Ummu Muntamah
Akademi Keperawatan Ngudi Waluyo Ungaran

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

HUBUNGAN PERSEPSI MAHASISWA TENTANG MUTU PELAYANAN PENDIDIKAN DAN MOTIVASI MENGIKUTI PROSES BELAJAR MENGAJAR DI AKADEMI KEPERAWATAN NGUDI WALUYO Muntamah, Ummu
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.031 KB)

Abstract

Fenomena yang terjadi di Akper Ngudi Waluyo Ungaran menunjukkan ada kecenderungan  kurangnya motivasi belajar, terlihat dari sikap siswa yang kurang menyenangi suatu mata ajartertentu, sering datang terlambat, tidak mengerjakan tugas yang diberikan dosen, acuh tak acuhpada saat proses pembelajaran, mahasiswa belajar tanpa persiapan dan kurang aktif dalampembelajaran. Diprediksikan, berkaitan dengan persepsi mahasiswa tentang mutu pelayananpendidikan yang kurang baik. Variabel yang diteliti ada dua yaitu persepsi mahasiswa tentangmutu pelayanan pendidikan sebagai variabel bebas dan motivasi belajar sebagai variabelterikat. Metode penelitian yang digunakan adalah explanatory research. Data diambil dengandengan cara pengisian kuesioner oleh mahasiswa, kemudian dilakukan triangulasi data denganmelakukan wawancara dengan pudir I bidang akademik, ka.sub.bag administrasi,laboratorium, perpustakaan dan bimbingan konseling. Data yang diperoleh dianalisismenggunakan analisis regresi.  Hasil penelitian menunjukkan motivasi mahasiswa untukmengikuti proses belajar mengajar dalam kategori baik sebanyak 78,7%, variabel yang palingdominan yang menjadi prediktor terjadinya peningkatan motivasi adalah mutu pelayanan dosenhal ini berdasarkan hasil penelitian p value 0.003 dan nilai OR/exp (B) 10.61. Variabel yangberhubungan dengan motivasi mengikuti proses belajar mengajar adalah mutu pelayanandosen, materi, perpustakaan dan laboratorium.  Sedangkan variabel yang tidak berhubunganadalah mutu pelayanan administrasi, bimbingan dan konseling.Kata Kunci : Persepsi mutu pelayanan pendidikan, motivasi mengikuti proses belajar mengajar
PERSEPSI MAHASISWA TENTANG MUTU PELAYANAN PENDIDIKAN DAN MOTIVASI MENGIKUTI PROSES BELAJAR MENGAJAR Muntamah, Ummu; Pietojo, Harbandinah; Widagdo, Laksmono
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 7, No. 2, Agustus 2012
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.147 KB) | DOI: 10.14710/jpki.7.2.109-115

