Yopie Moelyohadi
Mahasiwa Program Doktor Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH NAUNGAN TERHADAP INTERSEPSI DAN EFISIENSI PEGGUNAAN RADIASI SURYA PADA TANAMAN PADI GOGOTHE EFFECT OF SHADING ON SOLAR RADIATION INTERCEPTION AND RADIATION USE EFFICIENCY OF UPLAND RICE Moelyohadi, Yopie; Koesmaryono, Yonny; Darmasetiawan, Hanedi; Sopandie, Didy
Agromet Vol. 14 No. 1 & 2 (1999): June 1999
Publisher : PERHIMPI (Indonesian Association of Agricultural Meteorology)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1569.149 KB) | DOI: 10.29244/j.agromet.14.1 & 2.59-70

Abstract

Abstract is available in the full text (pdf format)
PENGARUH KOMBINASI PUPUK ORGANIK DAN HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI GALUR JAGUNG (ZEA MAYS. L) HASIL SELEKSI EFISIEN HARA PADA LAHAN KERING MARGINAL Moelyohadi, Yopie; Harun, M. Umar; Munandar, Munandar; Hayati, Renih; Gofar, Nuni
Jurnal Lahan Suboptimal : Journal of Suboptimal Lands Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.735 KB) | DOI: 10.33230/JLSO.2.2.2013.50

Abstract

This study aimed to study the growth and yield of maize crop nutrient  efficient  selection against  the  combination of different types of organic fertilizers and bio-fertilizers at low dose levels of chemical fertilizer on marginal dry land for the development of technological innovation fertilization on maize crops to reduce the use of chemical fertilizer on marginal dry land. This study was conducted in the field trials of Agro Techno Park (ATP), the Ministry of Research and Technology, South Sumatra from  January  to May  2012.   The experimental design used was SplitPlotdesign with three replications.   . The main plot treatment was dose levels of chemical fertilizer consists of : P1 = 50 % standard dose of ATP ( 200 kg urea , 50 kg SP36 and 25 kg KCl/ha ) and P2 = 25 % standard dose of ATP ( 100 kg urea , 25 kg SP36 KCl and 1.25 kg/ha) . treatment subplot , is the combined delivery of this type of organic fertilizer + biofertilizer types , comprising : KHO = control ( without organic fertilizer + biofertilizer ) , KH1 = composted cow manure + mycorrhiza , KH2 = composted cow manure + bacterial phosphate solvent , KH3 = composted chicken manure + biological mycorrhizae , KH4 = composted chicken manure + bacterial phosphate solvent , KH5 = compost straw corn + mycorrhizae , KH6= composted maize straw + bacteria phosphate solvent , KH7 = compost Legume cover crop ( LCC ) + Mycorrhiza and compost KH 8= legume cover crop (LCC) + solvent bacteria Phosphate.  The results showed that chicken manure compost fertilizer + fertilizer mycorrhizal give the best effect on the growth and yield of dryland corn yields marginal with an average of 9.70 tons of dry cobs/ha and the combined treatment of chemical fertilizer at 50 % level and composting chicken manure + mycorrhizal give the best effect on the growth and yield of maize in marginal dry land , with an average yield reached 10.51 tons of dry seed/acre.
PEMANFAATAN BERBAGAI JENIS PUPUK HAYATI PADA BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG(ZEA MAYS. L) EFISIEN HARA DI LAHAN KERING MARGINAL Moelyohadi, Yopie; Harun, M. Umar; Hayati, Renih; Gofar, Nuni
Jurnal Lahan Suboptimal : Journal of Suboptimal Lands Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.47 KB) | DOI: 10.33230/JLSO.1.1.2012.6

