Articles

Found 9 Documents
Search

ADSORPSI AIR DARI CAMPURAN UAP ETANOL-AIR DENGAN ZEOLIT SINTETIS 4A DALAM PACKED BED DALAM RANGKA PRODUKSI FUEL GRADE ETHANOL Handrian, Handrian; Sediawan, Wahyudi Budi; Mindaryani, Aswati
Jurnal Rekayasa Proses Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1062.582 KB) | DOI: 10.22146/jrekpros.30344

Abstract

Ethanol can be used as fuel if it has a purity of 99.5%, while ethanol distillation will stop at its azeotrop point, ie at 95.6%. Adsorption of molecular sieve is one of the methods to obtain ethanol with level above the azeotropic point. Adsorbent that serves as molecular sieve is synthetic zeolite 4A. The adsorbent has a pore diameter of 3.9 ?, then water and ethanol each has a molecular diameter of 2.75 ? and 4.4 ?. Hence the adsorbent is selective against the ethanol-water mixture. The purpose of this research is to obtain ethanol above its azeotropic point and to study the relationship between the influence of flow rate (Vz) and temperature (T) to changes in the number of mass transfer coefficient (kc), radial diffusivity (Der) and henry constants (H') which can be used as parameters in the design of adsorption tools on a commercial scale.This experiment was conducting by weighing zeolite 4A as much as 100 grams, then compiled and measured the height on packed bed column adsorbent. The heating regulator is switched on and set to a constant temperature of 80, 85, 90, 95 and 100 0C. Ethanol 95.61% with 250 ml volume is put into three-neck flask, then heat to evaporate. Turn on the cooling back and adjust the amount of formed vapor rate by adjusting the faucet opening and the degree of voltage in the heating mantle. The magnitude of the vapor flow rate is set at 2, 4 and 6 liters / minute. The products is accomodated and samples were taken every minute to analyze the ethanol content.This adsorption process gives the highest yield of ethanol with 99.40% content. The steam flow rate of 2 lpm and the temperature of 800C is the optimum combination in this research because much of the water vapor adsorbed on the 4A zeolite grain is 7.93 grams. The numerical calculation provides the result that the value of Der in this experiment is 1.59.10-3 cm2 / men, and the relation of kc are the function of reynolds and H'  the function of temperature are as follows: kc = 7,95.10^-3.(Re)^0,1639 and H' = 4,47.10^-3.exp(2565,26/T) ABSTRAKEtanol dapat digunakan sebagai bahan bakar jika memiliki kemurnian 99,5%, sedangkan dislitasi etanol akan terhenti pada titik azeotropnya, yaitu pada 95,6%. Adsorpsi molecular sieve adalah salah satu metode untuk memperoleh etanol dengan kadar diatas titik azeotrop. Adsorbent yang berfungsi sebagai molecular sieve adalah zeolit sintetis 4A. Adsorbent ini memiliki diameter pori sebesar 3,9 ?, lalu air dan etanol masing-masing memiliki diameter molekul 2,75 ? dan 4,4 ?. Maka dari itu adsorbent bersifat selektif terhadap campuran etanol-air. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh etanol diatas titik azeotropnya serta mempelajari hubungan pengaruh laju alir (vz) dan suhu (T) terhadap perubahan harga koefisien transfer massa (kc), difusivitas radial (Der) dan konstanta henry (H?) yang bisa digunakan sebagai parameter dalam perancangan alat adsorpsi pada skala komersial. Percobaan ini dilakukan dengan cara menimbang zeolit 4A sebanyak 100 gram, lalu disusun  dan diukur tingginya pada packed bed columnadsorbent. Regulator pemanas dinyalakan dan diatur suhunya sampai konstan pada 80, 85, 90, 95 dan 1000C. Etanol 95,61% dengan volum 250 ml dimasukkan ke labu leher tiga, lalu dipanaskan sampai menguap. Pendingin balik dinyalakan dan diatur besarnya laju uap yang terbentuk dengan mengatur bukaan kran dan derajat voltase pada heating mantle. Besarnya laju aliran uap diatur pada 2, 4 dan 6 liter/menit. Produk ditampung dan diambil tiap menit sebagai sampel untuk dianalisis kadar etanolnya. Proses adsorpsi ini memberikan hasil tertinggi berupa etanol dengan kadar 99,40%. Laju alir uap 2 lpm dan suhu 800C adalah kombinasi yang optimal dalam penelitian ini karena banyak uap air yang teradsorpsi pada butir zeolit 4A yaitu 7,93 gram. Perhitungan secara numeris memberikan hasil bahwa nilai Der pada percobaan ini adalah 1,59.10-3 cm2/men, serta hubungan kc fungsi reynolds dan H? fungsi suhu berturut-turut adalah sebagai berikut:kc=7,95.10-3..vz.D0,1639dan H'=4,47.10-3.e2565,26T 
DESAIN ADSORBER MENGGUNAKAN BAHAN ISIAN RESIN PENUKAR ANION BASA KUAT UNTUK PEMURNIAN BIOGAS Muntari, Anies; ., Wiratni; Mindaryani, Aswati; ., Surasno
Jurnal Riset Industri Vol 7, No 2 (2013): Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan Mendukung Ketahanan Energi Nasional
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9103.775 KB)

