Articles

BIOLOGY MODULE BASED ON COOPERATIVE PROBLEM-BASED LEARNING (CPBL) TO ENHANCE STUDENTS’ PROBLEM SOLVING SKILLS AT MADRASAH ALIYAH NEGERI Nurhamidah, Dewi; Masykuri, Mohammad; Dwiastuti, Sri
EDUSAINS Vol 11, No 1 (2019): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v11i1.8483

Abstract

MODUL BIOLOGI BERDASARKAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH KOOPERATIF (CPBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA DI MADRASAH ALIYAH NEGERIAbstrakModel CPBL (Cooperative Problem-based Learning) memiliki beberapa keunggulan seperti siswa ditantang untuk menyelesaikan masalah yang ada, sehingga semua keterampilan kognitif, afektif, dan psikomotor siswa dapat berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelayakan dan efektivitas modul biologi berdasarkan model CPBL untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan (R&D). Model pengembangan penelitian ini menggunakan Borg dan Gall. Desain penelitian menggunakan metode desain eksperimen sejati dengan desain kelompok kontrol pretest posttest. Dua kelas dipilih oleh sampel acak sederhana. Penelitian ini melibatkan 171 siswa, 85 siswa di kelas kontrol dan 86 siswa di kelas eksperimen. Analisis data deskriptif digunakan untuk menganalisis kelayakan modul dan uji-t digunakan untuk menganalisis keterampilan pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelayakan pengembangan modul memiliki hasil yang baik berdasarkan penilaian para ahli dan praktisi. Berdasarkan hasil uji-t, terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen (0,001), n-gain skor kontrol dan kelas eksperimen masing-masing 0,30 (rendah) dan 0,54 (rata-rata). Berdasarkan penelitian, modul ini lebih efektif daripada buku teks dan dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa.AbstractCPBL (Cooperative Problem-based Learning) model has several advantages such as students are challenged to solve existing problems, so that all students' cognitive, affective, and psychomotor skills can develop. This research aimed to determine feasibility and effectivity of biology module based on CPBL model to enhance students? problem solving skills.  This type of research is Research and Development (R & D). The development model of this research uses Borg and Gall. The research design uses true experimental design method with pretest posttest control group design. Two classes were selected by simple random sample. The study involved 171 students, 85 students are in control class and 86 students are in experimental class. Descriptive data analysis was used to analyze the module feasibility and t-test was used to analyze the problem solving skills. The results showed that the feasibility of the module development have a good results based on assessment of the experts and practitioners. Based on the t-test results, there are significant difference between control class and experiment class (0.001), n-gain score of control and experiment class respectively 0.30 (low) and 0.54 (average). Based on the research, this module is more effective than the textbook and can improve students? problem solving skills. 
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS MODEL INKUIRI TERBIMBING DENGAN TEMA TEKANAN ZAT ALIR DAN PENERAPANNYA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP/ MTs Setyorini, Endah; Karyanto, Puguh; Masykuri, Mohammad
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Jurnal Inkuiri
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i4.9556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) karakteristik hasil pengembangan modul IPA terpadu berbasis model inkuiri terbimbing dengan tema tekanan zat alir dan penerapannya dalam kehidupan sehari -hari untuk siswa SMP/ MTs; 2) kelayakan dari modul IPA terpadu berbasis model inkuiri terbimbing dengan tema tekanan zat alir dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari yang dihasilkan ditinjau dari aspek kelayakan isi,  penyajian  materi,  bahasa  dan  gambar,  serta  kegrafisan  berdasarkan  penilaian  dan  peninjauan  dari validator; dan 3) keterampilan proses sains siswa setelah pembelajaran menggunakan modul IPA terpadu berbasis model inkuiri terbimbing dengan tema tekanan zat alir dan penerapannya dalam kehidupan sehari - hari. Penelitian dan pengembangan modul IPA terpadu ini menggunakan model 4-D yang terdiri dari 4 tahap yaitu tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Keseluruhan tahapan tersebut telah dilakukan sehingga data yang diperoleh dianalisis lebih lanjut. Desain penelitian yang digunakan adalah one- group pretest-posttest design. Keefektifan modul terhadap keterampilan proses sains dianalisis menggunakan N-gain score. Perbedaan hasil keterampilan proses sains diuji menggunakan paired sample t-test. Penyebaran dilakukan kepada 15 guru IPA untuk mendapatkan umpan balik. Hasil penelitian ini adalah: 1) karakteristik modul IPA terpadu berbasis model inkuiri terbimbing dengan tema tekanan zat alir dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari yaitu: a) dirancang secara sistematis; b) tema tekanan zat alir dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari yang ada di dalam modul menggunakan model keterpaduan integrated; c) tahapan inkuiri terbimbing yang ada di dalam modul adalah perumusan masalah, membuat hipotesis, melakukan percobaan, interpretasi data, dan membuat kesimpulan; dan d) modul ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa SMP/ MTs; 2) modul IPA terpadu berbasis model inkuiri terbimbing dengan tema tekanan zat alir dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari sangat layak untuk digunakan meningkatkan keterampilan proses sains siswa SMP/ MTs ditinjau dari komponen kelayakan isi, kebahasaan dan gambar, penyajian, dan kegrafisan karena masuk pada kategori sangat baik; dan 3) modul IPA terpadu berbasis model inkuiri terbimbing dengan tema tekanan zat alir dan penerapannya dalam kehidupan sehari- hari efektif meningkatkan keterampilan proses sains siswa dengan hasil gain score sebesar 0,43 menunjukkan kategori sedang.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI UMS PADA MATERI SISTEM GERAK MANUSIA Isnaneny, Fatma Yuny; Sajidan, Sajidan; Masykuri, Mohammad
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v7i1.19798

