Etisa Adi Murbawani
Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro

Published : 59 Documents
Articles

PERBEDAAN PROFIL LIPID PADA PESERTA SENAM JANTUNG SEHAT Murbawani, Etisa Adi; SS, Darmono; Subagyo, Hertanto Wahyu
Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition) Volume 1. Nomor 2. Juni 2006
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.551 KB) | DOI: 10.14710/jgi.1.2.

Abstract

ABSTRACT Background: Sports or regular physical activities have roles in preventing coronary cardiac disease. Healthy cardiac exercise is one of an aerobic exercises which has complete composition, which are warming up, main exercise , and cooling down. Sports can give best result if it is done at least three times a week. Objective of this study was to determine blood lipid profile differences in healthy cardiac exercise which had been done three times a week and once a week. Covariate factors are sex, fat, carbohydrate, calcium, and fiber intake, other physical activities, BMI, life style, and sport obedience. Methods: This study was observational design. Samples in this study are members of healthy cardiac club in Mugas, Paraga Wonodri, and Kini Jaya, Semarang. Samples were selected with Consecutive Sampling technique and data was analyzed by t test. GLM (General Linear Multivariate ) was used to find out lipid profile difference between two groups with covariate factors. Data were Analyzed by data procesing software. Result: There is no significant difference between two groups in mean energy intake (?=0,74), protein (?=0,06), fat (?=0,43), calcium (?=0,39), fiber (?=0,09) and cholesterol (?=0,24). And there is no significant difference in total cholesterol level (?=0,54), HDL (?=0,05), LDL (?=0,32) and triglyceride (?=0,77) either after including covariate factors. Conclusion: There is no difference of blood lipid level between three times a week exercise group and once a week exercise group with considering some influenced factors. Keyword: Total cholesterol, HDL, LDL, Triglyceride, Healthy cardiac exercise.   ABSTRAK Latar Belakang. Olahraga atau aktifitas fisik yang teratur mempunyai peran dalam mencegah terjadinya penyakit jantung koroner. Senam jantung sehat merupakan salah satu senam aerobik yang mempunyai susunan lengkap, dalam artian format pemanasan, latihan, dan pendinginan dalam satu paket. Olahraga yang memberikan hasil terbaik adalah olahraga yang dilakukan paling sedikit 3 kali perminggu. Tujuan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan profil lipid darah pada latihan fisik terprogram yang dilakukan tiga kali seminggu dan satu kali seminggu pada peserta Klub Jantung Sehat dengan memperhitungkan beberapa faktor kovariat, yaitu jenis kelamin, asupan lemak dan energi, aktifitas fisik lain, BMI, gaya hidup, asupan kalsium, asupan serat, kepatuhan olahraga. Metode. Penelitian ini adalah penelitian observasional. Populasi terjangkau dalam penelitian ini adalah seluruh anggota Klub Jantung Sehat yang berumur >40 tahun di Semarang. Sedangkan populasi targetnya adalah anggota Klub Jantung Sehat Mugas, Paraga Wonodri dan Perumahan Kini Jaya Semarang. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik Consecutive Sampling dan analisa data dilakukan dengan Uji beda t. Untuk mengetahui perbedaan profil lipid pada kedua kelompok dengan memasukkan berbagai variabel kovariat, digunakan analisis GLM (General Linear Multivariat) dengan program pengolah data. Hasil : Rerata asupan energi (?=0,74), protein (?=0,06), lemak (?=0,43), kalsium (?=0,39), serat (?=0,09) dan kolesterol (?=024) pada kedua kelompok tidak terdapat perbedaan yang bermakna. Selain itu, tidak didapatkan pula perbedaan yang bermakna terhadap kadar kolesterol total (?=0,54), HDL (?=0,05), LDL (?=0,32) dan trigliserida (?=0,77) pada kedua kelompok peserta senam jantung sehat. Simpulan : Kadar profil lipid pada kelompok yang melakukan latihan senam jantung sehat 3x seminggu tidak berbeda jika dibandingkan dengan kelompok yang melakukan latihan senam jantung sehat Ix seminggu dengan memperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi. Kata kunci : Kolesterol total, HDL, LDL, trigliserida, senam jantung sehat.Permalink: http://ejournal.undip.ac.id/index.php/jgi/article/view/3242
ZAT GIZI, MASSA LEMAK TUBUH, DAN TEKANAN DARAH PADA WANITA VEGETARIAN DAN NONVEGETARIAN BERUSIA 20-30 TAHUN Kirana, Stela Maris Adinda Budi; Murbawani, Etisa Adi; Panunggal, Binar
Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition) Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.327 KB) | DOI: 10.14710/jgi.6.1.17-28

