Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS EFISIENSI TURBIN GAS TERHADAP BEBAN OPERASI PLTGU MUARA TAWAR BLOK 1 Naryono, Naryono; Budiono, Lukman
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2013): SINTEK JURNAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap Muara Tawar (PLTGU Muara Tawar) merupakan salah satu unit pembangkit di Indonesia. Sebagai salah satu pembangkit listrik terbesar di Indonesia kesiapan PLTGU Muara Tawar sangat diperlukan. PLTGU merupakan pembangkit yang memiliki respons yang cepat terhadap perubahan beban. Oleh karena itu perubahan beban pada PLTGU sering sekali terjadi. Untuk menjaga performance pada PLTGU, peralatan yang ada dalam PLTGU harus dijaga kondisinya agar dapat bekerja secara optimal. Pada Tugas Akhir ini akan dilakukan analisis efisiensi turbin gas terhadap beban operasi? PLTGU Muara Tawar Blok 1 dengan menganalisis efisiensi yang dihasilkan turbin gas berbahanbakar natural gas.Dari hasil penelitian ini didapat bahwa efisiensi thermal turbin gas PLTGU Muara Tawar Unit 1, 2, dan 3 pada beban 136 MW adalah 36.35%, 35.55%, dan 35.13%.?Key words : turbin gas, efisiensi thermal, kompresor, turbin
ANALISIS UNJUK KERJA ALAT PENUKAR KALOR PELAT KAPASITAS 2400 KW DENGAN ALIRAN BERLAWANAN (COUNTERFLOW) Naryono, Naryono; Sakti, Indra
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 2, No 2 (2008): SINTEK JURNAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisa unjuk kerja alat penukar kalor pelat aliran berlawanan (Counterflow) dimana kedua aliran fluida mengalir tetapi berbeda arah merupakan penghasil efisiensi terbanyak dari semua susunan aliran untuk satu lintasan dengan parameter dan spesifikasi yang sama, merupakan aliran Turbulen pada kedua aliran panas dan dingin, dengan suhu air panas masuk 15,40oC , dan suhu air dingin keluar sebesar 13,40oC. Sebuah Alat Penukar Kalor Pelat adalah suatu Alat penukar kalor yang terdiri dari beberapa lembar (plate) baja tahan karat tipis untuk menukar panas pada kedua fluida, sepanjang waktu kedua aliran tersebut dipisahkan dengan dua buah paking, antara saluran dan aliran berlawanan yang terjadi menghasilkan kemungkinan efisiensi yang tertinggi. Penelitian Secara Kualitatif pada Alat Penukar kalor pelat ini digunakan sebagai pendingin unit-unit mesin seperti AHU, FCU , Kolam Renang , Menara pendingin dan lain-lain, dengan menggunakan air laut yang telah diproses sebelumnya? sebagai media fluida pendinginnya. Metode yang digunakan adalah metode LTMD (Log Mean Difference) dalam menganalisa distribusi suhudengan nilai 1,95oC sehingga menghasilkan rasio perbandingan kalor 1 dengan efektifitas thermal 80%, sehingga mendekati keseimbangan thermal dan metode NTU-effectifitas dimana Co>Ch sehingga menghasilkan nilai 82%? pada alat penukar kalor pelat. Penelitian secara Kuantitatif diperoleh hasil nilai koefisien pada alat penukar kalor ini sebesar 5606 W/m2 oC mendekati? nilai asumsi 5000 W/m2 oC, pendinginan yang dibutuhkan 7138 KW maka diperlukan tiga buah unit sehingga menghasilkan pendinginan sebesar7236 KW dengan nilai keefektifan sebesar 82 %.?Kata Kunci : unjuk kerja, alat penukar kalor, aliran berlawanan, counter flow
ANALISA PENGELASAN DINGIN DENGAN MENGGUNAKAN METODE HIGH FREQUENCY ELECTRICAL RESISTANCE WELDING PADA PROSES PEMBUATAN PIPA BAJA STKM 13B Naryono, Naryono; Suharyadi, Indra
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 1, No 2 (2007): SINTEK JURNAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengetahui data tentang hasil dan perhitungan pengaruh besar arus pada pengelasan, dimana besar arus pada pengelasan tersebut berpengaruh terhadap perubahan mekanis dan struktur mikro pada bahan STKM 13B dengan ketebalan 5.0 Masukan dalam penelitian ini didapat dari hasil pengelasan dengan cara percobaan besar arus pengelasan yang berbeda, dimana untuk mengetahui kekuatan sambungan las pada bahan STKM 13B merupakan komponen rangka kendaraan mobil. Dianalisa adalah Pengujian Metalografi , Pengujian Kekerasan , Pengujian Flatenning , Pengujian Expanding , dan pengujian ECT ( Eddy Current Testing ) dimana besar arus yang digunakan adalah 1440 A, 1438 A, 1435 A, 1430 A. Hasil Penelitian dan pembahasan mengenai pengaruh besar arus pengelasan, dalam hal ini menyatakan bahwa dengan menggunakan besaran arus pengelasan yang berbeda menunjukkan bahwa semakin besar arus yang digunakan pada pengelasan maka diperoleh hasil yang maksimal dan hasil dari ketiga besar arus pengelasan yang berbeda pada pengelasan yang menggunakan besar arus pengelasan 1440 yang menghasilkan pengelasan paling optimal.?Kata kunci : besarnya arus? , kondisi pengelasan.
