Articles

Found 23 Documents
Search

DETEKSI KOI HARPES VIRUS (KHV) PADA IKAN MAS KOI (Cyprinus carpio L) DENGAN MENGGUNAKAN METODE APLIKASI Polym erase Chain Reaction(PCR) Masri, Mashuri
Teknosains Vol 7, No 2 (2013): JULI
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN ALauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This thesis discusses the detection of koi harpes virus (KHV) in koi carp (Cyprinus carpio L) Application Method Using the Polymerase Chain Reaction (PCR). The purpose of this study is to determine the level of virus attacks causing harpesviridae group KHV Koi carp (Cyprinus carpio L.) using PCR applications in the Central Fish Karantian Hasanuddin Makassar. The research method used is descriptive with pictures PCR of Polaroid photographs. The results obtained with the results of attacks lightly infected 290 bp, the attack was infected with the results of 290 bp and 440 bp, with the result of severeinfection attack 290 bp 440 bp and 630 bp.Keywords: Koi Harpes Virus (KHV), Koi carp (Cyprinus carpio L) and PCR.
Pengaruh Pemberian Bubuk Kunyit (Curcuma domestica) Terhadap Pertumbuhan Mencit (Mus musculus L.) ICR Dari Hasil Perkawinan Outbreading H, Hartati; R, Rusny; Masri, Mashuri
Prosiding Seminar Biologi 2015: Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kunyit merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang umum digunakan oleh masyarakat. Kunyit berfungsi menurunkan kadar kolesterol serta berperan sebagai zat antioksidan dan antitoksin sehingga diharapkan dapat mencegah kerusakan kandungan nutrisi pakan dari pertumbuhan dan aktivitas mikroba. Kunyit mengandung minyak atsiri, kurkuminoid, protein, fospor, kalsium, dan vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kunyit dalam pakan terhadap pertumbuhan Mencit putih (Mus musculus L.) hasil perkawinan Outbreading. Penelitian dilakukan di Laboratorium Genetika Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Peubah yang diamati adalah litter size, Pertambahan bobot badan, Bobot pra sapih, bobot sapih dan konsumsi pakan. Penelitian bersifat eksperimental dengan empat taraf perlakuan yaitu perlakuan P1 (pakan 100% + 6 g kunyit), P2 (pakan 100% + 9 g kunyit), P3 (pakan 100% + 12 g kunyit) dan P0 atau kontrol (pakan 100% tanpa penggunaan kunyit). Data dianalisis dengan sidik ragam atau Analysis of Variance (ANOVA), jika perlakuan berpengaruh nyata terhadap peubah yang diamati maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil mencit menyatakan bahwa penggunaan pemberian kunyit pada pakan tidak berpengaruh nyata terhadap litter size lahir, pertambahan bobot badan, bobot pra sapih, bobot sapih dan konsumsi pakan.  Kata Kunci: kunyit (Curcuma domestica), mencit (Mus musculus L.), outbreading, pakan,pertambahan bobot badan
Tingkat Adopsi Inovasi Biosecurity Ayam Ras Petelur Di Kabupaten Sidrap dan Faktor- Faktor yang Mempengaruhi R, Rusny; Masri, Mashuri; Baba, Syahdar
Prosiding Seminar Biologi 2015: Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka mendorong adopsi inovasi biosekuriti oleh peternak ayam ras petelur, maka diperlukan pemahaman tentang adopsi inovasi biosecurity ayam ras petelur dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi inovasi biosecurity ayam ras petelur serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian ini adalah pembobotan biosecurity yang terdiri dari biosecurity sumber ayam, biosecurity hewan pengganggu, biosecurity tamu dan pekerja, biosecurity hewan sakit, biosecurity pakan, biosecurity limbah dan biosecurity rak telur, sedangkan untuk faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi inovasi biosecurity menggunakan statistika infrensial dengan uji F dan uji t. Hasil penelitian diketahui tingkat adopsi inovasi biosecurity ayam ras petelur di kabupaten Sidrap rendah pada biosecurity terhadap ternak pengganggu sebanyak 59 orang atau 67,82% dan biosecurity tamu dan pekerja sebanyak 59 orang atau 67,82% sedangkan untuk faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi inovasi adalah skala usaha dan kontrol perilaku. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah ada dua faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi inovasi ayam ras petelur di kabupaten Sidrap adalah untuk meningkatkan adopsi inovasi biosecurity dapat dimulai pada skala usaha yang lebih besar dan kemampuan peternak untuk mengkontrol perilakunya.Kata Kunci: biosecurity, faktor adopsi inovasi
