Articles

Found 29 Documents
Search

JURNAL ELEKTRONIK SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI ILMIAH Miswan, Miswan
AL-MAKTABAH Vol 4, No 1 (2002)
Publisher : Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.26 KB)

Abstract

Komunikasi ilmiah secara formal untuk menyebarkan pengetahuan dan hasil penelitian telah dilakukan oleh para ilmuwan sejak beberapa abad yang silam. Media yang digunakan pada awalnya berupa surat-menyurat, treatise dan buku. Namun akhirnya mereka menggunakan majalah sebagai sarana komunikasi ilmiah formal karena majalah dapat diterbitkan lebih cepat. Sampai sekarang jurnal merupakan sarana komunikasi ilmiah yang mapan. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi muncul jurnal dalam bentuk elektronik yang dapat diterbitkan dengan lebih cepat, lebih murah dan dapat disebarkan dengan cepat dan mudah. Namun kemunculan jurnal elektronik sebagai sarana komunikasi ilmiah masih menimbulkan kontroversi di kalangan ilmuwan. Di antara mereka ada yang meragukan legitimasinya dan enggan menggunakannya. Namun tidak sedikit para ilmuwan yang secara antusias menyambut kehadiran jurnal elektronik ini dan merasa optimis suatu saat nanti jurnal tercetak yang tradisional akan hilang digantikan jurnal elektronik ini. Tulisan ini menganalisis beberapa hasil penelitian yang pernah dilakukan tentang jurnal elektronik dan fungsinya sebagai sarana komunikasi ilmiah. Hasilnya adalah perlu ada penelitian lebih lanjut mengenai dampak jurnal elektronik terhadap komunikasi ilmiah dengan secara lebih adil dan seimbang agar diperoleh hasil yang obyektif. Kata Kunci: Jurnal elektronik, komunikasi ilmiah
PERBANDINGAN AIR PERASAN DAUN SAMBILOTO (ANDROGRAPHIS PANICULATA NEES) DAN SERAI (ANDROPOGON NARDUS) SEBAGAI DAYA TOLAK NYAMUK AEDES AEGYPTI Olviana, Olviana; Miswan, Miswan; Amalinda, Finta
PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : FKM Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.988 KB)

Abstract

Nyamuk Aedes aegypti merupakan serangga vektor penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang berkembang biak pada pemukiman manusia. Penanggulangan dan pencegahannya lebih banyak mengandalkan pada pemutusan rantai penularan melalui pengendalian A.aegypti yang berperan sebagai vektor penular DBD. Penelitian ini bertujuan untuk Perbandingan Air  Perasan Daun Sambiloto (Andrographis paniculata nees)  Dan Serai (Andropogon nardus) Sebagai  Daya Tolak Nyamuk Aedes aegypti. Jenis penelitian ini adalah Eksprimen untuk membandingkan efektitas air perasan tanaman sambiloto (Andrographis paniculata nees) dan serai (Andropogon nardus) sebagai penolak nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini berlokasi di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu dan telah dilaksanakan pada bulan Maret 2017. Dari hasil penelitian ini diperoleh hasil jumlah nyamuk yang hinggap pada tangan kanan yang telah diolesi air perasan sambiloto berjumlah 3 ekor nyamuk sedangkan pada tangan kiri yang telah diolesi air perasan serai berjumlah 23 ekor nyamuk. Dengan adanya penelitian ini diharapkan kepada masyarakat agar mampu membuat sendiri inteksida alami di rumah untuk mencegah terjadinya penyakit  DBD yang di sebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti.  Kata Kunci: Perasan daun Sambiloto, daun Serai, Aedes aegypti.
PEMANFAATAN LIMBAH DAUN KETAPANG (Terminalia catappa) SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Novriansyah, Muhammad; Miswan, Miswan; Ansar, Muhammad
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.715 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.383

