Articles

Found 23 Documents
Search

PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SDN 55 KESUMBO AMPAI KECAMATAN MANDAU KABUPATEN BENGKALIS Melati, Melati; Hamizi, Hamizi; Erlisnawati, Erlisnawati
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 3, No 1 (2016): Wisuda Februari 2016
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : The problem in this research was natural studies students achievement in five graderes (VA) SDN 55 Kesumbo Ampai stil low with average value 55,36(with KKM 65).The purpose of this research was to improve the students achievement of the five graderes(VA)SDN 55 Kesumbo Ampai ,with the implementation Contextual teaching and learning.This research was an classroom action research with two cycles in second semester 2014/2015.Before implementation Contextual teaching and learning average62,5%, after implementation contextual teaching and learning ,UH I was 66,61 that improve 35 % from before exam with average 55,36 .UH II was 75,54 that improve 52,86% .Teacher’s activities with the implemettation of contextual teaching and learning at firs meeting of firs 62,5% (good category),and second meeting was 68,75%(good category) at second cycle,student activities at first.Second meeting of second cycle was 93,75%.Implementation contextual teaching and learning improve natural studies students achievement of five graderes (VA)SDN 55 Kesumbo Ampai Kecamatan Mandau kabupaten Bengkalis.Key word : contextual Teaching and learning,natural studies student‟s Achievement2
PENGARUH JUMLAH RUAS DAN PANJANG BATANG TERHADAP VIABILITASB ENIH SERAI W ANGI (Cy mpobogon nardus L.) SUKARMAN, SUKARMAN; SESWITA, D.; MELATI, MELATI
Jurnal Penelitian Tanaman Industri Vol 21, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/littri.v21n3.2015.139 - 144

Abstract

ABSTRAKPengembangan   serai   wangi  memerlukan   ketersediaan   benih bermutu. Sampai saat ini, informasi standar mutu benih serai wangi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui viabilitas benih serai wangi dengan jumlah ruas dan panjang batang yang berbeda sebagai dasar penyusunan Standar Nasional Indonesia (SNI). Penelitian dilakukan di rumah kaca Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) dari Mei sampai Juni 2013 dengan menggunakan benih serai wangi klon G 2. Percobaan disusun secara faktorial dengan tiga faktor dan diulang empat kali dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah jumlah ruas stolon: (1) satu dan (2) dua. Faktor kedua adalah ukuran panjang batang semu: (1)15, (2) 20, dan (3) 25 cm. Faktor ketiga adalah periode penyimpanan: (1) 0, (2) 3, (3) 6, (4) 9, dan (5) 12 hari. Parameter yang diamati meliputi kadar air, daya tumbuh, serta bobot basah dan kering.  Hasil  penelitian  menunjukkan viabilitas  benih  serai  wangi dipengaruhi oleh jumlah ruas stolon dan panjang batang. Benih dengan dua ruas dan panjang batang 25 cm mempunyai viabilitas lebih baik dibandingkan satu ruas dan panjang 15 cm. Sampai 12 hari penyimpanan di suhu kamar, benih masih segar dengan daya tumbuh 83,75%.Kata kunci:  Cymbopogon  nardus  L.,  jumlah  ruas,  panjang  batang, penyimpanan, viabilitas ABSTRACTEffect of Internodes Number and Stems Length on Viability of Citronella Seeds (Cympobogon nardus L.) Development of citronella required the availability of good quality seed. Presently, standard information of citronella seed quality is not available. The research aims to study the viability of citronella seeds from different internodes number and stem length as the basic for preparing Indonesian National Standards. The experiment was conducted in the green house  of  the Indonesian Spice and Medicinal Crops Research Institute (ISMECRI), from May until June 2013, by using citronella clones G 2. Factorial experiment with three factors and four replications was arranged in a Randomized Completely Block Design (RCBD). The first factor was  internodes numbers: (1) one and (2) two. The second factor was stem length: (1) 15, (2) 20, and (3) 25 cm. The third factor was storage periods: (1) 0, (2) 3, (3) 6, (4) 9, and (5) 12 days. Parameters observed included seeds moisture content, seeds germination, fresh, and dry weight. The results of experiment indicated that viability of citronella seeds was affected by stolon internodes number and stem length. Seeds with two internodes and stem length 25 cm has better viability than with one of internode and 15 cm   of stem   length.   Up to 12 days storage at room temperature, the seeds were still fresh with the germination 83.75%.Keywords:  Cymbopogon nardus  L.,  internodes number,  stem length, storage, viability
KARAKTER MORFOLOGI, HASIL, DAN MUTU ENAM GENOTIP LENGKUAS PADA TIGA AGROEKOLOGI Bermawie, Nurliani; Purwiyanti, Susi .; Melati, Melati; Meilawati, Nurlaila Wahyuni
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 23, No 2 (2012): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v23n2.2012.%p