Analisis Pertumbuhan Mencit (Mus musculus L.) ICR Dari Hasil Perkawinan Inbreeding Dengan Pemberian Pakan AD1 dan AD2 Hasanah, Uswatul; R, Rusny; Masri, Mashuri
Prosiding Seminar Biologi 2015: Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengukur pertumbuhan berat badan mencit (Mus musculus L.) dari perkawinan Inbreeding dengan pemberian pakan AD1 dan AD2. Jenis penelitian tersebut yaitu penelitian eksperimental yang menguji pertumbuhan Litter size, bobot prasapih, bobot sapih, pertambahan bobot badan, dan konsumsi pakan sebagai variabel terikat dan perkawinan inbreeding sebagai variabel bebas. Tahap penelitian yaitu penggunaan mencit (Mus musculus L.) 6 ekor jantan dan 6 ekor betina dewasa. Mencit betina berumur 56 hari dengan rataan bobot 24,00 g/ekor dan mencit jantan berumur 56 hari yang digunakan untuk mengawini betina dengan rataan bobot 26,00 g/ekor. Masing-masing 3 pasang untuk perlakuan AD1 dan 3 pasang untuk perlakuan AD2. Pakan yang digunakan pada penelitian ini yaitu pakan AD1 yang mengandung air 13,5%, protein kasar min 20,5%, lemak kasar min 7%, serat kasar max 5%, abu max 7%, calcium 0,9 dan 1,2%, phosphor 0,7dan 0,9%, mengandung antibiotika dan Coccidiostat. Sedangkan AD2 mengandung air 13,5%, protein kasar min 17%, lemak kasar min 7%, serat kasar max 6%, abu max 7%, kalsium 0,9 dan 1,2%, fosfor 0,7 0,9% dan mengandung antibiotika. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Liter size, bobot sapih, bobot badan dan konversi pakan tidak ada kecenderungan terhadap pertumbuhan bobot badan mencit (Mus musculus L.) dengan pemberian pakan AD1 dan AD2. Sedangkan bobot prasapih memberikan adanya kecenderungan terhadap pertumbuhan bobot badan mencit dengan pemberian pakan AD1 dan AD2.Kata Kunci: inbreeding, Liter size, mencit (Mus musculus L.), Pakan AD1 dan AD2.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak dan Bakteri Endofit Makro Alga Caulerpa racemosa L. Asal Perairan Puntondo Terhadap Staphylococcus areus dan Methicilin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) SUKMAWATY, EKA; MASRI, MASHURI; UTAMI PUTRI, SRI; NURZAKIYAH, NURZAKIYAH
Prosiding Seminar Biologi Prosiding Seminar Nasional From Basic Science to Comprehensive Education
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan sumber daya laut untuk eksplorasi senyawa bioaktif memiliki potensi besar, salah satunya yaitu makro alga Caulerpa racemosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak Caulerpa racemosa yang diambil dari perairan Puntondo Kabupaten Takalar dan mencari bakteri endofit yang dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan MRSA. Digunakan etanol dan metanol untuk melarutkan ekstrak Caulerpa racemosa dilakukan dengan metode disc diffusion sedangkan identifikasi bakteri endofit dengan gen 16S rRNA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol dan etanol Caulerpa racemosa mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan MRSA. Bakteri endofit hanya mampu menghambat Staphylococcus aureus. Identifikasi molekuler terhadap tiga isolate yang memiliki penghambatan tertinggi yaitu Bacillus kochi, Bacillus endophyticus dan Staphylococcus saprophyticus. Kata kunci: Staphylococcus aureus, MRSA, bakteri endofit, antibakteri
Isolasi dan Pengukuran Aktivitas Enzim Bromelin dari Ekstrak Kasar Batang Nanas (Ananas comosus) Berdasarkan Variasi pH N, Nurhidayah; M, Masriany; Masri, Mashuri
Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Alauddi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/bio.v1i2.457

