Articles

Found 29 Documents
Search

PENGARUH KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DENGAN DEKOMPOSER TRICHODERMA HARZIANUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELEDRI PADA TANAH ALUVIAL Sarwono, Sarwono; Inpurwanto, Inpurwanto; maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.595 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dengan dekomposer Trichoderma harzianumyang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri pada tanahaluvial.Penelitian dimulai sejak tanam sampai panen dari tanggal 6 februarisampai tanggal 26 Maret 2015. Lokasi penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak.Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan, 4 ulangan dan setiap ulangan terdapat 4 sampel tanaman, jumlah keseluruhan tanaman sebanyak 96 tanaman. Perlakuan sebagai berikut: (t0)pemberian 0,00 g kompos TKKS,(t1)pemberian 30,25 g kompos TKKS/polibag setara dengan 10% bahan organik, (t2) pemberian 257,12 g kompos TKKS/polibag setara dengan 13% bahan organik, (t3)pemberian483,99 g kompos TKKS/polibag setara dengan 16% bahan organik, (t4)pemberian 710,87g kompos TKKS/polibagsetara dengan 19% bahan organik, dan(t5) pemberian937,74 g kompos TKKS/polibag setara dengan 22% bahan organik. Variabel pengamatan : tinggitanaman (cm), jumlahdaun (helai), volume akar (cm3), beratsegartanaman (g), beratkeringtanaman(g), klorofildaun (Spad Unit), danJumlahAnakan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos  TKKS dengan dekomposer Trichoderma harzianummemberikan pertumbuhan dan hasil yang baikterhadap pertumbuhantanaman seledripada tanah aluvial. Semakin bertambah dosiskompos TKKS dengan dekomposer Trichoderma harzianummakapertumbuhan dan hasil tanaman seledri juga semakin meningkat.
PENGARUH BERBAGAI PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL MAGDALENA, MAGDALENA; MAULIDI, MAULIDI; SUSANA, RINI
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Berbagai Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah pada Tanah Aluvial Magdalena1), Maulidi2), Rini Susana2)(1)Mahasiswa Fakultas Pertanian (2)Staf Pengajar Fakultas PertanianUniversitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAK Bawang merah merupakan komoditas yang memiliki nilai jual tinggi, dimana ketersediaan terbatas namun permintaan tinggi. Daerah Kalimantan Barat mempunyai tanah yang potensial untuk dikembangkan sebagai areal pertanaman bawang merah, salah satunya adalah tanah aluvial. Pemberian pupuk kandang kotoran hewan pada tanah aluvial diharapkan dapat memperbaiki struktur tanah sehingga pertumbuhan tanaman bawang merah dapat lebih optimal, struktur tanah yang gembur akan memudahkan perkembangan umbi bawang merah.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pupuk kandang yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak dimulai pada tanggal 28 Maret sampai 29 Mei 2017 menggunakan Rancangan Acak  Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan 4 ulangan. Perlakuan yang dimaksud : m1= pupuk kandang Ayam, m2 = pupuk kandang Sapi, m3= pupuk kandang kambing, m4= pupuk kandang bebek, m5= pupuk kandang puyuh.  Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat segar umbi per rumpun, berat kering angin umbi per rumpun.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai jenis pupuk kandang memberikan pengaruh nyata terhadap variabel pengamatan tinggi tanaman minggu ke-4 dan minggu ke-6, jumlah daun minggu ke-4 dan minggu ke-6, berat segar umbi per rumpun, berat kering angin umbi per rumpun, namun berpengaruh tidak nyata pada variabel pengamatan tinggi tanaman minggu ke-2, jumlah daun minggu ke-2 dan jumlah anakan per rumpun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam, pupuk kandang kambing, pupuk kandang bebek dan pupuk kandang puyuh memberikan pertumbuhan dan hasil bawang merah yang lebih baik dibandingkan dengan pemberian pupuk kandang sapi pada pada tanah aluvial. Kata kunci : Aluvial, Bawang merah, Pupuk kandang. 
