Articles

Found 22 Documents
Search

PERHITUNGAN FLUKS KALOR UNTUK KURVA DIDIH SELAMA EKSPERIMEN QUENCHING MENGGUNAKAN SILINDER BERONGGA DIPANASKAN Juarsa, Mulya; Koestor, Raldi Artono; Putra, Nandy Setiadi Djaya; Antariksawan, Anhar Riza; Mulyana, Cukup; Khalisa, Riska
JURNAL TEKNOLOGI REAKTOR NUKLIR TRI DASA MEGA Vol 12, No 3 (2010): Oktober 2010
Publisher : Pusat Teknologi Dan Keselamatan Reaktor Nuklir (PTKRN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.372 KB)

Abstract

Salah satu aspek penting manajemen keselamatan dalam pengoperasian reaktor nuklir adalah manajemen termal. Konsep dasar pengelolaan termal adalah untuk mengendalikan kelebihan kalor saat terjadinya kecelakaan. Pemahaman dan investigasi fenomena pendidihan selama kecelakaan yang terjadi secara transien menjadi tahapan penelitian yang penting. Proses quenching adalah proses pendinginan tiba-tiba pada obyek yang panas dengan memasukkan ke dalam suatu fluida. Material SS316 dengan geometri silinder berongga pada posisi vertikal merupakan simulasi dari debris dan digunakan sebagai objek yang dipanaskan. Metode eksperimen dilakukan melalui pendinginan quenching secara alami pada silinder berongga dengan berbagai variasi temperatur awal dari 300 oC sampai 800 oC ke dalam temperatur saturasi air. Selama eksperimen data temperatur direkam dan visualisasi pendidihan dilakukan melalui kamera kecepatan tinggi (HSC). Hasil data transien temperatur digunakan untuk menghitung fluks kalor. Rejim didih film pada TC8 (bagian terluar) dalam kurva didih untuk semua temperatur awal menunjukkan kesesuaian dengan korelasi Bromley. Proses didih film paling singkat terjadi selama 1,11 detik untuk temperatur awal 300 oC. Fluks kalor kritis pada TC8 untuk temperatur awal dari 800 oC, 600 oC, 400 oC dan 300 oC secara berturutturut adalah 700 kW/m2, 500 kW/m2, 450 kW/m2 dan 400 kW/m2.Kata kunci: quenching, silinder, pendidihan, fluks kalor One of the safety management aspects in the operation of nuclear reactors is thermal management. The basic concept of thermal management is to control the excess heat during an accident. The understanding and investigation of boiling phenomenon become important research stage. Quenching process is the process of sudden cooling on a hot object by entering into a fluid. SS316 material with hollow cylinder geometry in a vertical position is the simulation of debris and used as a heated object. Method of quenching experiments carried out through the natural cooling of the hollow cylinder with different variations of initial temperature from 300 oC to 800 oC and submerged into the water with saturation temperature. Temperature data was recorded and boiling was captured using highspeed camera (HSC) during the experiment. The results of transient temperature data was used to calculate the heat flux. The film boiling regime on TC8 (outer portion) in the boiling curves for all initial temperatures have a good agreement with Bromley?s correlation. The shortest process of film boiling was occurred for 1.11 seconds at the initial temperature of 300oC. Critical heat flux at TC8 from initial temperature of 800 oC, 600 oC, 400 oC and 300 oC in respectively is 700 kW/m2, 500 kW/m2, 450 kW/m2 and 400 kW/m2. Keywords: quenching, cylinder, boiling, heat flux
PENGARUH PENAMBAHAN MATERIAL SPIRO-TAD DAN SPIRO-TPD SEBAGAI HOLE TRANSPORT MATERIAL PADA KARAKTERISTIK DSSC Safriani, Lusi; Primawati, Winna Prasita; Nurazizah, Euis Siti; Mulyana, Cukup; Aprilia, Annisa
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jiif.v4i1.26349

