Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Modul Tentang MenarcheTerhadap Pengetahuan Dan Kesiapan Menghadapi MenarchePada Siswi Kelas V Sekolah Dasar Di Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman Yogyakarta Mendri, Ni Ketut; H Bakri, Maria; Badi’ah, Atik; Olfah, Yustiana
Jurnal Kesehatan SAMODRA ILMU Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu - Juli 2014
Publisher : Jurnal Kesehatan SAMODRA ILMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Adolescence is a period of transition from child to mature both physically and spiritually Adolescent psychiatric changes are slower than physical changes. These changes include changes in emotion, which is usually characterized by a feeling sensitive, prone to crying, anxious, frustrated, aggressive and easy to react to external stimuli that influence. Physical growth experienced by adolescents, including the growth of reproductive organs to reach maturity, so that it can perform the function of reproduction. The change was marked by the appearance of signs of primary sex, which is directly related to the sex organs, namely the occurrence of menstruation in girls (menarche) and the occurrence of wet dreams of teenage boys (Dep Kes RI, 2005). Factors affecting preparedness information including menarche before menstruation, support of the environment, the perception of him, emotions, and attitudes toward menstruation before menarche (Notoatmodjo, 2005). Objective : Knowing the influence of menarche module uses the knowledge and preparedness for menarche at Elementary School fifth grade student in Gamping Sleman Yogyakarta. Methods : Quasi- experiment research design “Pre test Post test one group design with control group”. Sample studies conducted by purposive sampling. Module is provided with two modules consisting of puberty and menarche and menarche physiology and psychology. The first observation to know about the knowledge and preparedness for menarche before and after the modules in the treatment group and the comparison using leaflets. Test the hypothesis using the Wilcoxon test and t-test with a significance level of p<0,05 means there is a significant effect between the two variables, then H1 is accepted. The statistical test used was the SPSS for Windows. Results : The results obtained pre knowledge of menarche in the treatment group and the comparison value of p=0,339, with an error rate of 5% is indicated by the value (p>0,05). While knowledge of the post menarche in the treatment group and the comparison value of p=0,000 with an error rate of 5% is indicated by the value (p<0,05). Menarche pre preparedness in the treatment group and the comparison value of p=0,109, and readiness to face menarche post in the treatment group and the comparison value of p=0,118 with an error rate of 5% is indicated by the value (p>0,05). There are differences in knowledge about menarche difference and no difference in preparedness for menarche difference in the treatment group and the comparison between pre-test and post-test . Conclusion : There is a module on the use of influence to knowledge about menarche menarche. And there is no effect on the use of modules to preparedness menarche menarche in fifth grade elementary school students in in Gamping Sleman Yogyakarta. Keywords : The use of modules on menarche, knowledge , preparedness for menarche
Pengaruh Buku Cerita Terhadap Peningkatan Sikap Peduli Kebersihan Lingkungan Sekolah pada Anak Kelas V Sekolah Dasar di Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Olfah, Yustiana; Mendri, Ni Ketut; Palestin, Bondan
Journal of Health Vol 4 No 2 (2017): Journal of Health - Juli 2017
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.945 KB) | DOI: 10.30590/vol4-no2-p75-80

