Articles

PERAN INTERNAL PUBLIC RELATIONS DALAM MEMPERTAHANKAN LOYALITAS ATLET DI LINGKUNGAN ORGANISASI KONI JATENG Iswara Kiranasari Setiaji, Denta; Naryoso, Agus
Interaksi Online Vol 7, No 2: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.886 KB)

Abstract

KONI merupakan organisasi olahraga yang bertugas untuk membina dan mengkoordinasi atlet untuk mencapai prestasi di level Nasional dan Internasional. Kurang maksimalnya upaya KONI Jawa Tengah dalam menunjang kebutuhan atlet dapat mempengaruhi keloyalitas atlet dan berdampak penurunan prestasi pada kontingen Jawa Tengah. Oleh sebab itu, dibutuhkan peran Internal PR dalam membantu menjembatani aspirasi atlet agar dapat tersampaikan kepada KONI Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah mendiskripsikan peran internal PR dalam mempertahankan loyalitas atlet di lingkungan organisasi KONI Jawa Tengah. Penelitian menggunakan teori keterbukaan diri, komunikasi organisasi kepemimpinan, harapan dan motivasi serta konflik. Metode ini menggunakan tipe penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dari hasil penelitian adalah PR KONI Jawa Tengah melakukan gathering dengan upaya membangun motivasi atlet dalam meningkatkan prestasi, PR KONI Jawa Tengah sebagai communication facilitator untuk menyampaikan aspirasi antara atlet dengan kepengurusan organisasi, serta PR KONI Jawa Tengah memberikan apresiasi dengan wujud mengekspos capaian prestasi atlet melalui media cetak dan media social.
Representasi Aturan Adat Pemilihan Pasangan (Romantic Relationship) Masyarakat Batak dalam Film Mursala Saragih, Williams Wijaya; Naryoso, Agus; Suprihartini, Taufik; Lukmantoro, Triyono
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.304 KB)

Abstract

Masyarakat Batak memiliki aturan pemilihan pasangan (romantic relationship).Aturan yang mengatur siapa saja yang boleh dinikahi dan siapa yang tidak boleh untukdinikahi berdasarkan janji yang ditetapkan, tidak boleh saling menikah bagi sepasangkekasih yang memliki marga yang sama. Di sisi lain ideal bagi masyarakat Batakmenikahi anak perempuan dari tulang (paman). Mursala adalah film drama cintaberbalut kebudayaan Batak yang bercerita tentang Anggiat Simbolon, seorangpengacara yang mencoba mempertahankan hubungan cintanya dengan Clarissa Saragihdi tengah larangan adat. Film ini menekankan aturan pernikahan adat Batak yang harusdijalankan dan dipertahankan sampai sekarang dan perasaan cinta yang berbenturandengan nilai adat sehingga menimbulkan konflik dalam keluarga dan masyarakat adat.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui representasi aturan pemilihan pasangan(romantic relationship) masyarakat Batak dalam film Mursala. Tipe penelitian iniadalah deskriptif kualitatif, menggunakan pendekatan signifikasi dua tahap dari teorisemiotika Roland Barthes dan analisis semiotika dengan teknik analisis data dari konsepkode-kode televisi John Fiske. Analisis dilakukan dengan tiga level, yakni level realitas,level representasi, dan level ideologi. Level realitas dan level representasi dianalisissecara sintagmatik, sedangkan analisis secara paradigmatik untuk level ideologi.Hasil penelitian menemukan bahwa adat sebagai nilai yang memiliki kekuatanuntuk mengatur perilaku harus tetap dijalankan dan dipertahankan. Melalui analisissintagmatik pada level realitas dan representasi peneliti menemukan makna peneguhanadat sebagai proses penerapan dan penjagaan nilai-nilai adat dari tindakan pelanggaran.Selain itu peneliti juga menemukan konflik yang terjadi dalam penerapan nilai adatyang ditampilkan sebagai dampak benturan kepentingan individu dengan nilai adat.Sedangkan melalui analisis paradigmatik pada level ideologi peneliti menemukanpenegasan kolektivisme keluarga sebagai agen kebudayaan serta kekakuan dan superiornilai adat. Konstruksi ideologi kolektivisme keluarga sebagai agen kebudayaanmenampilkan fungsi dan pembagian peran anggota keluarga dalam penanaman nilaiserta sistem pengawasan terlaksananya nilai adat. Konstruksi kekakuan dan sifatsuperior adat direpresentasikan lewat ketidakberdayaan Anggiat sebagai pengacarauntuk mempertahankan hubungan cintanya di hadapan hukum adat. Selain itu didapatibahwa keyakinan terhadap keabsolutan nilai adat sebagai faktor dipertahankan adatsebagai pedoman perilaku.
INTIMATE RELATIONSHIP IN TA’ARUF COUPLE Diani, Marlia Rahma; Herieningsih, Sri Widowati; Rahardjo, Turnomo; Naryoso, Agus
Interaksi Online Vol 3, No 2: April 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.758 KB)

