Articles

Found 14 Documents
Search

The Deontological and Consequentialist Principles of Jihad and the Just War Theory in Indonesian Context: A Critical Analysis Najamudin, Najamudin
JURNAL INDO-ISLAMIKA Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Graduate School of Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.736 KB) | DOI: 10.15408/idi.v5i1.14791

Abstract

Tradisi perang berbasis keadilan dapat ditemukan dalam sejarah pemikiran politik Islam pada masa awal khalifah Islam. Dalam kajian ini, penulis menggunakan dua pisau analisis yaitu interpretasi tekstual terhadap Alquran dan Hadis, dan interpretasi sejarah perang suci dalam tradisi Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menggali prinsip-prinsip dasar jihad, dan membandingkannya dengan teori perang berbasis keadilan untuk menemukan sisi persamaan dan perbedaanya, serta membangun argumentasi apakah jihad bisa dikategorikan sebagai bentuk perang yang memenuhi rasa keadilan masyarakat yang tertindas. Studi kasus dalam kajian ini adalah konsepsi jihad Imam Samudra dalam buku kontroversialnya “Aku Melawan Teroris”. Dengan menggunakan analisa Jus Ad Bellum dan Jus In Bello, ditemukan bahwa apabila jihad dipandang sebagai sesuatu yang sakral dan suci, maka kesucian jihad tidak bisa dikotori dengan tindakan terorisme. Dalam perspektif teologi dan hukum Islam, penelitian ini membuktikan penyalahgunaan ayat-ayat jihad oleh Imam Samudra untuk menjastifikasi tindakan terorisme yang dilakukannya di Bali.
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN ZAT ADITIF ALAMI PADA BENSIN TERHADAP EMISI GAS BUANG UNTUK SEPEDA MOTOR 4 LANGKAH Najamudin, Najamudin
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 4 No 1 (2018): Journal Machine Vol. 4 No. 1 Januari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.374 KB) | DOI: 10.33019/jm.v4i1.446

Abstract

ABSTRAK   Dampak dari perkembangan teknologi otomotif mengakibatkan kebutuhan bahan bakar juga semakin meningkat. Dalam hal ini zat aditif digunakan untuk memberikan peningkatan sifat dasar dan nilai angka oktan tinggi untuk dapat meningkatkan kinerja mesin. Variabel penelitian meliputi variabel bebas yaitu prosentase campuran zat aditif dan premium sedangkan variabel terikat berupa emisi gas buang. Data yang diperoleh akan diplotkan pada grafik. dan akan dijadikan acuan untuk menilai besarnya pengaruh pemakaian zat aditif terhadap emisi gas buang yang dihasilkan. Dengan penambahan zat aditif akan memperbaiki proses pembakaran yang akan menurunkan kadar CO, CO2, HC, meningkatkan konsumsi oksigen (O2) dan akan menghilangkan senyawa NOx. Dari hasil penelitian yang dilakukan di dapat bahwa penurunan senyawa emisi gas buang yang signifikan terjadi pada Kadar CO yang di hasilkan oleh bensin yang telah di campur zat aditif konsentrasi (0.2 g :100 ml) pada putaran 1.000 rpm adalah 0.60% dengan penurunan sebesar 0.09%. Nilai penurunan yang terjadi pada putaran 1.000 rpm pembakaran menjadi lebih baik karena panas yang di hasilkan lebih stabil.
The consequences of increasing assertiveness of trans-national religious communities for international relations Najamudin, Najamudin
Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies Vol 2, No 2 (2012): Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies
Publisher : State Institute of Islamic Studies (STAIN) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The transnational communities, or in other terms, the migrant communities whowent to the US and the UK, or to any other European states had strong belief intheir religion in which they might not be contaminated by the secular ideology inthe Western countries. In this respect, the phenomenology of religion in internationalrelations is a relatively new and surprising. Accordingly, this paper aims atinvestigating the implications of the emergence of trans-national religious groupsfor international relations. The paper will argue that the rise of trans-nationalreligious groups has produced a profound impact on international relations. Thefactors that influenced this transformation in international relations is the contemporaryprocesses of globalization which scholars argue, are pivotal to bringingreligion to the centre stage of international relations. In order to deepen theunderstanding of this process, two case scenarios will be analyzed, namely, theSikh Diasporas and the imagined Islamic community, the umma. In this paper, ithas been argued that the rise of trans-national religious actors may affect statesovereignty in one way or another. Under secular ideology, the role of religion ismarginalized from the public sphere, in particular, the domain of politics and religion is being obviously separated. This separation, according to both groups,is problematic. It is therefore, the emergence of Islamic and Sikh communities isconsidered by some liberal democratic countries like India as a peril to its statesovereignty. In Islamic doctrines, the Muslims hold a principle in din wa dawla,the unity of state and religion, while in Sikhism, the Sikhs have to trust miri andpiri, the unification of religious and political institution.Masyarakat transnasional atau dalam terma lain disebut juga sebagai masyarakatmigran yang menetap di Amerika dan Inggris, atau ke negara-negara Eropalainnya memiliki keyakinan yang kuat terhadap agama mereka dan tidakterkontaminasi oleh ideologi sekuler Barat. Pada konteks ini, fenomenologi agamadalam perspektif hubungan internasional merupakan kajian baru dan menarikuntuk dibahas. Berdasarkan hal tersebut, makalah ini bertujuan untuk menyelidikiimplikasi dari munculnya kelompok trans-nasional tersebut terhadap kajianhubungan internasional. Makalah ini berasumsi bahwa munculnya kelompok sosialkeagamaan yang bersifat trans-nasional berdampak besar terhadap hubunganinternasional. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan ini adalah prosesglobalisasi yang menarik agama ke dalam pola hubungan internasional. Untuklebih jelasnya, dua skenario kasus akan dianalisis, yaitu Diaspora Sikh dan konsepsi‘keummatan’ dalam Islam. Dalam pembahasan makalah ini, didapati bahwamunculnya kelompok masyarakat trans-nasional dapat mengancam kedaulatansuatu negara dalam berbagai bentuknya. Dalam ideologi sekuler, peran agamatermarjinalkan dari ruang publik, khususnya ranah politik. Pemisahan ini, menurutkedua kelompok tersebut, memiliki sejumlah permasalahan. Oleh karena itu,munculnya masyarakat transnasional Islam dan Sikh dianggap oleh beberapanegara demokrasi liberal seperti India sebagai ancaman bagi kedaulatan negara.Dalam perspektif Islam, prinsip din wa dawlah merupakan konsepsi kesatuannegara dan agama, sementara dalam ajaran Sikhisme, doktrin miri piri, merupakankonsepsi penyatuan lembaga keagamaan dan politik.
Peningkatan Pemahaman Tentang Politik Uang Bagi Pemilih Pemula Di Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya Ilhamsyah, Fadhil; Fadhly, Zuhrizal; Kabiru Rafiie, Said Ahmad; Najamudin, Najamudin
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 1, No 1 (2019): Juli-Desember
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.02 KB)

