Articles

Found 28 Documents
Search

MODEL SEA RANCHING IKAN KERAPU MACAN (EPINEPHELUS FUSCOGUTTATUS) DI PERAIRAN SEMAK DAUN, KEPULAUAN SERIBU (SEA RANCHING MODEL OF BROWN- MARBLED GROUPER (EPINEPHELUS FUSCOGUTTATUS) IN SEMAK DAUN ISLAND, SERIBU ISLANDS) Kurnia, Rahmat; Suwardi, Kadarwan; Muchsin, Ismudi; Boer, Mennofatria
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 4 No. 1 (2013): Marine Fisheries - Mei 2013
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.23 KB) | DOI: 10.29244/jmf.4.1.59-66

Abstract

Sea ranching merupakan pelepasan ikan ke laut untuk ditangkap setelah mencapai ukuran konsumsi. Sea ranching biasanya diterapkan ketika rekrutmen alami rendah atau bahkan tidak ada dikarenakan sangat intensifnya penangkapan atau rusaknya habitat yang mendukung hal tersebut. Penelitian ini mengkaji daya dukung berdasarkan produktivitas primer. Selain itu juga mengkaji model restocking dalam sistem sea ranching.  Kajian ini menemukan bahwa perairan Semak Daun sudah mengalami tangkap lebih rekrutmen (recruitment overfishing).  Untuk itu perlu dilakukan restocking dengan sistem sea ranching. Daya dukung perairan bagi ikan kerapu macan, yaitu antara 0,703-1,06 ton/th dengan rata-rata 0,88 ton/th. Tebar sebaiknya diterapkan setiap bulan dan penangkapan pun dilakukan setiap hari sepanjang bulan. Pola tebar yang optimal adalah panjang benih 11 cm dengan  padat tebar 14.000 ekor pada mortalitas tangkapan 0,5 atau panjang benih 13 cm dengan padat tebar 13000 pada mortalitas tangkapan 0,4.Kata kunci: daya dukung, Epinephelus fuscoguttatus,restocking, sea ranching
DAYA DUKUNG PERAIRAN DANGKAL SEMAK DAUN, KEPULAUAN SERIBU, BAGI PENGEMBANGAN SEA RANCHING IKAN KERAPU MACAN (EPINEPHELUS FUSCOGUTTATUS) Kurnia, Rahmat; Soewardi, Kadarwan; Boer, Mennofatria; Muchsin, Ismudi
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 17 No. 1 (2011): Juni 2011
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.875 KB)

Abstract

Daya dukung perairan dangkal Semak Daun dikaji secara keseluruhan melalui pendekatan beban P dan produktivitas primer. Kajian tersebut didasarkan pada dua bagian penyusun perairan yang berbeda batimetrinya, yaitu reef flat (281,89 ha) dan goba (9,9 ha). Selain itu, daya dukung perairan juga dikaji berdasarkan kelayakannya bagi budidaya keramba jaring apung/KJA (9,9 ha), sistem sekat (2 ha), sistem kandang (40,7 ha), dan sea ranching (262 ha). Daya dukung bagi pengembangan perikanan secara total adalah 652 ton/th. Daya dukung ini bagi daerah reef flat adalah 389,52 ton/th dan bagi daerah goba 262,94 ton/th. Dilihat dari jenis aktivitas perikanannya, daya dukung perairan Semak Daun bagi pengembangan KJA sebesar 78,17 ton/th, sistem sekat daya dukungnya 2,94 ton/th, sistem kandang sebesar 59,79 ton/th, dan daya dukung bagi pengembangan sea ranching sebesar 589,32 ton/th. Sementara itu, berdasarkan daya dukung perairan bagi sea ranching maka daya dukung bagi ikan kerapu adalah 5,112 ton/th. Dengan kata lain, kepadatan optimal kerapu macan (Epinephelus fusgoguttatus) di perairan sea ranching Semak Daun adalah 0,02 ton ha-1.Kata kunci: Epinephelus fusgoguttatus, daya dukung, sea ranching, Semak Daun
PENGENTASAN KEMISKINAN DI SUB-SEKTOR PERIKANAN Muchsin, Ismudi
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 2 No. 2 (1994): Desember 1994
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10.661 KB)

