Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Accelerated Learning Pada Algoritma Backpropagation Menggunakan Adaptive Learning Rate Ermawati, Ermawati; Nababan, Erna Budhiarti; Mawengkang, Herman
SAMUDERA Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan syaraf tiruan backpropagation merupakan algoritma pembelajaran yang terawasi dimana output dari jaringan dibandingkan dengan target yang diharapkan sehingga diperoleh error output. Banyak model pembelajaran yang menggunakan algoritma backpropagation. Namun algoritma backpropagation mempunyai keterbatasan yaitu laju konvergensi yang cukup lambat. Pada penelitian ini penulis menambahkan parameter learning rate secara adaptif pada setiap iterasi dan koefisien momentum untuk menghitung proses perubahan bobot. Dari hasil simulasi komputer maka diperoleh perbandingan antara algoritma backpropagation standar dengan backpropagation adaptive learning. Untuk algoritma backpropagation standar kecepatan konvergensi mencapai 1000 epoch dengan nilai Mean Square Error (MSE) yang dihasilkan adalah 0,00044 sedangkan untuk algoritma backpropagation adaptive learning hanya 72 epoch dengan nilai Mean Square Error (MSE) yang dihasilkan 0.0000036. Hal ini menunjukkan bahwa algoritma backpropagation adaptive learning lebih cepat mencapai konvergensi daripada algoritma backpropagation standar.
Perbandingan Waktu Eksekusi Algoritma Dsatur Dan Algoritma Pewarnaan Heuristik Tabu Search Pada Pewarnaan Graf Junidar,, Junidar,; Nababan, Erna Budhiarti
SAMUDERA Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pewarnaan graf G adalah proses pemberian warna pada verteks - verteks di G, satu warna untuk setiap verteks, sehingga verteks - verteks yang bersisian mempunyai warna yang berbeda. Jika ada kemungkinan untuk menemukan pewarnaan yang tepat dari graf G, dengan menggunakan x warna, maka G dikatakan x-colorable. Bilangan kromatik dari graf G adalah bilangan bulat terkecil x dimana G adalah x-colorable, di notasikan dengan . Terdapat beberapa metode heuristik yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan pewarnaan graf. Yaitu algoritma dsatur dan algoritma pewarnaan heuristik tabu search. 
IMPLEMENTASI ALGORITMA TWO SLIDING WINDOWS UNTUK MEMPERCEPAT PENCARIAN DOKUMEN Arisandi, Dedy; Nababan, Erna Budhiarti; Octavianus, Frans
Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Publisher : Kementerian Kominfo - RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu metode yang umum digunakan dalam pencarian dokumen adalah dengan menggunakan kata dasar atau kata berimbuhan sebagai kata kunci. Kata-kata tersebut kemudian akan dicocokkan dengan seluruh dokumen yang tersimpan. Pencarian dilakukan dengan mencocokkan kata yang sama terhadap seluruh isi dokumen tersebut. Metode ini kurang efektif dan cenderung lambat. Oleh karena itu, pencarian dokumen perlu menggunakan algoritma yang dapat mempercepat proses tersebut. Pengubahan kata berimbuhan menjadi kata dasar dilakukan dengan menggunakan Metode Stemming Porter. Proses berikutnya adalah dengan menggunakan algoritma Two Sliding Windows (TSW) untuk mempercepat pencarian pola. TSW menggunakan jendela dua sisi secara paralel untuk mencari kata atau sinonim yang cocok. Berdasarkan hasil uji coba, algoritma ini dapat mempercepat proses pencarian dokumen dengan tingkat kebenaran 97.93%.
Pengembangan Algoritma Apriori Untuk Pengambil Keputusan Lismardiana, Lismardiana; Mawengkang, Herman; Nababan, Erna Budhiarti
Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Publisher : Kementerian Kominfo - RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Algoritma Apriori salah satu algoritma data mining dalam pembentukan asosiasi rule mining. Algoritma apriori adalah proses ekstraksi informasi dari suatu database, dilanjutkan dengan melakukan frequent item/itemset dan candidate generation dalam pembentukan asosiasi rule mining guna mendapatkan hasil nilai minimum support dan hasil nilai minimum confidence. Pada database yang cukup besar, algoritma apriori banyak menghasilkan pattern frequent item/itemset (pola sering muncul suatu item/itemset) yang banyak, karena harus melakukan candidate generation serta merekam database secara berulang-ulang. Dengan ini penulis berkeinginan mengembangkan algoritma apriori dengan melakukan penelitian  tentang bagaimana meminimalkan frequent item/itemset pada apriori, tanpa melakukan candidate generation sehingga mempercepat tahapan penyelesaian pencarian asosiasi rule mining. Untuk solusi meminimalkan  frequent item/itemset pada algoritma apriori, maka penulis  menggunakan metode FP-Growth,dari hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan dataset 1000 records pada TransactionID-Sales , pada apriori mulai dari k2, dihasil sebanyak 101 frequent  item/itemset, sementara pada FP-Growth k2 sebanyak 40 frequent  item/itemset. Dari  jumlah hasil  frequent item/itemset dapat disimpulkan bahwa dengan metode FP-Growth mampu meminimalkan jumlah frequent item/itemset pada algoritma apriori dan lebih efesien dari segi waktu, juga  tahap penyelesaian lebih cepat, lebih terperinci dalam memaparkan hasil frequent item/itemset karena hasil frequent yang bernilai 1 masih diperhitungkan