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Menyusun multimedia interaktif dengan karakteristik model PBL, 2) menguji kelayakan multimedia interaktif berbasis PBL, 3) menguji keefektifan multimedia interaktif berbasis PBL. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan Borg & Gall dengan 8 tahapan. Pengumpulan data menggunakan angket, lembar observasi, lembar wawancara dan tes kemampuan berpikir kritis. Data hasil kemampuan berpikir kritis dianalisis dengan uji t dan deskriptif kuantitatif, data kualitatif dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data triangulasi, yaitu memadukan dan menggeneralisasikan hasil data dalam bentuk kalimat deskriptif secara terperinci dan apa adanya.  Hasil validasi ahli dan praktisi memperoleh rataan 3,70 dengan kategori sangat baik. Hasil uji coba kelompok kecil  memperoleh rataan nilai 3,22 dengan kategori baik. Uji coba operasional dengan quasi eksperimen menunjukkan hasil kemampuan berpikir kritis memberikan perbedaan signifikan yaitu nilai kelas uji coba lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Persentase kemampuan berpikir kritis kelas uji coba 86,1% dengan kriteria kritis sekali dan kelas kontrol 57,7% kriteria cukup kritis, jadi ada peningkatan kemampuan berpikir kritis sebesar 28,4%. Uji korelasi menunjukkan koefisien korelasi +0,118,  apabila kemampuan berpikir kritis tinggi maka hasil belajar pun tinggi. Keterlaksanaan sintaks PBL dalam media sebesar 32,2 dan 82,97%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Pengembangan multimedia interaktif berbasis PBL mempunyai karakteristik yaitu terdapat forum sajian masalah, terdapat penyelidikan autentik, melibatkan disiplin ilmu lain, terdapat fitur membuat hasil karya, terdapat review ahli, terdapat eksperimen baru, game edukasi PBL, 2) multimedia interaktif berbasis PBL layak digunakan pada proses pembelajaran. 3) multimedia interaktif  berbasis PBL mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
PEMBELAJARAN KIMIA DENGAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MENGGUNAKAN LABORATORIUM REAL DAN VIRTUAL DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIK DAN KEMAMPUAN BERPIKIR ABSTRAK SISWA Kusnadi, Kusnadi; Masykuri, Mohammad; Mulyani, Sri
Jurnal Inkuiri Vol 2, No 02 (2013): Jurnal Inkuiri
Publisher : Jurnal Inkuiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

