Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH PERGANTIAN MANAGEMEN, UKURAN KAP, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN DAN OPINI AUDIT TERHADAP VOLUNTARY AUDITOR SWITCHING Angsana, Cynthia; Michael, Michael; Selvia, Selvia; Yenny, Yenny; Sitepu, Wilsa Road Betterment; Dinarianti, Rika
Jurnal Profita: Komunikasi Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Mercu Buana, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/profita.2019.v12.02.009

Abstract

The purpose of this study was to examine and analyze the effect of Management Change, KAP Size, Company Growth and Audit Opinion on Voluntary Auditor Switching in Basic and Chemical Industry Subsector Manufacturing Companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2013-2017. The research method used is a quantitative approach, with the nature of this research is cause and effect (causal). The population used in this study is 76 companies and there were 48 companies for the sample with the determination of the sample using a purposive sampling technique. The results of this research are partially influential and significant between Management Substitution, The size of the KAP, and Audit opinion towards Voluntary Auditor Switching. But, The Company's growth partially has no effect on Voluntary Auditor Switching. Management Change, KAP Size, Company Growth, and Audit Opinion simultaneously have a significant and significant effect on Voluntary Auditor Switching in the basic and chemical industry sub-sector manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2013-2017.
PENGARUH EARNING PER SHARE, CURRENT RATIO, STRUKTUR MODAL, RETURN ON EQUITY TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN CONSUMER GOODS YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Lilie, Lilie; Michael, Michael; Pramitha, Triska; Angela, Michelle; Tiffany, Angelica; Hwee, Teng Sauh
Jurnal Profita: Komunikasi Ilmiah Akuntansi dan Perpajakan Vol 12, No 3 (2019)
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Mercu Buana, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah menguji dan menganalisis pengaruh harga saham pada perusahaan consumer goods  yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pendekatan penelitian kuantitatif. Sumber data penelitian ini adalah sumber data sekunder, Populasi penelitian ini adalah keseluruhan anggota populasi. Dalam penelitian ini menggunakan populasi 42 perusahaan  consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2017 dengan sampel penelitian sebanyak 18 perusahaan consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Pada Periode 2013-2017 dengan sampel observasi sebanyak 90 laporan keuangan perusahaan. Penelitian ini dilakukan dengan uji asumsi klasik dengan model penelitian regresi linier berganda. Hasil penelitian ini adalah Earning Per Share dan Return on Equity berpengaruh serta signifikan Terhadap Harga Saham Pada perusahaan barang konsumsi yang Terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia) Periode 2013-2017. Current Ratio dan Debt to Equity Ratio tidak berpengaruh serta signifikan Terhadap Harga Saham Pada perusahaan barang konsumsi yang Terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia) Periode 2013-2017. Earning Per Share (X1), Current Ratio (X2), Debt to Equity Ratio (X3), Return on Equity (X4) berpengaruh dan signifikan Terhadap Harga Saham Pada perusahaan barang konsumsi yang Terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia) Periode 2013-2017.
ANALISIS PENURUNAN TANAH LUNAK MENGGUNAKAN PRELOADING DAN PVD DENGAN METODE ANALITIS DAN METODE ELEMEN HINGGA (STUDI KASUS PROYEK JALAN BEBAS HAMBATAN MEDAN-KUALANAMU KM 36+100) Michael, Michael
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 7, No.1, Tahun 2018
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pada umumnya, tanah lunak sering digunakan dalam pelaksanaan konstruksi, namun kurang menguntungkan secara teknis karena tanah lunak memiliki kandungan air yang tinggi tetapi sulit terdrainasi karena permeabilitasnya yang rendah dan kompresibilitas yang besar sehingga menyebabkan terjadinya penurunan yang besar dalam waktu yang lama.  Hal inilah yang sering menjadi masalah dalam pelaksanaan suatu pekerjaan konstruksi. Pada proyek jalan bebas hambatan Medan-Kualanamu KM 36+100 ini, perbaikan tanah lempung untuk mengatasi masalah di atas adalah dengan cara menggunakan Prefabricated Vertical Drain (PVD). Pemasangan PVD dapat mempercepat waktu penurunan yang terjadi karena disipasi air pori terjadi dalam dua arah yaitu secarah horizontal dan vertikal.  Dalam tugas akhir ini, dilakukan analisa perhitungan konsolidasi tanah dengan menggunakan metode analitis dan metode elemen hingga, dimana perhitungan penurunan dan waktu konsolidasi dihentikan pada saat derajat knsolidasi mencapai 95%. Analisa jarak spasi antar PVD serta pola pemasangan antar PVD juga akan dihitung untuk mendapatkan jarak yang paling efektif yang disesuaikan dengan waktu konsolidasi yang paling cepat tanpa adanya analisis biaya Dari hasil perhitungan tanpa menggunakan PVD yang telah dilakukan maka diperleh waktu yang dibutuhkan untuk mencapai derajat konslidasi 95% adalah 136 hari dengan besar penurunan 41 cm. Sedangkan dengan menggunakan PVD, waktu yang dibutuhkan adalah 25 hari dengan besar penurunan 41 cm. Dari analisa yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan PVD dapat mepercepat waktu konsolidasi. Jika dibandingkan dengan penurunan di lapangan, besar penurunan yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan dengan perhitungan secara analisa dan metode elemen hingga yaitu sebesar 9,3 cm Kata Kunci : Derajat Konslidasi, Penurunan, Tanah Lunak, Prefabricated Vertical Drain (PVD)
Indikator Perawatan Pasien: Resep Pasien Degeneratif-Nondegeneratif dan Resep Racikan-Nonracikan di Salah Satu Apotek di Bandung Destiani, Dika P.; Nasution, Ainun M.; Pratama, Anita P.; Mujihardianti, Elida R.; Rahayu, Fenadya; Michael, Michael; Amrillah, Muhammad W.; Anistia, Nida; Pamolango, Steven A.; R., Theresia; Sinuraya, Rano K.; R., Abdurahman; Permata, Riestya D.
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Indonesian Journal of Clinical Pharmacy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.68 KB) | DOI: 10.15416/ijcp.2018.7.2.134