Abstract

Bahan bakar adalah bahan-bahan yang digunakan dalam proses pembakaran. Tanpa adanya bahan bakar tersebut pembakaran tidak akan mungkin dapat berlangsung. Berdasarkan dari materi pembentuknya bahan bakar dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu bahan bakar berbasis organik dan bahan bakar nuklir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas daun ketapang (Terminalia Cattapa) sebagai bahan bakar alternatif dibandingkan dengan kompor minyak tanah. Jenis penelitian ini adalah penelitian Deskriptif melalui proses pemanfaatan limbah daun ketapang, peneliti ingin mengetahui efektifitas daun ketapang (Terminalia catappa) sebagai bahan bakar alternatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa briket Daun Ketapang (terminalia Cattpa) pada perlakuan pertama dalam waktu 16menit:18detik:38sekon dapat meningkatkan suhu air menjadi 73°C, Perlakuan kedua dalam waktu 21menit:27detik:09sekon dapat meningkatkan suhu air menjadi 77°C, Perlakuan ketiga dalam 14menit:42detik:17sekon dapat meningkatkan suhu air menjadi 68°C. Berdasarkan hasil penelitan dapat disimpulkan bahwa briket daun ketapang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar minyak, karena dari hasil penelitian yang dilakukan disetiap perlakuan briket daun ketapang dapat meningkatkan suhu air setelah pembakaran disetiap perlakuan. diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan dalam pengembangan ilmu dibidang kesehatan. Serta dapat menjadi sumber referensi dan bahan bacaan bagi peneliti lain yang ingin meneliti tentang pemanfaatan limbah.
SISTEM PENGOLAHAN SAMPAH MEDIS DAN NON MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH POSO Lagimpe, Sri Handayani A.; Miswan, Miswan; Jufri, Muhammad
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.015 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.450

Abstract

Rumah sakit dalam melaksanakan kegiatannya, menghasilkan sampah medis dan non medis yang dapat mengganggu kesehatan. Jika tidak di tangani dengan baik akan menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan lingkungan. Untuk itu, perlu menganalisis masalah-masalah yang berhubungan dengan pengelolaan sampah medis dan non medis rumah sakit. Tujuan penelitian ini untuk Untuk mengetahui gambaran pengelolaan sampah medis dan non medis di rumah sakit umum poso. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan metode wawancara mendalam (indepth interview) dan jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 12 (dua belas) orang. Pengolahan sampah medis dan non medis  dirumah sakit umum daerah poso terlihat berupa pemilahan tidak sesuai, pewadahan tidak sesuai, pengangkutan tidak sesuai, tempat penampungan sementara (TPS) tidak sesuai dan tempat pembuangan akhir (TPA) tidak sesuai. Sebagai bahan masukan bagi pimpinan Rumah Sakit untuk di lakukan perbaikan dan pegawasan mulai dari pemilahan sampai dengan pemusnahan sampah medis dan non medis sehingga dapat menjadikan rumah sakit sesuai dengan permenkes no 1204/MENKES/X/2004.
HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN ISPA PADA ANAK BALITA DI DESA TAOPA WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAOPA KABUPATEN PARIGI MOUTONG Nenitriana, Nenitriana; Miswan, Miswan; Tasya, Zhanaz
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.282 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.427

Abstract

Angka kejadian ISPA di Indonesia, pada balita adalah sekitar 10-20% per tahun. Angka kematian ISPA pada balita di Indonesia adalah 6 per 1000 balita. Ini berarti dari setiap 1000 balita setiap tahun 6 diantaranya yang meninggal akibat ISPA sebelum ulang umur 5 tahun. Jika di hitung, jumlah balita yang meninggal akibat ISPA di Indonesia dapat mencapai 150.000 balita per tahun, 12.500 per bulan, 416 per hari, 17 per jam atau 1 orang balita setiap menit. Usia yang rawan adalah usia bayi di bawah 1 tahun, karena sekitar 60-80% kematian terjadi pada bayi, proporsi kematian ISPA pada bayi adalah 29,5%. Artinya dari setiap 100 orang bayi yang meninggal, sekitar 30 orang bayi yang meninggal karena ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian ISPA pada balita di Desa Taopa Wilayah kerja Puskesmas Taopa Kecamatan Taopa Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian ini menggunakan  jenis penelitian survey analitik menggunakan pendekatan Cross Sectional,  dengan jumlah sampel sebanyak 52 anak balita uji Statistik  yang digunakan adalah “Chi Square”. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan bermakna antara ventilasi dengan kejadian ISPA pada anak balita dengan nilai ρ 0.000, ada hubungan bermakna antara langit-langit rumah dengan kejadian ISPA pada anak balita dengan nilai ρ 0.000, ada hubungan bermakna antara jenis lantai dengan kejadian ISPA pada anak balita dengan nilai ρ 0.000, dan ada hubungan bermakna antara kamarisasi dengan kejadian ISPA pada anak balita dengan nilai ρ 0.006. Saran kepada instansi diharapkan sebagai bahan evaluasi dan bahan pertimbangan bagi Puskesmas Taopa, Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong, Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah, dan sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil suatu kebijakan dalam melaksanakan pemberantasan penyakit ISPA.
FAKTOR RISIKO KUALITAS LINGKUNGAN FISIK RUMAH TERHADAP KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TOMINI Suparman, Suparman; Miswan, Miswan; Andri, Mohammad
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.768 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.409

