Articles

Found 25 Documents
Search

SINTESIS DAN KARAKTERISASI FERIT GELOMBANG MIKRO YIG DISUBSTITUSIKAN DENGAN ION AL, GD Sudjono, Hans K.; Soepriyanto, Syoni; Muljadi, Muljadi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 2, No 1: OKTOBER 2000
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.2 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2000.2.1.4906

Abstract

SINTESIS DAN KARAKTERISASI FERIT GELOMBANG MIKRO YIG DISUBSTITUSIKAN DENGAN ION Al, Gd. Telah disintesis ferit untuk kompunen gelombang mikro dari bahan garnet (YIG) yang disubstitusikan dengan Al dan Gd, permeabilitas dan polarisasi magnet berubah dengan penambahan kadar ion Al3+. Pengujian XRD dilakukan untuk menentukan hasil proses proses sintering pada berbagai suhu. Untuk beberapa cuplikan diuji sifat magnetnya dan juga sifat kinerja pada daerah microware dengan dibentuk sirkurator lengkap yang memberikan data parameter, isolasi insertion-loss, diuji dengan Circuit Analyzer gelombang micro (1-8 Ghz). Insertion loss pada umumnya masih terlalu besar karena porositasnya masih terlalu tinggi, jadi perlu perbaikan dalam proses sintesanya.
ANALISIS FASA DAN SIFAT MAGNETIK PADA KOMPOSIT BAFE12O19/NDFE14B HASIL MECHANICAL MILLING Sardjono, Prijo; Adi, Wisnu Ari; Sebayang, Perdamaian; Muljadi, Muljadi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.101 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2012.13.2.4721

Abstract

ANALISIS FASA DAN SIFAT MAGNETIK PADA KOMPOSIT BaFe12O19/NdFe14B HASIL MECHANICAL MILLING. Telah dilakukan analisis fasa dan uji sifat magnetik pada bahan komposit magnet BaFe12O19/NdFe14B hasil mechanical milling menggunakan difraksi sinar-X dan GmbH Permagraph. Hasil refinement dari pola difraksi sinar-X menunjukkan bahwa sampel terdiri dari 2 fasa, yaitu fasa BaFe12O19 dan fasa NdFe14B. Sedangkan fraksi massa dari fasa BaFe12O19 dan fasa NdFe14B berturut-turut sebesar 79,89 % dan 20,11 %. Sampel bahan magnet BaFe12O19 dengan struktur kristal heksagonal (space group P 63/m m c), parameter kisi ? = 5,9033(5) Å, b = 5,9033(5) Å dan c = 23,239(2) Å, ? = ? = 90o dan ? = 120o, V = 701,3(1) Å3 dan ? = 5.7172 g.cm-3. NdFe14B dengan struktur kristal simetri tetragonal (space group P 42/m n m (No. 136)) dengan parameter kisi sebesar a = 8,865(8) Å, b = 8,865(8) Å dan c = 12,269(1) Å, ? = ? = ? = 90o, V = 964,3(1) Å3 dan ? = 7,7508 g.cm-3. Hasil pengukuran sifat magnetik menunjukkan bahwa bahan magnet NdFe14B sebelum dimilling memiliki medan koersivitas dan medan magnet rimanen berturut turut adalah 7984 Oe dan 5250 Gauss. Sedangkan untuk bahan magnet BaFe12O19 berturut-turut adalah 1625 Oe dan 1190 Gauss. Setelah dimilling selama 30 jam, medan koersivitas dan medan magnet rimanen meningkat di atas bahan magnet BaFe12O19 berturut-turut adalah 2650 Oe dan 1580 Gauss. Disimpulkan bahwa proses pencampuran ini tidak memberikan dampak rusaknya struktur fasa masing-masing. Partikel-partikel BaFe12O19 dapat dijadikan sebagai pelindung dari partikel-partikel NdFe14B yang memiliki sifat yang sangat korosif pada suhu kamar. Fasa BaFe12O19 ini relatif stabil pada suhu kamar sehingga partikel-partikel BaFe12O19 tidak mudah berubah setelah bercampur dengan partikel-partikel NdFe14B.
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI KERAMIK MAGNET BAFE12O19 DENGAN VARIASI WAKTU MILLING DAN TEMPERATUR SINTERING Salam, Syaiful Izzuddin; Sanjaya, Edi; Muljadi, Muljadi
Al-Fiziya: Journal of Materials Science, Geophysics, Instrumentation and Theoretical Physics Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Physics Study Programme, Faculty of Science and Technology UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.372 KB) | DOI: 10.15408/fiziya.v2i1.10887

