Articles

Found 38 Documents
Search

Optimum Dose and Formulation of Centella asiatica L. Urban Extract Against IgG of Wistar Strain Male Mices which Induced by BCG Vaccine Ermawati, Dian Eka; Sasmito, Ediati; Mufrod, Mufrod; ND., Pramitha Esha; UA., Ni Putu; KD, Anggi; H., Muchammad; S., Aini
Journal of Food and Pharmaceutical Sciences Vol 4, No 3 (2016): J. Food Pharm. Sci (September-December)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.465 KB) | DOI: 10.14499/jfps

Abstract

Objective: Centella asiatica L.Urban contains triterphenoid saphonin, flavonoid, and pectin that believed to have an immunomodulatory effect toward the Immunoglobulin-G in Wistar strain male mices which Induced by BCG vaccine. A study was conducted to find out the optimum dose and formulation of in enhancing on the level of IgG. It’s therefore expected that Cantella asiatica L.Urban can be used as an immunomodulatory suplement in both animals and human.Methods: Centella asiatica L.Urban were macerated with ethanol 50%. This was an experimental study with the post-test control group design. The samples in this study were 35 Wistar strain male mices which divided into 7 groups: negative control [Aquadest 0,5mL/20g BW]; control immunosupresant [Prednison® 0,06mg/20g BW]; control immunostimulant [Levamisol® 0,445mg/20g BW]; ethanolic extract of Cantella asiatica L.Urban with a dose of 50mg; 100mg; 150mg; 200mg/Kg B.W were administered orally fo 10 day, after the treatments implemented, BCG [Bacillus Calmette Guerin] vaccine was infected intraperitoneally on day 10th, 14th, 21st, and 28th. The most effective doses of ethanolic extract of Cantella asiatica L.Urban was further studied for its effect on hormonal assay using ELISA reader which compared with the effects of Prednison® and Levamisol®. Based on simplex lattice design to find the optimum proportion of coefficients a, b, and ab of the equation Y = a (A) + b (B) + ab (A) (B), where A is lactose and B is amylum.Results : Oral administration of ethanolic extract of Cantella asiatica L.Urban at dose of 50mg and 100mg/Kg B.W increased the immunity which showed elevated levels of IgG in the blood serum in Wistar strain male mices that had been induced by BCG vaccine. The optimum formula capsul of Centella asiatica L.Urban extract that use combination of 80% Amylum and 20% Lactose which produce the optimum parameters of disintegration time (≤15minutes) and CV of weight uniformity (≤5%)with the test results had no significant difference to the prediction results of Simplex Lattice Design [p>0.05].Keywords:  Centella asiatica L.Urban extract, Immunomodulator, simplex lattice design
Optimum Dose and Formulation of Centella asiatica L. Urban Extract Against IgG of Wistar Strain Male Mices which Induced by BCG Vaccine Ermawati, Dian Eka; Sasmito, Ediati; Mufrod, Mufrod; Esha ND., Pramitha; Putu UA., Ni; KD, Anggi; Muchammad H., Muchammad; Aini S., Aini
Journal of Food and Pharmaceutical Sciences Vol 4, No 3 (2016): J. Food Pharm. Sci (September-December)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.534 KB) | DOI: 10.14499/jfps

Abstract

Objective: Centella asiatica L.Urban contains triterphenoid saphonin, flavonoid, and pectin that believed to have an immunomodulatory effect toward the Immunoglobulin-G in Wistar strain male mices which Induced by BCG vaccine. A study was conducted to find out the optimum dose and formulation of in enhancing on the level of IgG. It’s therefore expected that Cantella asiatica L.Urban can be used as an immunomodulatory suplement in both animals and human.Methods: Centella asiatica L.Urban were macerated with ethanol 50%. This was an experimental study with the post-test control group design. The samples in this study were 35 Wistar strain male mices which divided into 7 groups: negative control [Aquadest 0,5mL/20g BW]; control immunosupresant [Prednison® 0,06mg/20g BW]; control immunostimulant [Levamisol® 0,445mg/20g BW]; ethanolic extract of Cantella asiatica L.Urban with a dose of 50mg; 100mg; 150mg; 200mg/Kg B.W were administered orally fo 10 day, after the treatments implemented, BCG [Bacillus Calmette Guerin] vaccine was infected intraperitoneally on day 10th, 14th, 21st, and 28th. The most effective doses of ethanolic extract of Cantella asiatica L.Urban was further studied for its effect on hormonal assay using ELISA reader which compared with the effects of Prednison® and Levamisol®. Based on simplex lattice design to find the optimum proportion of coefficients a, b, and ab of the equation Y = a (A) + b (B) + ab (A) (B), where A is lactose and B is amylum.Results : Oral administration of ethanolic extract of Cantella asiatica L.Urban at dose of 50mg and 100mg/Kg B.W increased the immunity which showed elevated levels of IgG in the blood serum in Wistar strain male mices that had been induced by BCG vaccine. The optimum formula capsul of Centella asiatica L.Urban extract that use combination of 80% Amylum and 20% Lactose which produce the optimum parameters of disintegration time (≤15minutes) and CV of weight uniformity (≤5%)with the test results had no significant difference to the prediction results of Simplex Lattice Design [p>0.05]. Keywords:  Centella asiatica L.Urban extract, Immunomodulator, simplex lattice design
PENGARUH PENINGKATAN KONSENTRASI PATI BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill.) SEBAGAI PENGIKAT TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK GRANUL DAN TABLET EKSTRAK AKAR ALANG-ALANG (Imperata cylindrica Linn.) Kartika, Dyah Hana; Mutmainah, Mutmainah; Mufrod, Mufrod
Majalah Obat Tradisional Vol 17, No 2 (2012)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.094 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.8003

