Firman Farid Muhsoni
Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Trunojoyo Madura

Published : 20 Documents
Articles

Found 20 Documents
Search

PEMODELAN DAYA DUKUNG PEMANFAATAN PULAU SAPUDI DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Muhsoni, Firman Farid
Jurnal Kelautan Vol 9, No 1: April (2016)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v9i1.1143

Abstract

MODELLING OF UTILIZATION CARRYING CAPACITY OF SAPUDI ISLAND USING  GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEMSumenep Regency has natural resources in the form of coral reefs and mangrove which are potential to be exploited. The number of islands with names in Sumenep regency as many as 106 islands. This study was aimed to mapping the land physical parameters used for modeling the carrying capacity utilization and assessment of Sapudi Island. The method used was the geographic information system modeling for ecotourism suitability model using index approach. Coral reefs in Sapudi Island was found about 1,544 ha. The condition of coral reefs in Sapudi Island taken using Underwater Photo Transect method was 25.9% live coral and dead coral was 71.55%. Water temperature conditions were between 30,1-30.5 0C, pH were 6.8-7.1, salinity were 25-30 0/00, dissolved oxygen were 4.6-6.6 mg/l and water clarity of 100%. Carrying capacity utilization of Sapudi Island for diving ecotourism was about 1,947 people/day, while for snorkeling ecotourism was 2,283 person/day.Keywords: carrying capacity, ecotourism, small island, Sapudi.ABSTRAKKabupaten Sumenep mempunyai sumberdaya alam terumbu karang dan mangrove yang sangat potensial untuk dimanfaatkan. Jumlah pulau yang mempunyai nama di Kabupaten Sumenep sebanyak 106 pulau. Penelitian bertujuan ini pemetaan parameter fisik lahan yang akan digunakan untuk pemodelan daya dukung pemanfaatan dan penilaian daya dukung pulau Sapudi. Metode yang dipergunakan adalah pemodelan Sistem Informasi geografis untuk kesesuaian ekowisata dengan pendekatan model indeks. Luas terumbu karang di Pulau Sapudi ditemukan mencapai 1.544 ha. Kondisi terumbu karang di Pulau Sapudi dengan metode Transek Foto Bawah air untuk karang hidup 25,9 %, karang mati 71,55 %.  Kondisi suhu air 30,1- 30,5 0C, pH 6,8-7,1, salinitas 25-30 0/00, Oksigen terlarut 4,6-6,6 mg/l dan kecerahan 100%. Daya dukung pemanfataan Pulau Sapudi untuk ekowisata selam 1.947 orang/hari, untuk ekowisata snorkeling 2.283 orang/hari.Kata kunci: daya dukung kawasan, ekowisata, pulau kecil, Sapudi.
IBM TRANSPLANTASI TERUMBU KARANG KELOMPOK MASYARAKAT DESA KOMBANG DAN MASYARAKAT DUSUN GILI LABAK SEBAGAI MEDIA MENINGKATKAN POTENSI WISATA SELAM Effendy, Mahfud; Muhsoni, Firman Farid
Jurnal Ilmiah Pangabdhi Vol 4, No 1: April 2018
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.081 KB) | DOI: 10.21107/pangabdhi.v4i1.4579