Abstract

Dye sensitized solar cells atau DSSC merupakan sel surya yang sedang dikembangkan karena memiliki beberapa kelebihan yaitu biaya fabrikasi yang murah, proses fabrikasi sederhana dan dapat dioperasikan pada intensitas cahaya yang rendah. Akan tetapi, efisiensi DSSC masih jauh lebih rendah dibandingkan sel surya berbasis silikon. Salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi DSSC adalah dengan menambahkan lapisan Hole Transport Material (HTM) untuk membantu proses difusi dan transport muatan sehingga didapatkan efisiensi yang lebih baik. Material spiro merupakan material yang memiliki stabilitas yang baik sehingga cocok untuk dijadikan sebagai HTM pada divais sel surya. Dua di antara contoh material spiro adalah Spiro-TAD dan Spiro-TPD. Keduanya memiliki nilai mobilitas hole yang cukup baik. Dalam penelitian ini, DSSC dengan struktur FTO/TiO2/dye-Ru/HTM/mosalyte/Pt/FTO telah berhasil difabrikasi. Selain itu dilakukan pula proses pemanasan sebelum proses perendaman dye-Ru dilakukan dengan tujuan menghilangkan molekul oksigen yang terperangkap pada lapisan mesopori TiO2. Hasil pengukuran rapat arus dan tegangan (J-V) menunjukkan bahwa Power Conversion Efficiency (PCE) tertinggi didapatkan dari DSSC dengan HTM Spiro-TPD yaitu sebesar 2,94%.
QUANTITATIVE ANALYSIS OF MICROSTRUCTURE DEFORMATION IN ACCELERATED CREEP FENOMENA OF FERRITIC SA-213 T22 AND AUSTENITIC SA-213 TP304H MATERIAL Mulyana, Cukup; Taufik, Ahmad; Gunawan, Agus Jodi; Sirregar, R.E.
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 4, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6850.061 KB) | DOI: 10.24198/.v4i3.16810