Abstract

Biogas sebagai sumber energi terbarukan mempunyai kandungan metana (CH4)  sekitar 50-75% sebagai bahan bakar utama. Untuk dapat menggunakan biogas sebagai sumber energi yang lebih luas perlu dilakukan proses pemurnian biogas dari  pengotornya seperti CO2.   Perancangan alat pemurnian biogas skala pilot plant telah dilakukan berdasarkan data-data percobaan laboratorium. Oesain alat yang dirancang beroperasi pada tekanan atmosferis dan suhu lingkungan dengan kapasitas 75 Liter resin dan laju alir gas 0,8 L/menit.   Bahan isian adsorber yang digunakan adalah resin berjenis penukar anion basa kuat dan air dengan perbandigan 3: 1. Oimensi alat adsorber yang dirancang yaitu, tinggi 1350 mm dan diameter  254 mm. Hasil unjuk kerja alat skala pilot plant yang telah dilakukan menunjukkan bahwa C02 mampu utuk dihilangkan hingga 100% dalam waktu 15 menit. Setelah 15 menit resin harus diregenarasi menggunakan larutan NaCI 2% untuk mengembalikan unjuk kerja resin seperti sedia kala. Hasil analisa ekonomi terhadap keberlangsungan proses tersebut memberikan hasil ROI 24,91%,  POT 2,86 tahun, OCFRR 31,12%, BEP 42,29% dan SOP 26,50%.  Hasil analisis parameter­ parameter ekonomi tersebut menunjukkan bahwa proses ini layak untuk dijalankan.
DESAIN ADSORBER MENGGUNAKAN BAHAN ISIAN RESIN PENUKAR ANION BASA KUAT UNTUK PEMURNIAN BIOGAS Muntari, Anies; ., Wiratni; Mindaryani, Aswati; ., Surasno
Jurnal Riset Industri Vol 7, No 2 (2013): Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan Mendukung Ketahanan Energi Nasional
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9103.775 KB)

Abstract

Biogas sebagai sumber energi terbarukan mempunyai kandungan metana (CH4)  sekitar 50-75% sebagai bahan bakar utama. Untuk dapat menggunakan biogas sebagai sumber energi yang lebih luas perlu dilakukan proses pemurnian biogas dari  pengotornya seperti CO2.   Perancangan alat pemurnian biogas skala pilot plant telah dilakukan berdasarkan data-data percobaan laboratorium. Oesain alat yang dirancang beroperasi pada tekanan atmosferis dan suhu lingkungan dengan kapasitas 75 Liter resin dan laju alir gas 0,8 L/menit.   Bahan isian adsorber yang digunakan adalah resin berjenis penukar anion basa kuat dan air dengan perbandigan 3: 1. Oimensi alat adsorber yang dirancang yaitu, tinggi 1350 mm dan diameter  254 mm. Hasil unjuk kerja alat skala pilot plant yang telah dilakukan menunjukkan bahwa C02 mampu utuk dihilangkan hingga 100% dalam waktu 15 menit. Setelah 15 menit resin harus diregenarasi menggunakan larutan NaCI 2% untuk mengembalikan unjuk kerja resin seperti sedia kala. Hasil analisa ekonomi terhadap keberlangsungan proses tersebut memberikan hasil ROI 24,91%,  POT 2,86 tahun, OCFRR 31,12%, BEP 42,29% dan SOP 26,50%.  Hasil analisis parameter­ parameter ekonomi tersebut menunjukkan bahwa proses ini layak untuk dijalankan.
Adsorpsi Air dari Campuran Uap Etanol-Air dengan Zeolit Sintetis 4A dalam Packed Bed dalam Rangka Produksi Fuel Grade Ethanol Handrian, Handrian; Sediawan, Wahyudi Budi; Mindaryani, Aswati
Jurnal Rekayasa Proses Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.30344

