Articles

Found 34 Documents
Search

PENGEMBANGAN PROSES PRODUKSI MOLIBDENUM-99 HASIL FISI DENGAN MENGGUNAKAN TARGET FOIL LOGAM URANIUM PENGKAYAAN RENDAH Mutalib, Abdul; Vandegrift, G. F.; Conner, C.; Gunawan, Adang Hardi; Lubis, Hotman; Sukmana, Ateng; Purwadi, Bambang; Wisnukaton, Khadarisman; Jatmiko, Diki Tri; Sriyono, Sriyono
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 3, No 1 (2000): JURNAL PRR 2000
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGEMBANGAN PROSES PRODUKSI MOLIBDENUM-99 HASIL FISI DENGAN MENGGUNAKAN TARGET FOIL LOGAM URANIUM PENGKAYAAN RENDAH. Badan Tenaga Nuklir Nasional dan Argonne National Laboratory dewasa ini sedang melaksanakan kerja sama penelitian dan pengembangan produksi molibdenum-99 dengan menggunakan foil logam uranium pengkayaan rendah. Pembahasan dalam makalah ini lebih difokuskan terhadap hasil kerja sama pengembangan dan penelitian tersebut yang telah dilaksanakan di Pusat Pengembangan Radioisotop dan Radiofarmaka. Dalam makalah dijelaskan (1) keberhasilan pemisahan dan pemurnian 99Mo dari target foil logam uranium pengkayaan rendah yang telah diiradiasi di reaktor RSG-GA Siwabesy, dan (2) keberhasilan memodifikasi proses Cintichem. Hasil pengembangan pendahuluan metoda kuantitatif elektrodeposisi cemaran uranium dan plutonium di dalam 99Mo juga akan dijelaskan. DEVELOPMENT OF PRODUCTION PROCESSES OF FISSION PRODUCT MOLYBDENUM-99 USING LEU METAL FOIL TARGETS. A collaboration is underway between Indonesian National Nuclear Energy Agency and Argonne National Laboratory to carry out R&D on the production of molybdenum-99 using LEU (Low Enriched Uranium)-metal foil targets. A review in this paper is focused mainly on the results of laboratory experiments conducted at the Center for Development of Radioisotopes and Radiopharmaceuticals, Serpong. It describes succeses in (1) performing separation and purification of 99Mo in the irradiated LEU-metal foil targets, and (2) modifying Cintichem procedure. A method for quantitatively electrodepositing uranium and plutonium contaminants in the 99Mo is also described.
OPTIMASI KONDISI SPEKTROMETER ALFA DENGAN DETEKTOR ION-IMPLATED SILIKON DI PUSAT PRODUKSI RADIOISOTOP Kadarisman, Kadarisman; Mutalib, Abdul; Gunawan, Adang Hardi; Lubis, Hotman; Lestari, Enny; Mujinah, Mujinah; Hafid, Dadang
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 1, No 1 (1998): Jurnal PRR 1998
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

OPTIMASI KONDISI SPEKTROMETER ALFA DENGAN DETEKTOR ION­IMPLATED SILIKON DI PUSAT PRODUKSI RADIOISOTOP. Telah dilakukan penetapan kondisi optimum spektrometer alfa yang dibubungkan dengan detektor silikon yang diimplantasi ion dengan standar sumber radiasi alfa campuran 239Pu, 241Am dan 244Cm.Pengamatan meliputi penetapan jarak antara cuplikan dengan detektor, tingkat kevakuman, batas deteksi alat dan penetapan efisiensi pencacahan dari masing-masing radionuklida. Dari percobaan diperoleh hasil kondisi optimum yaitu, jarak antara detektor dengan standar 1- 2 cm, tekanan kevakuman -1050 mbar, batas deteksi 5,1 dpm dan efisiensi pencacahan masing-masing untuk 239Pu (5157 keV) 10.6%, 241Am(5486 keV) 10,3% dan 244Cm(5805 keV) 9,9%. OPTIMIZATION OF ALPHA SPECTROMETER COUPLED TO ION-IMPLANTED SILICON DETECTOR IN RADIOISOTOPE PRODUCTION CENTER. The optimization of alpha spectrometer coupled to an ion-implanted silicon detector was carried out using an alpha radiation mixed standard source containing radionuclides of 239Pu, 241Am and 244Cm. This experiment involved the determination of the optimum distance between a radiation source and the detector surface, the pressure of the vacuum chamber, and the detection limit and the efficiency of the detector. The results show that the optimum distance between the radiation source and the detector is 1-2 cm; the pressure is -1050 mbar; the detection limit is 5.1 dpm, and the efficiencies for 239Pu ( 5157 keV), 24lAm (5486 keV) and 244Cm(5805 keV) are 10.6%, 10.3% and 9.9%, respectively.
