Munirwansyah Munirwansyah
Profesor Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk. Syeh Abdul Rauf No. 7, Darussalam Banda Aceh 23111

Published : 14 Documents
Articles

Found 14 Documents
Search

PENAMBAHAN SERBUK CANGKANG TELUR SEBAGAI BAHAN STABILISASI PADA TANAH LEMPUNG Munirwan, Reza Pahlevi; Munirwansyah, Munirwansyah; Marwan, Marwan
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.791 KB) | DOI: 10.24815/jts.v8i1.13496

Abstract

Perilaku tanah lempung sering menjadi masalah untuk konstruksi suatu bangunan. Salah satunya adalah perilaku kembang susut tanah lempung ketika dipengaruhi oleh kadar air yang sering juga mempengaruhi daya dukung tanah dalam menerima beban dari bangunan diatasnya. Serbuk cangkang telur (Egg Shell Powder) atau sering disingkat dengan ESP merupakan salah satu hasil limbah industri makanan yang kaya akan kalsium dan masih jarang untuk dipergunakan kembali (daur ulang). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dari penambahan ESP sebagai bahan stabilisasi terhadap nilai sifat-sifat fisis dan pemadatan pada tanah lempung. Pengambilan sampel tanah untuk uji laboratorium dilakukan di daerah Cot Bagie, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Menurut AASHTO tanah termasuk kedalam kategori A-7-5 (21) dan menurut USCS tanah adalah jenis OH (Organic High). Persentase pertambahan ESP yaitu sebesar 0%, 3%, 6% dan 9% terhadap berat kering tanah untuk pengujian laboratorium. Nilai pengujian Atterberg Limit secara umum mengalami peningkatan seiring dengan penambahan ESP. Sedangkan hasil pengujian proctor standard tanah asli didapat nilai OMC (Optimum Moisture Content) dan berat isi kering tanah (?dmaks) adalah 19.8% dan 1.367 gr/cm3. Secara umum tanah dengan campuran ESP dapat meningkatkan nilai kepadatan tanah jika dibandingkan dengan parameter pemadatan tanah asli tanpa campuran. Dengan demikian penggunaan ESP untuk stabilisasi tanah berdasarkan penelitian ini dapat meningkatkan daya dukung tanah menjadi lebih baik sehingga bermanfaat untuk konstruksi di lapangan.
KUAT TARIK ANGKER KANTILEVER DENGAN METODE PENDEKATAN JRC (STUDI KASUS JALAN KANTILEVER KM. 461+480 TAPAKTUAN) Jumaidi, Jumaidi; Munirwansyah, Munirwansyah; Saleh, Sofyan M.
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 3, Januari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5846.241 KB) | DOI: 10.24815/jts.v1i3.10010