Abstract

Marriage is something coveted in every relation. There are some ways of introducing to acouple before the wedding. Ta’aruf couples through their introducing and also developing oftheir relationship in a very short. So they didn’t know each other in a specific things.Communication between ta’aruf couples also must go by a mediator. It causes for thedistortions messages in their communication. Besides information about the couple obtainedfrom the process of ta’aruf is also limited because of the intercommunication limits that mustbe obeyed restrictions in accordance with islamic syariah.The purpose of this research is to find the experience of the ta’aruf couples in undergothe process at the communication time and knowing that occur in pairs of closeness inrelationships or intimate relationship. The used theories are Penetration Social Theory byIrwin Altman Damask and Taylor and the Dialectics Relational Theory by Baxter andMontgomery. To describe in detail to the development of intimate relationship in the ta’arufcouples. This research is using qualitative methodology with the approach phenomenology.Subject in this research is the newly married ta’aruf couples, with two or three months ofmarried using ta’aruf process.Based on the results, ta’aruf became a means to know each other and get informationfrom each other to minimize uncertainty information between one another. The ta’arufcouples began to minimize the uncertainly general information of themselves by exchangetheir curriculum vitae who mediated by a mediator.Trust, self disclosure, and responsibilities are becoming a key in relations developingfor a familiar intercourse between ta’aruf couples. In facing a conflict, a ta’aruf couple like todiscussing with a mediator to the conflict that appears. So it would not be a failed factor inta’aruf process.
STRATEGI BRANDING KOMPAS TV sebagai TELEVISI BERITA “INDEPENDEN TERPERCAYA” Elgyptya Assegaff, Maria; Naryoso, Agus
Interaksi Online Vol 7, No 4: Oktober 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.393 KB)

Abstract

If Kompas TV wants to survive in the television industry, KompasTV is demanded to return to its essence, news. To make the maneuver, KompasTV must carry out the branding process in order to position its new image as news television. Based on the company's ideology, “Independen Terpercaya” was finally chosen by KompasTV as the tagline. This research objective is to find out the branding strategy and process carried out by KompasTV to be evaluated later. The concept of branding planning, especially in terms of strengthening brand equity as a basis for evaluating the “Independen Terpercaya” KompasTV branding. Therefore, this study uses a qualitative descriptive method with a positivistic approach. The results showed that the branding carried out by Kompas TV was in accordance with the existing branding planning concept and could be executed properly. This can be seen from Kompas TV's efforts to build the “Independen Terpercaya” Kompas TV branding both through on-air programs, events until digital media.
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS KOMUNIKASI DENGAN KELOMPOK RUJUKAN, KONSEP DIRI DENGAN KEMAMPUAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PILIHAN PEKERJAAN. Apriani, Desi; Lestari, Sri Budi; Purbaningrum, Dwi; Naryoso, Agus
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.804 KB)

Abstract

Masa remaja merupakan masa dimana seseorang mengalami perkembangan yang bermakna didalam hidupnya, termasuk dalam mengambil sebuah keputusan. Dalam pengambilan keputusan tersebut diperlukan faktor psikologis untuk mewujudkannya, salah satuya ialah faktor konsep diri. Selain konsep diri, pengambilan keputusan dapat dilakukan karena adanya pertimbangan atau masukan dari kelompok luar seperti keluarga, teman, dan lingkungan sosial dimana tempat ia tinggal. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam peneltiian ini adalah menggunakan uji korelasi menggunakan bantuan SPSS versi 17. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan antara intensitas komunikasi dengan kelompok rujukan terhadap pengambilan keputusan pilihan pekerjaan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,21 dan hubungan antara konsep diri dengan pengambilan keputusan pilihan pekerjaan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,66.
Karya Bidang Program Tayangan “Gitaran Sore-Sore” di PROTV Semarang sebagai Produser Pelaksana Pamungkas, Raynaldo Faulana; Pradekso, Tandiyo; Naryoso, Agus; Widagdo, M Bayu
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.579 KB)