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit paling mematikan didunia.. diperkirakan sepertiga dari populasi dunia telah terinfeksi Mycobacterium tuberculosis. Setiap tahun terdapat 9 juta kasus baru dan kasus kematian hampir mencapai 2 juta manusia. Di semua negara telah terdapat penyakit ini, tetapi yang terbanyak di Afrika sebesar 30%, Asia sebesar 55%, dan untuk China dan India secara tersendiri sebesar 35% dari semua kasus tuberkulosis. Kuman tuberkulosis dapat hidup dalam 1-2 jam sampai beberapa hari tergantung  dari ada tidaknya sinar matahari, ventilasi yang baik, kelembaban, suhu  rumah dan kepadatan hunian rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas lingkungan fisik rumah dengan kejadian tuberculosis paru di wilayah kerja Puskesmas Tomini. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survey analitik dengan metode Cross Control Study. Dengan jumlah 34 sampel dengan menggunakan uji analisis bivariat yaitu Case Control. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada faktor risiko kepadatan hunian dengan ke jadian tuberculosis paru dengan nilai (OR)=14,222, ada Faktor Risiko luas ventilasi dengan kejadian tuberculosis paru dengan nilai (OR)=8,556, dan ada faktor risiko jenis lantai dengan keadian tuberculosis paru dengan nilai (OR)=5,958. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada faktor risiko kepadatan hunian dengan kejadian tuberculosis paru, ada faktor risiko luas ventilasi dengan kejadian tuberculosis paru, dan ada faktor risiko jenis lantai dengan kejadian tuberculosis paru. Saran dalam penelitian ini adalah bagi petugas Puskesmas Tomini disarankan untuk mengetahui faktor predisposisi terjadinya Tuberculosis paru dan Pelayanan kesehatan yang lebih baik diharapkan dapat menangani pencegahan Tuberculosis paru.
HUBUNGAN SANITASI DASAR DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALISE KECAMATAN MANTIKULORE KOTA PALU Purwanto, I Wayan Hendrik; Miswan, Miswan; Yani, Ahmad
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.386 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.368

Abstract

Diare merupakan penyakit yang berbasis lingkungan, penularan penyakit diare dapat terjadi secara secara fekal-oral, melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi agen yang berasal dari air yang tercemar maupun dari tinja yang terkontaminasi. Sanitasi dasar rumah sangat erat hubungannya dengan angka kejadian penyakit menular terutama diare, Lingkungan rumah sangat berpengaruh terhadap terjadinya kajadian penyakit diare. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara sanitasi dasar dengan kejadian diare pada anak Balita di Wilayah kerja Puskesmas Talise Kecamatan Mantikulore Kota Palu. Jenis penelitian ini adalah analitik dalam bentuk survey yang bersifat observasional dengan metode pendekatan Case Control yaitu rancangan penelitian yang membandingkan antara kelompok kasus dengan kelompok kontrol yang sudah diketahui kejadiannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara kualitas fisik air dengan kejadian diare pada anak balita dengan nilai P Value 719 (>0,05) dan ada hubungan antara kondisi jamban dengan kejadian diare P Value 0,000 (<0,05) serta kondisi tempat sampah 0,000 (<0,05) namun tidak ada hubungan yang bermakna antara kepemilikan saluran pembuangan air limbah (SPAL) dengan kejadian diare pada anak balita dengan nilai P Value 497(>0,05), dan ke empat variabel tersebut merupakan faktor risiko terhadap kejadian diare pada anak balita. Hasil penelitian menyarankan agar instansi kesehatan lebih melakukan penyuluhan tentang sanitasi dan penyuluhan tentang penyakit diare.
EFEKTIFITAS EKSTRAK LIMBAH KULIT BUAH KAKAO (Theobroma cacao L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI Escherecia coli Ma'rifah, Ma'rifah; Miswan, Miswan; Nor, Andi Reza Alief Chairin
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.634 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.361