ANALYZING THE FACTORS THAT CAUSING AUTO2000 SETIABUDI NEVER REACHES THE UNIT ENTRY TARGET Mutalib, Abdul; Wandebori, Harimukti
Journal of Business and Management Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Journal of Business and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Auto2000 is the biggest authorized dealer that handles the sustainability of Toyota cars in Indonesia. Auto2000 providing the network of sales, and after sales. On March 2012, Auto2000 opened a new branch located on Jl. Dr. Setiabudi, Bandung. Since its opening, the after sales service from this branch, never achieve its monthly customer unit entry target. The purpose of this study is to increase customer retention at after sales service of Auto2000 Setiabudi. The understanding about the theory of marketing strategy, 7ps of marketing mix, service quality, customer satisfaction, and customer loyalty used to solve the occurring problem. The methodology contains of research framework and determining sampling method. Slovin Theory is used in determining the number of samples. Both qualitative and quantitative analysis used in processing the data result on data analysis part. The result from service qualityâ??s factor analysis has a significant effect towards customer satisfaction and customer satisfaction also has a significant effect toward customer loyalty. The conclusion of this research is that After Sales Division of Auto2000 Setiabudi needs to improve some aspects from its service quality, customer satisfaction, and customer loyalty in accordance to optimizing its unit entry target. Keywords : Auto2000, Marketing Strategy, Customer Intention, Service Quality, After Sales
SIMULASI DOKING ANTIBODI MONOKLONAL CHIMERIC DAN HUMANIZED DENGAN RESEPTOR HER-1 DAN HER-2 Rustaman, Rustaman; Mutalib, Abdul; Siregar, Rustam E.; Syukur S., Ukun M.
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijas.v1i1.1853

Abstract

In the last decade, cancer treatment get into a new era called targeted therapy for cancer. Monoclonal antibody (mAb) is one of the targeted therapy agents and belongs to a part of passive immunotherapy. The aim of this study is to predict the relative strength of binding affinity for several monoclonal antibodies binding to HER-1 and HER-2 receptors by calculating dissociation constants, evaluating  a dominant interaction of the complexes, and predict the reactivity of HER-1 and HER-2 according to potential electrostatic map. Structures of the complexes of mAB (cetuximab and nimotuzumab) with HER-1 and anti-HER-2 (trastuzumab and petuzumab) with HER-2 was generated by docking simulation which combine three docking protocols (ZDOCK, ZRANK, and RDOCK). Filtering the initial docked poses with CDR?s (Complementarity Determining Regions) residues of antibody and the binding site of residues was done to narrow the resulted poses. The result of this study show that generally, the interaction between chimeric and humanized monoclonal antibodies with HER-1 present polar-polar interaction from lysine, asparagin, serin, arginin, and glutamin amino acids, and both of mAb interacted with domain III of HER-1, whereas, interaction between humanized monoclonal antibodies with HER?2 was dominated by  polar-polar interaction from aspartic acid, glutamic acid, glutamin, and lysin amino acids with domain II and IV of HER-2.