Abstract

This paper explains about innovation of the local government which is part of the Population and Civil Registration (Dukcapil) service reform. Aklamasidansa is the policy of the West Aceh Regency in the matter of arranging birth certificates and death certificates that are integrated with village funds. The issue of legal identity is still a problem in Indonesia, many people do not have a legal identity so that it has an impact on all services provided by the government to the community. Aklamasidansa  is an innovation that brings government and society closer. Aklamasidansa has been running since 2017 and operates in the assisted villages. This study used a qualitative method with a case study approach, the informants of this study were the community as recipients of services, the West Aceh government as an innovator. The results of the study show that the aklamasidansa policy has increased the coverage of legal identity ownership, especially birth certificates which increased from 70.25% percent (June 2017) to 93.90 percent (December 2018). Aklamasidansa as one of the service innovations to the community is running very well in improving the data administration of the village and make it easier for citizens to receive services in arranging birth certificates and death certificates.
The consequences of increasing assertiveness of trans-national religious communities for international relations Najamudin, Najamudin
Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies Vol 2, No 2 (2012): Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/ijims.v2i2.165-190

Abstract

The transnational communities, or in other terms, the migrant communities whowent to the US and the UK, or to any other European states had strong belief intheir religion in which they might not be contaminated by the secular ideology inthe Western countries. In this respect, the phenomenology of religion in internationalrelations is a relatively new and surprising. Accordingly, this paper aims atinvestigating the implications of the emergence of trans-national religious groupsfor international relations. The paper will argue that the rise of trans-nationalreligious groups has produced a profound impact on international relations. Thefactors that influenced this transformation in international relations is the contemporaryprocesses of globalization which scholars argue, are pivotal to bringingreligion to the centre stage of international relations. In order to deepen theunderstanding of this process, two case scenarios will be analyzed, namely, theSikh Diasporas and the imagined Islamic community, the umma. In this paper, ithas been argued that the rise of trans-national religious actors may affect statesovereignty in one way or another. Under secular ideology, the role of religion ismarginalized from the public sphere, in particular, the domain of politics and religion is being obviously separated. This separation, according to both groups,is problematic. It is therefore, the emergence of Islamic and Sikh communities isconsidered by some liberal democratic countries like India as a peril to its statesovereignty. In Islamic doctrines, the Muslims hold a principle in din wa dawla,the unity of state and religion, while in Sikhism, the Sikhs have to trust miri andpiri, the unification of religious and political institution.Masyarakat transnasional atau dalam terma lain disebut juga sebagai masyarakatmigran yang menetap di Amerika dan Inggris, atau ke negara-negara Eropalainnya memiliki keyakinan yang kuat terhadap agama mereka dan tidakterkontaminasi oleh ideologi sekuler Barat. Pada konteks ini, fenomenologi agamadalam perspektif hubungan internasional merupakan kajian baru dan menarikuntuk dibahas. Berdasarkan hal tersebut, makalah ini bertujuan untuk menyelidikiimplikasi dari munculnya kelompok trans-nasional tersebut terhadap kajianhubungan internasional. Makalah ini berasumsi bahwa munculnya kelompok sosialkeagamaan yang bersifat trans-nasional berdampak besar terhadap hubunganinternasional. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan ini adalah prosesglobalisasi yang menarik agama ke dalam pola hubungan internasional. Untuklebih jelasnya, dua skenario kasus akan dianalisis, yaitu Diaspora Sikh dan konsepsi‘keummatan’ dalam Islam. Dalam pembahasan makalah ini, didapati bahwamunculnya kelompok masyarakat trans-nasional dapat mengancam kedaulatansuatu negara dalam berbagai bentuknya. Dalam ideologi sekuler, peran agamatermarjinalkan dari ruang publik, khususnya ranah politik. Pemisahan ini, menurutkedua kelompok tersebut, memiliki sejumlah permasalahan. Oleh karena itu,munculnya masyarakat transnasional Islam dan Sikh dianggap oleh beberapanegara demokrasi liberal seperti India sebagai ancaman bagi kedaulatan negara.Dalam perspektif Islam, prinsip din wa dawlah merupakan konsepsi kesatuannegara dan agama, sementara dalam ajaran Sikhisme, doktrin miri piri, merupakankonsepsi penyatuan lembaga keagamaan dan politik.
KOMUNIKASI POLITISI PEREMPUAN DI NUSA TENGGARA BARAT (ANALISIS PESAN KAMPANYE POLITIK DR. HJ SITTI ROHMI DJALILAH DALAM KONTESTASI PEMILIHAN GUBERNUR TAHUN 2018/2019) Zulvianingrum, Depanda; Najamudin, Najamudin
KOMUNIKE Vol 11 No 1 (2019): Komunikasi Politik Islam
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.612 KB) | DOI: 10.20414/jurkom.v11i1.2267

Abstract

Pada era demokrasi dengan keterbukaan informasi publik dan kebebasan beraspirasi sehingga Negara menyediakan 30% quota pada kaum perempuan untuk ikut berpartisipasi dalam pemilu legislatif 2014. Hal ini telah menjadi perhatian yang cukup lama dalam aspirasi-aspirasi bagi para pejuang kesetaraan gender termasuk menjadi cita-cita dan tuntunan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama khususnya dalam bidang politik. Dengan ketersedian quota yang dapat mendorong lebih jauh lagi perjuangan bagi kaum perempuan, posisi peran dan aktivitas perempuan Indonesia dalam dunia politik semakin meningkat dalam ukurannya sendiri dari waktu ke waktu di dalam sejarah Indonesia merdeka. Keterwakilan perempuan yang memadai setidaknya dapat memberikan, melengkapi, dan menyeimbangkan visi, misi, dan oprasionalisasi Indonesia selanjutnya yang objektif namun berempati dan berkeadilan gender (tidak mendiskriminasikan salah satu jenis kelamin saja) dan membuktikan bahwa Indonesia memiliki sistem demokrasi yang ramah bagi gender. Sebagai seorang perempuan yang akan maju dalam pilgub 2018 umi Rohmi mengontrol untuk mencapai target kemenangan menggunakan beberapa komunikasi karena perempuan masih dipandang sebagai mahluk second class mahluk kedua di daerah Nusa Tenggara Barat jadi umi Rohmi menggunakan beberapa cara seperti bentuk kampanye yang dilakukannya mulai dari memperkenalkan (mensosialisasikan) diri kepadaPada era demokrasi dengan keterbukaan informasi publik dan kebebasan beraspirasi sehingga Negara menyediakan 30% quota pada kaum perempuan untuk ikut berpartisipasi dalam pemilu legislatif 2014. Hal ini telah menjadi perhatian yang cukup lama dalam aspirasi-aspirasi bagi para pejuang kesetaraan gender termasuk menjadi cita-cita dan tuntunan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama khususnya dalam bidang politik. Dengan ketersedian quota yang dapat mendorong lebih jauh lagi perjuangan bagi kaum perempuan, posisi peran dan aktivitas perempuan Indonesia dalam dunia politik semakin meningkat dalam ukurannya sendiri dari waktu ke waktu di dalam sejarah Indonesia merdeka. Keterwakilan perempuan yang memadai setidaknya dapat memberikan, melengkapi, dan menyeimbangkan visi, misi, dan oprasionalisasi Indonesia selanjutnya yang objektif namun berempati dan berkeadilan gender (tidak mendiskriminasikan salah satu jenis kelamin saja) dan membuktikan bahwa Indonesia memiliki sistem demokrasi yang ramah bagi gender. Sebagai seorang perempuan yang akan maju dalam pilgub 2018 umi Rohmi mengontrol untuk mencapai target kemenangan menggunakan beberapa komunikasi karena perempuan masih dipandang sebagai mahluk second class mahluk kedua di daerah Nusa Tenggara Barat jadi umi Rohmi menggunakan beberapa cara seperti bentuk kampanye yang dilakukannya mulai dari memperkenalkan (mensosialisasikan) diri kepada
PERFORMA LITTER KELINCI-INDUK LOKAL YANG DIBERI PAKAN HIJAUAN UBI JALAR DISUPLEMENTASI SEJUMLAH KONSENTRAT BERBEDA Tarsono, Tarsono; Najamudin, Najamudin; Mustaring, Mustaring; Duma, Yulius; Supriono, Supriono
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.753 KB)