Abstract

Ethanol can be used as fuel if it has a purity of 99.5%, while ethanol distillation will stop at its azeotrop point, ie at 95.6%. Adsorption of molecular sieve is one of the methods to obtain ethanol with level above the azeotropic point. Adsorbent that serves as molecular sieve is synthetic zeolite 4A. The adsorbent has a pore diameter of 3.9 Ǻ, then water and ethanol each has a molecular diameter of 2.75 Ǻ and 4.4 Ǻ. Hence the adsorbent is selective against the ethanol-water mixture. The purpose of this research is to obtain ethanol above its azeotropic point and to study the relationship between the influence of flow rate (Vz) and temperature (T) to changes in the number of mass transfer coefficient (kc), radial diffusivity (Der) and henry constants (H) which can be used as parameters in the design of adsorption tools on a commercial scale.This experiment was conducting by weighing zeolite 4A as much as 100 grams, then compiled and measured the height on packed bed column adsorbent. The heating regulator is switched on and set to a constant temperature of 80, 85, 90, 95 and 100 0C. Ethanol 95.61% with 250 ml volume is put into three-neck flask, then heat to evaporate. Turn on the cooling back and adjust the amount of formed vapor rate by adjusting the faucet opening and the degree of voltage in the heating mantle. The magnitude of the vapor flow rate is set at 2, 4 and 6 liters / minute. The products is accomodated and samples were taken every minute to analyze the ethanol content.This adsorption process gives the highest yield of ethanol with 99.40% content. The steam flow rate of 2 lpm and the temperature of 800C is the optimum combination in this research because much of the water vapor adsorbed on the 4A zeolite grain is 7.93 grams. The numerical calculation provides the result that the value of Der in this experiment is 1.59.10-3 cm2 / men, and the relation of kc are the function of reynolds and H  the function of temperature are as follows: kc = 7,95.10^-3.(Re)^0,1639 and H = 4,47.10^-3.exp(2565,26/T) ABSTRAKEtanol dapat digunakan sebagai bahan bakar jika memiliki kemurnian 99,5%, sedangkan dislitasi etanol akan terhenti pada titik azeotropnya, yaitu pada 95,6%. Adsorpsi molecular sieve adalah salah satu metode untuk memperoleh etanol dengan kadar diatas titik azeotrop. Adsorbent yang berfungsi sebagai molecular sieve adalah zeolit sintetis 4A. Adsorbent ini memiliki diameter pori sebesar 3,9 Ǻ, lalu air dan etanol masing-masing memiliki diameter molekul 2,75 Ǻ dan 4,4 Ǻ. Maka dari itu adsorbent bersifat selektif terhadap campuran etanol-air. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh etanol diatas titik azeotropnya serta mempelajari hubungan pengaruh laju alir (vz) dan suhu (T) terhadap perubahan harga koefisien transfer massa (kc), difusivitas radial (Der) dan konstanta henry (H’) yang bisa digunakan sebagai parameter dalam perancangan alat adsorpsi pada skala komersial. Percobaan ini dilakukan dengan cara menimbang zeolit 4A sebanyak 100 gram, lalu disusun  dan diukur tingginya pada packed bed columnadsorbent. Regulator pemanas dinyalakan dan diatur suhunya sampai konstan pada 80, 85, 90, 95 dan 1000C. Etanol 95,61% dengan volum 250 ml dimasukkan ke labu leher tiga, lalu dipanaskan sampai menguap. Pendingin balik dinyalakan dan diatur besarnya laju uap yang terbentuk dengan mengatur bukaan kran dan derajat voltase pada heating mantle. Besarnya laju aliran uap diatur pada 2, 4 dan 6 liter/menit. Produk ditampung dan diambil tiap menit sebagai sampel untuk dianalisis kadar etanolnya. Proses adsorpsi ini memberikan hasil tertinggi berupa etanol dengan kadar 99,40%. Laju alir uap 2 lpm dan suhu 800C adalah kombinasi yang optimal dalam penelitian ini karena banyak uap air yang teradsorpsi pada butir zeolit 4A yaitu 7,93 gram. Perhitungan secara numeris memberikan hasil bahwa nilai Der pada percobaan ini adalah 1,59.10-3 cm2/men, serta hubungan kc fungsi reynolds dan H’ fungsi suhu berturut-turut adalah sebagai berikut:kc=7,95.10-3..vz.D0,1639dan H=4,47.10-3.e2565,26T 
PREPARASI KARBON TEREMBAN OKSIDA COBALT DARI LIMBAH KULIT MANGGIS SEBAGAI ADSORBEN PENJERAP ETILEN UNTUK PENGAWETAN BUAH Mukti, Nur Indah Fajar; Prasetyo, Imam; Mindaryani, Aswati
Reaktor Volume 15 No.3 April 2015
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.244 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.15.3.165-174