Abstract

Background : Vegetarians tend to have a risk of underfat. Several studies have reported that vegetarians have lower fat and higher fiber intake, lower body fat mass and blood pressure than nonvegetarians. There are only few studies about those variabels in 20-30 year-old subject. Objective : To analyze the difference of nutrients intake, body fat mass, and blood pressure between 20-30-year-old vegetarian and nonvegetarian women.Methods : Cross-sectional study design in 26 vegetarian women and 26 nonvegetarian women who was selected by consecutive sampling. Nutrients intake were obtained by Semi Quantitative Food Frequency Questionaire (SQFFQ) and analyzed by Nutrisurvey. Body fat mass was measured using Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Blood pressure was measured using Mercury sphygmomanometer. Data were analyzed using Independent t-test and Mann-Whitney test.Result : There were 38.5% of  vegetarians and 3.8% of nonvegetarians classified as underfat. There were 30.7% of vegetarians and 50% of  nonvegetarians classified as prehypertension. There were difference in fat (p=0.005), saturated fatty acid (p=0.000), monounsaturated fatty acids (p=0.002), polyunsaturated fatty acids (p=0.043), fiber (p=0.000), potassium (p=0.000), magnesium (p=0.004); body fat mass (p=0.021); and sistolic blood pressure (p=0.004) between both of groups. There weren?t difference energy intake (p=0.098), carbohydrate (p=0.207), protein (p=0.535), sodium (p=0.784), calcium (p=0.798), and diastolic blood pressure (p=0.799) between both of groups.Conclusion : Between vegetarian group and nonvegetarian group, there were difference in fat, saturated fatty acid, monounsaturated fatty acids, polyunsaturated fatty acids, fiber, potassium, magnesium intake; body fat mass; and sistolic blood pressure. However, there weren?t diffference in energy, carbohydrate, protein, sodium, calcium intake, and diastolic blood pressure between vegetarian group and nonvegetarian group 
HUBUNGAN ANTARA KETEBALAN LEMAK ABDOMINAL DAN KADAR SERUM HIGH SENSITIVITY C-REACTIVE PROTEIN (HS-CRP) PADA REMAJA Nuraini, Anis; Murbawani, Etisa Adi
Journal of Nutrition College Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v8i2.23817

