Articles

A HISTORY AND IDEOLOGY IN THE DEVELOPMENT OF THE WRITING OF HISTORY TEXTBOOKS FOR HIGH SCHOOL IN INDONESIA 1994-2013 Darmawan, Scopus ID: 57192940869, Wawan; Mulyana, Agus
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 3, No 1 (2019): Pendidikan Sejarah dan Sejarah Pendidikan
Publisher : Departemen Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.303 KB) | DOI: 10.17509/historia.v3i1.20991

Abstract

This article reveals the results of research on the contents of history subjects in history textbooks for High School that issued in two different government, those are the New Order Government and Reformation Government, which are considered to contain ideological messages. History textbooks that flowed from the curriculum follows on government policies. That wasn?t surprising if the government changed, they will change the curriculum, and also change the content of text books, in this case includes the history text books. The change indicates that history text books cannot be separated from the interests of the government?s ideology. The aim of this research is wanting to reveal the forms of ideology that is present in the content of history text books. The method that used is critical discourse analysis to know the ideological discourse in history text books from two different government periods. The history text books that are examined based on the 1994 Curriculum and the 2013 Curriculum to indicate two curriculums results from two reigns. Based on the results of this research, it can be compared with the ideology of writing content of history text books in the New Order and Reformation period, there are includes communism and Pancasila, deceit democracy and freedom for democracy, militarism and anti-militarism, neoliberalism and anti-communism, liberalism and anti-liberalism. However, there is still a single narrative of the nation in the New Order that could not be replaced by the Reformation era.
VALUE DEVELOPMENT IN HISTORY LEARNING THROUGH PARIBASA AND BABASAN Mulyana, Agus; Darmawan, wawan
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 14, No 1 (2013): local wisdom
Publisher : Departemen Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.122 KB) | DOI: 10.17509/historia.v14i1.1912

Abstract

This research derived from an anxiety that looked history learning as a subject that was very close with intellectual competences development. In fact, history itself ilustrated value experience which could give such a kind of wisdom, and more over the history also had a big value in it. So, it was thought that there was a need to have a right strategy to understand the value of history. One kind of value that could be internalized to students in history learning was Sundane local wisdom. Sundanese culture had various inheritances, for example was like oral literature (folklore) in paribasa and babasan. The problems in this research were how to identify the values of Sundanese culture in paribasa and babasan, and how the people could use paribasa and babasan in a process of value socialization and internalization, how those values could be applied in history learning. This research used a qualitative approach. It was divided in two phases, the first one was about folklore, and the second one was about naturalistic study on history learning process in the class. The result of this research was also divided in two parts. The first part was related to social values identification that could be extracted on Cireundeu Cultural Village pass through paribasa and babasan. Based on the result of the observation and interview with the villagers, they used paribasa and babasan which generally got the same point with the others Sundanese societies, so there was no specialty in Cireundeu. The main point was they still used paribasa and babasan in their daily life, especially when they counseled their children, interacted to each other, said euphemism critic, and taught Sundanese values to the young generations. Second, this part was related to paribasa and babasan?s value implementation in history learning on SMA Pasundan 1 Bandung. There were two approaches in this implementation, value inculcation approach and value clarification approach. This kind of history learning that put paribasa and babasan as a media of value inculcation passed through appreciation, self-identification, behavior implementation, and habit forming
SUNDANESE AND JAVANESE: SUNDANESE NOBLEMEN POINT OF VIEW TOWARDS BUDI UTOMO Mulyana, Agus
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 10, No 2 (2009): Nationalism, Ethnicity, and National Integrity
Publisher : Departemen Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.868 KB) | DOI: 10.17509/historia.v10i2.12217

Abstract

Nationalism was born as a result of the education of colonial government in the early of the twentieth century. At the beginning, nationalism was based on the local or ethnic identities that gave birth to ethnonationalism. This ethno-nationalist point of view caused debates among Sundanese noblemen in responding to the establishment of Budi Utomo branch in Bandung.
NASIONALISME DAN MILITERISME: IDEOLOGISASI HISTORIOGRAFI BUKU TEKS PELAJARAN SEJARAH SMA Mulyana, Agus
Paramita: Historical Studies Journal Vol 23, No 1 (2013): PARAMITA
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v23i1.2498

