Masimin Masimin
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Published : 16 Documents
Articles

Found 16 Documents
Search

PENELUSURAN BANJIR PADA EMBUNG LAMBADEUK KABUPATEN ACEH BESAR Radityo, Tithan; Masimin, Masimin; Fatimah, Eldina
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (996.772 KB) | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10064

Abstract

Abstract: Lambadeuk Dam whose construction was completed in 2013. The main source of water from Lambadeuk Dam comes from a river channel located in the Lambadeuk mountain area which has a wide watershed of   ± 3,1 Km2, with the storage reservoir is ± 6 Ha. This study is intended to recalculate the flood discharge plan and re-analyze flood tracking. To calculate the duration of hour-time rain used Alternating Block Method that converts hourly rain. A procedure is needed to determine the flow time and flow at a point on a flow based on a known hydrograph upstream. So flooding in the dam can be calculated the form hydrograph flood in the downstream using Hidrograf Unit Synthetic SCS. Flood search analysis in the dam using Level Pool Routing method. With a rain of 1.000 year repeat period of 268,102 mm. The flood discharge of the Q1000 plan is 59,772 m3/s. Has a storage capacity of 258.992,80 m3 at +17.80 m elevation. The peak inflow of 59,772 m3/s occurred at 11,7 hours. Dam can reduce the outflow to 42,552 m3/s and slow down the peak flow until the hour to 12,35, water level above the overflow (Hd) is 1,6 m with a width of 10 m spill. Thus the highest water elevation is at + 19,40 m, if taken free board of 2 m, then the crest embung elevation is at + 21,40 m. Continuous rain does not cause the water level of the pond to continue rising. From the results of this study can be concluded that when the peak rain conditions dam only able to accommodate the amount of flowing flow until the hour to 12,35 only. The results of this study are expected to provide information for flood forecasting and flood early warning system and support flood prevention programs both physically and non-physically.  Abstrak: Embung Lambadeuk selesai dibangun tahun 2013. Sumber air utama embung Lambadeuk berasal dari alur yang berada di kawasan pegunungan Lambadeuk yang mempunyai luas DAS sebesar ± 3,1 Km2, dengan luas genangan ± 6 Ha. Penelitian ini dimaksudkan untuk menghitung kembali debit banjir rencana dan menganalisis kembali penelusuran banjir. Untuk menghitung durasi hujan jam-jaman digunakan Alternating Block Method yang mengkonversi hujan jam-jaman. Perlu dilakukan suatu prosedur untuk menentukan waktu dan debit aliran di suatu titik pada aliran berdasarkan hidrograf yang diketahui di sebelah hulu. Maka dilakukan penelusuran banjir di embung agar dapat dihitung bentuk hidrograf banjir di bagian hilirnya menggunakan Hidrograf Satuan Sintetik SCS. Analisis penelusuran banjir di embung menggunakan metode Level Pool Routing. Dengan hujan rencana periode ulang 1000 tahun sebesar 268,102 mm. Debit banjir rencana Q1000 didapat sebesar 59,772 m3/dt. Memiliki kapasitas tampungan sebesar 258.992,80 m3 pada elevasi +17,80 m. Puncak aliran masuk (inflow) sebesar 59,772 m3/dt terjadi pada jam ke 11,7. Embung dapat mereduksi aliran yang keluar (outflow) menjadi 42,552 m3/dt dan memperlambat terjadinya aliran puncak sampai pada jam ke 12,35, ketinggian air di atas pelimpah (Hd) adalah 1,6 m dengan lebar pelimpah 10 m. Dengan demikian elevasi air tertinggi berada pada + 19,40 m, jika diambil tinggi jagaan (free board) sebesar 2,0 m, maka elevasi crest embung berada pada +21,40 m. Hujan yang terus menerus tidak menyebabkan tinggi muka air embung terus menerus naik. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa saat kondisi hujan embung hanya mampu menampung jumlah debit yang mengalir sampai pada jam ke 12,35 saja. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi untuk peramalan banjir dan sistem peringatan dini banjir dan mendukung program-program penanggulangan banjir baik secara fisik maupun nonfisik.
KAJIAN POLA OPERASI WADUK KEUREUTO UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN AIR BAKU DI KABUPATEN ACEH UTARA PROVINSI ACEH Ramadhan, Kadri; Masimin, Masimin; Syamsidik, Syamsidik
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10066

