Fernando Mulia
Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan, Bandung

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

IDENTIFIKASI MODEL BISNIS PERUSAHAAN SOSIAL STUDI KASUS: KOMUNITAS HONG, GREENERATION INDONESIA, DAN ASGAR MUDA Palesangi, Muliadi; Mulia, Fernando
Research Report - Humanities and Social Science Vol 1 (2014)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1145.941 KB)

Abstract

Meningkatnya minat kaum muda untuk merintis perusahaan sosial tentunya sangat membantu mengatasi berbagai permasalahan sosial yang ada di Indonesia. Inisiatif mereka perlu kita apresiasi. Namun merintis usaha barulah tahap awal, tantangan selanjutnya adalah bagaimana mereka melanggengkan perusahaan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk memotret potensi keberlanjutan (sustainability) perusahaan sosial dengan menggunakan kerangka kerja Kanvas Model Bisnis (KMB).Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus pada tiga perusahaan sosial yang ada di Jawa Barat, yakni: Komunitas Hong, Greeneration Indonesia, dan Asgar Muda.Studi kasus ini menemukan bahwa ketiga perusahaan sosial tersebut memiliki potensi keberlanjutan karena unggul dalam hal: mengoptimalkan sumber daya utama (manusia, intelektual, dan merek), menyelaraskan misi sosial dengan sisi bisnis; dan menghadirkan inovasi sosial.Kata-kata kunci: Model Bisnis, Perusahaan Sosial, Kewirausahaan Sosial
INOVASI PRODUK JAMUR UNTUK MENINGKATKAN ANIMO KONSUMEN AKAN PRODUK JAMUR KELOMPOK USAHA JAMUR DAN PRODUK JAMUR PARONGPONG CIMAHI Satyarini, Ria; Setiawan, Amelia; Muliawati, Muliawati; Mulia, Fernando
Research Report - Humanities and Social Science Vol 2 (2014)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.185 KB)

