I Made Nada
Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana

Published : 14 Documents
Articles

Found 14 Documents
Search

APLIKASI METODE SRI (SYSTEM RICE OF INTENSIFICATION) DAN SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO TERHADAP IKLIM MIKRO YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS PADI BERAS MERAH Rusman Pita, Paul Ludgerius; -, Sumiyati -; Nada, I Made
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 4 No 1 (2016): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was carried out to know the result of the application method system of rice intensification (SRI) which was combined with rice planting system legowo in raw toward micro climate which influence the productivity of red rice. These research was consist of 6 treatments, they were : K0 (the treatment which appropriated to local farmers custom), K1 (SRI method), K2 (SRI method combined with legowo 4:1 inserting), K3 (SRI method combined with legowo 4:1 without inserting), K4 (SRI method combined with legowo 6:1 inserting), and K5 (SRI method with legowo 6:1 without inserting). This treatment study was repeated 3 times. Parameters observed were : relativity of humidity, temperature, intensity of sun shine, the length of stalk, the weight of rice in a clump, percentage pure rice, the weight of 1000 pure rice, the number of young plants in a clump, the number of young plants and each productivity. The outcome of this research shown that the application of SRI method combined with legowo 4:1 without inserting got more intensity of sun shine and the highest temperature, while the application of K0 had the highest relativity weakness. Application SRI method with legowo 6:1 without inserting produced the highest product in average per width of area, there were 7,48 ton/ ha, comparing with other applications.
KUALITAS HASIL TANAMAN KRISAN (CRHYSANTHEMUM) PADA PENAMBAHAN CAHAYA LAMPU LED MERAH SECARA SIKLIK Yoginugraha, Pande Putu Indra; Wijaya, I Made Anom Sutrisna; Nada, I Made
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 5 No 1 (2017): maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu siklik yang dapat memberikan kualitas hasiltanaman krisan paling baik. Perlakuan yang diberikan dalam penelitian adalah penambahan cahaya lampu LED merah secara siklik dengan waktu siklus yang berbeda-beda. Data yang diperoleh dianalisis deskriptif dan variabel yang diamati dikelompokkan menjadi 2 yaitu produksi dan kualitas tanaman krisan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi dan kualitas terbaik diperoleh pada perlakuan penambahan cahaya lampu LED merah secara siklik dengan 5 siklus. Produksi tinggi akhir tanaman krisan adalah 85.83 cm, jumlah bunga yang dihasilkan adalah 23.67 bunga, dansecara kualitas luas bunga adalah 52.96 cm2. Semakin banyak siklus yang diberikan pada penambahan cahaya maka semakin bagus produksi dan kualitas tanaman krisan yang dihasilkan. This study aimed to determine the cyclic time that could give the best quality of the results of chrysanthemum. The treatment of this research was additional LED red light in the cyclic manner with different cycle time. The collected data were analyzed by descriptive analysis and the variables observed were grouped into 2 groups such as : production and quality of chrysanthemum. The result showed that the highest production and the best quality of chrysanthemum were obtained on the treatment of additional LED red light with five cycles. The production of the chrysanthemum was 85.83 cm, the amount of flowers was 23.67 of flowers, and the quality of flower area was 52,96 cm2. The more the cycles that had given on the addition of LED red light, the better the results of production and quality of chrysanthemum.