Abstract

This research aims to determine the highest protein content and the optimum activity of the enzyme bromelain extracted from pineapple stem. This research was conducted at the Laboratory of Microbiology Makassar Alauddin State Islamic University in May 2013. Variable in this study was the isolation and measurement of bromelain enzyme activity as the independent variable while the crude extract of pineapple stem by variations in pH as the dependent variable. The type of this research was experiments with bradford method for determination of protein content enzyme bromelain, with ammonium sulfate concentration variation for precipitation was 10-60%, as well asthe determination of the enzyme bromelain activity at variation pH was 4.0; 5.0, 6.0; 7.0 and 8.0, at 650C temperature with incubation time was 10 minutes. Each stage has done three times in repetition and analyzed spectrometry. The results showed the highest levels of protein precipitation with ammonium sulfate at 60% was 37,785 mg/ml. While the optimum pH of the enzyme bromelain activity at pH 6.0 was 1.021 activity units /gram.Keywords: bromelain enzyme, Pineapple stem (Ananas comosus), precipitation with ammonium sulfate, protein contents, pH
Genetic Diversity of Local Maize Germplasm of Tana Toraja South Sulawesi Using SSR (Simple Sequence Repeat) Markers Ramlah, Ramlah; Aziz, Isna Rasdianah; Muthiadin, Cut; Masri, Mashuri; Mustami, Muhammad Khalifah; Pabendon, Marcia Bunga
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 3 (2017): December
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3682.914 KB) | DOI: 10.22146/ipas.33085

Abstract

Plant genetic diversity is an emerging variation in a crop group caused by its genetic factors. Local corn germplasm as a source of plant genes that are able to adapt to the local environment. The purpose of this research is to obtain information on genetic variation of Tana Toraja local maize germ plasm using SSR (Simple Sequence Repeat) marker. This research was conducted at Balitsereal Molecular Biology Laboratory, Agricultural Research Agency in Maros Regency, South Sulawesi. A total of 4 local maize populations were analyzed by laboratory experimental method with observation with NTSYS pc 2.1 program. The results showed that the average number of alleles was 3.72 alleles per locus and the polymorphism rate of 0.53 with the genetic similarity coefficient was in the range of 0.47 to 0.85. 2 main clusters formed in the genetic similarity coefficient 0.47. Klaster I is Local DallePondan and Local Purple. Klaster II is Local Bebo and Kandora. The genetic distance is in the range of 0.15 to 0.74 with an average genetic distance of 0.46. From the data obtained shows that the 4th germplasm of the population of Tana Toraja Local maize diteleti has a very informative level of genetic diversity. Genetic diversity of local maize germplasm of Tana Toraja, can be used as a source of genes in the assembly of improved varieties in the future.
Pengaruh Pemberian Bubuk Kunyit (Curcuma domestica) Terhadap Pertumbuhan Mencit (Mus musculus L.) ICR Dari Hasil Perkawinan Outbreading Hartati, Hartati; Masri, Mashuri
Prosiding Seminar Biologi 2015: Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kunyit merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang umum digunakan oleh masyarakat. Kunyit berfungsi menurunkan kadar kolesterol serta berperan sebagai zat antioksidan dan antitoksin sehingga  diharapkan  dapat  mencegah  kerusakan  kandungan  nutrisi  pakan  dari  pertumbuhan  dan aktivitas  mikroba.  Kunyit  mengandung  minyak  atsiri,  kurkuminoid,  protein,  fospor,  kalsium,  dan vitamin  C.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  pengaruh  pemberian  kunyit  dalam  pakan terhadap  pertumbuhan  Mencit  putih  (Mus  musculus L.)  hasil  perkawinan  Outbreading.  Penelitian dilakukan  di  Laboratorium  Genetika  Fakultas  Sains  dan  Teknologi,  Universitas  Islam  Negeri Alauddin  Makassar.  Peubah  yang  diamati  adalah litter  size,  Pertambahan  bobot  badan,  Bobot pra sapih,  bobot  sapih  dan  konsumsi  pakan.  Penelitian  bersifat  eksperimental  dengan  empat  taraf perlakuan yaitu perlakuan P1 (pakan 100% + 6 g kunyit), P2 (pakan 100% + 9 g kunyit), P3 (pakan 100% + 12 g kunyit) dan P0 atau kontrol (pakan 100% tanpa penggunaan kunyit). Data dianalisis dengan sidik ragam atau Analysis of Variance (ANOVA), jika perlakuan berpengaruh nyata terhadap peubah  yang  diamati  maka  dilanjutkan  dengan  uji  Duncan.  Hasil  mencit  menyatakan  bahwa penggunaan  pemberian  kunyit  pada  pakan  tidak berpengaruh  nyata  terhadap litter  size lahir, pertambahan bobot badan, bobot pra sapih, bobot sapih dan konsumsi pakan.
Isolasi dan Pengukuran Aktivitas Enzim Bromelin dari Ekstrak Kasar Bonggol Nanas (Ananas comosus) pada Variasi Suhu dan pH Masri, Mashuri
Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Alauddi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/bio.v2i2.478