Abstract

Ethylene is a compound produced naturally by fruit that can accelerate the maturity of the fruit. Controlling ethylene gas as a product of metabolism of fruit during storage will prolong the shelf life of the fruit. Controlling ethylene gas is carried out by adsorption process using carbon-impregnated cobalt oxide. In this study, carbon as a support made by pyrolysis of extraction waste of mangosteen peel at a temperature of  850°C for 15 minutes. Furthermore, the process of impregnating of cobalt oxide into the carbon pore network was carried out by using the incipient wetness impregnation method by adding a cobalt salt solution into the carbon pore network,  followed by heating at a temperature of 110oC for 8 hours and calcination at a temperature of 200oC for 6 hours. Ethylene adsorption test performed at 30°C using a static volumetric test. While Cavendish banana fruit preservation process was carried out at ambient temperature (20-32oC) by observing the changing of skin color from day to day. Adsorption test results showed that the ethylene uptake increased with the increasing of the composition of cobalt oxide on the carbon surface. The highest ethylene uptake of 6.094 mmol/(gram of adsorbent) was obtained from adsorption of ethylene using carbon-impregnated 30% cobalt oxide. Fruit preservation process indicated that the increasing of amount of adsorbent can improve the shelf life of bananas Cavendish. The highest result was obtained from the addition of 15 grams of carbon-impregnated cobalt oxide and silica gel that can extend the shelf life of bananas Cavendish for 15 days.   Keywords: adsorption; carbon;  cobalt oxide;  ethylene; impregnation Abstrak Etilen merupakan senyawa yang dihasilkan secara alami oleh buah yang dapat mempercepat kematangan pada buah. Pengontrolan gas etilen sebagai produk metabolisme buah selama penyimpanan akan memperpanjang masa simpan buah tersebut. Pengontrolan gas etilen dilakukan dengan proses adsorpsi menggunakan karbon teremban oksida cobalt. Pada penelitian ini, karbon sebagai pengemban dibuat dari pirolisis limbah kulit manggis sisa ekstraksi pada suhu 850oC selama 15 menit. Selanjutnya, proses pengembanan oksida cobalt pada permukaan karbon dibuat melalui proses impregnasi dengan incipient wetness method yang dilakukan dengan menambahkan larutan garam cobalt ke dalam jaringan pori karbon yang dilanjutkan dengan pemanasan pada suhu 110oC selama 8 jam dan kalsinasi pada suhu 200oC selama 6 jam. Uji adsorpsi etilen dilakukan pada suhu 30oC menggunakan alat uji static volumetric. Sedangkan proses pengawetan buah pisang Cavendish dilakukan pada suhu lingkungan (20 ? 32oC) dengan mengamati perubahan warna kulitnya dari hari ke hari. Hasil uji adsorpsi menunjukkan bahwa semakin banyak komposisi oksida cobalt pada permukaan karbon akan meningkatkan kapasitas penjerapan terhadap etilen. Hasil tertinggi sebesar 6,094 mmol/(gram adsorben) diperoleh dari adsorpsi etilen menggunakan karbon teremban 30% oksida cobalt. Dari proses pengawetan buah menunjukkan bahwa jumlah karbon teremban oksida cobalt yang semakin meningkat dapat meningkatkan umur simpan dari buah pisang Cavendish. Hasil tertinggi diperoleh dari penambahan 15 gram karbon teremban cobalt dan silica gel dapat memperpanjang umur simpan buah pisang Cavendish selama 15 hari. Kata kunci: adsorpsi; karbon; oksida cobalt; etilen; impregnasi
Pemodelan Matematis Dan Penyelesaian Numeris Pada Absorpsi CO2 Dalam Biogas Menggunakan Kolom Bahan Isian Dengan Larutan Methyldiethanolamine (MDEA) Ningrum, Sari Sekar; Mindaryani, Aswati; Hidayat, Muslikhin; Wahyu, Syafrima
Jurnal Teknologi Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Teknologi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.24 KB) | DOI: 10.31479/jtek.v7i1.41