Abstract

Abstract: One of the rivers that has potency to be developed for the purpose of fulfilling the need of water in North Aceh Regency is Krueng Keureuto River. From its potential characteristic, the appropriate conservation effort is by constructing a water reservoir. The construction of Keureuto Reservoir is located in Krueng Keureuto’s stream in Paya Bakong Sub-district. The purpose of this research is to determine inflow debit of Keureuto Reservoir based on the probability of debit by dividing it into three operation year, to determine the debit of water need of Keureuto Reservoir for the need of raw water, and to determine optimization to optimize the Elevation of water surface in Keureuto Reservoir in wet year, normal year, and dry year. The method of reservoir operation was analyzed by using optimization technique by using program solver (Microsoft Excel). The first step is done by dividing the inflow debit data into three kinds of operation year, that is, dry, normal, and wet year. Next, the need of water in Keureuto Reservoir was analyzed based on the need of water. Storage is obtained from curve data of reservoir’s capacity while output was obtained from the data of reservoir’s need of water. Then, the arrangement and optimization in operation pattern of Keureuto Reservoir was done. The water of Keureuto Reservoir is used to fulfil three necessities, that is, to fulfill the preservation of the river stream as much as 1,11m3/s, to fulfil the people’s water necessity as much as 0,50 m3/s and to fulfil the need of water for irrigation as much as 0,82 m3/s. The result of optimization of fulfilling the need of raw water from Keureuto Reservoir shows that the maximum elevation in dry year is 98,75m and the minimum elevation is 80 m. In normal year, the maximum elevation is 100 m and the minimum is 81 m, while in wet year, the maximum elevation is 100,60 m and the minimum is 83 m. Abstrak: Salah satu sungai yang berpotensi untuk dikembangkan dalam upaya pemenuhan kebutuhan air di wilayah Kabupaten Aceh Utara adalah Sungai Krueng Keureuto, Dari potensi air tersebut maka upaya konservasi yang tepat adalah dengan membangunan sebuah waduk. Pembangunan Waduk Keureuto ini berada pada aliran Sungai Krueng Keureuto Kecamatan Paya Bakong.  Maksud dari kajian ini adalah Menentukan debit inflow Waduk Keureutoe berdasarkan probabilitas debit dengan pembagian tiga jenis tahun operasi, Menentukan debit kebutuhan air Waduk Keureuto untuk kebutuhan air baku, dan Melakukan optimasi untuk mengoptimalkan Elevasi Muka Air Waduk Keureuto pada Tahun Basah, Tahun Normal dan Tahun Kering. Metode pengoperasian waduk dianalisis menggunakan teknik optimasi dengan program solver (Microsoft Excel). Tahapan yang dilakukan adalah data debit inflow waduk dibagi menjadi tiga jenis tahun operasi yaitu tahun kering, normal, dan tahun basah. Selanjutnya dianalisis kebutuhan air waduk Keureuto berdasarkan data kebutuhan air. Storage diperoleh dari data lengkung kapasitas waduk, sedangkan output diperoleh dari data kebutuhan air waduk. Setelah itu penyusunan dan optimasi pada pola operasi Waduk Keureuto. Air waduk Keureuto digunakan untuk memenuhi tiga kebutuhan yaitu pemenuhan kebutuhan aliran pemeliharaan sungai sebesar 1,11 m3/s, pemenuhan kebutuhan air penduduk sebesar 0,50 m3/s serta pemenuhan kebutuhan air untuk irigasi sebesar 0,82 m3/s. Hasil optimasi untuk pemenuhan kebutuhan air baku dari Waduk Keureuto menunjukkan bahwa Elevasi Maksimum pada tahun kering berada pada Elevasi 98,75 m, dan Elevasi Minimum berada pada Elevasi 80 m, untuk tahun normal Elevasi Maksimum berada pada Elevasi 100 m dan Elevasi Minimum berada pada Elevasi 81 m, sedangkan Elevasi Maksimum tahun basah berada pada Elevasi 100,60 m dan Elevasi Minimum berada pada Elevasi 83 m.
KAJIAN POLA SEBARAN SEDIMEN PADA SALURAN BANJIR SUNGAI KRUENG ACEH Alfaisal, Alfaisal; Syamsidik, Syamsidik; Masimin, Masimin
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3203.378 KB)

