Articles

Found 13 Documents
Search

KUALIFIKASI PEMUDA TANI PERDESAAN DI JAWA TIMUR Muksin, Muksin; Slamet, Margono; Susanto, Djoko
Jurnal Penyuluhan Vol. 5 No. 1 (2009): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Program Pascasarjana Ilmu Penyuluhan Pembangunan, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.194 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v5i1.9792

Abstract

This research objectives are: (1) to analyze characteristics and qualification of the farmer youth, (2) to explain the implication of famer youth qualification. The research population are all youth in East Java. The technique of data collecting was cluster sampling. The number of respondents are 251 of youth. The descriptive and correspondency data analysis was used to analyse the data. The research results were: (1) The degree of farmer youth education is low category (2) The qualification of farmer youth that have activity in agricultural sector is lower than rural youth that have activity in non agricultural sector, (3) Farmer youth need facilitation to grow and develop their competencies.
HUBUNGAN KEMANDIRIAN DENGAN KEMAMPUAN TEKNIS BEKERJA PEMUDA TANI PEDESAAN Muksin, Muksin; Jahi, Amri; Slamet, Margono; Susanto, Djoko
Jurnal Penyuluhan Vol. 4 No. 1 (2008): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Program Pascasarjana Ilmu Penyuluhan Pembangunan, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.84 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v4i1.2163

Abstract

This research objectives are: (1) to describe characteristics of work autonomy of the farmer youth, (2) to describe technical ability of work, and (3) to analyze relation of work autonomy and technical ability of work. The technique of data collection is using cluster sampling. The number respondent are 251 of youths. The data analysis used descreptive and Chi square analysis. The research results were: The technical ability of farmer youth are lower than youth group that have non agricultural?s job. There are importance to develop Farmer youth technical ability with sistematically process, facilitation and support from the government. Hence, it is suggested to have sound planning and action in agricultural extension program to motivate and enhance the farmer?s youth to get involve in agricultural activities development.
STRATEGI PENINGKATAN PENDAPATAN AGROINDUSTRI KERUPUK TEPUNG TAPIOKA DI KELURAHAN MANGLI KECAMATAN KALIWATES KABUPATEN JEMBER Eka, Efie Fadjrijah; Rizal, Rizal; muksin, muksin
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 8, No 2 (2015): JSEP
Publisher : Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jember economy has supported by two agricultural sectors which are food processing agrindustry and agriculture. One of raw materials agriculture processing product industries in Jember is crackers agroindustry. The production centre of this agroindustry is located at Mangli, Kaliwates sub district Jember. This research is analytic quantitative and qualitative analytic descriptive using SEM-PLS approach and helped by R Program that used to formulate factors model that having an effect on the income also using SWOT analysis to formulate the strategy. The results of this research showed that variables that having an effect on the level of income and cost efficiency of production at Mangli, Kaliwates sub district Jember are social factors, economy and the business strategy. Economically, the crackers industry at Mangli, Kaliwates sub-district, Jember is profitable with Rp. 112.560,47 per day and the efficient production fee with value R/C 1,06. The enhancement strategies of crackers industry are include : developing the strong partnership with raw materials supplier, the efficiency of crackers production, technology production adoption, market segment extension, the enhancement of capital access, enhancement of crackers product quality, and diversification of processed crackers product. Key words : crackers agroindustry,income, SEM-PLS, SWOT analysis
MENCETAK SARJANA MUSLIM KAFFAH LEWAT PENDIDIKAN PESANTREN KAMPUS Muksin, Muksin
AL - IBRAH Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : STIT Al-Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.836 KB)