KAJIAN RELEVANSI SIFAT PISKOKIMIA TANAH PADA KUALITAS DAN PRODUKTIVITAS KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L) Arsa, I Wayan; Setiyo, Yohanes; Nada, I Made
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 1 No 1 (2013): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research  was conducted to determine the effect level of NPK fertilizer added with compost fertilizer on soil psychochemical properties, the quality and the productivity of Granola G4 potatoes. This study lesed Split plot with : twosub plot, and four level doses NPK fertilizer. Each level of NPK fertilizing was repeated three times. NPK fertilizing levels are: 160 kg / ha (P1), 180 kg / ha (P2), 200 kg / ha (P3), and 220 kg / ha (P4), with chicken manure from compost. Dose of compost was  20 tonnes per hectare. Variable of this research were : soil structure, soil water holding capacity, permanent wilting point of crops, crops water availability, pH, soil organic matter, productivity and quality of petetues. Availability of water crops was between    21 ? 24 % wet basis (w.b).  Each level of NPK fertilization was able to change pH from 6.5 to 6.9.  Content of C-organic content at early potatoes planting was  4.0 ? 4.1 % and after potatoes harvesting the C-organic content was 4.7 ? 6.4 %. The potatoes productivity at NPK fertilization 200 tones/ha and 220 tones/ha was 30 tones/ha. The number of tubers can be used as seed was 38.4% and 36.5% with the number of tubers rot was 3.8 and 3.6%
POLA AIR TERSEDIA PADA BEBERAPA MEDIA TANAM UNTUK TANAMAN STRAWBERRY (FRAGARIA VIRGINIANA) Setiawan, I Made Dwi Dharma; Sumiyati, Sumiyati; Nada, I Made
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 5 No 1 (2017): maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola air tersedia pada berapa media tanam berbeda. Penelitian ini terdiri dari empat perlakuan yaitu P1 : media arang sekam, P2 : media cocopeat campur kompos dengan perbandingan 2 : 1, P3 : media tanah campur kompos dengan perbandingan 2 : 1 dan P4 : media tanah. Kapasitas lapang untuk seluruh perlakuan P1, P2, P3 dan P4 dari minggu ke-2 sampai dengan minggu ke-12 berturut-turut adalah 77,21% sampai 80,00%, 50,22% sampai 52,56%, 42,83% sampai 44,24%, dan 36,70% sampai 37,95%. Titik layu sementara untuk seluruh perlakuan P1, P2, P3 dan P4 dari minggu ke-2 sampai dengan minggu ke-12 berturut-turut adalah 36,59% sampai 18,99%, 29,09% sampai 10,63%, 10,83% sampai 5,27% dan 10,62% sampai 6,50%. Air tersedia bagi tanaman strawberry untuk seluruh perlakuan P1, P2, P3 dan P4 dari minggu ke-2 sampai dengan minggu ke-12 berturut-turut adalah 7,90 cm  sampai dengan 10,93 cm, 4,27 cm  sampai dengan 7,13 cm, 5,90 cm  sampai dengan 6,84 cm dan 4,84 cm  sampai dengan  5,44 cm. This study aims to determine water patterns available in different growing media. The study consisted of four treatments namely P1: rice husk charcoal media, P2: cocopeat and compost mix media with 2: 1 ratio, P3: soil and compost mix with 2: 1 ratio and P4: soil media. Field capacity for the entire treatment P1, P2, P3 and P4 from week 2 to week 12 in a row was 77,21% to 80,00%, 50,22% to 52,56%, 42,83% to 44,24%, and 36,70% to 37,95%. Temporary wilting point for all treatments P1, P2, P3 and P4 from week 2 to week 12 in a row was 36,59% to 18,99%, 29,09% and 10,63%, 10, 83% to 5,27% and 10,62% to 6,50%. Available water for strawberry plants for all treatments P1, P2, P3 and P4 from week 2 to week 12 in a row was 7,90 cm to 10,93 cm, 4,27 cm to 7,13 cm, 5,90 cm to 6,84 cm and 4,84 cm to 5,44 cm.
KARAKTERISTIK FISIK CAMPURAN BATU BATA DENGAN MEMANFAATKAN ABU SISA PEMBAKARAN LIMBAH KAYU Nada, I Made; Suryatmaja, Ida Bagus
Kurva Teknik Vol 2, No 1 (2013): Kurva Teknik
Publisher : Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.588 KB)

Abstract

Industri pengolahan kayu didalam proses produksinya akan menghasilkan suatu buangan atau limbah berupa sisa atau abu akibat dari adanya pembakaran didalam mengurangi volume limbah yang terjadi. Akan tetapi didalam proses pembakaran akan dihasilkan sisa berupa abu. Sisa abu ini jika tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan pencemaran pada lingkungan sekitarnya.Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan memanfaatkan abu sisa pembakaran limbah kayu tersebut sebagai bahan bangunan melalui pemanfaatan sebagai bahan dalam campuran batu bata.Penelitian dilakukan dengan mencampur sisa abu tersebut dengan tanah lempung proporsi 0 %, 5 %, 10 %, 15 %, 20 % dan 25 %. Dari hasil campuran dilakukan pengujian karakteristik campuran yaitu : Kuat tekan dan Rembesan air.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Abu sisa pembakaran limbah kayu dapat dipakai sebagai bahan dalam pembuatan batu bata, dilihat dari hasil uji karakteristik fisik campuran.