Abstract

Biogas merupakan energi terbarukan yang dikembangkan untuk mensubtitusi energi yang berasal dari fosil. Keberadaan CO2  yang tinggi dapat menghambat efisiensi biogas. Oleh sebab itu, dibutuhkan pemurnian biogas dengan melakukan pengurangan kadar CO2 pada biogas. Pengurangan kadar CO2 pada biogas dapat dilakukan dengan cara absorpsi menggunakan MDEA pada kolom bahan isian. Percobaan absorpsi CO2 dilakukan secara kontinyu di dalam kolom absorpsi dengan diameter 6 cm dan panjang 75 cm, bahan isian berupa spiral tembaga dan laju alir cairan 0,15 L/menit. Variasi laju alir gas yang digunakan pada penelitian ini adalah 1 LPM, 1,5 LPM dan 1,8 LPM. Variasi larutan MDEA yang digunakan adalah 20 % dan 35,31 %. Konsentrasi gas CO2 yang keluar dari bagian atas kolom dicatat sebagai fungsi waktu. Data yang diperoleh dimasukkan ke dalam model matematis sehingga kemudian diperoleh nilai KGa dan k2. Pada laju alir gas 1 L/menit; 1,5 L/menit dan 1,8 L/menit dengan konsentrasi MDEA 20% berat diperoleh koefisien transfer massa gas (KGa) kisaran 0,0170 mol/min.atm.L hingga 0,0210 mol/min.atm.L dan konstanta kecepatan reaksi sebesar 450 L/mol.min sedangkan pada konsetrasi MDEA 35,35% berat diperoleh koefisien transfer massa gas (KGa) kisaran 0,0190 mol/min.atm.L hingga 0,0215 mol/min.atm.L dan konstanta kecepatan reaksi sebesar 450 L/mol.min.
Kinetic Parameters Determination of Benzene Vapor Adsorption on Activated Carbon Using Differential Permeation Technique Mindaryani, Aswati; Tyoso, Boma W.; Sediawan, Wahyudi B.; Supranto, Supranto
ASEAN Journal of Chemical Engineering Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Department of Chemical Engineering, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.949 KB) | DOI: 10.22146/ajche.50163

Abstract

Equilibrium and kinetic data are very important for a reliable design of a large-scale adsorption system. The objective of the research was to determine the particle scale kinetic parameters of strongly adsorbed volatile organic compounds (VOCS)in activated carbon (AC) by using the differential permeation technique. The experimental rig consisted basically of upstream and downstream reservoirs separated by a slab-shaped AC that is 2 mm thick. After cleaning the slab overnight at 400 K and under vacuum condition, the experiment was started by opening the valve to allow vapor to diffuse through the AC. The upstream and downstream pressures were continuously recorded until equilibrium was reached. Another experiment was run by increasing incrementally the upstream pressure. The same experiment was carried out using nonadsorbed gas (argon) to estimate both Knudsen permeability and viscous permeability. The Knudsen, viscous, and surface diffusivities were determined by matching the total permeability against the experimental data. From the data obtained, it was found that both porosity and surface diffusivity change with loading. The surface diffusivity of benzene vapor in AC pores does not follow the Darken model, but it follows the hydrodynamic model of Gilliland, especially when the porosity is relatively constant at high loading. Keywords: Adsorption, benzene, differential permeation, kinetic, and volatile organic compounds (VOCs).
PENGARUH RASIO JUMLAH RESIN TERHADAP AIR PADA ADSORPSI GAS KARBONDIOKSIDA MENGGUNAKAN RESIN KOMERSIAL Mutiari, Anies; Mindaryani, Aswati
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Center for Material and Technical Product

