Eflita Meiyetriani
Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan UPN Veteran Jakarta

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

PERAN PENGETAHUAN GIZI DALAM MENENTUKAN KEBIASAAN SARAPAN ANAK-ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI DI PONDOK LABU, JAKARTA SELATAN Sofianita, Nur Intania; Arini, Firlia Ayu; Meiyetriani, Eflita
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 10 No. 1 (2015)
Publisher : Food and Nutrition Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.25 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2015.10.1.%p

Abstract

ABSTRACTThis study aimed to analyze the determinant factors that influence the breakfast habits in children in public primary schools in Pondok Labu, South Jakarta. The cross-sectional study was applied. The subject was selected in random sampling. Subjects were 300 students in grade 3,4, and 5 in SDN 03, 04, 09, and 10 Pondok Labu, South Jakarta. The analysis performed using chi-square analysis and multivariate logistic regression. The results showed that the breakfast habits of primary school children by 71.7% with a median energy of 246 kcal. The results showed a significant correlation between breakfast habits of the sexes, the availability of breakfast and breakfast nutrition knowledge (p<0.05). The school children breakfast was significantly affected by nutritional knowledge (p<0.05).Keywords: breakfast, children, knowledgeABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor dominan yang memengaruhi kebiasaan sarapan pada anak-anak sekolah dasar negeri di Pondok Labu, Jakarta Selatan. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan penarikan subjek secara random sampling. Subjek berjumlah 300 siswa kelas 3, 4, dan 5 di SDN 03, 04, 09, dan 10 Pondok Labu, Jakarta Selatan. Analisis yang digunakan adalah chi-square dan multivariat regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan sarapan pada anak sekolah dasar sebesar 71,7% dengan median energi sarapan sebesar 246 kkal. Terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, ketersediaan sarapan, dan pengetahuan gizi dengan kebiasaan sarapan (p<0,05). Kebiasaan sarapan pada anak sekolah dasar sangat dipengaruhi oleh pengetahuan gizi.Kata kunci: anak sekolah, pengetahuan, sarapan
Peran Dokter Ahli Kebidanan dan Kandungan Meiyetriani, Eflita; Utomo, Budi; Besral, Besral; Santoso, Budi Iman; Salmah, Sjarifah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 7 No. 1 Agustus 2012
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.912 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v7i1.74

Abstract

Salah satu bentuk medikalisasi kelahiran adalah angka persalinan sectio caesarea yang tinggi. Hasil beberapa studi menunjukkan bahwa dokter ahli kebidanan dan kandungan merupakan faktor penting yang menentukan persalinan yang dijalani responden. Penelitian ini bertujuan menilai perandokter ahli kebidanan dan kandungan dalam mengambil keputusan untuk melakukan sectio caesarea dibandingkan persalinan normal dengan mengontrol variabel sosiodemografi dan faktor risiko ibu. Penelitian dilakukandengan metode cross sectional menggunakan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) DKI Jakarta. Populasi penelitian adalah wanita pernah kawin usia 15 – 44 tahun yang memiliki riwayat melahirkan 5 tahun terakhir sebelum survei dilakukan. Hasil penelitian menunjukkanpemilihan petugas pelayanan antenatal berhubungan dengan persalinan sectio caesarea, tetapi hubungan ini tidak berdiri sendiri, terkait dengan pengaruh status ekonomi rumah tangga. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara responden yang memilihdokter ahli kebidanan dan kandungan sebagai petugas pelayanan antenatal dengan persalinan sectio caesarea yang juga dipengaruhi oleh status sosial ekonomi rumah tangga responden. Selain status sosial ekonomi, variabel yang berhubungan dengan persalinan sectio caesarea adalah usiaibu, paritas ibu, pendidikan ibu, riwayat komplikasi kehamilan, dan riwayat perdarahan.Kata kunci: Sectio caesarea, dokter ahli kebidanan dan kandungan, sosiodemografi, faktor risiko ibuAbstractOne of the birth medicalization form is the high number of sectio caesarea deliveries. Result of some studies shows that obstetrician is a factor which can determine the preference type of delivery. The purpose of this study is to assess the role of the obstectrician in order to make decision making inpreference sectio caesarea delivery than vaginal delivery after controlled with sociodemographic factors and maternal risk factor. The study was a cross sectional study using a quantitative approach. This study using secondary data which obtained from Indonesia Demographic and Health Survey 2007 with subset of the research is DKI Jakarta region. Population of this study was married women with age between 15 – 44 years old who has delivery history in term of 5 years before the survey. The study shows significant correlation between prenatal care workers with sectio caesarea delivery but this correlation also has an interaction with household economic status variables. There is significant correlation between respondent whose prenatal care with obstectrician with sectio caesarea delivery. This correlation also related with household economic status. Others variables related to sectio caesarea delivery beside social economic status are maternalage, parity, maternal education, complication during pregnancy history, and bleeding history.Keywords: Sectio caesarea, obstetrician, sociodemographic, maternal risk factor
Peran Dokter Ahli Kebidanan dan Kandungan Meiyetriani, Eflita; Utomo, Budi; Besral, Besral; Santoso, Budi Iman; Salmah, Sjarifah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 7 No. 1 Agustus 2012
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.912 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v7i1.74