PERTUMBUHAN TANAMAN KRISAN (CRHYSANTEMUM) DENGAN BERBAGAI PENAMBAHAN WARNA CAHAYA LAMPU LED SELAMA 30 HARI PADA FASE VEGETATI Wiguna, I Kadek Wahyu; Wijaya, I Made Anom S.; Nada, I Made
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 3 No 2 (2015): Agustus
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati pengaruh penambahan lampu LED berwarna pada pertumbuhan tanaman krisan, dan untuk mengamati lampu warna yang sesuai yang menghasilkan pertumbuhan tanaman krisan terbaik. Desain eksperimental yang digunakan adalah Completely Randomized Design (CRD) dengan satu faktor. Faktor yang digunakan adalah lampu warna LED, terdiri dari warna lampu LED merah, kuning, hijau, biru, dan putih. Data dianalisis menggunakan ANOVA, diikuti oleh uji LSD (Least Significance Different) jika efek pengobatannya signifikan. Variabel mengamati bahwa variabel pertumbuhan meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun dan luas kanopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan lampu LED berwarna berpengaruh positif terhadap pertumbuhan krisan. Penambahan lampu LED berwarna meningkatkan pertumbuhan tanaman. Warna lampu merah memberikan efek terbaik terhadap pertumbuhan tanaman. Hal ini ditunjukkan oleh tinggi tanaman tertinggi (71,50 cm), jumlah helai daun paling banyak (33,00) dan luas kanopi terbesar (478,34 cm2). The objectives of this research were to observe the effect of addition coloured LED light on plant growth of chrysanthemum, and to observe the appropriate color lights that resulted to the best plant growth of chrysanthemum. The experimental design used was Completely Randomized Design (CRD) with one factor. The factor used was LED color lights, consisted of red, yellow, green, blue, and white LED light colors. Data were analyzed using ANOVA, followed by LSD (Least Significance Different) test if the treatment effect was significant. The variables observed that growth variables include: plant height, number of leaf and canopy area. The result showed that addition coloured LED light of positive effect against the growth of chrysanthemum. The addition of coloured LED light increased the plant growth. The red light color gave the best effect against plant growth. It showed by the highest plant height (71.50 cm), the most number of leaf blade (33.00) and the biggest canopy area (478.34 cm2).
STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT (STUDI KASUS DI BANK SAMPAH NURI LESTARI SERASI) Suryatmaja, Ida Bagus; Martiningsih, Ni Gst. Ag. Gde Eka; Nada, I Made
Jurnal Bakti Saraswati (JBS): Media Publikasi Penelitian dan Penerapan Ipteks Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Bakti Saraswati (JBS) : Media Publikasi Penelitian dan Penerapan Ipteks
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan (Institute for Research and Community Empowerment) Universitas Mahasaraswati Denpasar Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.047 KB)

Abstract

Independently waste management is expected to be one real way to solve the garbage problem. Garbage today remains a national problem. This is due to very low public awareness of the litter problem. The starting point of good waste management and the right is originated from households, as household waste is generated every day continuously. Other garbage bins dalah market, which requires merchants keaadaran management. From the analysis of the situation which is intended to provide a picture or map of clues to the location and boundaries of science and technology For Region (IBW) and the description of the existing condition of the area relevant to the issues to be addressed. IBW region located in Tabanan regency which is one of the districts in the province of Bali in addition to seven counties and one city to another, namely Jembrana, Buleleng, Karangasem, Klungkung, Bangli, Gianyar, Badung and Denpasar. Based on the results of hearings with Tabanan District Government through the Regional Development Planning Board (Bappeda), the direction of development of Tabanan is a balance between environmental sustainability efforts functions with efforts to use natural resources in order to achieve prosperity for the people of Tabanan particular. Availability of natural resources are limited and uneven in the district both quantity and quality to encourage the Government in Tabanan Kabuptaen strongly consider the use of natural resources. With waste management as a group is expected to build revenue (income generating) for the community that can indirectly improve the welfare of the community.
