Maria Montessori
Universitas Negeri Padang

Published : 22 Documents
Articles

Found 22 Documents
Search

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DAN KETERAMPILAN BERPIKIR Montessori, Maria
Jurnal Demokrasi Vol 1, No 1 (2002): Jurnal Ilmiah Politik Kenegaraan
Publisher : Pusat Kajian Civics Fakultas Ilmu-ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.26 KB)

Abstract

The aim of Civic Education is to prepare students to be effective and responsible citizens. Implicit in that aim is the need to help students to become more competent as thinkers. This article tries to address the important of moving from lower-order thinking to higher order thinking in civic education program. Three kinds of thinking, that is critical thinking, problem solving and decision making are reviewed in this article and assumed by the writer as important feature for achieving the aim of civic education.   Key Words: Civic education goals, thinking skills, lower-order thinking, higher-order thinking, critical thinking, problem solving, and decision making
IMPLEMENTATION OF ACTIVE LEARNING IN INDIANA SECONDARY SCHOOLS, USA Montessori, Maria
Jurnal Demokrasi Vol 4, No 2 (2005): Jurnal Ilmiah Politik Kenegaraan
Publisher : Pusat Kajian Civics Fakultas Ilmu-ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.208 KB)

Abstract

Artikel ini menggambarkan hasil penelitian mengenai implementasi konsep belajar aktif di dua sekolah menengah di Indiana, Amerika Serikat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur dan proses pembelajaran menggunakan konsep belajar secara aktif di sekolah-sekolah menengah di Indiana dan mengkaji kemungkinan penerapannya di sekolah menengah di Indonesia. Temuan penelitian ini menunjukan bahwa konsep belajar aktif di sekolah menengah Indiana diterapkan dengan menggunakan berbagai pendekatan dan strategi belajar mengajar yang juga mungkin dan bisa dilaksanakan di sekolah menengah Indonesia, misalnya mengaktifkan siswa dengan mengunakan pertanyaan guru. Key Words: constructivism, active-learning, Civic Education, Competency-Based Curriculum, Teacher?s Questioning
IMPROVING PROBLEM SOLVING ABILITY OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS BY USING PROBLEM-BASED LEARNING MODELS Maharani, Faddylla Intan; Montessori, Maria
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpfkip.v9i2.7887

Abstract

The background of this study is due to the low ability of problem-solving at elementary school students. The purpose of this study was to determine the improvement of the problem-solving abilities of elementary school students using problem-based learning models. This research was conducted in class IV SDN 07 KTK Solok City. This research was a classroom action research using Kemmis and Mc Taggart design. The results found that the initial ability of students to get an average score of 45.00, 68.00 for cycle 1 and 79.00 for cycle 2. The results of this study indicated an increase in the problem-solving ability of elementary school students by using problem-based learning models. The research implications can be used as a reference for developing the problem-solving abilities of elementary school students.
PENDIDIKAN ANTIKORUPSI SEBAGAI PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH Montessori, Maria
Jurnal Demokrasi Vol 11, No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Politik Kenegaraan
Publisher : Pusat Kajian Civics Fakultas Ilmu-ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.773 KB)

Abstract

Various efforts to fight corruption in Indonesia, including the formation of Corruption Eradication Commission (KPK) in 2002 who has reveal many corruption cases, has not help in improving Indonesia?s ranking in Transparency International; number 100 from 183 countries in the world in 2011. Another way to fight corruption is by implementing the anti-corruption education formally in schools, which has several advantages such as the low budget needed and the continuity and systematization of the program. The anti-corruption education is in fact part of the curriculum of Civic Education study (PKn). However, the implementation has not met the expected outcome, particularly in developing students? anti-corruption attitudes and characters. The lessons are limited to the delivery of verbal information, without giving the students chance to develop knowledge and logical reasoning on the immoral dimension of corruption. This article explains that formal anti-corruption education is an important education policy that can no longer be postponed. It is an investment to prevent corruption in the long term. The essential characteristic of anti-corruption education is the synergy between the utilization of information and knowledge with the ability to make moral consideration, in order to develop students? cognition, affection, and conation fully and continuously. Key words: anti-corruption education, civic education, corruption in Indonesia
INTERNALISASI NILAI RELIGIUS DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DI SEKOLAH DAERAH TERTINGGAL Hendra, Hendra; Indrawadi, Junaidi; Montessori, Maria
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 11, No 1 (2019): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU ILMU SOSIAL) JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v11i1.12932