Abstract

Keberadaan suatu cluster pada suatu wilayah dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut. Kelompok usaha jamur dan produk jamur Parongpong, Cimahi menjadi salah satu contoh pembentukan dan pembinaan suatu kelompok atau cluster yang cukup berhasil meski masih dalam skala kecil. Keberhasilan awal dari cluster usaha jamur dan produk jamur tersebut ditunjukkan dengan kemampuan menghasilkan produksi jamur yang dapat diterima oleh pasar dan kreativitas individu yang mampu membuat produk olahan dari jamur yang digemari di pasar saat ini, yaitu keripik dan sate jamur.Saat ini produk olahan jamur yang ada hanya berupa dua jenis produk olahan, keripik jamur yang sudah dijual dibanyak tempat, serta sate jamur yang dapat ditemukan di Floating Market, Lembang. Pelaku bisnis pada pengolahan jamur ini merasakan bahwa mereka menghadapi beberapa persoalan, diantaranya yang berhubungan dengan pengolahan jamur menjadi makanan olahan yang diminati oleh konsumen.Saat ini tim pengabdian masyarakat FE UNPAR menjadi mitra bagi petani dan pelaku usaha pengolahan jamur yang berlokasi di Parongpong Cimahi. Pendampingan yang dilakukan bertujuan untuk membantu para pelaku usaha pengolahan jamur untuk membantu mengembangkan produk jamur olahan sehingga para pelaku usaha dapat menjadi lebih maju dan usahanya lebih bervariasi sehingga dapat menjangkau konsumen yang luas.  
COMPANY LOCATION SELECTION IN DIGITAL TECHNOLOGY ERA, DOES IT STILL MATTER? Mulia, Fernando
Management and Entrepreneurship Journal Vol 1, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Nurtanio Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLokasi seringkali dianggap menjadi penyebab dari kegagalan sebuah perusahaan, namun terdapat pula lokasi yang dianggap baik bagi perusahaan. Pada awal tahun 90an, banyak perusahaan yang bersedia melakukan investasi di lokasi yang diyakini dapat berkontribusi untuk menciptakan keunggulan bersaing bagi perusahaan. Proses pemilihan lokasi memperimbangkan banyak faktor yang diperhitungkan dengan hati-hati untuk mendukung keputusan yang akan diambil, beberapa faktor yang menjadi pertimbangan antara lain: Produktivitas tenaga kerja, nilai tukar mata uang serta risiko mata uang, biaya, risiko politik, nilai dan budaya, kedekatan dengan pasar, kedekatan dengan pemasok, kedekatan dengan pesaing. Terdapat pula faktor-faktor yang harus diperhatikan lebih lanjut di tingkat regional, dan lokasi spesifik. Bagaimana dengan saat ini, di era Teknologi Digital, apakah faktor-faktor tersebut masih relevan? Atau pertanyaan lebih mendasar, apakah pemilihan lokasi masih perlu diperhatikan? Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi beberapa faktor yang secara umum dipertimbangkan ketika mengambil keputusan berkaitan dengan pemilihan lokasi.  Kata Kunci: Pemilihan Lokasi, Manajemen Operasi, Teknologi Digital
ORGANIZATIONAL CULTURE AND LEADERSHIP, IS THERE ANY RELATIONSHIP? Pratikna, Rizka Nugraha; Bestari, Elaine Vashti; Mulia, Fernando; Gunawan, Ronny
Management and Entrepreneurship Journal Vol 1, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Nurtanio Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPasar kompetitif yang didukung oleh lingkungan dinamis selalu menjadi alasan utama untuk mempertahankan keberlanjutan dalam suatu organisasi. Setiap organisasi.mengharapkan untuk dapat bertahan sampai waktu yang tak terhingga, oleh karena itu manusia yang bergabung dalam organisasi harus mempunyai kompetensi terbaik dalam kontribusi mereka untuk mencapai tujuan organiassi.   Seiring dengan meningkatnya persaingan dalam dunia bisnis, organisasi harus mempertahankan bahkan meningkatkan kompetensi bersaingnya. Hal ini termasuk manusia yang mengoperasikan sistem sehingga organisasi memiliki manusia kompeten untuk memberikan kontribusi semaksimal mungkin menjadi salah satu kekuatan organisasi tersebut. Kepemimpinan adalah cara untuk mempersuasi bawahan dalam beraktivitas dengan proses komunitasi untuk mencapai tujuan (Gibson, Ivanchevich, & Donnelly, 1995). Kepemimpinan merupakan bagian dari kebudayaan dan sebagai salah satu elemennya, kepemimpinan dikembangkan dan untuk menyediakan bukti yang melengkapi  keberadaan hubungan yang secara statistik signifikan antara tipe kebudayaan dan gaya kepemimpinan dengan menggunakan data empiris (Glick, 2001). Para peneliti dalam budaya organiasai menyampaikan bahwa terdapat hubungan interaktif antara pemimpin dalam organisasi dan budaya organisasi yang nyata, dengan penggunaan data empiris (Huang, Cheng, & Chou, 2005). Penelitian ini merupakan penelitian terapan yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara budaya organisasi dan gaya kepemimpinan.Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Budaya Organisasi, Penelitian Terapan. 
Pengaruh Penerapan JIT (Just In Time) Dan TQM (Total Quality Management) Terhadap Delivery Performance Pada Industri Otomotif Di Indonesia Meylianti S, Brigita; Mulia, Fernando
Jurnal Manajemen Teori dan Terapan | Journal of Theory and Applied Management Vol 2, No 2 (2009): Jurnal Manajemen Teori dan Terapan - Agustus 2009
Publisher : Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.962 KB) | DOI: 10.20473/jmtt.v2i2.2379

