Hidayat Mughnie
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

STUDI BANDING PENGARUH FAKTOR AIR SEMEN DAN KADAR FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN DAN PERMEABILITAS BETON RINGAN Mughnie, Hidayat
Konstruksia Vol 2, No 1 (2010): Jurnal Konstruksia Vol. 2 No. 1 Tahun 2010
Publisher : Konstruksia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kadar air semen (w/c) sangat mempengaruhi kuat tekan beton, kadar air semen yang kecil menghasilkan kuat kuat tekan yang besar.. sebaliknya kadar air semen besar menghasilkan kuat tekan beton yang kecil. Abu terbang ( fly ash) dapat meningkatkan kuat tekan beton, karena fly ash mengandung Si02 yang tinggi, kekuatan beton meningkat karena butiran mikrosilika yang sangat hales bereaksi dengan air dan Ca(OH)2 (kapur) akan menghasilkan Massa yang padat, sehingga menghasilkan kekuatan yang lebih besar. Pada percobaan ini kuat tekan yang paling besar adalah. 50 Mpa yang dihasilkan oleh campuran denga perbandingan air semen ( w/c) =0.3 dan penambaban fly ash 30%.
STUDI PERBANDINGAN KINERJA BANGUNAN STRUKTUR BAJA BERDASARKAN SNI 03-1726-2002 dan SNI 03-1726-212 Mughnie, Hidayat
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan gedung struktur baja terdiri dari 7 lapis lantai. bangunan terletak di Jakarta wilayah gempa 3 berdasarkan SNI-03 1726 2002, studi ini membandingakan kinerja bangunan menggunakan Spektrum Respons gempa SNI 03-1726-2002 dan Spektrum Respon gempa SNI 03-1726-2012 dengan variasi kondisi tanah yaitu gedung berdiri di tanah lunak, tanah sedang dan tanah keras. Dari hasil penelitian bahwa bangunan yang menggunakan respon spectrum gempa SNI-03-1726-2002 pada tanah Lunak, menghasilkan story shear arah x dan arah y serta story drift lebih besar dari story shear arah x dan arah y dan story drift pada bangunan dengan memakai SNI-1726-2012. Bangunan terletak pada tanah Sedang menggunakan respon spectrum SNI-03-1726- 2002 menghasilkan story shear arah x dan arah y serta story drift hampir sama besar dari story shear arah x dan arah y serta story drift pada bangunan dengan memakai SNI- 1726-2012. Sedangkan Bangunan yang terletak pada tanah Keras menggunakan respon spectrum SNI-03-1726-2002 menghasilkan story shear arah x dan arah y dan story drift lebih kecil dari story shear arah x dan arah y dan story drift pada bangunan dengan memakai SNI-1726-2012.
STUDI BANDING PENGARUH FAKTOR AIR SEMEN DAN KADAR FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN DAN PERMEABILITAS BETON RINGAN Mughnie, Hidayat
Jurnal Konstruksia Vol 2, No 1 (2010): Jurnal Konstruksia Vol. 2 No. 1 Tahun 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.2.1.%p

Abstract

Kadar air semen (w/c) sangat mempengaruhi kuat tekan beton, kadar air semen yang kecil menghasilkan kuat kuat tekan yang besar.. sebaliknya kadar air semen besar menghasilkan kuat tekan beton yang kecil. Abu terbang ( fly ash) dapat meningkatkan kuat tekan beton, karena fly ash mengandung Si02 yang tinggi, kekuatan beton meningkat karena butiran mikrosilika yang sangat hales bereaksi dengan air dan Ca(OH)2 (kapur) akan menghasilkan Massa yang padat, sehingga menghasilkan kekuatan yang lebih besar. Pada percobaan ini kuat tekan yang paling besar adalah. 50 Mpa yang dihasilkan oleh campuran denga perbandingan air semen ( w/c) =0.3 dan penambaban fly ash 30%.
ANALISIS BANGUNAN ASIMETRIS TERHADAP TINJAUAN DELATASI AKIBAT GAYA HORIZONTAL Juvientrian, Syano Verdio; Mughnie, Hidayat
Jurnal Konstruksia Vol 6, No 1 (2014): Jurnal Konstruksia Vol. 6 No. 1 Tahun 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.6.1.%p

Abstract

Tujuan dilakukan  penelitian ini adalah untuk menganalisis perilaku struktur bangunan asimetris yang diakibatkan gaya horizontal (gempa). Syarat-syarat yang digunakan yaitu PPIUG 1983 (pembebanan gedung), SNI 03-1726-2002 (analisis gempa), SNI 03-2847-2002 (analisis beton). Bangunan yang menjadi objek penelitian adalah gedung rumah sakit yang berada di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat.Struktur dimodelkan secara tiga dimensi dengan menggunakan Program Komputer ETABS V.9.7.1. Pembebanan yang diperhitungkan adalah beban mati, beban hidup, beban angin, dan beban gempa. Karena lokasi bangunan yang berada pada Wilayah Gempa 3 maka bangunan dianalisis dengan menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM) yang berada di atas tanah dengan kondisi sedang.Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, delatasi (pemisahan) bangunan memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap bangunan asimetris. Dampak tersebut terdapat pada perbedaan perilaku bangunan yang dapat dilihat pada simpangan yang terjadi, gaya-gaya dalam pada struktur (kolom, balok, dan plat), dan penulangan yang digunakan pada bangunan tanpa delatasi dan bangunan dengan delatasi.Kata kunci : Bangunan Asimetris, Delatasi, Gaya Horizontal, Gempa
STUDI PERBANDINGAN STRESS RATIO DENGAN ELM (EFFECTIVE LENGTH METHOD) DAN DAM (DIRECT ANALYSIS METHOD) BANGUNAN WORKSHOP PADA PROYEK DI CIREBON Raflesia, Eryana; Mughnie, Hidayat
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan metode-metode desain stabilitas struktur baja, yang saat ini tengah berkembang pesat yaitu Effective Length Method (ELM) dan Direct Analysis Method (DAM). Kedua metode ini memang mengadopsi dari standar Amerika yang mengacu pada AISC 2010 dan juga dibahas di peraturan SNI 1729:2015. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hasil perbandingan nilai stress ratio dan mengetahui metode mana yang menghasilkan profil baja yang lebih kecil. Studi perbandingan diaplikasikan pada bangunan 3 dimensi 1 lantai yaitu bangunan workshop. Pada perencanaan metode ELM menggunakan rasio kelangsingan atau K yang didapat dari nomogram setelah perhitungan GA dan GB. Metode ELM dan DAM menggunakan beban notional yang didapat dari 0.002 beban gravitasi yang bekerja. Setelah dilakukan analisis didapatkan simpulan seperti berikut : nilai ratio balok ELM sama dengan DAM, nilai ratio kolom ELM 9.60% lebih besar dari DAM, nilai ratio rafter ELM lebih kecil 0.90 % daripada DAM. Dikarenakan selisih ratio yang tidak terlalu signifikan, maka penggunaan kedua metode tersebut tidak bisa menyatakan efisiensi dari pemilihan penggunaan profil baja/dimensi.