Abstract

Abstract: The Tapaktuan-Bakongan is the national road access to the South-West part of Aceh. Topographically shows that the road consist of canyon and a very steep cliff, which will be impossible to build more infracstructure using either blasting or cut and fill method with heavy equipment. Referring to the situation, the study about anchor tensile strength, which is used in construction of road access expansion using cantilever method is conducted. The research methode is begin by collecting the real data which are Standard Penetration Test data (SPT) SNI 4153-2018 and tensile graund anchor proving test (Bristish Satndard 8081:1981) and geological data taken from SPT drilling data. Furthermore, the data involved N-SPT, Joint Roughness Coefficient (JRC), shear stress will be analyzed and yield loading test value. Finally, from the loading test value, the reseacher will evaluate the stability of tensile capacity and safety factor (SF) of ground anchor. From the data analysis obtained that rock mass of STA 1+ 280 or KM. 461 +480 geologically contain unrigid and very strong limestone with N-SPT value greater than 50 where the rock condition is solid concrete and could be crushed using blasting method. Five samples are taken from the 10 meters driling for the laboratory test and obtain the minimum compressive strength is 51,10 MPa and maximum is 103,89 MPa with JRC from 2 to 20. In addition, the rock quality designation (RQD) calculation yield the average stone quality is 60,8% which means the rock has medium quality. Ground anchor failure if the proving test over 80% UTS(ultimate tensile strength)   i.e. the load increment reaches 92,55% UTS or 54 MPa. Therefore, the proving test maximum capacity for ground anchor is 54 Mpa and safety factor is 1,85 which are suitable to geological condition research area.Abstrak: Ruas jalan Tapaktuan ? Bakongan merupakan ruas jalan nasional lintas Barat ? Selatan Aceh. Kondisi topografi ruas jalan terdiri dari tebing yang terjal dan lereng yang curam sehingga tidak memungkinkan dilaksanakan pelaksanaan kontruksi pembangunan/peningkatan dengan metode blasting (penggunaan bahan peledak) maupun metode cut and fill yang menggunakan alat-alat berat. Dari permasalahan tersebut dilakukan sebuah kajian mengenai kuat tarik angker yang digunakan pada pelaksanaan pembangunan pelebaran badan jalan dengan menggunakan metode kantilever untuk daerah dengan kondisi topograsi tebing yang terjal dan lereng yang curam. Metode yang diterapkan pada penelitian ini diawali dengan pengumpulan data riil yang meliputi data Standard Penetration Test (SPT) SNI 4153-2008 dan uji tarik proving test ground anchor (British Standard 8081:1981) dan data geologi yang dihasilkan dari data pengeboran SPT. Selanjutnya dari data-data yang diperoleh dilakukan analisis data yang meliputi analisis nilai N-SPT, Joint Roughnes Coefficient (JRC), gaya geser, yang menghasilkan angka loading test. Dari data hasil loading test dapat dievaluasi stabilitas kapasitas tarik dan safety factor (SF). Dari data analisis didapatkan bahwasanya kondisi geologi batuan di STA 1+ 280 atau KM. 461 + 480 terdiri dari batu gamping tidak lapuk dan sangat keras dan dapat dipecahkan dengan peledakan dengan nilai N-SPT lebih besar dari 50 dimana kondisi batuan sangat padat. Dari hasil pengeboran sepanjang 10 meter diambil lima sampel untuk di uji laboratorium dan diperoleh nilai compressive strength minimal 51,10 MPa dan maksimum 103,89 MPa dengan nilai JRC 2-20. Selain daripada itu hasil perhitungan rock quality designation (RQD) menunjukkan kualitas batuan pada lokasi kajian rata-rata 60,8% yang berarti kualitas batuannya adalah sedang. Ground anchor putus pada saat uji tarik proving test diatas pembebanan 80% UTS yaitu pembebanan sampai 92,55% UTS (ultimate tensile strength) atau sebesar 54 MPa. Dengan demikian kapasitas maksimum hasil uji tarik proving test ground anchor yaitu sebesar 54 MPa dengan faktor keamanan 1,85 sesuai dengan kondisi geologi daerah kajian.
Stabilization On Expansive Soil For Road-Subgrade For Geotechnic Disaster Approach Munirwansyah, Munirwansyah; Munirwan, Reza Pahlevi
International Journal of Disaster Management Vol 1, No 1 (2017): International Journal of Disaster Management
Publisher : TDMRC Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.867 KB)