LAJU PERTUMBUHAN TANAMAN KRISAN (CRHYSANTEMUM) PADA PEMBERIAN TAMBAHAN CAHAYA LAMPU LED (LIGHT EMITTING DIODE) KOMBINASI WARNA MERAH-BIRU DENGAN METODE SIKLIK Wahyuni, Wayan Anik; Wijaya, I Made Anom S.; Nada, I Made
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 5 No 1 (2017): maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya krisan di daerah tropis seperti Indonesia, diperlukan pemberian cahaya tambahan. Penambahan cahaya dilakukan dengan pencahayaan buatan dari lampu listrik di malam hari selama 4 jam, setelah matahari terbenam. Penelitian ini bertujuan menentukan pola siklik terbaik untuk menghasilkan laju pertumbuhan tertinggi. Perlakuan yang diberikan dalam penelitian adalah penambahan cahaya lampu LED kombinasi warna merah-biru secara siklik (off, on, off). Jumlah siklik yang diberikan adalah 1 siklus, 2 siklus, 3 siklus, 4 siklus, 5 siklus dan kontrol. Data yang diperoleh analisis secara regresi. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas kanopi daun, dan diameter batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tambahan cahaya LED kombinasi warna merah-biru secara siklus memberikan pengaruh yang baik terhadap laju pertumbuan tanaman krisan. Penambahan cahaya lampu LED kombinasi warna merah-biru dengan 1 siklus memberikan pengaruh paling baik terhadap pertumbuhan tanaman krisan yang ditunjukan dengan menghasilkan laju pertumbuhan tinggi tanaman tertinggi (y = 1.106x + 2.11), jumlah daun (y = 0.514x + 3.163), luas kanopi (y = 2.346x + 21.61) dan diameter batang (y = 0.082x + 0.168). Kata kunci: Krisan, produktivitas tanaman,cahaya LED kombinasi warna merah-biru, siklik, fase vegetatif.  Chrysantemum cultivation in tropical region like Indonesia required the provision ofadditional light..The application of additional light is done by using artificial light fromelectric lamp in the evening for 4 hours after the sun set. This research determine the bestcyclic pattern to generate the highest growth rate. The application that had been given inthis research was the addition of LED lights of red-blue combination in a cyclic (off, on,off). Cyclic number given is 1 cycle, 2 cycles, 3 cycles, 4 cycles, 5 cycles and controls.The collected data were analyzed by regression analysis. The variables observed is plantheight, the leaves number, the canopy area, and the rod diameter. The result showed thatthe addition of LED lights of red-blue combination for one cycle gave the best impact forrate of growth of chrysanthemum plant. The addition of LED red-blue combination onecycle gave the best effect against chrysanthemum plant growth, which was showedproduced the highest growth rate of plant height (y = 1.106x + 2.11), the leaves number(y = 0.514x + 3.163), the canopy area (y = 2.346x + 21.61), and the rod diameter ((y =0.082x + 0.168).