Abstract

In this study, we made ceramic magnet of barium hexaferrite (BaFe12O19) with variation of milling time and sintering temperature by powder metallurgy method. First, barium hexaferrite powder mashed with a rotary ball mill. Milling is done with medium of water (wet milling) for 4 hours and 12 hours. Then, the sample is dried for 24 hours and printed with a load of 8 tons for 1 minute. Then, the pellet-shaped sample sintered at a temperature of 1100 °C and 1200 °C with a holding time of 1 hour. The density and porosity measurements were carried out using the Archimedes Method, phase analysis with XRD, and magnetic flux density using gaussmeter. The highest density were found in samples that were milled for 12 hours and sintered at the temperature of 1200 °C ie 4.495 gr/cm3. In that sample also obtained the lowest porosity  0.89%. From XRD analysis, we knew that hematite (Fe2O3) was found as impurity phase. From gaussmeter, the samples with the highest magnetic flux density were found in samples that were milled for 4 hours and sintered at a temperature of 1200 °C ie 410.3 G.
Efek Aditif 3Al2O3.2SiO2 dan Suhu Sintering terhadap Karakteristik Keramik -Al2O3 Sebayang, Perdamean; Tetuko, Anggito Pringgo; Khaerudini, Deni Shidqi; Muljadi, Muljadi; Ginting, Masno
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 3, No 2 (2007)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.543 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v3i2.977

Abstract

Telah dilbuat keramik corundum (-Al2O3) menggunakan serbuk Al2O3 dan masing-masing ditambah: 10, 15, 20 dan 25% (berat) 3Al2O3.2SiO2, digiling 24 jam, lolos ayakan 200 mesh, dikeringkan 110C, dicetak 50 Mpa, dan disintering pada suhu: 1300, 1400, 1500 dan 1600C. Sebesar 20% aditif 3Al2O3.2SiO2 dan suhu sintering 1600C merupakan kondisi optimum, menghasilkan: densitas = 3,47 g/cm3, porositas = 0,64%, kekerasan (Hv) = 1454 kgf/mm2, kuat patah = 313 MPa, dan koesien ekspansi termal = 6,3 x 10−6 C−1.Corundum (-Al2O3) merupakan fasa dominan, partikelnya bulat, grain size: 0,3-0,8 μm dan minornya adalah mullite (Al2O3.2SiO2), berbentuk jarum, dan grain size: 0,3-3,0 μm.
Pengaruh Variasi Sludge-serbuk Kayu sebagai Penguat terhadap Sifat Mekanik Material Komposit Matriks Urea-Formaldehida Khaerudini, Deni Shidqi; Muljadi, Muljadi
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 3, No 1 (2007)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.593 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v3i1.968

Abstract

Material komposit papan partikel dibuat dari penguat berbasis lignoselulosa dan matriks resin ureaformaldehida. Pembuatan dilakukan dengan mencampur sludge, partikel kayu, dan matriks. Variabel komposisi berat kedua jenis penguat (sludge-partikel kayu), yaitu: 60:40, 70:30, dan 80:20, untuk komposisi matriks yaitu 8%, 10%, dan 12% berat komposit. Setelah komposisi dicampur target kerapatan adalah 0,6 g/cm3. Pembuatan dilakukan dengan metode mat-forming dengan ukuran cetakan 30 cm x 30 cm. Kemudian dilakukan Hot-Press 15 kgf/cm2, suhu 150C, selama 15-25 menit. Selanjutnya komposit diuji mekanik berupa uji elastisitas dan kuat patah mengacu standar JIS.A.5908-94 dan JIS.A.5905-94. Nilai densitas 0,56-0,70 g/cm3, elastisitas 6213-12978 kgf/cm2, dan kuat patah 52-108 kgf/cm2.
Peran Lembaga Keuangan Mikro Syariah BMT dalam Meningkatkan BUMDES dan Akses Keuangan di Banten Muljadi, Muljadi
Journal of Government and Civil Society Vol 1, No 2 (2017): Journal of Government and Civil Society
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.25 KB) | DOI: 10.31000/jgcs.v1i2.443