Abstract

Fenomena yang terjadi di Akper Ngudi Waluyo Ungaran menunjukkan ada kecenderunganprestasi belajar siswa masih jauh dari standart, yang disebabkan oleh kurangnya motivasibelajar, terlihat dari sikap siswa yang kurang menyenangi suatu mata ajar tertentu, seringdatang terlambat, tidak mengerjakan tugas yang diberikan dosen, acuh tak acuh pada saatproses pembelajaran, mahasiswa belajar tanpa persiapan dan kurang aktif dalam pembelajaran.Diprediksikan, berkaitan dengan persepsi mahasiswa tentang mutu pelayanan pendidikan yangkurang baik. Metode penelitian yang digunakan adalah explanatory research. Data diambildengan dengan cara pengisian kuesioner oleh mahasiswa, kemudian dilakukan triangulasi datadengan melakukan wawancara dengan pudir I bidang akademik, ka.sub.bag administrasi,laboratorium, perpustakaan dan bimbingan konseling. Data yang diperoleh dianalisismenggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan motivasi mahasiswa untukmengikuti proses belajar mengajar dalam kategori baik sebanyak 78,7%, variabel yang palingdominan yang menjadi prediktor terjadinya peningkatan motivasi adalah mutu pelayanan dosen.Kata Kunci : Persepsi, mutu pelayanan pendidikan, motivasi, proses belajar mengajar the student?s perception about the the quality of education service and the motivation?s tojoin studying process at Ngudi Waluyo Nursing academy; Phenomenon that happened atNgudi Waluyo Nursing Academy show the tendency of the students?s achievement was understandard. It was caused by the student?s motivation to study was still low, could be seen fromtheir attitude that dislike in one of their subject, often came late, didn?t do their work, didn?tpay attention in class, didn?t prepare and wasn?t active in their learning. It?s predicted anyrelation with the student?s perception about the quality of education service wasn?t good.There were two variable: the student?s perception about the quality of education service asindependent variable and the student?s motivation to study as dependant varibale. The researchmethod was explanatory research. The date used quesionare and then done triagulation bydeep interview with the first vice of director academic affair, the head of academicadminitration, the head of laboratory, librarian and coucellor. Analysed data used regressionanalyze. The result show that the student?s motivation to join studying process in good categorywas 78,7 %, dominant variable as predictor the occurance of increasing motivation was thequality of the lecturer service.Key words : perception, quality of education service, motivation, studying process.
ANALISIS PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PRAKTIK LABORATORIUM BERDASARKAN TARGET KOMPETENSI TERHADAP PENINGKATAN SKILL PADA MATA AJAR KEPERAWATAN GAWAT DARURAT DAN MANAJEMEN BENCANA Muntamah, Ummu
Proceedings Education and Language International Conference Vol 1, No 1 (2017): Proceedings of Education and Language International Conference
Publisher : Proceedings Education and Language International Conference

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.955 KB)