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pati biji alpukat sebagai bahan pengikat terhadap karakteristik fisik granul yaitu kecepatan alir, sudut diam dan kandungan lembab serta terhadap karakteristik fisik tablet yaitu keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur. Ekstrak akar alang-alang di peroleh dengan cara remaserasi dengan pelarut etanol 70%. Tablet dibuat dengan metode granulasi basah dengan peningkatan pati biji alpukat sebagai pengikat tablet (FI: 10%, FII: 20%, dan FIII: 30%) dan dilakukan uji karakteristik fisik granul dan karakteristik fisik tablet. Data yang diperoleh dianalisis secara teoritis dengan membandingkan terhadap pustaka dan secara statistik menggunakan one-way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95%, dilanjutkan dengan uji scheffe. Hasil menunjukkan bahwa kecepatan alir dan sudut diam granul menurun seiring dengan meningkatnya konsentrasi pati biji alpukat sebagai bahan pengikat, sedangkan kandungan lembab granul semakin meningkat. Kekerasan dan waktu hancur  tablet meningkat dengan meningkatnya konsentrasi pati biji alpukat sebagai bahan pengikat, sedangkan kerapuhan tablet menurun dan bobot tablet semakin seragam.
FORMULASI KOMBINASI PEMANIS SUKROSA DAN ASPARTAM TERHADAP SIFAT FISIK TABLET HISAP EKSTRAK ETANOL DAUN PARE (MOMORDICA CHARANTINA L.) KuntiMulangsri, Dewi Andini; Setianingsih, Wahyu; Mufrod, Mufrod
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 13 No 2 Desember 2016
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v13i2.1698