Abstract

The Indonesian National History Lesson textbook for Senior High School is one of the works of historiography aimed for educational purposes. History as an educational tool will be influenced by the goal of education, especially the goal of history lesson, set out in the curriculum. Political base is one of the important bases in designing curriculum. The political base meant is the governmental political policy. The preparation of history materials in the Indonesian National History textbooks can not be separated from the influence of governmental political policy. One of the effects on the textbook is the existence of ideologization. The forms of ideologization that exist in the historiography of the Indonesian National History textbooks, among others, are nationalism and militarism. Key words: historiography, textbook, nationalism, militarism  Buku teks Pelajaran Sejarah Nasional Indonesia untuk SMA merupakan salah satu karya historiografi yang ditujukan untuk kepentingan pendidikan. Sejarah sebagai alat pendidikan akan dipengaruhi oleh tujuan pendidikan, khususnya tujuan mata pelajaran sejarah, yang tertuang dalam kurikulum. Penyusunan kurikulum memiliki salah satu landasan penting, yaitu landasan politik. Landasan politik yang dimaksud adalah kebijakan politik pemerintah. Penyusunan materi sejarah dalam buku teks Sejarah Nasional Indonesia tidak lepas dari pengaruh kebijakan politik pemerintah. Salah satu pengaruh terhadap buku teks tersebut adalah adanya ideologisasi. Bentuk ideologisasi yang ada dalam historiografi buku teks Sejarah Nasional Indonesia diantaranya adalah nasionalisme dan militerisme. Kata kunci: historiografi, buku teks, nasionalisme, militerisme
STUDI SEKUEN STRATIGRAFI FORMASI PARIGI LAPANGAN C CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA KABUPATEN SUBANG, JAWA BARAT Mulyana, Agus
Jurnal Ilmiah MTG Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Magister Teknik Geologi Program Pascasarjana UPN ”Veteran” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan interpretasi elektrofasies dan lithofasies maka dapat disimpulkan bahwa terdapat 3 fasies pada interval penelitian :Fasies Wackstone-Grainstone Coraline Reefal, Merupakan daerah pertumbuhan dari reef, yang sangat dipengaruhi oleh naik turunnya muka air laut dicirikan oleh relatif seragamnya litologi yang terbentuk yang terdiri dari batugamping wackstone-grainstone yang menunjukkan adanya peralihan energi dari energi rendah menuju ke energi yang tinggi. Fasies ini ditunjukkan dengan harga log GR yang relatif rendah, dengan pola log GR yang terlihat berbentuk Cylindrical.Fasies packstone-wackstone lagoonal, Merupakan daerah yang terisolir yang dibatasi oleh barrier, yang tidak dipengaruhi oleh naik turunnya muka air laut dicirikan oleh relatif seragamnya litologi yang terbentuk yang terdiri dari batugamping packstone-wackstone yang menunjukkan adanya peralihan energi dari energi tinggi menuju ke energi yang lebih rendah. Fasies ini ditunjukkan dengan harga log GR yang relatif tinggi, dengan pola log GR yang terlihat berbentuk Bell shape. Fasies ini diinterpretasikan terbentuk pada lingkungan lagoonal yang dicirikan oleh kehadiran mineral pirit.Fasies mudstone-grainstone tidal, Merupakan daerah pengendapan yang dipengaruhi oleh naik turunnya muka air laut, yang ditandai dengan diendapkannya batugamping mudstone-grainstone dan dibeberapa tempat diendapkan shale yang berselingan dengan batugamping. Dari data litologi fasies ini menunjukkan adanya peralihan energi dari energi rendah ke energi tinggi, keterdapatan grainstone pada fasies ini diasumsikan terbentuk akibat gelombang laut yang menghantam tubuh suatu reef, dan dijumpai disekitar patch reef maupun dibelakang barrier reef. Fasies ini ditunjukkan oleh harga log GR yang sedang sampai tinggi dengan pola log Funnel shape. Fasies ini diinterpretasikan terbentuk pada lingkungan tidal flat.
PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK PENGELOLAAN DATA ANGKUTAN UDARA DI BANDARA RADIN INTEN II LAMPUNG Mulyana, Agus; Supriatna, Asep Deddy
Jurnal Algoritma Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Algoritma
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.163 KB)

