Articles

Found 20 Documents
Search

ANALISIS WILLINGNESS TO PAY VAKSIN DENGUE (DILIHAT DARI GOVERNMENT PERSPECTIVE) PERTIWI, AMELIA PUTRI; MUTAKIN, MUTAKIN
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2537.47 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17650

Abstract

Tingginya angka kejadian demam berdarah oleh infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk melahirkan vaksin dengue sebagai bentuk tindakan preventif pemerintah dalam upaya pencegahan penyakit demam berdarah di negara endemik khususnya di Indonesia. Artikel review ini ditulis untuk mengetahui analisis studi pendekatan willingness to pay dari pihak pemerintah selaku pembuat kebijakan terhadap kebutuhan masyarakat akan vaksin dengue ini. Hasil artikel review ini adalah berupa hasil analisis willingness to pay dari pihak pemerintah selaku pembuat kebijakan terhadap kebutuhan masyarakat akan vaksin dengue dan faktor-faktor yang mempengaruhi Willingness to Pay tersebut.Kata Kunci : Demam berdarah, vaksin dengue, willingness to pay
Naskah Tentang Isra’ Mi’raj dalam Bentuk Nadoman Mutakin, Mutakin
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 11, No 1 (2013)
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic development in Indonesia, especially in Sunda archipelago, was not only affecting the development of language and literacy, but also in the form of poetic genre. Besides the form of poetry such as pupuh, tembang, etc. as well. Sundanese society also know types of poetry called as pupujian or syi’iran or nazhaman in Arabic (Sunda: nadoman). Nadoman has a consistent metric pattern, in which it consists of 4 syllables each arrays, with few arrays in an exception which has less or more than one syllable. The 24 syllables in one array, usually in the form of song genre, be beheaded with a pattern 4 | 4 | 4#4 | 4 | 4 (symbol #marking the middle side of array), transformed from the pattern bahr Rajaz Arabic poetry. The text of Isra Mi’raj containing the story of isra’ mi’raj has a significant social function as a medium of learning for Sunda-Islam society, especially Kuningan community where the manuscript was found. Through nadoman, the story of isra’mi’raj displayed in the form of “chanted poetry” that is easy to be remembered. Keywords: Ilmu ‘Arudl, Nadoman effective learning
ARTIKEL REVIEW: PERBANDINGAN EFEKTIVITAS BIAYA VAKSIN DENGUE DARI BERBAGAI NEGARA PUTRI, ALMANANDA DWI; Mutakin, Mutakin
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.93 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17654

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia khusunya negara tropis. Angka kejadian DBD cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hal tersebut dapat berakibat pada tingginya biaya sakit yang harus diterima oleh pasien DBD. Upaya pencegahan DBD sudah dilakukan dengan adanya program pemberantasan vektor nyamuk. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, pemberantasan vektor nyamuk tidak lagi cukup untuk mengatasi masalah DBD. Oleh karena itu, diperlukan pencegahan dan pengendalian dengue tambahan, dan salah satu cara yang diduga cost-effective yaitu dengan vaksinasi. Artikel review ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai perbandingan efektivitas biaya penggunaan vaksin dengue dari berbagai negara. Metode yang digunakan adalah dengan mengumpulkan dan membandingkan studi literatur yang didapat berdasarkan kata kunci tertentu. Hasil dari artikel review ini dapat diketahui bahwa setiap penggunanaan vaksin dengue menghasilkan efektivitas dan biaya yang berbeda di setiap negara, tergantung pada GDP per kapita, biaya sakit, dan DALY. Namun, secara umum vaksin dengue dapat dijadikan sebagai salah satu upaya pencegahan demam berdarah yang cost-effective.
An Urinary Excretion Profile of 500 mg Ascorbic Acid in Healthy Adults Mutakin, Mutakin
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Indonesian Journal of Clinical Pharmacy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.069 KB)