Abstract

Salah satu bentuk medikalisasi kelahiran adalah angka persalinan sectio caesarea yang tinggi. Hasil beberapa studi menunjukkan bahwa dokter ahli kebidanan dan kandungan merupakan faktor penting yang menentukan persalinan yang dijalani responden. Penelitian ini bertujuan menilai perandokter ahli kebidanan dan kandungan dalam mengambil keputusan untuk melakukan sectio caesarea dibandingkan persalinan normal dengan mengontrol variabel sosiodemografi dan faktor risiko ibu. Penelitian dilakukandengan metode cross sectional menggunakan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) DKI Jakarta. Populasi penelitian adalah wanita pernah kawin usia 15 – 44 tahun yang memiliki riwayat melahirkan 5 tahun terakhir sebelum survei dilakukan. Hasil penelitian menunjukkanpemilihan petugas pelayanan antenatal berhubungan dengan persalinan sectio caesarea, tetapi hubungan ini tidak berdiri sendiri, terkait dengan pengaruh status ekonomi rumah tangga. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara responden yang memilihdokter ahli kebidanan dan kandungan sebagai petugas pelayanan antenatal dengan persalinan sectio caesarea yang juga dipengaruhi oleh status sosial ekonomi rumah tangga responden. Selain status sosial ekonomi, variabel yang berhubungan dengan persalinan sectio caesarea adalah usiaibu, paritas ibu, pendidikan ibu, riwayat komplikasi kehamilan, dan riwayat perdarahan.Kata kunci: Sectio caesarea, dokter ahli kebidanan dan kandungan, sosiodemografi, faktor risiko ibuAbstractOne of the birth medicalization form is the high number of sectio caesarea deliveries. Result of some studies shows that obstetrician is a factor which can determine the preference type of delivery. The purpose of this study is to assess the role of the obstectrician in order to make decision making inpreference sectio caesarea delivery than vaginal delivery after controlled with sociodemographic factors and maternal risk factor. The study was a cross sectional study using a quantitative approach. This study using secondary data which obtained from Indonesia Demographic and Health Survey 2007 with subset of the research is DKI Jakarta region. Population of this study was married women with age between 15 – 44 years old who has delivery history in term of 5 years before the survey. The study shows significant correlation between prenatal care workers with sectio caesarea delivery but this correlation also has an interaction with household economic status variables. There is significant correlation between respondent whose prenatal care with obstectrician with sectio caesarea delivery. This correlation also related with household economic status. Others variables related to sectio caesarea delivery beside social economic status are maternalage, parity, maternal education, complication during pregnancy history, and bleeding history.Keywords: Sectio caesarea, obstetrician, sociodemographic, maternal risk factor
Intervensi Pendidikan Gizi Seimbang terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Anak-Anak Sekolah Sofianita, Nur Intania; Meiyetriani, Eflita; Arini, Firlia Ayu
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian : untuk melihat pengaruh intervensi pendidikan gizi seimbang terhadap pengetahuan, sikap dan praktik anak sekolah dasar negri di Depok. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuasi eksperimen dengan menggunakan rancangan non randomized pre test and post test non control design. Subjek penelitian  adalah anak-anak SDN 1 Krukut dan SDN 1 Limo Depok kelas 4 dan 5. Analisis data dengan menggunakan uji t pre dan post test. Intervensi pendidikan gizi dilaksanakan dengan menggunakan poster, leaflet dan booklet gizi seimbang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi sebesar 23% dengan p (0,000), perubahan sikap ada peningkatan sebesar 10,3% dengan p (0,000) dan perubahan praktik sedikit meningkat sebesar 1,6% dengan p (0,000). 
THE PREVALENCE OF HYPERURICEMIA AND ASSOCIATED FACTORS IN DEPOK Meiyetriani, Eflita; Hamzah, Hamzah; Lima, Florensia
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 3: No. 2 (November, 2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.549 KB) | DOI: 10.29103/averrous.v3i2.444

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi peningkatan kejadian hiperurisemia dan hal terakhir ini telah menarik perhatian karena berkaitan dengan penyakit yang berhubungan dengan gaya hidup orang dewasa, bersama dengan hipertensi, diabetes dan dislipidemia. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan ada hubungan antara resistensi insulin dan hiperurisemia dengan metabolik sindrom.Belum ada data yang pasti mengenai besarnya angka kejadian hiperurisemia pada masyarakat Indonesia. Penelitian potong lintang ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi hiperurisemia dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di Kota Depok, Jawa Barat. Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang yang dilaksanakan di Kota Depok pada periode bulan Maret 2014 sampai Mei 2014.  Sebanyak 70 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan bersedia menjadi responden penelitian terlibat dalam penelitian ini.Uji kai kuadrat dilanjutkan dengan analisis multivariat uji regresi logistik dilakukan untuk mendapatkan faktor-faktor yang berhubungan dengan hiperurisemia. Sebanyak 18,6% mengalami hiperurisemia dimana frekuensi yang lebih sering pada laki-laki, usia di atas 50 tahun, pendidikan akhir sekolah dasar, tidak bekerja dan memiliki riwayat mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi purin. Analisis multivariat menunjukkan hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, usia, pekerjaan dan riwayat konsumsi purin. Oleh karena prevalensi hiperurisemia yang relatif tinggi maka disarankan perubahan perilaku konsumsi makan dan kontrol terhadap kosumsi purin yang dapat meminimalisir terjadinya kondisi ini. Lebih lanjut disarankan untuk banyak minum dan makan buah-buahan, menghindari stress dan melakukan aktivitas fisik secara teratur.