Articles

STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU PADA SMP NEGERI DI KECAMATAN MASJID RAYA KABUPATEN ACEH BESAR Mukhtar, Mukhtar
Jurnal Mentari Vol 16, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi kepala sekolah merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan kinerja guru dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian untuk mengetahui strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru pada SMP Negeri di Kecamatan Masjid Raya Aceh Besar. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah,  guru, dan pengawas. Hasil penelitian menunjukkan : 1) Strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kemampuan guru dilakukan melalui a) menetapkan kewenangan guru, b) memberikan tugas yang sesuai dengan bidangnya, c) memberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan dan seminar, d) mendatangkan tutor ke sekolah, e) memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, f) menetapkan sebagai pembimbing dalam kegiatan ekstra kurikuler, 2) Strategi kepala sekolah dalam meningkatkan disiplin guru yaitu : a) menjalankan peraturan sekolah, b) menciptakan budaya organisasi, c) memberikan sanksi. 3) Strategi kepala sekolah dalam meningkatkan motivasi guru adalah: a) menciptakan situasi yang harmonis, b) menempatkan guru sesuai dengan bidangnya, c) memenuhi semua perlengkapan yang diperlukan guru dalam melaksanakan tugasnya, d) memberikan penghargaan dan hukuman, 4) Strategi kepala sekolah dalam meningkatkan komitmen guru adalah: a) mengadakan rapat pada setiap awal semester, b) mengawasi pelaksanaan proses pembelajaran, c) mengevaluasi hasil kinerja guru, d) memberi catatan dalam buku pembinaan. 5) Hambatan yang dihadapi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru adalah a) rendahnya tingkat kedisiplinan guru, b)guru kurang termotivasi dalam meningkatkan kinerjanya c) domisili guru yang jauh dari sekolah, d) fasilitas sekolah yang belum memadai, e) rendahnya partisipasi warga lingkungan sekolah.   Kata kunci: Strategi Kepala Sekolah dan Kinerja Guru Daftar Kepustakaan   Akdon, (2007), Strategic Management, for Educational Management (Manajemen Strategik untuk Manajemen Mulyasa, E, (2012), Manajemen dan Kepemimpinan Kepala Sekolah, Jakarta: Bumi Aksara (2005). Guru Profesional, Menciptakan Pembelajaran dan Menyenangkan, Bandung: PT Remaja Rosdakrya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional, (2007), Tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah, Jakarta Supriadi, (1999), Mengangkat Citra dan Martabat Guru, Jakarta: Adi Cita Karya Nusa Undang-Undang Republik Indonesia, No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Undang-Undang Republik Indonesia, No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Usman, Nasir, (2012) Manajemen Peningkatan Mutu Kinerja Guru, konsep, teori dan model, Bandung: Citapustaka media perintis Wahjosumidjo, (2007), Kepemimpinan Kepala Sekolah, Tinjauan Teoritik dan Permasalahannya, Jakarta : Raja Grafindo Persada
PERBEDAAN KEMAMPUAN PENALARAN LOGIS SISWA PADA PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN PEMBELAJARAN EKSPOSITORI DI SMP NEGERI 2 TANJUNG PURA Ramadhani, Ima Sari; mukhtar, mukhtar; Syahputra, Edi
PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 7, No 1 (2014): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian dalam desain Eksperimen semu ini menyelidiki perbedaan Pendekatan (PBM) atas kemampuan penalaran logis siswa, dan Interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan kemampuan awal siswa terhadap perbedaankemampuan penalaran logis siswa. Proses penyelasaian masalah yang dibuat oleh siswa dalam menyelesaikan masalah. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 2 Tanjung Pura sebanyak 74 siswa. Penelitian ini merupakan suatu studi eksperimen dengan desain penelitian pre-test-post-test control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII (delapan) dengan mengambil sampel dua kelas (kelas eksperimen dan kelas kontrol) melalui teknik random sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan penalaran logis. Instrumen tersebut dinyatakan telah memenuhi syarat validitas isi dengan koefisien reliabilitas 0,75 untuk tes kemampuan penalaran logis (sedang) .Data dianalisis dengan uji ANAVA dua jalur. Sebelum digunakan uji ANAVA dua jalur terlebih dahulu dilakukan uji homogenitas dalam penelitian dan normalitas dalam penelitian ini dengan taraf signifikan 5%. Berdasarkan hasil analisis tersebut diperoleh hasil penelitian yaitu: (1) terdapat perbedaankemampuan penalaran logisantara siswa yang diajarkan dengan Pendekatan (PBM) dan ekspositori dengan rata-rata tes kemampuan penalaran kelas eksperimen adalah 15,59  dan kelas kontrol adalah 12,70, (2) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan kemampuan awal siswa terhadap penalaran logis; (3) Proses penyelasaian masalah yang dibuat oleh siswa pada PBM lebih baik daripada pembelajaran ekspositori. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan agar pendekatan pembelajaran berbasis masalah (PBM) dapat dijadikan alternatif bagi guru untuk mencapai kompetensi penalaran logis siswa yang tinggi.
ALI HASJMY DAN KONSEP KEKUASAAN DALAM ISLAM Mukhtar, Mukhtar
Al-Ijtima`i: International Journal of Government and Social Science Vol 3 No 1 (2017): Al-Ijtima`i: International Journal of Government and Social Science
Publisher : LP2M UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.718 KB)