Abstract

Pesantren adalah sebuah lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Ia merupakan lembaga pendidikan untuk mengkaji agama (at-tafaqquh fi ad-din). Artinya, pesantren adalah lembaga pendidikan untuk mengkaji ilmu-ilmu keagamaan yang disertai penanaman moralitas kehidupan (akhlaq) kepada santri-santrinya. Dalam perkembangannya, pesantren ternyata tetap eksis dan bertahan dengan ciri khasnya sebagai lembaga pendidikan keislaman meskipun banyak mengalami tekanan dan cobaan di zaman era globalisasi ini. Karena itulah, kepercayaan masyarakat terhadap pesantren tidak pernah luntur bahkan dianggap mampu untuk menjadi solusi alternatif bagi pendidikan para siswa saat ini ditengah semakin tergerusnya moral spritual mereka. Untuk menghadapi tantangan-tantangan di era ini, perguruan tinggi Islam khususnya, perlu menerapkan sistem pesantren kampus sebagai salah satu solusi meminimalisir segala kemungkinan yang berbau negatif yang selama ini melekat pada pendidikan perguruan tinggi, disamping sebagai upaya untuk memaksimalisasi segala kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa untuk mendapatkan output berupa sarjana muslim yang kaffah (sarjana yang mempunyai pengetahuan agama yang mumpuni dan profesional yang multiterampil). Untuk mewujudkan hal-hal tersebut, bisa dilakukan lewat pesantren kampus program intensif.  Dengan adanya pendidikan perguruan tinggi berbasis pesantren kampus ini, akan lahir generasi penerus bangsa yang benar-benar mumpuni serta berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman
OPTIMIZATION ASSIGNMENT OF WESTERN PATROL UNIT (KRI) ELEMENT IN SEA SECURITY OPERATIONS IN RIAU ISLANDS WATER AREAS USING SET COVERING MODEL Setiadji, Agus; Herdiawan, Didit; Sukandari, Benny; Muksin, Muksin
INTERNATIONAL JOURNAL OF ASRO - STTAL Vol 11 No 1 (2020): International Journal of ASRO
Publisher : Indonesian Naval Technology College - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The territorial waters of Riau Islands are one of the locations with a high level of vulnerability to violations in thesea in Indonesia, because this region is directly adjacent to neighboring countries and is an international tradeand shipping route. One of the roles of the Indonesian Navy is to maintain the security of national jurisdictions,including in the territorial waters of Riau Islands, which are then realized in Operation Sea Security, where theimplementation still has several constraints, namely budget constraints, technical capabilities, number of ships,limited information, and limitations supporting facilities, so that the implementation of Marine SecurityOperations is not optimal. The main reason is the placement of patrol boats during operations is not wellorganized. With these problems, a study was conducted using the set covering method to get the most optimallocation for patrol boat placement with as few ships as possible but still be able to reach the entire waters of theRiau Islands and minimize operational costs. In this study a discrete approach was taken, namely thedetermination of the critical points, which numbered 37 vulnerable points. All these points must be affordable bythe ship on duty.Keywords: Set Covering, Location Selection, Marine Security Operations, Riau Islands Waters Region
Pengembangan Agrowisata di Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember Saputra, Geri Barnas; Muksin, Muksin; Muspita, Merry
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.877 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2018.002.04.7

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan potensi di pedesaan melalui kegiatan pertanian dengan kegiatan pariwisata (agrowisata). Agrowisata didefinisikan sebagai sebuah bentuk kegiatan pariwisata yang memanfaatkan usaha agro (agribisnis) sebagai objek wisata dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan, pengalaman, rekreasi, dan  hubungan  usaha dibidang pertanian. Ledokombo memiliki Potensi wisata yang dapat dikembangkan sebagai tempat tujuan wisata agro, dan sekaligus menjadi salah satu alternatif wisata yang berada di Jawa Timur, khususnya di wilayah Kabupaten Jember. Selain itu, pengembangan wisata agro ini merupakan  bagian dari pemberdayaan  masyarakat untuk meningkatkan kehidupan sosial masyarakat dan pemerataan pembangunan infrastruktur desa. penelitian ini untuk mencari elemen kunci dan sub-elemen pendukung dalam upaya mengembangkan ledokombo menjadi kawasan agrowisata. Alat analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu Interpretative Struktur Modeling (ISM). Hasil brainstorming dengan tiga pakar menghasilkan empat elemen kunci 1) Elemen tujuan program, 2) Elemen kebutuhan, 3) Elemen lembaga yang terlibat dan 4) Elemen masyarakat yang terpengaruhi pada masing-masing elemen utama terdapat sub-elemen dengan jumlah yang bervariasi. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dalam upaya mengembangkan ledokombo menjadi kawasan agrowisata sub-elemen yang memiliki kekuatan sebagai pendorong yaitu pembentukan kelompok sadar wisata (POKDARWIS). Pembentukan kelompok sadar wisata dilakukan dengan memberikan langkah-langkah seperti 1) memberikan akses informasi yang seluas-luasnya akan potensi wisata, 2) memberikan kegiatan pelatihan dan 3) memberikan dukungan financial yang dalam hal ini di inisiasi oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Jember.
PENGEMBANGAN MODEL PKB (PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN) GURU SMK DI PROVINSI DKI JAKARTA muksin, muksin
Auto Tech: Jurnal Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Muhammadiyah Purworejo Vol 8, No 2 (2016): JURNAL AUTOTECH
Publisher : Pendidikan Teknik Otomotif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.199 KB)