Abstract

High doses of ascorbic acid have been commercially available as adjuvant. However, the pharmacologicalimportance of this supplement is yet questionable. The aim of this study is to investigate the 24 hours excretion profile of ascorbic acid after oral administration of 500 mg single dose in healthy volunteer. The urine samples were collected at 2, 4, 6, 8, and 24 hours after administration. The samples were extracted with trichloroacetic acid, followed by colorimetric measurement. The excretion profile showed a curve with concentrations of 14.4, 15.2, 15.6, 14.9, and 14.2% at 2, 4, 6, 8, and 24 hours, respectively. This suggests that 74.3% of ascorbic acid to be excreted via urine as an excessive amount and a high adjuvant dosage should be reconsidered.Key words: Ascorbic acid, oral administration, single dose, excretion profileProfil Ekskresi 500 mg Asam Askorbat dalam Saluran Urin pada Orang Dewasa SehatAbstrakAsam askorbat dosis tinggi telah tersedia secara komersil sebagai suplemen. Akan tetapi, kegunaan secara farmakologi pada suplemen ini masih dipertanyakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil ekskresi asam askorbat selama 24 jam setelah pemberian oral 500 mg dosis tunggal pada sukarelawan sehat. Sampel urin dikumpulkan pada jam ke-2, 4, 6, 8, dan 24 setelah pemberian. Sampel diekstraksi dengan asam trikloroasetat lalu diukur dengan metode kolorimetri. Profil ekskresi menunjukkan bahwa terbentuk kurva pada konsentrasi secara berurutan 14,4; 15,2; 15,6; 14.9; dan 14,2% pada jam ke-2, 3, 6, 8 dan 24. Hal ini menunjukkan bahwa 74,3% asam askorbat diekskresikan melalui urin dalam jumlah besar dan pemakaian dosis tinggi suplemen seharusnya dipertimbangkan.Kata kunci: Asam askorbat, pemberian oral, dosis tunggal, profil ekskresi
EFEKTIVITAS PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PEDESAAN (PNPM-MP) DALAM MENUNJANG PEMBANGUNAN PERTANIAN DI KECAMATAN NGAMBUR KABUPATEN LAMPUNG BARAT Mutakin, Mutakin; Gitosaputro, Sumaryo; Adawiyah, Rabiatul
Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Lampung University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jiia.v1i2.%p

Abstract

This study aims to determine (1) the effectiveness of rural community empowerment national program (PNPM-MP) and (2) factors related to the level of the effectiveness of the program in supporting agricultural development. Research was conducted in Ngambur sub district of West Lampung Regency from February to April 2012. Respondents were 68 farmers taken proportionally from 21 farmer groups. Method used was a descriptive analysis. The correlation between variables was tested using Rank Spearman correlation analysis. Result showed that the PNPM-MP was quite effective in supporting agricultural development in Ngambur Subdistrict of West Lampung Regency. The factors related to the level of the effectiveness in supporting agricultural development were the level of knowledge of the group members, the role of facilitator and district management team activities, and the amount of the PNPM-MP fund. The factor not related to the effectiveness of the PNPM-MP in supporting agricultural development in sub Ngambur West Lampung Regency was the level of participation of group members. Keywords: agricultural, effectiveness, independent, program, empowerment
REVIEW ARTIKEL: FORMULASI DAN EVALUASI SECARA FISIKOKIMIA SEDIAN KRIM ANTI-AGING MAYA, IRA; Mutakin, Mutakin
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3495.531 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22115