Abstract

This research was conducted for Blang Dalam expansive clay is located in Pidie Jaya-Aceh, Sumatra-Indonesia, which is one of the embankment material used as road subgrade. Road construction use expansive clay soil for subgrade experiencing many damages. The damage of road construction is caused by low bearing capacity when water levels change, high soil plasticity results swelling experience and shrinkage during the rainy and dry season respectively. One method of expansive clay stabilization effort to increase the carrying capacity of the soil is a mixture of Lime Ca (OH)2. Lime mix percentage variation are; 3%, 6%, 9% and 12% of the dry weight of soil. The purpose of this research is to determine the effect of lime a stabilizing agent to the improvement of the physical and mechanical properties of expansive soil. The result of untreated soil for free swelling is 1.141 % and swelling pressure of 23.18 kPa. For treated soil-lime mixture of 3%, 6%, 9% and 12%, the free swelling value are 0.64 %, 0.47 %, 0.40 % and 0.23 % respectively. Moreover, swelling pressure values for lime variation of 3%, 6%, 9% and 12% are 15.44 kPa, 13.25 kPa, 10.51 kPa, and 9.79 kPa respectively. 12% of soil-lime results shows the most effective results of free swelling which decrease for 1.14% of untreated soil to 0.23% and swelling pressure value of 23.18 kPa for untreated soil decline to  9.79 kPa.
KAJIAN POTENSIAL LIKUIFAKSI AKIBAT GEMPA BERDASARKAN DATA SPT-N DI WILAYAH PROVINSI ACEH Munirwansyah, Munirwansyah; Yunita, Halida; Munirwan, Reza P.
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.245 KB)

Abstract

Provinsi Aceh merupakan wilayah yang rawan gempa. Gempa Aceh 26 Desember 2004 dan 7 Desember 2016 telah mengakibatkan terjadinya likuifaksi di beberapa tempat. Likuifaksi telah banyak menjadi penyebab dari kerusakan bangunan dan sarana infrastruktur. Sehingga perlu dikaji potensi likuifaksi di daerah pesisir yang banyak terdapat pemukiman penduduk, bangunan bertingkat dan infrastuktur. Kajian potensi likuifaksi menggunakan data N-SPT, dilakukan dengan menggunakan MetodeKishida (1969), Metode Whitman (1971), serta Metode Valera dan Donovan (1977). Magnitude gempa yang diterapkan adalah 6 SR, 8 SR dan 9 SR. Metode Kishida (1969) memberikan hasil bahwa untuk magnitude gempa 6 SR, 8 SR dan 9 SR tidak berpotensi likuifaksi pada lapisan 3m – 21m. (1971) pada magnitude gempa 6 SR tidak mengalami likuifaksi pada tiap lapisan tanah. Sedangkan Metode Valera dan Donovan (1977) semua lapisan tanah mengalami likuifaksi pada setiap magnitude gempa kecuali pada kedalaman 3m. Gabungan dari ketiga metode di atas memberikan hasil bahwa seluruh lapisan berpotensi likuifaksi kecuali pada lapisan 3 m dengan magnitude gempa 6 SR Dengan demikian pembangunan gedung dan infrastruktur di daerah Pesisir Utara Aceh Provinsi Aceh perlu didahului dengan usaha perbaikan tanah untuk mengantisipasi fenomena likuifaksi.
KAJIAN KESTABILAN LERENG GALIAN TAMBANG TERBUKA BERDASARKAN ASPEK GEOTEKNIK DAN KESELAMATAN KERJA (STUDI KASUS PERTAMBANGAN BATUBARA PT. MIFA BERSAUDARA DI KECAMATAN MEUREBO KABUPATEN ACEH BARAT) Febrianti, Dian; Munirwansyah, Munirwansyah; Yunita, Halida
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Januari 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8637.944 KB)

