Articles

Found 11 Documents
Search

NILAI BUDAYA PADA SISTEM USAHATANI POLA ‘DUSUN’ SUKU KANUM DI KAMPUNG YANGGANDUR KABUPATEN MERAUKE Susanty, Puji; Musa, Yunus; Rahmadanih, Rahmadanih; Bulkis, Sitti
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 15, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.561 KB) | DOI: 10.20956/jsep.v15i2.6427

Abstract

­­NILAI BUDAYA  PADA SISTEM USAHATANI  POLA ?DUSUN? SUKU KANUM  DI KAMPUNG YANGGANDUR KABUPATEN MERAUKE    The Cultural Values on  ?Dusun? Pattern Farming System of The ?Kanum? Tribe in Yanggandur Village Merauke Regency                    Puji Susanty*, Yunus Musa, Rahmadanih, Sitti Bulkis                                *Politeknik Pertanian Yasanto, Merauke                                   (email: pujisusanti74@gmail.com) Abstract?Dusun? is a specific area of the traditional land in Kanum Tribe, which been chosen as place for farmer to cultivated as rural areas for families or in Kanum Tribes Group  Society that been inherite from generation to generation.  This research aimed to describe the cultural values in managing the farming system of ?dusun? pattern carried out  by indigenous community of Kanum Tribe. The research was conducted in Yanggandur Village, Merauke Regency.  Qualitative approach and  snowball sampling method were applied  to collect the data through interviews from  informants. In order to analyze the data it applied data reduction techniques, presentation and  conclusion as well as verification. From the research, it was indicated that the prime food crop that cultivated by Kanum Tribe in the ?dusun? are ?kumbili?.  The  Kanum Tribe still actively managed the farming system of ?dusun? pattern because the ?kumbili? farming system contained the cultural values which they had inherited from generation to generation. The cultural values contained in ?kumbili? cultivation were the safety and religious value, the wisdom and  mutual cooperation value, and the responsibility value.Keywords: cultural value; ?dusun? pattern farming; Kanum Tribe.
MEKANISME RANTAI PASOK CABE RAWIT DI PROPINSI GORONTALO Indriani, Ria; Tenriawaru, A. Nixia; Darma, Rahim; Musa, Yunus; Viantika, Nimade
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 15, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.934 KB) | DOI: 10.20956/jsep.v15i1.6366

Abstract

AbstractPenelitian bertujuan mendeskripsikan mekanisme rantai pasok cabe rawit berdasarkan aliran produk, aliran informasi dan aliran uang, Penelitian dilaksanakan di Provinsi Gorontalo  dengan metode penelitian menggunakan metode survei dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan : Mekanisme  rantai pasok cabe rawit di Provinsi Gorontalo bersifat modern dimana aliran produk berdasarkan ketersediaan berupa cabe rawit segar dan produk olahnya. Aliran Informasi cukup lancar dan aliran uang menggunakan sistem transaksi pembayaran tunai dan kredit. Rantai pasok cabe rawit terdiri tujuh saluran distribusi dan saluran tiga merupakan saluran yang paling dominan.Keywords : Mekanisme, supply chainThe aim of this research is to describe the supply chain mechnanism of chilis based on product, information and cash flows. This research conducted at Gorontalo Province by using surveyed and descriptive analysis methods. The result of the research shows that :  the supply chain of chilis at Gorontalo Province were modern which the products flow were based on its raw chilis availabilities and its derived products. The information flow was smooth and the cash flows is using a cash payment transaction system and credts. There are seven channel distribution happened and the third channel were the dominants among all.
RODUKSI BENIH PADI MELALUI BUDIDAYA MINAPADI PADA KELOMPOK TANI WANUAE DAN HARAPAN DI KABUPATEN BONE Farid BDR, Muh.; Musa, Yunus; Nasaruddin, .
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol 1, No 2 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 2 MEI 2016
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini bertujuan memperbaiki sistem produksi benih padi untuk mendapatkan metode perbenihan padi yang ideal dikembangkan pada setiap wilayah pengembangan berdasarkan agroekologi padi dengan teknologi minapadi secara terpadu dengan penentuan varietas yang sesuai dan perbaikan kualitas lahan melalui pemanfaatan limbah organik dengan menggunakan mikroorganisme lokal (MOL). Kegiatan ini berlangsung selama 8 bulan di Kabupaten Bone dengan menggunakan sistem tanam legowo 2:1. Disamping itu, sistem legowo yang memberikan ruang yang luas (lorong) sangat cocok dikombinasikan dengan pemeliharaan ikan (minapadi legowo).  Hasil ikan yang diperoleh mampu menutup sebagian biaya usahatani sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani.  Perbenihan padi merupakan salah satu usaha tani yang dapat dikelola oleh petani dan keluarganya secara berkelompok pada kelompok tani Wanuae dan Harapan untuk memenuhi kebutuhan benih padi sendiri dan dapat juga dijual ke petani di daerah lainnya sebagai suatu usaha agribisnis teknologi minapadi. Selain memproduksi padi juga memproduksi ikan yang secara langsung akan menambah pendapatan petani sehingga diharapkan teknologi ini dapat diserap oleh petani dan dikembangkan secara berkelanjutan.  Untuk keperluan tersebut, maka sebuah lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Unhas diharapkan dapat membina kelompok tani menjadi penangkar benih melalui pelatihan dan praktek di wilayah kerjanya masing-masing, yang meliputi: teknik pembuatan/cara menghasilkan benih padi berkualitas, cara mempertahankan kualitas benih dan cara mendeteksi atau mengukur kualitas benih, serta teknik budidaya minapadi yang baik dan benar. Kata kunci: perbenihan padi, minapadi, mikroorganisme lokal 
COMPARISON BETWEEN HYDRO- AND OSMO-PRIMING TO DETERMINE PERIOD NEEDED FOR PRIMING INDICATOR AND ITS EFFECT ON GERMINATION PERCENTAGE OF AEROBIC RICE CULTIVARS (Oryza sativa L.) Abdallah, Elkheir Hassaballah; Musa, Yunus; Mustafa, Muslimin; Sjahril, Rinaldi; Riadi, Muhammad
AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Vol 38, No 3 (2016): OCTOBER
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v38i3.886

