Max Rudolf Muskananfola
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 50 Documents
Articles

ANALISIS KONDISI PERAIRAN DITINJAU DARI KANDUNGAN KLOROFIL-A, NITRAT, FOSFAT DAN TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) DI PERAIRAN BEDONO DEMAK ANALYSIS OF WATER CONDITIONS BASED ON CHLOROPHYLL-A, NITRATE , PHOSPHATE AND TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) IN THE COASTAL WATERS OF BEDONO DEMAK Marhana, Tasya; Muskananfola, Max Rudolf; Febrianto, Sigit
Journal of Management of Aquatic Resources Vol 8, No 3 (2019): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perairan pesisir Bedono Demak mendapat masukan dari buangan berbagai aktivitas manusia (pemukiman, pertambakan dan jalur transportasi perahu nelayan) yang mengalir ke sungai Bedono dan juga adanya hutan mangrove mengakibatkan terjadinya perubahan kualitas air pada perairan tersebut karena perairan berpotensi menjadi kaya bahan organik. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui status kesuburan perairan Bedono Demak serta mengetahui hubungan konsentrasi klorofil-a, nitrat, fosfat dan total suspended solid. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2018. Metode yang digunakan pada penelitian adalah metode deskriptif kuantitatif. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive pada 3 stasiun, sedangkan sampling yang digunakan mengacu pada teknik random sebanyak 3 titik. Analisis status kesuburan perairan dengan metode TSI dan analisa data untuk mengetahui hubungan antar variabel menggunakan regresi linear berganda. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi klorofil-a berkisar antara 0,007-0,012 mg/l, nitrat 0,031-0,934 mg/l, fosfat 0,291-1,732 mg/l dan TSS 320-440 mg/l. Status kesuburan perairan Bedono termasuk kategori eutrofik sedang. Hubungan klorofil-a dengan nitrat, fosfat dan TSS di perairan Bedono menunjukkan tidak berhubungan signifikan. ABSTRACT The Coastal waters of Bedono Demak gets input from discharges of human activities (residential, aquaculture and fishing boat transportation lines) which flows into the river and also the existence of mangrove forest so resulted in a change of water quality in the waters because the waters enriched with organic matters.  This research aims to know the category of trophic status in Bedono Demak also to understand the correlation of chlorophyll-a, nitrate and phospate and Total Suspended Solid. This research was conducted on December 2018. The method used in this research was quantitative descriptive method. Location determination is done purposively at three stations, while the sampling used refers to a random technique of three points Trophic State Index (TSI) was used to analyze the trophic status in the coast of Bedono and data analysis to find out the correlation among variabels used multiple linear regression method. The result of this research shows that the concentration of chlorophyll-a ranged from 0,007-0,012 mg/l, nitrate 0,031-0,934 mg/l, phosphate 0,291-1,732 mg/l and TSS 320-440 mg/l. The trophic status in the coast of Bedono is categorized as moderate eutrophic. The correlation between chlorophyll-a with nitrate, phosphate and TSS had not significantly related in the Coastal waters of Bedono Demak.
HUBUNGAN TEKSTUR SEDIMEN DAN KANDUNGAN BAHAN ORGANIK DENGAN KELIMPAHAN MAKROZOOBENTOS DI MUARA SUNGAI SILANDAK, SEMARANG Meynita, Dewi; Muskananfola, Max Rudolf; Sedjati, Sri
Journal of Management of Aquatic Resources VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Muara Sungai Silandak merupakan salah satu subsistem drainase wilayah Semarang Barat yang bermuara ke teluk Semarang.Muara merupakan tempat akumulasi buangan limbah domestik dan pabrik. Dilakukannya reklamasi pantai pada bagian hilir Muara Silandak dapat menyebabkan sedimentasi yang akan mempengaruhi keberadaan makrozoobentos. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tekstur sedimen, kandungan bahan organik dan kelimpahan makrozoobentos.Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel sedimen dan sampel makrozoobentos pada setiap stasiun yang berlokasi di muara sampai pesisir Pantai Maron.Penelitian ini dilakukan dengan sampling acak atau Random Sampling dengan empat stasiun.Pada setiap stasiun terdapat tiga titik sampling, sampel sedimen dan makrozoobentos diambil pada setiap titik kemudian dikomposit perstasiun.Sampling dilakukan pada interval waktu dua minggu dengan tiga kali pengulangan.Hasil analisis tekstur sedimen pada stasiun I memiliki tekstur liat sedangkan stasiun II, III dan IV memiliki tekstur lempung liat berpasir. Hasil kandungan bahan organik pada stasiun I,II, III dan IV sebesar 19,33%, 15,20%, 13,40% dan 10,67%. Sedangkan kelimpahan makrozoobentos yang didapatkan stastiun I sebesar 652 ind/m3 , stasiun II 696 ind/m3 , stasiun III 783 ind/m3 (tertinggi) dan stasiun IV 261 ind/m3 dengan katagori indeks keanekaragaman belum tercemar dan tidak adanya jenis yang mendominasi.  Kata kunci: Tekstur Sedimen, Kandungan Bahan Organik, Kelimpahan Makrozoobentos, Muara Sungai Silandak Semarang.   ABSTRACT Silandak Estuary is one of the subsystem drainage areas in West Semarang that flow into the bay of Semarang. The estuary is a place of accumulation of domestic sewage and factories. Coastal reclamation at the downstream estuary Silandak causing sedimentation that will affect the existence of macrozoobenthos. The purpose of this research was to know the sediment texture, organic matter content and abundance of macrozoobenthos. The material used in this research is the sediment samples and samples of macrozoobenthos at any station located at the estuary to the coast of Maron. The research used random sampling with four stations. At each station there are three sampling points, samples of sediment and makrozoobentos taken at any point which then composite sample at each station. The sampling was done with time interval of two weeks with three repetitions. The results of the sediment texture at the station I has the texture of clay while the station II, III and IV have a texture of sandy clay loam. The results of the organic material content at stations I, II, III and IV is amounted 19,33%, 15,20%, 13,40% and 10,67% and while abundance of makrozoobentos at station I are 652 ind/m3, station II 696 ind/m3, station III 783 ind/m3(higher) and station IV 261 ind/m3 with a diversity index categories clean water zone and not found the dominant species. Keywords: Sediment Textures, Organic Matter Contents, Abundance of Makrozoobentos, Silandak Estuary Semarang. 
STUDI HUBUNGAN KANDUNGAN BAHAN ORGANIK SEDIMEN DENGAN KELIMPAHAN MAKROZOOBENTHOS DI MUARA SUNGAI WEDUNG KABUPATEN DEMAK Choirudin, Ittok Rochmad; Supardjo, Mustofa Niti; Muskananfola, Max Rudolf
Journal of Management of Aquatic Resources Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muara sungai Wedung digunakan oleh warga untuk keperluan rumah tangga, kegiatan pertambakan, dan keluar masuknya kapal ke TPI Wedung. Muncul dugaan telah terjadi penurunan kualitas air di muara sungai Wedung. Salah satu penyebabnya ialah pencemaran alami seperti adanya bahan ? bahan organik sehingga akan berdampak pada kehidupan makrozoobenthos. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi dan kelimpahan makrozoobenthos serta untuk mengetahui hubungan antara kandungan bahan organik sedimen dengan kelimpahan  makrozoobenthos pada perairan muara sungai Wedung. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan April sampai Juni 2013. Penelitian ini dilakukan pada 3 stasiun. Materi penelitian adalah makrozoobenthos dan substrat dasar perairan muara sungai Wedung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Makrozoobenthos yang diperoleh selama penelitian di muara sungai Wedung Kabupaten Demak terdiri dari 3 kelas yaitu Polychaeta, Gastropoda, dan Bivalvia. Kelimpahan makrozoobenthos terbesar terdapat pada stasiun II sebesar 4889 ind/m3, sedangkan kelimpahan terendah terdapat pada stasiun III sebesar 341 ind/m3. Kandungan bahan organik stasiun I berkisar antara 11,81 ? 15,45% (sedang), stasiun II berkisar antara 12,72 ? 17,57% (tinggi), dan stasiun III berkisar antara 9,5 ? 16,44% (sedang). Hasil uji regresi antara kelimpahan makrozoobenthos dengan kandungan bahan organik diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,46. Koefisien korelasi (r) sebesar 0,678 yang menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variable tersebut cukup. Wedung estuaries used by residents for domestic purposes, aquaculture activities, and entry and exit of ships to TPI Wedung. Alleged there has been a decline in water quality in Wedung estuaries. One of the caused was that natural pollution such as the organic matter that will have an impact on the lives of macrozoobenthos. The purpose of this study was to determine the composition and abundance of macrozoobenthos and to know the relationship between organic matter content of sediment with macrozoobenthos abundance in estuarine Wedung. The research was conducted in April to June 2013. This study was conducted at 3 stations. The research material was macrozoobenthos and Wedung estuarine substrate. The method used in this study was case study methods. Macrozoobenthos obtained during research in Wedung estuaries, Demak consists of three classes which were Polychaeta, Gastropoda, and Bivalve. The greatest abundance found at station II was 4889 ind/m3, while the lowest abundance at station III was 341 ind/m3. The content of organic matter in station I ranges from 11,81 to 15,45% (moderate), station II ranges from 12,72 to 17,57% (high), and station III ranges from 9,5 to 16,44% (moderate ). Results of regression between macrozoobenthos abundance with organic content obtained coefficient of determination (R2) of 0,46. The correlation coefficient (r) of 0,678 which shows that the relationship between the two variables is adequate. 
SEBARAN STRUKTUR SEDIMEN, BAHAN ORGANIK, NITRAT DAN FOSFAT DI PERAIRAN DASAR MUARA MORODEMAK Amelia, Yusty; Muskananfola, Max Rudolf; Purnomo, Pujiono Wahyu
Journal of Management of Aquatic Resources Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padatnya aktivitas manusia di muara sungai Tuntang Morodemak dapat memberikan sumbangan terbesar dari proses sedimentasi di muara dan pesisir pantai. Kondisi ekologis ini dikhawatirkan akan semakin menurun, akibatnya keseimbangan dinamika muara, seperti kehidupan biota dasar perairan misalnya gastropoda, bivalvia, dan makrozoobenthos memegang peranan penting dalam proses mendaur ulang bahan organik dan proses mineralisasi serta menduduki beberapa posisi penting dalam rantai makanan akan terganggu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sebaran struktur partikel sedimen, bahan organik, nitrat, dan fosfat sedimen serta mengetahui hubungan antara partikel sedimen dengan bahan organik, nitrat, dan fosfat sedimen di perairan muara sungai Tuntang Morodemak. Metode yang digunakan menggunakan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan metode Regresi Korelasi. Hasil yang diperoleh adalah sebaran struktur partikel sedimen di muara sungai Tuntang Morodemak terdiri dari pasir (0.5-0.0625 mm), lumpur (0.0625-0.0039 mm), dan liat (<0.0039 mm). Kandungan pasir terbanyak diperoleh di stasiun 1 dengan prosentase 4%, lumpur terbanyak diperoleh di stasiun 8 dengan prosentase 80%, dan liat terbanyak diperoleh di stasiun 6 dengan prosentase 61.56%. Sebaran bahan organik dan fosfat sedimen terbanyak di stasiun 1 dengan nilai 13.20% dan 7.13 mg/gr, sebaran nitrat sedimen terbanyak di stasiun 8 dengan nilai 22.13 ppm. Hubungan partikel sedimen dengan bahan organik yang mempunyai hubungan paling kuat adalah fraksi pasir dengan nilai koefisien korelasi 0.88. Hubungan partikel sedimen dengan nitrat tidak ada yang memiliki keeratan yang kuat antara pasir, liat, dan lumpur. Hubungan partikel sedimen dengan fosfat yang memiliki hubungan paling kuat adalah fraksi pasir dengan nilai koefisien korelasi 0.71. Density of human activities at the estuary of Tuntang Morodemak river is providing the biggest contribution of the sedimentation process in the estuarine and the coastal region. Sedimentation process will affect the ecological condition in the area of the estuary. When the ecological condition is decreasing, it will disrupt the balance of the estuary, for example the condition of aquatic biota, such as gastropods, bivalves, and macrozoobenthos which has the most important role in food chain, recycling process, and mineralization process. The purpose of the research is to find the distribution and the correlation between sediment particles, organic materials, nitrate, and sedimentary phosphate in the estuary of Tuntang Morodemak. The method used in this research was purposive sampling method. The regression and correlation method is used to analyze the data. The results showed that the distribution of sediment particles in Tuntang Morodemak consists of sand (0.5-0.0625 mm), silt (0.0625-0.0039 mm), and clay (<0.0039 mm). Station 1 has the biggest amount of sand, it was 4%. Station 8 has 80% of silt which is the biggest amount of all while station 6 has the highest presentation of clay (61.65%). The distribution of organic material and sedimentary phosphate in station 1 was the highest (13.20% and 7.13 mg/gr), while station 8 has the biggest amount of sediment nitrate (22.13 ppm). The strongest correlation between sediment particle and material organic was sand fraction which has 0.88 of correlation coefficient. Sediment particle and nitrate did not have a strong correlation with sand, silt, and clay while the strongest correlation between sediment particle and phosphate was sand fraction which has 0.71 of correlation coefficient.
ANALISIS KERENTANAN PANTAI MARON DAN PANTAI TIRANG KECAMATAN TUGU, KOTA SEMARANG (ANALYSIS OF COASTAL VULNERABILITY ON THE MARON BEACH AND TIRANG BEACH AT TUGU SUBDISTRICT, SEMARANG CITY) Prabowo, Danar; Muskananfola, Max Rudolf; Purwanti, Frida
Journal of Management of Aquatic Resources Vol 6, No 4 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Maron dan Pantai Tirang merupakan daerah wisata di wilayah pesisir Semarang. Nilai kerentanan pantai tersebut perlu diketahui agar pemanfaatannya tidak terganggu. Pantai Maron dan Pantai Tirang Kecamatan Tugu, Kota Semarang, dianalisis menggunakan metode CVI (Coastal Vulnerability Index), dilakukan pada bulan Mei sampai dengan Juni 2017. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi kerentanan Pantai Maron dan Pantai Tirang, dan mengetahui nilai indeks kerentanan ekosistem Pantai Maron dan Pantai Tirang, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Metode CVI (Coastal Vulnerabilty Index), dilakukan dengan cara menilai kerentanan pantai pada variabel kemiringan pantai, jarak tumbuhan dari pantai, pasang surut rata-rata, tinggi gelombang rata-rata, dan erosi/akresi pantai berdasarkan tabel indeks kerentanan pantai pada lima sel pantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai CVI Pantai Maron antara 6,45 ? 9,13 termasuk dalam kategori kerentanan pantai yang rendah (>20,5), sedangkan nilai CVI Pantai Tirang yaitu 10,21 dan 22,82 termasuk dalam kategori kerentanan rendah dan menengah (20,5 ? 25,5). Kesimpulan yang dapat disampaikan adalah nilai kerentanan Pantai Maron dan Pantai Tirang, Kecamatan Tugu, Kota Semarang berdasarkan variabel fisik termasuk dalam kategori rendah dan menengah. Maron and Tirang beaches are tourism area in the coastal area of Semarang. The value of vulnerability of the coast should be known so its utilization will not be disturbed. The Maron Beach and Tirang Beach used Coastal Vulnerability Index method. The research was carried out from Mei to June, 2017. The aims of this study are to identify vurnerability conditions of Maron Beach and Tirang Beach, and to know vulnerability index value of Maron Beach and Tirang Beach, Tugu Subdistrict, Semarang City. CVI method used by scoring coastal vulnerability on variables of coastline slope, plants distance from the coast, average tidal range, average wave height, and coastline changes (accresion/erosion) based on table of coastal vulnerability index at five coastal cells. The research show that the CVI value of the Maron Beach 6,45 into 9,13 that include in the low coastal vulnerability category (<20,5), while CVI value of the Tirang Beach 10,21 and 22,82 that include in the low and middle coastal vulnerability category (20,5-25,5). Conclusion of this research is coastal vulnerability index of Maron Beach and Tirang Beach, Tugu Subdistrict, Semarang City based on physical variables belong to low and middle vulnerability.   GMT Detect languageAfrikaansAlbanianAmharicArabicArmenianAzerbaijaniBasqueBelarusianBengaliBosnianBulgarianCatalanCebuanoChichewaChinese (Simplified)Chinese (Traditional)CorsicanCroatianCzechDanishDutchEnglishEsperantoEstonianFilipinoFinnishFrenchFrisianGalicianGeorgianGermanGreekGujaratiHaitian CreoleHausaHawaiianHebrewHindiHmongHungarianIcelandicIgboIndonesianIrishItalianJapaneseJavaneseKannadaKazakhKhmerKoreanKurdishKyrgyzLaoLatinLatvianLithuanianLuxembourgishMacedonianMalagasyMalayMalayalamMalteseMaoriMarathiMongolianMyanmar (Burmese)NepaliNorwegianPashtoPersianPolishPortuguesePunjabiRomanianRussianSamoanScots GaelicSerbianSesothoShonaSindhiSinhalaSlovakSlovenianSomaliSpanishSundaneseSwahiliSwedishTajikTamilTeluguThaiTurkishUkrainianUrduUzbekVietnameseWelshXhosaYiddishYorubaZulu AfrikaansAlbanianAmharicArabicArmenianAzerbaijaniBasqueBelarusianBengaliBosnianBulgarianCatalanCebuanoChichewaChinese (Simplified)Chinese (Traditional)CorsicanCroatianCzechDanishDutchEnglishEsperantoEstonianFilipinoFinnishFrenchFrisianGalicianGeorgianGermanGreekGujaratiHaitian CreoleHausaHawaiianHebrewHindiHmongHungarianIcelandicIgboIndonesianIrishItalianJapaneseJavaneseKannadaKazakhKhmerKoreanKurdishKyrgyzLaoLatinLatvianLithuanianLuxembourgishMacedonianMalagasyMalayMalayalamMalteseMaoriMarathiMongolianMyanmar (Burmese)NepaliNorwegianPashtoPersianPolishPortuguesePunjabiRomanianRussianSamoanScots GaelicSerbianSesothoShonaSindhiSinhalaSlovakSlovenianSomaliSpanishSundaneseSwahiliSwedishTajikTamilTeluguThaiTurkishUkrainianUrduUzbekVietnameseWelshXhosaYiddishYorubaZulu         Text-to-speech function is limited to 200 characters  Options : History : Feedback : DonateClose
HUBUNGAN TEKSTUR SEDIMEN, BAHAN ORGANIK DENGAN KELIMPAHAN BIOTA MAKROZOOBENTOS DI PERAIRAN DELTA WULAN, KABUPATEN DEMAK Wahyuningrum, Etty Silviana; Muskananfola, Max Rudolf; Suryanto, Agung
Journal of Management of Aquatic Resources Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keanekaragamaan makrozoobentos pada suatu lingkungan perairan tertentu merupakan cerminan variasi terhadap kisaran-kisaran parameter lingkungan. Tekstur sedimen dan bahan organik merupakan faktor yang berpengaruh pada kelimpahan makrozoobentos. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan tekstur sedimen, bahan organik, dan kelimpahan biota makrozoobentos dan hubungannya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2015, di Perairan Delta Wulan, Kabupaten Demak. Metode yang digunakan adalah metode survei dan Purposive Sampling. Variabel yang diteliti meliputi: tekstur sedimen, bahan organik, kelimpahan makrozoobentos dan parameter fisika kimia perairan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran fisika dan kimia air berada dalam kondisi normal. Kandungan bahan organik berkisar 0,10 ? 0,35% dan prosentase pasir di empat stasiun berkisar 1,90 ? 9,42%, lempung berkisar 67,82 ? 96,74%, liat berkisar 1,36 ? 22,86%. Kelimpahan individu berkisar 386,03 ? 1564 ind / m3. Indeks keanekaragaman berkisar 0,64 ? 1,28. Indeks keseragaman berkisar 0 ? 1. Nilai nilai keterkaitan (r) antara tekstur sedimen dengan bahan organik adalah 0,494, tekstur sedimen dengan kelimpahan makrozoobentos 0,679 dan tekstur dengan kelimpahan makrozoobentos 0,474. Hal ini berarti bahwa terdapat hubungan dalam kategori sedang. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan linier positif antara tekstur sedimen, dengan bahan organik, bahan organik dengan kelimpahan, dan tekstur sedimen dengan kelimpahan makrozoobentos di Perairan Delta Wulan, Kabupaten Demak. Diversity of macrozoobenthos in a particular marine environment is a reflection of the variation ranges of environmental parameters. Texture sediment and organic material is a factor that affects the abundance of macrozoobenthos. The aim of this study was to determine the content of the sediment texture, organic matter, and the abundance of macrozoobenthos and to know the relation between those parameters. The experiment was conducted in June 2015, in the waters of the Delta Wulan, Demak. The method used was survey method and purposive sampling. Variables examined included: the texture of sediment, organic matter, macrozoobenthos abundance and physical parameters of water chemistry. The results showed that the physical and chemical measurements of water were in normal condition. Organic matter content ranged from 0.10 to 0.35% and the percentage of sand  in four stations ranged from 1.90 to 9.42%, silt ranges from 67.82 to 96.74%, clay ranges from 1.36 to 22.86%. Abundance of individuals ranged from 386.03 to 1564 ind / m3. Diversity index ranged from 0.64 to 1.28. Uniformity index ranges from 0 - 1. The value of the relationship (r) between the textures of the sediments with organic material was 0.494, sediment with the abundance of macrozoobenthos was 0.679 and texture with abundance of macrozoobenthos 0.474. This means that there was a relationship in the medium category. Based on this, it can be concluded that there is a positive corelation between the texture of the sediment with organic materials, organic materials with abundance of macrozobenthos, and sediment texture with an abundance of macrozoobenthos in the waters of the Delta Wulan, Demak.
HUBUNGAN KELIMPAHAN KEPITING DENGAN BAHAN ORGANIK DAN TEKSTUR SEDIMEN PADA MANGROVE DI PANTAI MARON, TIRANG DAN MANGUNHARJO SEMARANG Siahaan, Donal; Muskananfola, Max Rudolf; Suryanto, Agung
Journal of Management of Aquatic Resources Vol 7, No 1 (2018): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Maron, Pantai Tirang dan Pantai Mangunharjo Semarang memiliki hutan mangrove yang tumbuh secara alami dan buatan untuk mencegah erosi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tekstur sedimen dan bahan organik, kelimpahan kepiting serta hubungan kelimpahan kepiting dengan bahan organik dan tekstur sedimen di kawasan hutan mangrove. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, dilakukan 3 kali pengulangan selama 3 minggu pada bulan Desember 2016. Langkah pertama dilakukan pengukuran parameter lingkungan; kedua diambil sampel kepiting dan sedimen, ketiga dilakukan analisis laboratorium, analisis tekstur sedimen dan analisis bahan organik, keempat perhitungan kelimpahan kepiting dan analisis korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekstur sedimen yang didapatkan pada ketiga stasiun yaitu clay (liat). Persentasi liat 59,80% - 74,99% dengan persentasi tertinggi pada Pantai Maron. Fraksi sand (pasir) 22,44% - 38,29% dengan persentasi tertinggi pada Pantai Tirang. Fraksi silt (lumpur) 1,83% - 2,57% dengan persentasi tertinggi pada Pantai Maron. Kandungan bahan organik 7,33% - 9,33% dengan persentasi tertinggi pada Pantai Maron. Kepiting yang didapatkan pada ketiga stasiun yaitu Metopograpsus latifrons dan Scylla serrata. Struktur komunitas kepiting didapatkan nilai kelimpahan stasiun I 5720 ind/m2, stasiun II 5432 ind/m2 dan stasiun III 5802 ind/m2. Indeks keanekaragaman kepiting dalam kategori rendah dan hubungan tekstur sedimen dengan bahan organik memiliki hasil yang sedang. Hubungan tekstur sedimen dengan kelimpahan kepiting memiliki hasil korelasi yang sedang dan hasil dari hubungan bahan organik dengan kelimpahan kepiting memiliki hasil korelasi yang sedang.  Maron Beach, Tirang Beach and Mangunharjo Beach Semarang have mangrove forests that grow both naturally and artificially to prevent erosion. The purpose of this research are to analyze the texture of sediment and organic material, crab abundance, and the relation of crab abundance with organic material and sediment texture in mangrove forest area. The sampling technique used in this research is purposive sampling method, with 3 repetitions conducted in three weeks in December 2016. The first step was the measurement of environmental parameters. The second step was samples collections of crabs and sediments. The third step conducted was laboratory analysis on sediment texture and organic material. The last step was to calculate crab abundance and perform Pearson correlation analysis. The results showed that the sediment texture obtained in three stations was clay. Clay percentage was 59.80% - 74.99% with the highest percentage on Maron Beach. Sand fraction percentage was 22.44% - 38.29% with the highest percentage on Tirang Beach. The silt fraction was 1.83% - 2.57% with the highest percentage on Maron Beach. The content of organic materials is 7.33% - 9.33% with the highest percentage on Maron Beach. Crabs in the three stations obtained are Metopograpsus latifrons and Scylla serrata. Crab abundance on station I is 5720 ind / m2, while on station II and station III is 5432 ind / m2 and 5802 ind / m2, respectively. The index of crab diversity is low and the relationship of sediment texture with organic matter is moderate. The relationship of sediment texture with crab abundance has a moderate correlation, while the relationship of organic material with crab abundance also has a moderate correlation result.
ANALISIS KESUBURAN PERAIRAN SEKITAR MUARA SUNGAI TUNTANG, MORODEMAK BERDASARKAN HUBUNGAN ANTARA NILAI PRODUKTIVITAS PRIMER DENGAN NO3 DAN PO4 Purba, Devi Kristi; Purnomo, Pujiono Wahyu; Muskananfola, Max Rudolf
Journal of Management of Aquatic Resources Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas primer merupakan deskripsi kuantitatif yang menyatakan kesuburan perairan, juga pemanfaatan konsentrasi unsur hara yang terdapat di dalam suatu badan air melalui laju pembentukan senyawa-senyawa organik. Nutrien sangat dibutuhkan oleh fitoplankton untuk perkembangannya dalam jumlah besar maupun dalam jumlah yang relatif kecil. Setiap unsur hara mempunyai fungsi khusus pada pertumbuhan dan kepadatan tanpa mengesampingkan pengaruh kondisi lingkungan. Unsur P dan N sangat penting untuk pembentukan protein. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan ortofosfat dan nitrat di sekitar muara sungai Tuntang; dan mengetahui hubungan antara ortofosfat, nitrat dan produktivitas perairan di muara sungai Tuntang, Morodemak.Penelitian ini dilakukan di 7 lokasi sampling perairan sekitar muara sungai Tuntang, Morodemak dan berlangsung antara 22 dan 29 Mei 2014. Pada penelitian ini diukur nilai kandungan nitrat dan ortofosfat serta nilai produktivitas primer. Analisis perbedaan kedalaman nitrat dan ortofosfat menggunakan uji chi-kuadrat.Nilai kandungan nitrat di lapisan permukaan berkisar antara 0.6? 1.6 mg/L dan lapisan dasar berkisar antara 0.6 ? 2.5 mg/L. Nilai kandungan ortofosfat di lapisan permukaan berkisar antara 0.1 ? 0.24 mg/L dan lapisan dasar berkisar antara 0.17 ? 0.48 mg/L. Nilai produktivitas perairan berkisar antara 112.608 ? 319.056 mg/C/m3/hari sehingga lingkungan muara dikategorikan mesotrofik.Terdapat hubungan kuadratik antara nitrat, fosfat dan produktivitas primer, diketahui NO3 optimum terjadi pada kadar 1.12 mg/l dan PO4 optimum terjadi pada kadar 0.168 mg/l. Primary produtivity is a quantitative description that stated tropic water status as well as the utilization of nutrients in waters through formation rate of organic matters from anorganic matters. Nutrients are needed by phytoplankton to grow  in large as well as relatively small number. Every nutrients has a special function in phytoplankton growth and density without exclusionthe influence of environmental conditions. N and P are very important element to the formation of proteins. The purpose of this study wereto determine the orthoposphate and nitrate content in the Tuntang river estuary; and to determine the relationship of nitrate, orthoposphate and water productivity in Tuntang river estuary, Morodemak. The study was conducted at 7 locations in the Tuntang river estuary, Morodemak on 22 and 29 May 2014. In this study, nitrate and orthoposphate values were measured and the value of primary productivity. Analysis of differences in the depth of nitrateand phosphate using the chi-square test.The value of  nitrate content in the surface layer ranged between 0.6 ? 1.6 mg/L and the bottom layer ranged between 0.6 ? 2.5 mg/L.  The value of theorthophospate contentin the surface layer ranged between 0.1 ? 0.24 mg/L and the bottom range between 0.17 ? 0.48 mg/L. The value of waters productivity ranging between 112.608 ? 319.056 mg/C/m3/day therefore it was as categorized as mesotrophik. There are quadratic relationship between nitrate, orthoposphate and productivity primer , and optimum nitrate value on 1.12 mg/l and orthoposphate value on 0.168 mg/l.
PERUBAHAN LUAS HUTAN MANGROVE DI WILAYAH PANTAI INDAH KAPUK, JAKARTA UTARA TAHUN 2010-2015 (THE CHANGING MANGROVE AREA AT PANTAI INDAH KAPUK, NORTH JAKARTA IN 2010 – 2015) Mulyaningsih, Dwi; Hendrarto, Boedi; Muskananfola, Max Rudolf
Journal of Management of Aquatic Resources Vol 6, No 4 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengamatan citra satelit untuk pemetaan mangrove di wilayah Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara pernah dilakukan pada tahun 2012. Sejak itu belum ada lagi informasi terbaru terkait hal tersebut. Oleh karena itu telah dilakukannya penelitian yang sama dengan menggunaka citra Landsat 7 dan citra Landsat 8 untuk mengetahui perubahan luas tutupan vegetasi mangrove di tahun 2010-2015. Metode klasifikasi citra untuk mengidentifikasi mangrove menggunakan klasifikasi terbimbing (supervised classification) Maximum Likelihood, selanjutnya dilakukan uji ketelitian citra dengan menggunakan matriks uji ketelitian yang mengacu pada Short (1982). Hasil penelitian menunjukkan selama kurun waktu tahun 2010-2015 terjadi pengurangan luas 38,79 ha (44%), penambahan 75,69 ha (87%) dan adanya daerah yang tetap 86,94 ha dengan akurasi ketelitian citra 85,71%. Observation using satellite image for mangrove mapping at Pantai Indah Kapuk, North Jakarta had already been conducted in 2012. Since then there had been no further information related toit. Therefore, the same research was done by using Landsat 7 and Landsat 8 to know the change of mangrove vegetation cover area in 2010-2015. Image classification methods for identifying mangrove used the supervised classification Maximum Likelihood, then tested the accuracy images by using a precision test matrix that refers to Short (1982). The results showed that during the period of 2010-2015 there was 38,79 ha (44%) of reduction area, 75,69 ha (87%) of additional area and 86,94 ha of fixed area with 85,71% accuracy.
STATUS PENCEMARAN SUNGAI PLUMBON DITINJAU DARI ASPEK TOTAL PADATAN TERSUSPENSI DAN STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS Khaeksi, Indraswari Putri; Haeruddin, -; Muskananfola, Max Rudolf
Journal of Management of Aquatic Resources Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Plumbon merupakan salah satu sungai di kota Semarang, yang terletak di Mangunharjo, Mangkang, Semarang. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui konsentrasi Total Padatan Tersuspensi, struktur komunitas makrozoobentos, hubungan antara TSS dan makrozoobentos dan mengetahui status pencemaran sungai Plumbon Semarang. Metode sampling yang digunakan yaitu metode sistematic sampling. Zat Padatan Tersuspensi (Total Suspended Solid) adalah semua zat padat atau partikel-partikel seperti pasir, lumpur dan tanah liat yang tersuspensi didalam air dan dapat berupa komponen hidup. Konsentrasi Total Suspended Solid (TSS) yang diperoleh pada 3 kali sampling adalah pada sampling I diperoleh rata - rata sebesar 257,78 mg/l ±136,84, pada sampling II diperoleh rata - rata sebesar 200 mg/l ± 118,51 dan pada sampling III diperoleh rata - rata sebesar 400 mg/l ±146,67. Ditinjau dari kurva ABC maka sungai Plumbon masuk ke dalam kategori sungai yang tercemar sedang hingga berat. Uji korelasi yang dilakukan antara TSS dengan Kelimpahan Individu menghasilkan korelasi negatif kuat, begitu pula pada uji korelasi TSS dengan keanekaragaman makrozoobentos yang menghasilkan korelasi negatif kuat. Plumbon river is located in Mangunharjo, Mangkang, Semarang. This research was conducted to study the concentration of Total Suspended Solid, macrozoobenthos community structure, the relationship between TSS and macrozoobenthos and the status of Plumbon river pollution. Sampling method used is systematic sampling method. Total Suspended Solid is all solids or other particles like sand, mud, and clay that are suspended in the water and can be biotic components. Average of Total Suspended Solid (TSS) concentration obtained from every station with 3 times sampling are: station I is 257,78 mg/l ±136,84, station II is 200 mg/l ± 118,51, and station III is 400 mg/l ±146,67. Based on ABC curve, Plumbon river is categorized as moderately to heavily polluted river. Correlation test conducted between TSS and individual abundance shows a strong and negative correlation, similarly with the correlation test between TSS and macrozoobenthos diversity that shows a strong and negative correlation.           
Co-Authors - Djuwito - Haeruddin - Ruswahyuni - Subiyanto - Supriharyono A?in, Churun Abdul Ghofar Abiyoga, Reinaldi Adira Rizka Andaris, Adira Rizka Agung Pamuji, Agung agung Suryanto Agus Hartoko Andri Okfan, Andri Arif Rahman Arofah, Rizka Ummi Bambang Sulardiono Boedi Hendrarto Carleone de Prima, Carleone Chrysalina Indrastuti Devi Kristi Purba Dewi Meynita, Dewi Dominig, Amryta Dwi Yulianto Dyah Prajna Swayati, Dyah Prajna Erzad, Avisha Fauziah Etty Silviana Wahyuningrum, Etty Silviana Eugene Ramarta da Linne Fadhilah Maharani Fajrin, Fadhilah Maharani Febbrianna, Vida Febrianto, Sigit Frida Aprilia Loinenak, Frida Aprilia Frida Purwanti Gultom, Christine Rosaline Hapsari, Rania Widia Hutami, Ganjar Hesti Indraswari Putri Khaeksi, Indraswari Putri Ittok Rochmad Choirudin Janisa Ferril Indriyastuti Jati, Oktavianto Eko Kharimah, Nur Kharisma Aji Winarto Lakastri, Lavia Legina Lourenta Siregar Luthfieana Mentari, Luthfieana Marhana, Tasya Merlia Purnama Putri Mohamad Haekal Mulyaningsih, Dwi Mustofa Niti Supardjo Niniek Widyorini Norma Afiati Prabowo, Danar Pujiono Wahyu Purnomo Purba, Chris Antoni P Rella Nur Taqwa Retnoayu Budiasih, Retnoayu Rizki Pramuditya Kurniatama, Rizki Pramuditya Sahala Hutabarat Sefanya Roswaty Siahaan, Donal Sihombing, Yuni Harvesty Simanjuntak, Siska Lestari Sinulingga, Hiskia Arapenta Siti Rudiyanti Siti Widya Arfiatin Sri Sedjati Supriharyono Supriharyono Suryanti Suryanti Taufani, Wiwiet Teguh Viki Darusman Wahyu Permana Aji Wiwi Siti Rohmah, Wiwi Siti Yulianto, Muchtar Yusty Amelia Zulistiana Mufaidah, Zulistiana