Narsito Narsito
Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Gadjah Mada, Sekip Utara PO BOX BLS 21 Yogyakarta 55281

Published : 43 Documents
Articles

REDUKSI SENYAWA 6-AMINO-5-NITROSO URASIL MENJADI 5,6-DIAMINOURASIL (STUDI PENDAHULUAN) Suhartana, Suhartana; Rusdiarso, Bambang; Narsito, Narsito
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 3, No 1 (2000): Volume 3 Issue 1 Year 2000
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4090.218 KB) | DOI: 10.14710/jksa.3.1.177-181

Abstract

Telah dilakukan sintesis dan reduksi senyawa 6-amino-5-nitroso urasil (6-A-5-NU) menjadi 5,6 diaminourasil (DAU). Analisis kualitatif dilakukan dengan penentuan titik leleh dan spektra IR. Senyawa 5,6- Diaminourasil (DAU) disintesis dari urea dan etilsianoasetat dalam suasana enolat. Reaksi diawali dengan melalui pembentukan senyawa hasil antara senyawa 6-aminourasil, dan 6-Amino-5-Nitroso Urasil (keduanya madya yang stabil), sebelum diperoleh senyawa hasil akhir DAU. Hasil DAU yang diperoleh mempunyai titik leleh 249-254°C (literatur 257-258°C) dan rendemen yang diperoleh adalah 80,86%, kondisi optimum diperoleh dengan memakai reduktor amonium sulfida, dan suhu 40°C.
KARAKTERISTIK PENGIKATAN ION Cd(II) dan Cu(II) DALAM PEMBUATAN HIBRIDA AMINO-SILIKA IMPRINTED IONIK Buhani, Buhani; Narsito, Narsito; Nuryono, Nuryono; Kunarti, Eko Sri
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal Sains dan Terapan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakteristik pengikatan ion Cd(II) dan Cu(II) pada polimer imprinted ionik (PII)dari hibrida amino-silika (HAS) yang disintesis menggunakan senyawa 3-aminopropiltrimetoksisilan (3-APTMS) dengan tetraetil ortosilkat (TEOS)sebagai prekursor telah dipelajari. Kontribusi pengikatan ion Cd(II) dan Cu(II)pada sintesis material HAS imprinted ionik Cd(II) dan Cu(II) didominasi olehinteraksi kimia melalui interaksi elekstrotatik sebesar 43,06 ± 0,42 % untukCd-HAS dan 40,96 ± 0,21% untuk Cu-HAS, sedangkan pembentukan ikatankovalen sebesar 50,91 ± 0,25 % untuk Cd-HAS dan 54,87 ± 0,20 % untuk Cu-HAS.Kata kunci : Imprinted ionik, hibrida amino-silika, 3-aminopropiltrimetoksisilan
SINTESIS BAHAN HIBRIDA AMINO-SILIKA DARI ABU SEKAM PADI MELALUI PROSES SOL-GEL Sriyanti, Sriyanti; Taslimah, Taslimah; Nuryono, Nuryono; Narsito, Narsito
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 8, No 1 (2005): Volume 8 Issue 1 Year 2005
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.238 KB) | DOI: 10.14710/jksa.8.1.1-8

Abstract

Silika dengan imobilisasi gugus amino dengan bahan dasar abu sekam padi telah dibuat melaluiproses sol-gel. Sebagai perbandingan, dibuat pula silika gel tanpa gugus organik.Larutan mendidih natriumsilikat (1,5 N) ditambahkan pada abu sekam padi, kemudian filtratnya dipisahkan sebagai larutan natriumsilikat. Selanjutnya , kedua filtrat digunakan untuk sintesis silika gel dengan dan tanpa gugus organik. 3-Aminopropiltrimetoksisilan (APTS) ditambahkan ke dalam larutan natrium silikat, dilanjutkan denganpenambahan asam klorida perlahan-lahan sampai pH 7 dan pH 3. Gel yang terbentuk diperam selama 18jam dengan temperatur 80oC, dicuci dengan air kemudian dikeringkan pada temperatur 80oC selama 9 jam.Silika gel dibuat dengan cara yang sama. Kedua produk dikarakterisasi dengan FTIR dan XRD, serta diujikemampuan adsorpsinya terhadap logam Ni(II). Hasil menunjukkan bahwa silika gel hasil mempunyai polayang sama dengan silika Kiesel Gel 60 dari Merck, baik spektra FTIR maupun defraktogram XRDnya,sedangkan bahan hibrida amino-silika mempunyai puncak-puncak serapan yang menunjukkan adanyagugus amin (-NH2) dan rantai alifatik (-CH2-) di samping kesamaan pola dengan silika standar. Dalam ujiadsorpsi, amino-silika mengadsorpsi Ni(II) lebih tinggi dibanding silika gel dengan kapasitas adsorpsimasing-masing 0, 106 mol/g adsorben dan 0,0088 mol/g adsorben.
PENGARUH PERLAKUAN ASAM DAN KALIUM PERMANGANAT TERHADAP KARAKTER ZEOLIT TASIK Pardoyo, Pardoyo; Narsito, Narsito; Nuryono, Nuryono
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 8, No 1 (2005): Volume 8 Issue 1 Year 2005
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.84 KB) | DOI: 10.14710/jksa.8.1.28-32