Abstract

This paper wishes to explain the political concept of Islamic power by Ali Hasjmy who can describe the basis of the ideal state contained in Islamic teachings in order to influence the state system without having to recognize the identity itself. The main focus is how mechanisms in Islamic state thinking can influence the concept of power and country. This paper uses a research method that prioritizes library research into primary data that is data collection method by finding information through books, magazines, newspapers and other literature that aims to form a theoretical basis (Arikunto, 2006). The results of this study found that the concept of power according to Ali Hasjmy emphasized the participation and cooperation of the people in the implementation of deliberation. Deliberation in formulating problems for the state, so that the role of shura in the Islamic view becomes an ideal alternative in the implementation of a country. Thus the mechanism of shura is almost the same as the democracy because it lays the voice of the ummah as the ultimate decision maker.
KEKUASAAN DAN MORAL DALAM PANDANGAN POLITIK NICCOLO MACHIAVELLI Mukhtar, Mukhtar
Al-Ijtima`i: International Journal of Government and Social Science Vol 2 No 2 (2017): Al-Ijtima`i: International Journal of Government and Social Science
Publisher : LP2M UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.796 KB)

Abstract

This study discusses the concept of understanding the moral hearts political views Power Niccolo Machiavelli. Complete named Leonardo Niccolo Machiavelli was born in Florence (Firenze), Italy, 3 May 1469 and commonly referred to by name in the "Machiavelli" is the Son of Renaissance. He mocks A Lawyer Bernardo who came from aristocratic family, and grew up in Florence, Italy. In his book, The Prince (The Lord), Niccolo Machiavelli indicates that to be a ruler should do everything they can. He also gives advice on how to become a ruler who can maintain his power by ignoring the permanence ratings of morality and religion. Machiavelli separates between state power with religious life and moral interests. He only discusses how to achieve the goal of power no matter what. Machiavelli argued that power and morality are two separate things. Moral assumptions regarded as a stand-alone entity. Morality is part of a strategy of power, which is not always associated with good and bad issues yet to be realistic and objective and not universal, he could have choppy every time depending on the condition of society.
PENGEMBANGAN USAHA TERNAK AYAM BURAS OLEH PETANI MISKIN DI TELUK KULISUSU KABUPATEN BUTON UTARA PROVINSI SULAWESI TENGGARA Mukhtar, Mukhtar
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 20, No 2 (2013)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