PENGARUH BAHAN TAMBAHAN PADA KUALITAS KOMPOS KOTORAN SAPI Dewi, Ni Made Eva Yulia; Setiyo, Yohanes; Nada, I Made
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 5 No 1 (2017): maret
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan bahan tambahan pada proses pengomposan bahan baku kotoran sapi dapat menghasilkan kompos yang berkualitas yang memuhi standar. Penelitian ini mengunakan perlakukan kotoran sapi, kotoran sapi : serbuk kayu 2 : 1, kotoran sapi : sekam 2 : 1, dan kotoran sapi : rumput 2 : 1. Panjang tumpukan pegomposan 1.5 m, tinggi 80 cm, dan lebar 1 m. Parameter yang diamati meliputi suhu, pH, karbon dan nitrogen kompos. Proses pengomposan berlangsung selama delapan minggu dengan suhu antara 25- 51 0C dan pH kompos antar 6.6 ? 7.0. Warna kompos yang dihasilkan adalah dengan warna coklat kehitam-hitaman. Secara umum, kualitas kompos yang dihasilkan dari keempat perlakukan sesuai dengan Standar SNI 19-7030-2004 dengan C/N rasio akhir  16-8 ? 20.93. The used of additional materials in the composting process of cow manure feedstock can produced qualified compost that can fulfill standard of compost. This study used the treatment of exponential design cow manure, cow manure:saw dust 2:1, cow manure:rice hull 2:1, and cow manure:elephant grass 2:1. The dimension of pile composting was 1.5 m, with height was 80 cm, and 1 m of width. The observed parameters included temperature, pH, carbon and nitrogen compost. The composting process were during eight weeks that result which have temperature between 25-51oC , compost pH between 6.6-7.0, C/N ratio is 16.8-20.93. The color of produced compost was dark brown. The quality of the produced compost from the four treatments were accordance to SNI Standard 19-7030-2004.  
Pendekatan SHIP (Sistemik, Holistik, Interdisipliner, Partisipatori) pada Program Biogas di Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan Provinsi Bali Sucipta, I Nyoman; Nada, I Made; Wulan, Wayan Citra
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program biogas sudah dikenal di Indonesia sejak lama. Adanya program tersebut berbagaimanfaat yang diperoleh selain untuk pengadaan energi juga merupakan teknologi yang tanggapterhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam pengolahan limbah untuk mengurangipencemaran lingkungan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program biogasdan karakteristik pengguna bioreaktor di desa KelatingKendala program biogas di desaKelating, terutama dalam sistem dan disain biorektor serta pengolahan kotoran sapi menjadikompos dianggap lebih menguntungkan. Juga program biogas di desa tersebut berbasis individuyang sedikit sekali melibatkan partisipasi masyarakat. Pada kondisi tersebut biasanya petanitidak tidak mampu mengarahkan kemampuannya secara optimal. Berbeda dengan programberbasis masyarakat adalah pelibatan fisik, mental, emosi, pikiran dan prilaku seseorang didalam situasi kegiatan kelompok dan mengupayakan agar setiap orang berkontribusi samadalam menentukan hasil kelompok dan dalam menyampaikan pendapatnya. Salah satupendekatan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut adalah denganpendekatan SHIP (SHIP Approach) Sistemik (Systemics), Holistik (Holistics), Interdisipliner(Interdiciplinary) dan Partisipatori (Participatory). Pada tahap pelaksanaan penelitian, langkahlangkahyang dilakukan adalah ceramah, diskusi dan pengumpulan data dengan mengisikuesioner penilaian petani terhadap program biogas. Karakteristik pengguna bioreaktor adalahberjenis kelamin laki-laki dengan rentangan umur antara 38 sampai 55 tahun, rerata 47,00 ±5,21 tahun. Berat badan subyek berkisar antara antara 55 sampai 72 kg dengan rerata 66,45 ±4,50 kg, dan tinggi badannya berada pada rentangan 155 sampai 175 cm dengan rerata 167,60 ±4,75 cm. Pengalaman kerja subyek berkisar antara 13 sampai 24 tahun dan rerata 23,70 ± 5,93tahun. Hasil analisis SWBR (strength, weakness, benefit dan risk), kelebihan yang ada di dalamdiri anggota kelompok menjadi strength, kelemahan menjadi weakness, keuntungan yangdiperoleh dengan adanya perbaikan menjadi benefit, dan resiko yang akan dihadapi bilaperbaikan dilakukan menjadi risk, dengan demikian pelaksanaan program biogas di desaKelating tetap tidak terlaksana dengan baik walaupun sudah melibatkan petani, tokohmasyarakat, pimpinan, kepala lingkungan dan instansi terkait, hal tersebut karena berbagaiketerbatasan terutama pola fikir tentang manfaat biogas.