Abstract

Apotek merupakan salah satu sarana dilakukannya pelayanan kefarmasian oleh seorang apoteker. Dilaporkan bahwa 50% pasien gagal menerima pengobatan secara tepat karena peresepan dan praktik pemberian obat (dispensing) yang tidak sesuai. Apoteker memiliki peran untuk lebih terlibat dalam pelayanan kefarmasian (pharmaceutical care) yang berorientasi pada pasien. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi perawatan pasien (patient care) di Apotek Pendidikan Universitas Padjadjaran (Unpad) Kota Bandung, pada bulan Juli–Oktober tahun 2017, dengan menilai beberapa faktor dalam pemberian obat sesuai dengan ketentuan instrumen indikator perawatan pasien dari WHO. Penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional dengan jumlah sampel minimal 20 pasien. Indikator yang digunakan meliputi: lama waktu konsultasi, lama waktu pemberian obat, persen obat yang dapat diserahkan, pelabelan yang benar, dan pengetahuan akan dosis. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata waktu pemberian obat 264 detik, persentase obat yang diserahkan 97,18%, persentase obat yang terlabeli dengan benar 100%, dan waktu rata-rata konsultasi 99,03 detik. Indikator pengetahuan pasien mengenai obatnya hanya 17,07% dan waktu konsultasi bervariasi yaitu 10–370 detik, dibandingkan waktu rekomendasi yaitu 60 detik. Tingkat pengetahuan pasien mengenai obat atau dosis hanya 21,17%. Kegiatan pelayanan kefarmasian di Apotek Pendidikan Unpad dapat dinilai dengan menggunakan indikator WHO dan diketahui bahwa pengetahuan pasien akan dosis obat dipengaruhi oleh jenis penyakit yaitu penyakit degeneratif dan nondegeneratif, sedangkan waktu pemberian obat dan pelabelan obat yang benar dipengaruhi oleh jenis resep pasien yaitu resep racikan atau nonracikan. Kecepatan waktu pelayanan untuk pasien nonkonseling perlu ditingkatkan sehingga diharapkan pasien dapat menerima obat dengan cepat. Pengetahuan pasien mengenai terapinya yang masih rendah juga diharapkan dapat meningkat dengan pemberian informasi obat atau konseling.Kata kunci: Indikator pasien, pelayanan kefarmasian, pengetahuan pasien, waktu konsultasi, waktu dispensing, tepat labelPatient Care Indicator: Degenerative-Nondegenerative Patients and Compounded-Non-Compounded Prescription in One of Community Pharmacy in BandungAbstractPharmacy is one of facilities for pharmacist to do a pharmaceutical care. It has been reported that 50% of patients failed to receive a treatment properly because of error in prescription and dispensing practices. Pharmacist has to be more involved in patient-oriented of pharmaceutical care. This study was conducted to evaluate pharmaceutical care in Apotek Pendidikan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung from July–October in 2017, by assessing several factors in drugs dispensing using WHO patient indicators instrument. This cross-sectional study was conducted with a minimum sample size of 20 patients. The indicators that we used based on WHO assessment were average consultation time, dispensing time, percent of drugs that can be delivered, percent of labeling, and knowledge of dosage. The results showed that the average of consultation time was 99.03 s, average of dispensing time was 264 s, percentage of delivered drug was 97.18%, and 100% of correctly labeled drugs. Patients’ knowledge about their drug was only 17.07%, and consultation time varied from 10 to 370 s, compared with recommended time which is 60 s. Patients’ knowledge about dose was only 21.17%. Pharmaceutical care in Apotek Pendidikan Unpad Bandung could be assessed by WHO indicators and can be seen that patients’ knowledge of drug dose was influenced by type of disease which is degenerative and nondegenerative diseases, while time of drug administration and correct drug labeling was influenced by type of prescription of patients that is prescription of compounded medicine or non-compounded medicine. Pharmacists need to increase their service time so that patients can receive the drug quickly. Low patient’s knowledge is also expected to increase by drug information service and counseling.Keywords: Consultation time, dispensing time, patient indicators, patient knowledge, pharmaceutical care, right label
Pengaruh jumlah penduduk dan inflasi serta investasi swasta terhadap pertumbuhan ekonomi dan pengangguran Rahayu, Kuswati Indra; Michael, Michael; Amalia, Siti
INOVASI Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jinv.v13i1.2436