CHARACTERIZATION OF RICE MILLS OF BLACK TABAH WHICH IS IN THE COBALT-60 RAY RADIATION 300 GRAY IN WILD LAND AGROTEKNOLOGI 2014, CHANDRA; palupi, Tantri; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.987 KB)

Abstract

Characterization of Steadfast Black Rice is an observation process that aims to find out and find characters. The purpose of this study was to determine morphological and agronomic characteristics of Tabah black rice rice mutants that had been radiation with Cobalt-60 300 Gray. This research was carried out in the rice field of the Main Seedling Center. Sui snapper. The results of observing the ability to reproduce (a little), stiffness of the stem (mostly arch), flair (0% = 3%), (1% = 14.4%), (2% = 12.6%), 3% = 7, 2%), plant height (short, 16.2%), (medium, 20.4%), (high, 3%), out of panic (SMKS, 3%), (SMKL, 4.8%), ( Vocational School, 28.2%), (MTK, 5.4%), hair loss (Easy), grain application (Fertil), plant age (152), seedling height (32.1cm), long leaves (short, 2, 4 %), (medium, 18.6%), (length, 14.4%), (very long 0.6%), leaf width (1.8 cm), leaf surface (medium), leaf angle (<45 ?), corner of flag leaf (upright, 1.8%), (medium, 24%), (horizontal, 10.2%), leaf neck color (light green), white leaf color (white), leaf color of the book ( yellow gold 33%), (green 3%), color of leaf blade (dark green), color of leaf midrib (green), length of leaf tongue (1.1 cm, 6%), (1.2 cm 15.6%) , (1.3 cm 12%), (1.4 cm 2.4%), leaf tongue color (white), leaf tongue shape (2-gap), number of tillers (6), stem angle (medium), color stem segment (golden yellow), panicle length (26.7cm), ti ma ma lai (between medium 0.6%), (between medium and open, 4.2%), (open 31.2%) secondary panicle (small), panicle (straight), color of lemma and palea (Brown spots on setting 33%), (yellow, 3%), grain color (purple 33%), (yellow straw 3%), seeds long (long), long broken skin (long), weight 100 grains 2 grams).
PENGARUH PANJANG ENTRIS TERHADAP PERTUMBUHAN SAMBUNG PUCUK TANAMAN JAMBU AIR CITRA Adriantono, Adriantono; Listiawati, Agustina; maulidi, maulidi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh panjang entris terhadap pertumbuhan jambu air citra. Penelitian ini dilaksanakan dilokasi jalan Tanjung Raya 2 Gg. Haji Gani Kabupaten Kubu Raya selama 3 bulan. Metode yang digunakan  dalam penelitian ini  adalah metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan  Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan, 5 ulangan dan terdapat 4 tanaman sampel yaitu: p1 (panjang entris 5 cm), p2 (panjang entris 10 cm), p3 (panjang entris 15 cm), p4 (panjang entris 20 cm) dan p5 (panjang entris 25 cm). Variabel yang diamati adalah: Persentase Tanaman Hidup (%), Jumlah Daun yang Tumbuh (helai), Panjang Tunas (cm). Pada penelitian ini tidak ditemukan panjang entris yang terbaik untuk pertumbuhan sambung pucuk tanaman jambu air citra. Tetapi panjang entris yang efektif ditunjukan oleh pertumbuhan sambung pucuk dengan menggunakan panjang entris 10 cm.