Abstract

Saat ini pemerintah telah memiliki program pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) yang dikembangkan atas dasar profil kinerja guru sebagai perwujudan hasil penilaian kinerja guru dan didukung dengan hasil evaluasi diri. Orientasi PKB  tersebut memiliki tujuan dan pencapaian standar kompetensi dan pengembagan kompetensi untuk memenuhi layanan pembelajaran berkualitas dan peningkatan karir guru. Dilihat dari ruang lingkup pembinaan dan pengembangan guru pada program PKB tersebut masih pada tataran pembinaan dan pengembangan guru secara umum. Sehingga  perlu model khusus yang terarah kepada guru SMK. Oleh karena itu, dalam memenuhi pembinaan dan pengembangan guru SMK, terutama yang berkaitan dengan pengembangan keprofesian guru SMK sangat perlu untuk dilakukan pengembangan pembinaan dan pengembangan profesi guru SMK secara berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan guru SMK secara bertahap dan berkelanjutan. Sehingga, pembinaan dan pengembangan profesi guru SMK dapat dilakukan dengan pengembangan model keprofesian guru SMK berkelanjutan yang sesuai dengan kebutuhan karakteristik pendidikan kejuruan. Kata kunci: Guru profesional, Kinerja Guru, Pengembangan keprofesian berkelanjutan.
ANALISIS PRODUKTIVITAS DAN PENDAPATAN TENAGA KERJA PENYADAP KARET DI KABUPATEN JEMBER Harieswantini, Retno; Subagja, Hariadi; Muksin, Muksin
JSEP (Journal of Social and Agricultural Economics) Vol 10 No 1 (2017)
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jsep.v10i1.5215

Abstract

Rubber plantation development has proven to be the economic driver of the region with a variety of multiplier effect. East Java is one of the potential areas for rubber plantations development. Rubber production in East Java in 2012 amounted to 6,085 tons. This study aims to determine the factors that influence the labor productivity of rubber tappers and differences in productivity, revenue, revenue contributions. This research was conducted by taking locations in Jember by taking Sumberwadung and Durjo plantations as research objects. Data analysis technique used is multiple linear recreation and different test. The analysis show: Labor productivity in plantation rubber tapper Sumberwadung influenced by the outpouring of hours of work, education and training and the environment and work climate. Labor productivity in plantation rubber tapper Durjo influenced by age, environment and climate and the number of family members.Productivity and revenue between growers and Durjo Sumberwadung no different. Labor income between growers and Durjo different Sumberwadung
ANALISIS KEBUTUHAN KONSEPTUAL MODEL PENGEMBANGAN KEPROFESIONALAN GURU KEJURUAN SMK Muksin, Muksin
Auto Tech: Jurnal Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Muhammadiyah Purworejo Vol 9, No 2 (2017): JURNAL AUTOTECH
Publisher : Pendidikan Teknik Otomotif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.365 KB)