Abstract

INTISARI Daun Pare telah digunakan sebagai obat batuk oleh masyarakat dan memiliki rasa sangat pahit. Mempertimbangkan acceptabilitas dan  kemudahan dalam pemakaian  maka ekstrak etanol daun pare dibuat sediaan tablet hisap dengan kombinasi pemanis Sukrosa dan Aspartam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik tablet hisap ekstrak etanol daun Pare dengan kombinasi pemanis Sukrosa dan Aspartam, serta penerimaan rasa oleh responden. Ekstrak etanol daun pare dibuat secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Tablet hisap dibuat dalam 5 formula berdasarkan kombinasi pemanis sukrosa dan aspartam yaitu FI (sukrosa 10% : aspartam 0%), FII (sukrosa 6% : aspartam 4%), FIII (sukrosa 5% : aspartam 5%), FIV (sukrosa 4% : aspartam 6%), FV (sukrosa 0% : aspartam 10%). Metode granulasi basah digunakan  untuk pembuatan tablet  hisap. Granul diuji sifat fisik meliputi kecepatan alir, sudut diam dan kompresibilitas. Tablet hisap yang diperoleh diuji sifat fisik meliputi keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, dan waktu larut serta tanggapan rasa. Data hasil uji granul dibandingkan dengan pustaka yang diacu. Data kerapuhan dan waktu larut dianalisa  secara statistik menggunakan uji  Kruskal-wallis. Data keseragaman bobot  tablet dan kekerasan dianalisa menggunakan uji ANOVA satu jalan, untuk keseragaman bobot tablet dilanjutkan dengan uji Tukey, dengan taraf kepercayaan 95%. Data tanggapan rasa dianalisis secara deskriptif. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kombinasi pemanis sukrosa dan aspartam menghasilkan tablet hisap ekstrak etanol daun pare yang memenuhi persyaratan fisik dan terdapat perbedaan pada FI dan FIII, FII dan FIII dari keseragaman bobot. Tablet  hisap FIV memiliki tingkat penerimaan rasa oleh responden sebesar 85%. Kata kunci : Ekstrak Etanol Daun Pare, Tablet hisap, Sukrosa, Aspartam ABSTRACT The bitter melon leaves  has been used as a cough medicine by the community and the taste has a very bitter. The consider of acceptability and easy to use of the ethanol extract of bitter melon leaves  made preparations lozenges with a combination of sweetener sucrose and aspartame. This study aims to determine the physical characteristics lozenges of ethanol extract of bitter melon leaves with a combination of sweetener sucrose and aspartame, and flavor acceptance by the respondent. The ethanol extract of  bitter melon leaves made by maceration using ethanol 70%  as solvent. Lozenges made in 5 formula based on a combination of sweeteners sucrose and aspartame are FI (sucrose 10%: aspartame 0%), FII (sucrose 6%: aspartame 4%), FIII (sucrose 5%: aspartame 5%), FIV (sucrose 4 %: aspartame 6%), FV (sucrose 0%: 10% of aspartame). The wet granulation method    used for manufactured  of lozenges. The granules tested physical properties include the flow rate, angle of repose and compressibility. Lozenges was tested physical properties include uniformity of weight, hardness, friability, time of solubility and  hedonic test. Data from the granul assay  compared with a  standard reference. Data  of  fragility and  time of solubility analyzed using the Kruskal-Wallis test  statistically. Data  of  uniformity of weight and hardness were analyzed using  one way  ANOVA  test,  and  for uniformity  of weight  followed by Tukey's test, with a level of 95%. Data hedonic were analyzed descriptively.  40 The results  showed that the combination of  sweetener  sucrose and aspartame  on  the lozenges  of  ethanol extract of  bitter melon  leaves  are  requirements  of physical and there is a difference the uniformity of weight in FI and FIII, FII and FIII. The lozenges of FIV have a taste that acceptance by 85% of respondents. Keywords : Extract ethanol of bitter melon leaves, Lozenges, Sucrose, Aspartam
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI PEKTIN KULIT BUAH JERUK BALI (Citrus maxima MERR.) SEBAGAI SUSPENDING AGENT TERHADAP SIFAT FISIK SUSPENSI MAGNESIUM HIDROKSIDA windriyati, yulias ninik; kurnaningsih, ika; mufrod, mufrod
e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL. 5 NO. 1 JUNI 2008
Publisher : e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTSuspention is the most effective liquid dosage form for magnesium hydroxide because the compound relatively insoluble in water. Pectin as suspending agent has been used to inhibit sedimentation of suspension. The aim of this research is to know physical and chemical characteristic of pectin from Bali Citrus Peels and the influence of difference concentration of pectin and storage duration to physical characteristic of magnesium hydroxide suspensions. Pectin powder was extracted from Bali Citrus Peels with 70% ethanol. Magnesium hidroxide suspensions were made in three formulas with pectin concentration 0.75%, 1.00% and 1.25%. The suspensions was tested for their physical characteristic such as particle sizes, viscosity, sediment volume, redispersibility and fluidity (easiness to be poured) for 4 weeks. The result of this research shown that the pectin from Bali Citrus Peels can be used as suspending agent. The pectin powder has 15.26% water content, pH 3 and no amylum. The viscosity of mucilago was 33.33 cP for 0.75% concentration of pectin, 37.17 cP for 1.00%, and 40.50 cP for 1.25% respectively at the time of preparation. The difference concentration of pectin and its storage duration significantly affected particle sizes, viscosity, redispersibility and fluidity, while sediment volumes had influenced until the end of first week. Keywords: Pectin made of Bali Citrus Peels, Physical Characteristic and Suspensions
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERHADAP STABILITAS FISIK DAN KIMIA LOTION PENUMBUH RAMBUT EKSTRAK BIJI KEMIRI (Aleurites moluccana L. Willd.) Mufrod, Mufrod; Prasojo, Anas Putro Senu; Mulyani, Sri
Majalah Obat Tradisional Vol 17, No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.12 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ17iss1pp1-7