Abstract

Abstract : Accident caused by the instability of slope have an impact on the safety of mineworkers, equipment, company, and the environment. That may lead to a loss of company and hinder the production process of minerals. This research is conducted to assess the stability of the slope in the coalmines excavations located in the excavated area Pit B at the area of Desa Sumber Batu, Meurebo District, West Aceh which is owned by PT Mifa Bersaudara. This research uses two methods for comparison, those are Limit Equilibrum calculated manually, and Plaxis with computing system aimed to describe the pattern of slope collapse. The use of both methods may solve the problem of slope stability easily and accurately to meet the security requirements of slope stability. In this research, there are two variants of model that is a variant of shear angle (?) and variant of cohesion (c). The results of analysis by using LEM (Limit Equilibrum) and Plaxis program on slope excavation of coalmine produce two variants of model namely shear angle variant (?) and variant of cohesion (c).the shear angle variant model shows that the smaller the slope angle of escarpment (?), then the value of safety factor obtained will be greater. While the result of analysis by using variant cohesion shows that the smaller the angle of slope of the escarpment, the value of safety factor will also be greater. The conclusion derived from this research is that the planning of an open pit excavation, the angle of slope of escarpment should be made as declivitous as possible to reduce the slide of the slope excavation Abstrak: Kecelakaan yang diakibatkan oleh ketidakstabilan lereng akan berdampak pada keselamatan pekerja, peralatan, perusahaan dan lingkungan. Hal ini dapat menyebabkan kerugian bagi perusahaan dan menghambat proses produksi bahan galian. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kestabilan lereng galian tambang batubara yang terletak di area galian Pit B di wilayah Desa Sumber Batu, Kecamatan Meurebo, Kabupaten Aceh Barat milik PT Mifa Bersaudara. Pada penelitian ini menggunakan dua metode sebagai pembanding yaitu metode LEM (Limit Equilibrum) yang dihitung secara manual dan Plaxis dengan sistim komputasi. Penggunaan kedua metode tersebut telah memberikan kemudahan dan keakuratan dalam pemecahan masalah kestabilan lereng untuk memenuhi persyaratan keamanan kestabilan lereng. Pada penelitian ini terdapat dua varian pemodelan yaitu varian sudut geser (?) dan varian kohesi (c). Pada pemodelan varian sudut geser (?) memberikan hasil bahwa semakin kecil sudut kemiringan lereng (?) maka nilai faktor keamanan yang diperoleh akan semakin besar, begitu juga pada varian kohesi (c) semakin kecil sudut kemiringan lereng (?) maka nilai faktor keamanan yang didapat akan semakin besar. Kesimpulan yang dapat di ambil dari penelitian ini adalah dalam perencanaan galian tambang terbuka sudut kemiringan pada lereng dibuat selandai mungkin untuk mengurangi kelongsoran pada lereng galian.
ANALISIS PENYEBAB KETERLAMBATAN PELAKSANAAN PROYEK DITINJAU DARI WAKTU PELAKSANAAN DI PROVINSI ACEH Sulaiman, Muhammad; Munirwansyah, Munirwansyah; Azmeri, Azmeri
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Special Issue, Nomor 2, Desember 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.957 KB)