Abstract

Televisi merupakan salah satu saluran yang mampu menyebarkan informasi secara massal. Namun seringkali informasi yang disebarkan saluran televisi nasional kurang dapat diterima oleh khalayak di daerah. Hal tersebut dikarenakan tayangan televisi nasional tidak memperhitungkan unsur proximity. Televisi lokal seharusnya mampu membawa unsur proximity tersebut menjadi sebuah tayangan yang berkualitas. Namun seringkali khalayak tidak sadar akan kekuatan televisi lokal tersebut.Gitaran sore-sore sebagai sebuah tayangan talkshow yang hadir di televisi lokal mampu menghadirkan unsur proximity. Gitaran sore-sore juga menjadi sarana untuk menyebarluaskan ide-ide masyarakat Semarang melalui obrolan ringan tentang hobi dan konten yang mengangkat tentang informasi lokal. Lewat cara interaktif dan inspiratif tayangan gitaran sore-sore mampu membawa kekuatan televisi lokal ke tengah-tengah khalayak.Pada program tayangan Gitaran Sore-sore. produser bertugas untuk memimpin jalannya produksi acara, menyediakan kebutuhan produksi, membuat rencana kerja, menkordinasi tim , hingga membuat anggaran produksi. Setelah melalui tahapan praproduksi, proses produksi, pascaproduksi, karya ditayangkan live di ProTV setiap hari rabu dan kamis mulai tannggal 29 September hingga 13 November 2014 pukul 15.00 WIB. Melalui karya ini diharapkan khalayak Semarang mampu mempunyai tayangan yang informatif dan inspiratif serta menghibur.Kata kunci : Talkshow Gitaran Sore-Sore, Program acara anak muda, Hobi
Implementasi “Promoter” sebagai Strategi Pembangunan Reputasi Polri di Level Kepolisian Daerah Widiastuti, Novia; Naryoso, Agus
Interaksi Online Vol 7, No 2: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.969 KB)

Abstract

The police is a state institution that has functions in the field of maintaining public orderly and security, law enforcement, protection, patronage and service to communities. But along with the many negative news about the police circulating, a bad reputation about the state institution has been formed in the community. To minimize bad reputation in the Police Department, on July 13 2016 in the leadership of Drs. H.M. Tito Karnavian, M.A.Ph.D as National Police Chief, a breakthrough was launched in the form of Promoter motto (Professional, Modern, Reliable).This study aims to determine the implementation of Promoter at the regional police level as one of the Police's reputation development strategies. According to Fombrum, there are four aspects of corporate reputation that need to be addressed, namely: credibility ,trustworthiness, reliability and responsibility. This research is a qualitative research with a case study method. Data collection methods applied in this study are in-depth interviews, observation, and documentation studies. The research data was analyzed using analysis techniques by Miles and Huberman. Researcher found that the Central Java Regional Police had realized the eleven Promoter points. Even so, based on the Fombrum theory, Central Java Regional Police cannot be titled as credible because it only performs tasks and functions pre-entif while the preventive function of the community is still being complained of. In achieving internal trustworthiness, Central Java Regional Police gives appreciation to members of the Police through the Police Award, labor insurance BPJS for the welfare of the police officers and a multifunctional Promoter Card. Meanwhile, the reliability of the National Police at the Regional Police level in public eyes is still not maximal due to the lack of publications for information technology-based programs such as in the SIM, BPKP and STNK online services so there are still many people who do not know about these programs which impacts people’s assumption about the difficulty in processing these documents.
Strategi Penggunaan Identitas Lokal oleh Pamityang2an Qwerty Radio Dalam Mempertahankan Eksistensi Zuldi, Irfan; Gono, Joyo NS; Rahardjo, Turnomo; Naryoso, Agus
Interaksi Online Vol 3, No 2: April 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.129 KB)