ANALISIS PENGGUNAAN ALGORITMA KOHONEN PADA JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION DALAM PENGENALAN POLA PENYAKIT PARU Ginting, Rosmelda; Tulus, Tulus; Nababan, Erna Budhiarti
Jurnal Teknovasi : Jurnal Teknik dan Inovasi Vol 1, No 2 (2014): Teknovasi Oktober 2014
Publisher : LPPM Politeknik LP3I Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Algoritma Kohonen pada Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation dalam pengenalan pola penyakit paru dalam mempercepat proses pembelajaran (training) yang signifikan dan klasifikasi yang akurat dalam mengenali pola suatu penyakit. Algoritma Backpropagation merupakan salah satu algoritma pembelajaran supervised learning, yaitu pembelajaran yang membutuhkan pengawasan dalam proses pembelajarannya. Pada supervised learning terdapat pasangan data input dan output yang dipakai untuk melatih Jaringan Syaraf Tiruan hingga diperoleh bobot penimbang (weight) yang diinginkan. Dalam penelitian ini, dalam pengenalan pola penyakit paru yaitu: Pneumonia dan TBC Paru-paru. Penulis menggunakan 2 data input yang sama dan data yang satu dilatih menggunakan algoritma backpropagation dimana pembobotannya secara random dan data yang kedua dilatih menggunakan algoritma backpropagation tapi pembobotannya menggunakan algoritma Kohonen. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan, dengan pembobotan menggunakan kohonen dan dilatih dengan algoritma backpropagation ternyata dapat mempercepat proses pembelajaran (training) dalam mengenali suatu pola penyakit paru.
ANALISIS FUNGSI AKTIVASI SIGMOID BINER DAN SIGMOID BIPOLAR DALAM ALGORITMA BACKPROPAGATION PADA PREDIKSI KEMAMPUAN SISWA Julpan, Julpan; Nababan, Erna Budhiarti; Zarlis, Muhammad
Jurnal Teknovasi : Jurnal Teknik dan Inovasi Vol 2, No 1 (2015): Teknovasi April 2015
Publisher : LPPM Politeknik LP3I Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode backpropagation merupakan metode yang sangat baik dalam menangani masalah pengenalan pola-pola kompleks. Di dalam jaringan backpropagation, setiap unit yang berada di lapisan input terhubung dengan setiap unit yang ada di lapisan tersembunyi. Hal serupa berlaku pula pada lapisan tersembunyi. Setiap unit yang ada pada lapisan tersembunyi terhubung dengan setiap unit yang ada di lapisan output. Fungsi aktivasi yang digunakan di dalam metode backpropagation adalah fungsi sigmoid biner (binary sigmoid function), sigmoid bipolar (bipolar sigmoid function). Karakteristik yang harus dimiliki fungsi aktivasi tersebut adalah kontinyu dan tidak menurun secara monoton. Dari hasil penelitian maka didapatkan bahwa penggunaan fungsi aktivasi sigmoid biner memiliki tingkat rata-rata akurasi yang lebih baik dari sigmoid bipolar. Akan kecepatan perhitungannya lebih lambat dibandingkan dengan sigmoid bipolar. Fungsi aktivasi sigmoid bipolar dipilih berdasarkan asumsi heuristik bahwa nilai rentang [0, 1] yang dihasilkan oleh fungsi sigmoid biner (unipolar) kurang bagus dibandingkan dengan rentang [-1, 1] yang dihasilkan fungsi yang sigmoid bipolar. Hasil ini disebabkan karena nilai ekstrim 0 yang dihasilkan fungsi sigmoid biner kurang memberikan pengaruh pada penghitungan nilai pada neuron, dibandingkan dengan nilai ekstrim -1 yang dihasilkan oleh fungsi sigmoid bipolar.
PERBANDINGAN PENCARIAN DATA MENGGUNAKAN QUERY HASH JOIN DAN QUERY NESTED JOIN Sinuraya, Junus; Zarlis, Muhammad; Nababan, Erna Budhiarti
Jurnal Teknovasi : Jurnal Teknik dan Inovasi Vol 1, No 2 (2014): Teknovasi Oktober 2014
Publisher : LPPM Politeknik LP3I Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaksesan data atau pencarian data dengan menggunakan Query atau Join pada aplikasi yang terhubung dengan sebuah database perlu memperhatikan ketepatgunaan implementasi dari data itu sendiri serta waktu prosesnya. Ada banyak cara yang dapat dilakukan oleh database manajemen sistem dalam memproses dan menghasilkan jawaban sebuah query. Semua cara pada akhirnya akan menghasilkan jawaban (output) yang sama tetapi pasti mempunyai harga yang berbeda-beda, seperti kecepatan waktu untuk merespon data. Beberapa query yang sering digunakan untuk pemrosesan data yaitu Query Hash Join dan Query Nested Join, kedua query memiliki algoritma yang berbeda tapi menghasilkan output yang sama. Dengan menggunakan aplikasi yang dirancang menggunakan Microsoft Visual Studi 2010 dan Microsoft SQL Server 2008 berbasis jaringan untuk melakukan pengujian kedua algoritma atau query dengan parameter running time atau kecepatan waktu merespon data. Pengujian dilakukan dengan jumlah tabel yang dihubungkan dan jumlah baris/record. Hasil dari penelitian adalah kecepatan waktu query dalam merespon data untuk jumlah data yang kecil query hash join lebih baik dibandingkan dengan jumlah data yang besar query nested join.
Teknik Watermarking Adaptif Menggunakan Micro Genetic Algorithm Nurdin, Hardisal; Zarlis, Muhammad; Nababan, Erna Budhiarti
Jurnal Inotera Vol 1 No 1 (2016): July-December 2016
Publisher : LPPM Politeknik Aceh Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31572/inotera.Vol1.Iss1.2016.ID9