Abstract

This study compared hydro- and osmo-priming to determine period needed for seed priming indicator to emerge and its effect against water stress on germination percentage of some aerobic rice cultivars (Oryza sativa L.). Experiments were arranged in completely randomized design using three aerobic rice cultivars and PEG with four replications. Rice varieties (Inpago-8, IR64 and Situ Bagendit) were combined with four different PEG concentrations. Drought stress was simulated by different PEG solutions and with distilled water as control. Results indicated differentiations between hydro and on priming indicator time, while varietal difference was not significant. Fastest recorded time was obtained between 30-36 hours under hydro priming, PEG 100 g L-1 (63-69 hours) and 83-93 hours in PEG 200 g L-1 solution. Thus showing increased solution concentration led to prolonged priming indicator time. The highest germination percentage was obtained in Situ Bagendit treated with PEG 200 mg L-1 (90.25%) and the lowest obtained in Inpago-8 (75.75%) under control. It is better to use osmo-priming (PEG 200 g L-1) for teaching aerobic rice seed against drought stress. More research is needed to confirm benefits of seed treatment with PEG to cultivated crops under water stress, drought and salinity conditions.
Strategy of Soybean Management (Glycine max L.) to Cope with Extreme Climate Using CropSyst© Model Aminah, Aminah; Ala, Ambo; Musa, Yunus; Padjung, Rusnadi; Kaimuddin, Kaimuddin
AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Vol 39, No 3 (2017): OCTOBER
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v39i3.1020