Abstract

Penampilan karakter morfologi, hasil dan mutu sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter morfologi, hasil dan mutu enam genotip lengkuas (Alpina galanga) pada tiga agroekologi. Penelitian dilakukan sejak Januari 2011 sampai Agustus 2012 di Lebak (Banten); Kulon Progo (Yogyakarta), dan Karang Anyar (Jawa Tengah). Enam genotip lengkuas dan dua nomor lokal ditanam menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan empat ulangan. Pengamatan dilakukan terhadap karakter morfologi, produksi, dan mutu. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan ragam gabungan. Mutu dianalisis mengacu kepada Farmakope Herbal Indonesia (FHI). Terdapat keragaman pada karakter morfologi, hasil, dan mutu antar genotip pada berbagai lokasi. Nomor Lokal-2 asal Karang Anyar menunjukkan pertumbuhan terbaik dibandingkan nomor lokal yang lain. Lokasi berpengaruh terhadap bobot dan karakter morfologi rimpang. Hasil terbaik diperoleh dari penanaman di Lebak dan Karang Anyar. Terdapat variasi pada kadar minyak atsiri antar genotip pada tiga lokasi berkisar antara 0,30-0,50%. Kadar minyak atsiri tertinggi dan memenuhi standar FHI (0,5%) diperoleh dari genotip lengkuas merah Alga 013 yang ditanam di Kulon Progo. Kadar air simplisia sesuai dengan standar FHI, sedangkan kadar abu dan abu tak larut asam masih melebihi batas MMI. Kadar sari yang larut dalam alkohol dan air lengkuas lebih baik dibandingkan ketentuan FHI. Kadar serat dan kadar pati berbeda antar lokasi. Kadar serat tertinggi ditunjukkan oleh genotip yang ditanam di Lebak dan terendah di Kulon Progo.
VIABILITAS BENIH JAHE (Zingiber officinale Rosc.) PADA CARA BUDIDAYA DAN LAMA PENYIMPANAN YANG BERBEDA Sukarman, Sukarman; Rusmin, Devi; Melati, Melati
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 18, No 1 (2007): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v18n1.2007.%p

Abstract

Salah satu permasalahan dalam pengem-bangan tanaman jahe (Zingiber officinale Rosc.) adalah kurang tersedianya benih jahe unggul bermutu. Pada umumnya produksi be-nih jahe dilakukan secara monokultur, jarang dilakukan dengan menyisipkan tanaman lain. Oleh karena itu, informasi mengenai mutu benih jahe yang dibudidayakan secara inter-cropping dengan tanaman lain masih sangat terbatas. Percobaan ini dilakukan dengan tu-juan untuk mengetahui viabilitas benih jahe da-ri cara budidaya yang berbeda selama periode penyimpanan. Percobaan dilakukan di Keca-matan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka (600 m dpl), sejak Agustus sampai November 2003. Percobaan menggunakan 3 tipe jahe yaitu : 1). Jahe Putih Besar/JPB (Z. officinale var. Offici-nale), 2).Jahe Putih Kecil/JPK (Z. officinale var. amarum) dan 3). Jahe Merah/JM (Z. Offici-nale var. rubrum). Untuk masing-masing tipe jahe percobaan disusun dalam rancangan petak terbagi (RPT) dengan 3 ulangan. Petak utama adalah 3 cara budidaya benih jahe yaitu :1) Jahe ditanam secara monokultur, 2). Jahe ditanam secara intercropping dengan bawang daun, dan 3). Jahe ditanam secara intercroping dengan kacang merah. Anak petak adalah 4 periode penyimpanan yaitu : 0, 1, 2, dan 3 bulan. Parameter yang diamati adalah kadar air benih, penyusutan bobot benih dan daya tum-buh benih pada akhir penyimpanan. Hasil per-cobaan menunjukkan bahwa benih JPK, yang diproduksi dengan cara budidaya inter-crop-ping dengan kacang merah menghasilkan mutu yang lebih baik (kadar airnya lebih tinggi dan penyusutan bobot benih/rimpang rendah). Mu-tu fisiologis benih JPB, JPK, dan JM dengan cara budidaya secara monokultur dan inter-croping dengan kacang merah dan bawang daun, tidak berbeda. Setelah 3 bulan penyim-panan, daya tumbuh untuk JPB, JPK, dan JM  berturut – turut masih diatas 90,67 %, 85,33 % dan 86,67 %. Kadar air benih jahe menurun, penyusutan bobot rimpang meningkat sejalan dengan lamanya penyimpanan. Berdasarkan hasil tersebut, di atas maka benih jahe dapat diproduksi secara monokultur atau intercrop-ping dengan kacang merah dan bawang daun atau tanaman lain yang bukan merupakan tanaman inang  bagi hama dan penyakit utama tanaman jahe. 
PENGARUH UMUR FISIOLOGIS SULUR DAN POSISI RUAS TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT VANILI KLON 1 DAN 2 DI RUMAH KACA Sukarman, Sukarman; Melati, Melati
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 20, No 2 (2009): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v20n2.2009.%p