Abstract

Abstract: Krueng Aceh River is one of the main river in Aceh Province located in Krueng Aceh River Basin Area (DAS) with in 17.800 Acre wide and 145 km length. In order to minimize the flood impact in Banda Aceh with 1.300 m3/s flood discharge design, 900 m3/s discharge has been redirected to Krueng Aceh river floodway while the rest had distributed to the Krueng Aceh existing river. Meanwhile for 900 m3/s of the flood discharge is distributed through the floodway from the diversion weir. It is worried that the water will reach the top of the dike in some location of the main river. It is because of the swallow in the estuary due to the sediment concentration. This research aims is to investigate the sediment distribution pattern, estimating volume of the deposited sediment. Furthermore, the investigation is also to find how the sediment transport occured while the flood. The flood simulation had been done by the Delft3D Model which combine with the hydrodynamics and the sediment transport calculation. This model use 20x20 m grid for the domain. Topography and bathimetry data were collected from Balai Wilayah Sungai Sumatera–I (BWSS-I). Sediment characteristic had been primerly collected in the field. Simulation results had shown that the sediment distribution pattern on Krueng Aceh river floodway has a particular pattern remain relatively on the right side of the estuary. The sediment increase of 868.236 m3 and produced 2.039.560 m3 massive erosion during 3 month simulation with flood scenario. The sedimentation process is smaller compared to the erosion. But the erosion only happen in the area with the greater than value of current. The simulation complimented by 5 years return flood design was uncapable to flush the sediment which deposited on the eastern side of the estuary. The phenomenon happened because of the river morphology with it meandering channel, not enough length of left jetty and the current that not equally distributed. The solution for this problem is by lengthening the left side of the jetty toward the breakwater and constructing the river training toward the current in the left side of the estuary. Abstrak: Krueng Aceh merupakan salah satu sungai besar di Provinsi Aceh, berada dalam wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Aceh dengan luas DAS 17.800 Ha dan panjang sungai 145 Km. Untuk meminimalisir terjadinya banjir di kota Banda Aceh dengan debit banjir rancangan sebesar 1.300 m3/detik, maka untuk debit banjir 400 m3/detik dialirkan melalui Sungai Kr. Aceh existing. Sedangkan untuk debit banjir sebesar 900 m3/detik dialirkan melalui saluran banjir dari bendung pelimpah banjir (Diversion Weir). Pada beberapa lokasi di sungai induk dikhawatirkan elevasi muka air akan mencapai puncak tanggul. Ini akibat dari pendangkalan yang terjadi di bagian muara dengan adanya konsentrasi sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran sedimen pada bagian hilir saluran banjir, mengetahui volume sedimen yang terkonsentrasi setelah kejadian banjir dan mengetahui bagaimana pergerakan sedimen terjadi setelah banjir. Penelitian dilakukan dengan simulasi numerik menggunakan software Delft3D yang berfungsi sebagai model traspor sedimen pada lokasi simulasi. Model ini menggunakan grid  dengan ukuran 20 m x 20 m. Data yang digunakan adalah data topografi dan batimetri dari Balai Wilayah Sungai Sumatera-I dan parameter sedimen dari hasil pengambilan sampel di lokasi kajian. Hasil simulasi menunjukkan bahwa, pola sebaran sedimen pada saluran banjir sungai Krueng Aceh memiliki pola yang relatif tetap khususnya pada sisi kanan muara, peningkatan sedimen setelah terjadinya banjir sebesar 868.236 M3 dan yang tergerus sebesar 2.039.560 M3. Artinya volume sedimen yang mengendap lebih kecil dari pada yang tergerus. Namun yang tergerus tersebut hanya pada jalur dengan arus yang lebih besar. Hasil dari simulasi dengan menggunakan debit banjir rancangan lima tahunan, sedimen yang berada di sisi kanan muara tidak mampu tergelontor ke laut. Hal ini diakibatkan karena bentuk meander saluran yang berbelok, jetty di sisi kiri yang kurang panjang dan arus banjir yang tidak merata. Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan memperpanjang jetty sisi kiri  sampai kedalaman gelombang pecah dan membuat river training untuk mengarahkan arus ke bagian sedimen di sisi kanan muara.
SOSIAL KAPITAL MASYARAKAT DALAM OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN DAERAH IRIGASI KRUENG ACEH Sukandar, Sukandar; Masimin, Masimin; Fatimah, Eldina
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.318 KB) | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10061