Abstract

This Research aim to prove that usage of conceptual method in tuition practice nursing clinical can improve attainment of competence practice seen nursing laboratory from make-up of value pass of student. This research use experiment quasi design (sham experiment) which take location in Ngudi Waluyo University Diploma III of Nursing. Population in this research is student of  diploma III which nursing laboratory practice amount to 40 one who divided to become 2 group that is guided experiment group with competention target method and comparator group (control) guided with conventional method (demonstration method). Intake of sample done with samplingpurposive. Data collecting done by test laboratory practice after given by treatment. Data analysis done by making tabulation and processed by using formula of mean and done by calculation of frequency distribution presentation. Hereinafter to know value influence of usage of conceptual method of nursing laboratory tuition to attainment of interest done with statistical test t. Result of analysis indicate that test value practice higher experiment group than comparator group (control). The result shown with test of t where got by result -tcalculate (-5,390) < -ttables (-2,093) meaning statistically there are difference which significant between competition target. Keyword : competention target method, conventional (demonstration)  method, competence
Gambaran Tingkat Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Makanan Pendamping Asi (Mp-Asi) pada Usia 6 Bulan Sampai 2 Tahun di Dusun Sleker Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang Muntamah, Ummu; Haryani, Siti
Jurnal Keperawatan Anak Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makanan pendamping ASI merupakan makanan peralihan dari ASI ke makanan keluarga. Pengenalan dan pemberian makanan pendamping ASI harus dilakukan secara bertahap baik bentuk maupun jumlahnya, sesuai dengan kemampuan pencernaan bagi anak. Pemberian makanan pendamping ASI yang cukup kualitas dan kuantitasnya penting untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan a pada perkembangan bayi. Berdasarkan studi pendahuluan, dari 10 ibu yang mempunyai anak usia 6 bulan sampai 2 tahun telah diwawancarai, 2 ibu penetahuan baik sedangkan 3 ibu pengetahuan cukup dan 5 ibu pengetahuan kurang. Tujuan Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang MP-ASI pada usia 6 bulan sampai 2 tahun di Dusun Sekler Desa Kopeng Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang . Penelitian ini merupakan penellitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai anak usia 6 bulan sampai 2 tahun yang bertempat tinggal di dusun sekler dengan teknik pengambilan Total sampling, alat pengukuran data berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan. Analisa menggunakan analisa univariat Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar tingkat pengetahuan ibu tentang makanan pendamping ASI pda usia 6 bulan sampai 2 tahun Di Dusun Sleker Desa Kopeng adalah pengetahuan baik yang berjumlah 17 orang (53,3%), pengetahuan cukup dengan 10 orang (33,3%), pengetahuan kurang 4 orang (13,3%). Saran untuk pelayanan kesehatan di Desa dapat dijadikan sebagai masukan dalam meningkatkan pengetahuan pada ibu di desa Kopeng tentang pengetahuan ibu tentang makanan pendamping ASI pada usia 6 bulan sampai 2 tahun Di Dusun Sleker Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang, sehingga meningkatkan citra pelayanan kesehatan di desa kopeng.
Pengaruh Pemberian Air Rebusan Seledri Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Dusun Gogodalem Barat Arie, Ni Nengah Mini; Muntamah, Ummu; Trimawati, Trimawati
Jurnal Keperawatan Komunitas Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan Komunitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Komunitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi atau yang sering disebut tekanan darah tinggi adalah tekanan darah peristen dimana tekanansistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diastoliknya diatas 90 mmHg. Seledri (Apium graveolens L)merupakan salah satu dari jenis terapi herbal untuk menangani penyakit hipertensi. seledri memilikikandungan apigenin yang sangat bermanfaat untuk mencegah penyempitan pembuluh darah dan tekanandarah tinggi. Selain itu, seledri juga mengandung flavonoid, vitamin C, apiin, kalsium, dan magnesiumyang dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Penelitian ini menggunakan experiment onegrouppre-post tes design. Sampel yang diambil sebanyak 10 orang penderita hipertensi yang ada diDusun Gogodalem Barat dengan teknik pengambilan sampel yaitu secara simple random sampling.Instrument pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sphygmomanometer air raksa,stetoskop dan lembar tabulasi. Analisa data dilakukan dengan bantuan software SPSS denganmenggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan uji wilcoxon didapatkan nilai Z hitung untuktekanan darah sistole sebesar -2,911 dengan p-value sebesar 0,004. Oleh karena p-value 0,004 <  (0,05),dan Z hitung untuk tekanan darah diastole sebesar -2,000 dengan p-value 0,046 . Oleh karena kedua pvaluetersebut < α (0,05) maka Ho ditolak. Hal ini disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikanpemberian air rebusan seledri terhadap penurunan tekanan darah baik sistole maupun diastole pada lansiapenderita hipertensi di Dusun Gogodalem Barat.
Pengaruh Pemberian Air Rebusan Seledri Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Dusun Gogodalem Barat Arie, Ni Nengah Mini; Muntamah, Ummu; Trimawati, Trimawati
Jurnal Keperawatan Komunitas Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan Komunitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Komunitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi atau yang sering disebut tekanan darah tinggi adalah tekanan darah peristen dimana tekanansistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diastoliknya diatas 90 mmHg. Seledri (Apium graveolens L)merupakan salah satu dari jenis terapi herbal untuk menangani penyakit hipertensi. seledri memilikikandungan apigenin yang sangat bermanfaat untuk mencegah penyempitan pembuluh darah dan tekanandarah tinggi. Selain itu, seledri juga mengandung flavonoid, vitamin C, apiin, kalsium, dan magnesiumyang dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Penelitian ini menggunakan experiment onegrouppre-post tes design. Sampel yang diambil sebanyak 10 orang penderita hipertensi yang ada diDusun Gogodalem Barat dengan teknik pengambilan sampel yaitu secara simple random sampling.Instrument pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sphygmomanometer air raksa,stetoskop dan lembar tabulasi. Analisa data dilakukan dengan bantuan software SPSS denganmenggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan uji wilcoxon didapatkan nilai Z hitung untuktekanan darah sistole sebesar -2,911 dengan p-value sebesar 0,004. Oleh karena p-value 0,004 <  (0,05),dan Z hitung untuk tekanan darah diastole sebesar -2,000 dengan p-value 0,046 . Oleh karena kedua pvaluetersebut < α (0,05) maka Ho ditolak. Hal ini disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikanpemberian air rebusan seledri terhadap penurunan tekanan darah baik sistole maupun diastole pada lansiapenderita hipertensi di Dusun Gogodalem Barat.
Pengembangan Media Sosial sebagai New Media Informatif sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang HIV-AIDS Muntamah, Ummu; Ismiryam, Fiktina Fivri
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.32 KB)