Abstract

Sasaran utama Pembangunan Nasional Jangka Panjang Keduaadalah menciptakan kualitas manusia dan kualitas masyarakat Indonesia. Sehubungan dengan sasaran tersebut, maka dalam memasuki Pelita VI, kata KEMISKINAN menjadi isu nasional, khususnya dalam menghadapi masalah kemiskinan dari 27 juta penduduk Indonesia, di antaranya dari kelompok nelayan/petani ikan (Pidato Presiden tanggal 14 April 1993 dihadapan Rapat Kabinet Pembangunan VI). Kualitas hidup masyarakat  nelayan/ petani ikan sebagai sumberdaya pembangunan merupakan faktor penting dalam tahapan pembangunan perikanan. Oleh karenanya, kemiskinan masyarakat perikanan tersebut perlu diatasi melalui program-program pembangunan secara menyeluruh. Program Inpres Desa Tertinggal (IDT) 5/93 kemungkinan merupakan salah satu program pengentasan kemiskinan dari masyarakat nelayan/petani ikan (Nasution, 1993). Tulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan masalah-masalah yang ada, mencari pemecahannya dalam bentuk program-program serta  sasaran dalam upaya pengentasan kemiskinan masyarakat, khususnya nelayan.
GULMA AIR :PERMASALAHAN DAN PENANGGULANGANNYA Muchsin, Ismudi; ., Zairon
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 2 No. 1 (1994): Juni 1994
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10.661 KB)

Abstract

Pada perairan umum seperti waduk, rawa, danau dan situ, adanya tumbuhan air dapat berfungsi sebagai tempat berlindung ikan-ikan kecil dari serangan predator, menaikkan kandungan oksigen terlarut dalam air, sebagai makanan ikan dan tempat pemijahan. Tetapi apabila tumbuhan tersebut tumbuh meluas di sebagian besar volume air akan menimbulkan kerugian, karena telah berubah menjadi tumbuhan pengganggu (gulma air). Tumbuhan air yang menutupi pennukaan air tersebut akan mengurangi proses penetrasi cahaya matahari dan difusi oksigen ke dalam air; juga menimbulkan pendangkalan pada badan air, mengganggu transportasi air, menurunkan nilai estetika, dan dapat menimbulkan gangguan bau serta rasa air.Pada umumnya gulma air yang penting mempunyai cara berkembang biak yang sangat eepat. Hal ini merupakan sebab utama mengapa dalam waktu yang sangat singkat dapat terjadi pertumbuhan massal yang eukup besar sehingga dapat menimbulkan persoalan yang lebih pentingjika dibandingkandengan tumbuhan air yang lain (Slamet et al., daLam Maulina, 1989).
KARAKTERISTIK KUALITAS AIR DAN ESTIMASI RESIKO EKOBIOLOGI HERBISIDA DI PERAIRAN RAWA BANJIRAN LUBUK LAMPAM, SUMATERA SELATAN Jubaedah, Dade; Kamal, M. Mukhlis; Muchsin, Ismudi; Hariyadi, Sigid
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 22, No 1 (2015)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

Perairan rawa banjiran Lubuk Lampam (RBLL) merupakan ekosistem khas yang mempunyai arti penting terutama secara ekologi sebagai habitat ikan khas rawa banjiran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kualitas air di RBLL terkait dengan perubahan muka air dan adanya masukan bahan antropogenik terutama dari kegiatan perkebunan kelapa sawit yang berada di dalam dan sekitar area RBLL. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa curah hujan merupakan faktor utama yang mempengaruhi perubahan muka air di RBLL. Fluktuasi muka air yang tidak ekstrim sebagai akibat dari curah hujan yang relatif merata sepanjang tahun menyebabkan karakteristik kualitas air antar periode musim menjadi cenderung sama. Secara umum, karakteristik kualitas air RBLL dicirikan dengan pH cenderung asam, kandungan oksigen rendah, kekeruhan tinggi serta konsentrasi total nitrogen dan total fosfor yang tinggi. Bahan antropogenik berupa herbisida dari jenis paraquat dan glyfosat ditemukan dalam konsentrasi relatif kecil (rataan 0,004 mg/L dan 0,003 mg/L), sehingga berdasarkan nilai resiko (Risk Quotient, RQ) kedua jenis herbisida ini memiliki resiko ekobiologi rendah (<0,01) sampai dengan sedang (0,01<RQ≤0,1).
PEMBANGUNAN PERIKANAN PADA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG II (PJPT II) Praptokardiyo, Kardiyo; Muchsin, Ismudi
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 1 No. 2 (1993): Desember 1993
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1581.208 KB)