Abstract

Radio Streaming adalah bentuk digital dari radio konvensional. Radio Streaming saat ini dinilai lebih efisien dan mudah karena perkembangan teknologi yang semakin maju sehingga banyak orang beralih ke radio streaming. Bermula dari sebuah kontrakan di daerah Yogyakarta, para pendiri radio streamingPamityang2an qwerty radio ini memulai mengudara. Dengan menggunakan twitter sebagai alat komunikasi dengan para pendengarnya, radio ini adalah radio yang pertama kali mengudara dengan konsep tidak dengan suara penyiarnya, melainkan twitter sebagai penggantinya.Penulis meneliti strategi penggunaan identitas lokal dan kebudayaan oleh Pamityang2an qwerty radio dalam mempertahankan eksistensi. Yogyakarta kota yang sangat menjunjung tinggi budaya membuat radio ini sangat dikenal dikalangan anak muda, tidak hanya di Yogya saja melainkan di luar kota karena penggunaan teknologi streaming yang membuat jangkauan yang tidak terbatas selama para pendengar memiliki koneksi internet. Selain itu unsur kebudayaan yang melekat dari radio ini sangat kental, yang membuat radio ini sangat menarik untuk diteliti. Konsep streaming yang dipadukan dengan twitter sangat membantu dalam melebarkan pendengar mereka. Dan identitas lokal serta kebudayaan yang mereka usung pun membedakan mereka dengan radio streaming lainnya. Di perjalanannya yang memasuki tahun kelima, Pamityang2an qwerty radio juga menemukan hambatan-hambatan dalam menjalankan radio ini, seperti perpanjangan tangan dari radio konvensional yang merambah dunia streaming dengan dana yang besar, serta munculnya radio-radio streaming lainnya. Namun, hal tersebut dihadapai dengan strategi yang mereka punya untuk dapat mempertahankan eksistensi mereka hingga saat ini.
Public Relations Branding CB31 Artspace : “Moro Seneng” Divisi Project Officer, Divisi Communication Director, dan Divisi Bussines Director Alamanda, Stephany; Lailiyah, Nuriyatul; Naryoso, Agus; Widagdo, M Bayu
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.988 KB)

Abstract

Iklim seni di Kota Semarang berkembang cukup pesat. Muncul banyak komunitas -komunitas yang bergerak di bidang seni rupa. Namun hal ini tidak ditunjang dengan keberadaan ruang pamer yang jumlahnya sangat minim di Kota Semarang. CB31Artspace sebagai ruang seni alternatif yang memberikan wadah untuk pameran dan berdiskusi berupaya untuk memberikan ruang berkarya dan mengembangkan kemampuan para seniman muda di Kota Semarang. Akan tetapi keberadaan CB31Artspace belum diketahui secara baik oleh masyarakat khususnya para anak muda yang memiliki ketertarikan di bidang seni. Berdasarkan teori, persuasi diperlukan untuk meyakinkan khalayak yang menjadi sasaran untuk mengadopsi sikap, opini atau perilaku tertentuKarya bidang ini dibuat dengan tujuan untuk mengkomunikasikan CB31Artspace sebagai media pamer karya bagi seniman lokal Semarang kepada masyarakat luas, khususnya mahasiswa di Kota Semarang yang tertarik dengan seni rupa sehingga mereka dapat mengembangkan diri dalam bidang seni rupa. Untuk mencapai tujuan tersebut, di buat kegiatan kampanye “Moro Seneng” yang terdiri dari kegiatan pre-event yang mengajak mahasiswa untuk datang ke CB31artspace untuk diskusi dan brainstorming serta event pameran Moro Seneng untuk memberikan wadah pamer bagi para peserta. Pemilihan kegiatan ini di dasari atas pesan utama “Serunya berkarya dan pamer karya bersama”. Oleh karena itu, berbagai program yang dilakukan diarahkan agar mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan mereka di bidang seni secara seru dan menyenangkan. Pesan ini di terapkan ke seluruh elemen program dan juga konsep produksi.Sebagai Project Officer, Communication Director, Bussnines Director, penulis bertanggung jawab pada kinerja tim, publisitas, promosi dan keuangan. Hasilnya, kegiatan Moro Seneng ini dapat berjalan dengan lancar, baik secara kinerja tim, maupun keuangan, disamping itu, berkat acara Moro Seneng, CB31 Artspace dapat dipahami oleh masyarakat sebagai ruang pamer karya bagi seniman lokal Semarang. Untuk kedepan, CB31Artspace perlu untuk membuat kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan engagement dengan target audiens, dan hal ini bisa dilakukan dengan pelaksanaan agenda secara kontinyu kegiatan Moro Seneng.Kata kunci : Seni, Pameran, Branding.
Kampanye Public Relations Untuk Penguatan Positioning Batik Jayakarta Melalui Event Batik Fashion Week 2014 Rizkiana, Kiky; Naryoso, Agus; Ramiaji, Lintang Ratri; Nugroho, Adi
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.708 KB)