Abstract

This study aims to determine the process of internalizing religious values in learning Civic and Pancasila Education in underdeveloped regional schools. This research was conducted at Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Mentawai Islands because geographically Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Mentawai Islands is located in Mentawai Islands Regency as one of the underdeveloped areas in accordance with Presidential Regulation No. 131 of 2015 concerning Determination of Underdeveloped Regions 2015-2019. This study uses a qualitative approach to reveal how the process of internalizing religious values in learning Civic and Pancasila Education on Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Mentawai Islands. Data was obtained through observation, interviews, FGD (focus group discussion) and documentation studies. The results of the study show: 1) religious values have been internalized in the Civic and Pancasila Education Lesson Plan, 2) the teachers only limited to delivering religious values and have not invited students to think critically about religious values, 3) teachers have not evaluated learning that internalized religious values. Through this research the teacher is expected to be able to develop a model of internalization of religious values in the learning of Civic and Pancasila Education in underdeveloped area schools which includes planning, implementing and evaluating the learning of Civic and Pancasila 
UPAYA MGMP DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KERJASAMA GURU PPKN DALAM PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DI KOTA PADANG Roni, M; Montessori, Maria; Ananda, Azwar
Journal of Civic Education Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.896 KB)

Abstract

  Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi masih ada guru PPKn yang belum mampu bekerjasama dengan teman sejawat, terutama dalam  mempersiapkan bahan ajar. Hal ini berarti, antar guru dalam satu sekolah belum menjalin kerjasama yang baik demi kemajuan guru dan siswa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dilakukan di Kota Padang. Informan dalam penelitian ini di ambil secara snow ball sampling dengan menetapkan satu atau beberapa orang informan kunci (key informants) dan melakukan interview atau wawancara terhadap mereka secara bertahap atau berproses. Jenis data terdiri dari data primer dan sekunder, dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan trianggulasi. Teknik analisa data melalui cara pengumpulan data, reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Bentuk-bentuk kegiatan MGMP diantaranya pertemuan rutin bulanan yaitu 8 kali dalam 1 semester. Isi pertemuan merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme guru, diantaranya kerjasama untuk meningkatkan kemampuan dalam pengembangan perangkat pembelajaran dan mencari solusi kesulitan yang dihadapi oleh guru Kemudian kegiatan MGMP mata pelajaran PPKn SMP/MTs Kota Padang mendatangkan nara sumber dari luar yang kompeten. Pelatihan yang diadakan ada yang bersifat internal yaitu untuk seluruh anggota dan eksternal yaitu mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Dinas Pendidikan, seperti workshop dan seminar dan 2) Pembinaan Kerjasama dalam antar guru PPKn di kota Padang dalam pengembangan perangkat pembelajaran meliputi menyusun program pembelajaran. Kerjasama dilakukan antar guru yaitu guru yang kurang memahami tentang pengembangan perangkat pembelajaran akan dibimbing oleh guru yang telah memiliki keterampilan dalam pengembangan perangkat pembelajaran.  
KERJASAMA ANTARA ETNIS MINANGKABAU DAN ETNIS NIAS DALAM KONTEKS SOSIAL BUDAYA DI NAGARI SUNGAI BULUH BARAT KECAMATAN BATANG ANAI Amalia, Luthfi Dara; Montessori, Maria; Indrawadi, Junaidi
Journal of Civic Education Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.109 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan kerjasama Sosial-Budaya yang terjalin oleh dua etnis yang berbeda dalam masyarakat Nagari Sungai Buluh Barat. Disamping itu juga untuk mengidentifikasi faktor pendukung terjalin nya kerjasama dan upaya yang dilakukan sehingga keharmonisan tetap terjalin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pemilihan informan penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, analisis dokumen dan wawancara. Sedangkan teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan varifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerjasama sosial-budaya yang terjalin di Nagari Sunga Buluh Barat terjalin secara harmonis. Etnis Minangkabau dan Etnis Nias sama sama saling membuhkan satu sama lain. Kerjasama yang terjalin di Nagari Sungai Buluh Barat yaitu kerjasama dari segi sosial-budaya, ekonomi dan agama. Kerjasama dari segi sosial Budaya yaitu Gotong Royong, Acara sosial, organisasi masyarakat dan ketrikatan adat. Kerjasama dari segi ekonomi terletak dari segi Jual beli dan jasa. Kerjasama dari segi agama terlihat dari Toleransi Antar Umat beragama di dalam masyarakat. Adapun Faktor pendukung yang dilakukan yaitu saling menghormati dan menghargai antar etnis dan antar agama, adanya toleransi Sosial.Adapun upaya yang dilakukan yaitu adanya keadilan dari Wali Korong terhadap kedua belah Etnis dan Sikap saling menghargai yang terjalin antara Etnis Minangkabau dan Etnis Nias.
PELAKSAAN PENILAIAN FORMATIF DALAM PEMBELAJARAN PPKn DI SMP N 2 LENGAYANG Rati, Dasri; suryanef, suryanef; Montessori, Maria
Journal of Civic Education Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.652 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang pelaksanaan penilaian formatif dalam pembelajaran PPKn di SMP N 2 Lengayang. Mengidentifikasikan bagaimana pelaksanaan penilaian formatif dalam pembelajaran PPKn di SMP N 2 Lengayang, dan kendala apa saja yang ditemui guru dalam pelaksanaan penilaian formatif dalam pembelajaran PPKn di SMP N 2 Lengayang. Penelitian ini dilator belakangi karena penilaian formatif yang dilakukan tidak terlalu formal, dan penilaian formatif yang dilakukan masih bervariasi antar guru.Dan belum semua guru memahami tentang peran dan fungsi penilaian formatif tersebut.Hanya saja dengan menggunakan remedial, PR, dan tugas-tugas untuk memantau hasil belajar siswa.Jenis penelitian ini adalah kualitatif, penetapan informan penelitian secara purposive sampling.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan teknik observasi, wawancara, analisis dokumen.Teknik analisa data yang digunakan adalah dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
KOMUNIKASI SOSIAL SISWA DI SMP N 34 PADANG Nurmila, Anggia; Nurman, Nurman; Montessori, Maria
Journal of Civic Education Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.745 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang bentuk komunikasi sosial siswa di SMP Negeri 34 Padang  dan upaya sekolah dalam meningkatkan komunikasi sosial siswa yang baik di SMP Negeri 34 Padang. Penelitian ini menggunakan pendektan kualitatif. 17 orang yang dipilih dengan purposive sampling yang berda di SMP Negeri 34 Padang .Data dikumpulkan dengan cara observasi , wawancara dan dokumentasi. Untuk memastikan validasi data digunakan trianggulasi sumber selanjutnya data dianalisis mengacu kepada tahapan analisis data Miles dan Huberman dengan tahapan yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa komunikasi sosial siswa di SMP Negeri 34 Padang , yang mencangkup bentuk komunikasi sosial siswa dan upaya sekolah dalam meningkatkan komunikasi sosial siswa di Sekolah. Bentuk-bentuk komunikasi sosial siswa di SMP N 34 Padang yaitu :  komunikasi sosial dalam pembelajaran, komunikasi sosial dalam geng (kelompok), dan komunikasi sosial dalam kebersihan lingkungan kelas. Serta upaya yang di lakukan oleh sekolah dalam meningkatkan komunikasi sosial siswa dengan adanya kegiatan pembinaan bagi siswa dan kegiatan parenting kelas. Pembinaan siswa dan parenting kelas  yang dilakukan kepada siswa dengan menciptakan kondisi atau membuat siswa sadar akan tingkah laku, karakter siswa, dan cara belajar siswa. ini merupakan cara untuk mengatasi permasalahan terhadap komunikasi sosial siswa.
ANALYSIS OF FEMALE HEADMASTERS IN WEST SUMATRA Yuliarti, Sesrita; Fatmariza, Fatmariza; Montessori, Maria
Journal of Moral and Civic Education Vol 3 No 1 (2019): Fifth Issue
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.527 KB) | DOI: 10.24036/8851412312019103