*****Pada dekade terakhir, pengobatan kanker memasuki era baru yang disebut terapi kanker terarah. Antibodi monoklonal (mAb) adalah salah satu jenis obat terapi terarah yang merupakan bentuk pasif dari imunoterapi. Tujuan dari penelitian ini adalah memprediksi kekuatan relatif afinitas pengikatan kompleks-kompleks yang terbentuk dari hasil simulasi doking dengan menghitung tetapan disosiasinya, menginventarisasi jenis-jenis interaksi yang dominan, dan memprediksi reaktifitas HER-1 dan HER-2 berdasarkan pemetaan potensial elektrostatik molekul. Struktur kompleks tiga dimensi kompleks antibodi monoklonal anti-HER-1 (cetuximab dan nimotuzumab) dengan reseptor HER-1 dan antibodi monoklonal anti-HER?2 (trastuzumab dan pertuzumab) dengan reseptor HER-2 ditentukan menggunakan metode doking protein-protein yang mengkombinasikan antara protokol pencarian ZDOCK dan fungsi skor ZRANK, serta protokol perbaikan pose RDOCK. Penyaringan hasil pose dilakukan berdasarkan sekuen asam-amino di daerah CDR (Complementarity Determining regions) dari antibodi dan sisi binding dari reseptor. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa secara umum interaksi antara antibodi monoklonal chimeric dan humanized dengan HER-1 digambarkan oleh interaksi polar-polar dari asam-asam amino lisin, asparagin, serin, arginin, dan glutamin serta keduanya berinteraksi di domain III HER-1, edangkan interaksi antara antibodi monoklonal humanized dengan HER?2 didominasi oleh interaksi polar-polar dari asam-asam amino aspartat, glutamat, glutamin, dan lisin di domain II dan IV HER-2.
PENGARUH PENCUCIAN LARUTAN NAOCL DAN PENAMBAHAN KOLOM KEDUA ALUMINA TERHADAP YIELD DAN LOLOSAN MO-99 DARI GENERATOR MO-99/TC-99M BERBASIS PZC Gunawan, Adang Hardi; Mutalib, Abdul; Lubis, Hotman; Awaludin, Rohadi; Sulaeman, .
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 8 (2005): JURNAL PRR 2005
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH PENCUCIAN LARUTAN NaOCl DAN PENAMBAHAN KOLOM KEDUA ALUMINA TERHADAP YIELDDAN LOLOSAN Mo-99 DARI GENERATOR Mo-99/Tc-99m BERBASIS PZC. Alumina merupakan salah satu bahan utama dalam generator Mo-99/Tc-99m yang berfungsi sebagai zat pengadsorpsi molibdenum. Keterbatasan daya serap alumina terhadap molibdenum menyebabkan senyawa ini tidak dapat digunakan sebagai pengisi kolom untuk generator Mo-99/Tc-99m yang menggunakan Mo-99 hasil aktivasi neutron. Dengan diketemukannya senyawa baru sebagai zat pengadsorpsi molibdenum yaitu PZC (poly zirconium compound), telah memberikan harapan baru untuk dapat dilakukannya pembuatan generator Mo-99/Tc-99m. Penelitian pembuatan generator Mo-99/Tc-99m dengan menggunakan senyawa PZC sebagai adsorbent merupakan bentuk kerjasama antara PRR-BATAN Serpong dengan JAERI dan Kaken Co. Jepang. Dalam penelitian ini telah dilakukan percobaan pembuatan generator Mo-99/Tc-99m dengan melihat pengaruh penambahan pencucian menggunakan larutan NaOCl terhadap Yield dan lolosan Mo-99(Mo-99 breakthrough) dalam larutan Tc-99m hasil elusi . Parameter lainnya yang digunakan untuk mengurangi lolosan Mo-99 dalam Tc-99m hasil elusi adalah penambahan kolom alumina yang ditempatkan setelah kolom Mo-99 PZC.Hasil penentuan kapasitas serap senyawa PZC terhadap molibdenum diperoleh dengan melihat aktivitas Mo-99 setelah pemanasan 3 jam campuran PZC dan molibdenum dan diperoleh hasil setiap gram PZC mampu menyerap 80-95 % mg dari 268 mg molibdenum yang direaksikan. Hasil penentuan yield elusi generator Mo-99/Tc-99m dengan larutan pencuci salin diperoleh < 50 % dan Yield meningkat menjadi > 80 % setelah pencucian dilakukan dengan menggunakan larutan NaOCl 0,5 % atau 1 % . Penggunaan larutan pencuci NaOCl 0,5 % dan penggunaan kolom alumina