Mimiek Murrukmihadi
Department of Pharmaceutical, Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada Sekip Utara Yogyakarta 55281

Published : 35 Documents
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN VARIASI CAMPURAN SORBITOL DAN GLUKOSA CAIR SEBAGAI PEMANIS PADA SEDIAAN GUMMY CANDY PARASETAMOL Chabib, Lutfi; Murrukmihadi, Mimiek; Aprianto, Aprianto
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol10.iss2.art5

Abstract

Gummy candy parasetamol adalah sediaan permen kenyal mengandung parasetamol yang ditujukan untuk hancur dan larut di dalam mulut. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh variasi campuran pemanis sorbitol dan glukosa cair terhadap sifat fisik sediaan gummy candy parasetamol. Pembuatan sediaan menggunakan metode cetak tuang dengan perbandingan konsentrasi sorbitol dan glukosa cair: 50:50, 40:60, 30:70, 20:80, dan 10:90%. Data yang diperoleh dianalisis dengan deskriptif non analitik. Hasil uji sifat fisik dan uji stabilitas fisik sediaan dengan parameter bentuk, rasa, aroma, tekstur, pengamatan kekakuan, pengamatan kristal, dan pH sediaan. Formula 1 (50:50%) memiliki rasa yang sedikit manis dan stabil dalam penyimpanan selama sebulan di climatic chamber suhu 25oC dibandingkan formula yang lain. Hasil persentase uji hedonik (bentuk, rasa dan aroma) pada 28 responden dari formula 1 sampai formula 5 berturut-turut: 25; 60,7; 3,5; 0, dan 10,7%. Semakin tinggi kadar sorbitol maka sediaan yang dihasilkan semakin manis dan meningkatkan kekerasan. Sedangkan semakin tinggi kadar glukosa cair maka sediaan semakin kenyal dan mencegah kerusakan tekstur gummy candy parasetamol
PENGARUH PENAMBAHAN CARBOMER 934 DAN SETIL ALKOHOLSEBAGAI EMULGATOR DALAM SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOLIK BUNGA KEMBANG SEPATU (HIBISCUS ROSA-SINENIS L.) TERHADAP SIFAT FISIK DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI PADA STAPHYLOCOCCUS AUREUS Murrukmihadi, Mimiek
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 2, No 2 (2017): Indonesia Natural research Pharmaceutical Journal
Publisher : INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.753 KB)

Abstract

Bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) merupakan antibakteri dari alam. Bunga kembang sepatu mempunyai khasiat antiradang, antipiretik serta antivirus. Ekstrak etanolik bunga kembang sepatu dibuat sediaan krim untuk meningkatkan efektifitas terapetik serta kenyamanan saat digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan carbomer 934 dan setil alkohol sebagai emulgator dalam sediaan krim ekstrak etanolik bunga kembang sepatu terhadap sifat fisik serta pengaruhnya terhadap aktivitas antibakteri pada Staphylococcus aureus.            Bunga kembang sepatu diekstraksi dengan etanol 70% menggunakan metode maserasi. Formula krim ekstrak etanolik bunga kembang sepatu dengan perbedaan konsentrasi penambahan carbomer 934 yaitu untuk formula 1 tanpa penambahan carbomer, formula 2 (carbomer 0,15%), formula 3 (carbomer 0,30%) dan formula 4(carbomer 0,45%), kemudian untuk setil alkohol adalah formula 5 tanpa setil alkohol, formula 6 (setil alkohol 2,00%), formula 7 (setil alkohol 3,50%) dan formula 8 (setil alkohol 5,00%) dengan uji sifat fisik krim yang dilakukan adalah uji organoleptis, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar, dan  uji daya lekat. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi padat (sumuran) dengan mengukur diameter zona hambat pada media. Sebagai kontrol positif digunakan krim gentamicin 0,1%. Data yang didapat diuji dengan korelasi regresi.Hasil menunjukkan adanya pengaruh kenaikan konsentrasi carbomer 934 tehadap  sifat fisik, yaitu  meningkatkan viskositas dan daya sebar serta menurunkan daya lekat krim. Pada uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa penambahan carbomer 934  menurunkan aktivitas antibakteri krim ekstrak etanolik bunga kembang sepatu. Sedangkan adanya penambahan setil alkohol meningkatkan viskositas pada konsentrasi 2% tetapi menurunkan pada 5%, daya sebar menurun pada konsentrasi 2% tetapi meningkat pada konsentrasi 5% serta daya lekat semakin menurun dan aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus semakin menurun. Kata kunci: ekstrak, krim,  Staphylococcus aureus, Carbomer 934, setil alkohol
FORMULASI SIRUP EKSTRAK BUNGA KEMBANG SEPATU (HIBISCUS ROSA-SINENSIS L.) VARIETAS WARNA MERAH MUDA DAN UJI AKTIVITAS MUKOLITIKNYA PADA MUKUS SALURAN PERNAFASAN SAPI SECARA IN VITRO Murrukmihadi, Mimiek
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.597 KB)