Abstract

AbstractThe failure of critical component in fossil fired power plant which operated in creep range (high stress, high temperature and in the long term) depends on its microstructure characteristics. Ferritic low carbon steel (2.25Cr-1Mo) and Austenitic stainless alloy (18Cr-8Ni) is used as a boiler tube in the secondary superheater  outlet header to deliver steam before entering the Boiler. The failure tube is happened in a form of rupture, resulting trip that disrupts the continuity of the electrical generation. The research in quantification microstructure deformation has been done in predicting the remaining life of the tube through interrupted accelerated creep test. For Austenitic Stainless Alloy (18Cr-8Ni), creep test was done in 550°C with the stress 424,5 MPa and for Ferritic Low Carbon Steel (2.25Cr-1Mo) in 570°C with the stress 189 MPa. Interrupted accelerated creep test was done by stopping the observation in condition 60%, 70%, 80% and 90% of remaining life, the creep test fracture was done before. Then the micro hardness test, photo micro, SEM and EDS was taken.  Refers to ASTM E122, microstructure parameter was calculated. The result indicated that there is consistency of increasing of grain size number, micro hardness, and the length of crack or void number per unit area with the decreasing of remaining life. While morphology of grain (stated in parameter ?=LV/LH) relatively constant ) for austenitic. But for ferritic the change of morphology shown significant. The quantification of microstructure can be use for predicting remaining life in power plant, refinery or chemical industry. The result is hopefully more accurate than Larson Miller Method or Replica Insitu Method with is used in a large number for predicting remaining life in industry now.Keywords :accelerated creep, Parameter Larson-Miller, quantification of microstructure, boiler tube, ferritic and austenitic
SIFAT OPTIK DAN ELEKTRONIK MATERIAL ORGANIK SPIRO-TAD SEBAGAI LAPISAN TRANSPORT HOLE DALAM SEL SURYA ORGANIK Safriani, Lusi; Aprilia, Annisa; Mulyana, Cukup; Susilawati, Tuti
Jurnal Spektra Vol 16, No 3 (2015): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSemikonduktor berbasis material organik memiliki berbagai keuntungan dibandingkan dengan semikonduktor berbasis material anorganik yang selama ini dipergunakan dalam berbagai divais optik dan elektronik. Diantara berbagai macam semikonduktor organik, material organik terkonjugasi spiro menarik perhatian karena memiliki sifat optik dan sifat elektronik yang unik yang dihasilkan dari ikatan spiro. Material spiro terdiri dari dua atau lebih molekul yang memiliki sistem-p dengan fungsi yang sama ataupun berbeda melalui hibridisasi atom sp3. Salah satu contoh material spiro adalah 2,2′,7,7′-tetrakis(diphenylamino)-9,9′-spirobifluorene (spiro-TAD) yang digunakan sebagai lapisan transport hole dalam divais elektronik organic light emitting diode (OLED). Dalam makalah ini dilakukan kajian untuk menentukan sifat optik dari material spiro-TAD melalui pengukuran transparansi/absorbsi pada daerah UV-Vis dan sifat elektronik melalui pengukuran emisi untuk menentukan celah energi dari spiro-TAD. Hasil pengukuran absorbsi menunjukkan bahwa spiro-TAD memiliki puncak absorbsi pada panjang gelombang 415 nm, sedangkan dari hasil pengukuran emisi diperoleh celah energi spiro-TAD adalah 2.98 eV. AbstractSemiconductor-based organic material has various advantages compared to semiconductor-based inorganic material that has been used in optoelectronic devices. One of organic semiconductors, that is spiro conjugated material attracted much attention because it has an optical and unique electronic properties resulting from spiro bond. Spiro material consists of two or more molecules that have system-p with the same or different functions through atomic sp3 hybridization. One example of spiro material is 2,2 , 7,7-tetrakis (diphenylamino) -9,9-spirobifluorene (spiro-TAD) which is used as hole transport layer in organic light emitting diode (OLED). This paper discussed the optical property of spiro-TAD by measuring transparency/absorption in UV-Vis region and electronic property by measuring emission spectra to determine bandgap of spiro-TAD. Absorbtion spectrum of spiro-TAD shows a maximum peak at 415 nm, while from emission spectra it was found that spiro-TAD has bandgap 2.98 eV.Keywords: OLED, spiro-TAD, hole transport layer
INTEGRATED TOFU MACHINE UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PRODUSEN TAHU SARI RASA DESA SINDANG SARI KECAMATAN CILEUNYI KABUPATEN BANDUNG Mulyana, Cukup
Dharmakarya Vol 4, No 2 (2015): DHARMAKARYA
Publisher : DRPM Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.507 KB)

Abstract

Mesin pembuat tahu otomatis atau ATM-Machine (Automatic Tofu Maker-Machine) ini meruapakan salahsatu upaya penerapan teknologi tepat guna, untuk memecahkan permasalahan mitra pabrik tahu SariRasa yang terletak di Desa Sindang Sari, Kecamatan Cileunyi, Bandung, Jawa Barat yang selama ini masihmenerapkan cara tradisional dalam proses pembuatan tahu. Cara tradisional pembuatan tahu terdiri darienam tahapan yaitu penggilingan kedelai, perebusan bubur kedelai, penyaringan untuk mendapatkansari kedelai, pembibitan (penambahan asam cuka), pencetakan, dan pewarnaan, masing-masing prosestersebut dilakukan secara terpisah dan manual. Dengan ATM-Machine proses penggilingan kedelai,perebusan bubur kedelai, penyaringan bubur kedelai, dan pembibitan susu kedelai bias dilakukan dalamsatu rangkaian proses. Dibandingkan dengan proses produksi tahu secara tradisional ATM-Machine memilikibeberapa keunggulan, antara lain waktu produksi yang lebih singkat, lebih higienis, bisa dioperasikanhanya oleh satu orang, dan membutuhkan lahan yang lebih kecil. Poin positif lainnya adalah system pemanastradisional digantikan dengan sistem pemanas boiler yang dapat mereduksi kebutuhan bahan bakar, dantingkat efisiensi boiler adalah 70% hingga 90%. ATM ini telah disosialisasikan dan di implementasikan kepadapembuat tahu berskala kecil di Desa Sindang Sari Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. KehadiranATM disambut baik oleh pengrajin tahu karena dapat meningkatkan produktivitas dan menghemat biayaproduksi.
Model Pendayagunaan Energi Geotermal Entalpi Rendah (Direct-Use) di Jawa Barat Mulyana, Cukup; Luthfi, Numan; Hi Saad, Aswad
Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika Vol 1, No 01 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.212 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v1i01.10913