Abstract

Moelyohadi et al., 2012. The Use of  Various Types of Biofertilizers on Cultivation of  Nutrient Efficient Corn Genotypes(Zea mays L.  in Marginal Dry Land. JLSO 1(1):31-39.The study aimed at  obtaining nutrient efficient corn genotypes that give the best response to various types of biological fertilizers at low-level doses of chemical fertilizer in marginal drylands. This study was conducted in the field trials of Agro Techno Park (ATP), the Ministry of Research and Technology, South Sumatra from May to September 2011. The experimental design used was SplitPlotdesign  with three replications. The main plot treatments consisted of: (H0): without biofertilizer, (H1): biofertilizer:-mycorrhizae and (H2): BPF biological fertilizers. Subplot treatments, consisting of three corn genotypes for the selection of efficient nutrient properties, are genotypes  B-41 (G1), L-164 (G2), S-194 (G3)  and onehybrid variety:BISI-816 (G4) as agenotypecomparator. Alltreatmentunitswere givenlow dosesof chemicalfertilizerthat is 50% of theATPstandarddose(200kgUrea, SP-36 50kgand 25kgKClha-1).  The results showed that mycorrhizal fertilizer produced the highest corn production, which is 6.08 ton dry seed / acre and genotype B-41 shows a more adaptive growth in marginal dry land with a production  of 7.27 tons of dry  seed /acre  and the combined treatment of mycorrhizal fertilizer and genotype B-41 gave the highest production  of 8.57 tons of dry seed / acre 
PEMANFAATAN LIMBAH PERKEBUNAN KELAPA SAWIT SEBAGAI KOMPOS DAN MULSA ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) PADA LAHAN KERING MARGINAL Moelyohadi, Yopie
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 2 (2017): Klorofil
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v12i2.819

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mempelajari dan mendapatkan jenis kompos limbah perkebunan kelapa sawit dan jenis mulsa organik yang dapat memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung (Zea mays L.) pada lahan kering marginal. Penelitian ini telah dilaksanakan dilahan milik petani yang terletak di Desa Pangkalan Panji Kecamatan Banyuasin, Kabupaten Banyuasin III, Sumatera Selatan. Penelitian telah dilaksanakan mulai dari bulan Juni sampai September 2017. Penelitian ini menggunkan rancangan petak terbagi (Split-plot design).dengan 12 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Sebagai perlakuan petak utama adalah : jenis kompos limbah perkebunan kelapa sawit dan perlakuan anak petak adalah : jenis mulsa organik. Adapun perlakuannya : Petak utama (Main Plot) : Kompos Limbah Perkebunan sawit (K) K0 = Tanpa Pemberian Kompos (Kontrol), K1 = Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit (Tankos), K2 = Kompos Legum Cover Crop (LCC) dan K3 = Abu cangkang kosong kelapa sawit. Sedangkan Anak petak : Mulsa Organik (M), M1 = Mulsa Alang ? alang, M2 = Mulsa Legum Cover Crop (LCC) dan M3 = Mulsa Pelepah daun kelapa sawit. Peubah yang diamati yaitu: 1) Tinggi tanaman (cm), 2) Jumlah daun per tanaman (helai), 3) Panjang tongkol per tanaman (cm), 4) Berat tongkol per tanaman (g), 5) Berat 100 biji per tongkol (g), 6). Jumlah biji per tongkol, 7). Produksi per Petak. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan jenis kompos dan jenis mulsa organik berpengaruh sangat nyata terhadap semua pebuah yang diamati. Interaksi antar perlakuan hanya berpengaruh sangat nyata sampai nyata terhadap peubah jumlah daun dan berat 100 butir biji/tanaman, sedangkan untuk peubah pengamatan yang lain berpengaruh tidak nyata. Secara tabulasi kombinasi pemberian kompos tankos dan mulsa alang alang pada pemupukan kimia dosis rendah memberikan pengaruh tertinggi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung, dengan rata- rata produksi 5,26 kg tongkol kering/petak atau setara 13,15 ton tongkol kering/ha.
RESPON PERTUMBUHAN AKAR DAN TAJUK BEBERAPA GENOTIF JAGUNG (Zea mays.L) PADA KONDISI SUPLAI HARA RENDAH DENGAN METODE KULTUR AIR Moelyohadi, Yopie
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 10, No 1 (2015): Klorofil
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v10i1.195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik pertumbuhan akar dan tajuk serta efisiensi serapan hara pada tanaman jagung galur seleksi efisien hara dibandingkan dengan galur seleksi tidak efisien hara pada kondisi suplai hara rendah yang dapat digunakan sebagai landasan untuk menetapkan varietas jagung yang dapat tumbuh dan berproduksi tinggi di lahan kering marginal. Penelitian ini telah dilaksanakan di rumah kaca Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian UMP dan Laboratorium Ekofisiologi Fakultas Pertanian UNSRI Indralaya. Penelitian akan berlangsung selama 4 bulan,dimulai dari Bulan Mei sampai dengan Bulan September 2014. Bahan-bahan yang diperlukan dalam percobaan ini adalah 3 galur tanaman jagung hasil seleksi efisien hara yang didapat dari hasil penelitian pengembangan genotipe jagung efisien hara dilahan kering marginal terdiri dari 3 galur jagung hasil seleksi sifat efisien hara, yaitu galur B41, Galur L164 dan galur S194 serta varietas BISI 816 sebagai varietas pembanding. Media tanam yang digunakan dalam penelitian ini adalah larutan Kimura B yang terdiri dari stok A yaitu: (NH4)2.SO4 (48,2g), MgSO47H2O (134,8 g), KNO3 (18,3 g) dan KH2PO4 (24,8 g) dan Stok B yaitu: Ca(NO3).2H2O (86,17 g), FeSO4.7H2O (16 g) dan 1 N HCl (42 ml) (Yoshida et al., 1976). Sedangkan alat-alat yang dipergunakan dalam percobaan ini adalah: paralon sebagai tempat media tanam, stryrofoam, pompa air, Chlorofilmeter, oven dan alat-alat laboratorium. Percobaan ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split ?Plot). Sebagai perlakuan petak utama adalah perlakuan berbagai konsentrasi larutan hara, yaitu Ho = Hara normal (larutan Kimura B 100 % konsentrasi standar), H1 = Medium defisien hara (larutan Kimura B 50 % konsentrasi standar) dan H2 = Defisien hara (larutan Kimura B 25 % konsentrasi standar) Sebagai perlakuan anak petak adalah berbagai genotif jagung yaitu: G1 = Galur B41, G2 = Galur L164, G3 = Galur S194 dan G4 = Varietas BIS 816. Semua perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitin menunjukka pemberian berbagai konsentrasi larutan hara memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan akar dan tajuk tanaman jagung yang ditumbuhkan pada media kultur air dan galur jagung B41 memberikan respon pertumbuhan akar dan tajuk tanaman tertinggi dibandingkan dengan galur jagung lainnya pada berbagai tingkat konsentrasi laurutan hara yang diberikan pada media kultur air.
PEMANFAATAN LIMBAH PERKEBUNAN DAN EFEKTIF MIKROORGANISME SEBAGAI SUMBER HARA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PADI (Oryza Sativa L.) DI LAHAN SAWAH IRIGASI Moelyohadi, Yopie; Minwal, Minwal
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2016): Klorofil
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v11i1.210