Abstract

Abstract: Construction of construction projects throughout the region continues to be developed for the creation of facilities that can be utilized by the community. If you look at the current phenomenon, there are many construction projects in various areas experiencing problems, namely the occurrence of delays in the construction process of construction projects. Project delays occur almost every year and this results in substantial losses for service users and service providers both financially and in time. The research method using qualitative quantitative descriptive technique, while the sample of research by using purposive sampling is a determination technique with considerations that meet the criteria that understand about construction techniques and understand the problems that occur. The research instrument is a closed questionnaire with the processing of each respondent's answer using Likert scale. Data processing uses reliability analysis, validity and frequency index analysis. The results of this analysis is known to cause delay in implementation of each project is the aspect of the delay of the 1st auction with the value of the index frequency of 0.95, the time aspect of the implementation of the rank 2 of the 0.91 index frequency, and the implementation aspect of the late 3 ranking of the index frequency value 0.90. The study of the causes of the delay in the implementation of this project is suggested to the parties involved in the construction in order to be more concerned about the factors that may affect the implementation of project work so that things that are not expected such as delay in project implementation can control the project delays effectively and efficiently.Abstrak: Pembangunan proyek konstruksi di seluruh daerah terus dikembangkan agar terciptanya fasilitas-fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Jika dilihat fenomena yang terjadi saat ini, masih banyak proyek konstruksi di berbagai daerah mengalami permasalahan, yaitu terjadinya keterlambatan dalam proses pembangunan proyek konstruksi. Keterlambatan proyek hampir terjadi setiap tahun dan ini mengakibatkan kerugian yang besar bagi pengguna jasa dan penyedia jasa baik dari segi finansial maupun waktu. Metode penelitian menggunakan teknik deskriptif kuantitatif  kualitatif, sedangkan sampel penelitian dengan menggunakan purposive sampling yaitu teknik penentuan dengan pertimbangan yang memenuhi kriteria-kriteria yang mengerti tentang teknik konstruksi dan paham dengan permasalahan yang terjadi. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang bersifat tertutup dengan pengolahan setiap jawaban responden menggunakan skala likert. Pengolahan data menggunakan analisis reliabilitas, validitas dan analisis frequency index. Hasil analisis ini diketahui penyebab keterlambatan pelaksanaan proyek masing-masing adalah aspek terlambatnya lelang rangking 1 dengan nilai frekuensi indek 0,95, aspek waktu pelaksanaan rangking 2 nilai frekunsi indek 0,91, dan aspek pelaksanaan terlambat rangking 3 nilai frekunsi indek 0,90. Kajian penyebab keterlambatan pelaksanaan proyek ini disarankan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam konstruksi agar dapat lebih memperhatikan lagi faktor-faktor yang dapat berpengaruh dalam pelaksanaan pekerjaan proyek agar hal-hal yang tidak diharapkan seperti keterlambatan pelaksanaan proyek dapat mengendalikan keterlambatan proyek secara efektif dan efisien.
INTERPRETASI BEARING LAYER (KONTUR LAPISAN TANAH KERAS) DI BAWAH PERMUKAAN DENGAN PROGRAM SURFER (KECAMATAN : SYIAH KUALA – ULEE KARENG – KUTA ALAM) Munirwansyah, Munirwansyah; Sundary, Devi; Nugraha, Gartika Setiya
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.375 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to locate the bearing layer below the ground surface at the location of Kuala Shiite district, sub-district and district Ulee Kareng Kuta Alam. The data used is the Cone Penetration Test (CPT) were obtained from the laboratory of Soil Mechanics. The number of points is 38 points sondir. The location coordinates of the point of data collection in the field research carried out by using GPS (Global Positioning System) and the tool is the only satellite navigation system that is functioning properly. Data processing was performed using the surfers. Surfer is one of the software that is used for the manufacture of contour maps and three-dimensional modeling based on the grid, this software is a XYZ plotting tabular data into pieces of irregular rectangular dots (grid) is irregular. Grid is a series of vertical and horizontal lines in a rectangular surfer and used as the basis for forming a three- dimensional contour and surface. The vertical and horizontal lines have points of intersection. At this intersection point Z value is stored in the form of point heights or depths. Gridding is the process of formation of a regular series of Z values from a data is XYZ. The results of this study can be used for buildings or other infrastructure planning in the transition area and the mainland city of Banda Aceh. To determine the subgrade layer (bearing stratum), for building simple to use subsoil with qc = 0-10 kg/cm2. For buildings with load being able to use a layer of soil with qc = 10-50 kg/cm2. For buildings with a large load, it can use a layer of soil with 50-120 kg/cm2 and qc = qc = 120 kg/cm2. This study provides further information about the subsoil to the planner for bearing pile foundation stratum in order to match the load.Keywords : Bearing Layer, Cone Penetration Test, grid, surface, bearing stratum, contour.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mencari letak bearing layer di bawah permukaan tanah pada lokasi Kecamatan Syiah Kuala, Kecamatan Ulee Kareng, dan Kecamatan Kuta Alam. Data yang digunakan adalah data Cone Penetration Test (CPT) yang diperoleh dari laboratorium Mekanika Tanah. Adapun jumlah titik sondir adalah 38 titik. Pengambilan data letak koordinat titik penelitian di lapangan dilakukan dengan menggunakan GPS (Global Positioning System) dan alat ini satu-satunya sistem navigasi satelit yang berfungsi dengan baik. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program surfer. Surfer merupakan salah satu perangkat lunak yang digunakan untuk pembuatan peta kontur dan pemodelan tiga dimensi yang berdasarkan pada grid. Perangkat lunak ini merupakan plotting data tabular XYZ tak beraturan menjadi lembar titik-titik segi empat (grid) yang beraturan. Grid adalah serangkaian garis vertikal dan horizontal yang dalam surfer berbentuk segi empat dan digunakan sebagai dasar pembentuk kontur dan surface tiga dimensi. Garis vertikal dan horizontal ini memiliki titik-titik perpotongan. Pada titik perpotongan ini disimpan nilai Z yang berupa titik ketinggian atau kedalaman. Gridding merupakan proses pembentukan rangkaian nilai Z yang teratur dari sebuah data XYZ. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan untuk perencanaan gedung atau infrastruktur lainnya di daerah daratan dan transisi kota Banda Aceh. Untuk menentukan lapisan tanah dasar (bearing stratum), untuk bangunan sederhana menggunakan lapisan tanah dengan qc = 0-10 kg/cm2. Untuk bangunan dengan beban sedang dapat menggunakan lapisan tanah dengan qc = 10-50 kg/cm2. Untuk bangunan dengan beban besar maka dapat menggunakan lapisan tanah dengan qc = 50-120 kg/cm2 dan qc ? 120 kg/cm2. Penelitian ini memberikan informasi lebih lanjut tentang lapisan tanah kepada perencana untuk bearing stratum agar dapat ditumpukan fondasi sesuai dengan beban.Kata kunci : Bearing Layer, Cone Penetration Test, grid, surface,lapisan tanah dasar, kontur
DAMPAK PENAMBAHAN KAPUR PADA TANAH LEMPUNG EKSPANSIF TERHADAP NILAI CBR TANAH DASAR KONSTRUKSI JALAN Syawal, Syawal; Munirwansyah, Munirwansyah; Saleh, Sofyan M.
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 6, No 1 (2016): Volume 6, Nomor 1, September 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.717 KB)