sebagai kolom kedua mampu menjaga kestabilan Yield hasil elusi dan meminimalkan lolosan Mo-99 pada Tc-99m hasil elusi. Kata kunci: alumina, generator PZC, Mo-99,Tc-99m, NaOCl Alumina is one of main material in Mo-99/Tc-99m generator as molybdenum adsorbent. Limitation of alumina adsorption capacity to molybdenum cause this material cannot be applied as column filler for generator Mo-99/Tc-99m using Mo-99 from neutron activation . The invention of new compound as molybdenum adsorbent , PZC ( poly zirconium compound), have shown that the materials is a promising adsorbent for generator Mo-99/Tc-99m from (n,?) irradiated molybdenum. The research of generator Mo-99/Tc-99m by using adsorbent PZC is form of cooperation between PRR-BATAN Serpong with JAERI and Kaken Co. Japan. In this research, the effects of addition of NaOCl solution to elution yield and Mo-99 breakthrough have been done. The other parameter used in this experiment to minimize Mo-99 breakthrough in Tc-99m is addition of second column alumina placed after Mo-99 PZC column. Adsorption capacity of PZC material to molybdenum determined by heating Mo-99 solution with PZC up to 3 hours and the result indicated 1 gram PZC adsorbed 80-95 % Mo-99 from the reacted 268 mg molybdenum. Yield percentage of the Mo-99/Tc-99m generator without rinsed by saline solution obtained < 50 % and the yield increased > 80 % after the column washing by using NaOCl 0,5 % or 1 % solutions. Usage of both NaOCl 0,5 % solution and alumina column as second column can give yield stability and minimize Mo-99 breakthrough at Tc-99m effluent. Key words: Alumina, PZC generator,Mo-99,Tc-99m, NaOCl
PENANDAAN DAN BIODISTRIBUSI RADIOFARMAKA TERAPI KANKER OTAK 1251-NIMOTUZUMAB TERHADAP MENCIT NORMAL Ismuha, Ratu Ralna; Ramli, Martalena; Gunawan, Adang Hardi; Mutalib, Abdul; Subarnas, Anas
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 13, No 2 (2010): Jurnal PRR 2010
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPENANDAAN DAN BIODISTRIBUSI RADIOFARMAKA TERAPI KANKER OTAK 125I-NIMOTUZUMAB TERHADAP MENCIT NORMAL. NIMOTUZUMAB adalah anti bodi monoclonal yang diketahui berperan banyak dalam antiproliferasi, proapoptisis dan efek antiangionik pada terapi kanker  otak  (glioma). Penandaan antibody monoklonal nimotuzumab dengan radiosiotop 1251yang memancarkan e1ektron auger telah dilakukan dengan menggunakan metode  iodogen. Hasil penelitiaan kemurnian radiokimia terbaik (97%)  menunjukan  mol  ratio protein (nimotuzumab) dengan kalium iodida  dan  lodogen adalah 1: 2: 1200  pada fraksi ke 6.  Kemurnian radiokimia diuji dengan  kromatografi kertas dengan fase diam  dan  fase gerak  masing ?masing  adalah  kertas whatman  no. 1 dan  etanol-butanol-amonium  hidroksida dengan  perbandingan  3 : 2 : 1 Nilai Rf untuk  1251_nimotuzumab adalah 0,0 dan  125I adalah 0,9.  Hasil uji biodistribusi terhadap mencit normal selama 72 jam  menunjukan 125 I-nimotuzumab memiliki  waktu  paruh  yang  panjang  dan  terakumulasi  tinggi dalam organ  hati (1,97 ± 1,18%), organ ginjal (0,82± 0,28%)  dan  otot (0,61±,98%).  