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mempelajari dan mendapatkan jenis limbah perkebunan sebagaisumber hara yang yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi padi (Oryzasativa L.) di lahan sawah irigasi dalam rangka pengembangan inovasi teknologi budidaya tanaman yangmudah, murah dan berkelanjutan yang dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia tanpa menurunkanproduksi. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan sawah petani yang terletak di desa Sumber AgungKecamatan Buay Madang Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU-Timur). Penelitian berlangsung daribulan Januari sampai dengan bulan Mei 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (SplitPlot Design) dengan masing-masing kombinasi perlakuan diulang tiga kali. Sebagai perlakuan petak utamaadalah pemberian berbagai jenis kompos limbah perkebunan, dengan tiga taraf perlakuan , yaitu: 1). O0=Tanpa pemberian kompos (kontrol), 2). O1= Kompos blotong (limbah tebu), dan 3). O2= Kompos tandankosong kelapa sawit (tankos). Perlakuan anak petak adalah pemberian berbagai dosis takaran pupuk EM-4dengan empat taraf perlakuan, yaitu: 1). E0= 0 ml /l air (kontrol), 2). E1= 10 ml/l air , 3). E2= 15 ml /l airdan 4). E3= 20 ml/l air.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai jenis kompos limbahperkebunan dan pemberian EM-4 berpengaruh sangat nyata terhadap semua peubah yang diamati.Kombinasi pemberian kompos blotong (20 ton/hektar) dan pemberian larutan EM4 pada takaran 20 cc/l airmemberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi di lahan sawah irigasi,dengan hasil panen rata-rata mencapai 9,80 ton gabah kering/hektar.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH TERHADAP PEMBERIAN JENIS KOMPOS KOTORAN TERNAK PADA BERBAGAI TINGKAT PEMUPUKAN KIMIA PADA LAHAN KERING MARGINAL Moelyohadi, Yopie
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 1 (2017): Klorofil
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v12i1.613