Abstract

This study was conducted to isolate the bromelain enzyme from pineapple weevil (Ananas comosus) and measure the protein and enzyme activity of bromelain with gelatin substrate. Research stage involves determining the protein content of the bromelain enzyme in the treatment of ammonium sulfate precipitation by 10-60% concentration and determination of bromelain enzyme activity at various pH 4.0; 5.0; 6.0; 7.0 and 8.0, with the incubation time of 10 minutes at a temperature of 650 C. Each stage performed three repetitions and analyzed using spectrometry. The results obtained showed the highest protein content in precipitation with ammonium sulfate 60% in the amount of 37.214 mg / ml and the optimum pH of bromelain enzyme activity at pH 7.0 with the value of the activity of 1,081 units / gram.Keywords: ammonium sulfate precipitation, bromelain enzyme, pineapple weevil (Ananas comosus),pH
Genetic Diversity of Local Maize Germplasm of Tana Toraja South Sulawesi Using SSR (Simple Sequence Repeat) Markers Ramlah, Ramlah; Aziz, Isna Rasdianah; Muthiadin, Cut; Masri, Mashuri; Mustami, Muhammad Khalifah; Pabendon, Marcia Bunga
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 3 (2017): December
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.243 KB) | DOI: 10.22146/ipas.33085

Abstract

Plant genetic diversity is an emerging variation in a crop group caused by its genetic factors. Local corn germplasm as a source of plant genes that are able to adapt to the local environment. The purpose of this research is to obtain information on genetic variation of Tana Toraja local maize germ plasm using SSR (Simple Sequence Repeat) marker. This research was conducted at Balitsereal Molecular Biology Laboratory, Agricultural Research Agency in Maros Regency, South Sulawesi. A total of 4 local maize populations were analyzed by laboratory experimental method with observation with NTSYS pc 2.1 program. The results showed that the average number of alleles was 3.72 alleles per locus and the polymorphism rate of 0.53 with the genetic similarity coefficient was in the range of 0.47 to 0.85. 2 main clusters formed in the genetic similarity coefficient 0.47. Klaster I is Local DallePondan and Local Purple. Klaster II is Local Bebo and Kandora. The genetic distance is in the range of 0.15 to 0.74 with an average genetic distance of 0.46. From the data obtained shows that the 4th germplasm of the population of Tana Toraja Local maize diteleti has a very informative level of genetic diversity. Genetic diversity of local maize germplasm of Tana Toraja, can be used as a source of genes in the assembly of improved varieties in the future.