menggunkan metode Problem-based Learning (PBL) dengan media laboratorium real dan virtual, antarasiswa yang memiliki kemampuan matematik dan kemampuan berpikir abstrak tinggi dan rendah sertainteraksinya. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen, dengan faktorial 2x2x2, Sampel yang diambiladalah 2 kelas yaitu Kelas XI IPA 2 yang diberikan perlakuan menggunakan media laboratorium virtual dan padasiswa kelas XI IPA 3 yang diberikan perlakuan menggunakan media laboratorium real pada pokok bahasan lajureaksi tahun pelajaran 2011/2012. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan: 1) ada perbedaan prestasi belajarkognitif siswa antara pembelajaran dengan metode Problem-based Learning (PBL) yang menggunakan medialaboratorium real dan virtual, namun tidak ada perbedaan pada prestasi afektif; 2) kemampuan matematikmemberikan perbedaan prestasi belajar kognitif siswa namun tidak ada perbedaan pada prestasi afektif; 3)kemampuan berpikir abstrak tidak ada perbedaan prestasi belajar kognitif dan afektif siswa; 4) ada interaksi antarapembelajaran dengan metode Problem-based Learning yang menggunakan media laboratorium real dan virtualdengan kemampuan matematik terhadap prestasi belajar kognitif namun tidak ada interaksi pada prestasi afektif;5) ada interaksi antara pembelajaran dengan metode Problem-based Learning (PBL) yang menggunakan medialaboratorium real dan virtual dengan kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar, namun tidak adainteraksi pada prestasi afektif; 6) tidak ada interaksi antara kemampuan matematik dan kemampuan berpikirabstrak terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif siswa; dan 7) ada interaksi antara media, kemampuanmatematik, dan kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar kognitif siswa namun tidak ada interaksipada prestasi afektif.Kata kunci: kuasi eksperimental, prestasi kognitif, ranah afektif, dan laju reaksi
PENGARUH PENAMBAHAN KITOSAN TERHADAP BIODEGRADASI PLASTIK BERBAHAN DASAR POLIPROPILEN Tyasning, Diah Megasari; Masykuri, Mohammad
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.09 KB)

Abstract

ABSTRAK   Limbah plastik memiliki permasalahan lingkungan yang cukup serius. Polipropilen (PP) merupakan salah satu limbah plastik yang jumlahnya cukup banyak di lingkungan kita. Daur ulang limbah plastik polipropilen menjadi bioplastik ramah lingkungan merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi permasalahan lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan kitosan terhadap biodegradasi plastik berbahan dasar polipropilen. Dalam penelitian ini, limbah polipropilen digunakan sebagai matriks dengan kitosan sebagai filler dan dikumil peroksida (DCP) sebagai crosslink agent. Kitosan dengan berbagai komposisi sebesar 0, 5, 10, 15, 20 dan 5 + 1% DCP fraksi massa ditambahkan ke dalam polipropilen. Pembuatan plastik dilakukan  dengan metode blending. Bioplastik yang diperoleh selanjutnya dikarakterisasi gugus fungsi dan sifat biodegradasinya berturut-turut dengan FTIR dan perendaman dalam mikroba campuran (mixed microbial batch) dengan EM4. Pada uji biodegradasi didapat plastik yang paling degradabel adalah plastik dengan komposisi PP: Kitosan (% w/w) 80/20. Selanjutnya urutan biodegradabilitas berturut-turut adalah dengan perbandingan 85/15; 90/10; 95/ 5;  90/10 + 1% DCP; 100/0.   Kata kunci: Polipropilen, Kitosan, Dikumil Peroksida, Biodegradasi
Farmer Awareness to the Dangers of Heavy Metal Cadmium (Cd) Pollution due to Over-Fertilization in Sragen Regency Central Java Pradika, Visnu; Masykuri, Mohammad; Supriyadi, Supriyadi
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Vol 34, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.065 KB) | DOI: 10.20961/carakatani.v34i1.27222