Abstract

Batik Jayakarta merupakan salah pilihan untuk fashion batik di kota Semarang. Batik Jayakarta melakukan pendekatan promosi yang baik untuk masyarakat Kota Semarang. Promosi melalui media baru telah ditekuni oleh Batik Jayakarta seperti adlips di lampu merah, mini baliho yang bekerja sama dengan pos polisi, dan mencari endorse untuk memasarkan produknya. Namun, pemasaran ini belum menyentuh segmentasi anak muda. Minat anak muda untuk mengunjungi toko batik dan minat menggunakan batik masih rendah. Maka, laporan karya bidang ini disusun untuk meningkatkan brand awareness Batik Jayakarta dan meningkatkan minat anak muda memakai batik.Karya bidang ini disusun dengan menggunakan pendekatan persuasive serta penerapan teori -teori kampanye PR untuk mendukung keberhasilan tujuan komunikasinya. Melalui penyelenggaraan serangkaian event “Batik Fashion Week 2014”. Acara ini dinilai efektif untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap Batik Jayakarta. Roadshow diselenggarakan di berbagai sekolah dan universitas di kota Semarang. Acara puncak “Batik Fashion Week” diselenggarakan di kawasan Kota Lama Semarang dengan bekerjasama dengan para desainer batik dan komunitas - komunitas yang ada di Jawa Tengah.Keberhasilan dalam mencapai tujuan komunikasi dapat diketahui berdasarkan riset pasca event. Setelah event berlangsung, awareness audiens meningkat sebanyak 16% dari yang semula 30% menjadi 46%. Sedangkan minat untuk memakai batik juga meningkat sebesar 15 % dari yang semula 20% menjadi 35%. Dengan demikian, rangkaian kampanye PR melalui event ini efektif untuk mencapai tujuan komunikasi awal.Karya bidang ini diharapkan dapat memberikan implikasi-implikasi dalam aspek akademis dan praktis. Implikasi akademis karya bidang ini berupa kontribusi untuk memperkaya pengetahuan akan penerapan strategi persuasive dan penerapan teori kampanye PR dalam pencapaian tujuan komunikasi. Sementara itu, implikasi praktis memberikan pengetahuan dan pengalaman untuk membuat kegiatan promosi yang efektif sesuai dengan target audiens serta tujuan komunikasinya.Keywords : fashion, batik, skripsi, event
Co-Authors Adi Nugroho Adi Sukma Waldi, Adi Sukma Agnesya Putri Winanda Ahmaniar Cahya Lestari, Siti Ahyar Yuniawan Aldi Atwinda Jauhar, Aldi Atwinda Aldila Leksana Wati Alifati Hanifah Ambar Rakhmawati, Ambar Andhika Putra Nugraha Anggia Anggraini Anindhita Puspasari, Anindhita Anindya Ratna Pratiwi Anisa Citra Mahardika Annisa Aulia Mahari Anugrah Beta Familio, Anugrah Beta Apriani Rahmawati Arbi Azka Wildan, Arbi Azka Arditya Drimulrestu Arum Fatimah, Zahra Asri Rachmah Mentari Astifah Asdir, Astifah Atina Primaningtyas Aulia Arumdhani, Fajrina Ayu Santosa, Melinda Azalea Puspa Sessarina, Azalea Puspa Bagas Satria Pamungkas, Bagas Satria Bayu Bagus Panuntun Bayu Vita Al Hayuantana, Bayu