Sedangkan  akumulasi tertinggi  pada organ otak mencit normal (0,13 ±0,06%) baru terjadi setelah 24jam penyuntikan. Berdasarkan efek terapi dan akumulasi terhadap organ pada mencit normal, 1251_9imotuzumab berpotensi digunakan untuk terapi kanker otak. Kata kunci: Biodistribusi, Glioma, 1251,lodogen, Nimotuzumab ABSTRACT LABELING AND BIODISTRIBUSTION OF THERAPEUTIC RADIOPHARMACEUTICAL FOR BRAIN CANCER 125I ? NIMOTUZUMAB IN NORMAL MICE. Nimotuzumab is a monoclonal antibody which known giving contribution in antiproliferation, proapoptosis and antiangionik effect on the therapy of brain cancer (glioma). The labeling of monoclonal antibody nimotozumab with 1251which radiate Juger electrons has been done with idogen method. The best result of radiochemical purity (97%) was shown ihI fraction 6 with the mol ratio of nimotuzumab towards potassium iodide and iodogen was 1 : 2 : 1200. Radiochemical purity was examined by paper chromatography with whatman paper no. 1 as the stationary dhase and ethanol-butanol-ammonium hydroxide with a ratio of 3 : 2 : 1 as the mobile phase. Rf Values for 1251-nimotuzumab is 0.0, while Rf value of 1251is 0.9. The biodistribution result on normal mice for 72 hours showed that 1251-nimotuzumab not only has a long half-life time but also has high accumulation in liver (1.97 e. 1.18(%0.)kidey (0.82±0.28%) and  muscle ( 0.61 ± 0.98 % ). The higest accumulation in liver (1.97 mice ( 0.128±0.06% ) occurred 24 hours after injection . Based on trhwe therapeutic effect and organ accumulation on normal mice,  1251-nimotuzumab could be potentially used for brain cancer therapy. Keywords: Biodistribution, Glioma, 1251,lodogen, Nimotuzumab      
Role of BATAN in Preparing Radioisotopes and Radiopharmaceuticals for Cancer Diagnosis and Treatment in Indonesia mutalib, abdul
Indonesian Journal of Cancer Vol 4, No 5 (2010): Workshops 2010
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Role of BATAN in Preparing Radioisotopes and Radiopharmaceuticals for Cancer Diagnosis and Treatment in Indonesia Full text : http://www.scribd.com/doc/43599528/Role-of-BATAN-in-Preparing-Radioisotopes-and-Radiopharmaceuticals-for-Cancer-Diagnosis-and-Treatment-in-Indonesia
Studi Dosimetri Internal Radiofarmaka Terapi Kanker Payudara 177Lu-DOTA-Trastuzumab Susyati, Susyati; Mutalib, Abdul; Muchtaridi, Muchtaridi; Ramli, Martalena; Aguswarini, Sri; Karyadi, Karyadi; Hidayat, Basuki; Massora, Stepanus
Jurnal Keselamatan Radiasi dan Lingkungan Vol 1, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radisasi - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.371 KB)

Abstract

Pengobatan terarah berbasis imunologik (Imunoterapi) kanker payudara dengan mekanisme pengikatan reseptor HER2/neu oleh antibodi spesifik telah dikembangkan oleh para peneliti sejak tahun 80-an. Trastuzumab adalah antibodi yang pertama disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika. Dari pemantauan diketahui bahwa pengobatan dengan trastuzumab selain berbiaya tinggi juga terjadi kardiotoksisitas dan resistensi obat. Mengantisipasi hal ini, para peneliti mulai mengembangkan trastuzumab dalam bentuk konjugat dengan suatu radionuklida (salah satunya adalah 177Lutesium), sebagai farmaka Radioimunoterapi (RIT) baru. Sebagai penerapan aspek keselamatan untuk tujuan melakukan proteksi terhadap pasien dari efek samping pemberian dosis radiasi internal yang tidak akurat, studi dosimetri internal perlu dilakukan sejak awal pengembangan farmaka RIT baru. Tujuan studi dosimetri internal pada RIT adalah memastikan pemberian dosis radiasi internal yang akurat dan aman untuk setiap individu pasien/memaksimalkan dosis radiasi ke sel-sel kanker dan meminimalkan dosis radiasi ke sel-sel normal. Radiofarmaka baru (177Lu)m-(DOTA)n-trastuzumab telah berhasil dipreparasi oleh para peneliti BATAN. Uji praklinik in vivo/uji biokinetik pada hewan coba mencit betina normal inbred substrain BALB/c paska pemberian dosis tunggal 100 µCi bolus intravena