Abstract

Tanaman kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) banyak digunakan dimasyarakat secara tradisional sebagai peluruh dahak (mukolitik). Sudah terbukti bahwa ekstrak etanolik bunga kembang sepatu varietas warna merah mempunyai aktivitas mukolitik secara in vitro dan mengandung golongan alkaloid sebagai marker. Tanaman kembang sepatu ini memiliki banyak varietas, antara lain kembang sepatu merah, putih, merah muda dan kuning. Perbedaan varietas ini memunculkan dugaan bahwa efek mukolitik yang dihasilkan pun berbeda antar varietas. Oleh karena itu, perlu penelitin lebih lanjut mengenai efek mukolitik yang dihasilkan varietas merah muda serta formulasinya dalam sirup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kadar ekstrak bunga kembang bunga sepatu varietas warna merah muda dalam sirup terhadap aktivitas mukolitik secara in vitro (aktivitas pengenceran mukus) pada mukus saluran pernafasan sapi. Penelitian dilakukan dengan ekstraksi serbuk bunga kembang sepatu warna merah muda dalam etanol 70%. Sirup yang dibuat lalu diuji stabilitas fisik dan aktivitas mukolitik secara in vitro terhadap mukus sapi. Sirup tersebut dibuat dengan variasi kadar ekstrak etanolik bunga kembang sepatu dan variasi pada komposisi gliserin dan sorbitol. Data yang didapat diuji dengan Kolmogorov-Smirnov dilanjutkan uji ANAVA dan uji t dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sirup ekstrak etanolik bunga kembang sepatu warna merah muda konsentrasi 1,5% dan 2,0% secara in vitro menunjukkan adanya aktivitas pengenceran mukus saluran pernafasan sapi sebanding dengan aktivitas pengenceran mukus oleh sirup asetisistein 0,1%. Kata kunci: sirup, ekstrak, mukolitik, in vitro
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI CMC NA SEBAGAI PENGIKAT DALAM PASTA GIGI EKSTRAK ETANOLIK DAUN JAMBU BIJI (PSIDIUM GUAJAVA L.) DAN EKSTRAK ETANOLIK DAUN SIRIH MERAH (PIPER CROCATUM RUIZ DAN PAV) TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKNYA K.M., Dewi Andini; Murrukmihadi, Mimiek; Laili, Nur; Cholida, Diana
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik JURNAL ILMU FARMASI & FARMASI KLINIK VOL. 13 NO. 1 JUNI 2016
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v13i1.1442

