Mohammad Muktiali
Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Published : 17 Documents
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH KEBERADAAN DESA WISATA TANON KECAMATAN GETASAN TERHADAP EKONOMI MASYARAKAT LOKAL DAN GUNA LAHAN Ristiyana, Puspita; Muktiali, Mohammad
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 9, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanon Tourism Village is located in Dusun Tanon, Ngrawan Village, Getasan District, is one of the developing tourist villages in Semarang Regency. The Tanon Tourism Village was pioneered in 2009 and began to be formalized in 2012 as an embryo of a tourism village in Ngrawan Village. The development of the tourism village which has occurred for more than 10 years has influenced the physical and non-physical aspects of the village. The influence on physical aspects for example is the change in land, while the influence on non-physical aspects for example, on the economy of the community. So, this study aims to determine the effect of the presence of Tanon Tourism Village on the economy and land use. The method used is quantitative by using descriptive statistics and image analysis methods. Through the research results, it is known that its influence on the economic aspects is to encourage the desire to try, create employment opportunities, namely the creation of various jobs related to tourism village activities, as well as increasing the income earned every month. While the effect on land changes is a change in land use and land to meet the demand of accommodations and supporting facilities for tourism activities.
PENGARUH KEBERADAAN INDUSTRI GULA BLORA TERHADAP PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN, SOSIAL EKONOMI DAN LINGKUNGAN DI DESA TINAPAN DAN DESA KEDUNGWUNGU Fatikawati, Yuliana Nur; Muktiali, Mohammad
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 4, No 3 (2015): Agustus 2015
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri merupakan salah satu strategi dalam pengembangan wilayah yang mampu meningkatkan perekonomian suatu wilayah. Pembangunan industri akan berpengaruh pada semua aspek dalam pengembangan wilayah, seperti fisik, sosial ekonomi, dan lingkungan, seperti halnya dengan industri gula Blora PT.GMM. Keberadaan industri gula blora akan meningkatkan perekonomian wilayah, karena mampu menyerap banyak tenaga kerja dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Akan tetapi, di sisi lain industri gula dapat menyebabkan gangguan terhadap lingkungan seperti bau yang tidak sedap dan kebisingan. Selain itu, keberadaan industri gula akan mengubah penggunaan lahan yang ada, sehingga jika tidak direncanakan dengan baik maka tidak menutup kemungkinan permukiman akan semakin padat dan terjadi perubahan penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan fungsinya. Oleh sebab itu, diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengkaji apa pengaruh keberadaan industri gula Blora terhadap terhadap perubahan penggunaaan lahan, sosial ekonomi masyarakat, dan lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif dan analisis interpretasi citra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan industri gula blora berpengaruh pada perubahan penggunaan lahan di wilayah sekitar yaitu di Desa Tinapan dan Kedungwungu. Perubahan penggunaan lahan yang terjadi adalah perubahan lahan non terbangun menjadi lahan terbangun yaitu dari lahan pekarangan/kampung menjadi industri, warung makan, dan kos. Selain itu, perubahan penggunaan lahan yang terjadi adalah perubahan fungsi lahan dari lahan permukiman menjadi kos. Keberadaan industri gula blora berpengaruh pada kondisi sosial ekonomi masyarakat yang terlihat dari perluasan kesempatan kerja pada tahap kontruksi/pembangunan hingga tahap operasional. Perluasan kesempatan kerja yang terjadi adalah adanya penciptaan kesempatan kerja serta terjadinya pergeseran pekerjaan pokok maupun pekerjaan sampingan pada kelompok responden buruh bangunan, karyawan industri, pemilik kos, pemilik warung makan, dan petani tebu. Adanya perluasan kesempatan kerja akan berpengaruh pada perubahan tingkat pendapatan yang diterima oleh masyarakat. Perubahan tingkat pendapatan tersebut berpengaruh pada keinginan masyarakat untuk terus memperbaiki kondisi rumah menjadi lebih baik. Keberadaan industri gula blora berpengaruh negatif dan positif pada lingkungan. Pengaruh negatif industri gula adalah terjadinya pencemaran udara (bau dan bising). Bau yang ditimbulkan oleh industri menganggu kesehatan masyarakat karena dapat menyebabkan mual, pusing dan batuk. Kebisingan menganggu aktivitas masyarakat seperti tidur, ibadah, dan bersantai. Pengaruh positif dari industri gula blora adalah limbah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar baik limbah padat maupun limbah cair. Limbah industri dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber irigasi pada musim kemarau, tetes untuk penggemuk sapi, serta ampas untuk pupuk organik.  