injeksi radiofarmaka 177Lu-DOTA-trastuzumab juga telah dilakukan. Ruang lingkup studi dosimetri internal yang dilakukan ini adalah melakukan penghitungan perkiraan dosis terabsorb oleh berbagai organ hewan coba berdasarkan data biokinetik hasil uji praklinik in vivo. Dari hasil penghitungan perkiraan dosis terabsorb menggunakan persamaan MIRD dengan bantuan data Fraksi absorbsi spesifik dari pustaka diketahui bahwa dosis terabsorb organ paru-paru paling tinggi diantara organ-organ lainnya, yaitu 1,5X10-2 µGy. Dengan memperhitungkan faktor bobot tipe radiasi dan faktor bobot tipe jaringan/organ (sebagaimana tercantum pada Publikasi ICRP No.103 tahun 2007), diperoleh dosis ekivalen dan dosis efektif organ paru-paru berturut-turut adalah 1,5 X 10-2 µSv dan 1,8 X 10-3 µSv. Dosis efektif seluruh tubuh hewan coba adalah 4,2 X 10-3 µSv. Data biokinetik berbagai organ hewan coba dapat juga dipakai sebagai masukan (input) pada penghitungan perkiraan dosis terabsorb berbagai organ phantom manusia menggunakan software dosimetri internal tertentu, seperti OLINDA/EXM software. Breast cancer targeted therapy which mechanism is the binding of HER2/neu receptor with specific antibodies have been developed by researchers since the 80’s. Trastuzumab is the first antibody approved by the US Food & Drug Administration. From monitoring known that treatment with trastuzumab also occur cardiotoxity and drug resistance in addition to high costs. Anticipating this, the researchers began developing trastuzumab in the conjugate form with a radionuclide (one of which is 177Lutesium) as a new pharmaceutical of Radioimmunotherapy (RIT). As the implementation of safety aspects in order to protect the patients from adverse effects of inaccurate internal radiation dose administration, internal dosimetry studies / assessment need to be done since the beginning of a new RIT pharmaceutical development. The objective of internal dosimetry study at RIT is to ensure accurate and safe internal radiation dose administration for each individual patients / to maximize the radiation dose to the cancer cells and minimize the radiation dose to the normal cells. The new RIT pharmaceutical 177Lu-DOTA-trastuzumab has been successfully prepared by BATAN researchers.  In vivo preclinical trials/biokinetic testing in normal female mice inbred substrain BALB/c after administration of a single dose 100 μCi of bolus intravenous 177Lu-DOTA-trastuzumab radiopharmaceutical injection also been conducted. The scope of internal dosimetry studies conducted was absorbed dose calculation estimation of the various experimental animals organs based on biokinetic data of in vivo preclinical trials. Calculation estimation of Absorbed Dose using the MIRD (Medical Internal Radiation Dose) equation with the aid of SAFs (Specific absorbed fractions) data from reference known that Absorbed Dose of lungs organ is highest among other organs ie. 1,5 X 10-2µGy. Taking into account of recommended radiation weighting factors and tissue / organ weighting factors (as stated in ICRP Publication #103, 2007) obtained equivalent dose and effective dose of lungs organ is 1,5 X 10-2 μSv and 1,8 X 10-3μSv respectively. The whole body effective dose of experimental animal is 4,2 X 10-3 μSv. The biokinetic-test results data of the various experimental animal organs can also be used as an input on the Absorbed dose calculation estimation of the various human phantom organs using certain internal dosimetry software (one example is OLINDA/EXM software).