Abstract

Sub-sektor perikanan merupakan bidang yang paling komplek diantara subsektor-subsektor pertanian yang lain. Hal ini antara lain disebabkan karena dimensi sumberdaya yang dinamis dengan batasan-batasannya yang sangat relatif. Oleh karena itu pembangunan sub-sektor perikanan memerlukan pemikiran yang spesifik. Berbagai pemikiran telah banyak dicurahkan untuk penyusunan strategi pembangunan perikanan, antara lain pemikiran yang paling baru adalah hasil Workshop on Fisheries Policy and Planning oleh Dirjen Perikanan dan Fisheries Forum I dan II oleh Litbang Perikanan, serta Fisheries Forum III oleh Ditjen Perikanan dan Badan Litbang Pertanian. USAID mensponsori pertemuan-pertemuan tersebut. Dari hasil pemikiran-pemikiran terse but hampir semua aspek kpennasalahan bidang perikanan dan strategi telah tertuang.Demikian luas cakupan aspek dan permasalahannya, sehingga dalam penyusunan strategi pembangunan perikanan sulit untuk dipadukan dalam salu fokuspembangunan yang sentral. Di dalam tulisan ini akan dicoba memilah-milah dankalau mungkin dengan introduksi pola pemikiran yang baru untuk menghasilkan pola pembangunan perikanan yang efisien. .untuk tllk mencari pola yang efisien salah satu langkah yang harus ditempuh adalah melalui usaha pengelompokan permasalah yang ada kemlldian diikuti dengan penyusunan prioritas-prioritas yang nantinya merupakan bahan bagi penyusunan strategi pembangunan. Strategi pembangunan yang akan dipakai hendaknya harus dapat dijabarkan ke dalam suatu program pembanguan yang sistematis dan mantap yang mengarah pada pemenuhan tujuan yang telah digariskan dalam tujuan nasional pembangunan perikanan antara lain adalah menghasilkan bahan pangan protein hewani bagi masyarakat, menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhanagro-industri di dalam negeri melalui penyediaan bahan baku, menghasilkan devisa melalui kegiatan ekspor hasil perikanan, serta meningkatkan pendapatan petani/nelayan dalam rangka memberantas kemiskinan yang melilit mereka .
EVALUASI PENEBARAN UDANG GALAH (MACROBRACHIUM ROSENBERGII) DI WADUK DARMA, JAWA BARAT Tjahjo, Didik Wahju Hendro; Boer, Mennofatria; Affandi, Ridwan; Muchsin, Ismudi; Soedarma, Dedi
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2004): Desember 2004
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.705 KB)

Abstract

Evaluasi keberhasilan penebaran udang galah (Macrobrachium rosenbergii) di Waduk Darma yang memiliki luas genangan 400 ha telah dilaksanakan berdasarkan penebaran dari April 2002 sampai Maret 2003. Udang galah yang ditangkap dengan jaring lempar mencapai 57 - 624 ind/bulan atau sama dengan 1.3 - 35.0 kg/bulan. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan penarikan contoh acak berlapis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas perairan di Waduk Darma baik fisika maupun kimia mendukung pertumbuhan udang galah. Pada kondisi tersebut laju pertumbuhan udang galah cukup tinggi dengan koefisien pertumbuhan K antara 0.88 - 1.59 dan L? sama dengan 36.2 cm untuk jantan, K antara 0.87 - 1.55 dan L? sama dengan 25.9 cm untuk betina. Kondisi makanan yang tersedia cukup untuk pertumbuhan. Interaksi dengan komunitas ikan lainnya relatif rendah. Keberhasilan penebaran mencapai 10.5% dengan laju eksploitasi antara 0.06 sampai 0.80.Kata kunci: Macrobrachium rosenbergii, penebaran, pertumbuhan, penangkapan, waduk.
NILAI KOMPENSASI EKONOMI TERHADAP PENCEMARAN PERAIRAN DI PANTAI KOTA MAKASSAR Hamzah, Hamzah; Fahrudin, Achmad; Efendi, Heffni; Muchsin, Ismudi
Jurnal Bisnis Perikanan Vol 2, No 1 (2015): Journal of fishery business
Publisher : Program Studi Agrobisnis Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.989 KB)