DAMPAK KEBERADAAN OBYEK WISATA PANTAI TIRTA SAMUDRA KABUPATEN JEPARA TERHADAP ASPEK PERUBAHAN PEMANFAATAN LAHAN, DAN SOSIAL-EKONOMI MASYARAKAT Chrisman, Daniel; Muktiali, Mohammad
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 4, No 4 (2015): November 2015
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu obyek wisata yang kini semakin berkembang karena daya tarik pantainya adalah Obyek Wisata Pantai Tirta Samudra Kabupaten Jepara. Obyek wisata ini saat ini sedang berkembang dikarenakan memiliki beberapa potensi yaitu pasir pantainya yang putih dengan topografi pantai yang terbilang landai, kondisi perairan dengan ombak yang tidak terlalu besar sehingga cocok dimanfaatkan untuk rekreasi laut seperti berenang dan aneka olahraga air (water sport). Kaitannya terhadap sisi penawaran obyek wisata Pantai Tirta Samudra ini memang saat ini ketersediaan sarana-prasarana sudah memadahi, dengan tersedianya kebutuhan dasar bagi para wisatawan. Periwisata pada umumnya menawarkan daya tarik yang dapat dikemas dalam sebuah bentuk hiburan atau permainan. Karena dari sisi permintaan sendiri jumlah wisatawan yang datang ke obyek wisata Pantai Tirta Samudra ini mengalami peningkatan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, dimana harga tiket yang relatif terjangkau menjadi penyebabnya. Besarnya jumlah wisatawan yang datang memberikan pengaruh terhadap perubahan pemanfaatan lahan daerah sekitar obyek wista. Masih banyaknya lahan kosong disekitar obyek wisata dimanfaatkan beberapa pihak untuk mendirikan hotel/penginapan dan sektor perdagangan lainnya. Penambahan sarana yang ada beberapa diantaranya adalah pembangunan dermaga kapal perahu wisata, pembangunan hotel-hotel yang berada di sekitar, pembanguna area parkir kendaraan, dan penambahan warung-warung yang berada di sekitar pantai. Dalam kurun waktu 13 tahun telah dibangun total 6 hotel dan 2 homestay di area sekitar tempat wisata yang sebelum dibangun fungsi lahannya adalah berupa lahan kosong. Beberapa kesenian masyarakat Desa Bandengan yang masih bertahan sampat saat ini adalah pesta lomban, wayang klitik dan kesenian rebana. Dampak yang diberikan dari perkembangan obyek wisata ini terhadap kesenian ini cukup kecil. Kecilnya pengaruh yang diberikan memang karena masyarakat merasakan tidak terlalu banyak dampak yang dirasakan kepada kebudayaan. Dampak yang diberikan adalah positif yang dimana hanya sebagai media promosi apabila tradisi dan kesenian-kesenian yang ada dipentaskan pada acara-acara tertentu, dan adapun kegiatan pentas itu juga tidak rutin dilakukan. Tetapi sudah pernah dipentaskan di obyek wisata Pantai Tirta Samudra pada acara-acara khusus. Saat ini kesadaran masyarakat akan pariwisata sudah meningkat bila dibandingkan pada sebelum obyek wisata ini berkembang. Banyak masyarakat Desa Bandengan yang berinisiatif dalam terut serta menjaga atau ikut terlibat dalam memajukan obyek wisata ini. Inisiatif masayrakat yang terlihat antara lain seperti ikut terlibat dalam tradisi lomban, membentuk kelompok-kelompok usaha, menjaga ketertiban di lingkungan obyek wisata dan juga mulai menggerakan kembali peran Pokdarwis yang sebelumnya telah vakum.. Keberadaan suatu obyek wisata jelas akan membuka peluang usaha baru yang dapat dimanfaatkan oleh banyak orang dalam meningkatkan pemasukannya. Dari segi pendapatan tingkat pendapatan masyarakat yang bekerja di obyek wisata Pantai Tirta Samudra ini relatif tidak terlalu tinggi. Namun dalam perbandingannya ketika sebelum mereka bekerja ditempat ini dengan sesudah mereka bekerja ditempat ini ada kenaikan dari segi pendapatan. Kenaikan yang terjadi secara rata-rata tidak terlalu signifikan, namun pada acara pesta lomban kenaikan yang dirasakan sangat signifikan, hal ini dikarenakan ramainya orang yang datang pada acara tersebut.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA DI KELURAHAN SARANGAN KABUPATEN MAGETAN Abidurrahman, Irham; Muktiali, Mohammad
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 7, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problems local government has been facing in the development of Sarangan Tourism Village was backed by the existence of many weakness, misunderstanding, and conflicts as it seen through the low citizen participation. This includes a minimum sense of responsibility towards the development of existing tourism sites for instance. All because the respective local community already get used with the system of development given from the higher lawmakers (top down process) so that people perceive such tendency to become passive and moreover only wait for initiatives from external stakeholders.The main purpose of this study is to examine forms and level of community participation and to determine all possible factors which has been influencing community