Abstract

Latar Belakang: Masalah gizi yang dapat terjadi pada masa remaja yaitu gizi kurang, overweight, dan obesitas. Tebal lemak bawah kulit menunjukkan gambaran deposit lemak subkutan yang dapat memberikan gambaran perkiraan total lemak tubuh. Pengukuran antropometri ini akurat pada anak dan remaja dalam penilaian obesitas. Adipositas berlebih berhubungan dengan terjadinya inflamasi sistemik yang lebih besar. High sensitivity C-reactive protein (hs-CRP) adalah protein fase akut utama yang merupakan penanda sensitif terjadinya inflamasi sistemik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara ketebalan lemak abdominal dan kadar serum hs-CRP pada remaja. Metode: Penelitian observasional dengan desain cross-sectional ini dilakukan di SMAN 15 Semarang. Subjek ditentukan menggunakan consecutif sampling serta disesuaikan dengan kriteria inklusi dengan jumlah sampel minimal 51 orang. Analisis data dengan menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil: Rerata kadar serum hs-CRP remaja adalah sebesar 2,16 ± 4,27 mg/L dan rerata tebal lemak abdominal remaja adalah sebesar 15,13 ± 7,72 mm. Prevalensi subjek dengan kadar serum >3,0 mg/L sebesar 19,61%. Terdapat hubungan yang signifikan antara ketebalan lemak abdominal dan kadar serum hs-CRP (r = 1,000; p = 0,001).  Simpulan:  Terdapat hubungan yang signifikan antara ketebalan lemak abdominal dan kadar serum hs-CRP.
HUBUNGAN ANTARA LINGKAR PAHA DAN LINGKAR PANGGUL DENGAN SINDROMA METABOLIK Nugraha, Prabu Giusta; Candra, Aryu; Murbawani, Etisa Adi; Ardiaria, Martha
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Sindroma metabolik merupakan salah satu penyakit yang mulai meningkat angka kejadianya. Pada indonesia prevalensi sindroma metabolik berkisar antara 47,40% untuk usia 50-60 tahun. Sindroma Metabolik dapat didiagnosis ketika seseorang memiliki tiga atau lebih dari lima komponen, Komponen tersebut yaitu: obesitas sentral, peningkatan kadar TG,  menurunnya kadar kolesterol HDL, tekanan darah tinggi dan peningkatan konsentrasi glukosa puasa. Penelitian ini mencari salah satu upaya metode skrining untuk mendeteksi yaitu dengan pengukuran antropometri lingkar paha dan lingkar panggul. Tujuan : Mengetahui hubungan antara lingkar paha dan lingkar panggul dengan sindrom metabolik. Metode : Penelitian ini adalah penelitian studi observasional analitik dengan pendekatan crossectional yang dilakukan di posyandu Tandang Ijen Kelurahan Jomblang Kota Semarang. Subjek penelitian adalah dewasa usia 50-70 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Uji hipotesis menggunakan uji Mann-Whitney.. Hasil : Dari 72 sampel yang diambil didapatkan 57 orang yang  mengalami sindroma metabolik. Uji Mann-whitney didapatkan nilai p= 0.013 (p<0.05) pada lingkar paha dan p= 0.066 (p<0.05) pada lingkar panggul. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara lingkar paha dengan sindroma metabolik sedangkan tidak terdapat hubungan yang signifikan pada lingkar panggul dengan sindroma metabolik.Kata Kunci : Lingkar Paha, Lingkar Panggul, Sindroma metabolik
PENGARUH PEMBERIAN FORMULA ENTERAL BERBAHAN DASAR LABU KUNING (CUCURBITA MOSCHATA) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH POSTPRANDIAL TIKUS DIABETES MELITUS Hawa, Izzaty Izzul; Murbawani, Etisa Adi
Journal of Nutrition College Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v4i4.10115

Abstract

Latar belakang :. Hiperglikemia postprandial merupakan keadaan yang sering dialami penderita DM. Penderita DM dapat diberi terapi gizi berupa nutrisi enteral. Labu kuning (Cucurbita moschata) merupakan salah satu pangan tradisional bersifat antidiabetik dan antihiperglikemia yang dapat dijadikan bahan formula enteral. Kandungan polisakarida dan  pektin diklaim mampu menurunkan kadar glukosa darah dan mengontrol kadar glikemik. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh formula enteral berbahan dasar labu kuning terhadap kadar glukosa darah postprandial tikus diabetes. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian true experimental with pre-post test group esign. Subjek sebanyak 14 ekor tikus jantan galur Sprague dawley berumur 9 minggu, berat badan 160-260 gram; dibagi menjadi 2 kelompok secara acak sederhana. Sebelumnya subjek dibuat DM dengan induksi Streptozotocin 65 mg/kg berat badan dan nikotinamida 230 mg/kg berat badan secara intraperitoneal. Kelompok perlakuan diberi formula enteral labu kuning sedangkan kelompok kontrol diberi diabetasol 20 g/kg bb/ekor. Kadar glukosa darah diambil sebelum dan 2 jam setelah diberi formula enteral. Penelitian ini dilakukan selama 1 hari di Laboratorium Pangan dan Gizi Pusat Antar Universitas, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Analisis statistik dilakukan menggunakan Independent t-test, dan Paired t-test. Hasil : Delta glukosa darah pada 2 kelompok mengalami perbedaan bermakna (p=0.000) yaitu kelompok perlakuan lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol (5.09±0.31 mg/dl). Sedangkan kadar glukosa darah postprandial antara 2 kelompok tidak terdapat perbedaan bermakna (p=0.605).  Simpulan : Pemberian formula enteral labu kuning sebanyak 20 g/kg berat badan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kadar glukosa darah postprandial tikus diabetes melitus. Akan tetapi, berpengaruh bermakna terhadap ? glukosa darah.
PENGARUH KONSUMSI MINUMAN MADU TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH ATLET SEPAK BOLA REMAJA SELAMA SIMULASI PERTANDINGAN Anggraini, Agustya Dewi; Murbawani, Etisa Adi
Journal of Nutrition College Vol 2, No 3 (2013): Juli 2013
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v2i3.3435