Abstract

ABSTRACT Sodium Carboxymethyl  Cellulose (CMC Na) commonly used as  binder  on toothpaste becauseits has good viscosity. The active ingredient of two type of toothpaste is ethanol extract of guava leaves (EEDJB) and ethanol extract of red betel leaf (EEDSM), respectively which has the potential for antiplaque on teeth. The purpose of this study to determine the effect of variations concentration of CMC Naagainst  physical characteristics  from  toothpaste EEDJB and EEDSM. EEDJB and EEDSM  had made by maceration method  using ethanol 70%  as a solvent. Three different concentrations of CMC Naof  toothpaste formulation EEDJB are FI (0.5%); FII (0.75%); FIII (1.00%) and EEDSM are FI (0.45%); FII (0.67%); FIII (0.90%). Toothpaste of EEDSM and EEDJB  had  tested against its physical characteristics. Based on theexperimental results of toothpaste formulations EEDJB and EEDSM states that the higher concentration of CMC  Na hadn?t affect the organoleptic and foaming test, but the viscosity becomes higher and  the potency dispersive of becomes  decreases. Value  of  viscosity (dPas) toothpaste EEDJB for FI (123,33 ± 5,77); FII (256,67 ± 20,81); FIII (283,33 ± 10,40), while  toothpaste EEDSM for FI (125±5); FII (250±25); FIII (316,6± 28,87. The average of the potency dispersive  (cm2) of  toothpaste EEDJB with a load of 150 grams for F1 (1,75); F2 (1,21); F3 (0,89), while toothpaste EEDSM with a load of 150 grams for F1 (1,64); F2 (1,26); F3 (0,73). Keywords :    CMC Na, ethanolic extract of guajava leaves, ethanolic extract of red betle leaves, toothpaste
UJI AKTIVITAS REPELAN MINYAK ATSIRI DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum (L.) f. Citratum Back) TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti DALAM SEDIAAN LOTION DAN UJI SIFAT FISIK LOTION Murrukmihadi, Mimiek; Fajarini, Dias Anita
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.289 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ20iss2pp96-102

Abstract

Minyak atsiri daun kemangi memiliki aroma khas berfungsi sebagai repelan sehingga dapat digunakan sebagai anti nyamuk. Lotion dianggap lebih praktis, mudah aplikasinya, mudah dioleskan, mudah dituang, dan lebih efisien sehingga repelan dibuat dalam bentuk lotion. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas repelan minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basilicum (L.) f. Citratum Back) terhadap nyamuk Aedes aegypti dalam sediaan lotion. Daun kemangi dikeringanginkan, kemudian disuling dengan distilasi air dan uap selama ±6 jam untuk memperoleh minyak atsiri. Minyak atsiri dengan konsentrasi 15%v/v, 25%v/v, dan 35%v/v dalam etanol 95% dibuat dalam sediaan lotion. Sediaan lotion diuji sifat fisik (homogenitas, viskositas, daya sebar, dan daya lekat) dan uji aktivitas repelan. Data yang didapat dianalisis menggunakan analisis Kolmogorov Smirnov test, Anava 2 jalan, uji Turkey HSD test. Uji aktivitas repelan dianalisis dengan Anava 1 jalan dilanjutkan uji Turkey dengan taraf kepercayaan 95%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan kenaikan konsentrasi (15%v/v, 25%v/v, 35%v/v dalam etanol 95%),lotion yang dihasilkan homogen dan mudah dituang. Lotion dengan kenaikan konsentrasi minyak atsiri daun kemangi tersebut mempengaruhi aktivitas repelan yang berbeda bermakna dengan waktu perlindungan berturut-turut adalah 3522, 4611, dan 5435 detik.
AKTIVITAS MUKOLITIK SIRUP EKSTRAK ETANOLIK BUNGA KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa-sinensis L.) WARNA MERAH MAHKOTA TEGAK SECARA IN VITRO Permatasari, Dinar Hesti; Murrukmihadi, Mimiek
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.805 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ20iss1pp%p