Abstract

This research was intended to calculate values of tourism and fishery economic loss due to aquatic pollution by applying a dynamic model. Data collected is obtained through direct field and from data base Fisheries department, ecotourism and local government.Data process with Stella versi 9.0.2 High Performance System, Inc., 2007. Results of this research showed a simulation with budget allocation of sewage end processing installation (IPAL) and working effectivity of 30%, it was gained net benefit in fishery and tourism as much as Rp1.469.772/month and total benefit received up to the 10th year was Rp12.538.802.584.706.- Model simulation of compensation of insentive value was Rp1.153 person//month at the initial period to Rp8.397.567,- end of this simulation. If compared between the compensation value and the insentive value received by the community, there was a net surplus that give an economic advantage between values paid by the community to solve the pollution and benefit enjoyed by the community. At theoptimism scenario model, it was found impact of economic increase, whereas, results of the pessimism model gave a decrease by introducing sewage processing installation.
DISTRIBUSI SPASIAL DAN TEMPORAL IKAN PEPIJA Harpadon nehereus (Hamilton, 1822) DI PERAIRAN PULAU TARAKAN, KALIMANTAN UTARA Laga, Asbar; Affandi, Ridwan; Muchsin, Ismudi; Kamal, Muhammad Mukhlis
ZOO INDONESIA Vol 24, No 1 (2015): Juli 2015
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan pepija merupakan ikan demersal dengan penyebaran di perairan estuaria dan laut dangkal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji distribusi spasial dan temporal ikan pepija di perairan P. Tarakan. Penelitian dilakukan dari Februari 2013 sampai dengan Februari 2014. Penangkapan ikan dilakukan dengan menggunakan pukat hela (trawl) dengan ukuran panjang sayap 7 meter dengan besar mata jaring pada sayap, badan dan kantong masing-masing berukuran 2,2 dan 1 inch. Pengoperasian jaring trawl pada masing-masing lokasi stasiun dilakukan “zig zag” dengan 2 kali masa penarikan pukat hela (towing) selama 30 menit. Ikan yang tertangkap ditimbang seluruhnya. Hasil tangkapan bervariasi saat waktu pengamatan dan antara satu stasiun dengan stasiun lainnya. Laju tangkap tertinggi pada bulan Desember dan Januari sebesar 75.56 dan 77.37 kg/jam dan terendah pada bulan April sebesar 7.41 kg/jam. Ikan pepija melakukan migrasi harian dari Tanjung Simaya (tanggal 7 kalender Hijriah), tanggal 8 di perairan Tanjung Selayu, tanggal 9 antara perairan Tanjung Selayu dan Tanjung Juata, dan tanggal 10 pada penanggalan Hijriah di perairan Tanjung Juata. Berdasarkan data tangkapan tersebut terungkap bahwa distribusi ikan pepija di perairan Pulau Tarakan berkaitan dengan pasang surut, ikan ini hanya ditemukan pada saat pasang perbani pada tanggal 7, 8, 9 dan 10 bulan Hijriah.
Kajian Aspek Reproduksi Ikan Endemik Bonti-bonti (Paratherina striata) di Danau Towuti, Sulawesi Selatau Nasution, Syahroma Husni; Sulistiono, Sulistiono; Soedharman, Dedi; Muchsin, Ismudi; Wirjoatmodjo, Soetikno
JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 4, No 4 (2007): JURNAL BIOLOGI INDONESIA
Publisher : Perhimpunan Biologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4761.042 KB) | DOI: 10.14203/jbi.v4i4.3250

Abstract

ABSTRACTStudy of Reproduction Aspects of Endemic Fish Bonti-bonti (Paratherina striata)in Lake Towuti, South Sulawesi. Bonti-bonti, is one of endemic fishes in Lake Towuti andLake Mahalona. Bonti-bonti has been utilized by people around the lake for consumption inthe form of 6esh fish, dry fish, and salty fish; as ornamental fish; and as raw material foranimal feed. It should be protected from decreasing of fish population due to increasingexploitation and habitat quality changes. The objective of this research is to know thereproduction aspects of this endemic fish, as basic data for conservation. This research wasconducted in Lake Towuti, South Sulawesi from May 2006 to April 2007 at five stations.Samples were collected using experimental gillnet sized 0.625, 0.75, 1.0, and 1.25 inches.The result shows that testis and ovary was found each in one organ during a period of gonadadevelopment. Gonada maturity, was observed histologically oscured at five maturity stages.The range of egg diameters were from 0.01 to 1.50 mm. The fust gonada maturity period ofmale and female fish were reached at 5.53 and 6.26 cm of total length, respectively. Male andfemale fish gonada maturity (50%) were at 16.78 and 14.61 cm total length, respectively.Gonada maturity index value of male and female were 0.01-3.96% and 0.02-6.77%. Thereproduction ability is related to fecundity which have an effect on number ofjuveniles. Therange of fish fecundity were 818-6,051, which were devided kom female with 11.30-18.33cm total length. Bonti-bonti fish is partial spawner type.Key words : Reproduction aspects, endemic fish, Paratherina striata, and Lake Towuti