Abstract

Potential villages in Banten amounting to 1,273 and need to be empowered, Shariah Micro Financial Institution Baitul Maal Wat Tamwil (LKMS BMT) is a microfinance institution Shariah targeted at peoples economy trying to develop productive businesses and investments with profit-sharing system. The main objective is to improve the economic quality of micro and small entrepreneurs, as part of efforts to alleviate poverty. Village Owned Enterprises (BUMDes) is a business entity which is completely or partially owned by the Village through direct participation derived from the wealth of the Village separated to manage assets, services and other businesses for the greatest benefit of the small town community. Potential BUMDes will be more prospective when synergized with Shariah microfinance institutions Baitul Maal Wat Tamwil (LKMS BMT). This Shariah financial institution proved able to adapt with the village community. The concept of SDSB, one village one BMT. To achieve this it is necessary to have 5 pillars in support of the process, fostering behavior, fostering brotherhood, building synergy, building funds and market development, and excellent products.
PREPARASI MAGNET SINTER Pr-Fe-B DENGAN MENGGUNAKAN SPARK PLASMA SINTERING Sudiro, Toto; Sardjono, Priyo; Thosin, Kemas Ahmad Zaini; Muljadi, Muljadi
Telaah Vol 32, No 1 (2014)
Publisher : Research Center for Physics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/tel.32.1.177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempreparasi sinter Pr-Fe-B dengan teknik spark plasma sintering (SPS). Proses fabrikasi dilakukan di dalam ruang vakum bertekanan kurang dari 60 Pa di mana powder dikompaksi padatekanan 40 MPa pada temperatur yang berbeda: 800 oC, 900 oC, dan 1050 oC. Komposisi fase dari kompak material tersebut dianalisis dengan X-ray diffractometer (XRD Shimadzu-7000TM;). Sampel kemudian dimagnetisasi dengan impulse magnetizer K-series, Magnet-Physik Dr. Steingroever GmbHTM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan meningkatnya temperatur SPS, kuat medan magnet permukaannya menurun. Hal ini diduga disebabkan oleh pembentukan Fe phase yang memiliki sifat buruk terhadap properti magnet Pr-Fe-B.
PEMBUATAN MAGNET PERMANEN BONDED Nd2Fe14B DENGAN PEREKAT SILICON RUBBER DAN KARAKTERISASINYA Muljadi, Muljadi; Sardjono, Priyo
Telaah Vol 32, No 1 (2014)
Publisher : Research Center for Physics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/tel.32.1.179