Abstract

Abstract: Krueng Aceh Irrigation Area in Aceh Besar District is expected to be able to improve the community economic growth and to support food self-sufficient in Aceh Besar District. To meet the expectation, It must be supported by the good and organized irrigation systems. So that Krueng Aceh Irrigation Network must have irrigation network system management which include of operational and maintenance activities (O P). This research aims to detect the existing condition of Krueng Aceh Irrigation Network  in Blang Bintang Subsection, find out community role level in Water User Farmer Group (P3A) relating to existing irrigation network operational and maintenance activities, then formulating the system strategy operational and maintenance activities of Krueng Aceh Irrigation System. The method used to analyze the data in this research is descriptive and analysis SWOT. Based on the observation result, the irrigation network existing condition finding some damages in the canals, there are sediment and waste found in the canal, the livestock can be found both tied and not surrounding the irrigation network. According to the result of questionnaire distribution to the respondents, it can be concluded that the community and the water user farmer group (P3A) are not active in irrigation network operational and maintenance activities. The SWOT analysis results is obtained the strategies such as (1) improving the water management system operationally to do the efficiency of irrigation water utilization; (2) Improving the Human Resources quality by giving the socialization to the farmer community in improving the farmer production and implementation of irrigation network operation and maintenance activities; (3) Reactive the water user farmer group (P3A) in managing and maintaining the irrigation network; (4) Improving the role and responsibility of the P3A committee as well as community in maintaining the irrigation network; and (5) Improving the community awareness by growing the communal activity culture in maintaining the irrigation network both routine and periodic. Abstrak: Jaringan Irigasi Krueng Aceh di Aceh Besar diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat serta menunjang swasembada pangan di Kabupaten Aceh Besar. Untuk memenuhi harapan tersebut harus didukung oleh adanya sistem irigasi yang baik dan terorganisir. Untuk itu Jaringan Irigasi Krueng Aceh harus memiliki sistem pengelolaan jaringan irigasi meliputi kegiatan operasional dan pemeliharaan (O P). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi eksisting Jaringan Irigasi Krueng Aceh di Wilayah Ranting Blang Bintang, mengetahui tingkat peran masyarakat Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) berkenaan dengan operasional dan pemeliharaan jaringan irigasi yang ada. Dan merumuskan strategi sistem operasional dan pemeliharaan saluran irigasi Krueng Aceh. Metode pengumpulan data yaitu menggunakan data sekunder dan data primer. Data diolah secara statistik diskriptif dan analisis SWOT. Dari hasil observasi, kondisi eksisting terdapat kerusakan pada sebahagian saluran, banyak terdapat sedimen dan tumpukan sampah dan adanya hewan peliharaan yang diikat maupun dilepas di sekitar jaringan irigasi. Hasil penyebaran kuesioner kepada responden, dapat disimpulkan bahwa masyarakat dan perkumpulan petani pemakai air (P3A) tidak aktif dan melaksanakan operasional dan pemeliharaan jaringan irigasi. Hasil analisis SWOT diperoleh strategi-strategi yaitu (1) meningkatkan sistem pengaturan air irigasi secara operasional untuk melakukan efesiesi dalam penggunaan air irigasi; (2) meningkatkan kualitas SDM dengan memberikan sosialisasi, kepada masyarakat petani dalam meningkatkan produksi tani serta pelaksanaan operasional dan pemeliharaan jaringan irigasi; (3) mengaktifkan kembali  perkumpulan petani pemakai air (P3A) dalam mengelola dan memelihara jaringan irigasi; (4) meningkatkan peran dan tanggung jawab pengurus (P3A) serta masyarakat dalam memeliharan jaringan irigasi; dan (5) meningkatkan kesadaran masyarakat dengan menumbuhkan budaya gotong royong dalam memeliharan jaringan irigasi baik secara rutin maupun berkala”
ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR KOMPETENSI PROJECT MANAGER TERHADAP KEBERHASILAN PROYEK KONSTRUKSI SUNGAI PADA DINAS PENGAIRAN ACEH Safrial, Safrial; Masimin, Masimin; Rauzana, Anita
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.379 KB)