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari serta mendapatkan jenis kompos kotoran ternak yang berpengaruh baik pada berbagai tingkat pemupukan kimia terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang (Arachis hypogaea L.) pada lahan kering marginal. Penelitian ini telah laksanakan di kebun percobaan kampus C Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang yang terletak wilayah Dusun I, Desa Pulau Semambu, Kecamatan Inderalaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Penelitian dilaksanakan dari bulan Mei sampai dengan bulan Agustus 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Split Plot Design. Sebagai perlakuan petak utama adalah pemberian berbagai jenis kompos kotoran ternak, dengan empat taraf perlakuan, yaitu:T0=tanpa pemberian kompos kotoran ternak (kontrol), T1=kompos kotoran burung puyuh, T2=kompos kotoran sapi dan T3=kompos kotoran ayam. Perlakuan anak petak adalah pemberian pupuk kimia pada berbagai tingkat pemupukan, dengan tiga taraf perlakuan, yaitu:.K1 = 25% dosis pupuk kimia (25 Kg Urea +25 Kg SP36 + 12,5 Kg KCL/ha), K2= 50% dosis pupuk kimia (50 Kg Urea +50 Kg SP36 + 25 Kg KCL/ha), dan K3= (75 Kg Urea +75 Kg SP36 +37,5 Kg KCL/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa kombinasi pemberian kompos kotoran ayam dan pupuk kimia pada tingkat pemupukan 75% memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah dengan produksi rata-rata encapai 6,72 ton polong kering panen /hektar.
PEMANFAATAN KOMPOS LIMBAH TANAMAN PADI DAN PEMBERIAN MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) PADA LAHAN KERING MASAM Moelyohadi, Yopie
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 1 (2019): Klorofil
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v14i1.1851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mempelajari dan mendapatkan jenis kompos limbah tanaman padi dan takaran pupuk mikoriza yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung (Zea mays L.). Penelitian ini telah dilaksanakan? di lahan milik? petani ?yang terletak di? Desa?? Pagar Agung, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan. Waktu pelaksanaan dari bulan September sampai Desember 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split-plot Design) dengan 9 kombinasi perlakuan, diulangan sebanyak 3 kali, serta 4 tanaman contoh. Adapun faktor perlakuanya adalah sebagai berikut : Petak utama adalah Jenis Kompos Limbah Tanaman Padi (K) :? K0???????? = kontrol (tanpa kompos); K1 = kompos jerami padi; K2 = arang sekam padi sedangkan Anak petak adalah Takaran Pupuk Mikoriza (M) : M0= kontrol (tanpa mikoriza);? M1??????????? = 5gr/tanaman; M2= 10gr/tanaman. Peubah yang diamati dalam penelitian ini yaitu: 1) Tinggi tanaman (cm), 2) Jumlah daun/tanaman (helai), 3) Berat tongkol/tanaman (g), 4) Panjang tongkol/tanaman (cm), 5) Diameter tongkol/tanaman (cm), 6) Jumlah biji/tongkol (butir), 7) Hasil panen/hektar (ton). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian jenis Kompos limbah tanaman padi memberikan pengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap semua peubah yang diamati. Perlakuan pemberian takaran pupuk mikoriza berpengaruh sangat nyata terhadap semua peubah yang diamati. Begitu juga dengan kombinasi perlakuan berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap semua peubah yang diamati, kecuali terhadap peubah tinggi tanaman dan diameter tongkol/tanaman yang berpengaruh tidak nyata. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu Kombinasi pemberian kompos jerami padi dan pupuk mikoriza dengan dosis 10 g/tanaman memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung, dengan hasil panen rata-rata 14,48 ton tongkol kering/hektar.
PEMANFAATAN KOMPOS LIMBAH PERKEBUNAN SEBAGAI SUMBER HARA GUNA MENDUKUNG PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L). Merrill) PADA BERBAGAI TINGKAT PEMUPUKAN KIMIA Moelyohadi, Yopie
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 11, No 2 (2016): Klorofil
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v11i2.463

