Siti Sundari Miswadi
Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran Gunungpati Semarang 50229

Published : 17 Documents
Articles

Found 17 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA MELALUI PEMBELAJARAN BERBANTUAN KOMPUTER DENGAN MEDIA CHEMO-EDUTAINMENT Miswadi, Siti Sundari; Priatmoko, Sigit; Inayah, Al
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2008): January 2008
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kimiaberbantuan komputer antara yang berpendekatan chemo-edutainment (CET) denganyang tidak berpendekatan CET untuk materi pokok laju raksi pada siswa kelas XI SMAN11 Semarang. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik random sampling, dandiperoleh siswa kelas XI-IA 4 sebagai kelompok eksperimen dan kelas XI-IA 2 sebagaikelompok kontrol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi dantes. Analisis data terdiri atas analisis tahap awal dan analisis tahap akhir. Faktor yang ditelitiadalah peningkatan hasil belajar kognitif yang diukur dengan tes obyektif. Dari hasil penelitiandapat disimpulkan bahwa ada perbedaan peningkatan hasil belajar kimia berbantuankomputer antara yang diberi pendekatan CET dengan yang tidak diberi pendekatan CETdan peningkatan hasil belajar kimia berbantuan komputer yang diberi pendekatan CET lebihbaik daripada yang tidak diberi pendekatan CET untuk materi pokok laju reaksi pada siswakelas XI SMA Negeri 11 Semarang.Kata Kunci: hasil belajar kimia, pembelajaran berbantuan komputer, chemo-edutainment
PENGARUH PEMBELAJARAN ELABORASI TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMA Miswadi, Siti Sundari; Nuswowati, Murbangun; -, Wasi’ah
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 3, No 1 (2009): January 2009
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran  bermakna merupakan  suatu  proses  yang mengaitkan  informasi baru pada konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Pembelajaran elaborasi merupakan  salah  satu  pembelajaran  bermakna  yang mengaktifkan  kognitif siswa sehingga memudahkan dalam memahami konsep-konsep baru. Untuk mengetahui pengaruh pembelajaran elaborasi dilakukan eksperimen dengan mengambil sampel dari kelas X secara cluster random sampling, sedangkan metode pengumpulan data dilakukan dengan tes, observasi dan angket. Berdasarkan hasil analisis data, hasil belajar kelompok eksperimen  lebih  baik  dari  pada  kelompok  kontrol,  yang  berarti  pembelajaran  elaborasi berpengaruh terhadap hasil belajar kimia pada materi hidrokarbon kelas X di SMA Negeri 11 Semarang. Besarnya pengaruh pembelajaran elaborasi 13,7465% dan tergolong rendah. Secara  keseluruhan,  hasil  belajar  afektif  dan  psikomotorik  kelompok  eksperimen  lebih baik dari hasil belajar kelompok kontrol, sedangkan hasil angket refl eksi siswa terhadap pembelajaran, siswa senang dengan pembelajaran elaborasi. Kata Kunci : pembelajaran elaborasi, hasil belajar
PEMBERIAN UMPAN BALIK BERDASARKAN HASIL TES FORMATIF TERSTRUKTUR UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA Sunarto, Wisnu; Miswadi, Siti Sundari; Hertanto, Nano