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.265 KB) | DOI: 10.37209/jtbbt.v4i1.41

Abstract

Biogas merupakan salah satu sumber energi alternatif yang sangat menjanjikan, namun permasalahan yang sering muncul ialah berkurangnya panas pembakaran akibat kadar impurities berupa karbondioksida (CO2) yang masih cukup besar, yaitu sekitar 25-45%. Salah satu cara yang cukup baik dan ekonomis untuk mengurangi kadar karbondioksida yaitu dengan cara adsorpsi. Metode adsorpsi dalam penelitian ini menggunakan adsorben berupa Strong Base Anion Exchange Resin dengan jenis Resin komersial Purolite dan Dowex Marathon A. Metode adsorpsi ini menggunakan mekanisme pelarutan gas CO2 kedalam air, sehingga akan terjadi reaksi pembentukan ion HCO3-. Ion HCO3- ini akan diserap pada permukaan  resin melalui mekanisme pertukaran ion dengan metode pendekatan kesetimbangan padat cair Langmuir. Untuk meningkatkan kelarutan CO2  didalam air maka pada penelitian ini dilakukan variasi resin yang digunakan, yaitu 1:3, 1:4 dan 1:6 dengan tujuan untuk mencari komposisi dengan jumlah resin yang optimum dan ekonomis. Dari hasil percobaan dapat dilihat bahwa pola H2CO3 dan HCO3-  yang terbentuk selalu meningkat setiap waktu, namun pola konsentrasi CO2  yang teramati menunjukkan penurunan sampai waktu tertentu dan meningkat lagi sampai konsentrasi awalnya akibat kesetimbangan sistem. Selain itu, laju reaksi dan adsorpsi di permukaan resin juga terhitung sebagai fungsi rasio resin terhadap air.Kata kunci: adsorpsi, kesetimbangan, Langmuir, resin, biogas
PEMODELAN MATEMATIS ADSORPSI CO2 DENGAN STRONG BASE ANION EXCHANGE RESIN SEBAGAI ADSORBEN UNTUK PURIFIKASI BIOGAS Mutiari, Anies; Wiratni, Wiratni; Mindaryani, Aswati
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Center for Material and Technical Product

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.148 KB) | DOI: 10.37209/jtbbt.v5i1.54

Abstract

Pemurnian biogas telah banyak dilakukan untuk menghilangkan kadar CO2  dan meningkatkan kandungan CH4  yang terkandung di dalamnya. Kandungan CH4 yang tinggi akan memberikan unjuk kerja yang lebih baik. Model  matematis proses adsorpsi CO2 disusun berdasarkan teori lapisan film antar fasa, dimana pada proses yang ditinjau terdapat tiga fase yaitu gas, cair dan padat. Model matematis dari data eksperimental   kecepatan dan kesetimbangan proses adsorpsi CO2 melalui mekanisme pertukaran ion di suatu kolom adsorpsi telah dibuat. Model ini dibuat untuk mencari konstanta yang dapat dipergunakan pada proses scale up data laboratorium ke skala pilot plant. Parameter proses kecepatan yang dicari nilainya adalah koefisien transfer massa massa volumetris CO2 pada fase cair (kLa), koefisien transfer massa volumetris CO2 pada fasegas (kGa) dan tetapan laju reaksi (k1 dan k2). Pada hasil penelitian ini ditunjukkan bahwa nilai parameter yang diperoleh sesuai hasil fitting data dengan model matematis yang digunakan, yaitu model transfer massa pada lapisan film antar fase secara seri: adalah kGa, kla, k1 dan k2  dengan nilai Sum of Squares Error (SSE) rata-rata 0,0431. Perbandingan nilai kGa hasil simulasi dan teoritisnya memberikan kesalahan rata-rata 18,79%. Perbandingan nilai kLa hasil simulasi dan teoritis memberikan kesalahan rata-rata 7,92%.Kata kunci: model matematis, adsorpsi CO2, pemurnian biogas