Abstract

Bandara Raden Inten II Lampung merupakan suatu instansi yang bergerak dibidang transfortasi dan perhubungan udara, yang masih menggunakan sistem pencatatan dengan Microsoft Excel yaitu melakukan pencatatan, baik itu pencatatan dan perhitungan data angkutan udara ke dalam sebuah buku, karena sistem yang berjalan tersebut menyebabkan kinerja pendataan data angkutan di bandara menjadi kurang efektif dan efisien, sehingga dibutuhkan sebuah perangkat lunak untuk pengelolaan data angkutan udara. Penelitian menggunakan perancangan metode waterfall karangan dari Sandra Donalsun Dewitz. antara pengguna dan analis menjadi lebih baik, juga dapat menghemat waktu dan biaya. Alat bantu yang digunakan untuk menganalisis terdiri dari PPDSH (People Procedur Data Software Hardware) dan IPOSC (Input Prosedur Output Storage Control), dengan bahasa pemograman yang dipakai PHP menggunakan database MySQL. Perancangan perangkat lunak pengelolaan data angkutan udara di Bandara Raden Inten II Lampung dibuat agar mempermudah kelancaran aktivitas operasional Instansi dalam proses pengolahan perhitungan data angkutan udara.
Alat Ukur Multifungsi Bagi Penyandang Tunanetra Mulyana, Agus; Budiman, Awal Arif
Semantik Vol 3, No 1 (2013): Semantik 2013
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat ukur yang tersebar dimasyarakat kebanyakan dirancang untuk orang yang memiliki kondisi fisik normal, dengan alas an ini muncul ide untuk merancang dan membuat alat ukur multifungsi yang dapat dipergunakan untuk semua kalangan baik yang memiliki kondisi fisik yang sempurna maupun kalangan yang kurang sempurna contohnya tunanetra tanpa harus dibantu oleh orang lain yang memiliki kondisi yang lebih sempurna.   Pembuatan alat ukur multifungsi(tinggi,berat dan suhu badan)  ini memanfaatkan alat-alat elektronik antara lain untuk mengukur tinggi badan menggunakan sensor ping, untuk mengukur berat badan memanfaatkan timbangan badan yang digital,  untuk mengukur suhu badan menggunakan SHT 75, ADC untuk mengubah data analog menjadi digital,  mikrokontroler BS2P40 sebagai pengontrol kerja komponen lain dan pengolah data yang dite rima dari setiap alat ukur dan Modul  Embedded MP3 Module TDB380 sebagai komponen elektronik yang mengolah data pada mikrokontroler menjadi suara,  dan memanfaarkan speaker untuk media keluarannya yaitu suara.  Pengujian alat ukut multifungsi dilakukan terhadap 7 orang dengan parameter 3 yaitu tinggi, berat dan suhu badan, nilai error untuk tinggi badan sebesar 0%, nilai error berat badan 0.67% dan nilai error suhu badan adalah 0.47%. Alat pengukur multifungsi ini berhasil dan dapat digunakan.
Games Puzzle Hijaiyah Elektronik Interaktif Berbasis Mikrokontroler DT-AVR Maxiduino Mulyana, Agus; Nasrudin, Nasrudin
Scientific Journal of Informatics Vol 1, No 1 (2014): May 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sji.v1i1.3644