Abstract

Ekstrak etanolik bunga kembang sepatu warna merah telah terbukti dapat menurunkan viskositas mukus secara in vitro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh varian konsentrasi ekstrak dalam menurunkan viskositas mukus dalam sirup secara in vitro dan untuk mengetahui besarnya konsentrasi ekstrak yang sebanding dengan sirup asetilsistein 2,00%. Ekstrak etanolik diperoleh dengan menggunakan metode maserasi kemudian dibuat dalam sediaan sirup  dengan konsentrasi ekstrak yang bervariasi (1,00; 1,25; 1,50; 1,75 dan 2,00%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sirup dengan konsentrasi ekstrak 1,00; 1,25; 1,50; 1,75; dan 2,00% tidak  menunjukkan adanya aktivitas mukolitik secara in vitro dengan menurunkan viskositas mukus usus sapi dan tidak ada yang sebanding dengan aktivitas mukolitik asetilsistein 2,00%.
OPTIMASI FORMULASI SIRUP FRAKSI TIDAK LARUT ETIL ASETAT YANG MENGANDUNG ALKALOID DARI BUNGA KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa-sinensis L.) Murrukmihadi, Mimiek; Wahyuono, Subagus; Marchaban, Marchaban; Martono, Sudibyo
Majalah Obat Tradisional Vol 16, No 2 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.064 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ16iss2pp101-108

Abstract

Fraksi tidak larut etilasetat yang mengandung alkaloid dari bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) dengan kadar 0,6% b/v mempunyai aktivitas mukolitik yang setara dengan asetilsistein 0,1% berdasarkan kapasitas menurunkan viskositas mukus. Penggunaan bunga kembang sepatu sebagai obat batuk baru dilakukan secara tradisional. Oleh karena itu dibuat sediaan sirup fraksi tidak larut etilasetat yang mengandung alkaloid dari bunga kembang sepatu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula optimum sirup fraksi etanolik yang mengandung alkaloid dari bunga kembang sepatu menggunakan metode Simplex Lattice Design. Fraksi tidak larut etilasetat yang mengandung alkaloid dari bunga kembang sepatu diperoleh dengan menggunakan Vacuum Liquid Chromatography (VLC). Metode Simplex Lattice Design digunakan untuk optimasi formula sirup fraksi tidak larut etilasetat yang mengandung alkaloid dari bunga kembang sepatu  dengan tujuh formula berdasarkan variasi jumlah gliserin, larutan sorbitol 70%, dan mucilago CMC-Na 0,5%. Sifat fisik sirup diuji untuk mendapatkan nilai respon total (R total) terbesar sebagai parameter formula optimum menggunakan metode Simplex Lattice Design  dengan  software Design Expert® versi 8.0.2. Sirup formula optimum diperoleh dengan proporsi gliserin sebesar 25,376%; larutan sorbitol 70% sebesar 51,985%; dan mucilago CMC-Na 0,5% sebesar 22,639%. Sirup formula optimum dibuat, kemudian diuji sifat fisik selama 4 minggu penyimpanan. Data yang diperoleh dari uji sifat fisik sirup dibandingkan dengan nilai prediksi dengan software Design Expert® versi 8.0.2. Stabilitas fisik sirup formula optimum minggu ke 0 dibandingkan terhadap stabilitas fisik  minggu ke 4 menggunakan uji-t berpasangan. Hasil menunjukkan bahwa sifat fisik formula optimum sirup fraksi tidak larut etilasetat yang mengandung alkaloid dari bunga kembang sepatu tidak berbeda signifikan dengan prediksi untuk kemudahan dituang dan tanggap rasa kecuali  viskositas dan derajat keasaman. Sirup fraksi etilasetat yang mengandung alkaloid  dari bunga kembang sepatu hasil optimasi kurang stabil selama empat minggu penyimpanan.
ISOLASI DAN PENETAPAN KADAR ALKALOID EKSTRAK ETANOLIK BUNGA KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa-sinensis L.) SECARA SPEKTRODENSITOMETRI Murrukmihadi, Mimiek; Pamungkas, Kurniati
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.842 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ20iss2pp117-123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan isolasi dan mengetahui kadar relatif alkaloid pada bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) secara spektrodensitometri. Ekstrak etanolik bunga kembang sepatu dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Pemisahan senyawa alkaloid dilakukan dengan fraksinasi menggunakan VLC (Vaccum Liquid Chromatography) dan menggunakan campuran pelarut metanol-etilasetat dengan variasi konsentrasi. Hasil isolasi selanjutnya digunakan sebagai kurva baku, kemudian ditetapkan kadar sampel ekstrak bunga kembang sepatu secara spektrodensitometri dengan menggunakan fase diam silika gel dan fase gerak etil asetat: metanol (1:5 v/v). Kadar relatif alkaloid dihitung menggunakan kurva baku Y = 29023,75 X + 5809,35, r = 0,996. Didapatkan kadar relatif alkaloid sebesar 0,210 ± 0,035 % dan dapat diijadikan sebagai suatu senyawa penanda.
EFEK PEMBERIAN FRAKSI YANG MENGANDUNG ALKALOID DARI BUNGA KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa-sinensis L.) VARIETAS MERAH TUNDUK TERHADAP AKTIVITAS MUKOLITIK SECARA IN VITRO Murrukmihadi, Mimiek; Afiyati, Ami
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 3 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.896 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss3pp187-194