Abstract

This research is based on the still high incidence of HIV-AIDS in Indonesia. Until now HIV-AIDS cases have been reported by 341 of 497 districts / cities in 33 provinces. In addition, Indonesia is one of the countries in Asia with the fastest growing HIV / AIDS epidemic. Based on the results of the Review of HIV / AIDS workshop, problems were found that 1) the institution was not optimal and the coordination was weak and institutional networks that deal with HIV / AIDS prevention and control, 2) lack of access to quality services, 3) lack of strategies and methods of communication, information and the right education (IEC) about HIV / AIDS. These factors have caused lack of knowledge about HIV-AIDS.This research has a long-term goal of developing social media as New Informative Media to increase knowledge about HIV-AIDS, so that efforts to increase the incidence of HIV-AIDS can be prevented, especially in adolescents. The method that will be used is action research.This method implemented in two stages. The first phase conducted research on the condition and level of understanding of teenager  about HIV-AIDS and the development of social media that can be delivered in an interesting and informative manner. Specific targets to be achieved in this first phase include: 1) knowing the description of youth knowledge about HIV-AIDS, 2) developing social media forms as an informative medium about HIV-AIDS.The second phase of this research will be the implementation to implement and test the application of the effectiveness of the use of social media in adolescents about HIV-AIDS information. The specific targets that are expected in this second phase include: 1) knowing the response of adolescents to social media as a new media tested, 2) analyzing the results of social media implementation trials, 3) compiling the final social media model about HIV-AIDS, 4) publishing the results of research into local scientific journals that have ISSN or accredited national scientific journals, 5) drafting teaching materials on social media. The results showed that as many as 45.5% of teenagers used the internet 2-3 days, with online duration of more than 4 hours (34.8%), most of the facilities used for internet access using mobile phones (85.2%), while Social media used by teenagers is instagram (25.5%), and whatsapp (23.4%). The type of information opened when the client is an article (35.9%), as well as video (31.3%). Youth knowledge about HIV-AIDS before informational exposure were good (50.2%) and there was an increase in knowledge by 37% using paired sample t test 92-tailed sig. Scores of 0,000 <0.005 after being given health education about HIV-AIDS in adolescents.
Pengaruh Pemberian Air Rebusan Seledri Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Dusun Gogodalem Barat Arie, Ni Nengah Mini; Muntamah, Ummu; Trimawati, Trimawati
Jurnal Keperawatan Komunitas Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan Komunitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Komunitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi atau yang sering disebut tekanan darah tinggi adalah tekanan darah peristen dimana tekanansistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diastoliknya diatas 90 mmHg. Seledri (Apium graveolens L)merupakan salah satu dari jenis terapi herbal untuk menangani penyakit hipertensi. seledri memilikikandungan apigenin yang sangat bermanfaat untuk mencegah penyempitan pembuluh darah dan tekanandarah tinggi. Selain itu, seledri juga mengandung flavonoid, vitamin C, apiin, kalsium, dan magnesiumyang dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Penelitian ini menggunakan experiment onegrouppre-post tes design. Sampel yang diambil sebanyak 10 orang penderita hipertensi yang ada diDusun Gogodalem Barat dengan teknik pengambilan sampel yaitu secara simple random sampling.Instrument pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sphygmomanometer air raksa,stetoskop dan lembar tabulasi. Analisa data dilakukan dengan bantuan software SPSS denganmenggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan uji wilcoxon didapatkan nilai Z hitung untuktekanan darah sistole sebesar -2,911 dengan p-value sebesar 0,004. Oleh karena p-value 0,004 < ? (0,05),dan Z hitung untuk tekanan darah diastole sebesar -2,000 dengan p-value 0,046 . Oleh karena kedua pvaluetersebut < ? (0,05) maka Ho ditolak. Hal ini disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikanpemberian air rebusan seledri terhadap penurunan tekanan darah baik sistole maupun diastole pada lansiapenderita hipertensi di Dusun Gogodalem Barat.
