitu 10% sd. 17%; 3) Hasil pengujian komposisi material terhadap nilai PI menunjukkan bahwa de-sain komposisi prosentase berat yang dipilih adalah (pasir/lolos 40 alami) : (20/80)-PI = 11% ; (30/70)-PI = 10% ; (40/60)-PI = 9% ; (45/55)-PI = 8%; 4) Peningkatan prosentase pasir berbanding lurus dengan peningkatan γdmax. Hal ini menunjukkan bahwa stabilisa-si pasir sesuai dengan peningkatan prosentasenya mampu meningkatkan γdmax dan menurunkan nilai PI serta OMC; 5) Material alami yang memiliki prosentase berat lolos > 40 ≈ 65,21%  dengan variasi penambahan pasir 33% sampai dengan 40% mampu me-nurunkan nilai PI dari 12,54%  menjadi 9,7% dan mampu mencapai nilai CBR minimum = 10%.; 6) Penentuan nilai CBR maximum 17% berdasarkan hasil uji trial penambahan prosentase pasir maximum 40%, penambahan melebihi nilai tersebut mengakibatkan material cenderung bersifat plastis. Dari rentang nilai CBR tersebut diambil suatu ba-tasan nilai usulan PI untuk material timbunan pilihan yaitu PI = 8 ± 2%.
Pondasi Dangkal diatas Tanah Lunak dengan Perkuatan Cerucuk Galam Berdasarkan Percobaan Lapangan Yudiawati, Yusti; Marzuki, Ahmad
INFO-TEKNIK Vol 9, No 2 (2008): INFOTEKNIK VOL. 9 NO. 2 2008
Publisher : Engineering Department, Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research studying the behaviour of shallow foundation with cerucuk support. 1,0 m2 reinforced concrete square of shallow foundation model is used, with 5 cm of cerucuk diameter. The research is to find out the foundation ultimate bearing capacity with 1,0 m and 2,0 m length variety of cerucuk, the distance between the pile is 1/4B, 1/3B and 1/2B and also area covered with cerucuk is 1,0 m2, 2,0 m2 and 3,0 m2. To observe the settlement behaviour  is made with giving fixed load of 40%, 60% and 100% of ultimate load ratio at 1,0 m and 2,0 m cerucuk at the same area covered with cerucuk that is 2,0 m2. The result of research shows that the deeper the cerucuk is embedded, the distance between the pile is getting closer and the wider the area covered with cerucuk, the pile ultimate bearing capacity is bigger and the settlement is smaller. To decrease the settlement of shallow foundation, the fixed load that allowable must be < 40 % of ultimate load and Safety Factor must be > 2,5. 
EVALUASI PERKIRAAN DAYA DUKUNG TEORITIS TIANG BERDASARKAN DATA SONDIR (CPT) DAN DIAL PRESSURE LOAD (STUDI : PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT BANJARMASIN) Marzuki, Ahmad; Firdaus, Muhammad; ., Ilhami; Sutiasno, Sidik
POROS TEKNIK Vol 4 No 2 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sensor Fiber Optik Dari Bahan Fiber Optik Polimer Untuk Pengukuran Refractive Index Larutan Gula Sari, Nila Wulan; Marzuki, Ahmad; R, Riyatun
INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Vol 2, No 02 (2012): IJAP VOLUME 02 ISSUE 02 YEAR 2012
Publisher : Department of Physics, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/ijap.v2i02.1286

Abstract

This paper presents an experimental result on developing an optical fiber sensor for measuring refractive index of sugar solution. Sensor was developed using polymer optical fiber with diameter of 3 mm. This sensor is working based on intensity modulation due to reflection. Light coming out from the transmitter optical fiber is reflected by a mirror to the receiver optical fiber. Due to the variation of sugar concentration in solution surrounding this sensor, the way of light entering the fiber receiver depends on the sugar concentration (numerical aperture). It is clear from the experiment that light intensity detected by photodetector (represented by electric voltage) is linearly dependent (R2 = 0.987) on the variation of sugar solution refractive index.
Fenomena Thixotropic Pada Lempung Sensitive Marzuki, Ahmad
Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2017
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.707 KB) | DOI: 10.31961/gradasi.v1i1.411

Abstract

Prakiraan daya dukung ultimit tiang dilakukan dengan pendekatan teoritis dan aktual dimana pendekatan teoritis dilakukan dengan mengolah data pemeriksaan parameter tanah di lapangan dan atau di laboratorium. Pendekatan daya dukung aktual dilakukan di lapangan dengan menguji langsung kemampuan dukung tiang terhadap penurunannya. Nilai daya dukung dari 2 (dua) pendekatan tersebut tidak selalu sama, hal ini disebabkan perbedaan kondisi parameter tanah pada saat pra-pemancangan dan saat pemancangan. Terjadiya perbedaan kondisi tersebut karena perbedaan tingkat gangguan parameter dukung tanah terhadap beban aplikasi dan fungsi waktu.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Beberapa eksperimental di lapangan (Herman wahyudi,1999) memperlihatkan bahwa daya dukung tanah lambat laun bertambah seiring dengan bertambahnya waktu atau dengan kata lain kekuatan tanah cenderung akan kembali sebagian&nbsp; ke keadaan daya dukung sebelum diganggu atau disebut peristiwa thixotropic. Pengamatan peristiwa thixotropic pada lempung, khususnya lempung sensitive sangatlah penting untuk memberi pendekatan dugaan tentang adanya kekuatan lebih dari lempung sensitive setelah diganggu daripada kekuatan lempung sensitive yang mengabaikan pengaruh thixotropic. Pemahaman tentang peranan thixotropi sangat menbantu dalam&nbsp; pendekatan nilai-nilai Safety Factor untuk menghitung daya dukung desain&nbsp; yang berpengaruh pada aspek ekomonis dan kemudahan pelaksanaan dilapangan dan menentukan waktu tunggu jika diperlukan setelah pelaksanaan pondasi dan sebelum pondasi dibebani oleh struktur diatasnya agar mendapatkan daya dukung yang optimal..
Desain Sensor Serat Optik Sederhana untuk Mengukur Konsentrasi Larutan Gula dan Garam Berbasis Pemantulan dengan Menggunakan Konfigurasi Jarak Cermin-Fiber Optik Tetap M, Arrini Nurul; Marzuki, Ahmad; Yunianto, Mohtar
INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Vol 3, No 02 (2013): IJAP VOLUME 03 ISSUE 02 YEAR 2013
Publisher : Department of Physics, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/ijap.v3i02.1254

Abstract

A simple method to measure a solution refractive index using fixed mirror refractive optical fiber sensor has been investigated. The solution used are sugar and salt solution, with concentration varies from 1M to 5M. The diameter of polymer optical fiber used is 0.5 mm and light source used is LED (λ=676 nm). The sensor work based on light intensity modulation, sub jected to mechanical structure change of the fiber due to an applied force. The result showed that the concentration of sugar and salt linearly are related with their refractive indeces (R2=0,95006) and (R2=0,99858).