Abstract

Bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) berkhasiat sebagai obat batuk. Bunga ini memiliki banyak variasi, salah satunya yaitu bunga berwarna merah dengan bentuk mahkota tunduk. Ekstrak etanolik bunga kembang sepatu tersebut telah diteliti dan terbukti memiliki aktivitas mukolitik. Fraksinasi akan lebih mendekatkan dalam proses pencarian senyawa aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek fraksi yang mengandung alkaloid dari bunga kembang sepatu varietas merah tunduk sebagai mukolitik secara in vitro dan mengetahui kisaran konsentrasi fraksi yang memberikan efek setara dengan efek asetilsistein 0,1%. Penelitian ini meliputi maserasi, fraksinasi dengan KCV, identifikasi fraksi yang mengandung alkaloid, dan uji aktivitas mukolitik fraksi yang mengandung alkaloid. Uji aktivitas mukolitik dilakukan secara in vitro terhadap penurunan viskositas mukus sapi. Larutan uji dibuat dengan konsentrasi fraksi 0,4; 0,6; dan 0,8%. Asetilsistein 0,1% digunakan sebagai kontrol positif. Nilai viskositas yang diperoleh dianalisis statistik menggunakan uji ANAVA satu arah, dilanjutkan uji LSD dengan taraf kepercayaan 95% untuk mengetahui perbedaan antar kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi yang mengandung alkaloid dari bunga kembang sepatu dengan konsentrasi 0,4% belum menunjukkan aktivitas mukolitik, sedangkan pada konsentrasi 0,6% dan 0,8% telah menunjukkan aktivitas mukolitik secara in vitro. Fraksi yang mengandung alkaloid dari bunga kembang sepatu dengan konsentrasi 0,6% dan 0,8% memiliki aktivitas mukolitik setara dengan asetilsistein 0,1% secara in vitro.
PENETAPAN KADAR ALKALOID DARI EKSTRAK ETANOLIK BUNGA KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa-sinensis L.) Murrukmihadi, Mimiek; Wahyuono, Subagus; Marchaban, Marchaban; Martono, Sudibyo
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.015 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss2pp%p

Abstract

Bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) secara tradisional digunakan sebagai peluruh dahak. Berdasarkan atas Bioassay Guided Fractionation, fraksi aktif berhasil dipisahkan dan alkaloid merupakan kandungan utama fraksi. Oleh karena itu alkaloid digunakan sebagai senyawa penanda (marker) ekstrak etanol Hibiscus rosa-sinensis L. Nilai viskositas digunakan sebagai model untuk aktivitas peluruh dahak, dengan asetil sistein sebagai kontrol positif. Selanjutnya penetapan kadar alkaloid dalam ekstrak etanol dilakukan secara KLT-Densitometri (n=5), kadar alkaloid dibandingkan dengan kurva baku dari alkaloid (marker) hasil isolasi (Y=12,1360X+2901,4474). Kadar alkaloid dalam ekstrak etanol kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) sebagai 2,35 ± 0,67 %.