Persentase masyarakat tergolong miskin yang tinggi pada masing-masing wilayah pedesaan di Teluk Kulisusu (sekitar 75%), merupakan pokok permasalahan sosial ekonomi pertanian yang dikaji dalam penelitian ini. Sementara itu, sumber kebutuhan masyarakat di desa-desa yang tidak berbatasan langsung dengan laut, bersumber dari hasil usaha ternak ayam buras. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengkaji besarnya produksi, penerimaan dan pendapatan usahatani ternak ayam buras di tingkat petani, dan (2) mengkaji tingkat keberhasilan dan kemanfaatan usaha ternak ayam buras di tingkat petani. Lokasi studi dikonsentrasikan pada 3 wilayah administrasi desa yakni desa Koepisino (kecamatan Bonegunu), desa Dampalajaya (kecamatan Kulisusu Barat) dan kelurahan Lakonea (kecamatan Kulisusu). Penelitian ini merupakan penelitian survei yang menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani ternak ayam buras di wilayah teluk Kulisusu masih bersifat usaha sampingan dengan produktivitas per-tahun masih sangat rendah. Walaupun tingkat keberhasilan dan kemanfaatan usahatani ternak ayam buras di pesisir teluk Kulisusu tergolong sangat berhasil dan bermanfaat secara ekonomi, namun usahatani tersebut (sejak tahun 2004 sampai 2008) belum dapat diandalkan untuk mengatasi kemiskinan masyarakat karena kontribusinya masih relatif kecil bagi total pendapatan rumah tangga peternak. Usahatani ayam buras di desa-desa pesisir teluk Kulisusu masih perlu dikembangkan kapasitasnya, sehingga kedepan memiliki prospek yang lebih tinggi untuk mengatasi masalah kemiskinan masyarakat. Sejalan dengan itu, sangat diperlukan adanya kegiatan-kegiatan penyuluhan dan pelatihan teknis tentang pengadaan dan pemberian pakan dari bahan baku lokal serta perbaikan sistem budidaya ternak ayam buras semi intensif. Juga sangat diperlukan upaya-upaya pemberdayaan peternak ayam buras melalui pendampingan untuk memperoleh fasilitas modal tunai dan barang-barang modal yang memadai di tingkat lokal.
PERANCANGAN E-TRACER STUDY BERBASIS SISTEM CERDAS Akbar, Rizaldi; Mukhtar, Mukhtar
Jurnal Sisfokom (Sistem Informasi dan Komputer) Vol 9, No 1 (2020): MARET (Articles in Progress 12/15)
Publisher : STMIK Atma Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32736/sisfokom.v9i1.631