PENGARUH VARIASI KECEPATAN PENGELASAN PADA PENYAMBUNGAN PELAT BAJA SA 36 MENGGUNAKAN ELEKTRODA E6013 DAN E7016 TERHADAP KEKERASAN, STRUKTUR MIKRO DAN KEKUATAN TARIKNYA Naryono, Naryono; Rakhman, Farid
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 5, No 2 (2011): SINTEK JURNAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh pengelasan terhadap? kekerasan, struktur mikro dan kekuatan tarik las. Penelitian ini menggunakan bahan baja karbon rendah yang mengandung kadar C = 0,17 %.? Material SA 36 diberikan proses pengelasan yang kecepatan rata-ratanya untuk E6013 adalah 2 menit 06 detik dan kecepatan rata-rata untuk E7016 adalah 3 menit 06 detik. Kedua elektroda tersebut menggunakan metode las SMAW ( Shield Metal Arc Welding ). Benda uji dilakukan penelitian terhadap kekerasan, struktur mikro, dan kekuatan tariknya.Dari hasil penelitian tersebut pengaruh dari kecepatan dan heat input sangat mempengaruhi nilai dari kekerasan, struktur mikro dan uji tariknya. Semakin rendah heat input yang diterima, makin tinggi nilai kekerasan dan kekuatan tariknya. Begitu pula sebaliknya, makin besar heat input yang diterima, maka makin rendah nilai kekerasan dan kekuatan tariknya.?Kata kunci : SMAW, uji tarik, E6013 dan E7016, kekerasan.
PERANCANGAN SPRING BUFFER ELEVATOR KAPASITAS 2 TON DENGAN KETINGGIAN LIMA LANTAI Naryono, Naryono; Diniardi, Eri; Hidayat, Yamal
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 4, No 1 (2010): SINTEK JURNAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elevator merupakan suatu sistem pengangkat yang digunakan untuk mengangkat penumpang secara vertical, yang dilengkapi dengan kereta? dan digerrakkan dengan motor, dan diangkat oleh perlengkapan pengangkat yang bergerak didalam ruang luncur (hoist way) serta dapat dikendalikan sesuai dengan kehendak pemakai. Dan untuk sistem pengaman? digunakanlah (spring buffer) yang diletakan pada bagian dasar ruang luncur (hoist way) yang berguna untuk meyangga atau meredam car elevator bila terjadi kegagalan pada system elevator.Elevator ini merupakan hasil perpaduan kerja antara mechanical dengan electrical, sehingga bentuknya dirancang praktis dan system pengontrolanya otomatis. Pada elevator yang digunakan untuk mengangkut penumpang, kekuatan harus dirancang sekuat mungkin agar penumpang merasa aman dan nyaman. Yamg perlu ditekankan dalam perancangan elevator ini adalah system pengamanan ketika elevator jatuh kelantai paling dasar dari ketinggian yaitu perancangan balok penyangga.Pada kesempatan ini? penulis melakukan perhitungan-perhitungan diantaranya jarak jatuh bebas, kecepatan saat jatuh bebas, besar gaya tekan setelah jatuh bebas, dimensi pegas, dimensi slinder piston, silinder shock absorber, flens penahan pegas, massa jenis fluida, saluran? lubang kontrol oli, menentukan diameter saluran? lubang pemasukan oli, menentukan diameter saluran lubang pembuangan oli, menghitung diameter baut pelat dasar, dan spesifikasi dari spring buffer, dengan kapasitas? penumpang maksimum 26 orang atau 2000 kg. Selanjutnya penulis melakukan pemeriksaan terhadap kekuatan dan keamanan spring buffer elevator, agar hasil rancangan yang dirancang layak untuk digunakan dan aman untuk mengangkat penumpang sehingga menjadi efektif dan efisien.?Kata kunci: elevator, spring buffer?
ANALISA PERENCANAAN DESALINATION PLANT 4167 TON/JAM Naryono, Naryono; Diniardi, Eri; Suharyono, Suharyono
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 3, No 2 (2009): SINTEK JURNAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisa perencanaan desalination plant dengan kapasitas 41,67 ton/jam merupakan suatu perencanaan yang membahas tentang perencanaan dari alat ? alat heat exchanger desalination plant, yaitu evaporator, brine heater, ejector condensor, drain cooler. Perencanaan yang dimaksud yaitu menghitung perpindahan panas dari masing ? masing alat ? alat heat exchanger desalination plant, perhitungan perpindahan panas nya yaitu menghitung heat balance, menghitung luas permukaan perpindahan panas, menghitung pressure drop dan menghitung kekuatan pipa dari alat ? alat heat exchanger desalination plant.Pada perencanaan ini menggunakan titanium sebagai bahan pipa, karena titanium dapat dipakai pada temperatur tinggi, sehingga tidak mudah pecah jika dilalui fluida dengan temperatur tinggi. Pada analisa perhitungan terdapat perbedaan antara hasil perhitungan dengan spesifikasi data dari alat ? alat heat exchanger . walaupun terjadi perbedaan tetapi perbedaan tersebut? < 5 %.Dengan perbedan yang tidak terlalu signifikan antara hasil perhitungan dengan spesifikasi data, maka peencanaan desalination dengan kapasitas? 41,67 ton / jam ini dapat digunakan.?Kata kunci:desalination plant, heat exchanger