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah penduduk, inflasi, dan investasi swasta terhadap pertumbuhan ekonomi dan pengangguran di Provinsi Kalimantan Timur, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Penelitian ini bersifat eksplanatif (eksplanatory research), yakni berusaha menjelaskan hubungan kausalitas (causality relationship) antara jumlah penduduk, inflasi, dan investasi swasta terhadap pengangguran melalui pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Timur dengan menggunakan data panel, tahun 2003-2014 di 9 kabupaten/ kota. Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah structural equation model (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penduduk secara langsung berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur, sedangkan inflasi dan investasi swasta secara langsung tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur. Kemudian, Pertumbuhan ekonomi, inflasi dan investasi swasta secara langsung tidak berpengaruh signifikan terhadap pengangguran di Kalimantan Timur.  Sedangkan jumlah penduduk secara langsung berpengaruh signifikan terhadap pengangguran di Kalimantan Timur. Selanjutnya, jumlah penduduk, inflasi dan investasi swasta secara tidak langsung tidak berpengaruh signifikan terhadap pengangguran di Kalimantan Timur.
PENINGKATAN UNJUK KERJA MOTOR BENSIN EMPAT LANGKAH DENGAN PENGGUNAAN METHYL TERTIARY BUTHYL ETHER PADA BENSIN Kristanto, Philip; Anggono, Willyanto; Michael, Michael
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 2 (2001): OCTOBER 2001
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.391 KB) | DOI: 10.9744/jtm.3.2.pp. 57-62