Abstract

Abstract: Road construction used expansive clay soil as subgrade had experienced many damages. Expansive clay soil taken from Glee Geunteng, Peukan Bada Subdistrict, Aceh Besar District is one of the embankment material used as road subgrade around Banda Aceh and Aceh Besar. The purpose of this study was to determine the effect of a mixture of extinguished Ca(OH)2 lime as a stabilizing agent of expansive clay soil toward physical and mechanical properties improvement to increase the CBR value. The method used was a laboratory test according to several ASTM standards. The results of the study from original soil, it was known unsoked CBR value of 4.93% and the soaked CBR value of 3.09% with a swelling value of 5.01%. The test results after stabilization with a mixture of lime 3%, 6%, 9% and 12%, unsoked CBR value increased respectively 9.59%, 14.85%, 17.48%, 18.45%, and for the value of soaked CBR value was also increased respectively 5.11%, 7.52%, 8.97% and 10.43%. While the swelling value was reduced respectively to 3.05%, 2.21%, 1.49% and 0.87%.Keywords : Expansive Soil, Plasticity Index, Lime Stabilization, Compaction, CBR.Abstrak: Konstruksi jalan yang memakai tanah lempung ekspansif sebagai tanah dasar ternyata mengalami banyak kerusakan. Tanah lempung ekspansif yang berasal dari Glee Geunteng Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar merupakan salah satu material timbunan yang digunakan sebagai subgrade jalan sekitar Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh campuran kapur padam Ca(OH)2 sebagai bahan stabilisasi tanah lempung ekspansif terhadap perbaikan sifat-sifat fisis dan mekanis untuk meningkatkan nilai CBR. Metode yang digunakan adalah uji coba di laboratorium menurut beberapa standar ASTM. Hasil penelitian tanah asli diketahui nilai CBR tanpa rendaman sebesar 4,93% dan nilai CBR rendaman sebesar 3,09% dengan nilai pengembangan sebesar 5,01%. Hasil pengujian setelah dilakukan stabilisasi dengan campuran kapur 3%, 6%, 9% dan 12%, nilai CBR tanpa rendaman terjadi peningkatan masing-masing 9,59%, 14,85%, 17,48%, 18,45%, dan untuk nilai CBR terendam juga terjadi peningkatan masing-masing 5,11%, 7,52%, 8,97% dan 10,43%. Sedangkan nilai pengembangan tereduksi masing-masing menjadi 3,05%, 2,21%, 1,49% dan 0,87%.Kata kunci : Tanah Ekspansif, Indeks Plastisitas, Stabilisasi Kapur, Pemadatan, CBR.
ANALISIS HKRITIS TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH DASAR D. Nasution, Lutfi; Munirwansyah, Munirwansyah; Saleh, Sofyan M.
Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan (Journal of Archive in Civil Engineering and Planning) Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan
Publisher : Prodi Magister Teknik Sipil Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.914 KB) | DOI: 10.24815/jarsp.v1i2.10940