Abstract

Ekstrak etanolik 70% biji kemiri dengan konsentrasi 5% dilaporkan memiliki aktivitas menumbuhkan rambut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan terhadap stabilitas fisik dan kandungan flavonoid lotion penumbuh rambut ekstrak biji kemiri sehingga diperoleh suatu sediaan yang acceptable. Lotion dibuat dengan variasi konsentrasi xanthan gum 0,5% ; 1 % ; 1,5%. Pengukuran flavonoid dilakukan dengan metode densitometri . Hasil pengamatan stabilitas fisik yaitu daya lekat, viskositas, dan kadar flavonoid dianalisis secara  statistik. Hasil orientasi formula, lotion dengan konsentrasi xanthan gum 1% adalah yang terbaik dengan daya lekat kurang dari 1 detik, viskositas tiap minggunya naik, dan tidak terjadi pemisahan. Tipe emulsi yang dihasilkan adalah o/w. Hasil densitometri menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar relatif flavonoid antara sebelum dan setelah penyimpanan namun berbeda tidak signifikan (α = 0,158).
FORMULASI TABLET HISAP CAMPURAN EKSTRAK RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb) dan KENCUR (Kaempferia galanga L) MENGGUNAKAN KOMBINASI BAHAN PENGISI MANITOL – MALTODEXTRIN Prasetyo, Widodo Ndaru; Mufrod, Mufrod
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865.235 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ20iss1pp%p

Abstract

Campuran rimpang temulawak dan kencur sering digunakan sebagai penambah nafsu makan.Namun bentuk sediaan yang selama ini digunakan kurang praktis dan tidak stabil dalam penyimpanan. Oleh karena itu perlu dibuat sediaan tablet hisap yang lebih praktis dan acceptable. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi bahan pengisi manitolmaltodextrin terhadap sifat fisik granul, sifat fisik tablet dan rasa tablet.Ekstrak temulawak dan kencur dibuat dengan metode perkolasi menggunakan etanol 70%, kemudian digranul dengan metode granulasi basah, dibuat menjaditiga formuladengan kombinasi bahan pengisi manitol-maltodekstrin (100:0, 85:15, 70:30). Hasil penelitian menunjukkan kombinasi bahan pengisi manitol-maltodextrin berpengaruh terhadap waktu alir, kompaktibilitas pada sifat fisik granul, dan sifat fisik tablet hisap, kecuali pada uji penampilan. Hasil uji tanggap rasa menunjukkan bahwa responden merasakan formula I asam, sedangkan formula II dan III menunjukkan rasa pahit.
OPTIMASI KOMPOSISI SUKROSA DAN ASPARTAM SEBAGAI BAHAN PEMANIS PADA FORMULA TABLET-EFFERVESCENT EKSTRAK ETANOLIK BUAH MENGKUDU Pratiwi, Galih; Hertiani, Triana; Mufrod, Mufrod
Majalah Obat Tradisional Vol 16, No 2 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.992 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ16iss2pp43-50

Abstract

Mengkudu (Morinda citrifolia L.) telah dipergunakan secara luas dalam pengobatan tradisional. Bentuk sediaan yang ada saat ini belum mampu menutupi rasa dan bau tidak enak buah mengkudu, sehingga perlu diformulasikan sediaan yang lebih akseptabel. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi formula ekstrak etanolik 40% buah mengkudu menggunakan variasi kadar sukrosa-aspartam dengan metode Simplex Lattice Design (SLD). Tablet effervescent ekstrak etanolik buah mengkudu dibuat menggunakan metode peleburan dalam lima (5) formula, yaitu formula I (100% sukrosa), II (sukrosa-aspartam=75%:25%), III (sukrosaaspartam=50%:50%), IV (sukrosa-aspartam=25%:75) dan V (100% aspartam). Granul effervescent dievaluasi karakteristik densitas massa, waktu alir, indeks pengetapan dan kompaktibilitas. Tablet effervescent yang diperoleh diuji karakteristik keseragaman bobot, kekerasan tablet, kerapuhan, waktu larut tablet dan profil KLTnya. Analisis secara statistik dilakukan dengan metode analisis varian satu jalan, uji Scheffe dan Kruskall-Wallis pada taraf kepercayaan 95 %. Uji akseptabilitas tablet yang dihasilkan dilakukan terhadap 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi kadar sukrosa-aspartam mempengaruhi sifat densitas massa, sifat alir dan kompaktibilitas granul yang dihasilkan. Semakin besar jumlah sukrosa di dalam tablet, tablet menjadi lebih keras, kerapuhan kecil, namun waktu larutnya lebih lama. Hasil uji akseptabilitas menunjukkan bahwa 70% responden lebih menyukai formula III dibandingkan formula yang lain. Hasil perhitungan SLD menunjukkan komposisi sukrosa dan aspartam 42:58 sebagai formula optimum.
OPTIMASI FORMULA TABLET HISAP EKSTRAK RIMPANG LENGKUAS (Alpinia galanga (L.) Stuntz) DENGAN KOMBINASI BAHAN PEMANIS MANITOL DAN SUKROSA MENGGUNAKAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN mufrod, Mufrod; Pramono, Suwijiyo; Aufiya, Duhita
Majalah Obat Tradisional Vol 17, No 3 (2012)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.575 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ17iss3pp%p