Abstract

The study to identify the effects of different concentrate supplementation on the reproductive performance of the local rabbits fed with basal ration (i.e.: sweet potato forages – ad libitum) was carried out in Jono Oge village - Biromaru, Donggala–Central Sulawesi. The study used 12 multifarious does which were allocated to four treatments using a Randomized Block design (RBD).  The treatments were as follows: does fed with basal ration (R0); does fed with basal ration supplemented with concentrate at 1% (R1), 2% (R2), and 3% (R3) of body weights.  Litter sizes, weights at birth   and weaning of kids were then recorded.  Results showed that concentrate supplementation for the  local rabbits fed with basal ration of sweet potato forages did not significantly affect the litter size and  birth-weight of kids but the treatments did significantly affect their weaning-weights (21 day old).
PENGEMBANGAN POTENSI MASYARAKAT MELALUI PENERAPAN SISTEM PERTANIAN BERKELANJUTAN DI KECAMATAN BUKAL KABUPATEN BUOL PROPINSI SULAWESI TENGAH Rosmini, Rosmini; Lakani, Irwan; Najamudin, Najamudin
Jurnal Abditani Vol 1 (2018): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.427 KB) | DOI: 10.31970/abditani.v1i0.16

Abstract

Program           Kemitraan Wilayah (PKW) yang sebelumnya bernama Ipteks bagi wilayah (IbW) di Kecamatan Bukal Kabupaten Buol dilakukan berdasarkan kenyataan yang ada dalam  masyarakat yakni: masih sebagian besar hidup dalam ketidakberdayaan ekonomi,  potensi masyarakat dan sumberdaya alam lingkungannya cukup tersedia belum termanfaatkan dengan baik dan arif, penatakelolaan sumber-sumber potensi ekonomi proposional dan profesional.   Berdasarkan aspek-aspek tersebut diatas PKW Kecamatan Bukal Kabupaten Buol dilaksanakan agar dapat mendorong masyarakat dalam memanfaatkan potensi SDA yang dimiliki secara baik dan arif untuk meningkatkan kesejahteraannya.  PKW Kecamatan Bukal Kabupaten Buol dimaksudkan untuk mendorong masyarakat dalam memanfaatkan potensi SDA yang dimiliki secara baik dan arif untuk meningkatkan kesejahteraannya. PKW Kecamatan Bukal berlangsung selama 3 tahun yakni tahun I (tahun 2016) dengan kegiatan berupa sosialisasi  kepada aparat pemerintah Kabupaten Buol dan kepada masyarakat di 2 desa di wilayah Kecamatan Bukal yakni Desa Mooyong dan Desa Modo serta program pemberdayaan masyarakat berupa penyuluhan dan pelatihan, demonstrasi  dan demplot teknologi pertanian.  Pada tahun kedua (tahun 2017) telah dilaksanakan kegiatan penyebarluasan teknologi pertanian dan teknologi tepat guna serta home industry  kepada anggota masyarakat serta rintisan kewirausahaan bagi  masyarakat. Pada tahun  ketiga (tahun 2018) dilaksanakan pengembangan produk kelompok masyarakat berupa pelabelan, promosi dan pemasaran hasil produk PKW.  Selain itu juga dilakukan pengembangan rumput hijuan ternak dan renovasi kandang ternak masyarakat. Metode yang diterapkan pada PKW tahun ketiga (tahun 2018) adalah pendampingan  dan pembinaan masyarakat yang  difokuskan  kepada kelompok tani, peternak dan kelompok TTG serta home industry yang telah memiliki kegiatan usaha dari hasil pelaksanaan PKW tahun pertama dan kedua (2016-2017). Hasil pelaksanaan PKW tahun ketiga (tahun 2018) di Kecamatan Bukal telah dilakukan pendampingan masyarakat dalam pengembangan kegiatan produktif masyarakat. Kegiatan produktif masyarakat tersebut adalah pengembangan dan penyebarluasan budidaya jagung,  pengembangan bioinsektisida dan biofungisida, pengembangan pupuk organik cair dan pupuk organik granul, dan pengembangan hijauan untuk pakan ternak, dan pelabelan, promosi serta pemasaran hasil produk masyarakat berupa jagung pipilan, biokultur, dan berbagai pupuk kandang granul