Abstract

Latar Belakang: Ketersediaan glukosa darah selama latihan atau pertandingan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap performa endurance. Pemberian minuman yang mengandung karbohidrat sederhana selama latihan atau pertandingan dapat membantu meningkatkan performa atlet dengan mempertahankan kadar glukosa darah dan menunda kelelahan. Madu merupakan sumber karbohidrat alami yang dapat bertindak sebagai penyuplai energi pada olahraga endurance.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi minuman madu terhadap kadar glukosa darah atlet sepak bola remaja selama simulasi pertandingan.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan Crossover study. 18 atlet sepak bola usia 16-18 tahun di Persatuan Sepak Bola Kudus (PERSIKU) berpartisipasi dalam penelitian dan menjalani dua kali simulasi pertandingan. Subjek menerima intervensi pemberian minuman madu dan air putih (plasebo) sebanyak 200 ml setiap interval 20 menit selama 100 menit simulasi pertandingan. Kadar glukosa darah diukur sesaat sebelum dan setelah simulasi pertandingan.Hasil: Terdapat penurunan yang tidak bermakna sebesar 1.89 ± 34.17 mg/dl antara kadar glukosa darah sebelum dan setelah simulasi pertandingan pada perlakuan minuman madu (p = 0.817). Terdapat penurunan yang bermakna sebesar 11.22 ± 0.013 mg/dl antara kadar glukosa darah sebelum dan setelah simulasi pertandingan pada perlakuan air putih (p = 0.013). Simpulan: Pemberian minuman madu lebih efektif dalam mempertahankan kadar glukosa darah selama simulasi pertandingan dibanding air putih (plasebo).
FAKTOR RISIKO DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA PETANI DAN BURUH Kusnadi, Gita; Murbawani, Etisa Adi; Fitranti, Deny Yudi
Journal of Nutrition College Vol 6, No 2 (2017): April 2017
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v6i2.16905

Abstract

Latar Belakang: Petani dan buruh mempunyai aktivitas fisik yang tinggi yang seharusnya mempunyai risiko rendah untuk menderita Diabetes Mellitus Tipe 2(DMT2), namun prevalensinya saat ini sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian DMT2 pada petani dan buruh serta mengukur besarnya pengaruh faktor risiko tersebut.Metode: Rancangan penelitian ini adalah matched case-control berdasarkan jenis kelamin dan umur. Jumlah sampel yang diambil adalah 29 sampel pada masing-masing kelompok. Sampel merupakan petani dan buruh di kabupaten Semarang. Faktor risiko yang diteliti adalah riwayat keluarga DM, kebiasaan merokok, pengetahuan, IMT, aktivitas fisik, asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, serat, tiamin, dan vitamin D.Hasil: Rerata usia sampel adalah 47 tahun dengan usia termuda 30 tahun. 5 dari 10 sampel pada kelompok kasus mempunyai riwayat BBLR dan malnutrisi. Faktor risiko yang terbukti berhubungan dengan kejadian DMT2 adalah riwayat keluarga DM(OR=6,075; CI 95%=1,181-31,244), IMT (OR=3,819 ;CI 95%=1,046-13,943), dan asupan tiamin (OR=11,875; CI 95%=3,223-43,746). Regresi logistik menunjukkan IMT dan asupan tiamin mempunyai pengaruh sebesar 35% terhadap kejadian DMT2 pada petani dan buruh,Kesimpulan: Faktor risiko DMT2 pada petani dan buruh adalah riwayat keluarga, IMT, asupan energi dan asupan tiamin.
KUALITAS DIET, AKTIVITAS FISIK, DAN STATUS GIZI PADA PEROKOK DEWASA AWAL Restutiwati, Fidi; Murbawani, Etisa Adi; Rahadiyanti, Ayu
Journal of Nutrition College Vol 8, No 3 (2019): Juli 2019
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v8i3.25805