Abstract

Salah satu permasalahan dalam pengembangan vanili adalah kurang tersedia-nya benih dari varietas unggul dan pertumbuh-an yang tidak seragam, akibat penggunaan setek yang tidak seragam. Untuk itu penelitian pengaruh umur fisiologis dan posisi ruas terhadap pertumbuhan bibit dua klon harapan vanili dilaksanakan untuk mendapatkan tek-nologi perbanyakan vegetatif, sebagai landasan penetapan standar prosedur operasional (SPO) perbanyakan benih vanili. Percobaan dilakukan di Rumah Kaca Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (Balittro) dari Januari – Desem-ber 2006, dengan menggunakan klon harapan 1 dan klon harapan 2, yang diambil dari kebun induk vanili di KP Natar, BPTP Lampung. Percobaan faktorial, dengan 2 faktor dan 3 ulangan, disusun dalam rancangan petak terbagi (RPT). Petak utama adalah 2 umur fisiologis sulur, yaitu : (1) 12 bulan dan (2) 6 bulan setelah pemangkasan. Anak petak adalah 10 perlakuan terdiri dari kombinasi 2 klon dan 5 posisi ruas yaitu ; 1). klon 1 + setek dari ruas kesatu; 2). klon 1 + setek dari ruas kedua; 3). klon 1 + setek dari ruas ketiga; 4) klon 1 + setek dari ke empat, dan 5). klon 1 + setek dari ruas ke lima; 6). klon 2 + setek dari ruas kesatu; 7). klon 2 + setek dari ruas kedua; 8). klon 2 + setek dari ruas ketiga; 9). klon 2 + setek dari ke empat, dan 10). klon 2 + setek dari ruas ke lima. Parameter yang diamati meliputi persentase tumbuh benih, tinggi benih, jumlah ruas, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan persentase tumbuh, jumlah ruas, dan jumlah daun tidak nyata dipengaruhi oleh interaksi antara umur fisiologis sulur dan kombinasi klon harapan dengan posisi ruas dan faktor tunggal umur fisiologis sulur, tetapi nyata dipengaruhi oleh faktor tunggal kombinasi klon harapan dengan posisi ruas. Persentase tumbuh tertinggi didapatkan pada perlakuan kombinasi klon harapan 2 dengan posisi ruas kelima (92,92%). Jumlah ruas tertinggi pada perlakuan kombinasi klon harapan 2 dengan posisi ruas ketiga (7,57). Jumlah daun tertinggi didapatkan pada perlakuan kombinasi klon harapan 2 dengan posisi ruas ketiga (7,55). Setek yang berasal dari umur fisiologis 12 dan 6 bulan setelah pemangkasan, serta kombinasi klon harapan 1 dan 2 dengan posisi ruas 1 sampai 5 dapat direkomendasikan sebagai bahan perbanyakan vegetatif tanaman vanili. 
PENGARUH UKURAN BENIH RIMPANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TEMULAWAK Sukarman, Sukarman; Rahardjo, Mono; Rusmin, Devi; Melati, Melati
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 22, No 2 (2011): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v22n2.2011.%p