Abstract

Pulau Gili labak memiliki luas terumbu karang mencapai 66 ha, dengan kondisi karang hidup seluas 48,7% dan terumbu karang dalam kondisi mati seluas 51,3%. Tujuan pengabdian memberikan pelatihan dan melakukan transplantasi terumbu karang atau budidaya karang untuk menjaga dan merehabilitasi kondisi terumbu karang, Metode kegiatan survei langsung kondisi karang (skin diving) dan pelatihan serta survei kondisi karang dengan metode foto bawah air. Masalah mitra yaitu tutupan karang keras yang hidup diatasi dengan rehabilitasi terumbu karang dengan transplantasi terumbu karang dan penyuluhan dan papan himbuan agar tidak membuang sampah sembarangan. Tahapan pengabdian: 1) Persiapan (pembuatan rak untuk tranplantasi karang, Pembuatan Poster, banner dan stiker, Pembuatan video yang di upload di media youtube; 2) penyuluhan dan pelatihan (materi Materi tentang manfaat terumbu, Materi tentang potensi wisata Pulau Gili Labak, Materi tentang teknik transplantasi terumbu karang) 3) evaluasi dan pendampingan; 4) pembuatan papan himbauan. Evaluasi Pelatihan sebelum pelatihan 92% peserta pelatihan tidak tahu manfaat pentingnya terumbu karang, dengan pelatihan 92% menjadi tahu manfaat pentingnya terumbu karang, dengan pelatihan 84% peserta menganggap perlu sekali terumbu karang dijaga, dengan pelatihan 88% peserta menjadi tahu sekali jika terumbu karang bisa di tanam/budidayakan, dengan pelatihan 88% berpendapat pelatihan ini bermanfaat sekali untuk memberikan pemahaman terhadap perlunya menjaga terumbu karang, 84% peserta pelatihan berpendapat pelatihan ini bermanfaat sekali untuk memberikan pemahaman cara menanam terumbu karang; 84% peserta pelatihan berpendapat sangat bersedia di kemudian hari menjaga terumbu karang.
PEMETAAN SUHU PERMUKAAN LAUT (SPL) MENGGUNAKAN CITRA SATELIT ASTER DI PERAIRAN LAUT JAWA BAGIAN BARAT MADURA Rini, Dyah Ayu Sulistyo; Hidayah, Zainul; Muhsoni, Firman Farid
Jurnal Kelautan Vol 3, No 2: Oktober (2010)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v3i2.918

Abstract

Oceanographical temperature in Java Sea is very important to be considered. This research was combines in-site observation technique, Geographical Information System (GLS) and remote sensing in order to get accurate, present and updateable data. The aim of this research is to determine the distribution of sea-surface temperature and accuration-test value in Java Sea especially on western coast of Madura using ASTER satellite imagery. This research were used software of ENVI 4.5, ILWIS 3.3, and ArcGIS 9.3 and also changed the radian value until °C. Result showed that using ASTER satellite imagery within band 10 range between 32 "C-35 "C. Band 11,between 24.9"C 25,2"C. Band 12 between 16,7"C to 17"C. Band while band 13 abd 14 between 30.7, band 28. Band 11 is more accurate compared to Band 10, 12, 13. 14, the RMS Error on band 11 showed lower value compared to the other band.Keywords: Sea-surface Temperature. ASTER satellite imagery. Java Sea, Western coast of Madura
ARAHAN PEMANFAATAN RUANG WILAYAH PESISIR UNTUK PARIWISATA DENGAN MEMANFAATAN CITRA SATELIT DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI SEBAGIAN BALI SELATAN Muhsoni, Firman Farid
Jurnal Kelautan Vol 2, No 2: Oktober (2009)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v2i2.861

Abstract

Citra satelit dan SIG dapat dipergunakan untuk perencanaan pemanfaatan ruang wilayah pesisir. Tujuan penelitian ini adalah menginventarisasi  parameter fisik lahan  dan mengevaluasi kesesuaian lahan untuk menyusun arahan pemanfaatan ruang sebagain wilayah pesisir pantai selatan Pulau Bali. Metode yang dipergunakan adalah metode site selection, dengan memberikan skor pada masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan Citra Landsat ETM+ dapat digunakan untuk inventarisasi tipe ekosistem pesisir dengan tingkat ketelitian 64,3%. Kesesuaian lahan untuk pariwisata menunjukkan daerah yang sangat sesuai 5,23%, sesuai 46,81% dan  tidak sesuai sebanyak 47,96%. Arahan pemanfaatan lahan daerah darat yang paling dominan untuk pemanfaatan lahan sesuai untuk pemukiman dan tidak sesuai untuk pariwisata seluas 34,13%. Kata kunci : SIG, penginderaan jauh, pemilihan lokasi.
TINGKAT KEKRITISAN DAN KESESUAIAN LAHAN MANGROVE DI KABUPATEN SAMPANG DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Muhsoni, Firman Farid; Efendy, Mahfud; Triajie, Haryo; Siswanto, Aries Dwi; Abida, Indah Wahyuni
Jurnal Kelautan Vol 6, No 2: Oktober (2013)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v6i2.786