Abstract

This study aims to analyze the leadership of women as principals. The Leadership was observed in the terms of nature, behavior, situation, strengths, weaknesses, opportunities, and challenges of women's leadership. The study used a qualitative approach with case studies. Furthermore, purposive sampling was used to determine the participants of the research. Data were collected through observation, interview and documentation. Validation of the data was done through data reduction, data presentation and data verification. The results of the research, in terms of the leadership of the principal, show that the principals have the ability and readiness of knowledge. From the behavioral aspect, the principals can establish good relationship which is familial and democratic. Therefore, the leadership situation of female principals creates a humane and democratic atmosphere. The advantages of female principals are seen in terms of emotional stability, awareness, communicative, detail and confidence, however, there are still weaknesses in terms of assertiveness, with strong patriarchal values. Nevertheless, female principals still can work in the public sphere by attending training and becoming organizational officials. Female principals face more challenges not only to advance the school but to provide good leadership proof in order to reduce the paradigm of ideal male leader. It can be concluded that the female principals? leadership is able to provide a new, democratic, and humanist ambience. Keywords: democratic, humanistic, female leadership ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis kepemimpinan perempuan sebagai kepala sekolah. Ditinjau dari segi sifat, perilaku, situasi, kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan tantangan kepemimpinan perempuan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Selanjutnya purposive sampling untuk menentukan informan penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian dari sifat kepemimpinan kepala sekolah menunjukkan kesanggupan dan kesiapan pengetahuan melalui pelatihan. Seterusnya segi perilaku mampu menjalin hubungan bersifat kekeluargaan, demokratis. Dengan demikian situasi kepemimpinan perempuan menciptakan suasana humanis dan demokratis. Terlihat kelebihan kepemimpinan perempuan dari sisi kestabilan emosi, kepedulian, komunikatif, detail dan percaya diri, namun masih terdapat kelemahan segi ketegasan terutama disekolah kejuruan dengan nilai-nilai patriarkhis. Meskipun demikian kepemimpinan perempuan memiliki peluang bekerja diruang public. Perempuan menghadapi banyak tantangan memberikan pembuktian kepemimpinan ideal. Dapat disimpulkan kepemimpinan kepala sekolah perempuan mampu memberikan nuansa baru demokratis dan humanis dalam kepemimpinannya. Kata kunci: demokratis, humanis, kepemimpinan perempuan