Abstract

Abstract : The success of a project can be said to be successful if the cost, time, and quality has been achieved. If one of them is not met, the project has not fully been successful. That requires a reliable project manager, who knows what his duties as a project leader and has the necessary competency requirements. This study aims to identify the dominant factors of competence implementation project manager on the construction project of the river in Aceh and Irrigation Department to analyze form and effect relationship between competence factors to the success of a project manager on a construction project river Irrigation Office Aceh. This research was conducted through a survey questionnaire distributed to the contractor who has been handling the construction project on the river Irrigation Department Aceh starting from the year 2014 to 2015. The results showed that the dominant factor in the application of the competence of the project manager on the construction project of the river in Aceh Irrigation Department is a factor of knowledge, with a mean value of 4.288. Relations competence factors to the success of the project manager of construction projects at the Department of Irrigation Aceh river, which has a very high correlation are technical factors, socialization factors, human factors management, and self-management factor with Pearson correlation coefficient values between 0.900-1.000. Competence factors influence project manager on the success of a construction project on the river Irrigation Office in Aceh, the most influential factor is the human management, with a regression coefficient of 1.183. Abstrak: Keberhasilan suatu proyek dapat dikatakan berhasil apabila biaya, waktu, dan mutu telah tercapai. Jika salah satunya tidak terpenuhi, maka proyek tersebut belum sepenuhnya dikatakan berhasil. Untuk itu dibutuhkan project manager yang handal, yang tahu apa saja tugasnya sebagai seorang pemimpin proyek serta mempunyai persyaratan kompetensi yang dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor dominan penerapan kompetensi project manager pada proyek konstruksi sungai di Dinas Pengairan Aceh dan untuk menganalisis bentuk hubungan dan pengaruh antara faktor-faktor kompetensi project manager terhadap keberhasilan proyek konstruksi sungai pada Dinas Pengairan Aceh. Penelitian ini dilakukan melalui survei kuesioner yang disebarkan kepada kontraktor yang sudah menangani proyek konstruksi sungai pada Dinas Pengairan Aceh mulai dari tahun 2014-2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor dominan penerapan kompetensi project manager pada proyek konstruksi sungai di Dinas Pengairan Aceh adalah faktor pengetahuan, dengan nilai mean sebesar 4,288. Hubungan faktor-faktor kompetensi project manager terhadap keberhasilan proyek konstruksi sungai pada Dinas Pengairan Aceh, yang mempunyai hubungan sangat tinggi adalah faktor teknis, faktor sosialisasi, faktor manajemen manusia, dan faktor manajemen diri dengan nilai koefisien korelasi Pearson antara 0,900-1,000. Pengaruh faktor-faktor kompetensi project manager terhadap keberhasilan proyek konstruksi sungai pada Dinas Pengairan Aceh, yang paling berpengaruh adalah faktor manajemen manusia, dengan nilai koefisien regresi sebesar 1,183.
STUDI EROSI DAN SEDIMENTASI PADA SUB-DAS KRUENG KEUREUTO KABUPATEN ACEH UTARA Agustian, Bayu; Masimin, Masimin; Azmeri, Azmeri
Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan (Journal of Archive in Civil Engineering and Planning) Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan
Publisher : Prodi Magister Teknik Sipil Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.252 KB) | DOI: 10.24815/jarsp.v1i1.10363