Abstract

This research was carried out to verify the CropSyst© plant model from experimental data in a soybean field and to predict planting time along with its potential yield. The researches were divided into two stages. First stage was a calibration for model on field from June to September 2015. Second stage was the application of the model. The required data models included climatic, soil and crop’s genetic data. There were relationship between the obtained data in field and the simulation from CropSyst© model which was indicated by 0.679 of Efficiency Index (EF) value. This meant that the CropSyst© model was well used. In case of Relative Root Mean Square Error (RRMSE), it was shown at 2.68 %. RRMSE value described that there was a 2.68 % error prediction between simulation and actual production. In conclusion, CropSyst© can be used to predict the suitable planting time for soybean and as the result, the suitable planting time for soybean on the dry land is the end of rainy season (2 June 2015). Tanggamus variety is the most resistant variety based on slow planting time, because the decreased percentage of production was lower (8.3 %) than Wilis (26.3 %) and Anjasmoro (43.0 %).
PEMBINAAN USAHATANI SISTEM PERTANIAN TERPADU (TANAMAN-TERNAK) BERBASIS PADI MELALUI SEKOLAH LAPANG IKLIM (SLI) Kaimuddin, .; Rafiuddin, .; Musa, Yunus
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol 4, No 1 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 1 OKTOBER 2018
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Identifikasi wilayah menunjukkan bahwa Kelompok Tani Salokaraja Kelurahan Salokaraja Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng memerlukan kegiatan untuk meningkatkan sumberdaya petani dalam mengantisipasi kejadian iklim ekstrim (banjir dan kekeringan) dengan mengadopsi model sistem pertanian terpadu melalui Sekolah Lapang Iklim (SLI) dengan pertimbangan sebagai berikut: (i) kelompok tani Salokaraja rentan terhadap perubahan iklim, (ii) jumlah petani yang terlibat cukup banyak, dan pemahaman teknologi pertanian masih relatif terbatas, (iii) kondisi sosial ekonomi petani, persepsi dan keinginan serta permasalahan-permasalahan yang timbul yang berhubungan dengan usahatani perlu diperdalam khususnya masalah pemanfaatan informasi iklim melalui SLI. Target luaran kegiatan ini adalah: (i) petani peserta Sekolah Lapang Iklim (SLI) dapat menyerap dengan baik materi aplikasi model sistem pertanian terpadu untuk antisipasi anomali iklim; (ii) peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola lahan usaha taninya; (iii) mampu beradaptasi terhadap kejadian anomali iklim; dan (iv) dampak anomali iklim dapat diatasi dan diteksi secara dini. Metode pelaksanaan kegiatan dalam bentuk penyuluhan / penyadaran.  Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa, Sekolah Lapang Iklim (SLI) memberikan gambaran permasalahan kepada peserta tentang pentingnya data meteorologi digunakan dalam bidang pertanian untuk pengembangan model sistem pertanian terpadu (padi – ternak) serta dapat menjadi solusi sebagai antisipasi dampak perubahan iklim. Perubahan Iklim dapat meningkatkan serangan OPT dan Sistem pertanian terpadu dapat mengurangi serangan OPT. Kata kunci: Sekolah lapang Iklim (SLI), Sistem pertanian terpadu, Kelompok Tani, Penyuluhan
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI SIPATUO SIPATOKKONG DAN MEKAR DALAM PENINGKATAN KETERSEDIAAN BENIH DAN PRODUKTIVITAS PADI DI KECAMATAN SIBULUE KABUPATEN BONE Musa, Yunus; Farid, Muh.; Nasaruddin, .
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol 4 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. (EDISI KHUSUS) NOVEMBER 2018
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbenihan padi merupakan salah satu usaha agribisnis yang dapat dikelola oleh kelompok tani untuk memenuhi kebutuhan benih padi secara mandiri. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra kelompok tani adalah terbatasnya benih unggul dan pupuk pada saat tanam, maka petani lebih dominan menggunakan benih yang diproduksi sendiri dengan pemupukan yang terlambat dan dosis rendah. Hal tersebut menyebabkan produktivitas yang diperoleh hanya 50% dari potensi yang seharusnya diperoleh (7-8 ton/ha). Kegiatan ini membina kelompok tani menjadi penangkar benih sehingga mampu memproduksi benih unggul secara mandiri, sekaligus mendorong menjadi calon wirausaha baru, melatih petani mengolah limbah organik yang tersedia secar lokal (jerami, limbah ternak, limbah buah-buahan) menjadi pupuk kompos, pupuk cair/ biopestisida, memperbaiki sistem tanam dari hambur menjadi jajar legowo melalui demplot perbenihan untuk mengefisienkan penggunaan benih dan menghindari serangan hama tikus, serta melakukan pendampingan selama kegiatan berlangsung. Kegiatan berlangsung selama 5 bulan sejak Juli sampai November 2018 di Desa Mabbiring, Kecamatan SibuluE, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi, pelatihan dan produksi pupuk kompos, produksi pupuk cair dan biopestisida dari limbah tanaman dan ternak, pelatihan perbenihan padi (teknik pengujian daya kecambah), serta demplot perbenihan Jagung hibrida melalui produksi benih dari penanaman, pemeliharaan, panen, dan pasca panen. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Kelompok tani yang dibina sudah mampu memproduksi Mikroorganisme lokal (MOL) yang dapat digunakan sebagai decomposer dalam memproduksi pupuk kompos. Kelompok tani yang dibina sudah mampu memproduksi Mikroorganisme lokal sebagai pupuk cair dan biopestida.  Minat kelompok tani dalam berusaha tani padi semakin meningkat dengan kemampuan memproduksi benih padi sebagai usaha komersial. Kemampuan UMKM memproduksi kompos, pupuk cair, biopestida dan benih padi, keuntungan petani melalui perbenihan padi meningkat dua kali lipat (Rp.27.000.000ha) dibandingkan dengan produksi jagung pakan (Rp.16.000.000/ha), serta tambahan pendapatan melalui penjualan kompos Rp.750/kg dan pupuk cair/biopestisida Rp.8000/liter. Kata Kunci: Perbenihan padi, kompos, pupuk cair dan biopestisida.
Budidaya Jagung dengan Populasi Tinggi untuk Meningkatkan Produktivitas dan Efisiensi Lahan di Indonesia Zhiwu, Wang; Kai, Chen; Shijun, Qi; Zengbin, Lu; Wen, Cheng; Huanying, Xiao; Suxian, Zhao; Musa, Yunus; Dermawan, Rahmansyah; Syahruddin, Karlina; Zhaohua, Ding
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 3 No 1 (2019): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.068 KB) | DOI: 10.33019/agrosainstek.v3i1.36