participation activity in Sarangan Tourism Village development program. This research uses quantitative descriptive analysis by deploying questionnaire as information digging tool supported by qualitative data in which will be extracted from interview process.Based on the result of the research, it is found that community participation in the research area is related to the participatory forms of social funding, collective physical activity, self-property donation, and softskill training session, in which majority of people dominantly participate in the social funding forms, followed by self-property donation, collective physical activity, and softskill training session as it?s counted in order. Overall the level of community participation in Sarangan Tourism Village is at the second level of Sherry Arnstein?s eight participation degrees, specifically mentioned as therapy level which also belongs to non-participation category. In addition, there is a strong correlations between internal factors of income levels, external factors of community leaders, local governments, and village officials on the level of community participation in all development stages that includes the stage of planning, implementation, and evaluation.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KAWASAN INDUSTRI DI KECAMATAN BERGAS DALAM PERUBAHAN KONDISI SOSIAL-EKONOMI DAN LINGKUNGAN Sadri, Iqbal; Muktiali, Mohammad
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 8, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is based on the rapid development of the industrial sector in Bergas district, this district has the largest industries in Semarang Regency, based on Disperindag data there is about 82 of industries. This study aims to determine the impact of the existence of industrial area on changing social economy conditions and environment especially in Bergas District. This research uses quantitative descriptive analysis method. The results of this study are that there is an influence on increasing employment opportunities and increasing income, which is directly proportional to the increase in education and ownership of living facilities. The impact of the industry on increasing pollution, they are water, air and noise pollution, found that as many as 98% of the people in the study area did not feel water pollution and 2% felt there was water pollution. Then for air pollution 57% do not feel air pollution while 43% feel there is air pollution. While for noise as much as 57% did not feel noise and 43% felt that there was industrial noise, the increase in disease did not have much impact.
PENGARUH KAWASAN WISATA SENDANG ASRI WADUK GAJAH MUNGKUR TERHADAP PERUBAHAN GUNA LAHAN DAN ASPEK SOSIAL-EKONOMI MASYARAKAT Wahyuhana, Ratika Tulus; Muktiali, Mohammad
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang memberikan andil besar terhadap proses pembangunan dan pengembangan wilayah. Kondisi tersebut dapat dilihat dari kontribusi melalui tingkat kunjungan wisata yang akan berdampak secara langsung maupun tidak langsung terhadap pemerintah dan masyarakat lokal. Sebagai salah satu daerah tujuan wisata, kawasan wisata Sendang Asri Waduk Gajah Mungkur di Kabupaten Wonogiri, mempunyai potensi dalam memberikan kontribusi terhadap pengembangan wilayah. Jumlah pengunjung tiap tahunnya juga cenderung mengalami peningkatan yaitu dari tahun 2008-2012. Yang menjadi pertanyaan studi di sini adalah: Bagaimana pengaruh yang ditimbulkan oleh keberadaan kawasan wisata Sendang Asri Waduk Gajah Mungkur terhadap perubahan guna lahan dan aspek sosial-ekonomi masyarakat? Permasalahan yang timbul dalam perkembangan kawasan wisata Sendang Asri yaitu masih rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat sehingga peneliti ingin menjadikan penelitian dengan  tujuan untuk mengetahui pengaruh yang ditimbulkan kawasan wisata terhadap perubahan guna lahan dan aspek sosial-ekonomi masyarakat setempat. Berdasarkan hasil analisis dihasilkan beberapa temuan studi yaitu dengan adanya pengaruh kawasan wisata Sendang Asri Waduk Gajah Mungkur terjadi perubahan guna lahan untuk pengembangan atraksi dan juga usaha pendukung sektor wisata yaitu perdagangan dan jasa dari tahun 2004-2012. Selanjutnya, pengaruh wisata terhadap aspek sosial yaitu terjadi peningkatan pengetahuan dan peran dari masyarakat dalam mengembangkan kawasan wisata Sendang Asri melalui pelatihan pembuatan produk kuliner dan memperkenalkan kesenian dan budaya asli. Kemudian pengaruh kawasan wisata Sendang Asri terhadap aspek ekonomi yaitu terjadinya perubahan kesempatan kerja yaitu dapat menyerap 33% pelaku usaha yang awalnya belum memiliki pekerjaan serta memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat di kawasan wisata meskipun pendapatan yang diperoleh masih cukup rendah.