Abstract

The changing of land use within a watershed area causes erosion and sedimentation. Soil erosion within the watershed is controlled by the climate, nature of the soil, topography, vegetation and human activities. The loose soil materials in the runoff flow result in sedimentation from which the capacity of a built dam is reducing. The research area of this study is sub-watershed of Krueng Keureuto. This sub-watershed provides water as well as soil sedimentation to Keuruto Dam. This research aims to determine the rate of erosion and sedimentation within the sub-watershed of Krueng Keuruto in Aceh Utara District. Revised Universal Soil Loss Equation (RUSLE) model and Modified Universal Soil Loss Equation (MUSLE) model integrated into GIS were used to get the picture of spatial erosion and sedimentation at the investigated site. This research estimated the rate of erosion at the sub-watershed of Krueng Keuruto as much as 1,127 ton/ha/year or 25.684,87 ton/year. The sedimentation shows continuously building up. Annual sedimentation yield (As) is approximately 2.868,94 ton/year.
PERUBAHAN KECEPATAN ALIRAN AKIBAT VARIASI VOLUME VEGETASI DI BELOKAN SALURAN IRIGASI Nasir, Muhammad; Fatimah, Eldina; Masimin, Masimin
Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan
Publisher : Prodi Magister Teknik Sipil Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jarsp.v2i1.13211

Abstract

D. I Timbang Deli is 520 Ha of flow area and 5000 meters of secondary channel is located in Deli Serdang Regency, North Sumatra Province. The turn of the irrigation network in overgrown vegetation on the cliffs and bottom of the channel, is expected to reduce the flow rate. The purpose of the study was to see the distribution of velocity, resistance and energy loss in the secondary channel due to vegetation. The method used is conducting surveys in the field by measuring water depth, vegetation volume and flow velocity. Trapezoidal channel with 36 m length, 1.45 lower width, 3.15 m upper width and 33,510 turn angle. The velocity measured in the middle and downstream regions across the channel is divided from points X1 to X5 with Q1 = 0.62m3/ sec and Q2 = 0.83 m3/sec. The results obtained in the speed distribution in Q1 Vmax mean X1 = 0.296 m/s and X5 = 0.199 m/s, the speed decreases due to the turn of 48.82%. On VV3 Vmaks the average is X4 = 0.216 m/sec and (X1 and X2) = 0,000 m/sec, the volocity decreases due to the presence of vegetation between X1, X2 and X5 at Q1 = 100%. In Q2 the average VV0 Vmax condition of the flow X1 = 0.477 m/s and X5 = 0.323 m/s between X1 and X5 the volocity decreases due to turn 28.45%. VV3 Vmax conditions on average X5 = 0.312 m / s and X1 = 0.000 m / s, between X1 and X5 the speed decreases due to the presence of 100% vegetation. In connection with the above results, with this research the local community and local government can carry out cleaning on the channel on a scale basis.
MONITORING REHABILITASI GARIS PANTAI DI UTARA KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN-ACEH BARAT Hidayat, Aminullah; Syamsidik, Syamsidik; Masimin, Masimin
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Mei 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2462.811 KB)