APLIKASI PENGHITUNG JUMLAH PAKAN SAPI POTONG BERBASIS ANDROID Bagye, Wire; Najamudin, Najamudin
Jurnal Informatika dan Rekayasa Elektronik Vol 1 No 2 (2018): JIRE Nopember 2018
Publisher : LPPM STMIK Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There are million cows West Nusa Tenggara (NTB). considering that it has considerable ruminant potential in this area in West Lombok and Central Lomok. Many beef cattle farms are carried out in West Lombok regency, Central Lombok, many cattle are used by concurrent breeding and combining where beef cattle are fattened from the breeding of farmers. At present forage feed management in several special beef cattle breeders in West Lombok District Suranadi Village, Selebung Village and Central Lombok Pengembur Prabu Village. The results of receiving data obtained from the results of 70% of farmers in feeding are only using estimates that produce the amount of forage and concentrate feed that is not in accordance with the needs of beef cattle. In this study an application for calculating the amount of feed for an Android-based animal was built. The feature in this application uses body length and circumference of data as input then produces the weight of beef cattle, the weight of forage feed, and the weight of the weight of the needs of beef cattle. The application calculation formula refers to beef cattle breeding, which is forage of 10% body weight and 1% weight and cow weight Analysis of problems and needs using the SWOT method, system design using UML (Unified Modeling Language), Extreme Programming as a method of application development. The results of this study indicate that the Android-based feed counter application can help farmers in West Lombok District and Central Lombok Regency in measuring the amount of feed and knowing animal weight. In addition, this application is offline so it is very easy to be used by farmers.
CARA MENENTUKAN DAYA YANG DIGUNAKAN AIR CONDITIONING (AC) UNTUK KENDARAAN Najamudin, Najamudin
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 12, No 1 (2018): SINTEK JURNAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/sintek.12.1.25-32

Abstract

Kendaraan ?merupakan sarana transportasi yang vital bagi masyarakat guna mempermudah dan mempercepat perpindahan manusia dari suatu tempat ketempat lain dengan lebih cepat, aman dan nyaman. ?Bus dengan kapasitas yang besar dengan penumpang di atas 50 orang yang beroperasi antar kota ataupun antar propinsi, memerlukan performance tertentu guna dapat memberikan? ?keamanan dan kenyamanan bagi penumpang dalam perjalanan. Bus angkutan antar kota dan antar propinsi ada yang dilengkapi dengan system penyegaran udara (AC) dan ada pula yang tidak. Pada kendaraan Bus yang menggunakan penyegaran udara ada pula yang tidak menggunakan komponen-komponen utama standard yang terpasang dari pabrikannya; seperti kompresor, kondensor, katup ekspansi dan lainnya.?? Kompresor dalam system penyegaran ?udara ?dapat ?dianalogikan ?dengan ?jantung? pada ?tubuh ?manusia, ?yang berfungsi mengisap dan memompa zat pendingin (refrigerant) yang bersirkulasi dalam sistem. Dalam? penelitian? ini? ditemukan bahwa ada beberapa ?bus ?yang kompresornya ?bukan merupakan kompresor standard dari pabrikan. ?Untuk itu dilakukan perhitungan terutama terhadap beban pendinginan, koefisien prestasi dan daya kompresor.