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 3, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah  dilakukan  penelitian  tindakan  kelas  dengan  tujuan meningkatkan  aktivitas dan  hasil  belajar  kognitif  siswa  kelas XI-IPA SMA Masehi  1 PSAK Semarang melalui pemberian umpan balik berdasarkan hasil tes formatif terstruktur. Pemberian umpan yang dilakukan  guru  diharapkan  dapat memfasilitasi  siswa  lebih  aktif  dan  berprestasi  tinggi.Penelitian ini terlaksana dalam tiga siklus kegiatan. Setiap siklus terdiri atas empat tahapan, yaitu  perencanaan,  tindakan,  observasi,  dan  refl eksi. Tindakan  dilakukan  berdasarkan perencanaan  sebagai  aplikasi  atau  penerapan  isi  rancangan  tindakan.  Fokus  dalam penelitian  ini  adalah  pemberian  umpan  balik  berdasarkan  hasil  tes  formatif  terstruktur. Observasi dilaksanakan oleh peneliti dan guru kolaborasi untuk mendapatkan data aktivitas dan hasil belajar kognitif siswa. Hasil analisis data menunjukkan adanya kenaikan aktivitas dan ketuntasan hasil belajar kognitif siswa secara klasikal. Nilai persentase aktivitas siswa secara klasikal pada siklus I sebesar 61,90%, siklus II sebesar 83,33%, serta pada siklus III sebesar 90,47%, sedangkan ketuntasan hasil belajar kognitif siswa secara klasikal pada siklus I sebesar 61,90%, siklus II sebesar 71,42%, dan siklus III sebesar 80,95%. Berdasarkan data nilai persentase aktivitas dan ketuntasan hasil belajar kognitif siswa secara klasikal dapat disimpulkan bahwa pemberian umpan balik berdasarkan hasil tes formatif terstruktur dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar kognitif siswa. Kata Kunci: umpan balik, hasil belajar kognitif
PENGARUH PENGGUNAAN METODE PREVIEW, QUESTION, READ, SUMMARIZE, AND TEST MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMA Miswadi, Siti Sundari; Wijayati, Nanik; Farikhati, Laily Isni
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 4, No 1 (2010): January 2010
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pembelajaran yang cenderung tidak bervariasi dan lebih mengandalkan padahafalan menyebabkan siswa tidak bersemangat yang ditandai dengan rendahnya aktivitasdan hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasilbelajar kimia yang menggunakan metode pembelajaran preview, question, read, summarize,and test (PQRST) melalui pendekatan contextual teaching learning (CTL). Teknik yangdigunakan untuk mengambil sampel yaitu cluster random sampling. Metode penelitian yangdigunakan yaitu metode observasi, metode angket, metode tes, metode dokumentasi. Datahasil tes kognitif yang diperoleh akan dianalisis melalui 2 tahap yaitu uji tahap awal dan ujitahap akhir. Dari analisis data pada uji tahap awal diperoleh bahwa uji kesamaan rata-ratapada saat pre test antara kelas eksperimen dan kelas kontrol mempunyai kesamaan rata-ratayang sama. Sedangkan dari analisis data pada uji tahap akhir menunjukkan ada perbedaanhasil belajar yang signifi kan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasilanalisis ini dapat disimpulkan bahwa dengan metode PQRST melalui pendekatan CTLdapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan struktur atom dan sistemperiodik unsur sehingga terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan metodepembelajaran PQRST melalui pendekatan CTL dengan metode konvensional. Kata kunci: metode preview, question, read, summarize, and test, contextual teachinglearning
KAJIAN SPASIAL KUALITAS AIR TANAH BEBAS BERDASARKAN KEDALAM MUKA AIR TANAH: STUDI KASUS DI DATARAN ALUVIAL DAS PEMALI KABUPATEN BREBES Miswadi, Siti Sundari
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 16, No 2 (2009)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