Abstract

Penggunaan tracer study merupakan mediasi dalam pegukuran kinerja lulusan, tetapi hal yang paling menarik disini adalah dimana aplikasi tracer study tidak disediakan secara gratis, kebanyakan perguruan tinggi memiliki masalah yang komplek seperti kurangnya dana, fasilitas hingga SDM dalam bidang IT yang membuat tracer study tidak banyak digunakan maupun tersebar di berbagai website Perguruan Tinggi. Terkait hal tersebut, diharapkan e-tracer study berbasis sistem cerdas dapat membantu perguruan tinggi mendapatkan suatu keputusan dan e-tracer study dikembangkan dalam bentuk open source sehingga dapat digunakan dan dikembangkan secara gratis oleh setiap Perguruan Tinggi di Indonesia. Dari hasil penelitian maka dapat disumpulkan bahwa penelitian ini berhasil merancang e-tracer study yang dibangun dengan framework codeigniter dan bahasa pemograman pendukung terdiri dari HTML, CSS, Jquery, Java Script, JSON, AJAX, Boostrap sebagai media dalam perancangan antar muka. Sedangkan PHP sebagai server side dan MySQL sebagai database. Pada proses perancangan dilakukan melalui tahapan rumusan masalah, literatur studi, pengumpulan datam analisis kebutuhan, desai system dan pengujian aplikasi. Pada proses pengujian menggunakan metode blackbox dan diukur dengan menggunakan metode usabilitity test pada pengukuran 5 (lima) komponen terdiri dari; learnability, efficiency, memorability, errors, dan satisfaction yang didapatkan melalui penyebaran kuisioner kepada mahasiswa dan alumni. e-tracer study menggunakan kuisioner berdasarkan peraturan dan pedoman pusat karir dan tracer study 2017, dan pada proses pengisian alumni tidak menggunakan modul register tetapi alumni cukup mengisi form pendaftaran yang disediakan, hal ini dilakukan berdasarkan hasil usability test bahwa alumni AMIK Indonesia sangat tidak menyukai proses register dan aktivasi.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATEMATIS MAHASISWA DALAM MATA KULIAH PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS RENDAH Mukhtar, Mukhtar
Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar (JPSD) UNTIRTA
Publisher : Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To improve students understanding of mathematical subjects low grade math learning, it is necessary to use a model of learning that can improve the process of teaching and learning process. One model used is the learning model Contextual Teaching and Learning (CTL). The problems examined in this study is whether the use of the learning model Contextual Teaching and Learning (CTL) can improve student learning outcomes in subjects low grade math learning the academic year 2013-2014 at the University of Sultan Agung Tirtayas Guidance and Counseling Department PGSD. The result is the achievement of students who use learning methods Contextual Teaching and Learning (CTL) is better than the achievement of students who use conventional teaching methods Keywords: Contextual Teaching and Learning (CTL), Learning Mathematics and Mathematical Understanding
IMPROVING MATHEMATICAL PROBLEM-SOLVING ABILITY AND SELF-CONFIDENCE OF HIGH SCHOOL STUDENTS THROUGH CONTEXTUAL LEARNING MODEL Surya, Edy; Putri, Feria Andriana; Mukhtar, Mukhtar
Journal on Mathematics Education Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Department of Doctoral Program on Mathematics Education, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22342/jme.8.1.3324.

Abstract

The purposes of this study are: (1) to know if students’ mathematical problem-solving ability taught by contextual learning model is higher than students taught by expository learning, (2) to know if students’ self-confidence taught by contextual learning model is higher than students taught by expository learning, (3) to know if there is interaction between learning model and students’ early mathematical ability to improve students mathematical problem-solving ability, (4) to know if there is interaction between learning model and students’ early mathematical to improve students self-confidence. This study is a quasi-experimental research. The population in this study consists of 180 students in grade VIII SMP Muhammadiyah 11 Pangkalan Brandan. Two classes (60 students) are taken as sample. Data were analyzed by two way Anova. The results of this study indicate that (1) students’ capability of solving mathematical problems taught with contextual learning model is higher than students taught by expository, (2) students’ self-confidence taught by contextual learning model is higher than students taught by expository, (3) there is interaction between learning model and students’ early mathematical ability to improve students mathematical problem-solving ability, (4) there is interaction between learning model and students’ early mathematical to improve students self-confidence. Keywords: Contextual Learning Model, Mathematical Problem-Solving, Self-Confidence DOI: http://dx.doi.org/10.22342/jme.8.1.3324.85-94
IMPROVING MATHEMATICAL PROBLEM-SOLVING ABILITY AND SELF-CONFIDENCE OF HIGH SCHOOL STUDENTS THROUGH CONTEXTUAL LEARNING MODEL Surya, Edy; Putri, Feria Andriana; Mukhtar, Mukhtar
Journal on Mathematics Education Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Department of Doctoral Program on Mathematics Education, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22342/jme.8.1.3324.85-94