Abstract

This research discusses the impact of JIT (Just In Time) and TQM (Total Quality Management) application to Delivery Performance. Either JIT or TQM is two concept in management science specially operation management, but in fact that exist in Indonesian companies most of them have not yet applied these concept properly. Many of Indonesian companies applied latest management concept just to keep up with the trend. Unfortunately these concepts might have not been suitable if it applied directly for Indonesian circumstances. This research was conducted in automotive industry, this election is based on history that at the first JIT and TQM born in automotive industry so unquestionable the application of these concepts in this industry is better than other kind of industry. In other hand delivery performance is focus on excellent timing and excellent quality of product produced. Theoretically, JIT application is inseparable form TQM application or vice versa, it one of them applied without application if the other, the result will not be an optimum one. But it is important to remember that large number of existing theories nowadays, was develop in Europe, America and the nearest Japan. There is large number of differences, even the fundamental one in social and culture, it effect to thinking pattern, and working spirit. Indonesia has different culture to Europe, America and Japan. Frequently the application of JIT and also TQM are fail to give significant improvement to company’s performance. It issues some emerging questions: Do JIT and TQM have influence to performance specially delivery performance? Do JIT have influence to performance specially delivery performance? Do TQM have influence to performance specially delivery performance? This research will answer the emerging questions. Following data collection and data processing, the result conclusion will be: JIT and TQM have significant linear influence to delivery performance. In partial, JIT does not give significant linear influence to delivery performance, whereas TQM gives significant linear influence to delivery performance.
SEED (SOCIAL ENTERPRISE FOR ECONOMICS DEVELOPMENT) DI KAMPUNG WEE LEWO DESA MAREDA KALADA, SUMBA BARAT DAYA Mulia, Fernando; Praktikna, Rizka Nugraha; Novieningtiyas, Annisaa; Kustedja, Elaine Vashti Bestari
Jurnal Abdimas Musi Charitas Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Abdimas Musi Charitas
Publisher : Universitas Katolik Musi Charitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.12 KB) | DOI: 10.32524/jamc.v2i2.427

Abstract

Pulau Sumba saat ini sedang menjadi salah satu primadona pariwisata di Indonesia, karenamenawarkan keindahan alam yang memukau. Tidak hanya keindahan alam, kekayaan budayaSumba juga menyimpan potensi yang sangat besar untuk dapat dikembangkan. Wee Lewo adalahsalah satu Kampung Adat yang memiliki potensi budaya tersebut, namun belum dapatmemanfaatkan potensi tersebut untuk meningkatkan taraf hidup penduduknya.SEED (Social Enterprise for Economics Development) adalah sebuah program yang memberikanpengalaman pada peserta yang berasal dari berbagai Negara untuk belajar dengan menggunakanmetode experiential learning bernuansa multi-cultural pada konteks desa di Asia Tenggaradengan tujuan utama adalah peningkatan perekonomian daerah.Program SEED membantu menyelesaikan sebagian permasalahan yang ada di Kampung AdatWee Lewo yang dimulai dengan pengumpulan data, analisa data serta dilanjutkan dengan usulanpengembangan dan pemanfaatan potensi kampung adat untuk meningkatkan taraf hiduppenduduknya.
Impact of Cultural Acceleratation Mulia, Fernando
Extension Course Filsafat ( ECF ) No 1 (2019): ECF Slow-sofia
Publisher : Fakultas Filsafat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/ecf.v0i1.3404.%p

Abstract

Impact of Cultural Acceleratation
SEED (SOCIAL ENTERPRISE FOR ECONOMICS DEVELOPMENT) DI KAMPUNG WEE LEWO DESA MAREDA KALADA, SUMBA BARAT DAYA Mulia, Fernando; Praktikna, Rizka Nugraha; Novieningtiyas, Annisaa; Kustedja, Elaine Vashti Bestari
Jurnal Abdimas Musi Charitas Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Abdimas Musi Charitas
Publisher : Universitas Katolik Musi Charitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.12 KB)

Abstract

Pulau Sumba saat ini sedang menjadi salah satu primadona pariwisata di Indonesia, karenamenawarkan keindahan alam yang memukau. Tidak hanya keindahan alam, kekayaan budayaSumba juga menyimpan potensi yang sangat besar untuk dapat dikembangkan. Wee Lewo adalahsalah satu Kampung Adat yang memiliki potensi budaya tersebut, namun belum dapatmemanfaatkan potensi tersebut untuk meningkatkan taraf hidup penduduknya.SEED (Social Enterprise for Economics Development) adalah sebuah program yang memberikanpengalaman pada peserta yang berasal dari berbagai Negara untuk belajar dengan menggunakanmetode experiential learning bernuansa multi-cultural pada konteks desa di Asia Tenggaradengan tujuan utama adalah peningkatan perekonomian daerah.Program SEED membantu menyelesaikan sebagian permasalahan yang ada di Kampung AdatWee Lewo yang dimulai dengan pengumpulan data, analisa data serta dilanjutkan dengan usulanpengembangan dan pemanfaatan potensi kampung adat untuk meningkatkan taraf hiduppenduduknya.