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh perlakuan asam dan kalium permanganatterhadap karakter zeolit alam Tasik. Perlakuan pertama menggunakan KMnO4 dan H2SO4, zeolit denganperlakuan ini disebut Z-22. Perlakuan kedua menggunakan KMnO4, H2SO4 dan HCl selanjutnya disebut Z-33.Sebagai pembanding, dilakukan pencucian dengan akuabides terhadap zeolit alam Tasik selanjutnya disebut Z-11. Karakter yang diuji meliputi perubahan nilai kapasitas tukar kation (KTK), rasio Si/Al, keasaman, hilang padapemijaran dan kristalinitas. Hasil penelitian menunjukkan nilai KTK, rasio Si/Al, keasaman, hilang padapemijaran dan kristalinitas Z-22 meningkat terhadap Z-11. Pada Z-33, hanya nilai hilang pada pemijaran yangmenunjukkan peningkatan sedangkan karakter uji yang lain relatif menurun.
PENGARUH KEASAMAN MEDIUM DAN IMOBILISASI GUGUS ORGANIK PADA KARAKTER SILIKA GEL DARI ABU SEKAM PADI Sriyanti, Sriyanti; Taslimah, Taslimah; Nuryono, Nuryono; Narsito, Narsito
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 8, No 3 (2005): Volume 8 Issue 3 Year 2005
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.605 KB) | DOI: 10.14710/jksa.8.3.74-80

Abstract

Silica gel is well known as a material that may be used as adsorbent, host matrix for catalyst, etc. Hence, synthesis of silica gel from rice hull ash has been done by evaluation of the effect of medium acidity and organic group immobilized in the snythesis of silica gel.Synthesis of silica gel was done by adding sodium silicate solution from rice hull ash to hydrochloric acid until pH 3, 5 and 7. Immobilization of thiol group and amino group in silica was done by adding 3-mercaptopropyltrimethoxysilane or 3-aminopropyl-trimethoxysilane to sodium silicate solution and hydrochloride acid solution until pH: 7. The products were characterized by X-ray deffractometer and FTIR Spectroscopy.Results showed that porousitas of silica increased with increasing medium acidity ( decreasing pH medium).Immobilization thiol or amino group in silica added a functional group on silica but did not destroy primary structure of silica gel.Key Words: Silica Gel, Rice Hull Ash, 3-mercaptopropyltrimethoxysilane, 3-aminopropyl-trimethoxysilane.
PENGARUH PEMANASAN TERHADAP KEMAMPUAN TANAH DIATOMIT SEBAGAI ADSORBEN LOGAM KROM (III) DAN KADMIUM (II) Nuryono, Nuryono; Kunarti, Eko Sri; Narsito, Narsito
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 3, No 2 (2000): Volume 3 Issue 2 Year 2000
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2838.951 KB) | DOI: 10.14710/jksa.3.2.41-51