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendukung secara teknis pemanfaatan ruang dengan mengatur jarak tanam dan penggunaan varietas jagung baru CI01, CI02 dan CI03, berdaya hasil tinggi yang dikembangkan bersama-sama oleh peneliti jagung dari Cina dan Indonesia dengan teknik budidaya yang sesuai. Percobaan ini dilakukan pada Maret 2018 di Kediri, Jawa Timur, Indonesia. Penanaman dilakukan di bedengan dengan menggunakan mulsa plastik. Penanaman dirancang dengan populasi tinggi menggunakan jarak antar tanaman 14 cm, 2 baris per bedengan, dan ditanam secara zigzag sehingga diperoleh populasi sebanyak 99.000 tanaman/Ha. Dengan metode ini diperoleh hasil tinggi sebesar 13,35 ton/Ha untuk varietas CI01, 13,72 ton/Ha untuk varietas CI02, dan 12,78 ton/Ha untuk varietas CI03. Tingkat serangan penyakit downy mildew hanya berkisar 0,8-2,1% dan serangan terendah pada varietas CI01. Secara ekonomi, penggunaan metode penanaman pola hasil tinggi ini mampu meningkatkan hasil panen lebih dari 20% dan meningkatkan keuntungan ekonomi sebesar 15% dari biaya produksi jagung.
SUPPLY CHAIN PERFORMANCE OF CAYENNE PEPPER IN GORONTALO, INDONESIA Indriani, Ria; Darma, Rahim; Musa, Yunus; Tenriawaru, N.; Mahyuddin, Mahyuddin
International Journal of Supply Chain Management Vol 8, No 5 (2019): International Journal of Supply Chain Management (IJSCM)
Publisher : International Journal of Supply Chain Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The fluctuating price of cayenne pepper can be caused by the characteristics of agricultural commodities and also inefficient supply chain management arrangements. The research objective was to examine the performance of the cayenne supply chain with the approach of SCOR supply chain performance attributes based on reliability, responsiveness, agility, and assets in Gorontalo. The research method used was a survey method using purposive sampling technique. The study was conducted a year (July 2017-July 2018) in Gorontalo Province. Data were obtained from direct interviews with farmers, collectors, wholesalers, retailers. Data analysis utilized DEA (Data Envelopment Analysis). The results showed that the performance of the cayenne supply chain doer in Gorontalo was mostly efficient, only 5 farmers, 1 collecting trader, 1 large trader and 2 retailers whose performance was not efficient.
YIELD EVALUATION AND SELECTION OF M6 WHEAT MUTANT ADAPTIVE TO MEDIUM LAND Nasaruddin, N.; Bdr, Muh. Farid; Musa, Yunus; Iswoyo, Hari
Agrotech Journal Vol 4, No 2 (2019): Agrotech Journal (ATJ)
Publisher : Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/atj.v4i2.1059

Abstract

Wheat is a sub-tropical plant that can adapt well at altitudes of 1000 - 3000 m above sea level and requires relatively low temperatures. At this height, wheat crops in Indonesia are unable to compete with horticultural crops with higher economic value. This causes national wheat production to be very low and results in high wheat imports. Therefore, wheat varieties are needed that can grow and develop in Indonesia in the low to medium plains. The study aimed to test the adaptive mutant population descent in the middle plains to prepare multi-location tests and release of varieties. The benefit of this research is obtaining potential strains from high-temperature adaptive wheat mutants in the lowlands. This research was conducted using a randomized block design with three replications. The treatment consisted of 16 M6 Wheat mutants and four comparative varieties. The results showed that the genotypes of wheat mutants that had high production in M6 propagation in the central plains were N 350 3.7.1 (2.74 t. ha-1), N 350 3.6.2 (2.33 t.ha-1) and N 350 3.1.3 (2.26 t.ha-1). Characters that have high heritability values on M6 Number of stomata, chlorophyll index, plant height, number of tillers, productive tillers, rate of seed filling, panicle length, number of seedlings, empty percentage of florets, hollow seed weight, 1000 seed weight, and production