Abstract

Efisiensi penggunaan benih temulawak (Curcuma xanthorrhiza), beberapa bagian rimpang dan ukurannya diuji dalam pene-litian ini. Penelitian bertujuan untuk mem-pelajari pengaruh ukuran benih (rimpang) terhadap pertumbuhan dan hasil te-mulawak. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan (KP) Sukamulya, Balai Peneliti-an Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri (Balittri) sejak November 2007 sampai Agustus 2008. Percobaan dengan lima perlakuan dan lima ulangan disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK). Perlakuan yang diuji adalah lima taraf asal benih (rimpang) yaitu : (1) rimpang induk utuh (220,5 g), (2) rimpang induk dibelah 2 (109,7 g), (3) rimpang induk dibelah 4 (54,36 g), (4) rimpang induk dibelah 8 (27,29 g), dan (5) rimpang cabang (22,01 g). Peubah yang diamati adalah pertum-buhan tanaman, komponen hasil (jumlah dan bobot rimpang induk serta rimpang cabang, dan hasil). Hasil penelitian me-nunjukkan tanaman berasal dari rimpang induk menghasilkan rimpang segar terting-gi (27,2 t/ha), dan tidak berbeda nyata de-ngan produksi tanaman yang dihasilkan dari rimpang induk dibelah dua (24,2 t/ ha). Untuk efisiensi benih maka rimpang induk dibelah dua dapat dijadikan alterna-tif sebagai bahan tanaman dalam budidaya temulawak.
THE EFFECT OF GROUP INVESTIGATION (GI) MODEL AND LEARNING STYLE TOWARD STUDENTS’ ECONOMICS ENGLISH SPEAKING COMPETENCE OF PROF. DR. HAZAIRIN, SH UNIVERSITY Melati, Melati
Edu-Ling: Journal of English Education and Linguistics Vol 1 No 1 (2017): Edu-Ling
Publisher : English Education Study Program Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.788 KB)

Abstract

ABSTRACT   This study was designed: (1) to find out a significant progress on the English speaking skill of studentsâ?? Economics using Internet reading materials. (2) to find out a significant effect by using visual and auditory learning style toward English Speaking Skill. (3) to know an interaction effect between Group Investigation Model and learning style toward English speaking skill. Quasi-experimental research 2 x 2 factorial design used in this research, and all the computational procedure were run by using SPSS. The results showed that, 1) there was a significant progress of studentsâ?? Englsih Speaking skill after given Group Investigation Model, 2) there was the effect of learning style to the studentsâ?? English speaking skills, 3) there was an interaction effect between the use of Group Investigation Model to the reading materials from the multimedia and learning styles on speaking competence.
POTENSI PENGEMBANGAN POLA USAHA WANATANI DI DESA CILAMPUYANG, KABUPATEN GARUT Melati, Melati; Dwiprabowo, Hariyatno; Rosmeilisa, Puti
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 1, No 1 (2004): Jurnal Sosial Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2004.1.1.55-66

Abstract

Desa Cilampuyang, Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut Jaw a Baral adalah daerah dengan topografi terjal, dengan rata-rata kerniringan 20 - 40 % dan curah hujan tinggi Produktifitas lahan dan pendapatan petani tergolong rendah. Sistem wanatani diharapkan dapat mengatasi masalah rendahnya pendapatan di Desa Cilampuyang. Kajian usaha wanatani inibertujuan untuk mendapat informasi potensi pengembangan pola usaha wanatani di Desa Cilampuyang. Mctode yang digunakan dalam penelitian adalah kajian Pedesaan Secarn Partisipatif (PRA) dan analisis data untuk menghitung net present value (NPV). I lasil kajian menunjukkan pola usaha wanatani antara tanaman kehutanan (sengon) + perkebunan(cengkeh+pete) + pangan (padi gogo+jagung -kacang tanah) secara teknis dan finansial layak dilaksanakan dengan net present value (NPV) Rp.9.801.887 dan B/C 2.74 per hcktar per tahun. Ahematif usaha wanatani lainnya yangjuga layak dan berpotensi untuk dikembangkan adalah pol a tanaman hutan + tanaman perkebunan + tanaman makanan temak + tanaman pangan dengan Net Present Value (NPV) Rp.12.508.917,- perhektar dan B/C-1,48 (>I).
PENGARUH PERLAKUAN PENYIMPANAN TERHADAP VIABILITAS RIMPANG JAHE PUTIH KECIL Melati, Melati; Rusmin, Devi
JURNAL AGRONIDA Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.733 KB) | DOI: 10.30997/jag.v4i1.1559