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengkaji pengaruh pemanasan terhadap kemampuan tanah diatomit Sangiran, Sragen, Jawa Tengah terhadap kemampuannya mengadsorbsi logam Cr(III) dan Cd(II) dalam larutan. Sebelum proses adsorpsi dilakukan tanah diatomit dikarakterisasi keberadaan situs aktifnya dengan menggunakan spektrofotometri infra merah (IR) dan analisis termogravimetri (TGA). Adsorpsi dilakukan melalui sistem bath dengan mencampurkan sejumlah sampel tanah dengan larutan logam pada temperatur kamar, 30°C, pH 4,0- 6,0 (tanpa pengaturan) untuk Cr(lll), dan 5.0 - 7,0 untuk Cd(II). Proses serupa dilakukan terhadap tanah diatomit yang telah dipanaskan pada temperatur yang berbeda (300°C, 500°C dan 900°C). Pengaruh lama kontak dan konsentrasi awal logam terhadap adsorpsi dievaluasi untuk menentukan kapasitas, tetapan adsorpsi, dan energi adorpsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah diatomit melepaskan semua molekul air pada pemanasan 580°C, dan kondensasi gugus silanol menjadi siloksan terjadi pada pemanasan 700°C. Pemanasan tanah diatomit sampai 500°C dapat meningkatkan kemampuan mengadsorpsi ion Cr(III), sedangkan untuk adsorpsi ion Cd(ll) tidak berubah secara signifikan. Sebaliknya, pemanasan sampai 900°C mengakibatkan penurunan yang tajam terhadap kemampuannya mengadsorpsi baik ion Cr(III) maupun Cd(II). Kapasitas adsorpsi tertinggi untuk Cr(III), 205,3 mg/g, terjadi pada tanah setelah pemanasan 500°C, sedangkan untuk Cd(II), 14.93 mg/g, terjadi pada tanah setelah pemanasan 300°C. Tetapan adsorpsi berkisar 6.93 - 11,51 x 103 untuk Cd(II) dan 0,94- 1,58 x 103 untuk Cr(III), sedangkan energi adsorpsi berkisar 17,30- 18,55 kJ/mol untuk Cr(III) dan 21,49- 23,56 kJ/mol untuk Cd(ll).
STUDIES ON FORMATION AND THERMAL DECOMPOSITION OF LEAD HYDRIDE, PBH4 Narsito, Narsito
Indonesian Journal of Chemistry Vol 1, No 2 (2001)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.21952

Abstract

In the present work, some fundamental aspects of the formation of gaseous lead hydride from aqueous solutions containing divalent lead ions (Pb2+) and its application in the atomic absorption spectrometric analysis lead has been investigated. By utilizing a peristaltic pump, an acidic solution of Pb2+ was first oxidized with ammonium peroxodisulphate, NH4S2O8, and followed by reduction with sodium tetrahydroborate, NaBH4. After a gas-liquid separation, the gaseous lead hydride produced was directly swept into an electrically heated open ended quartz tube, located at the light path of an atomic absorption spectrometer in order to have possibilities for specific atomic absorption spectroscopic measurements. The absorbance signals caused by lead atomic absorption could be used proportionally to estimate the density of atomic lead vapor produced in the thermal decomposition under investigation. Results showed that on-line pre-oxidation of the analyte is very important and crucial step in the gaseous hydride generation of lead, and no lead hydride was produced without the involvement of this step. Moreover, it was observed that the use of low major gas flows cannot be applied in quantitative atomic absorption spectrometric determination of lead by this technique. This condition may result in possible losses of the analyte atomic vapor due to metallic condensation.
Modelling of Magma Density and Viscocity Changes and Their Influences towards the Characteristic of Kelud Volcano Eruption Humaida, Hanik; Brotopuspito, K. S.; Pranowo, H. D.; narsito, narsito
Indonesian Journal on Geoscience Vol 6, No 4 (2011)
Publisher : Geological Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1673.551 KB) | DOI: 10.17014/ijog.v6i4.129