Pengaruh Pemberian Air Rebusan Seledri Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Dusun Gogodalem Barat Arie, Ni Nengah Mini; Muntamah, Ummu; Trimawati, Trimawati
Jurnal Keperawatan Komunitas Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan Komunitas
Publisher : Jurnal Keperawatan Komunitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi atau yang sering disebut tekanan darah tinggi adalah tekanan darah peristen dimana tekanansistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diastoliknya diatas 90 mmHg. Seledri (Apium graveolens L)merupakan salah satu dari jenis terapi herbal untuk menangani penyakit hipertensi. seledri memilikikandungan apigenin yang sangat bermanfaat untuk mencegah penyempitan pembuluh darah dan tekanandarah tinggi. Selain itu, seledri juga mengandung flavonoid, vitamin C, apiin, kalsium, dan magnesiumyang dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Penelitian ini menggunakan experiment onegrouppre-post tes design. Sampel yang diambil sebanyak 10 orang penderita hipertensi yang ada diDusun Gogodalem Barat dengan teknik pengambilan sampel yaitu secara simple random sampling.Instrument pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sphygmomanometer air raksa,stetoskop dan lembar tabulasi. Analisa data dilakukan dengan bantuan software SPSS denganmenggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan uji wilcoxon didapatkan nilai Z hitung untuktekanan darah sistole sebesar -2,911 dengan p-value sebesar 0,004. Oleh karena p-value 0,004 < ? (0,05),dan Z hitung untuk tekanan darah diastole sebesar -2,000 dengan p-value 0,046 . Oleh karena kedua pvaluetersebut < ? (0,05) maka Ho ditolak. Hal ini disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikanpemberian air rebusan seledri terhadap penurunan tekanan darah baik sistole maupun diastole pada lansiapenderita hipertensi di Dusun Gogodalem Barat.
Gambaran Tingkat Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Makanan Pendamping Asi (Mp-Asi) pada Usia 6 Bulan Sampai 2 Tahun di Dusun Sleker Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang Muntamah, Ummu; Haryani, Siti
Jurnal Keperawatan Anak Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan Anak
Publisher : Jurnal Keperawatan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makanan pendamping ASI merupakan makanan peralihan dari ASI ke makanan keluarga. Pengenalan dan pemberian makanan pendamping ASI harus dilakukan secara bertahap baik bentuk maupun jumlahnya, sesuai dengan kemampuan pencernaan bagi anak. Pemberian makanan pendamping ASI yang cukup kualitas dan kuantitasnya penting untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan a pada perkembangan bayi. Berdasarkan studi pendahuluan, dari 10 ibu yang mempunyai anak usia 6 bulan sampai 2 tahun telah diwawancarai, 2 ibu penetahuan baik sedangkan 3 ibu pengetahuan cukup dan 5 ibu pengetahuan kurang. Tujuan Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang MP-ASI pada usia 6 bulan sampai 2 tahun di Dusun Sekler Desa Kopeng Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang . Penelitian ini merupakan penellitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai anak usia 6 bulan sampai 2 tahun yang bertempat tinggal di dusun sekler dengan teknik pengambilan Total sampling, alat pengukuran data berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan. Analisa menggunakan analisa univariat Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar tingkat pengetahuan ibu tentang makanan pendamping ASI pda usia 6 bulan sampai 2 tahun Di Dusun Sleker Desa Kopeng adalah pengetahuan baik yang berjumlah 17 orang (53,3%), pengetahuan cukup dengan 10 orang (33,3%), pengetahuan kurang 4 orang (13,3%). Saran untuk pelayanan kesehatan di Desa dapat dijadikan sebagai masukan dalam meningkatkan pengetahuan pada ibu di desa Kopeng tentang pengetahuan ibu tentang makanan pendamping ASI pada usia 6 bulan sampai 2 tahun Di Dusun Sleker Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang, sehingga meningkatkan citra pelayanan kesehatan di desa kopeng.