Abstract

Latar Belakang: Kebiasaan merokok berdampak pada kualitas diet, aktivitas fisik dan status gizi. Rokok mengandung nikotin yang dapat menurunkan nafsu makan dan mengakibatkan penurunan kemampuan kardiorespirasi sehingga mengganggu aktivitas fisik seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas diet dan aktivitas fisik menurut status gizi pada perokok dewasa awal.Metode: Rancangan penelitian ini adalah cross sectional dengan jumlah sampel 59 subjek yang berusia 20-24 tahun. Data meliputi karakteristik subjek, kualitas diet diperoleh dengan metode Semi Quantitative-Food Frequency Questionniare (SQ-FFQ), aktivitas fisik diperoleh dengan metode International Physical Activity Questionnaire-Short Form (IPAQ-SF), dan status gizi diukur menggunakan lingkar pinggang dan/atau Rasio Lingkar Pinggang Panggul (RLPP). Analisis data dengan uji chi-square, fisher exact.Hasil: Rerata skor kualitas diet subjek yaitu 40,4±8,7 tergolong kualitas diet rendah. Kualitas diet rendah pada subjek digambarkan dengan rendahnya asupan sayur dan buah, tingginya asupan total lemak, lemak jenuh, kolesterol, natrium, rendahnya skor rasio makronutrien dan rasio asam lemak. Rerata aktivitas fisik subjek yaitu 2569,5±1806,5 METs/min/minggu termasuk dalam aktivitas fisik sedang. Hasil uji perbedaan diperoleh kualitas diet menurut status gizi (p=0,564), aktivitas fisik menurut status gizi (p=0,019). Simpulan: Tidak ada perbedaan signifikan kualitas diet menurut status gizi pada perokok dewasa awal (p>0,05). Ada perbedaan signifikan aktivitas fisik menurut status gizi pada perokok dewasa awal (p<0,05).
PENGARUH PEMBERIAN KAPSUL CENGKIH (SYZYGIUM AROMATICUM) TERHADAP TEKANAN DARAH WANITA PREDIABETES Oksidriyani, Safrina; Murbawani, Etisa Adi
Journal of Nutrition College Vol 5, No 3 (2016): Juli 2016
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v5i3.16405

Abstract

Latar Belakang :Salah satu dampak yang muncul akibat keadaan prediabetes adalah meningkatnya risiko hipertensi. Cengkih diketahui bermanfaat dapat menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian bubuk cengkih berbagai dosis terhadap tekanan darah pada wanita prediabetes.Metode :Penelitian inimenggunakan desain quasi experimental dengan pre and post test groupterhadap wanita prediabetes dengan prehipertensi usia 25-45 tahun di Tlogosari, Semarang. Subjek penelitian dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok pemberian 1 kapsul (n=15), 2 kapsul (n=15), dan 3 kapsul cengkih(n=15). Satu kapsul berisi 1 gram bubuk cengkih yang dibuat dengan menumbuk cengkih kering. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan setelah 14 hari perlakuan. Uji paired t test dilakukanuntuk menganalisis perbedaan tekanan darah antara pre dengan postperlakuan. Uji One Way ANOVA dan Kruskall Wallis untuk menganalisis perbedaan tekanan darah post dan variabel perancu antara ketiga kelompok. Uji regresi linear ganda untuk menganalisis variabel perancu yang paling berpengaruh terhadap tekanan darah. Uji ANCOVA untuk menganalisis pengaruh kapsul cengkih setelah dikendalikan dengan variabel perancu.Hasil :: Terdapat penurunan tekanan darah  sistolik dan diastolik sebesar 19 mmHg dan 8 mmHg pada pemberian 1 dan 2 kapsul cengkih (p<0,05). Variabel yang ikut berperan terhadap penurunan tekanan darah sistolik adalah asupan natrium. Setelah dikontrol dengan variabel perancu, tidak ada pengaruh signifikan asupan natrium terhadap penurunan tekanan darah sistolik (p>0,05).Kesimpulan :Konsumsi 1 dan 2 kapsul cengkihselama 14 hari dapat menurunkan tekanan darah  secara signifikan pada wanita prediabetes.
HUBUNGAN ASUPAN ZAT BESI HEME, ZAT BESI NON-HEME DAN FASE MENSTRUASI DENGAN SERUM FERITIN REMAJA PUTRI Arima, Lia Andriani Titik; Murbawani, Etisa Adi; Wijayanti, Hartanti Sandi
Journal of Nutrition College Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v8i2.23819