Abstract

Latar Belakang: Pendidikan sekolah dasar (SD) merupakan pendidikan di tingkat dasar di mana siswa ditempa di berbagai bidang studi yang seluruhnya harus dikuasai siswa. Di sisi lain siswa juga ditanamkan nilai-nilai sikap dan perilaku yang akan menjadi dasar dalam perkembangan selanjutnya di masa depan. Salah satu sikap dan perilaku yang penting untuk ditanamkan sejak awal ialah kepedulian dalam menjaga kebersihan lingkungan. Buku anak dapat dijadikan sebagai media dalam menanamkan sikap dan perilaku pada anak, karena buku anak sesuai dengan tingkat kemampuan membaca dan minat anak-anak. Bacaan anak umumnya ditulis dengan kalimat yang singkat, serta pilihan kosa kata dan tata bahasa yang lebih sederhana dibandingkan sastra dewasa sehingga sangat efektif dalam mempengaruhi jiwa anak-anak. Tujuan: Mengetahui pengaruh buku cerita tentang sikap dan perilaku peduli kebersihan lingkungan sekolah terhadap  peningkatan sikap dan perilaku peduli kebersihan lingkungan sekolah pada anak SD di Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Metode: Desain penelitian Quasi eksperimen “Pre test Post test with Control Design“. Sampel penelitian dilakukan secara purposive sampling. Buku cerita sikap dan perilaku peduli kebersihan lingkungan diberikan dengan cara membaca bersama responden dan peneliti kemudian dilanjutkan dengan penjelasan, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan buku cerita. Pre test dan post test dilakukan untuk mengetahui sikap dan perilaku peduli kebersihan lingkungan sekolah sebelum dan sesudah diberikan buku cerita. Uji hipotesa menggunakan program SPSS for Windows dengan metode t-test dengan derajat kemaknaan p < 0,05.. Hasil: Berdasarkan hasil analisis sikap eksperimen postest dan sikap kontrol postest responden dengan Independent sample T-test diperoleh nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang artinya buku cerita memiliki pengaruh signifikan terhadap sikap kepedulian siswa terhadap kebersihan lingkungan. Sedangkan berdasarkan analisis perilaku eksperimen postest dan perilaku kontrol postest responden diperoleh nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,343 > 0,05, artinya tidak didapati pengaruh signifikan dari buku cerita terhadap perilaku kepedulian siswa terhadap kebersihan lingkungan. Kesimpulan : Ada pengaruh penggunaan buku cerita tentang sikap dan perilaku peduli kebersihan lingkungan sekolah terhadap sikap peduli kebersihan lingkungan sekolah  sedangkan pada perilaku tidak berpengaruh.
Hubungan Tahapan Mobilisasi Dini Ibu Dengan Waktu Inisiasi Pemberian Asi Pada Bayi Baru Lahir Secara Seksio Sesar Di RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta Noven, Hanani Ria; Mendri, Ni Ketut; Vidayanti, Venny
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.524 KB) | DOI: 10.2016/jkry.v5i1.129

Abstract

Ibu paska seksio sesar akan merasa sulit untuk melakukan mobilisasi dini karena ibu masih merasakan nyeri saat bergerak. Selain hambatan mobilisasi dini, sebagian besar ibu paska seksio sesar akan mengalami hambatan dalam pemberian ASI karena di akibatkan oleh rahim ibu yang sering berkontraksi karena masih dalam proses pemulihan atau proses kembalinya rahim ibu ke bentuk semula, sulit untuk menyusui juga dikarenakan akibat rasa nyeri yang muncul dari jahitan paska operasi sesar. Keterlambatan produksi ASI dipengaruhi oleh perasaan nyeri yang dirasakan di area sekitar jahitan paska operasi, kelemahan, dan mengalami hambatan mobilisasi pada ibu paska seksio sesar. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan tahapan mobilisasi dini ibu dengan waktu inisiasi pemberian ASI pada bayi baru lahir secara seksio sesar di RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta. Penelitian dilaksanakan di ruang Alamanda tiga di RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta pada tanggal 20 Mei 2016. Penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian adalah 48. Teknik sampel yang di gunakan adalah Consecutive sampling. Uji bivariat yang di gunakan adalah Chi-square dan instrument peneliti menggunakan lembar wawancara. Hasil analisa menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%, diketahui P value 0.010. Hasil analisa tahapan mobilisasi dini dengan kategori cepat yaitu 58,3% dan waktu inisiasi pemberian ASI dengan kategori cepat yaitu 52,1%. Ada hubungan tahapan mobilisasi dini ibu dengan waktu inisiasi pemberian ASI pada bayi baru lahir secara seksio sesar di RSUD Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta.
Pengaruh Penggunaan Assesment Resiko HIV/AIDS terhadap Upaya Penata/Perawat Anestesi dalam Pelaksanaan Patient Safety;Universal Precautions Olfah, Yustiana; Mendri, Ni Ketut; Palestin, Bondan
Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jurnal kesehatan.v11i2.7535