Abstract

Jawa Barat memiliki potensi energi geothermal dalam jumlah yang besar. Akan tetapi pemanfaatannya terbatas untuk sumber geothermal dengan entalpi tinggi yaitu untuk penghasil tenaga listrik. Sedangkan pemanfaatan potensi energi  geothermal dengan entalpi rendah yang dikenal dengan sebutan direct use masih belum dilakukan. Jika energi terbuang ini diberdayakan akan meningkatkan  pembangun perekonomian dan kesejahteraan masyarakt di wilayah Jawa Barat. Dalam penelitian ini dilakukan pendataan sumber energi geothermal berentalpi rendah yang berada di Jawa Barat, selanjutnya pendataan potensi pertanian, perkebunan dan industry yang bisa dikorelasikan dengan energi geothermal berentalpi rendah. Selanjutnya dibuat peta potensi geothermal dan pemanfaatannya di propinsi Jawa Barat. Selanjutnya hasil pemetaan tersebut digunakan untuk membuat model pendayaguanaan entalpi rendah di Jawa Barat yang mengintegrasikan peran akademisi, peneliti, masyarakat, pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan pelaku usaha sebagai pemilik modal dalam sebuah networking yang sinergis. Pengaplikasian model pendayagunaan energi geothermal memjanjika banyak keuntungan yaitu: meningkatkan ketahanan melalui pemanfaatan energi terbarukan, keuntungan  kelestarian lingkungan, dan keuntungan atas social, politik dan ekonomi  masyarakat di Jawa Barat.
Model Pendayagunaan Energi Geotermal Entalpi Rendah (Direct-Use) di Jawa Barat Mulyana, Cukup; Luthfi, Numan; Hi Saad, Aswad
Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika Vol 1, No 01 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.212 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v1i01.10913

Abstract

Jawa Barat memiliki potensi energi geothermal dalam jumlah yang besar. Akan tetapi pemanfaatannya terbatas untuk sumber geothermal dengan entalpi tinggi yaitu untuk penghasil tenaga listrik. Sedangkan pemanfaatan potensi energi  geothermal dengan entalpi rendah yang dikenal dengan sebutan direct use masih belum dilakukan. Jika energi terbuang ini diberdayakan akan meningkatkan  pembangun perekonomian dan kesejahteraan masyarakt di wilayah Jawa Barat. Dalam penelitian ini dilakukan pendataan sumber energi geothermal berentalpi rendah yang berada di Jawa Barat, selanjutnya pendataan potensi pertanian, perkebunan dan industry yang bisa dikorelasikan dengan energi geothermal berentalpi rendah. Selanjutnya dibuat peta potensi geothermal dan pemanfaatannya di propinsi Jawa Barat. Selanjutnya hasil pemetaan tersebut digunakan untuk membuat model pendayaguanaan entalpi rendah di Jawa Barat yang mengintegrasikan peran akademisi, peneliti, masyarakat, pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan pelaku usaha sebagai pemilik modal dalam sebuah networking yang sinergis. Pengaplikasian model pendayagunaan energi geothermal memjanjika banyak keuntungan yaitu: meningkatkan ketahanan melalui pemanfaatan energi terbarukan, keuntungan  kelestarian lingkungan, dan keuntungan atas social, politik dan ekonomi  masyarakat di Jawa Barat.
Eksperimen Pengkondisian Brine di Lingkungan Basa pada Skala Lab Untuk Pencegahan Silica Scaling di Sumur Injeksi Pada Kolam Penampungan di PLTP Dieng Jawa Tengah Mulyana, Cukup; Ramdani, R; Riveli, Nowo
Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jiif.v2i1.15342