Abstract

The addition of the existing heap on the ground interface will affect the ability of subgrade to accept the burden of the embankment and other charges on it. The inability of subgrade in accepting the load will result in a decrease in the vertical deformation and collapse. The analysis was conducted on the National Roads Banda Aceh-Medan KM. 83 + 135 of the Seulawah. The purpose of this study is to analyze whether the brunt of the height of the pile (H Critical) have exceeded the carrying capacity of the subgrade. The analysis was performed by using Plaxis software. The implementation method used in the analysis based on the modeling of the pile height variations by reducing the height of the pile with a certain interval gradually until a critical height (H Critical) heap that causes the achievement of maximum decrease of 2.5 cm. The modeling result demonstrates that when the consolidation of the soil embankment on condition of Hheap soil = 6 m, Hheap soil= 5.4 m, Hheap soil = 4.8 m could able to reduce the height of the soil embankment by 10%, 20%, and 30%, and considered in an unsafe condition. While when the soil embankment consolidation reduce by 40% (H heap soil = 3.6 m) showing in a safe condition. This result shows that the forces acting on the pile-soil could not hold the load so that the interface is about to collapse.
ANALISIS STABILITAS LERENG MENGGUNAKAN SOFTWARE PLAXIS 8.6 DENGAN DINDING PENAHAN TANAH (RETAINING WALL) (STUDI KASUS RUAS JALAN NASIONAL BANDA ACEH-MEDAN STA 83+135 GUNUNG SEULAWAH) Wihardi, Wihardi; Munirwansyah, Munirwansyah; Saleh, Sofyan M.
Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan (Journal of Archive in Civil Engineering and Planning) Vol 1, No 3 (2018): Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan
Publisher : Prodi Magister Teknik Sipil Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.141 KB) | DOI: 10.24815/jarsp.v1i3.11768

Abstract

Road infrastructure is very important and is a key enabler for the economy. If the road infrastructure was damaged or had various problems such as sliding, the movement of goods and passengers will be hampered and delayed to the acceleration of development in the local area. The landslide and movement of groundwater is a problem that often occurs repeatedly on some streets. Therefore, it is necessary to study the strengthening of the slopes at the bottom of the road construction with retaining wall. This study aims to analyze slope stability by getting numbers Safety Factor (FK). The analysis is used to analyze the stability of slopesusing the finite element method with the help of software Plaids, The scope of this review includes the calculation of slope stability at the national road from Banda Aceh - Medan Sta. 83 + 185 Mount Selawah. The results of slope stability analysis on the existing condition by using Plaxis software at the point of a review is not safe (FK <1.25). Thus, it is done handling the retaining wall, installation of anchors. Based on the analysis of slope stability after being given the strengthening of the slopes with a retaining wall and the installation of anchors using Plaxis software under the influence of traffic load in an unsafe condition (FK <1.25). Then additional handling is done by changing the angle of the slope so that the value of the safety factor (FK)> 1.25.