Firman Nasiu
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

APLIKASI TEKNOLOGI BOKASHI PADA PENGOLAHAN LIMBAH KOTORAN SAPI DI KELOMPOK TANI LESTARI DESA ANDOOLO UTAMA KECAMATAN BUKE KABUPATEN KONAWE SELATAN Nasiu, Firman; Sutopo, Dedem; Hadini, Hairil Adzulyatno; Syamsuddin, Syamsuddin; Isnaeni, Purnaning Dhian; Prasanjaya, Putu Nara Kusuma
JURNAL PengaMAS Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL PengaMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.906 KB)

Abstract

Kelompok Tani Lestari merupakan kelompok tani yang dibentuk pada tahun 2010 di Desa AndooloUtama Kecamatan Buke Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara yang saat iniberanggotakan 26 orang. Sistem pemeliharaan semi intensif yang dijalankan memberikan peluangpendapatan usaha yang lebih baik karena peternak dapat melaksanakan pengolahan kotoran ternaksapi menjadi pupuk organik. Dengan adanya kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini,tim pelaksana kegiatan akan berperan serta aktif dalam membantu meningkatkan pemahanan danketerampilan masyarakat mengenai pemanfaatan limbah secara optimal melalui penyuluhan,bimbingan teknis, serta demonstrasi plot (demplot). Program kemitraan kepada masyarakat yangdilaksanakan disambut dengan sangat baik oleh seluruh anggota kelompok dan masyarakat sekitardan diharapkan dengan bertambahnya pengetahuan dan pemahaman tentang pengolahan pupukorganik dapat memberikan pengaruh positif bagi peningkatan pendapatan peternak.
KARAKTERISTIK FISIKO KIMIA TEPUNG IKAN YANG DIBERI PENGAWET BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM) PADA MASA PENYIMPANAN YANG BERBEDA Orlan, Orlan; Asminaya, Nur Santy; Nasiu, Firman
Jurnal Agripet Vol 19, No 1 (2019): Volume 19, No. 1, April 2019
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v19i1.14147

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisiko kimia tepung ikan yang diberi tepung bawang putih (Allium sativum) pada masa penyimpanan yang berbeda. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial (RALF) dengan faktor A adalah tepung ikan dengan 3 level penambahan tepung bawang putih (0, 1, 2 dan 3%) dan Faktor B adalah lama penyimpanan tepung ikan (1, 2, 3 dan 4 minggu). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah Warna, Aroma, Kadar Air (KA), Kadar Abu (KA), Lemak Kasar (LK) dan Protein Kasar (PK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung bawang putih di dalam tepung ikan dengan level 0, 1, 2 dan 3% dengan lama penyimpanan yang berbeda berpengaruh nyata terhadap meningkatkan kadar air, tetapi menurunkan abu dan protein kasar. Interaksi antara level tepung bawang putih yang ditambahkan pada tepung ikan dan lama penyimpanan yang berbeda berpengaruh nyata (P?0,05) terhadap kadar lemak kasar dan protein kasar. (Physicochemical characteristics of fish meal with garlic (Allium sativum) preservatives at different storage periods) ABSTRACT. This study aimed to determine the physicochemical characteristics of fish meal fed with garlic flour (Allium sativum) at different storage periods. The research design used was a Factorial Complete Randomized Design (RALF) with factor A being fish flour with 3 levels of adding garlic flour (0, 1, 2 and 3%) and Factor B was the storage time of fish meal (1, 2, 3 and 4 weeks). Each treatment was repeated 3 times. The variables observed in this study were colour, aroma, water content (KA), ash content (KA), crude fat (LK) and crude protein (PK). The results showed that the addition of garlic flour in fish meal with levels 0, 1, 2 and 3% with different storage periods significantly affected water content, but reduced ash and crude protein. The interaction between the level of garlic flour added to fish meal and the different storage times significantly (P?0.05) on crude fat and crude protein.
THE CARRYING CAPACITY OF CROP AS COW AND GOAT FEED IN MUNA BARAT REGENCY Abadi, Musram; Nasiu, Firman; Surahmanto, Surahmanto; Rizal, Abdul; Fatmawati, Fatmawati
Buletin Peternakan Vol 43, No 3 (2019): BULETIN PETERNAKAN VOL. 43 (3) AUGUST 2019
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.711 KB) | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v43i3.34630

Abstract

This study aimed to assess the potency of forages in Muna Barat Regency as cattle and goat feed. The study was performed by performing forage observation based on the forage production multiplied by the harvested area, and presented on dry matter unit (DM). Sampling was carried out by using a designed square tool. Forages that was evaluated on this study was legume groups. Data analysis was performed by using carrying capacity method. The study reveals that there are 8 types of forages found in Muna Barat Regency. The dry matter of those forages can meet the feed requirement for cattle and goat in Muna Barat Regency. The result of KPRR analysis shows that Muna Barat Regency has carrying capacity for 2,669 cattle and 3,293 goat.
SUPLEMETASI VITAMIN E DALAM CAIRAN RUMEN IN VITRO: ANALISIS PARAMETER FERMENTASI Nasiu, Firman
Buletin Peternakan Vol 40, No 2 (2016): BULETIN PETERNAKAN VOL. 40 (2) JUNI 2016
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.652 KB) | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v40i2.10752

Abstract

The aim of this study was to examine the effect of vitamin E on fermentation parameters by using an in vitro fermentation system with ruminal fluid from male Bligon goats. Substrats used in fermentation process comprised of 65% of king grass, 20% of rice bran, and 15% of soybean meal, with additional 3% of capsulated crude palm oil (CCPO). Treatments of an in vitro fermentation were divided into 3 groups, those are group without vitamin E supplementation (R0), group with 200 mg per kg DM vitamin E supplementation (R1), and 400 mg vitamin E supplementation (R2). All groups were incubated for 48 hours according to Menke and Steingass method. Results showed that vitamin E supplementation at the level of 400 mg did not affect fermentation parameters (VFA, NH3, and pH) on ruminal fluid.
PERSENTASE GIBLET BURUNG PUYUH DEWASA PADA JENIS KELAMIN BERBEDA Bintang, Sri; Hafid, Harapin; Nasiu, Firman
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Peternakan UHO
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui persentase giblet burung puyuh jantan dan betina dewasa pada peternakan rakyat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai bulan Juni 2018 di Jalan Chairil Anwar, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah 30 ekor burung puyuh (Coturnix coturnix japonica) yang terdiri dari 15 ekor jantan dan 15 ekor betina dewasa pada fase grower umur 4 minggu dan dipelihara selama 4 minggu. Peubah yang di amati adalah persentase Giblet yaitu Hati, Jantung, dan Rempela. Analisis menggunakanan Uji t dengan membandingkan antara dua jenis burung puyuh yaitu puyuh jantan dan puyuh betina. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis kelamin berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap Persentase Giblet yaitu Hati, Jantung, dan Rempela (P>0,05).dapat disimpulkan bahwa Persentase Karkas Puyuh jantan lebih besar dari Puyuh Betina dengan Persentase Giblet relatif sama.