Abstract

Telah dibuat magnet permanen Nd2Fe14B yang dibuat dari pencampuran serbuk NdFeB dengan perekat pasta silicon rubber (SR). Persentase berat SR divariasikan sebesar 5, 10, 15, dan 20%. Karakterisasi yang dilakukan meliputi pengukuran bulk density, analisis mikrostruktur dengan SEM, dan pengukuran sifat magnetik dengan menggunakan gaussmeter dan B-H curve permagraph. Hasil XRD serbuk Nd2Fe14B yang digunakan sebagai bahan baku menunjukkan bahwa terdapat dua fase yaitu fasa Nd2Fe14B dan fase Fe sebagai fase minor. Komposisi SR juga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap bulk density, mikrostruktur, dan sifat magnetiknya. Sampel dengan 5% berat SR memiliki bulk density terbesar, yaitu 4.67 g/cm3. Sebaliknya, sampel dengan 20% berat SR memiliki nilai bulk density terendah, yaitu 3.12 g/cm3 . Hasil pengukuran sifat magnetik menunjukkan bahwa semakin banyak persentase SR, maka sifat magnetiknya cenderung menurun.  Nilai tertinggi flux density sekitar 1070 G dan nilai remanensi Br adalah 4.85 kG pada sampel dengan 5% berat SR. Di sisi lain, sampel dengan 20% berat SR memiliki nilai flux density dan remanensi terendah, yaitu masing-masing sebesar 450 G dan 2.47 kG.
Pengaruh Variasi % wt Resin Epoksi pada Sifat Fisis, Mikrostruktur Sifat Magnet Bonded NdFeB Permatasari, Devy; Rusnaeni, Nenen; Muljadi, Muljadi; Arif, Eko; M.Noer, Nasruddin
Jurnal Ikatan Alumni Fisika Universitas Negeri Medan Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Ikatan Alumni Fisika Unimed Edisi Januari 2016
Publisher : Ikatan Alumni Fisika Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan Magnet NdFeB dengan pencampuran serbuk NdFeB (MPQ-B+) dan cairan epoxy resin (ER). Dengan variasi epoxy resin 0%wt, 2%wt, 4%wt dan 6%wt. Pencampuran dilakukan dengan caver press 4 ton pada suhu ruangan yang kemudian dicuring 1000C selama 1 jam. Tujuan penelitian untuk meningkatkan sifat magnet dari magnet bonded NdFeB. Kemudian dilakukan karakterisasi dengan pengujian SEM, XRD, dan Permagraph. Dari keempat variasi epoxy resin tersebut densitas yang paling tinggi dimiliki oleh sampel pelet yang dicampur dengan 2% wt epoxy resin yaitu sebesar 5,35 gr/cm3 dan  nilai fluks magnet yang paling tinggi sebesar 1648 gauss saat diberikan tegangan sebesar 1500 volt. Sifat magnet dikarakterisasi dengan permagraph, dan hasil yang ditunjukkan bahwa 2% wt memiliki nilai induksi remanensi (Br) = 3,87 KG, koersivitas (Hc) = 7,807 KOe dan energy produk maksimum (BHmax) = 3,08 MGOe. Hasil mikrostruktur yang ditunjukkan SEM-EDS bahwa semakin banyak binder yang digunakan maka semakin rata resin yang melumuri sampelnya sehingga pori-pori tertutupi secara merata. Hal ini dijelaskan dengan semakin besarnya dari nilai persen C hingga mencapai 69,7%C, sementara nilai logam transisinya semakin kecil sampai 16,0% Fe.
Pengaruh Ukuran Butir (garin size) pada pembuatan Bonded Magnet NdFeB Ritawanti, Arjuna; Muljadi, Muljadi; Febrianto, Erfin Yundra; Setiadi, Eko Arief
Jurnal Ikatan Alumni Fisika Universitas Negeri Medan Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Ikatan Alumni Fisika Unimed Edisi Januari 2016
Publisher : Ikatan Alumni Fisika Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan magnet permanen bonded NdFeB dengan polimer bakelit dilakukan dengan mencampurkan serbuk magnet Neodymiun Iron Boron (NdFeB) komersil tipe MQP-B+ dengan perekat menggunakan cetakan (moulding).Sebelum serbuk NdFeB di campur dilakukan pengayakan terhadap kedua serbuk .Komposisi bakelit sebesar 0, 2,5%,  5% dan 7,5 % berat dari massa total sampel 8 gram. Campuran ini kemudian dicetak dengan metode dry compression moulding dengan tekanan sampel 5 tonforce/cm² demgan menggunakan suhu hot press sebesar 120°C,140°C,160°C dan 180°C selama 30 menit.Disini untuk mengetahui pengaruh grain size di lakukan pengayakan dalam serbuk dalam ukuran 100 Mesh dan 200 Mesh. Setelah di dapatkan hasil sampel dalam bentuk pelet di simpan dalam ruang vakum  Desicator untuk menghindari dari pengaruh oksidasi.Uji fisis  dilakukan dalam penelitian ini  dengan  mengukur Bulk density dan melihat mikrostrukur dengan menggunakan SEM.Selanjutnya uji magnetisasi dilakukan untuk mengetahui sifat magnet yang terbaik dan karakterisasi magnet dilakukan  magnet dilakukan dengan mengunakan Permagraph C untuk mengetahui nilai  induksi remanensi (Br) dalam suatu medan magnet , koersivitas (Hc) dan Energi Produksi Maksimum (BH)max.Hasil penelitian di peroleh sifat magnet yang terbaik pada ukuran 100 Mesh Bakelit 2,5%wt pada suhu  Hot  press 160 °C menghasilkan nilai kuat magnet 1.633 Gauss, Br =3,72 kG,Hci = 7,557 KOe dan BHmax = 2,85 MGOe.