Abstract

Penuaan secara alamiah terjadi pada makhluk hidup. Efek dari proses penuaan pada manusia adalah terjadinya gangguan secara fisik seperti kehilangan elastisitas kulit sehingga kulit menjadi keriput dan juga hiperpigmentasi. Sebagai upaya dalam mencegah maupun mengatasi hal tersebut adalah dengan menggunakan antioksidan. Antioksidan dapat menginhibisi terjadinya reaksi oksidasi sel sehingga dapat mengurangi kerusakan sel dan penuaan dini. Beberapa tumbuhan yang telah diteliti memiliki potensi sebagai antiaging adalah mahkota dewa, sirih, narwastu, rambutan, jagung, ubi jalar, kelor, raspberi, anggur dan lengkeng. Untuk memudahkan penggunaan tanaman tersebut sebagai antioksidan, bentuk sediaan kosmetik merupakan pilihan utama yang dapat digunakan secara mudah dan nyaman. Bentuk sediaan kosmetik dapat berupa sediaan gel, krim, bedak, salep dan losion. Review artikel ini akan memaparkan formulasi sediaan krim anti-aging yang mengandung zat aktif dari ekstrak tanaman. Review artikel ini menggunakan metode penelitian komparatif dengan mengumpulkan berbagi sumber pustaka primer dari 18 jurnal penelitian. Hasil review ini mengindikasikan bahwa semua krim yang diformulasikan stabil secara fisikokimia dengan tidak adanya tanda-tanda kerusakan bentuk sediaan emulsi dan perubahan sifat fisikokimia selama uji stabilitas dilaksanakan. Sehingga formula ini berpotensi digunakan dalam pengembangan formula sediaan krim yang mengandung zat aktif dari ekstrak tanaman. 
Modulation of Caspase-3 Expression by Arcangelisia flava Post Acetaminophen-Induced Hepatotoxicity in Rat’s Liver Liem, Steffi; Rostinawati, Tina; Lesmana, Ronny; Sumiwi, Sri Adi; Milanda, Tiana; Mutakin, Mutakin; Puspitasari, Irma Melyani; Levita, Jutti
The Indonesian Biomedical Journal Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : The Prodia Education and Research Institute (PERI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18585/inabj.v10i2.412

Abstract

BACKGROUND: Acetaminophen, when used at low doses is a safe drug, but at higher doses it induces apoptosis in hepatoma cells. Arcangelisia flava that grows widely in Kalimantan Island, Indonesia, contains berberine which is effective in protecting the liver. This work was aimed to study the effect of A. flava extract on the modulation of caspase-3 in acetaminophen-induced hepatotoxicity.METHODS: Thirty-five Wistar male rats were divided into groups: I the normal control (water); II the negative control (Arabic gum powder or PGA, 2% in suspension); III the positive control (silymarin); IV-VII (A. flava extract 100, 200, 400, and 800 mg/Kg of body weight (BW), respectively) for 14 days. At day 15th, group II-VII were induced with acetaminophen 1000 mg/Kg of BW per oral for 7 days along with the extracts. At day 22nd, the animals were measured for their serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT), serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT) and gamma-glutamyl transferase (GGT), histological examination, and Western blotting.RESULTS: Acetaminophen elevated the SGOT and SGPT (3x compared to normal group), and GGT (5x compared to normal group) of the animals in group II. Pre-treatment with higher doses of A. flava extract (group VI and VII) significantly prevented the biochemical changes induced by acetaminophen. Normal histology of the liver was showed by group I, III, VII, whereas dilated sinusoids, central vein (CV) lesion, and local haemorrage were observed in group II, IV, V and VI. Western blotting showed an inhibition of caspase-3 expression by A. flava extract in dose-dependent manner.CONCLUSION: A. Higher dose A. flava extract shows hepatoprotective activity by preventing the elevation of serum transaminases and transferase levels. Eventually, no damage in the acetaminophen-induced rat’s liver was observed. This plant modulates the expression of caspase 3 protein in dose-dependent manner.KEYWORDS: Arcangelisia sp, caspase-3, berberine, hepatoprotective activity, NSAIDs, yellow root
REVIEW ARTIKEL: RNS DAN PERANNYA DALAM KANKER PANKREAS RAHMAH, HILMA AWALIA; RAMADHANIA, ZELIKA MEGA; MUTAKIN, MUTAKIN; LEVITA, JUTTI
Farmaka Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2359.336 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i3.25907