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi kondisi kekritisan dan kesesuaian lahan mangrove di kabupaten Sampang. Tahap pekerjaan: (1) tahap persiapan; (2) proses pengolahan citra; (3) cek lapangan; (4) analisis data; (5) uji akurasi; dan (6) hasil analisis. Penentuan tingkat kekritisan dan kesesuaian lahan dengan menggunakan pemodelan SIG dengan model indeks. Hasil analisis citra mendapatkan mangrove di Kabupaten Sampang mencapai 914,54 Ha, yang tersebar di 6 Kecamatan. Tingkat kekritisan mendapatkan mangrove dalam kondisi rusak 600,8 Ha (65,7%), mangrove dalam kondisi baik  292,5 Ha (32%) dan mangrove dalam kondisi rusak berat 21,1 Ha (2,3%). Mangrove dalam kondisi tidak rusak sebagian besar terdapat di Kecamatan Sampang mencapai 109,6 Ha atau 11,98%. Mangrove kondisi rusak sebagian besar di Kecamatan Sreseh (39,39 Ha atau 39,39%), mangrove dalam kondisi rusak berat sebagian besar di Kecamatan Sreseh (11,1 ha  atau 1,21%). Kesesuaian lahan mangrove mendapatkan lahan yang sesuai untuk mangrove seluas282,9 Ha (30,9%), cukup sesuai untuk lahan mangrove 624,1 Ha (68,2%) dan sesuai bersyarat mencapai 7,6 Ha (0,8%). Daerah yang sangat sesuai sebagian besar di Kecamatan Sampang (155 Ha).Kata Kunci: kekritisan mangrove, kesesuaian lahan, sistem informasi geografis
LIMBAH IKAN SEBAGAI ALTERNATIF UMPAN BUATAN UNTUK ALAT TANGKAP PANCING TONDA Abida, Indah Wahyuni; Muhsoni, Firman Farid; Siswanto, Aries Dwi
Jurnal Kelautan Vol 2, No 1: April (2009)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v2i1.907

Abstract

Masalah yang dihadapi alat tangkap pancing adalah ketersediaan umpan yang tidak kontinyu. Tujuan penelitian ini untuk memanfaatkan limbah ikan agar mempunyai nilai tambah, mengetahui kemampuan dan kemanfaatan teknologi umpan buatan. Metode yang digunakan eksperimen, dengan uji anova dan analisa usaha. Daerah uji di perairan desa Pangeranan Kabupaten Bangkalan perairan Laut Jawa. dengan koordinat   060.59’.734” LS dan 1120.42’.827” BT. Hasil dari uji coba lapangan mendapatkan ikan Karapu Lumpur, Kerapu Toke, Pari, Keting. Rata-rata penangkapan 38 ekor dengan berat 11,4 kg tiap trip, dengan rata-rata hasil umpan alami sebanyak 51,5%, limbah rajungan  19,9%, limbah pemindangan 17,3% dan limbah udang 11,3%. Perlakuan terbaik menggunakan umpan alami (ikan belanak). Sedangkan perbandingan antara umpan buatan  menunjukkan hasil yang sama (tidak berbeda nyata). Perhitungan analisis ekonomi mendapatkan hasil nilai NPV>0 (Rp. 30.655.975), Gros B/C rasio<1 (1,57), nilai Net B/C>1 (5,2). Nilai pay back period 3,69 tahun, Sedangkan  rentabilitas 27,07%. Kata Kunci : Pancing Tonda, Umpan Buatan, Bangkalan
Kesesuaian Lahan untuk Tembakau di Madura dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis Muhsoni, Firman Farid
Jurnal Fisika FLUX Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2010
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v7i1.3079