Vita Beta Himawan Putra, Beta Himawan Budi Adityo Charisma Rahma Dinasih Chykla Azalika Danieta Rismawati David Fredy Christiyanto, David Fredy Debi Astari, Debi Deni Arifiin DESI APRIANI, DESI Desy Nurulita, Desy Devi Yuhanita Qorina, Devi Yuhanita Dimas Muhammad Dinda Dwimanda Wahyuningtias, Dinda Dwimanda Djoko Setiabudi Djoko Setyabudi Dubha Kaldota Diptapramana, Dubha Kaldota Dwi Purbaningrum, Dwi Dyah Pitakola, Dyah Dyah Woro Anggraeni Efriman Putri, Gebiya Elgyptya Assegaff, Maria Endang Retnowati Eryke Pramestaningtyas Fetiyana Luthfi Prihandini, Fetiyana Luthfi Fitri Kaniyah, Fitri Fitri Nur Hidayat, Fitri Nur Hapsari Dwiningtyas Hayati, Rahmi Hedi Pudjo Santosa Hendrianto Noor Ikhwan Hesti Rahmawati, Widiastri Imam Dwi Nugroho Indah Pratiwi Intan Murni Handayani Irawati Sri Wulandari Irfan Zuldi Irine Rachmitasari, Irine Iswara Kiranasari Setiaji, Denta Jailani Siregar, Ahmad Jaza Akmala Ramada Jeffry Septian Putra Joyo NS Gono Kartika Ayu Pujamurti, Kartika Ayu Khoirun Nisaa, Yuliani Kiky Rizkiana Lintang Ratri Rahmiaji Lintang Ratri Ramiaji Lizzatul Farhatiningsih M Bayu Widagdo M Yulianto Manggala Hadi Prawira Marlia Rahma Diani Maya Puji Lestari Mellisa Indah Purnamasari Much Yulianto Much. Yulianto Muhammad Haikal, Khan Mujahidah Amirotun Nisa Mustika Berlinda, Lisa Nadia Dwi Agustina Naili Farida Ninda Nadya Nur Akbar Novita Wulandari Nurist Surayya Ulfa Nuriyatul Lailiyah Nurrist Suraya Ulfa Nurriyatul Lailiyah, Nurriyatul Oithona Gracelia R. Hutabarat, Oithona Gracelia R. Oktavia Dewi, Lutfi Panggalo, Junelsa Phopy Harjanti Bulandari Primada Qurrota Ayun, Primada Qurrota Primartiwi, Anggita Purnama Sari, Devi Rakanita Oktaviani Hadi Saputri, Rakanita Oktaviani Rakasiwi Oktaviana Hadi Saputri, Rakasiwi Oktaviana Raynaldo Faulana Pamungkas Rian Irmawan, Rian Ribka Minatisari Sekeon Rifka Ayu Pertiwi Rizky F, Annisa Rony Kristanto Setiawan, Rony Kristanto Rr Ratri Feminingrum Ryandhika Rakadiputra, Radhityo Saskia Elvira Saundra Centauria Selo Pangestu Imawan, Selo Pangestu Setyowati, Yeni Shahnaz Natasha Anya Silvia Kartika C Dewi Sri Budi Lestari Sri Widowati Sri Widowati Herieningsih Stephany Alamanda Sunarto Sunarto Suwanto Adhi Tandiyo Pradekso Taufik Suprihartini Tegar Tuanggana Teresia Kinta Wuryandini, Teresia Kinta Triyono Lukmantoro Turnomo Rahardjo Ulya Saida Velina Prismayanti Susanto Vinna Dewi Haryanti Wafda Afina Dianastuti, Wafda Afina Wahyu Tri Oktaviani, Wahyu Tri Wening Jiwandaru Pradanari Wibisono, Andika Widiastuti, Novia Williams Wijaya Saragih, Williams Wijaya Wiwid Noor Rakhmad Wiwied Noor Rakhmad Xavera A, Patrick Yanuar Luqman Yenny Puspasari Yenny Puspitasari Yolan Enggiashakeh Soemantri yossie Christy Thenu Yossie Chrity Thenu Yuaristi Ekantina Yulistra Ivo Azhari Zahra Natty Fakhrana, Zahra Natty Zamratul Khairani Z, Zamratul Khairani