Mislaini Mislaini
Faculty of Agricultural Technology, Agricultural Technology Department, Andalas University

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN ALAT PENGHASIL ASAP CAIR DARI SEKAM PADI UNTUK MENGHASILKAN INSEKTISIDA ORGANIK Putri, Renny Eka; Mislaini, Mislaini; Ningsih, Lisa Silvia
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 19, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.19.2.29-36.2015

Abstract

Sekam padi merupakan salah satu limbah pertanian yang pemanfaatannya masih sedikit. Limbah sekam padi dapat dimanfaatkan dalam proses pembuatan asap cair dengan proses pirolisa. Asap cair yang dihasilkan dari proses pirolisa ini dapat digunakan sebagai insektisida organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase asap cair yang dihasilkan setiap kilogram sekam padi, melakukan pengujian asap cair sebagai insektisida dan mengetahui pengaruh variasi lama waktu pirolisa terhadap volume asap cair yang dihasilkan. Lama waktu pirolisa yang dilakukan yaitu 1, 1.5, dan 2 jam dengan massa sekam padi 2 kg pada setiap ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pirolisa yang optimum adalah 2 jam pada suhu berada dalam interval 380-430 °C, dimana rata-rata volume asap cair yang dihasilkan sebanyak 25,83 ml, rata-rata sekam padi setelah pirolisa 83,3 %, kinerja alat 1,24 gr/jam.m kondensor, dan komponen yang hilang sebesar 13,45 %. Asap cair dapat membunuh serangga yang ada pada pohon kakao. Lama pirolisa berpengaruh terhadap asap cair yang dihasilkan. Semakin lama waktu pirolisa, maka semakin banyak asap cair yang dihasilkan.Kata Kunci : Pirolisa; Insektisida; Sekam padi.
PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL) PESERTA DIDIK Mislaini, Mislaini
Tarbawiyah Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 1 No 02 (2017): Jurnal Tarbawiyah
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.732 KB) | DOI: 10.32332/tarbawiyah.v1i02.974

Abstract

Pendidikan harus merefleksikan nilai-nilai kehidupan sehari-hari, baik yang bersifat preservatif dan progresif. Sehingga lembaga pendidikan mestinya menyatu dengan nilai-nilai kehidupan nyata yang ada di lingkungannya. Untuk itulah pendidikan kecakapan hidup (life skill) niscaya untuk diterapkan dan diaplikasi bagi peserta didik di lembaga pendidikan tingakat manapun. Pengembangan nilai-nilai kecakapan hidup dalam berbagai kegiatan di lembaga pendidikan baik dalam pembelajaran di kelas, maupun dalam kegiatan ekstrakurikuler, serta dalam kegiatan keagamaan diharapkan dapat menumbuhkan jiwa pantang menyerah dengan etos kerja yang tinggi, mandiri kreatif, inovatif dalam menciptakan karya-karya di segala bidang, sehingga pada akhirnya mampu menciptakan sumber daya manusia yang mumpuni bagi masyarakat sekitarnya.
PEMANFAATAN DATA GEOSPASIAL UNTUK PEMBUATAN PETA DAERAH IRIGASI POMPA III NAGARI SINGKARAK KECAMATAN X KOTO SINGKARAK KABUPATEN SOLOK Yanti, Delvi; Tjandra, M. Agita; Mislaini, Mislaini; Chatib, Omil Chamyn
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 1 No 4b (2018): Desember 2018
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/hilirisasi.1.4b.285-296.2018

Abstract

Selama ini sistem penetapan biaya air irigasi di DI Pompa III Nagari Singkarak berdasarkan jumlah benih yang digunakan untuk setiap lahan. Data yang tidak akurat membuat petani merasakan ketidakseimbangan antara hak yang diperoleh dengan kewajiban yang harus dibayar. Apa pun manajemen yang baik tetapi manajemen tidak didukung oleh data yang akurat, maka itu tidak akan bisa memberikan hasil yang baik. Bentuk lahan yang tidak teratur dan bertingkat menjadi kendala dalam mendapatkan data yang secara akurat mengukur luas lahan, tetapi itu tidak berarti masalah tidak dapat diselesaikan, salah satunya adalah penerapan SIG (Sistem Informasi Geografis). Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, pengukuran, dan pembuatan peta. Hasil dari kegiatan penyuluhan yang dilakukan adalah petani memahami pentingnya basis data. Pengukuran tanah oleh pemilik atau penyewa tanah dilakukan dengan menggunakan GPS (Global Positioning System). Data diperoleh dari hasil pengukuran dalam bentuk koordinat untuk setiap plot tanah. Data yang diperoleh dari pengukuran lapangan harus ditransfer dari perangkat lunak GPS ke ArcGIS 9.x untuk melakukan pemrosesan untuk mendapatkan tanah oleh pemiliknya masing-masing atau mengolah tanah. Data luas lahan oleh masing-masing pemilik atau penyewa penggabungan masing-masing BSK (Blok Skunder Kwarter), untuk mendapatkan peta masing-masing BSK (BSK I - BSK V). Seluruh operasi BSK menghasilkan Pump Irigasi Area Peta III Nagari Singkarak.