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) berdominasi  air di Dieng memiliki permasalahan dengan pengendapan silika (silica scaling), yang terjadi  ketika brine keluar dari separator untuk diinjeksikan kembali ke perut bumi. Endapan silika menyumbat rekahan batuan tempat jalur lewatnya air, akibatnya kebutuhan debit air  sumber panas bumi terganggu. Konsentrasi silika terlarut dalam brine di PLTP Dieng 1400 mg/L, ketika terjadi penengendapan silika kinerja PLTP terganggu ditandai dengan menurunnya daya pembangkit yang dihasilkan.  Penanggulangan yang selama ini dilakukan adalah menampung terlebih dahulu  brine di kolam penampungan, membiarkannya untuk beberapa lama agar silikanya mengendap baru di injeksikan ke perut bumi. Tulisan ini melaporkan hasil penelitian perlakuan terhadap sampel brine yang diambil dari lapangan di PLTP Dieng dalam keadaan basa yang dilakukan di laboratorium. Tujuannya adalah mendapatkan pada kondisi pH berapa silika akan efektip mengendap yang kemudian kelarutannya tetap stabil. Selain itu dicari jenis inhibitor basa apa yang terbilang efektip untuk perlakuan ini. Langkah eksperimen yang dilakukan adalah mengambil sampel brine yang berada di Dieng. Pertama dilakukan pembuatan larutan kerja dari hasil pengenceran natrium metasilika yang diperlukan untuk pembuatan kurva standar absorbansi terhadap konsentrasi silika terlarut. Selanjutnya dilakukan pembuatan sampel brine dengan beberapa pengenceran dan diuji kandungan silika terlarutnya. Langkah berikutnya dilakukan pengkondisian lingkungan basa untuk brine yaitu dengan menambahkan basa kuat NaOH dan KOH untukeberapa nilai pH. Selanjutnya diukur kembali sifat kelarutan silikanya sebagai fungsi waktu. kemudian dilakukan pengujian dengan larutan reagen molibdosilikat, larutan HCl dan larutan asam oksalat. Konsentrasi silika d dalam sampel birne diperoleh melalui pengukuran absorbansi dengan menggunakan spektrofotometer UV/Vis pada panjang gelombang 410 nm. Berdasarkan hasil penelitian konsentrasi silika yang dalam brine yang keluar dari separator berkisar antara 1312,42 mg/L - 1330,89 mg/L. Kemudian dari hasil pengkondisian lingkungan basa di  pH 9, NaOH dapat menurunkan konsentrasi silika  49,12 %,  sedangkan pengkondisian lingkungan basa dengan KOH di nilai pH 9,5 dapat menurunkan konsentrasi silika 18,84 %.
Fabrikasi Sel Surya Tersensitisasi Dye dengan ZnO Nanorod sebagai Fotoanoda dan Material Spiro sebagai Hole Transport Material (HTM) Nurida, Afifah; Chintia, Ayunita; Sakkyananda, Sheila; Aprilia, Annisa; Susilawati, Tuti; Mulyana, Cukup; Safriani, Lusi
Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika Vol 1, No 02 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jiif.v1i02.11195