Abstract

P fertilization can add Cd metal content to agricultural land because the raw material for making P fertilizer comes from phosphate rock which naturally contains Cd metal. Farmers assume that by providing fertilizers with high doses can provide maximum results. Community’s knowledge of heavy metals in the environment is still low. This study aims to examine the awareness of farmers in Sragen Regency Central Java to the potential of heavy metal pollution that occurs. This research was conducted from July to December 2017. The type of this research is quantitative descriptive research using a questionnaire with the number of respondents amounting to 10% of the number of farmers, namely 30 farmers. The results show that about 61.11% of the community doesn’t understand that the presence of heavy metals in the environment can cause many problems. About 60% of the community doesn’t understand that the inorganic fertilizers commonly used by them contain heavy metals (especially Cd metal). People unaware of heavy metal pollution due to over-fertilization is 65.01%. Although the community's knowledge and awareness of heavy metals are still low, the community awareness about environmentally friendly agriculture is high (61.33%). About 53.34% of the community doesn’t know that their behavior in using inorganic fertilizers in the long term will increase the accumulation of Cd metal in agricultural land and rice plant tissue. About 70% of the community doesn’t know that agricultural land that is used continuously to plant (without interspersed with non-paddy crops) will cause land degradation.
BIOREMEDIATION USING BACILLUS SUBTILIS AND SACCHAROMYCES CEREVISIAE TO REDUCE CHROMIUM IN ELECTROPLATING LIQUID WASTE Mardiyono, Mardiyono; Sajidan, Sajidan; Masykuri, Mohammad; Setyono, Prabang
SAINS TANAH - Journal of Soil Science and Agroclimatology Vol 16, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1112.837 KB) | DOI: 10.20961/stjssa.v16i2.29730

Abstract

The electroplating industry produces liquid waste containing a small number of heavy metals but is toxic. Wastewater containing chromium (Cr) absorbed into the soil will affect soil fertility. Waste management is needed so that the abiotic and biotic environment is not poisoned by Cr. Bioremediation using bacterial and fungal microbes are applicable to reduce Cr levels in electroplating liquid waste. The purpose of this research was to investigate the reduction level of Cr in electroplating liquid waste through bioremediation using Bacillus subtilis and Saccharomyces cerevisiae. Laboratory experiments were conducted using variations in microbial concentrations (102.5 cells ml-1 and 105 cells ml-1), variations in microbial types (Bacillus subtilis bacteria, Saccharomyces cerevisiae fungi, and mixtures of both microbes), and variations in incubation time (6, 12, and 24 hours). The initial Cr concentration and the results of the bioremediation process were determined by measuring the absorbance and the Cr levels using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Based on experiments, the use of Bacillus subtilis 102.5 cells ml-1 with a 24-hour incubation time reach the highest percentage reduction in Cr (88.96%), followed by 12-hours incubation time (84.73%), and 6-hours incubation time (79.21%). Furthermore, the use of a microbial mixture of Bacillus subtilis and Saccharomyces cerevisiae 102.5 cells ml-1 with 6-hours, 12-hours and 24-hours incubation time was able to reduce the levels of Cr respectively by 77.46%; 80.18% and 83.04%. Next, Saccharomyces cerevisiae 105 cells ml-1 with 6-hours, 12-hours, and 24-hours incubation time was able to reduce levels of Cr in a row by 50.17%; 52.35% and 55.63%. The results of this study indicate that the bioremediation process using the microbial Bacillus subtilis and Saccharomyces cerevisiae is proven to reduce the levels of Cr in the electroplating industry wastewater. The highest reduction results were achieved on the use of 24-hour incubation time and the use of Bacillus subtilis with a concentration of 102.5 cells ml-1 at 88.96%.
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA SMP/MTs BERORIENTASI PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI TEKANAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PROBLEM SOLVING SISWA Kurnia, Rachma Indah; Masykuri, Mohammad; Sarwanto, Sarwanto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Jurnal Inkuiri
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v4i3.9536