PENGARUH BOKASI BATANG PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA PADA TANAH ALUVIAL SETIAWAN, ANDRE; MAULIDI, MAULIDI; DARUSSALAM, DARUSSALAM
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui dosis bokasi batang pisang yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian berlangsung dari tanggal 9 September 2017 sampai dengan tanggal 8 November 2017. Rancangan penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 kali ulangan, setiap unit percobaan terdiri dari 3 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah b0 = tanpa pemberian bokasi batang pisang, b1 = 10% bokasi batang pisang setara dengan 387 g/polybag, b2 = 15% bokasi batang pisang setara dengan 825 g/polybag, b3 = 20% bokasi batang pisang setara dengan 1.265 g/polybag dan b4 = 25% bokasi batang pisang setara dengan 1.703 g/polybag. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah volume akar, tinggi tanaman, jumlah daun, klorofil daun, berat kering akar tanaman berat kering bagian atas tanaman, jumlah buah pertanaman dan berat buah pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokasi batang pisang berpengaruh nyata terhadap volume akar, tinggi tanaman, jumlah daun, berat kering akar tanaman, berat kering bagian atas tanaman, jumlah buah pertanaman dan berat buah pertanaman namun berpengaruh tidak nyata terhadap klorofil daun tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokasi batang pisang dengan dosis 10% merupakan dosis yang efektif untuk pertumbuhan dan hasil tanaman okra pada tanah aluvial.Kata kunci : Aluvial, bokasi batang pisang, okra
PENGARUH PUPUK N P DAN K TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS SECARA TUMPANGSARI DENGAN KACANG TANAH DI LAHAN GAMBUT YANA, YANA; MAULIDI, MAULIDI; WARGANDA, WARGANDA
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                                  ABSTRAKJagung manis merupakan salah satu tanaman pangan yang banyak dikonsumsi karena memiliki rasa yang lebih manis dari jagung biasa dan umur produksinya lebih singkat. Permasalahan dalam budidaya jagung manis adalah beralihnya fungsi lahan dan kesuburan tanah yang rendah. Penggunaan pupuk N, P dan K dapat mengatasi kesuburan tanah yang rendah dan optimalisasi lahan dengan pola tumpangsari dapat menjadi solusi untuk budidaya jagung manis. Penelitian ini bertujuan untuk mencari dosis pupuk N, P dan K yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis secara tumpangsari dengan kacang tanah pada lahan gambut. Penelitian dimulai dari Maret sampai Mei 2017. Penelitian dilaksanakan di Desa Bintang Mas II Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan, 4 ulangan dan setiap ulangan terdapat 8 sampel tanaman. Perlakuan yang di maksud sebagai berikut : p1 = 1,7 g Urea, 0,96 g SP-36, 0,55 g KCl/ tanaman (25% dari dosis anjuran ), p2 = 3,4 g Urea, 1,92 g SP-36, 1,11 g KCl/ tanaman (50% dari dosis anjuran), p3 = 5,1 g Urea, 2,88 g SP-36, 1,66 g KCl/ tanaman (75% dari dosis anjuran), p4 = 6,8 g Urea, 3,84 g SP-36, 2,22 g KCl/ tanaman (100% dari dosis anjuran), p5 = 8,5 g Urea, 4,80 g SP-36, 2,77 g KCl/ tanaman (125% dari dosis anjuran). Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman volume akar, berat kering, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol dan diameter tongkol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk N, P dan K berpengaruh nyata terhadap volume akar, berat kering tanaman, tinggi tanaman, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot dan diameter tongkol, tetapi berpengaruh tidak nyata pada variabel panjang tongkol. Pemberian pupuk N, P dan K sebesar 25% dari dosis anjuran setara dengan 1,7 g Urea, 0,96 g SP-36, 0,55 g KCl/ tanaman merupakan dosis yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis secara tumpangsari dengan kacang tanah di lahan gambut.Kata kunci: jagung manis, n, p dan k, gambut, tumpangsari