Abstract

Octane number is reference to measure quality of gasoline as the fuel of gasoline engine. Gasoline with higher octane number gives less tendency to knocking. Methyl Tertiary Buthyl Ether is a chemical solutions that gives positive effect to rise the octane number. Using a motor Daihatsu CB-23, the best power obtained by using gasoline with 20% Methyl Tertiary Buthyl Ether and ignition timing is 15 degree before TDC. Abstract in Bahasa Indonesia : Angka oktan merupakan acuan untuk mengukur kualitas bensin yang digunakan sebagai bahan bakar motor bensin. Makin tinggi angka oktan maka makin rendah kecenderungan bensin untuk terjadi knocking. Methyl Tertiary Buthyl Ether merupakan suatu larutan kimia yang memberikan pengaruh positif untuk meningkatkan angka oktan dari bensin. Dari hasil percobaan dengan motor Daihatsu CB-23 diperoleh bahwa dengan penambahan Methyl Tertiary Buthyl Ether dengan konsentrasi 20% dalam bensin dan sudut pengapian 15 derajat sebelum TMA diperoleh daya yang dihasilkan motor paling optimal. Kata kunci: angka oktan, motor bensin, Methyl Tertiary Buthyl Ether.
STUDI KASUS EVALUASI KINERJA SEISMIK BANGUNAN BETON BERTULANG DENGAN MEMPERTIMBANGKAN SOIL-STRUCTURE INTERACTION Michael, Michael
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Analisa respons seismik struktur sering dilakukan tanpa mempertimbangkan interaksi struktur tanah, dimana dasar struktur diasumsikan kaku (rigid) . Namun, diketahui bahwa fleksibilitas dasar memberikan pengaruh yang signifikan terhadap respons seismik struktur. Bangunan beton bertulang dengan jumlah lantai 3, 4 dan 5, terletak pada tanah sedang dan tanah lunak akan dikaji dengan analisis nonlinear pushover. Analisis akan dilakukan pada bangunan dengan mempertimbangkan interaksi struktur tanah maupun tidak. Untuk menunjukkan perilaku inelastik elemen balok dan kolom, digunakan model fiber dengan distributed plasticity pada kedua elemen tersebut. Respons tanah dimodelkan sebagai pegas (Beam Nonlinear Winkler Foundation) yang menggunakan acuan ATC-40. Hasil menunjukkan bahwa pada bangunan 3 lantai ,variasi tanah tidak memberikan perbedaan yang besar terhadap kapasitas lateral bangunan sehingga interaksi struktur tanah dapat diabaikan. Namun, pada bangunan 4 dan 5 lantai ditunjukkan bahwa kapasitas lateral berkurang secara bertahap sehingga interaksi struktur tanah perlu dipertimbangkan. Selanjutnya, daktilitas struktur menunjukkan hasil yang serupa dengan kapasitas lateral berdasarkan jenis tanah. Untuk bangunan 3 lantai variasi tanah tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap daktilitas struktur. Namun, untuk bangunan 4 dan 5 lantai daktilitas menurun secara drastis dari tanah sedang ke tanah lunak.Kata kunci: Interaksi Struktur Tanah, Bangunan Beton Bertulang, Nonlinear Pushover
PENGARUH AKIBAT ADANYA BAHAN SUBSTITUSI ABU CANGKANG TELUR SEBAGAI TAMBAHAN SEMEN DAN KERAK BOILER SEBAGAI SUBSTITUSI PASIR Michael, Michael
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBeton biasanya digunakan dalam berbagai bidang seperti pada bidang konstruksi, drainase, jalan raya.Untuk penggunaannya yang cukup luas, penggunaan material pembuatan beton akan semakin cepat berkurang. Olekarena itu digunakan material lain sebagai substitusi ataupun pengganti yang lebih ekonomis. Material yangdigunakan abu kerak boiler (AKB) sebagai bahan substitusi pasir dan abu cangkang telur (ACT) sebagai bahatambahan pada semen. Variasi pencampuran material AKB (10%, 15%, dan 25%) dan ACT (5% dan 7.5%). Bendauji yang digunakan berbentuk silinder dengan jumlah benda uji sebanyak 42 buah. Jumlah benda uji untuk pengujiankuat tekan dan pengujian kuat tarik belah masing-masing 3 buah. Pengujian kuat tekan, kuat tarik belah, danabsorbsi dilakukan pada umur 28 hari. Hasil pengujian kuat tekan mengalami penurunan dan hasil pengujian kuattarik belah mengalami kenaikan, sehingga pada penelitian selanjutnya diperlukan variasi yang lebih spesifik.Kata kunci: semen, pasir, beton
Design and Development of Computer Specification Recommendation System Based on User Budget With Genetic Algorithm Michael, Michael; Winarno, Winarno
IJNMT (International Journal of New Media Technology) Vol 5 No 1 (2018): International Journal of New Media Technology (IJNMT)
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.794 KB) | DOI: 10.31937/ijnmt.v5i1.814

Abstract

There are a lot of things that must be considered when determining specifications of computer components to make sure those components chose are working compatible. According to a survey conducted to 78 respondents, about 72.5% of the respondents prefer to buy a built-up computer. The reason is because of a lack of knowledge of computer components and how to assemble computer properly. This research aimed to develop   a recommendation system that able to give recommendation of buying computer based on compatible components to be assembled, with the available budget, so that people who do not know computer components can also buy a assembled computer. The Genetic Algorithm was chosen for making this recommendation system because this Algorithm gives more alternative solutions through the process of crossover and mutation compared to the Greedy Algorithm which doesn’t produce a solution by trying all alternative solution nor  Exhaustive Search on Brute Force Algorithm which takes a long time to find optimum solution. The recommendation system of computer components specifications based on the budget available has been successfully developed using Genetic Algorithm and achieved 75.75% user satisfaction. Index Terms— Computer Components, Genetic Algorithm, Greedy Algorithm, Recommendation System.
DAMPAK SUB-SEKTOR UNGGULAN TERHADAP PEREKONOMIAN KOTA SAMARINDA: PENDEKATAN INPUT-OUTPUT Mahakam, Jerry Pahlevy; Michael, Michael; Amalia, Siti
Journal of Innovation in Business and Economics Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.144 KB) | DOI: 10.22219/jibe.v6i1.2271

Abstract

In this paper, the writer would like to investigate the sub-sectors of the economy categorized as superior, potential, and non-superior, determine the magnitude of  multiplier income arising from these sub-sector on household income and job opportunities, and identify the sub-sector of the economy which can be placed as a superior in Samarinda. This study employed Input-Output approach which later discovered several factors which were considered as superior, namely  food and beverage industry; Paper and printing industry; electricity; construction / building; land transportation; and other services, while the sub-sectors which were included in non-superior categories were rice, cassava, vegetables, fruits, other staple food crops, plantation crops, timber and forest products, fisheries, mining, timber industry, chemical industry, hotels, telecommunications, insurance, government, education services. In addition, the results of forward and backward linkages analysis and multiplier income calculating of household income and job opportunities found that those sub-sectors of food and beverage industry, building/ construction, other services, and land transportation were categorized into major sub-sectors.