Abstract

Lengkuas (Alpinia galanga (L.) Stuntz) memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, diantaranya sebagai tonikum. Lengkuas sebagai tonikum masih digunakan secara tradisional, sehingga dosis tidak tetap dan tidak praktis, maka perlu dilakukan formulasi. Tablet hisap dipilih untuk formulasi lengkuas karena praktis dan nyaman. Rasa merupakan parameter yang penting untuk tablet hisap. Oleh karena itu digunakan campuran antara manitol dan sukrosa. Penelitian ini bertujuan untuk optimasi formula tablet hisap menggunakan campuran manitol dan sukrosa dengan metode Simplex Lattice Design.  Ekstrak rimpang lengkuas diperoleh dengan maserasi menggunakan etanol 70%. Tablet hisap dibuat dalam tiga formula yaitu Formula A (100%:0%), Formula B (50%:50%), dan Formula C (0%:100%) dengan metode SLD secara granulasi basah. Massa granul diayak melalui pengayak no. 10 dan dikeringkan dalam oven suhu 60°C, kemudian granul kering dicampur homogen dengan Mg stearat-talk, selanjutnya diuji sifat fisik meliputi kecepatan alir dan kompaktibilitas. Granul dikempa menjadi tablet dan diuji sifat fisik, meliputi keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu larut, serta tanggap rasa. Data yang diperoleh digunakan untuk membuat profil sifat fisik granul dan rasa dari tablet. Formula optimum dipilih berdasarkan respon total tertinggi. Kemudian dibuat tablet berdasarkan formula optimum dan diuji sifat fisik granul dan tablet. Data yang diperoleh kemudian dibandingkan secara teoritik dan statistik menggunakan T-test. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa formula optimum tablet hisap ekstrak rimpang lengkuas adalah formula dengan perbandingan 25% manitol : 75% sukrosa. Kecepatan alir dan kompaktibilitas granul formula optimum berbeda bermakna antara verifikasi dengan perhitungan SLD, sedangkan waktu larut dan tanggap rasa tablet berbeda tidak bermakna. Komposisi sukrosa yang dominan dapat menaikkan respon kompaktibilitas granul, waktu larut, dan tanggap rasa tablet hisap, menurunkan respon kecepatan alir granul.
FORMULASI TABLET HISAP EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) YANG MENGANDUNG FLAVONOID DENGAN KOMBINASI BAHAN PENGISI MANITOL-SUKROSA Juliantoni, Yohanes; Mufrod, Mufrod
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (942.366 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss2pp%p

Abstract

Senyawa flafonoid yang terdapat pada daun jambu biji diketahui memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak daun jambu biji menjadi sediaan yang acceptable. Eksrak daun jambu buji diformulasikan menjadi sediaan tablet hisap dengan kombinasi bahan pengisi manitol-sukrosa. Metode Simple Lattice Desaign digunakan untuk mengetahui pengaruh kombinasi bahan terhadap sifat fisik granul dan tablet dan prediksi formula optimal. Ekstrak dibuat dengan cara maserasi simplisia menggunakan etanol 70%, dikentalkan dan dikeringkan menggunakan alat freeze dryer. Tablet hisap dibuat dalam 5 formula berdasarkan kombinasi monitol-sukrosa yaitu: F1(0%:100%) ; F2(25%:75%); F3(50%:50%); F4(75%:25%); F5(25%:75%) menggunakan bahan pengikat larutan gelatin 5%. Granul kering yang dihasilkan diuji sifat alirnya, dicampur homogenya dengan lubrikan dan dikempa. Tablet yang dihasilkan diuji keseragaman bobot, kekerasan tablet, kerapuhan dan tanggapan rasa. Persamaan Simple lattice desaign dan formula optimum diprediksi menggunakan software Desaign Expert versi 8.0.5.2. Tablet hisap masing-masing formula yang dihasilkan telah memenuhi syarat beberapa sifat fisik tablet hisap. Perubahan proporsi kombinasi manitol-sukrosa mempengaruhi sifat fisik granul maupun tablet. Berdasarkan analisis menggunakan software Desaign Expert versi 8.0.5.2, formula optimal diberikan oleh kombinasi manitol-sukrosa 82,28%:17.72%.