Abstract

Spesies nitrogen reaktif (SNR) merupakan beberapa senyawa yang diturunkan dari oksida nitrat yang kehadirannya dalam tubuh dapat mengakibatkan stress nitro-oksidatif. Oksida nitrat (NO) dalam jumlah berlebih dapat dengan mudah memicu produksi SNR yang selanjutnya berkontribusi dalam mekanisme patofisiologis beberapa penyakit, salah satunya adalah kanker pankreas. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa spesies nitrogen reaktif merupakan faktor non genetik yang penting pada tumorigenesis pankreas yang diinduksi defisiensi Breast Cancer 2 (BRCA2). SNR dapat dicegah atau dikurangi pembentukannya melalui perawatan menggunakan antioksidan secara signifikan. Selain mampu mencegah pembentukan SNR, perawatan antioksidan secara signifikan juga mampu mengurangi adduct oksidatif DNA dan mengurasi lesi DNA sehingga dapat menunda onset tumor. Kata Kunci      : BRCA2, Oksida Nitrat, Senyawa, Tumorigenesis.
SINTESIS MOLECULAR IMPRINTED-SOLID PHASE EXTRACTION (MI-SPE) ATENOLOL : ARTICLE REVIEW NOVITASARI, ANGGI ISMI; Mutakin, Mutakin
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.184 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17651

Abstract

Atenolol adalah obat antihipertensi golongan ?-blocker (?1-selektif) yang digunakan untukpengobatan lini hipertensi, aritmia, infark miokardia dan angina pektoris. Namun, atenololsering disalahgunakan di dalam cabang olahraga yang tidak membutuhkan aktivitas fisik yangberlebih tetapi membutuhkan ketenangan dan konsentrasi, seperti menembak dan memanah.Metode yang telah berkembang untuk pengujian atenolol adalah kromatografi,spektrofluorometri, dan diffuse reflectance spectroscopy. Metode tersebut masing-masingmemiliki kelebihan dan kekurangannya. Solid Phase Extraction (SPE) merupakan metodepreparasi sampel yang saat ini banyak digunakan karena waktu pengerjaannya yang lebihsingkat dibandingkan metode yang lainnya, namun metode ini memiliki kelemahan padaselektivitasnya, sehingga untuk meningkatkan selektivitas tersebut perlu dikombinasikandengan teknik molecular imprinting polymer. Kombinasi tersebut sering disebut dengan MISPEyang memiliki kelebihan, di antaranya biaya yang rendah, kemudahan dalam preparasi,tahap terhadap suhu dan tekanan, stabil dalam penyimpanan, dan dapat digunakan berulangtanpa mengurangi aktivitasnya.Kata Kunci : Atenolol, MIP, SPE
Quantification of Formaldehyde Residue in Wet Noodles Marketed in Indonesia using RP-HPLC Derivatization Method Mutakin, Mutakin; Yula, Renyiska; Musfiroh, Ida; Nuraeni, Nuraeni; Azinar, Nurdjanah; Levita, Jutti
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.264 KB) | DOI: 10.24198/ijpst.v6i1.18952

Abstract

Illegal practices of formaldehyde as preservatives in wet noodles have been proven. These formaldehyde-preserved wet noodles are sold in West Java, Indonesia. This compound may be harmful to the body due to a decreasing of blood pressure, coma, acidosis, and acute renal failure. In this study we proposed a quantification method using high performance liquid chromatography (HPLC). A simulation was carried out as comparison. This simulation comprised of formaldehyde-spiked fish then the process was continued by washing, frying, and distilling the fish in a closed-system distillation. Similar condition was applied onto wet noodles purchased from traditional markets in Bandung. Method used was RP-HPLC derivatization method based on the reaction of formaldehyde carbonyl with two different reagents of DNPH (2,4-dinitrophenylhydrazine) and Nash (acetyl acetone, ammonium acetate and acetic acid) reagents. Result showed that formaldehyde residue was detected and quantified in all wet noodle samples with a range of 21-59 ppm. In conclusion, this method can be used for routine analysis to control illegal practices of formaldehyde in wet noodles. Moreover, washing and frying the formaldehyde-preserved food were proven could significantly help reducing formaldehyde level in food.Keywords: 2,4-dinitrophenylhidrazine, formaldehyde, RP-HPLC, wet noodles