Abstract

Latar Belakang : AIDS bukan penyakit, karena AIDS tidak menular. Yang menular adalah HIV yaitu virus yang menyebabkan tubuh mencapai masa AIDS. Virus ini terdapat dalam larutan darah, cairan sperma dan cairan vagina sehingga dapat menular melalui kontak darah/cairan tersebut bersumber dari Ditjen PP dan PL Kemenkes RI yang dilaporkan pada bulan September 2014 secara kumulatif HIV dan AIDS terhitung mulai 1 April 1987 sampai dengan 30 September 2014 total HIV 150.296 dan AIDS 55.799.Pemeriksaan laboratorium HIV/AIDS belum merupakan pemeriksaan rutin sebagai bagian dari persiapan operasi sehingga tentu dengan makin tingginya kejadian HIV/AIDS kalau tidak di deteksi akan sangat membahayakan bagi tim operasi yang kemungkinan besar mengalami paparan langsung dengan cairan tubuh pasien? walaupun telah dilindungi dengan pemakaian alat pelindung diri/APD. Sehingga untuk keamanan penata/perawat anastesi sangat diperlukan cara yang dapat membantu mengkaji resiko HIV/AIDS pada pasien untuk meningkatkan kehati-hatian dalam mencegah penularan dan pelaksanaan patient safety. Berdasarkan hasil studi pendahuluan dengan wawancara pada lima penata anestesi belum ada alat/ instrument selain dengan pemeriksaan laboratorium yang dapat membantu petugas kesehatan khususnya penata anestesi agar mampu mengkaji pasien beresiko atau tidak? terinfeksi HIV/AIDS, Dengan assesment resiko cara ini diharapkan persiapan operasi akan lebih hati hati dan optimal.Tujuan Penelitian? : Mengetahui ?pengaruh ?penggunaan Assesment Resiko terhadap Upaya Penata/Perawat Anestesi? dalam Pelaksanaan Patient Safety ;Universal Precautions di RSUD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).Metode Penelitian : Jenis penelitian Quasi eksperiment dengan rancangan Pre test Post test Design. Sampel penelitian dilakukan secara total sampling. ?Rancangan ini tanpa kelompok pembanding (kontrol) dengan pertimbangan terbatasnya jumlah penata/perawat anastesi yang ada di RSUD Provinsi DIY, pengisian kuesioner dilakukan dua kali. Pertama untuk mengetahui kemampuan penata/perawat anestesi dalam deteksi resiko HIV/AIDS pasien pada saat kunjungan pra nestesi serta upaya pelaksanaan patien safety;universal precautions ?sebelum diberikan Assesment Resiko dan kedua sesudah diberikan pelatihan menggunakan Assesment Resiko. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dengan kriteria penata/perawat anestesi yang aktif dan bekerja di kamar operasi.? Data hasil pemeriksaan dianalisis secara diskriptif? dan secara analitik dengan bantuan komputer menggunakan uji T test dengan? taraf signifikan 0,05.Hasil Penelitian: Uji statistik bernilai 0,000 terdapat pengaruh penggunaan assesment resiko terhadap upaya penata/perawat anestesi dalam pelaksanaan patient safety; universal precautions di RSU Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
PENGARUH PELATIHAN MEMOTONG KUKU TERHADAP PERILAKU MEMOTONG KUKU ANAK RETARDASI MENTAL DI SLB DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (DIY) ., Titik Endarwati; Mendri, Ni Ketut; Badiah, Atik
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.658 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v3i1.149

Abstract

Menurut data Indonesian Society for Special Needs Education (ISSE) ? lembaga yang memfokuskan perhatiannya pada pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus di Indonesia terdapat lebih dari 2,6 juta orang anak berkebutuhan khusus yang berusia sekolah di negara ini. Dari jumlah tersebut, yang mengikuti pendidikan di sekolah-sekolah khusus hanya sekitar 48 ribu orang, atau kurang lebih 1,83% saja. Anak retardasi mental juga perlu mendapatkan penanganan khusus dengan melibatkan orang tua dalam mendampingi selama di rumah antara lain melatih memotong kuku pada anak retardasi mental.Tujuan : Diketahui pengaruh pelatihan memotong kuku terhadap perilaku memotong kuku anak retardasi mental di SLB Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)Metode : Jenis penelitian Quasi eksperiment dengan rancangan?Pre test Post test with Control Group Design?. Rancangan ini ada kelompok pembanding (kontrol), observasi dilakukan dua kali. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan kriteria anak retardasi mental usia sekolah di SLB Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Data hasil pemeriksaan dianalisis secara diskriptif  dan secara analitik dengan bantuan program SPSS for windows versi 16.0 menggunakan uji pair t-test, wilcoxon, mann whitney dengan taraf signifikan 0,05.Hasil :Memotong kuku pada kelompok eksperimen pre test dan post test dengan nilai p (sig) 0,000 < 0,05. Memotong kuku pada kelompok eksperimen. Memotong kuku pada kelompok kontrol pre test dan post test dengan nilai p (sig) 0,002 < 0,05.Kesimpulan :Ada pengaruh pelatihan memotong kuku terhadap perilaku memotong kuku anak retardasi mental di SLB Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan nilai p (sig) < 0,05 berarti Ha diterima dan Ho ditolak.Saran :Buku saku pelatihan memotong kuku dapat digunakan sebagai model pemberdayaan keluarga pada  anak dengan retardasi mental di SLB Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kata Kunci :Pelatihan memotong kuku, Perilaku memotong kuku, anak retardasi mental