Abstract

Rainfed area causes utilization of Madura’s land less optimum. Theaim of this research is to make a map of agroecosystem that potentially inagriculture by using remote sensing, crop model development is based on thecondition of land physically. The method of this research is by classifying theland conformity for crop by checking off the quality of land for every unit of land.The results of this research are a potential map of tobacco cultivation 51.971 ha(11.4%) is appropriate, 8.749 ha (1.9%) is very appropriate. The developmentof rainfed area that appropriate for Madura area for jepon kenik tobacco varietywith age of harvest is short (86 days) and crop indice is high (580.0).
Pemetaan Lokasi Fishing Ground dan Status Pemanfaatan Perikanan di Perairan Selat Madura Muhsoni, Firman Farid; Efendy, Mahfud; Triajie, Haryo
Jurnal Fisika FLUX Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2009
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v6i1.3049

Abstract

This research aims at finding the map of waters quality to predictfishing ground, examining the determinant of modeling parameter of fish catchingregion, analyzing catch unit effort (CpUE) and status of fish utilization. Mappingwaters quality parameter is constructed with method of field sample datainterpolation. Besides, the mapping of surface temperature and chlorophyll isextracted from satellite image Landsat. ETM+. In addition, the mapping ofcatching region is resulted in scoring and weighting factors. Accuracy test isdone by method of RMSE. Fishery utilization status is acquired from method ofapproaches holistic (production surplus model). Map waters salinity at straitsMadura ranges between 27 ppm - 46 ppm, pH range from 8-9, brightnessranges from 0-2 m. Sea level temperature from image landsat in dry seasonranges from 24,1 0C - 27,3 0C in rainy season between 24,7 0C - 28,6 0C.Optimum temperature in rainy season is lower than in dry season. Chlorophyll indry season ranges between 0 mg/m3 - 19,6 mg/m3, in rainy season between -0,02 mg/m3 - 41,95 mg/m3. In dry season, the most appropriate catching regionis 58,04 %, appropriate region 36,99% and inappropriate region 4,96 %, while inrainy season, inappropriate region achieves 94,44 %, appropriate 2,89 % andinappropriate 2,65 %. Sea level temperature accuracy test gets RMSE 2,32 andfor chlorophyll content 2,31. Fishery estimation result pelages get CpUE 0.10ton/trip with utilization status indicating over-fishing in tahun1997 and fisherydemersal CpUE 0.03 ton/trip with utilization status indicating a surplus incatching in last three year.
ANALISA TINGKAT PREVALENSI DAN DERAJAT INFEKSI PARASIT PADA IKAN KERAPU MACAN (Ephinephilus fuscoguttatus) DI LOKASI BUDIDAYA BERBEDA Musyaffak, Marzuki; Abida, Indah Wahyuni; Muhsoni, Firman Farid
Jurnal Kelautan Vol 3, No 1: April (2010)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v3i1.851

Abstract

Fish is the potential protein source for human. People consumption of fish requires attention related to whether the fish is safe to consume. This research is aimed at finding kind of parasite attack Groupers (E. fuscoguttatus) and the prevalence and the infection level in the different farming location. The research method used that is by taking Groupers size between 10 cm - 35 cm as many  fish from all population in each location with the assumption of percentage the prevalence used was 10%. Sample then analyzed for amount and type of parasite attacked and determined level of prevalence and degree of parasite infection. Result showed the type of parasite attack Groupers are Anasakis sp., Diphyllobothrium sp., Caligus sp., Diplectanum sp., Ergasillus sp., and Argulus sp. The different location of farming didn’t influence the parasite prevalence degree in Groupers. It is known that in location 1 in Lamongan, the prevalence level is 60% and the amount of fish attacked is 12, while in location 2 which is in Situbondo regency the prevalence degree is 50% with 10 fish attacked. t-test result showed that the level of infection degree did not differ perhaps because of the water condition quality between two location was relatively similar and still in the normal category, and also farmers have known the farming techniques well. Key Words : Prevalence, Degree of parasite infection, Groupers
PEMETAAN POTENSI PENGEMBANGAN LAHAN TAMBAK GARAM DI PESISIR UTARA KABUPATEN PAMEKASAN Efendy, Mahfud; Sidik, Rahmad Fajar; Muhsoni, Firman Farid
Jurnal Kelautan Vol 7, No 1: April (2014)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v7i1.791