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang memadainya bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik PBL pada mata pelajaran IPA Problem Solving di SMP Negeri 1 Kecamatan Jetis sehingga menyebabkan belum adanya peningkatan kemampuan problem solving siswa secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan Modul fisika berorientasi PBL dengan materi tekanan yang valid; (2) mengetahui keefektifan modul untuk menunjang proses pembelajaran PBL dan keefektifan modul untuk meningkatkan kemampuan problem solving siswa. Jenis penelitian adalah penelitian dan pengembangan (R & D) dengan menggunakan model pengembangan bahan ajar 4-D. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kecamatan Jetis tahun pelajaran 2013-2014 yang terdiri dari 6 kelas parallel yang diambil secara acak, terdiri dari 1 kelas kontrol yaitu kelas VIII B dan 1 kelas eksperimen yaitu kelas VIIIA. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan 1) Modul Fisika berorientasi Problem Based Learning dengan materi pokok Tekanan telah valid; 2) modul dinyatakan efektif dalam menunjang proses pembelajaran karena kelas yang menggunakan modul; ketuntasan belajar siswa tercapai, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran memenuhi kriteria efektif, aktivitas siswa dalam kelas eksperimen memenuhi kriteria aktif, dan respon siswa terhadap pembelajaran di kelas adalah positif. Modul dinyatakan efektif untuk meningkatkan kemampuan problem solving. Hasil Uji statistik memperoleh signifikansi sebesar 0,003 yang menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan Problem Solving yang signifikan pada kelas yang menggunakan modul Fisika berorientasi PBL dibandingkan kelas yang tidak menggunakan modul.
FEASIBILITY OF RESPIRATORY SYSTEM MODULE BASED ON CREATIVE PROBLEM SOLVING LEARNING MODEL WITH MIND MAPPING TO EMPOWER PROBLEM SOLVING SKILLS Sugiyanto, Fadilah Nur; Masykuri, Mohammad; Muzzazinah, Muzzazinah
EDUSAINS VOL 10, NO 2 (2018): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.142 KB) | DOI: 10.15408/es.v10i2.8054