Commons Dilemma Pada Pengelolaan Daerah Irigasi Kapilaler, Kabupaten Klaten Indriastuti, Wahyu; Muktiali, Mohammad
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 3, No 2 (2015): Agustus 2015
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1163.193 KB) | DOI: 10.14710/jwl.3.2.105-120

Abstract

Sumber daya air merupakan salah satu sumber daya bersama. Dalam pengelolaannya, sumber daya bersama dihadapkan pada persoalan yaitu munculnya persaingan antar penggunanya yang disebabkan oleh karakteristik sumber daya yang bebas dimanfaatkan oleh siapapun, tetapi kemanfaatan dari sumber daya akan berkurang. Implikasi dari persoalan tersebut menimbulkan suatu fenomena yang disebut commons dilemma. Fenomena ini terjadi ketika pengelolaan sumber daya bersama dan konsekuensi di dalamnya dihadapkan pada lemahnya aspek kelembagaan. Fenomena ini pula yang terjadi pada objek penelitian yaitu Daerah Irigasi Kapilaler. Masalah yang terjadi yaitu timbulnya konflik air antar petani sepanjang saluran irigasi tersebut. Masalah yang terjadi memiliki sejarah dan transformasi pengelolaan yang cukup kompleks dengan melibatkan banyak pihak baik pemerintah, petani maupun swasta di bidang air minum dalam kemasan. Lemahnya kerjasama antar pihak mengakibatkan masalah menjadi berkepanjangan. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan strategi studi kasus. Teknik analisis dilakukan dengan analisis kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa commons dilemma yang terjadi pada pengelolaan Daerah Irigasi Kapilaler merupakan suatu kondisi dimana pengelolaan sumber daya air dihadapkan pada lemahnya kerjasama antar pengguna sehingga berdampak buruk pada kondisi fisik sumber daya itu sendiri hingga akhirnya timbul persaingan antar pengguna. Dari penelitian ini juga menunjukan bahwa kondisi sumber daya yang memadai tidak menjamin keseluruhan keberhasilan pengelolaan sumber daya, selama aspek kelembagaan masih lemah.