Abstract

Abstract : Ocean Tsunami on 2004 affects morphology on the shoreline around Meulaboh City with changing the position of the shoreline from the previous conditions to shift toward the mainland. In the last ten years several measurements has been taken to protect and preserve the shoreline, one of them by making a protection structure. The research objective, among others, reviewing changes in the coastline due to tsunami waves and sediment transport processes and review the changes and building envelope performance coastline. Research conducted on sediment transport processes are studied in long shore along the coast. The magnitude of the effect of sediment transport in the building envelope shoreline littoral drift indicates that the process has a passenger capacity large enough to cause accretion and buildup of sediment in a specific area. Stage of methodology was conducted by determine the study area and perform calculations based on the wave fetch. Then proceed with the calculation of sediment transport formulas are available. Shoreline change analysis with Google Earth satellite image time series and tracking with GPS devices along the beach and aided by digitization software ArcGIS. Technical documents and data building coastal protection can be obtained from the relevant agencies. Interviews were conducted by means of in-depth interviews with stakeholders and local communities. The results aim to be achieved from this research is provide information that describes the process of change and restoration of shoreline that will be presented in the form of images and calculating results. The results could be used to be consideration of the type of construction. Furthermore could be used for coastal protection and spatial planning for the coastal zone management related to sediment transport processesKeywords : Tsunami, Coastal Recovery, Longshore Sediment Transport, Coastal Structures Performance.Abstrak : Gelombang Tsunami Tahun 2004 telah menyebabkan perubahan secara geografis pada garis pantai di pesisir utara kecamatan Johan Pahlawan sekitar Kota Meulaboh.Letak garis pantai mengalami perubahan dari kondisi sebelumnya bergeser ke arah daratan. Dalam sepuluh tahun terakhir ini beberapa tindakan dilakukan untuk melindungi dan mempertahankan garis pantai, salah satunya dengan membangun bangunan pengaman pantai. Tujuan penelitian antara lain meninjau perubahan garis pantai akibat gelombang tsunami dan proses sediment transport dan meninjau perubahan dan kinerja bangunan pelindung garis pantai. Penelitian dilakukan terhadap proses sediment transport yang dikaji secara long shore di sepanjang pantai. Besarnya pengaruh sediment transport pada bangunan pelindung garis pantai mengindikasi bahwa proses littoral drift memiliki daya angkut yang cukup besar sehingga dapat menyebabkan akresi dan penumpukan sedimen di kawasan tertentu. Metodologi penelitian dilakukan adalah menentukan lokasi studi dan melakukan perhitungan gelombang berdasarkan fetch. Kemudian dilanjutkan dengan perhitungan sediment transport dengan formula yang tersedia. Perubahan garis pantai dianalisa dengan citra satelit Google Earth time series dan melakukan tracking dengan alat GPS sepanjang pantai dan dibantu dengan digitasi software ArcGIS. Dokumen teknis dan data bangunan pelindung pantai dapat diperoleh dari instansi terkait. Wawancara dilakukan dengan cara in-depth interview dengan pihak terkait dan masyarakat setempat. Hasil yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah tersedianya informasi yang menjelaskan proses perubahan dan pemulihan garis pantai yang akan disajikan dalam bentuk gambar dan hasil perhitungan. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk dasar penentuan jenis konstruksi pengaman pantai dan perencaaan tata ruang di kawasan pesisir terkait proses sediment transport.Kata kunci : Tsunami, Coastal Recovery, Longshore Sediment Transport, Kinerja Bangunan Pantai.
RANCANGAN DISTRIBUSI WAKTU CURAH HUJAN MENGGUNAKAN METODE MOMEN PROBABILITAS DAN BLOK PUNCAK Masimin, Masimin
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 1 (2011): Volume 1, Nomor 1, September 2011
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.359 KB)

Abstract

Abstract: Study on rainfall design was conducted by using a time base – annual daily maximum rainfall. A preliminary test was applied to the data set for independency and homogeneity and also for outliers. The probability weighted moments (PWM) was used as a method in frequency analysis and the result was used to define a temporal hourly rainfall distribution. The identification for data distribution showed that the data set tended to follow the Lognormal (LN) and Generalized Extreme Values (GEV) distributions. By using a Peak Block method, a 24 hours of rainfall duration scale consisted of two-sequence rainfall events that the first rainfall peak was reached on the 4th hours and the second rainfall peak was on the 18th hours. The structure of this temporal rainfall distribution, more over, can be used as an input data for the work of flood modelling.Keywords : temporal distribution, probability weighted moments, peak blockAbstrak: Studi perancangan curah hujan dilakukan dengan menggunakan data ’time base’ curah hujan harian maksimum tahunan. Pengujian awal data dilakukan untuk uji independensi, homogeneitas dan data luar (outliers). Metode ’probability weighted moments’ (PWM) diterapkan dalam analisa frekuensi dan hasilnya digunakan untuk menentukan distribusi waktu curah hujan jam-jaman. Identifikasi distribusi menunjukkan bahwa data set cenderung cocok untuk mengikuti distribusi Lognormal (LN) dan distribusi ’Generalized Extreme Values’ (GEV). Dengan menggunakan metode ’Peak Block’ , selama 24 jam terjadi dua hujan yang berurutan dengan puncak hujan pertama dicapai pada jam ke 4 dan puncak hujan kedua terjadi pada jam ke 18. Struktur distribusi waktu curah hujan ini selanjutnya dapat digunakan sebagai data masukan pada kegiatan pemodelan banjir.Kata kunci : distribusi waktu, momen probabilitas, blok puncak
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PEMBENGKAKAN BIAYA (COST OVERRUN) YANG BERPENGARUH TERHADAP KETIDAKPASTIAN BIAYA (CONTINGENCY COST) PADA PROYEK IRIGASI DI KABUPATEN ACEH BESAR Risandi, Bima; Masimin, Masimin; Rauzana, Anita
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 2, Desember 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.86 KB)