Abstract

Makalah ini disusun untuk menggambarkan proses analisis dalam merancang model pengembangan keprofesionalan guru kejuruan SMK. Pengembangan model Pengembangan keprofesionalan guru SMK harus sejalan dengan peran dan kompetensi guru SMK saat ini dan yang akan datang. Karena peran dan kompetensi guru SMK yang akan datang memiliki peran dengan tantangan yang sangat kompleks, sehingga Guru SMK harus siap menghadapi tuntutan dan tantangan tersebut untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas. Upaya peningkatan kinerja, kompetensi dan keprofesionalan guru SMK  serta kualitas lulusan SMK merupakan tantangan bagi SMK untuk memenuhi dan mempersiapkan tenaga kerja yang memiliki kualifikasi dan kompetensi yang sesuai dengan permintaan pasar kerja. Oleh karena itu, pengetahuan, keahlian, keterampilan, kompetensi dan profesionalitas guru SMK menjadi sangat penting dalam turut andil melahirkan lulusan SMK berkualitas. Profesionalitas guru SMK dapat diwujudkan dengan merancang model pengembangan keprofesionala guru melalui hasil dari analisis kebutuhan, observasi dan survai ke SMK.
Thermal Distribution Pattern of Jaboi Geothermal, Sabang with 2D Numerical Approach Gristina, Nanda; Isa, Muhammad; Muksin, Muksin
Journal of Aceh Physics Society Volume 7, Number 3, September 2018
Publisher : Aceh Physics Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.664 KB)

Abstract

Telah dilakukan pemodelan numerik menggunakan teknik beda hingga berdasarkan algoritma Gauss – Seidell. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses transfer panas kasus steady state lapangan geotermal Jaboi, Sabang dengan menggunakan parameter fisis nilai konduktivitas termal material. Teknik ini berfungsi mendapatkan model sebaran suhu kemudian dibandingkan terhadap literatur. Teknik ini sesuai untuk struktur geologi kompleks seperti daerah penelitian. Pengujian sensitivitas sebelum memodelkan daerah geotermal Jaboi dilakukan untuk melihat efek geometri daerah geotermal dengan perubahan parameter masukan nilai konduktivitas dan syarat batas terhadap algoritma numerik yang dipakai. Dari hasil pengujian model sintetis sederhana diketahui bahwa litologi lapisan–lapisan batuan bawah permukaan mempengaruhi pola distribusi temperatur yang dihasilkan. Semakin tinggi konduktivitas termal batuan maka semakin tinggi distribusi temperatur yang akan dihasilkan. Berdasarkan hasil penelitian pola distribusi suhu model geologi daerah Jaboi, diperkirakan lapisan batuan berpotensi sebagai top reservoir berada di kedalaman >1000 m dengan perolehan temperatur sekitar 240oC di kedalaman 1050 m. Hasil perhitungan numerik memperkiraan temperatur maksimum di kedalaman 800 m dan kedalaman 900 m masing–masing sebesar 135oC dan 173oC, mengingat skala model bukan skala peta sebenarnya. Numerical modeling has been done using finite difference techniques based on the Gauss-Seidell algorithm. The purpose of this study was to explain the heat transfer process in the case of the steady state of Jaboi geothermal field, Sabang by using the physical parameters of the material's thermal conductivity value as input. This technique is to obtain a temperature distribution model, then compare it to the literature. This technique is suitable for complex geological structures such as the study area. Sensitivity testing before modeling the Jaboi geothermal area is done to see the geometrical effect of the geothermal area by changing input parameters of conductivity values and boundary conditions. The results of the simple synthetic model testing show that the lithology of the subsurface rock layers affects the temperature distribution pattern produced. The higher the thermal conductivity of the rock, the higher the temperature distribution will be produced. Based on the results of the study of the temperature distribution pattern of the Jaboi regional geological model, it is estimated that the rock layer has the potential as a top reservoir at a depth of> 1000 m, with a temperature of around 240oC at a depth of 1050 m. The results of numerical calculations estimate the maximum temperature at a depth of 800 m and a depth of 900 m with respectively 135oC and 173oC, considering the scale of the model is not the actual map scale.Keywords: geothermal, modeling, reservoir, caprock, boundary condition