Abstract

Citra digital sangat rentan terhadap perlakuan pengolahan kembali, seperti pemampatan, penyaringan, pengaburan, dan sebagainya. Pada citra yang mengandung watermark, pengolahan kembali tentunya dapat merusak eksistensi watermark di dalamnya. Kekukuhan watermark dalam citra asli dapat ditingkatkan melalui pemilihan teknik-teknik penyisipan yang tepat. Salah satunya dengan menggunakan teknik transformasi citra seperti discrete wavelete transform atau DWT. Namun penentuan skala penyisipan (gain) bagi watermark menjadi sangat krusial, karena dengan nilai gain yang besar akan membuat kualitas visual citra dapat berkurang. Sebaliknya, nilai gain yang terlalu kecil membuat watermark akan sukar untuk dideteksi. Penggunaan teknik cerdas seperti micro genetic algorthm dapat memberika solusi dalam menentukan nilai penskalaan ini. Sehingga kualitas visual citra dapat dijaga dan watermark di dalamnya dapat dipertahankan.
ANALISIS PENAMBAHAN NILAI MOMENTUM PADA PREDIKSI PRODUKTIVITAS KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION Irawan, Eka; Zarlis, M.; Nababan, Erna Budhiarti
InfoTekJar : Jurnal Nasional Informatika dan Teknologi Jaringan Vol 1, No 2 (2017): InfoTekJar Maret
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/infotekjar.v1i2.67

Abstract

Algoritma backpropagation merupakan multi layer perceptron yang banyak digunakan untuk menyelesaikan persoalan yang luas, namun algoritma backpropagation juga mempunyai keterbatasan yaitu laju konvergensi yang cukup lambat. Pada penelitian ini penulis menambahkan parameter learning rate secara adaptif pada setiap iterasi dan koefisien momentum untuk menghitung proses perubahan bobot. Dari hasil simulasi komputer maka diperoleh perbandingan antara algoritma backpropagation standar dengan backpropagation dengan penambahan momentum. Untuk algoritma backpropagation standar kecepatan konvergensi 727 epoch dengan nilai MSE 0,01, sedangkan algoritma backpropagation standar mencapai 4000 epoch dengan nilai MSE 0,001. . Hal ini menunjukkan bahwa algoritma backpropagation adaptive learning lebih cepat mencapai konvergensi daripada algoritma backpropagation standar.
ANALISIS PENGGUNAAN PARALLEL PROCESSING MULTITHREADING PADA RESILIENT BACKPROPAGATION Onggrono, Kelvin; Tulus, Tulus; Nababan, Erna Budhiarti
InfoTekJar : Jurnal Nasional Informatika dan Teknologi Jaringan Vol 2, No 1 (2017): InfoTekJar September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/infotekjar.v2i1.146

Abstract

Proses pembelajaran neural network merupakan hal yang penting, bertujuan untuk mengenali lingkungan. Proses pembelajaran neural network membutuhkan waktu untuk dapat mengenali lingkungan. Terutama pada salah satu algoritma neural network yaitu resilient backpropagation. Proses untuk mempercepat pembelajaran resilient backpropagation pada penelitian ini adalah menggunakan teknik parallel processing. Teknik parallel processing yang digunakan adalah multithreading. Teknik parallel ini diterapkan pada bagian hidden layer yaitu membagi jumlah neuron pada hidden layer menjadi beberapa subproses yang dikerjakan secara bersamaan, pembagian yang dilakukan berdasarkan pada jumlah thread. Hasil yang didapatkan dalam penerapan parallel processing menggunakan teknik multithreading ke dalam algoritma resilient backpropagation membantu mempercepat waktu proses pembelajaran resilient backpropagation dengan thread yang digunakan sebanyak 3 buah thread.