Abstract

DOI: 10.17014/ijog.v6i4.129The effusive eruption of Kelud Volcano in 2007 was different from the previous ones, which in general were more explosive. Among others, density and viscosity are factors that determine the type of eruption. Therefore, the study on the difference of the recent eruption style based on the density and viscosity of magma was carried out. The method used in this study was based on geochemical analysis of the rock and then a modeling was established by using the above parameter. The study on the explosive eruption was emphasized on the data of 1990 eruption, whereas the effusive eruption was based on the data of 2007 eruption. The result shows that the magma viscosity of Kelud Volcano depend on the H O concentration as one of the volatile compound in magma, and temperature which gives the exponential equation. The higher the increase of H O content the smaller the value of its viscosity as well as the higher the temperature. The H O content in silica fluid can break the polymer bond of the silica fluid, because a shorter polymer will produce a lower viscosity. The density of the silica content of Kelud Volcano ranges between andesitic and basaltic types, but andesite is more likely. The fluid density of the material of 1990 eruption is different from 2007 eruption. Compared to the 2007, the 1990 eruption material gave a lower density value in its silica fluid than that of the 2007 one. The low density value of the silica fluid of the 1990 eruption material was reflecting a more acid magma. The level of density value of silica fluid depends on its temperature. At the temperature of 1073 K the density of the 1990 Kelud magma is 2810 kg/m3 and the 2007 magma is 2818 kg/m3, whereas at a temperature of 1673 K, the density is 2672 kg/m3 and 2682 kg/m3 of the 1990 and 2007 eruptions respectively. A modeling by using an ideal gas law of Henry’s Law illustrated that the ascent of Kelud’s magma to the surface may cause changes in it’s physical properties. The evolution of the flow pressure in the conduit is characterized by three different areas; based of the conduit until the pressure is saturated, then at the level between release and fragmentation, and then the level above the fragmentation, that implicates the decrease in the wall friction.
ADSORPSI Cd(II), Ni(II) DAN Mg(II) PADA SILICA GEL YANG TERIMOBILISASI DENGAN 2-MERKAPTOBENZIMIDAZOL Nuryono, Nuryono; Nuzula, Firdausi; Narsito, Narsito
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 7, No 1 (2008)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan imobilisasi 2-merkaptobenzimidasol (MBI) pada permukaan silika gel menggunakan ?-glisidoksipropiltrimetoksisilan (?-GPS) sebagai senyawa penghubung. Hasil imobilisasi (Si-MBI) kemudian digunakan untuk mengadsorpsi Cd(II), Ni(II), dan Mg(II) dalam medium air. Penelitian meliputi studi pengikatan  ?-GPS pada silika gel dalam medium air yang diikuti imobilisasi larutan MBI dalam dimetilformamida  (DMF) pada silika epoksi (Si-Ep) yang terbentuk. Karakterisasi hasil imobilisasi larutan MBI meliputi penentuan MBI yang terikat , parameter kinetika, dan termodinamika adsorpsi terhadap Cd(II), Ni(II), dan Mg(II). Gugus-gugus fungsional Si-MBI yang berperan pada adsorpsi ion logam diidentifikasi menggunakan spektroskopi inframerah (IR) dan secara kuantitatif kandungan MBI dalam Si-MBI ditentukan dengan metode Kjeldahl. Adsorpsi Cd(II), Ni(II), dan Mg(II) dilakukan dalam sistem batch. Ion logam yang teradsorpsi secara kuantitatif dihitung dari selisih logam sebelum dan sesudah adsorpsi hasil pengukuran menggunakan metode spektroskopi serapan atom. Berdasarkan data yang diperoleh, kesetimbangan adsorpsi, energi adsorpsi, dan kapasitas adsorpsi ditentuka menggunakan model isoterm adsorpsi Langmuir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan MBI dalam Si-MBI sebesar 584 µmol/g. Adsorpsi ion logam pada Si-MBI berlangsung melalui dua tahap yaitu cepat dan lambat dengan urutan konstanta laju adsorpsi masing-masing Cd(II) > Mg(II) > Ni(II) > Cd(II). Kapasitas adsorpsi Si-MBI terhadap Cd(II), Ni(II), dan Mg(II) berturut-turut sebesar 13,26 µmol/g, 107,53 µmol/g, dan 123,46 µmol/g. Adsorpsi Cd(II) diduga sebagian besar merupakan kemisorpsi dengan energy adsorpsi 23,67 kJ/mol, sedangkan Ni(II) dan Mg(II) kemungkinan besar didominasi fisisorpsi dengan energi adsorpsi masing-masing sebesar 15,26 kJ/mold an 15,82 kJ/mol.
PENINGKATAN AKTIVITAS FOTOKATALITIK TiO2 MESOPORI DENGAN SENSITISASI TiO2 MENGGUNAKAN SENYAWA KOMPLEKS BERWARNA Wahyuningsih, Sayekti; Kartini, Indriana; Narsito, Narsito
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 7, No 1 (2008)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan aktivitas fotokatalitik TiO2 mesopori telah dapat dilakukan dengan modifikasi permukaan TiO2 melalui penambahan senyawa kompleks berwarna M2+ (SiPA)n(PAR)m (M2+ = Co2+ dan Fe2+) (SiPA = sililpropilamin). Penambahan senyawa kompleks sensitiser pada permukaan TiO2 dilakukan dengan cara pembentukan senyawa kompleks in situ dengan penambahan berturut-turut ligan primer aminopropiltrimetoksisilan (APTS), Ion logam transisi (Co2+ atau Fe2+) dan ligan sekunder 4-(2-piridilazo)resorsinol (PAR). Dibandingkan dengan TiO2 mesopori sebelum disensitisasi, TiO2 setelah disensitisasi (TiO2/SiPA-Co2+-PAR dan TiO2/SiPA-Fe2+ -PAR) menunjukan peningkatan aktivitas fotokatalitik  ~20% untuk fotodegradasi metilen blue dengan radiasi cahaya visibel.