Abstract

KELAYAKAN MODUL SISTEM PERNAPASAN BERBASIS CREATIVE PROBLEM SOLVING DISERTAI MIND MAPPING UNTUK MEMBERDAYAKAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH        AbstractThe aim of this research is to describe the feasibility of respiratory system module based on Creative Problem Solving learning model with mind mapping to empower problem solving skill. This research was a research and development by using descriptive percentage technique. The feasibility of module is tested through a validation stage by a team of experts, practitioners, and students. Validation results by experts? show, respiratory system module expressed in appropriate criteria and very good category. This result is supported by the results of the appraisement of practitioners and students with an average grade on very good category. The results indicate that the respiratory system module is worthy can be used to empower problem solving skills.AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan kelayakan modul sistem pernapasan berbasis model pembelajaran Creative Problem Solving disertai mind mapping untuk memberdayakan keterampilan pemecahan masalah. Penelitian ini merupakan penelitian Research & Develompment (R&D) dengan menggunakan teknik deskriptif persentase. Hasil validasi modul sistem pernapasan oleh ahli dengan kriteria layak dan dengan kategori sangat baik. Hasil tersebut didukung oleh hasil penilaian praktisi pendidikan dan siswa, dengan kategori nilai rata-rata sangat baik. Hasil ini mengindikasi bahwa modul sistem pernapasan hasil pengembangan layak digunakan untuk memberdayakan keterampilan pemecahan masalah.kurang, 15% dengan kategori kurang, 3% dengan kategori baik, dan 27% dengan kategori sangat baik. 
PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) KIMIA SMA/MA BERBASIS LEARNING CYCLE 5E PADA MATERI LAJU REAKSI Hapsari, Natalia Diyah; Masykuri, Mohammad; Yamtinah, Sri
Jurnal Inkuiri Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berbasis Learning Cycle 5E, (2) mengetahui kualitas Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berbasis Learning Cycle 5E, (3) mengetahui efektivitas Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berbasis Learning Cycle 5E untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian dan pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berbasis Learning Cycle 5E menggunakan prosedur penelitian dan pengembangan dari Borg and Gall yang disederhanakan menjadi 9 tahapan yaitu: (1) penelitian pendahuluan dan pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk, (4) uji coba lapangan awal, (5) revisi produk awal, (6) uji coba pelaksanaan lapangan, (7) penyempurnaan produk hasil uji coba lapangan, (8) uji coba pelaksanaan lapangan, (9) penyempurnaan produk akhir. Analisis Data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan: (1) telah berhasil dikembangkan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berbasis Learning Cycle 5E pada materi Laju Reaksi yang dilakukan berdasarkan tahapan penelitian dan pengembangan R&D yang terdiri dari 9 tahapan, (2) kualitas Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berbasis Learning Cycle 5E pada materi Laju Reaksi memiliki kualitas sangat baik pada aspek komponen kelayakan isi, bahasa, penyajian dan kegrafisan dengan persentase sebesar 84,06% berdasarkan penilaian siswa dan 90,88% berdasarkan penilaian guru, (hasil uji efektivitas pada aspek pengetahuan terdapat perbedaan antara kelas eksperimen (pembelajaran dengan menggunakan model Learning Cycle 5E disertai Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berbasis Learning Cycle 5E ) dan kelas baseline (pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E tanpa disertai Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berbasis Learning Cycle 5E ),, sedangkan pada aspek sikap dan keterampilan tidak terdapat perbedaan.
Co-Authors Adhin Setyo Winarko Ahmad Mughofar Aji, Alfian Chrisna Anafidah, Alfi Anggraeni Mashinta S, Anggraeni Ari Syahidul Shidiq Ashadi *, Ashadi Ashadi Ashadi Astuti, Fitriana Nur Bakti Mulyani Baskoro Adi Prayitno Basri, K. Ivo Bayu Antrakusuma, Bayu Budi Utami Cari Cari Diah Megasari Tyasning Dian Kresnadipayana, Dian Diyan Lisdianto, Diyan Elfi Susanti V. H. Endah Setyorini, Endah Erma Novitasari Fadilah Nur Sugiyanto, Fadilah Nur Handayani, Ulfatun Hasanah, Izzatul Idam Ragil Widianto Atmojo Ima Aryani, Ima Indah Damayanti, Indah Indriyani Palayaswati, Indriyani Isna, Renia Isnaneny, Fatma Yuny Koniawan Fajar Rahmanto, Koniawan Fajar Kristianita Sunaringtyas, Kristianita Kusnadi Kusnadi Lestari Lestari Lestari, Nurdiyah Lina Mahardiani Lukman Hakim Mardiyono Mardiyono Maria Ulfa Maridi Maridi Mulyani, Bhakti Mulyanto Mulyanto Murningsih, Ira Maya Tri Musyawaroh Musyawaroh, Musyawaroh Muzzazinah Muzzazinah Nandariyah, Nandariyah Natalia Diyah Hapsari Nonoh Siti Aminah Nonoh Siti Aminah Novi Dwi Ariani, Novi Dwi Novianto, Nur Kholis Nugroho, Kuatna Muchsin Nugroho, Maulida Mawadati Nurhamidah, Dewi Nursa’ban, Eva Pertiwi, Yuliyanti Hana Pinilih, Fitria Wahyu Prabang Setyono Pradika, Visnu PUGUH KARYANTO Rachma Indah Kurnia, Rachma Indah Rani Fathonah S, Rani Retno Rosariastuti Riani Dwi Utari Riezky Maya Probosari Rodi Rodi, Rodi S. Suciati Sajidan Sajidan Sarry Saraswaty Sarwanto Sarwanto Sentot Budi Rahardjo Siti Muthmainah Soebiyanto, Soebiyanto Sri Dwiastuti Sri Mulyani Sri Widoretno Sri Yamtinah Sriyanto, Budi Subandiyantoro, Subandiyantoro Suciati Suciati Sukarmin Sukarmin Sulistyo Saputro Suparmi Suparmi Supriyadi Supriyadi Suranto, S. Sutanto, Alimin Sutarno Sutarno Sutopo Sutopo Suyamto, Joko Titis Srimuda Pitana, Titis Srimuda Tri Aulia Mutia Rahma Guritno, Tri Aulia Mutia Wahyuni, Nita Tri Widha Sunarno Yuliansyah, Rifad Nurma Yuliati Yuliati Yuliatun, Leny Yusuf, St Muthmainnah