KARAKTERISASI MORFOLOGI FASE VEGETATIF BERAS HITAM SENAKIN DAN BELIAH PADA TANAH SAWAH Sunardi, Sunardi; Tantri Palupi, Tantri Palupi; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakterisasi morfologi padi beras hitam lokal di Indonesia khususnya di Kalimantan Barat sangat diperlukan. Ini dilakukan untuk memahami karakter spesifik yang kemungkinan dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki dan menghilangkan karakter yang tidak diinginkan dalam program perbaikan varietas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan karakter fase vegetatif padi beras hitam Senakin dan Beliah di tanah sawah berdasarkan Panduan Sistem Karakterisasi dan Evaluasi Tanaman Padi (Departemen Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Komisi Nasional Plasma Nutfah 2003). Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, sejak 31 Agustus 2016 sampai dengan 10 Januari 2017. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 2 (dua) perlakuan yaitu varietas Senakin dan Beliah. Setiap perlakuan diulang 8 (delapan) kali,dan setiap ulangan terdiri dari 6 (enam) sampel tanaman, sehingga pada penelitian ini diperoleh 96 unit percobaan. Variabel yang diamati adalah tinggi bibit, panjang daun, permukaan daun, sudut daun bendera, warna leher, warna helai daun, warna pelepah daun, bentuk lidah, sudut batang, tinggi tanaman, jumlah anakan dan pengamatan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter morfologi padi varietas Senakin yaitu memiliki  panjang daun 44 cm, permukaan daun berambut, sudut daun bendera (+45) atau tergolong sedang, warna leher daun hijau muda, helai daun berwarna hijau tua, pelepah daun berwarna hijau, bentuk lidah 2-cleft, sudut batang sedang, jumlah anakan padi 14 anakan, dan pertumbuhan tinggi tanaman pada fase pembungaan atau fase vegetatif maksimum yaitu 115 cm. Kemudian untuk karakter morfologi varietas Beliah yaitu memiliki panjang daun 50 cm, permukaan daun berambut, sudut daun bendera tegak, warna helai daun hijau muda, helai daun berwarna hijau tua, pelepah daun berwarna hijau, bentuk lidah 2-cleft, sudut batang sedang, jumlah anakan padi 12 anakan, dan pertumbuhan tinggi tanaman pada fase vegetatif maksimum yaitu 122 cm.Kata Kunci : Karakterisasi, fase vegetatif, Morfologi, Padi lokal beras hitam Senakin dan Beliah
THE EFFECT OF DRIED LEAVES NUTRIENT INGREDIENTS BANANA WATERMELON PLANT GROWTH ON ALLUVIAL SOIL Mariana, Mariana; Listiawati, Agustina; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine dried leaves nutrient ingredients banana the best of the watermelon plant growth on alluvial soil. research conducted in the faculty of agriculture universities Tanjungpura pontianak. This study took place from 28 February 2016 to 24 June 2016, using a randomized block design (RAK) consists of a single factor, five treatments and repeated four times with three plant samples. The carrying out of this research are k1=7,5 kg / plot equivalent to 10 ton/ha, k2= 15 kg/ plot eguivalent to 20 ton/ha, k3= 22,5 kg/plot equivalent to 30 ton/ha, k4=30 kg/plot equivalent to 40 to/ha, k5= 37,5 kg/plot equivalent to 50 ton/ha. variable observation in this study was the time of flowering, root volume and dry weight of plants. Award dried leaves nutrient ingredients banana 7,5 kg /seedbed par with 10 ton/ha, an effective dose of the watermelon plant growth on alluvial soil.
PENGARUH MOL BATANG PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU PADA TANAH ULTISOL Handoko, Duwi; Astina, Astina; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pupuk cair MOL batang pisang yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau pada tanah ultisol, yang dilaksanakan di Jalan Sulawesi Gang Keluarga Kota Pontianak. Penelitian dilaksanakan dari tanggal  27 Desember 2013 sampai dengan tanggal 27 April 2014. Metode eksperimen yang menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 6 taraf perlakuan dan 4 ulangan. Setiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga tanaman berjumlah 96 tanaman. Perlakuan tersebut adalah t0 =  tanpa pemberian mikroorganisme lokal (MOL) batang pisang, t1 = pupuk cair mol batang pisang dengan konsentrasi 10 ml/l,                  t2 = pupuk cair mol batang pisang dengan konsentrasi 20 ml/l, t3= pupuk cair mol batang pisang dengan konsentrasi 30 ml/l, t4 = pupuk cair mol batang pisang dengan konsentrasi 40 ml/l, dan t5=  pupuk cair mol batang pisang dengan konsentrasi 50 ml/l. Variabel pengamatan meliputi : tinggi tanaman (cm), berat kering tanaman (g), jumlah polong per tanaman, volume akar (cm3), luas daun total (cm2), berat polong per tanaman (g), dan berat biji kering per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh mol batang pisang tidak dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman kacang hijau kecuali terhadap luas daun total dan pemberian mol batang pisang 50 ml/l memberikan hasil yang tertinggi pada variabel luas daun total, dan pemberian mol batang pisang cenderung memberikan pertumbuhan dan hasil yang lebih baik jika konsentrasinya semakin tingkatkan.