MODIFIKASI METODE SINTESIS GADOLINIUM DIETILENTRIAMINPENTAASETAT SEBAGAI SENYAWA PENGONTRAS MAGNETIC RESONANCE IMAGING Fauzia, Retna Putri; Mutalib, Abdul; Sodjanaatmadja, Ukun M. S.; Anggraeni, Anni; Bahti, Husein H.
Chimica et Natura Acta Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.647 KB) | DOI: 10.24198/cna.v4.n1.10442

Abstract

Magnetic Resonance Imaging (MRI) telah menjadi salah satu teknik yang paling baik dalam diagnosa medis. Pada alat MRI diperlukan suatu contrast agent untuk meningkatkan kontras visual antara jaringan normal dan berpenyakit. Salah satu contrast agent yang telah digunakan adalah Gd-DTPA. Pada saat ini, kebutuhan senyawa pengontras Gd-DTPA di Indonesia ini masih tergantung dari senyawa Gd-DTPA import dengan harga yang mahal. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kondisi optimum hasil sintesis Gd-DTPA yang ekonomis dan layak pakai menggunakan metode sintesis yang sudah dimodifikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah sintesis Gd-DTPA dari Gd2O3 dan DTPA (1:1,1) dengan modifikasi metode sintesis menggunakan waktu refluks selama 1, 2 dan 3 jam dan masing-masing dilakukan sebanyak tiga kali. Kemurnian Gd-DTPA dari Gd bebas ditentukan dengan spektrofotometer sinar tampak, sedangkan kemurnian dari DTPA bebas ditentukan dengan titrasi kompleksometri. Kemudian Gd-DTPA dimurnikan dari Gd bebas melalui kromatografi pertukaran ion menggunakan resin Dowex 50W-X8. Gd-DTPA dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer inframerah. Dari hasil penelitian diketahui bahwa modifikasi sintesis Gd-DTPA yang dilakukan menunjukkan waktu refluks optimum pada waktu 1 jam dengan rendemen sebesar 81,76%, hasil analisis menggunakan Spektrofotometer Visibel menunjukan tidak terdeteksi adanya Gd bebas dan DTPA bebas pada Gd-DTPA hasil sintesis setelah pemurnian, hasil karakterisasi Gd-DTPA dengan spektrometer inframerah menunjukan bahwa Gd-DTPA hasil sintesis identik dengan Gd-DTPA standar.
Penggunaan Kombinasi Metode Spektrofotometri Ultraviolet-Visible Dan Analisis Multivariat Untuk Analisis Kandungan Unsur Tanah Jarang Kelompok Sedang Hendrati, Diana; Mutalib, Abdul; Pratiwi, Megasari; Fauzia, Retna Putri
Chimica et Natura Acta Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.747 KB) | DOI: 10.24198/cna.v5.n1.12821

Abstract

Unsur tanah jarang (UTJ) merupakan bahan yang strategis dan memiliki penggunaan yang luas terutama pada bidang industri teknologi. UTJ yang terdiri dari 17 unsur ini memiliki kemiripan sifat sehingga sangat sulit dipisahkan menggunakan metode pemisahan kimia biasa. Akan tetapi pemakaian unsur tanah jarang saat ini menunjukkan kecenderungan yang terus meningkat. Maka dari itu diperlukan suatu metode alternatif yang efisien untuk menentukan kandungan UTJ tanpa melakukan pemisahan terlebih dahulu, seperti kombinasi metode spektrofotometri UV-VIS dan analisis multivariat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan UTJ kelompok sedang tanpa pemisahan kimia dengan menggunakan kombinasi metode spektrofotometri UV-VIS dan analisis multivariat. Sebanyak 33 larutan training set Gd(III), Sm(III), Eu(III), Tb(III) dan Dy(III) disiapkan dan kemudian dianalisis absorbansinya menggunakan metode spektrofotometri UV-VIS. Data yang diperoleh diolah secara multivariat menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA), Principal Component Regression (PCR), dan Partial Least Square (PLS). Model yang didapat dari metode PCR divalidasi dengan test data. Dari penelitian ini diperoleh hasil nilai akurasi pengolahan data dengan metode PLS lebih baik daripada PCR, dan nilai presisi PLS lebih besar daripada PCR. Nilai % error yang didapat dari pengolahan data dengan PLS untuk unsur Eu sebesar 0,733%, unsur Gd sebesar 35,363%, unsur Sm sebesar 1,854% dan unsur Tb sebesar 5,442%.