Sebagian besar dataran aluvial DAS Pemali Kabupaten Brebes adalah sentra produksi pertanian bawang merah, kedelai, ubi kayu dan cabai. Selain itu, daerah ini terkenal pula dengna usaha peternakan itik yang menghasilkan telur dan berkembang pesat. Kegiatan pertanian dan usaha peternakan itik banyak dijumpai di lingkungan permukiman, padahal kegiatan tersebut menggunakan pupuk dan pestisida serta menghasilkan kotoran ternak yang tentunya akan mencemari sumur-sumur penduduk. Oleh karena layanan air bersih oleh PDAM belum menjangkau semua wilayah DAS Pemali, terutama di permukiman DAS Pemali, maka untuk keperluan masak, minum, mandi, cuci dan keperluan lainnya, penduduk membuat sumur gali dengan kedalaman yang bervariasi, dan tanpa memperhatikan syarat-syarat kesehtan dan syarat pembuatan sumur gali yang benar.  Tujuan penelitian adalah memetakan kualitas air tanah bebas berdasarkan kedalaman muka air tanah di dataran aluvial DAS Pemali. Metode yang digunakan adalah menganalisis kualitas air tanah bebas secara laboratoris dan hasilnya diplotkan pada peta kedalaman muka air tanah yang dibagi menjadi 11 kelas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 parameter kualitas air yang kadarnya melebihi Nilai Ambang Batas (NAB), yaitu  TDS, DHL, alaklinitas, COD, BOD, total coliform, coliform tinja, pH, karbamat dan organoklorin, sedangkan parameter-paramater NO3-, NO2-, SO4=, Ca2+, fosfat dan kekeruhan umumnya mempunyai kadar di bawah NAB. Dilihat dari beberapa titik sampel yang jumlah parameternya mempunyai kadar melebihi NAB, maka kedalaman muka air tanah 0,37-3,98 meter mempunyai delapan parameter yang melebihi NAB, kemudian kedalaman muka air tanah 0,10-0,36 meter dengan lima parameter, dan kedalaman 3,99-8,50 meter dengan empat parameter yang melebihi NAB.  Berdasarkan jumlah parameter setiap titik sampel, maka pada kedalam MAT 0,37-1,27 meter terdapat tujuh titik sampel yang masing-masing sampel mempunyai lima parameter kualitas air yang kadarnya melebihi NAB. Kedalaman MAT yang menunjukkan kualitas air cukup baik sesuai analisis adalah pada kedalaman di atas 8,51 meter dan antara 5,80-6,70 meter.
PENURUNAN TINGKAT INTRUSI AIR LAUT BERDASARKAN "CHLORiDE BICARBONATE RATIO" MENGGUNAKAN LUBANG RESAPAN BIOPORI : STUDI KASUS DI KOTA SEMARANG Miswadi, Siti Sundari
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 17, No 3 (2010)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

Banjir menjadi agenda tahunan bagi warga yang tinggal di daerah pinggiran pantai di Kota Semarang. Namun sekarang, wilayah yang jauh dari pantaipun kini sudah tidak luput dari banjir dan intrusi air laut. Hal ini terjadi karena airtanah sudah melebihi besarnya pengisian kembali (recharge), dan tanah sudah kehilangan fungsinya dalam menyerap air akibat maraknya pembangunan gedung dan perumahan yang tidak ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat intrusi air laut di sumur-sumur gali berdasarkan "Chloride-Bicarbonate Ratio", dan daya hantar listrik (DHL) serta salinitas di Kota Semarang. Penelitian dilakukan terhadap 30 sumur gali milik penduduk dengan jarak dari pantai antara 0,5-5 (lima) kilometer. Tingkat intrusi air laut dihitung berdasarkan rasio klorida terhadap karbonat dan bikarbonat, dan hasilnya diplotkan pada peta dasar. Hasil penelitian menunjukkan, tingkat intrusi air laut dan nilai DHL di Kota Semarang bagian timur jauh lebih jelek dibandingkan dengan wilayah pantai sebelah barat Kota Semarang, sedangkan kadar salinitas di sebagian besar daerah penelitian rata-rata kadarnya sedang. Hasil penelitian