PENGARUH LIMBAH SLUDGE KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING sujito, bambang; maulidi, maulidi; mustamir, elly
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.304 KB)

Abstract

PENGARUH LIMBAH SLUDGE KELAPA SAWIT TERHADAP   PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Bambang Sujito(1) Maulidi(2) Elly Mustamir(3)(1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2)Staf Pengajar Fakultas PertanianUniversitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis limbah sludge kelapa sawit terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di tanah Podsolik Merah Kuning. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak yang berlangsung 24 Juli 2017 sampai tanggal 23 September 2017. Metode yang digunakan adalah Percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan, 5 ulangan, dan 3 tanaman sampel. Pemberian limbah sludge kelapa sawit yaitu s1 6% (setara dengan 655 g/polibag ), s28% (setara dengan 887 g/polibag),s3 10% (setara dengan 1.104 g/polibag), s4 12% (setara dengan 1.309 g/polibag), dan s5 14% (setara dengan 1.502 g/polibag). Pengamatan yang dilakukan yaitu jumlah daun, jumlah anakan, berat segar umbi, dan berat kering umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian limbah sludge kelapa sawit berpengaruh nyata terhadap variabel berat segar umbi dan berat kering umbi namun berpengaruh tidak nyata pada variabel pengamatan jumlah daun dan jumlah anakan perumpun. Berdasarkan hasil selama penelitian dapat di simpulkan bahwa pemberian limbah sludge kelapa sawit sebanyak 8% merupakan perlakuan yang efektif dalam meningkatkan berat kering angin umbi sebanyak 4,81 ton/ha. Kata kunci : Bawang merah, limbah sludge kelapa sawit, podsolik merah kuning.   Effect of Palm Sludge Wastes on Growth and Red onion Result on Ultisol Bambang Sujito (1) Maulidi (2) Elly Mustamir (3)(1) Student of Faculty of Agriculture and (2) Faculty of Agriculture FacultyUniversity of Tanjungpura Pontianak ABSTRAK This study aims to determine the dosage of palm sludge waste to the growth and yield of onion crops in ultisol soil This research was conducted on experimental farm Faculty Of Tanjungpura Pontianak University which took place July 24, 2017 until 23 September 2017 The method used is Completely Randomized Design Trial (RAL) consisting of 5 treatments, 5 replications, and 3 sample plants. Sludge oil palm waste is s1 6% (equivalent to 655 g / polybag), s2 8% (equivalent to 887 g / polybag), s3 10% (equivalent to 1.104 g / polybag), s4 12% (equivalent to 1,309 g / polybags), and s5 14% (equivalent to 1.502 g / polybags). Observations made were number of leaf, number of tillers, fresh weight of tubers, and dry weight of tubers The result of this research showed that the effluent of oil palm sludge had significant effect to the fresh weight and tuber weight, but it was not significant in the observation variable of the number of leaves and the number of tillers. Based on the results during the research can be concluded that the provision of waste oil palm sludge as much as 8% is an effective treatment in increasing the dry weight of tuber bulbs as much as 4.81 tons / ha. Keywords: Red Onion, Sludge Waste Palm Oil, Ultisol