Abstract

One problem for developing small white ginger (Zingiber officinale var.  amarum) is the availability of high quality rhizome seeds in right  quantity and time. Seed rhizome will sprout quickly, and its quality will decreased in immature seed rhizome and in not good storage conditions. The main objective of the experiment was to study the best storage room conditions for storage rhizome seeds of small white ginger.  The experiment was conducted in seed laboratory and storage room of Research Institute for Medicinal and Aromatic Crops Bogor. The experiment  was conducted by randomized complete design with nine different storage, 3 replication and 25 samples each treatment.  The treatments are 1) rhizome seeds  storage in room temperature (control),(2) rhizome seeds storage in AC room (16–240C),(3) rhizome seed  soaked in paclobutrazol 1000 ppm for 4 hours then seeds storage  in room temperature ( 4) put rhizome seeds in rack and cover by straw, storage in   room temperature (5) rhizome seed storage on straws in the greenhouse ( 6) rhizome seed storage in the greenhouse without straw ( 7) rhizome seed soaked in water during 1 hour every  month then dried naturally in 300C and storage  in AC room (8) rhizome seed soaked in paclobutrazol 1000 ppm for 4 hour then storage  in AC room ( 9) put rhizome  in wood box and cover by rice straw and husk. Variables observed include moisture contents of ginger seed, lost weight of seed and germination percentage of rhizome seeds at the end of storage period. The result of experiment indicated that  the moisture content and weight rhizome seeds decrease after 2 months. After four months storage period, moisture content was still high  above 80 %, except rhizome seeds in under ground.  The rhizome seeds that store in AC room showed the best performance and thus, this treatment can be recommended for storage of small white ginger rhizome seeds for 4 months. The low moisture content  (< 80%) of rhizome small white ginger seeds will decreased  its viability.   Keywords: Zingiber officinale, seed, storage, viability
Effect of Storage Treatment on Small White Ginger Rhizome Viability Melati, Melati; Rusmin, Devi
JURNAL AGRONIDA Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.103 KB) | DOI: 10.30997/jag.v4i1.1528

Abstract

One problem for developing small white ginger (Zingiber officinale var. amarum) is theavailability of high quality rhizome seeds in right quantity and time. Seed rhizome will sproutquickly, and its quality will decreased in immature seed rhizome and in not good storage conditions.The main objective of the experiment was to study the best storage room conditions for storagerhizome seeds of small white ginger. The experiment was conducted in seed laboratory and storageroom of Research Institute for Medicinal and Aromatic Crops Bogor. The experiment wasconducted by randomized complete design with nine different storage, 3 replication and 25 sampleseach treatment. The treatments are 1) rhizome seeds storage in room temperature (control),(2)rhizome seeds storage in AC room (16–240C),(3) rhizome seed soaked in paclobutrazol 1000 ppmfor 4 hours then seeds storage in room temperature ( 4) put rhizome seeds in rack and cover bystraw, storage in room temperature (5) rhizome seed storage on straws in the greenhouse ( 6)rhizome seed storage in the greenhouse without straw ( 7) rhizome seed soaked in water during 1hour every month then dried naturally in 300C and storage in AC room (8) rhizome seed soakedin paclobutrazol 1000 ppm for 4 hour then storage in AC room ( 9) put rhizome in wood box andcover by rice straw and husk. Variables observed include moisture contents of ginger seed, lostweight of seed and germination percentage of rhizome seeds at the end of storage period. The resultof experiment indicated that the moisture content and weight rhizome seeds decrease after 2 months. After four months storage period, moisture content was still high above 80 %, exceptrhizome seeds in under ground. The rhizome seeds that store in AC room showed the bestperformance and thus, this treatment can be recommended for storage of small white gingerrhizome seeds for 4 months. The low moisture content (< 80%) of rhizome small white ginger seedswill decreased its viability.Keywords: Zingiber officinale var. amarum, seed, storage, viability