Abstract

Kulit buah kakao mengandung senyawa aktif flavonoid atau tanin yang diketahui berfungsi sebagai antibakteri. Peningkatan resistensi bakteri terhadap antibiotik memberikan peluang besar untuk mendapatkan senyawa antibakteri dengan memanfaatkan senyawa bioaktif dari kekayaan keanekaragaman hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas ekstrak limbah kulit buah kakao (Theobroma cacao L) sebagai antibakteri Escherecia coli. Jenis penelitian merupakan penelitian eksperimen, yaitu penelitian yang menggunakan seluruh kelompok untuk diberi perlakuan (treatment). Metode pengujian antibakteri yang digunakan yaitu metode difusi cakram kertas. Penentuan hasil yang didapatkan yaitu dengan mengukur hasil zona bening yang terbentuk pada area sekitar kertas cakram. Berdasarkan hasil uji efektifitas antibakteri yang telah dilakukan di Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Palu, seluruh konsentrasi ekstrak kulit buah kakao mempunyai aktivitas antibakteri. Konsentrasi yang efektif sebagai antibakteri (diameter zona bening ≥10 mm) berada pada konsentrasi ekstrak terbesar yaitu 100% dan 75% dengan rerata diameter zona hambat 12,44 mm dan 10,30 mm dengan kategori kuat. Sedangkan konsentrasi 50% dan 25% tidak efektif sebagai antibakteri (diameter zona bening <10 mm) dengan rerata diameter zona hambat 8,30 mm dan 3,85 mm dengan kategori antibakteri sedang dan lemah. Ditujukan kepada petugas kesehatan untuk lebih memanfaatkan bahan alami sebagai pengganti antibiotik kimia khususnya penggunaan kulit buah kakao sebagai antibakteri E. coli.
ANALISIS SANITASI DASAR PADA RUMAH MAKAN DI KECAMATAN KASIMBAR KABUPATEN PARIGI MOUTONG Irwan, Irwan; Miswan, Miswan; Yusuf, Herlina
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.896 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.377

Abstract

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1098/MENKES /SK/VII/2003 tentang Persyaratan Hygiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran. Rumah makan/restoran merupakan salah satu jasa boga yang lingkup kegiatannya menyediakan makanan dan minuman bagi kepentingan umum. Syarat dasar sanitasi rumah makan antara lain : ketersediaan air bersih, kepemilikan SPAL, Kepemilikan jamban, tersedianya tempat sampah, tempat cuci tangan, dan fasilitas kebersihan di dalam rumah makan (makanan, dapur yang bersih, keadaan ventilasi dan lain-lain). Tujuan Penelitian adalah mengetahui Analisis Sanitasi Dasar pada Rumah Makan di Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parigi Moutong Kabupaten Parigi Moutong. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dimana peneliti melakukan observasi/pengamatan langsung terhadap objek serta melakukan wawancara langsung. Objek penelitian adalah rumah makan Adelia yang berada di Desa Posona Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parigi Moutong (total populasi). Hasil penelitian menunjukkan dari empat dasar sanitasi yaitu keadaan air bersih didapatkan belum memenuhi syarat fisik air, pengelolaan sampah didapatkan bukan termasuk dalam pengelolaan sampah yang baik dan benar, kepemilikan SPAL didapatkan tidak memenuhi syarat kesehatan, dan kepimilikan jamban didapatkan sudah memenuhi syarat kesehatan di rumah makan Adelia Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parigi Moutong. Kesimpulan dalam penelitian ini didapatkan dari empat dasar sanitasi yang ditinjau ternyata ada 3 yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Saran dalam penelitian diharapkan bagi pihak instansi terkait Puskesmas Kasimbar Kabupaten Parigi Moutong untuk memberikan sosialisasi untuk semua pemilik rumah makan agar lebih memperhatikan dasar sanitasi lingkungan rumah makannya.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT DIARE PADA MASYARAKAT DI DESA TUMPAPA INDAH KECAMATAN BALINGGI KABUPATEN PARIGI MOUTONG Ramlah, Siti; Miswan, Miswan; Yani, Ahmad
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.562 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.384

Abstract

Penyakit Diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang seperti di Indonesia, karena masih sering timbul dalam bentuk KLB (Kejadian Luar Biasa) dan sering disertai kematian yang tinggi, terutama bagian Indonesia Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jarak sumber air bersih, kepemilikan sarana pembuangan tinja, kepemilikan sarana pembuangan air limbah dan kepemilikan sarana pembuangan sampah dengan Penyakit Diare pada masyarakat di Desa Tumpapa Indah Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Moutong. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional yang dalam pelaksanaannya baik variabel bebas (independent) maupun variabel terikat (dependent) dilakukan secara bersamaan dalam waktu yang sama. Berdasarkan hasil uji chi-square yang dilakukan menunjukkan bahwa jarak sumber air bersih memiliki hubungan dengan penyakit diare dengan nilai p-value = 0,000 dan kepemilikan jamban juga memiliki hubungan dengan penyakit diare dengan nilai p-value = 0,011. Sementara kepemilikan tempat sampah tidak memiliki hubungan dengan penyakit diare dengan nilai p-value=0,318 dan kepemilikan SPAL juga tidak memiliki hubungan dengan penyakit diare dengan nilai p-value=0,637. Ditujukan bagi pihak Puskesmas Balinggi agar meningkatkan sosialisasi melalui penyuluhan mengenai sanitasi lingkungan yang baik agar dapat mencegah terjadinya penyakit diare.