Abstract

Abstract: The success of carrying out construction projects on time with an appropriate budget plan goals and expectations are project owners and contractors. But in fact frequently encountered problems emergence of cost overrun in construction projects during the implementation phase of the work, which is caused by several factors. To minimize the occurrence of the value of cost overrun on the next project, then each factor should be considered properly or always considered ditahap initial estimate, so it can be prevented or avoided. The purpose of this study was to analyze the dominant factor causes of cost overrun on irrigation projects, as well as to analyze the relationship and influence between the factors of cost overrun on contingency cost on irrigation projects in the district of Aceh Besar. Irrigation projects is observed which has been completed from 2010-2015. This study used interviews and questionnaires aimed to contractors in irrigation, ranging from qualifying K3, M1, M2 and B1. Total population gained as much as 46 contractors, through the equation Slovin the study sample was obtained as many as 32 contractors. The results showed that the dominant factor in the cause of the irrigation project cost overrun due to factors estimate, with a mean value of 4.397. Relationship factors toward contingency cost overrun on the cost of irrigation projects that have a relationship quite a factor of project documents with Pearson correlation coefficient between 0.400-0.700. Factors influence the cost overrun contingency cost on irrigation projects, the most influential factor is the project document, with a regression coefficient of 0.059.Abstrak: Keberhasilan melaksanakan proyek konstruksi tepat waktu dengan anggaran yang sesuai rencana adalah sasaran dan harapan pemilik proyek maupun kontraktor. Namun pada kenyataannya sering dijumpai permasalahan munculnya cost overrun pada proyek konstruksi selama tahap pelaksanaan pekerjaan, yang disebabkan oleh beberapa faktor. Untuk meminimumkan terjadinya nilai cost overrun pada proyek berikutnya, maka hendaknya setiap faktor diperhatikan dengan baik atau selalu dipertimbangkan ditahap estimasi awal, sehingga dapat dicegah atau dihindari. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor dominan penyebab terjadinya cost overrun pada proyek irigasi, serta untuk menganalisis hubungan dan pengaruh antara faktor-faktor cost overrun terhadap contingency cost pada proyek irigasi di Kabupaten Aceh Besar. Proyek irigasi yang diamati adalah yang telah selesai dilaksanakan mulai dari tahun 2010-2015. Penelitian ini menggunakan wawancara dan kuesioner yang ditujukan kepada kontraktor bidang irigasi, mulai dari kualifikasi K3, M1, M2 dan B1. Jumlah populasi diperoleh sebanyak 46 perusahaan kontraktor, melalui persamaan Slovin maka sampel penelitian diperoleh sebanyak 32 kontraktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor dominan penyebab terjadinya cost overrun proyek irigasi disebabkan faktor estimasi, dengan nilai mean sebesar 4,397. Hubungan faktor-faktor cost overrun terhadap contingency cost pada proyek irigasi yang mempunyai hubungan cukup adalah faktor dokumen proyek dengan nilai koefisien korelasi Pearson antara 0,400-0,700.  Pengaruh faktor-faktor cost overrun terhadap contingency cost pada proyek irigasi, yang paling berpengaruh adalah faktor dokumen proyek, dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,059.