Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : KHOZANA: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Islam

IDENTIFIKASI USAHA BUMDES BERDASARKAN ASPEK SOSIAL DAN EKONOMI (Studi Kasus di BUMDes Tugujaya, Lempuing, Ogan Komering Ilir) Mastur, Mastur
KHOZANA: Journal of Islamic Economic and Banking Vol. 1 No. 2 (Juli 2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi Dan Bisnis Islam Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.323 KB)

Abstract

  Pembangunan daerah yang melibatkan peran penting desa didalamnya telah ditetapkan dalam peraturan pemerintah tentang Desa. Dalam undang-undang tersebut pembangunan daerah, desa harus terlibat secara aktif partisipasinya dalam pembangunan daerah. Posisi penting desa dalam pembangunan adalah mengelola rumah tangganya dalam meningkatkan perekonomian desa yang menjadi acuan dalam penilaian keberhasilan pembangunan desa. Masalah ekonomi desa perlu diselesaikan dengan penanganan secara menyeluruh, mulai dari pembangunan fasilitas infrastruktur, hingga pengembangan potensi desa untuk dioptimalkan menjadi peluang peluang bisnis yang mensejahterakan masyarakat desa. Usaha Desa yang telah di tetapkan dalam undang-undang dan disahkan secara yuridis sebagai BUMDes, menjadi salah satu mandat penting yang terkandung dalam UU Desa. Kepastian BUMDes ditegaskan dalam peraturan kementrian desa nomor urut 4 tahun 2015. Keberadaan BUMDes diharapkan menjadi kekuatan pendorong ekonomi desa, yang berarti bahwa pembentukan BUMDes bukan hanya orientasi terhadap laba lembaga, tetapi esensinya adalah pembentukan BUMDes harus mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial kepada penduduk desa. Penelitian yang digunakan berjenis deskriptif kualitatif, dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis aspek kelayakan bisnis BUMDes dalam aspek sosial dan ekonomi. Hasil penelitian mengarahkan pada kesimpulan BUMDes Tugujaya memberikan dampak positif secara ekonomi dan sosial bagi penduduk langsung atau tidak langsung. Sektor bisnis utama BUMDes adalah manajemen pengeloaan usaha pasar hewan Desa Tugujaya memiliki dampak bagi penduduk di sekitar wilayah Tugujaya, dalam bentuk tambahan pendapatan dari efek pariwisata multiplayer. Dampak langsung dari keterlibatan karyawan BUMDes dalam pengelolaan kegiatan dan keterlibatan masyarakat dalam bisnis BUMDes seperti produsen makanan lokal yang dikemas dengan BUMDes dan manajer homestay berbasis masyarakat.   Kata Kunci: BUMDes, Aspek Sosial dan Ekonomi
MODEL KEMITRAAN AGRIBISNIS PESANTREN (Studi Kasus Model Manajemen Pengembangan Usaha Agribisnis Pondok Pesantren Al-Ittifaq Bandung) Mastur, Mastur
KHOZANA: Journal of Islamic Economic and Banking Vol. 2 No. 2 (Juli 2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi Dan Bisnis Islam Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.326 KB)

Abstract

Abstrak Sektor pertanian memiliki peran penting bagi perekonomian di Indonesia. Sifatnya yang signifikan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, pendapatan valuta asing, bahkan dalam mencapai ketahanan pangan. Pertanian juga memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, terutama dalam mengurangi kemiskinan, menyediakan pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan petani dan mempertahankan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan dan lingkungan. Salah satu bukti nyata adalah Pesantren Al-Ittifaq Bandung yang mampu mengembangkan tarekat ?sayuriyah? berupa kewirausahaan berbasis agroindustri sayur mayur sesuai dengan potensi yang ada di dekat pesantren yang berlokasi di dataran tinggi Bandung selatan. Usaha Agribisnis dikembangkan dengan menerapkan konsep kemitraan hasil usaha bidang agribisnis bersama masyarakat dimana kedua belah pihak memiliki masing-masing lahan pertanian yang diklasifikasikan dalam bentuk inti dan plasma. Kemitraan yang di bentuk antara unit usaha pesantren dengan masyarakat dilakukan tanpa adanya satu ikatan kontrak yang formal berupa MOU ataupun lainnya. Namun kenyataannya mereka mampu mempertahankan kemitraan tersebut hingga puluhan tahun dari tahun 1990 hingga saat ini. Kemitraan hasil usaha yang dilakukan mampu mengasilkan omzet mencapai 6,7 Milayar rupiah pertahunya yang divisi SHU tergantung pada ukuran saham dalam unit usaha dan berdasarkan keputusan rapat anggota. Sedangkan untuk distribusi Sisa Hasil Usaha (SHU) di Koperasi Al-Ittifaq dilakukan berdasarkan anggaran dasar dengan ketentuan 40% devisi, 20% dana cadangan, 20% layanan bisnis, Layanan deposit 5%, dana organizer dan pengawas 5%, dana karyawan 5%, dana pendidikan 2,5%, dana sosial 2,5%, dan dana pengembangan 2,5%. Strategi pengembangan usaha pesanttren Al-Ittifaq fokus pada empat program unggulan usaha pesantren yang kemudian di implementasikan dalam agenda kerja unit usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan alat pengumpulan data menggunakan observasi tidak terstruktur, wawancara mendalam (indept interview) dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mengarah pada kesimpulan bahwa konsep manajemen hasil usaha yang dikembangkan oleh pesantren Al-Ittifaq dikelola dengan menggunakan Manajemen Berbasis Uswah yang dilakukan oleh pengasuh pesantren dan pengurus usaha pesantren sehingga mampu menjalin kemitraan dengan masyarakat tanpa harus menggunakan ikatan kontrak ataupun perjanjian kemitraan atas kesadaran bahwa usaha pesantren dan masyarakat saling membutuhkan.   Kata Kunci: Manajemen Kemitraan Pesantren, Unit Usaha Agribisnis, Karaktersistik Manajemen Pesantren