Abstract

Dalam penelitian ini, kombinasi antara oksida logam ZnO nanorod dan TiO2 mesopori telah berhasil digunakan sebagai fotoanoda pada sel surya tersensitisasi warna. Selain itu, untuk meningkatkan difusi muatan di dalam sel, digunakan spiro-TPD (N,N’- Bis-(3-methylphenyl)-N,N’-bis(phenyl)-9,9’-spirobifluorene) sebagai lapisan penghantar hole (HTM-hole transport material). Lapisan tipis ZnO dengan/tanpa aluminium (ZnO:Al seed layer (0 wt%, 0,5 wt% dan 1 wt%)) digunakan sebagai seed layer (lapisan penumbuh) dan dideposisikan di atas substrat FTO menggunakan teknik spin coating. Kemudian, ZnO nanorod ditumbuhkan di atas FTO/ZnO:Al seed layer menggunakan metode self-assembly dengan merendam FTO/ZnO:Al dalam larutan prekursor pada suhu 100°C selama 150 menit menggunakan oven elektrik. ZnO nanorod yang dihasilkan kemudian dikarakterisasi menggunakan SEM, dan hasil pengukurannya memperlihatkan bahwa  ZnO nanorod yang ditumbuhkan di atas FTO/ZnO:Al (0,5 wt%) memiliki diameter rata – rata yang terkecil sebesar 123 nm dan estimasi panjang sekitar 1,11 μm. Hasil spektrum XRD memperlihatkan bahwa seluruh sampel ZnO nanorod memiliki struktur heksagonal wurtzite dengan orientasi bidang hkl (002), dan memiliki ukuran bulir sekitar 15-25 nm. Kombinasi ZnO nanorod dan TiO2 mesopori digunakan sebagai fotoanoda pada DSSC dengan struktur FTO/ZnO:Al/ZnO nanorod/TiO2/ruthenizer 535-bis TBA-dye/Spiro-TPD/ mosalit/Pt/FTO.  Efisiensi tertinggi yang berhasil dicapai adalah 0,46% di bawah penyinaran 30 mW/cm2 dengan menggunakan ZnO:Al seed layer (0,5 wt%).
Capacitance-Based Tiren Chicken Meat Detector Glove as Chicken Meat Safety Solution in Indonesia Pratidina Iskandar, Rhegy; Adam Alfath, Muhammad; Mulyana, Cukup
Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika Vol 1, No 02 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jiif.v1i02.15356

Abstract

Banyak produk pangan Indonesia yang tidak aman untuk dikonsumsi sehingga dapat menimbulkan masalah kesehatan kepada konsumen. Salah satunya adalah daging ayam yang dijual di pasar tradisional. Daging ayam ini biasa tercampur dengan daging ayam tiren. Daging ayam tiren merupakan ayam yang mati tidak melalui proses penyembelihan yang benar sehingga darah mengendap di dalamnya dan mengandung uric acid yang merupakan racun berbahaya bagi kesehatan. Metode yang dilakukan dalam karya tulis ini adalah studi pustaka dan observasi lapangan. Perkembangan teknologi dapat diminimalisasi dengan dibuanya sebuah inovasi yaitu sarung tangan pendeteksi daging ayam tiren. Sarung tangan ini dirancang menggunakan alat sensor guna mendeteksi daging ayam tiren. Sarung ini terdiri dari 2 bagian utama yaitu bagian sensor dan indikator. Bagian sensor yang berupa probe tertanam di sebuah sarung tangan yang akan bersentuhan dengan daging. Nilai kapasitansi daging ayam tiren lebih besar dari daging ayam normal. Nilai kapasitansi daging nantinya akan terbaca oleh mikrokontroler dan dapat dibedakan nilai kapasitasnya. Sarung tangan akan menyentuh daging ayam, sehingga sensor akan memberikan sinyal yang menjadi input kapasitansi. Serta indikator akan memberikan respon warna lampu merah pada daging ayam yang positif tiren dan warna lampu hijau untuk daging ayam segar. Adanya sarung tangan ini maka permasalahan konsumen memperoleh daging ayam tiren dapat diminimalisasi, para pedagang yang menjual daging ayam tiren dapat diatasi, serta mencegah timbulnya masalah penyakit pada konsumen daging ayam di Indonesia