PENGARUH KEBERADAAN DESA WISATA SAMIRAN TERHADAP Isnaini, Wahyu Nur; Muktiali, Mohammad
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 4, No 3 (2015): Agustus 2015
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Kabupaten Boyolali menempatkan sektor pariwisata sebagai salah satu prioritas pembangunan penggerak ekonomi masyarakat. Pariwisata adalah salah satu kegiatan yang mampu mempengaruhi perubahan penggunaan ruang wilayah yang dapat diukur dari perubahan penggunaan lahan. Selain itu, pariwisata dapat mempengaruhi aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Salah satu bentuk pariwisata pedesaan adalah Desa Wisata. Salah satu Desa Wisata yang ada di Kabupaten Boyolali adalah Desa Wisata Samiran. Seperti halnya pariwisata secara umum, keberadaan Desa Wisata Samiran berpengaruh terhadap aspek fisik maupun non fisik di Desa Samiran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh Keberadaan Desa Wisata Samiran terhadap perubahan lahan, ekonomi, sosial, dan lingkungan di Desa Samiran. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif untuk pengaruh trhadap perubahan ekonomi, sosial, dan lingkungan serta analisis interpretasi citra digunakan dalam analisis pengaruh Desa Wisata Samiran terhadap perubahan lahan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan Desa Wisata Samiran mempengaruhi perubahan lahan, yaitu dari lahan non terbangun menjadi terbangun dari kegiatan pemanfaatan lahan berupa kebun/tegal menjadi rumah, warung makan, toko kelontong, dan homestay. Keberadaan Desa Wisata ini juga berpengaruh terhadap aspek ekonomi di Desa Samiran berupa perluasan kesempatan yang dilihat dari penciptaan kesempatan kerja dan pegeseran atau perubahan pekerjaanbaik pokok maupun sampingan serta peningkatan pendapatan. Penciptaan kesempatan kerja pokok terjadi pada kelompok responden pelaku seni dan pemandu wisata, sedangkan pada pekerjaan sampingan terjadi pada kelompok reponden pemilik homestay, pelaku seni, penyedia makanan untuk paket wisata, serta pemilik lahan petik sayur dan wisata perah susu sapi. Perubahan yang terjadi pada aspek sosial berupa pergeseran penggunaan bahasa masyarakat yang sebelumnya hanya menggunakan Bahasa Jawa menjadi Bahasa Jawa dan Indonesia. Pengaruh lain pada aspek sosial yaitu masyarakat terpengaruh cara berpakaian masyarakat yaitu model baju dan hijab. Pada aspek lingkungan terjadi pengaruh positif yaitu berambahnya wisatawan ke Makam Kebokanigoro dapat mempertahankan nilai budaya yang terkandung pada bangunan tersebut. Pengaruh lain pada aspek lingkungan berupa pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi biogas yang dilakukan oleh pemerintah yang digunakan untuk wisata edukasi pembuatan biogas.
ANALISIS KEBERLANJUTAN HOME BASED ENTERPRISE PENGOLAHAN SINGKONG DI KOTA SALATIGA Lukitaningrum, Dwi Laras; Tyas, Wido Prananing; Muktiali, Mohammad
Jurnal Pengembangan Kota Vol 5, No 2: Desember 2017
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.5.2.166-180

Abstract

Home Based Enterprise (HBE) develepment of cassava processing in Salatiga City, especially in RW 2 and RW 11, Ledok Sub-district must be optimized and developed in a sustainable manner considering the contribution on social aspect, economic aspect, and region development. This study aims to determine the level of sustainability in HBE of cassava processing in internal factors based on assets analysis in sustainable livelihood approach which includes natural asset, physical asset, human asset, financial capital and social capital and also from external factors such as the availability of policy support in the development of cassava processing HBE at local government level. The method used is mix method with Rapid Appraisal Analysisi called RAP-HBE and kualitative descriptive. The study findings were obtained four (4) of the five (5) of assets in the category of sustainable enough to the value sustainability index consecutive financial capital (72.04), natural capital (67.97), human capital (66.86) and physical capital (53.97). While the social capital obtain the value of sustainability index low of 44.05 and in the category of less sustainable. While external factors such as support by government of Salatiga on the sustainability of HBE in general as well as business training, business assistance, the discussion of business, and others are already there, but HBE processing of cassava that is not a target of the implementation of the policy, so far the sustainability of HBE has not received direct support from the Government of Salatiga.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN PRASARANA LINGKUNGAN PADA PROGRAM PLPBK DI KELURAHAN TAMBAKREJO, KOTA SEMARANG Makhmudi, Dyah Putri; Muktiali, Mohammad
Jurnal Pengembangan Kota Vol 6, No 2: Desember 2018
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.839 KB) | DOI: 10.14710/jpk.6.2.108-117

Abstract

Participation is the participation of a person in a social group to take part of existing community activities, outside of their work. Community participation is needed in a development program because the success of the program is related to community participation in running the program. Tambakrejo village became one of the villages that run the PLPBK program in Semarang City because of a good achievement from BKM. The purpose of this study was to determine community participation in the development of environmental infrastructure in the PLPBK program in Tambakrejo Village. The quantitative approach was used in this study by distributing 87 questionnaires and conducting interviews, observation and document review. Forms of participation given by society such as money, goods, energy and thoughts. The level of community participation is at the level of notification, meaning that in the development of environmental infrastructure in the PLPBK program there is a provision of information to the public. The sustainability of the PLPBK program in Tambakrejo Village is closely related to the level of community participation and the role of the parties involved in implementing the PLPBK Program.