Co-Authors . Sulaeman Adang H G Adang Hardi Gunawan Agus Ariyanto Aloma Karo Karo Anas Subarnas Anni Anggraeni, Anni Anung Pujiyanto ARDIYATNO, CAHYA NOVA Ari Handayani Ateng Sukmana Bambang Purwadi Basuki Hidayat C, Sutriyo C. Conner Canti Besari Cecep Taufik Rustendi Dadang Hafid Diki Tri Jatmiko Eli Halimah, Eli Endang Sarmini Enny Lestari Fauzia, Retna Putri Fauzia, Retna Putri Fikri, Fauzan Fikri, Fauzan G. F. Vandegrift Gina Mondrida Harimukti Wandebori Hendrati, Diana Hendrati, Diana Herlan S, Herlan Herlina Herlina Herman Herman Herry Sastramihardja, Herry Hotman Lubis Husein H. Bahti Ilma Fiddiyamti Johan S. Masjhur, Johan S. Joshita Djajadisastra, Joshita Jutti Levita K. Hashimoto Kadarisman Kadarisman Kamal, Elvan Karyadi Karyadi Khadarisman Wisnukaton KUSUMAWARDANI, ARINA L, Indrarini L, Rien Martalena Ramli MASHYUR, JOHAN MASJHUR, JOHAN Maskur Maskur mr Karyadi, mr Mrs Sutari, Mrs mrs Triningsih, mrs Muchtaridi Muchtaridi, Muchtaridi Muhammad Subur Muhammad Yusuf Mujamilah Mujamilah Mujinah Mujinah Nafisah, Zuhrotun NAWAWI, AS' ARI Nawawi, As'ari Nawawi, Asari Nur Rahmah Hidayati, Nur Rahmah Pertiwi, Ratih Dyah Pratiwi, Megasari Pratiwi, Megasari Purwoko Purwoko Ratlan Pardede Ratu Ralna Ismuha Ridwan Ridwan Rien Ritawidya Ristaniah D. Soetikno Rohadi Awaludin Rustam E. Siregar Rustaman Rustaman S, Rista A Saptarini, Nyi M. Saptarini, Nyi M. Sastyarina, Yurika Slamet Ibrahim Sodjanaatmadja, Ukun M. S. Sodjanaatmadja, Ukun M. S. Soedjanaatmadja, Ukun Soedjanaatmadja, Ukun M.S. Soedjanaatmadja, Ukun M.S. Sri Aguswarini Sri Setyowati Sriyono Sriyono Stepanus Massora, Stepanus SUBUR, HAMMAD SUDARYANTO SUDARYANTO Suharmadi Suharmadi Sulaiman Sulaiman Sumiwi, Sri A. Sumiwi, Sri A. Susyati Susyati, Susyati Sutisna Sutisna Titis Sekar Humani Tsuguo Genka Ukun M. Syukur S. Veronika Yulianti Susilo Wahyudianingsih, Wahyudianingsih Wayan Rediatning Widyastuti Widjaksana Y, Iyus M