Abstract

Latar Belakang : Remaja putri di Indonesia memiliki asupan zat besi tergolong kurang dimana sumber zat besi didominasi asupan non heme. Biovailabilitas besi non heme dipengaruhi oleh zat yang menghambat penyerapan sehingga berisiko mengalami defisiensi besi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan zat besi heme, zat besi non-heme dan fase menstruasi dengan serum feritin remaja putri.Metode : Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan 50 remaja putri berusia 12-16 tahun yang dipilih dengan metode random sampling. Data yang diambil yaitu asupan zat besi heme dan non heme, fase menstruasi dan serum feritin. Data asupan zat besi diperoleh dari kuesioner Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Data fase menstruasi adalah rata-rata fase menstruasi selama tiga bulan. Serum feritin dan Kadar C-Reactive Protein (CRP) diukur menggunakan metode Immunosorbent Enzyme-Linked). Analisis data menggunakan  uji korelasi rank spearman.Hasil : Prevalensi defisiensi besi ditemukan sebanyak 28%. Rata-rata asupan besi total 16,43 ± 5,63 mg. Rata-rata asupan zat besi heme dan non heme sebesar 5,16 ± 2,23 mg dan 11,27 ± 4,1 mg. Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan zat besi heme (p<0,001), zat besi non heme (p<0,001), zat besi total (p<0,001) dan fase menstruasi (p=0,012) dengan serum feritin remaja putri. Simpulan : Terdapat hubungan signifikan antara asupan zat besi heme, zat besi non heme dan fase menstruasi dengan serum feritin remaja putri.
Co-Authors Af Idah Nur Chauliyah, Af Idah Nur Agrina, Tri Agustya Dewi Anggraini Ana Betal Haq Anis Nuraini Arima, Lia Andriani Titik Arum Bunga Pertiwi Aryu Candra Astri Pratiwi, Astri Aufa, Mahya Binar Panunggal Citta Cendani Dahriani, Tiara Aris Darmono SS Deny Yudi Fitranti Enny Probosari Etika Ratna Noer Fachrana, Fachrana Fatimah, Putri Nur Fatimah, Putri Nur Fillah Fithra Dieny Firiana, Lailatul Fitriani, Luthfia Indra Fredian Suhardinata, Fredian Gusria Yuana, Gusria Gustisiya, Muhammad Ryan Radifan Hagnyonowati Hagnyonowati Hapsari, Prima Kusuma Hartanti Sandi Wijayanti, Hartanti Sandi Hastuti, Vivilia Niken Heri Nugroho Hertanto Wahyu Subagio Hertanto Wahyu Subagyo Husna, Adisty Nurul Izzaty Izzul Hawa, Izzaty Izzul Khairuddin Khairuddin Khoiriyah, Dian Khusna, Fera Hidayatul Kirana, Stela Maris Adinda Budi Kusnadi, Gita Lana Alfiyana MARTHA ARDIARIA Nabila, Rumaisha NANI WAHYUNI Niken Puruhita Nissa, Choirun Nugraha, Prabu Giusta Nugroho, M. Arif Nurhasanah Nurhasanah Nurmasari Widyastuti Nurramadhani, Sekar Ratry Nurrohmiati, Siti Oksidriyani, Safrina Pristina Adi Rachmawati, Pristina Adi Putri Wohing Ati Rachmayanti, Annisa Alifaradila Rahadiyanti, Ayu Renjani Gina Ramadhani Restutiwati, Fidi S, Gheby Soraya Sahid, Ayu Prahartini Nur Sefri Noventi Sofia SIGIT ADIANTO Siti Fatimah Muis Sugiri, Sugiri Sulistyaningnagari, Putri Gayatri Sulistyaningsih, Dwi Arum Tri Damayanti, Tri Tsani, A Fahmy Arif Tsani, Ahmed Fahmy Arif Tsani, Ahmed Fahmy Arif Utami, Risky Wijaya Utami, Sulistiyati Bayu Winarto, Zahra Qurrota A'yun Yudomurti Yudomurti Yuliyani, Ni Nyoman Sri Yunita, Rhona Dian