menggunakan lubang resapan biopori (LRB) sebagai adsorben menunjukkan, pada minggu ketiga setelah pembuatan LRB didapatkan tingkat intrusi air laut naik sebesar 66,64 % sumur, dan sebanyak 33,33% sumur turun tingkat intrusinya, sedangkan pada mingggu keenam terjadi penurunan tingkat intrusi sebesar 66,64% sumur, dan 33,33% sumur naik. Kadar salinitas pada minggu ketiga turun sebanyak 83,30 %sumur, dan 16,66% tetap, sedangkan pada minggu keenam 49,90 % sumur salinitasnya naik, 33,33% turun, dan 16,66% tetap. Nilai daya hantar tistrik (DHL) pada minggu ketiga terdeteksi 16,66% sumur naik, dan 83,30% sumur turun, sedangkan pada minggu keenam 49,98 % sumur DHL-nya naik, dan 49,98% turun. Nilai pH pada minggu ketiga terdeteksi 100% sumur turun, sedangkan minggu kelima) 66,64 % turun dan 33,33 % sumur pHnya naik. Kadar N03 menunjukkan pada minggu ketiga dan minggu keenam didapatkan hasil yang sarna, yaitu 16,66% sumur naik, dan 83,30 % turun. Kadar PO43- pada minggu ketiga lerdeteksi sebesar 100% jumlah sumur turun, sedangkan pada minggu keenam 16,66% turun, dan 83,30 % naik. Nilai kekeruhan pada minggu ketiga terdeteksi 16,66% sumur naik, dan 83,30 % turun, sedangkan pada minggu keenam 49,98 % sumur naik kekeruhannya, dan 49,98 % turun. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, setelah penggunaan LRB pada minggu ketiga, sebanyak 82,41 % sumur mengalami penurunan dan 17,59% mengalami kenaikan pada ketujuh parameter, sedangkan pada minggu keenam sebanyak 54,75% sumur mengalami penurunan, dan 45,25 % sumur mengalami kenaikan pada ketujuh parameter. Hasil optimal penggunaan LRB sebagai adsorben diperoleh pada minggu keenam.
METODE PEMBELAJARAN PREVIEW, QUESTION, READ, REFLECT, RECITE, REVIEW STRATEGI CONCEPT MAPPING Puspito, Yudha; Latifah, Latifah; Miswadi, Siti Sundari
Chemistry in Education Vol 1 No 2 (2012): Terbit Bulan Oktober 2012
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGGUNAAN SERBUK BIJI KELOR UNTUK MENURUNKAN KADAR Pb, KEKERUHAN DAN INTENSITAS WARNA Nugroho, Bahtiar Aji; Miswadi, Siti Sundari; Santosa, Nurwachid Budi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 3 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menurunkan kadar Pb, kekeruhan dan intesitas warna dengan menggunakan serbuk biji kelor pada air sumur gali. Penelitian ini diawali dengan pengukuran kadar Pb menggunakan panjang gelombang 283,3 nm. Pengukuran kadar Pb menggunakan variasi massa serbuk biji kelor 5, 10, 15, 20 dan 25 gram dan lama pengadukan 5, 10, 15, 20, 25 menit dengan hasil semakin banyak serbuk biji kelor dan semakin lama pengadukan kadar Pb semakin menurun. Untuk intensitas warna air sumur yang dicampur serbuk biji kelor menggunakan variasi massa 5, 10, 15, 20, 25 dan 30 gram. Kadar intensitas warna semakin  menurun dengan meningkatnya penambahan dosis koagulan (serbuk biji kelor). Kadar kekeruhan pada air sumur gali menggunakan serbuk biji kelor dengan variasi massa serbuk biji kelor dengan massa 5, 10, 15, 20, 25 dan 30 gram sambil digojog dengan stirrer. Hasil yang diperoleh kadar kekeruhan semakin menurun.
PEMANFAATAN ARANG ECENG GONDOK DALAM MENURUNKAN KEKERUHAN, COD, BOD PADA AIR SUMUR Valentina, Andika Endah; Miswadi, Siti Sundari; Latifah, Latifah
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KITOSAN BEAD SULFAT SEBAGAI PENURUN KADAR ZAT WARNA YELLOW IRK Dinata, Muryani; Mahatmanti, F. Widhi; Miswadi, Siti Sundari
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract