Sunarti Mustamar
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

MANTRA DALAM TRADISI PEMANGGIL HUJAN DI SITUBONDO: KAJIAN STRUKTUR, FORMULA, DAN FUNGSI Mustamar, Sunarti; Ningsih, Sri
Publika Budaya Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Publika Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi lisan merupakan salah satu produk kebudayaan atau hasil kreasi kelompok etnik tertentu secara berulang-ulang dan turun-temurun yang didominasi oleh unsur kelisanan dan membentuk sebuah konvensi budaya. Tradisi pemanggil hujan termasuk dalam tradisi lisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek struktur, formula, dan fungsi yang terdapat dalam mantra dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ditemukan empat buah mantra di tempat yang berbeda tetapi masih berada dalam satu kabupaten. Mantra tersebut ialah: Tembang Pamoji, Demmong, Esmo Kerem, dan Bato’ Ondem.
POLITIK KEBUDAYAAN DALAM NOVEL SINDEN KARYA PURWADMADI ADMADIPURWA: KAJIAN SEMIOTIKA ROLAND BARTHES Vindriana, Nuri Dwi; Mustamar, Sunarti; Mariati, Sri
SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik Vol 19 No 2 (2018): Semiotika: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik
Publisher : Diterbitkan oleh Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Jember bekerja sama dengan Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI), Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI) dan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.516 KB) | DOI: 10.19184/semiotika.v19i2.10463

Abstract

This study relies on cultural political issues in the Sinden novel to be analyzed using the concept of Roland Barthes mythology. The mythology looks at the form of speech, including a literary work that reflects and reduces social discourse, cultural, ideological and historical. The method used in this research is a qualitative research method. The analysis has two stages of the sign system. The first system is the sign of denotative sign reading that takes the structural data covering themes, characters, conflicts, and settings that will produce signs. The results mark the first sign of the system as a new marker for a myth reading on both sign system. The reading of the myth in the Sinden novel generates political discourse cultures that reflect events in Indonesia with 1960s background. This study aims to describe the cultural issues covered by political interests and reveal the impact of cultural-political events experienced by the grassroots and increase appreciation of the reader in understanding the Sinden novel. 
SUBJEKTIVITAS PENYAIR GRESIK TAHUN 2000-AN STUDI PSIKOANALISIS JACQUES LACAN Nur Islahiyah, Ekka; Anoegrajekti, Novi; Mustamar, Sunarti
Publika Budaya Vol 6 No 2 (2018): Publika Budaya
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/pb.v6i2.8707

Abstract

Abstrak  Subjektivitas dalam psikoanalisis Lacan adalah proses pencarian, mengetahui, atau mengidentifikasi identitas diri subjek. Proses identifikasi selalu mendapat dorongan dari hasrat, dan pergerakan hasrat mendapat pengaruh dari kekuatan bawah sadar. Secara mendasar hasrat di bagi menjadi dua macam, yakni hasrat narsistik dan hasrat anaklitik. Perkembangan subjektivitas seseorang akan melewati tiga tahap (tripatrie) yakni, tahap Nyata (Real), tahap Imajiner (Imajinary), dan tahap Siombol (syimbolic). Implementasinya dalam penelitian ini adalah, bahwa Mardi Luhung, Lennon Machali dan Rikhwan Rifai merupakan penyair Gresik yang selalu kekurangan, dan mengalami keterbelahan dalam memenuhi hasrat idealnya. Perkembangan subjektivitas penyair Gresik dapat diidentifikasi melalui pergerakan hasrat narsistik dan hasrat anaklitik. Mekanisme tersebut dijelaskan dengan metode tripatrie Lacan.   Kata Kunci: Psikoanalisis Jacques Lacan. Hasrat. Subjektivitas. Penyair Gresik.
SASTRA LOKAL DAN MEDIA MASSA DIALEKTIKA LOKAL-GLOBAL DALAM SASTRA USING-BANYUWANGI Mustamar, Sunarti; Macaryus, Sudartomo
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Jentera
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3749.467 KB) | DOI: 10.26499/jentera.v1i2.275

Abstract

Kajian kesusastraan Indonesia dalam media massa hampir didominasi ulasan dan apresiasi kesusastraan modern. Bagaimana dengan sastra Indonesia, tetapimenyuarakan lokalitas tertentu, dan bagaimana pula dengan sastra berbahasa daerah, tetapi mengartikulasikan keindonesiaan? Serangkaian pertanyaan klasik tidak menemukan jawaban. Tulisan ini membahas perkembangan karya sastra puisi dan prosa dalam kaitannya dengan media massa dan dialektika keduanya dalam menghadapi globalitas.Multikulturalisme di Indonesia yang merebak pada akhir tahun 1990-an sebagai respons terhadap penyeragaman budaya sejak Orde Baru mampu bergerak menuju keragaman. Proses lintas budaya yang dinamis merupakan salah satu ciri perubahan kebudayaan di Indonesia yang tampak pada perkembangan bahasa, sastra, dan tradisi lisan Using Banyuwangi. Munculnya hibriditas kesusastraan lokal Using merupakan salah satu respons dalam menanggapi budaya lintas batas (nasional dan global). Hibriditasmenunjukkan bahwa setiap proses budaya mengandung percampuran dan interaksi lintas batas. Tidak ada kebudayaan yang sepenuhnya asli dan murni (Hall, 1993). Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam kontak dengan budaya modern yang nasional dan global, sastra Using bertransformasi ke sastra tulis dan dipublikasi melalui media massa (cetak, elektronik, dan digital). Hibriditas sastra muncul dalam corak modifikasi bentuk, modifikasi wadah bahasa dengan menggunakan bahasa Indonesia, serta memanfaatkan industri kreatif dalam bentuk multimedia dan memublikasikannya melalui media cetak, elektronik, dan digital. Hibriditas lainnya berupa kolaborai seni, menuliskan yang lisan, dan melisankan yang tulis.
MANTRA DALAM TRADISI PEMANGGIL HUJAN DI SITUBONDO: KAJIAN STRUKTUR, FORMULA, DAN FUNGSI Maknuna, Laksari Lu'luil; Mustamar, Sunarti; Ningsih, Sri
Publika Budaya Vol 1 No 1 (2013): November
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi lisan merupakan salah satu produk kebudayaan atau hasil kreasi kelompok etnik tertentu secara berulang-ulang dan turun-temurun yang didominasi oleh unsur kelisanan dan membentuk sebuah konvensi budaya. Tradisi pemanggil hujan termasuk dalam tradisi lisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek struktur, formula, dan fungsi yang terdapat dalam mantra dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ditemukan empat buah mantra di tempat yang berbeda tetapi masih berada dalam satu kabupaten. Mantra tersebut ialah: Tembang Pamoji, Demmong, Esmo Kerem, dan Bato? Ondem.