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui, mempelajari dan mendapatkan jenis kompos limbah perkebunan sebagai sumber hara guna mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai (Glycine max (L) Merril) di lahan kering sub marginal dalam rangka pengembangan inovasi teknologi budidaya tanaman yang mudah, murah dan berkelanjutan yang dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia tanpa menurunkan produksi. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan percobaan Kampus C Universitas Muhammadiyah Palembang yang terletak di Desa Pulau Semambu, Kecamatan Inderalaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Mei sampai Juli 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan masing-masing kombinasi perlakuan diulang tiga kali. Sebagai perlakuan petak utama adalah pemberian berbagai jenis kompos limbah perkebunan dengan takaran kompos masing-masing 10 ton/hektar,dan disusun dengan tiga taraf perlakuan yaitu: B0= Tanpa pemberian kompos (kontrol), B1= Kompos tandan kosong kelapa sawit (tankos), dan B2= Kompos LCC Perlakuan anak petak adalah pemberian berbagai dosis takaran pupuk kimia dengan empat taraf perlakuan, yaitu: K1= 25 %dosis pupuk kimia (18,75 kg Urea/ha +25 kg/ha SP36+ 12,5kg/ha KCl) , K2= 50 % dosis pupuk kimia ((37,5 kg Urea/ha +50 kg/ha SP36+ 25kg/ha KCl) dan K3= 75 % dosis pupuk kimia (56,25 kg Urea/ha +75 kg/ha SP36+37,5kg/ha KCl). Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa pemberian berbagai jenis kompos limbah perkebunan dan pemberian pupuk kimia pada berbagai tingkat pemupukan berpengaruh sangat nyata terhadap semua peubah yang diamati. Begitu juga dengan interaksi antar perlakuan berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap semua peubah yang diamati. Kombinasi pemberian kompos tankos dan pemberian pupuk kimia pada tingkat pemupukan 75% memberikan pertumbuhan dan produksi tertinggi, dengan hasil panen rata-rata mencapai 1,03 ton biji kering/hektar.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS JAGUNG HIBRIDA (Zea mays L.) TERHADAP PEMBERIAN JENIS KOMPOS LIMBAH PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PADA TINGKAT PEMUPUKAN KIMIA DOSIS RENDAH DI LAHAN KERING SUBOPTIMAL Moelyohadi, Yopie
Klorofil: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2018): Klorofil
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jk.v13i2.1328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mendapatkan jenis kompos limbah perkebunan kelapa sawit dan varietas jagung hibrida yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung hibrida pada tingkat pemupukan kimia dosis rendah di lahan kering suboptimal dalam rangka pengembangan inovasi teknologi budidaya tanaman jagung hibrida yang mudah, murah dan berkelanjutan yang dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia tanpa menurunkan produksi pada lahan kering suboptimal. Penelitian ini telah dilaksanakan dilahan petani yang terletak di Desa Pangkalan Panji, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Juni sampai Agustus 2018. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu benih tanaman jagung hibrida varietas Pioneer P27, BISI 18, dan varietas Bisma, kompos Tankos, LCC, dan Abu cangkang kelapa sawit, Pupuk Urea, SP 36 dan Pupuk KCl, serta pestisida. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi (Split-plot design) dengan 12 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Sebagai perlakuan petak utama adalah: kompos limbah perkebunan kelapa sawit (K) : kompos tankos, kompos LCC (legume cover crops),? kompos abu cangkang kelapa sawit, dan perlakuan anak petak adalah: Varietas (V) tanaman jagung: terdiri : varietas Pioneer P27, BISI 18 dan varietas BISMA. pemberian kompos limbah perkebunan kelapa sawit dilakukan dengan tingkat takaran masing-masing 10 ton/hektar dan? pupuk kimia diberikan sebagai pupuk dasar dengan tingkat pemupukan 25% dari? dosis anjuran yaitu (100 kg urea +25 kg SP 36 + 12,5 kg KCl), ?Hasil penelitian menunjukkan menunjukkan bahwa perlakuan jenis kompos limbah perkebunan kelapa sawit ?dan varietas jagung hibrida ?berpengaruh sangat nyata terhadap semua pebuah yang diamati. Akan tetapi untuk interaksi antar perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap peubah jumlah daun/tanaman (helai daun), berat tongkol/tanaman (g), dan panjang tongkol/tanaman (cm) ??sedangkan untuk peubah pengamatan yang lain berpengaruh tidak nyata. kombinasi perlakuan pemberian kompos tankos dan varietas Pioneer P27 memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung dengan hasil rata-rata memcapai 6,65 ton pipilan kering/hektar