Articles

Found 2 Documents
Search

RONGGENG AMEN SEBAGAI IDENTITAS MASYARAKAT CIAMIS Melati, Dewi
Saraswati Jurnal Mahasiswa Seni Tari
Publisher : Saraswati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengupas kesenian Ronggeng Amen dari Kabupaten Ciamis sebagai identitas masyarakat Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Tari adalah segi budaya merupakan wujud yang penting dalam membaca „pandangan dunia‟ dan „perasaan dunia‟ masyarakatnya. Sehingga salah satu faktor tarian itu terciptakarena adanya sudut pandang pemikiran masyarakatnya, dan mewakili perasaan atau tingkah laku kebiasaan, adat dari masyarakatnya sendiri. Asumsi dasar dari strukturalisme Levi-Strauss adalah adanya anggapan bahwa berbagai aktivitassosial dan hasilnya, seperti misalnya upacara ritual, sistem-sistem kekerabatan dan perkawinan, pola tempat tinggal, pakaian, dan sebagainya, secara formal semuanya dapat dikatakan sebagai bahasa-bahasa, atau merupakan perangkattanda dan simbol, yang menyampaikan pesan-pesan tertentu. Maka dari itu terdapat ketertaatan serta keterulangan pada berbagai fenomena tersebut.Menyusun suatu struktur pada gejala-gejala budaya seperti struktur sebuah mitos, suatu sistem kekerabatan, sebuah upacara ritual, dan sebuah kostum dalam hal ini setiap gejala dipandang memiliki strukturnya sendiri-sendiri. Para ahlistrukturalis berpendapat bahwa relasi-relasi suatu fenomena budaya dengan fenomena-fenomena yang lain pada titik waktu tertentu inilah yang menentukan makna fenomena tersebut. Ronggeng Amen salah satu kesenian tari yang terciptadari masyarakat Ciamis sendiri, yang bercikal bakal dari kesenian Ronggeng Gunung. Relasi sebuah peristiwa dengan seni pertunjukan ditonjolkan dalam sejarah atau asal-usul terciptanya Ronggeng Gunung sebagai cikal bakal dariRonggeng Amen. Mitos-mitos mengenai nama daerah di sekitar wilayah Ciamis ternyata ada pula yang terkait dengan lahirnya salah satu kesenian khas Kabupaten Ciamis, yaitu Ronggeng Gunung. Akan nampak jelas, Ronggeng Amen sebagaiidentitas masyarakat Kabupaten Ciamis apabila diteliti melalui analisis struktur pertunjukan, analisis struktur lagu, dan analisis struktur ceritanya, sehingga terdapat sebuah relasi di baliknya yang tidak semena-mena.Kata kunci: Ronggeng Amen, identitas, Kabupaten Ciamis 
ANALISIS KUALITAS SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2017/2018 MATA PELAJARAN GEOGRAFI BUATAN GURU KELAS XI IS SMA NEGERI SE KOTA BANDA ACEH Melati, Dewi; Kamaruddin, Thamrin; Maulidian, Muhammad Okta Ridha
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.28 KB)

Abstract

Analisis butir soal meengkaji pertanyaan suatu tes agar diperoleh komponen pertanyaan memiliki kualitas yang memadai. Sebuah tes berkualitas baik sebagai alat pengukur dari hasil belajar yaitu memiliki valid, reliabel, daya beda, dan tingkat kesukaran. Penelitian berjudul “Analisis Kualitas Soal Ulangan Akhir Semester Ganjil Tahun Ajaran 2017/2018 Mata Pelajaran Geografi Buatan Guru Kelas XI IS SMA Negeri Se Kota Banda Aceh”. Penelitian bertujuan mengetahui validitas, reliabilitas, daya beda, dan tingkat kesukaran butir soal ulangan semester ganjil tahun ajaran 2017/2018 mata pelajaran geografi kelas XI Is SMA Negeri Se kota Banda Aceh. Subjek penelitian adalah guru bidang studi geografi, objek penelitian ini adalah soal ujian dan lembar jawaban siswa pada ulangan semester ganjil kelas XI IS yang berjumlah 60 siswa dari 3 SMA Negeri di Kota Banda Aceh. Metode dalam pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kepustakaan dan dokumeni berupa soal dan lembar jawaban siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriftif dengan menggunakan rumus yang telah ditentukan. Dari hasil penelitian yang telah dilakuakan bahwa dari 105 soal ulangan geografi 35 butir soal (33%) valid dan 70 butir soal (67%) tidak valid, perangkat soal reliabilitas reliabel, sedangkan daya beda soal jelek 69 butir (66%), cukup 21 butir (20%), soal baik 14 butir (13%) dan soal baik sekali 1 butir (1%) , sedangkan tingkat kesukaran soal ulangan soal yang mudah 26 butir  (25%), sedang 45 butir (43%) dan soal sukar 34 butir (32%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan perangkat soal ulangan semester ganjil tahun ajaran 2017/2018 mata pelajaran geografi kelas XI Is SMA Negeri Se Kota Banda Aceh belum memenuhi kriteria alat ukur yang baik. Kata Kunci : Analisis, Soal Geografi