R. Mohamad Mulyadin
Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan Kehutanan

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS KEBUTUHAN LUASAN AREA HIJAU BERDASARKAN DAYA SERAP CODI KABUPATEN KARANGANYAR JAWA TENGAH Mulyadin, R. Mohamad; Gusti, R. Esa Pangersa
JURNAL PENELITIAN SOSIAL DAN EKONOMI KEHUTANAN Vol 10, No 4 (2013): Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya aktivitas suatu wilayah (perkotaan) berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan wilayah tersebut. Penurunan kualitas lingkungan salah satunya diakibatkan oleh polusi gas karbondioksida (CO ). Salah satu upaya untuk menekan konsentrasi CO di udara perkotaan yaitu dengan menerapkan konsep area hijau atau yang lebih dikenal dengan ruang terbuka hijau (RTH). Salah satu RTHyang sesuai dengan perkotaan yaitu hutan kota. Penelitian ini bertujuan mengetahui kesesuaian luasan area hijau dengan total emisi yang dihasilkan di Kabupaten Karanganyar. Luasan area hijau yang dianalisis yaitu empat titik hutan kota. Total emisi wilayah dilihat dari empat aspek yaitu emisi dari bahan bakar, penduduk, peternakan dan persawahan. Hasil penelitian menunjukkan luasan area hijau saat ini belum mampu menyerap total emisi. Penambahan area hijau seluas 25.739,814 ha merupakan luasan yang sesuai untuk mampu menyerap total emisi di wilayah tersebut.
ANALISIS KEBUTUHAN LUASAN AREA HIJAU BERDASARKAN DAYA SERAP CODI KABUPATEN KARANGANYAR JAWA TENGAH Mulyadin, R. Mohamad; Gusti, R. Esa Pangersa
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 4 (2013): Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya aktivitas suatu wilayah (perkotaan) berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan wilayah tersebut. Penurunan kualitas lingkungan salah satunya diakibatkan oleh polusi gas karbondioksida (CO ). Salah satu upaya untuk menekan konsentrasi CO di udara perkotaan yaitu dengan menerapkan konsep area hijau atau yang lebih dikenal dengan ruang terbuka hijau (RTH). Salah satu RTHyang sesuai dengan perkotaan yaitu hutan kota. Penelitian ini bertujuan mengetahui kesesuaian luasan area hijau dengan total emisi yang dihasilkan di Kabupaten Karanganyar. Luasan area hijau yang dianalisis yaitu empat titik hutan kota. Total emisi wilayah dilihat dari empat aspek yaitu emisi dari bahan bakar, penduduk, peternakan dan persawahan. Hasil penelitian menunjukkan luasan area hijau saat ini belum mampu menyerap total emisi. Penambahan area hijau seluas 25.739,814 ha merupakan luasan yang sesuai untuk mampu menyerap total emisi di wilayah tersebut.
ANALISIS KEBUTUHAN LUASAN AREA HIJAU BERDASARKAN DAYA SERAP CODI KABUPATEN KARANGANYAR JAWA TENGAH Mulyadin, R. Mohamad; Gusti, R. Esa Pangersa
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 10, No 4 (2013): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2013.10.4.264-273

Abstract

Tingginya aktivitas suatu wilayah (perkotaan) berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan wilayah tersebut. Penurunan kualitas lingkungan salah satunya diakibatkan oleh polusi gas karbondioksida (CO ). Salah satu upaya untuk menekan konsentrasi CO di udara perkotaan yaitu dengan menerapkan konsep area hijau atau yang lebih dikenal dengan ruang terbuka hijau (RTH). Salah satu RTHyang sesuai dengan perkotaan yaitu hutan kota. Penelitian ini bertujuan mengetahui kesesuaian luasan area hijau dengan total emisi yang dihasilkan di Kabupaten Karanganyar. Luasan area hijau yang dianalisis yaitu empat titik hutan kota. Total emisi wilayah dilihat dari empat aspek yaitu emisi dari bahan bakar, penduduk, peternakan dan persawahan. Hasil penelitian menunjukkan luasan area hijau saat ini belum mampu menyerap total emisi. Penambahan area hijau seluas 25.739,814 ha merupakan luasan yang sesuai untuk mampu menyerap total emisi di wilayah tersebut.