Abstract

The purposes of this study are: (1) to know if studentsâ?? mathematical problem-solving ability taught by contextual learning model is higher than students taught by expository learning, (2) to know if studentsâ?? self-confidence taught by contextual learning model is higher than students taught by expository learning, (3) to know if there is interaction between learning model and studentsâ?? early mathematical ability to improve students' mathematical problem-solving ability, (4) to know if there is interaction between learning model and studentsâ?? early mathematical to improve students' self-confidence. This study is a quasi-experimental research. The population in this study consists of 180 students in grade VIII SMP Muhammadiyah 11 Pangkalan Brandan. Two classes (60 students) are taken as sample. Data were analyzed by two way Anova. The results of this study indicate that (1) studentsâ?? capability of solving mathematical problems taught with contextual learning model is higher than students taught by expository, (2) studentsâ?? self-confidence taught by contextual learning model is higher than students taught by expository, (3) there is interaction between learning model and studentsâ?? early mathematical ability to improve students' mathematical problem-solving ability, (4) there is interaction between learning model and studentsâ?? early mathematical to improve students' self-confidence. Keywords: Contextual Learning Model, Mathematical Problem-Solving, Self-Confidence DOI: http://dx.doi.org/10.22342/jme.8.1.3324.85-94
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DAN SIKAP SISWA TERHADAP MATEMATIKA PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINIER DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN CTL DI SMA GAJAH MADA MEDAN Armanto, Dian; Mukhtar, Mukhtar; Pane, Toni Sitorus
PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 10, No 1 (2017): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian untuk melihat apakah: 1) terjadi peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematika setelah diberikan tindakan dengan pendekatan pembelajaran CTL, 2) tuntas hasil belajar siswa terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika dengan penerapan pembelajaran CTL, dan 3) sikap siswa terhadap pendekatan pembelajaran CTL. Penelitian berbentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK), di SMA Swasta Gajah Mada Medan. Subjek penelitian siswa kelas X, terdiri dari 21 orang laki-laki dan 9 orang perempuan. Objek penelitian; 1) objek yang mencerminkan proses yaitu tindakan penerapan pembelajaran CTL beserta perangkat-perangkatnya antara lain RPP, LAS, lembar observasi; 2) objek yang mencerminkan produk yaitu kemampuan siswa dalam memahami konsep matematika. Data-data penelitian diperoleh dari scenario pembelajaran, lembar observasi siswa dan guru, tes pemahaman konsep matematik dan kuisioner tentang sikap siswa terhadap matematika. Hasil validasi terhadap perangkat dan intrumen dalam kategori (Dapat digunakan tanpa revisi) dan hasil uji coba intrumen tes menunjukkan telah memenuhi seluruh kriteria (validitas, reliabilitas, daya beda, dan tingkat kesukaran)Penelitian terdiri 2 siklus dan tes diberikan pada setiap akhir siklus. Hasil tindakan siklus I dan siklus II: 1) kemampuan pemahaman konsep matematika siswa dari siklus I yaitu 55,67 dan siklus II yaitu 79,83; 2) ketuntasan belajar siswa yang sangat baik, dimana pada siklus I hanya terdapat 4 orang siswa yang mencapai KKM sementara pada siklus II hampir seluruh siswa (29 orang siswa dari 30 orang siswa) mampu mencapai ketuntasan belajar siswa, dan 3) sikap siswa yang positif pada pendekatan pembelajaran CTL dengan nilai rata-rata secara keseluruhan yaitu 161,4. Hasilobservasiaktivitas guru dan siswasiklus I secara keseluruhan dapat disimpulkan dalam kategori jelas terlihat dan pada siklusII secara keseluruhan dapat disimpulkan dalam kategori sangat  jelas terlihat.Kesimpulan penelitian: 1) terdapat peningkatankemampuan pemahaman konsep matematika siswa dari siklus I (55,67) hingga siklus II (79,83) dengan peningkatan sebesar 24,16; 2) terdapat peningkatan ketuntasan belajar siswa yang sangat baik, dimana pada siklus I hanya terdapat 4 orang siswa yang mencapai KKM sementara pada siklus II hampir seluruh siswa (29 orang siswa dari 30 orang siswa) mampu mencapai ketuntasan belajar siswa, dan 3) sikap siswa yang positif pada pendekatan pembelajaran CTL.