Abstract

Puzzle hijaiyah Elektronik Interaktif adalah games edukasi kombinasi dari piranti lunak dan perangkat keras untuk membantu sarana pembelajaran anak-anak usia dini dalam pengenalan huruf-huruf hijaiyah Al-Quran. Pada saat penyusunan puzzle memiliki indikator berupa suara dan gambar animasi bergerak ketika penyusunan puzzle benar yang ditampilkan pada layar smartphone android. Pembuatan puzzle hijaiyah elektronik ini memanfaatkan alat-alat elektronik antara lain untuk membaca perubahan high atau low menggunakan sensor cahaya photodioda, untuk mengontrol menyala LED menggunakan IC demultiplexer, gerbang OR digunakan untuk menggabungkan keluaran dari setiap sensor dan memanfaatkan keluaran logika low, mikrokontroler DT-AVR Maxiduino sebagai pengontrol kerja komponen lain dan pengolah data yang diterima dari setiap sensor, Basic4Android sebagai editor pembuatan interface pada smartphone android yang digunakan untuk mengolah data yang dikirim dari mikrokontroler, bluetooth HC-06 sebagai alat komunikasi antara mikrokontroler dengan smartphone android. Pengujian alat ini berfungsi 100% dalam pengiriman dan penerimaan data melalui komunikasi bluetooth, alat ini berhasil dan dapat digunakan. Diharapkan dengan adanya alat ini dapat membuat anak-anak lebih tertarik lagi untuk belajar sehingga untuk belajar Al- quran dapat lebih menarik lagi dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan membuat anak belajar berkonsentrasi. 
TAWAKAL DAN KECEMASAN MAHASISWA PADA MATA KULIAH PRAKTIKUM Mulyana, Agus
PSYMPATHIC Vol 2, No 1 (2015): psympathic
Publisher : PSYMPATHIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/psy.v2i1.443

Abstract

This research was focused to get an overview of tawakal and anxiety among students who taking courses of the Rorschach test practicum at the Psychology Faculty of UIN Sunan Gunung Jati Bandung. Data were collected from 32 students by using questionnaires of tawakal and anxiety. The tawakal questionnaire used instrument made by Prapti Ningsih, consist of 53 items. Level of anxiety assessed by the Penn State Woory Questionnaire (PSWQ) developed by Meyer, Miller, Metzger, and Borkovec, which consist of 16 items. The result has shown that 4 students have high scores in both tawakal and anxiety. 18 students with high of tawakal and moderate anxiety. 6 students with high in tawakal and low anxiety. A student with moderate in tawakal and high anxiety. 3 students with a moderate score in both tawakal and anxiety.
FAKTOR-FAKTOR IBU BALITA YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN FOLLOW UP PENDERITA PNEMONIA BALITA DI PUSKESMAS CISAGA, CIAMIS, JAWA BARAT Mulyana, Agus; Prabamurti, Priyadi Nugraha; Adi, M. Sakundarno
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 1, No. 2, Agustus 2006
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.665 KB) | DOI: 10.14710/jpki.1.2.61-69

Abstract

Background: One of the important procedures in pneumonia treatment is to conduct a followup care. The follow-up care of pneumonia disease should be done at least two days after treatment or sometimes earlier when the patients have bad physical conditions. The cases of pneumonia children in Cisaga health centre have been increasing recently, and even have a higher percentage compare to the average national cases. However, the percentage of the follow-up care cases has only about 13.5% from the total cases. The objective of this study is to identify some factors associated with mother?s compliance to conduct a follow-up care oftheir children who suffered pneumonia at Cisaga health centre.Method : A cross sectional survey with 50 sample, which consists of 40 patients have done a follow-up care and 10 patients have never done a follow-up care, has been employed in this study. Chi-square test has been used to examine the associations between factors and mother?scompliance.Results : Chi-square test shows that there is an association between knowledge and mother?s compliance behaviour since p<0.05. However, mother?s education level, occupation, and family supports and income have no association with the mother?s compliance. The studysuggests that information, education and communication programs in terms of preventing and treating pneumonia disease in children under five including the causes, the treatment procedures, and the effects of the disease, have to be conducted intensively, particularly to mothers who have children suffering pneumonia.Keyword: Pneumonia, compliance behaviour, mother, follow-up care