Abstract

Pamekasan sebagai salah satu sentra produksi garam nasional masih memungkinkan untuk meningkatkan produksi garamnya melalui program ekstensifikasi di wilayah pesisir utara. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan potensi pengembangan lahan tambak garam baru di pesisir utara Kabupaten Pamekasan sebagai dasar program ekstensifikasitersebut. Penelitian ini memanfaatkan teknologi penginderaan jauh dan system informasi geografis dengan tahapan analisis: pemrosesan citra satelit, interpolasi peta rupa bumi Indonesia, digitasi peta tanah, interpolasi data curah hujan, dan interpretasi deskriptif. Kegiatan pemetaan ini menghasilkan informasi potensi ketersediaan lahan tambak garam baru di pesisir utara seluas 15.822,91 Ha. Potensi ketersediaan lahan baru ini secara topografi dengan klasifikasi lereng datar untuk produksi garam (0-8%) tersedia seluas 10.084,55 Ha. Lahan baru ini didominasi mediteran rodik 12018 Ha dan kompleks mediteran, grumosol, regosol dan litosol 5662,4Ha. Potensi teknis lainnya yang mendukung kegiatan ekstensifikasi wilayah pesisir utara adalah curah hujan yang lebih rendah dibandingkan dengan daerah pedalaman dan daerah pesisir selatan yakni seluas 15.281,5 Ha. Dasar kesesuaian lainnya adalah jumlah sungai yang bermuara ke laut pesisir utara lebih sedikit dan lebih pendek dibandingkan dengan pesisir selatan yakni sepanjang 102,97 Km. Seperti halnya pesisir selatan, di pesisir utara juga tersedia jalur transportasi baik darat maupun laut berupa jalan kolektor sepanjang 17,6 Km yang melintasi Kecamatan Pasean dan Kecamatan Batumarmar.Kata Kunci: pemetaan, potensi pengembangan, tambak garam MAPPING THE POTENTIAL FOR LAND DEVELOPMENT IN COASTAL NORTH SALT POND PAMEKASANABSTRACTPamekasan as one of national salt producers still enables to improve its production through extension program in the north coastal area.  This study aim to mapping the potention of salt embankment development in Nort costal area of Pamekasan Regency as the basic of the extension program. This study takes an advantage of remote sensing technology and Geographic Information System in some phases of analysis: satelite image processing, interpolation of Indonesian geographical map, land map digitization, interpolation of reinfall data, and descriptive interpretation. This mapping activity produces information such as potential availability of salt embankment in the nort costal area around 15.822,91 Ha. This new potential of salt embankment categorized flat slope for producing salt (0-8%), while there is10.084,55 Ha available.     This new salt embankment is dominated by mediteran rodik 12018 Ha and mediteran cluster, grumosol, regosol dan litosol 5662,4 Ha. Other technical potential supported extension activity in this region are rainfall which lower than hinterland and South Costal Area around 15.281,5 Ha.  The other compatibility is the amount of rivers flow to downstream is shorter than ones in the South Costal Area (around 102,97 Km) . In North Costal Area also has transportation path like collector roads 17,6 km long cross over Pasean and Batumarmar subdistricts. Keywords: mapping, potential of development, salt embankment